1 Komentar

Riwayat yang Terhapus

Halaman kosong
Jejak kata hilang,
rintik hujan membasuh,

5 Komentar

Sore Gerimis

Rintik jatuh,
langkah tertahan,
daun bergetar di jalan basah.

Langit makin redup,
waktu berhenti sejenak,
doa tumbuh di sela rintik

4 Komentar

Jejak dari Penat

Dari kumpulan penat,
percakapan jadi benih kata.
Kutuliskan sekenanya,
seperti embun yang jatuh pelan.
4 Komentar

Tanya yang Diam

Tanya yang kuabaikan
pelan di tepi sunyi,
tak menuntut jawaban,
juga tak menagih prasasti.

Hanya duduk saja
di kursi batin yang kosong,
menjadi bayang samar
yang sesekali menatapku,
lalu pergi lagi tanpa suara.
6 Komentar

Lupa yang Tak Bertanggal

Biarlah lupa itu ada,
tentang jatuh cinta
yang tanpa segores prasasti,
tak menapakkan jejak,
tak menuliskan tanggal terjadinya.

Seperti singgahnya angin,
seperti hujan yang tiba-tiba reda,
tanpa catatan,
tanpa sebuah penanda.

Tetap hidup dalam diam,
mengalir di sanubari,
meski tak pernah tercatat
di kalender hari.
2 Komentar

Belukar Kata di Perjalanan

Kemarin yang tak kucatat
hari pun tanggalnya hilang,
aku berjalan, siapa tahu kutemukan
sederet kata-kata
yang berkembang biak, menjalar
bagai belukar subur.

Mereka menyusun nada,
denting yang tak perlu melengking,
cukup menghujam dalam sanubari.
Dan dari sanubari itu,
lahirlah puisi-puisi
yang mengisi bilik-bilik sepi,
menjadi teman perjalanan
yang tak pernah kutulis,
namun selalu kutemukan.
11 Komentar

Roda Tak Pernah Berulang

Aku tak pernah mencatat kenang
tak pernah merayakan pergantian
apalagi yang disebut ulang tahun.

Untuk apa menghitung hari,
hidup tak kan terulang,
roda berputar—
kadang di atas, kadang di bawah,
benar adanya.

Namun ya, namun,
tak kan pernah kembali
pada titik jalan yang sama,
pada jari-jari roda yang terulang.

Hidup hanya sekali,
sekali berputar, sekali singgah,
sekali meninggalkan jejak.
Dan jejak itu,
tak pernah bisa diputar ulang.
4 Komentar

Kabut Kata

Aku lupa menderet angka,
tahun berapa mulai bersajak,
kapan kata bercengkerama di kepala,
bercanda, mengeram,
meloncat jadi kalimat.

Keyboard segera menangkap,
agar tak lenyap bersama uap,
meski tak dipanggang matahari,
luruh bersama cubitan angin,
mengendap dalam bungkusan kabut.

Di sanalah kata berdiam,
menunggu jadi puisi,
seperti jejak yang
tak pernah sama,
namun selalu kembali.
7 Komentar

Bahasa Sunyi

Sekali ditulis,
tak berhenti,
mengalir.

Ditertawakan,
dicintai,
disukai,
dicemooh,
diabaikan.

Menemukan,
merangkul,
hidup kembali
dalam jiwa yang sudi.
4 Komentar

Setipis Angin

Setipis angin,
beban pun terlepas,
menyisakan hening

Manuela Di Dalmazi Poetry

𝙇𝙖 𝙫𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖̀ 𝙫𝙞 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧𝙖̀ 𝙡𝙞𝙗𝙚𝙧𝙞 (𝙂𝙫 8,32)

SarahBeauty

Trouver plein de conseille beauté, mode, tendance.

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Tulisan Lina

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Integrating the Spirals

Integrating the spirals (holism, art, music, and writing) for peace, ease, freedom, and alignment of mind, body, spirit, and soul.

Gabriele Romano

Personal Blog

Katherine's Blog

In Kate's World

Creative Expression: Tamara Yancosky

Pray to God, through Jesus’ Name, to provide me with serenades of joy to escort long-suffering souls adrift turbulent seas into peaceful waters through Jesus Christ: The Way, The Truth & The Life

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai