POWER AMPLIFIER

Power amplifier adalah penguat akhir bagian sistem tata suara yang berfungsi sebagai penguat sinyal audio yang pada dasarnya merupakan penguat tegangan dan arus dari sinyal audio yang bertujuan untuk menggerakan pengeras suara (loud speaker). Istilah power amplifier merupakan penguat akhir sehingga tidak dilengkapi dengan pengatur nada, berbeda dengan istilah amplifier yang didalmanya terdiri dari pengatur nada dan power amplifier.
tugas power ampli ( driver ) ini adalah untuk mendorong sinyal yg sudah diolah preamp untuk di teruskan ke bagian speaker . kita mengenal ada ampli 30, 40, 50, 90 , 100, 120, 200 , 300 watt dan seterusnya ! ini adalah kekuatan dari daya dorong power tersebut ! akan tetapi itu tidaklah murni , bisa dikatakan ukuran 100 watt misalkan sudah dihitung dengan suara cacat nya. dinamakan RMS tidak cacat dan Peak suara cacat nya !
bagian power itu bekerja oleh berbagai jenis komponen untuk driver pendorong nya. Bagian nya ada Transistor atau juga ada Tube ( Tabung ) sebagai penguat nya. lalu ada Elco besar 3000ma keatas sebagai penyimpan arus , dioda , resistor dan tentunya Travo yang berperan penting menjaga ke stabilan kelistrikan ( Electrical ) bagian ini agar terjaga stabil. kalo di jelaskan secara detail rasanya tidak cukup disini. dari bagian inilah akan menghasilkan dorongan suara yang di teruskan ke bagian Speaker.
Jadi intinya sebuah amplifier itu berfungsi /bekerja seperti tersebut diatas!
Jika anda melihat di amplifier ada VU meter ( Volume unit meter ) maka itu adalah fungsinya untuk mengukur sinyal yg masuk dari Instrument ke amplifier.
- Ampifier berfungsi menguatkan sinyal suara yang ditransmisikan ke speaker agar keras dan maksimal outputnya.
- Besarnya penguatan ampifier sering dikenal dengan istilah gain, nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsi transfer.
- Power output atau tenaga keluaran suatu amplifier bervariasi mulai dari 10 Watt sampai ribuan Watt.
- Untuk hiburan di rumah power output 20 Watt sudah cukup memadai, tetapi untuk penggunaan di lapangan terbuka dibutuhkan power output yang lebih besar sesuai dengan medan.
- Terlepas dari masalah power output, amplifier yang baik harus mampu merespon frekuensi audio dari 0 – 20.000 Hz.
CARA CARA MEMILIH AMPLIFIER YANG BAIK
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih dan membeli PA sound system lapangan,yang tentu dengan alasan dan kebutuhan berbeda pula,akan tetapi hal mendasar sebelum PA tersebut dibeli antaralain :
– Untuk apakah nantinya PA tersebut dipergunakan
Tentukan hal ini sebelum anda melangkah ke toko alat musik,dan tentukan apakah untuk Driver (tweater),Middle,Low atau Subwofer,karena hal ini berhubungan dengan daya (watt PA) dan tentu harga.
Atau mungkin bisa anda pertimbangkan untuk membeli 2 kriteria PA multiguna,yaitu yang bisa dipergunakan driver (tweater) dan middle dan satu kriteria lagi PA yang bisa dipergunakan Low dan subwoofer,dengan kata lain anda cukup membeli PA untuk speaker Middle dan bisa dipergunakan Tweater atau membeli PA untuk subwoofer yang pasti bisa dipergunakan pula untuk speaker Low.
– Menentukan merek PA dengan referensi pemakai
Hal ini bisa bertanya kepada teman atau pemilik rental sound system,melihat review di internet terutama dari segi stabilitas,keandalan dan tentu after sales service-nya,kecuali bila anda memilih merek tertentu yang sudah terkenal dengan spesifikasi jelas dan bisa dipercaya.
– Memilih power amplifier lokal dan asing
Dalam hal ini saya mengartikan lokal adalah Power amplifier yang dibuat di indonesia,karena sudah diketahui bersama untuk merek terkenal saat sudah diproduksi di cina,Thailand,india dan Vietnam kecuali kita import langsung ke negara asalnya.
– Perbedaan produk lokal dengan produk Asing
Meskipun harga lebih mahal dari produk lokal namun produk branded memiliki spesifikasi yang jelas dan dapat dipercaya,selain system protection yang dapat diandalkan juga biasanya memiliki ukuran lebih ramping karena biasanya mempergunakan mini komponen high quality bahkan jenis komponen surface mount device (SMD) dan trafo jenis toroidal yang memiliki efesiensi sangat bagus.
Akan tetapi bila anda teliti dan pandai dalam memilih,untuk saat ini produk lokal pun sudah banyak yang mengadopsi produk dari luar,dengan kualitas bagus apalagi bila anda pesan atau merakit sendiri dan memasang jenis komponen dengan kualitas pilihan anda sendiri.
– Pertimbangkan daya keluaran (watt)
Pilihlah daya output power amplifier sesuai kebutuhan,dengan ketentuan daya PA harus lebih besar dari kemampuan daya speaker yang kita miliki,dan hal lain tanyakan atau silahkan lihat di name plate kemampuan daya PA tersebut.
Dengan catatan silahkan periksa kemampuan daya dalam watt RMS (murni),kemampuan total daya (stereo) dan dalam berapa ohm (impedansi speaker) kemampuan total daya tersebut dapat dipergunakan.
Contoh yang biasanya tertulis di maual book/name plate
* 1250 watts per channel at 8 ohms
Jadi total daya stereo PA tersebut (RMS) adalah 2500 watt dengan masing-masing kanal 1250 watt pada speaker 8 ohms.
* 2040 watts (rms) per channel at 4 ohms
Jadi total daya stereo PA tersebut (murni) adalah 4080 watt,namun dalam impedansi speaker 4 ohms,atau dengan kata lain karena speaker yang beredar biasanya impedansinya dalam 8 ohms maka untuk mendapatkan daya seperti di atas anda harus memasang minimal 2 speaker di kanal kiri dan 2 speaker di kanal kanan dengan cara paralel.
* 4080 watts at 8 ohms bridged
System bridge biasanya untuk mendapatkan total keluaran daya mono seperti untuk subwoofer (system 4 way),karena speaker dalam 8 ohms maka anda bisa mempergunakan 1 buah speaker namun dengan daya watt dan kualitas speaker high quality, dengan ukuran minimal 18” atau 21” atau yang lebih aman mempergunakan 4 buah speaker minimal 18” dengan system seri paralel,dilengkapi ukuran dan type box speaker khusus.
Jadi kesimpulannya dalam berapa ohms kemampuan total daya PA tersebut bisa dipergunakan,dalam arti bila semakin tinggi watt yang bisa dipergunakan dalam 8 ohms berarti kualitas PA tersebut sangat baik.
Kelebihan & Kekurangan Amplifier
Kelebihan :
1. Memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitudo dari sinyal masukan
2. Dapat menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal masukan dan keluaran
3. Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk penguat sinyal kecil
- Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan efek umpan balik.
- Mempunyai impedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah.
6. Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal
7. Mempunyai penguatan arus yang tinggi
8.Suara yang dihasilkan sangat bagus,dan juga tergantung dari kualitas power yang digunakan
Kekurangan :
1. Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor.
2. Terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif.
3. Tidak ada penguatan arus
4. Masukan tinggi dan ketahanan output yang rendah
5.Seringnya transistor terbakar
6.Suara yang dihasilkan amplifier tidak baik,diakibatkan rusaknya komponen pada bagian catudaya.
7.Pengaturan suara sering mengalami kerusakan diakibatkan potensiometer pada tone control haus.
SEBAGAI CONTOH SAYA MEMAKAI AMPIFIER UNTUK GITAR
Amplifier (ampli) gitar merupakan piranti elektronik yang digunakan untuk menghasilkan suara yang lebih keras dari suara. Arti harafiahnya adalah sebagai penguat suara sehingga menghasilkan suara yang lebih nyaring.
Banyak variasi, ukuran dan merk amplifier gitar yang ada dipasaran. Mau pilih yang mana, terserah dengan selera dan kebutuhan. Kalau hanya untuk personal dan main gitar di kamar nggak perlu ampli dengan ukuran daya yang besar, cukup dibawah 100 watt sudah bisa buat kamar kamu bergetarrrrr..
Mari kita berkenalan dengan ampli gitar dan memahami apa saja fungsi dari komponen yang ada di panel ampli gitar.
Input
Alias colokan kabel yang berasal dari gitar kamu. Pastikan sebelum menyalakan ampli, tancapkan dulujack kabelnya biar nggak kaget.
Volume
Fungsinya untuk mengatur besar kecilnya suara yang dikeluarkan ampli. Atur dengan maksimal volume gitar kamu, dan biarkan kamu mengatur volume hanya dari ampli gitar kamu.
Beberapa ampli ada yang memiliki kontrol volume untuk masing-masing channel. Misalnya satu untukchannel suara yang clean, satunya lagi untuk suara distorsi.
Channel
Channel berfungsi untuk memilih setting suara yang dihasilkan. Misalnya dibedakan antara clean dan distorsi. Ada ampli yang memiliki panel channel, ada yang tidak.
Gain
Fungsinya untuk mengontrol level distorsi. Gain juga memberikan efek pada sustain (efek suara yang lebih panjang durasi waktunya setelah gitar dipetik).
Tone control
Suara yang dihasilkan dari gitar dapat berupa nada-nada tinggi atau rendah. Inilah fungsinya tone control,untuk mengatur kekuatan frekuensi pada nada rendah, middle, dan nada tinggi sehingga menghasilkan suara yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan.
Biasanya ada tiga potensio tone control, treble-middle-bass.
Untuk menghasilkan suara yang soft mungkin kamu bisa atur di bagian treble dan gunakan pickup yang dekat dengan neck gitar. Atau kalau ingin suara yang berbeda lagi bisa gunakan pickup yang dekat denganbridge dan atur level bass-nya. Untuk mendapatkan suara palm muting yang bagus, terutama saat menggunakan distorsi, besarkan level bass ampli.
Reverb
Menghasilkan suara seperti suara gaung dalam suatu ruangan.
Headphone socket
Alias colokan buat nancepin headphone. Rata-rata headphone menggunakan jack ukuran kecil, sementaraheadphone socket menggunakan ukuran besar. Kamu bisa beli jack sambungan “kecil ke besar” di toko listrik/eletronik kesayangan kamu.
Power switch
Tombol untuk menghidupkan/mematikan ampli. Atau bisa disebut tombol on/off.
Tips cara menyalakan ampli gitar yang benar agar ampli dan gitar sama-sama punya umur panjang:
- Pastikan volume gitar dan ampli dalam posisi minimum.
- Tancapkan jack kabel, ujung satu masuk ke gitar/efek gitar, ujung yang lain ke ampli.
- Setelah semua kabel on-position, baru kemudian nyalakan ampli.
- Besarkan maksimum volume gitar kamu.
- Baru kemudian atur semua sesuai dengan keinginanmu pada panel ampli gitar kamu.
tips mematikan ampli gitar:
- Turunkan sampai minimum volume gitar dan ampli kamu.
- Matikan ampli gitar
- Baru kemudian cabut semua kabel yang menancap di gitar dan ampli.






