pengertian dan fungsi POWER AMPLIFIER

POWER AMPLIFIER

ampplifier

 

Power amplifier adalah penguat akhir bagian sistem tata suara yang berfungsi sebagai penguat sinyal audio yang pada dasarnya merupakan penguat tegangan dan arus dari sinyal audio yang bertujuan untuk menggerakan pengeras suara (loud speaker). Istilah power amplifier merupakan penguat akhir sehingga tidak dilengkapi dengan pengatur nada, berbeda dengan istilah amplifier yang didalmanya terdiri dari pengatur nada dan power amplifier.

tugas power ampli ( driver ) ini adalah untuk mendorong sinyal yg sudah diolah preamp untuk di teruskan ke bagian speaker . kita mengenal ada ampli 30, 40, 50, 90 , 100, 120, 200 , 300 watt dan seterusnya ! ini adalah kekuatan dari daya dorong power tersebut ! akan tetapi itu tidaklah murni , bisa dikatakan ukuran 100 watt misalkan sudah dihitung dengan suara cacat nya. dinamakan RMS tidak cacat dan Peak suara cacat nya !

bagian power itu bekerja oleh berbagai jenis komponen untuk driver pendorong nya. Bagian nya ada Transistor atau juga ada Tube ( Tabung ) sebagai penguat nya. lalu ada Elco besar 3000ma keatas sebagai penyimpan arus , dioda , resistor dan tentunya Travo yang berperan penting menjaga ke stabilan kelistrikan ( Electrical ) bagian ini agar terjaga stabil. kalo di jelaskan secara detail rasanya tidak cukup disini. dari bagian inilah akan menghasilkan dorongan suara yang di teruskan ke bagian Speaker.
Jadi intinya sebuah amplifier itu berfungsi /bekerja seperti tersebut diatas!
Jika anda melihat di amplifier ada VU meter ( Volume unit meter ) maka itu adalah fungsinya untuk mengukur sinyal yg masuk dari Instrument ke amplifier.

  • Ampifier berfungsi menguatkan sinyal suara yang ditransmisikan ke speaker agar keras dan maksimal outputnya.
  • Besarnya penguatan ampifier sering dikenal dengan istilah gain, nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsi transfer.
  • Power output atau tenaga keluaran suatu amplifier bervariasi mulai dari 10 Watt sampai ribuan Watt.
  • Untuk hiburan di rumah power output 20 Watt sudah cukup memadai, tetapi untuk penggunaan di lapangan terbuka dibutuhkan power output yang lebih besar sesuai dengan medan.
  • Terlepas dari masalah power output, amplifier yang baik harus mampu merespon frekuensi audio dari 0 – 20.000 Hz.

CARA CARA MEMILIH AMPLIFIER YANG BAIK

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih dan membeli PA sound system lapangan,yang tentu dengan alasan dan kebutuhan berbeda pula,akan tetapi hal mendasar sebelum PA tersebut dibeli antaralain :

– Untuk apakah nantinya PA tersebut dipergunakan
Tentukan hal ini sebelum anda melangkah ke toko alat musik,dan tentukan apakah untuk Driver (tweater),Middle,Low atau Subwofer,karena hal ini berhubungan dengan daya (watt PA) dan tentu harga.

Atau mungkin bisa anda pertimbangkan untuk membeli 2 kriteria PA multiguna,yaitu yang bisa dipergunakan driver (tweater) dan middle dan satu kriteria lagi PA yang bisa dipergunakan Low dan subwoofer,dengan kata lain anda cukup membeli PA untuk speaker Middle dan bisa dipergunakan Tweater atau membeli PA untuk subwoofer yang pasti bisa dipergunakan pula untuk speaker Low.

– Menentukan merek PA dengan referensi pemakai
Hal ini bisa bertanya kepada teman atau pemilik rental sound system,melihat review di internet terutama dari segi stabilitas,keandalan dan tentu after sales service-nya,kecuali bila anda memilih merek tertentu yang sudah terkenal dengan spesifikasi jelas dan bisa dipercaya.

– Memilih power amplifier lokal dan asing
Dalam hal ini saya mengartikan lokal adalah Power amplifier yang dibuat di indonesia,karena sudah diketahui bersama untuk merek terkenal saat sudah diproduksi di cina,Thailand,india dan Vietnam kecuali kita import langsung ke negara asalnya.

 

– Perbedaan produk lokal dengan produk Asing
Meskipun harga lebih mahal dari produk lokal namun produk branded memiliki spesifikasi yang jelas dan dapat dipercaya,selain system protection yang dapat diandalkan juga biasanya memiliki ukuran lebih ramping karena biasanya mempergunakan mini komponen high quality bahkan jenis komponen surface mount device (SMD) dan trafo jenis toroidal yang memiliki efesiensi sangat bagus.

Akan tetapi bila anda teliti dan pandai dalam memilih,untuk saat ini produk lokal pun sudah banyak yang mengadopsi produk dari luar,dengan kualitas bagus apalagi bila anda pesan atau merakit sendiri dan memasang jenis komponen dengan kualitas pilihan anda sendiri.
– Pertimbangkan daya keluaran (watt)
Pilihlah daya output power amplifier sesuai kebutuhan,dengan ketentuan daya PA harus lebih besar dari kemampuan daya speaker yang kita miliki,dan hal lain tanyakan atau silahkan lihat di name plate kemampuan daya PA tersebut.

Dengan catatan silahkan periksa kemampuan daya dalam watt RMS (murni),kemampuan total daya (stereo) dan dalam berapa ohm (impedansi speaker) kemampuan total daya tersebut dapat dipergunakan.

Contoh yang biasanya tertulis di maual book/name plate
* 1250 watts per channel at 8 ohms
Jadi total daya stereo PA tersebut (RMS) adalah 2500 watt dengan masing-masing kanal 1250 watt pada speaker 8 ohms.

* 2040 watts (rms) per channel at 4 ohms
Jadi total daya stereo PA tersebut (murni) adalah 4080 watt,namun dalam impedansi speaker 4 ohms,atau dengan kata lain karena speaker yang beredar biasanya impedansinya dalam 8 ohms maka untuk mendapatkan daya seperti di atas anda harus memasang minimal 2 speaker di kanal kiri dan 2 speaker di kanal kanan dengan cara paralel.

* 4080 watts at 8 ohms bridged
System bridge biasanya untuk mendapatkan total keluaran daya mono seperti untuk subwoofer (system 4 way),karena speaker dalam 8 ohms maka anda bisa mempergunakan 1 buah speaker namun dengan daya watt dan kualitas speaker high quality, dengan ukuran minimal 18” atau 21” atau yang lebih aman mempergunakan 4 buah speaker minimal 18” dengan system seri paralel,dilengkapi ukuran dan type box speaker khusus.

Jadi kesimpulannya dalam berapa ohms kemampuan total daya PA tersebut bisa dipergunakan,dalam arti bila semakin tinggi watt yang bisa dipergunakan dalam 8 ohms berarti kualitas PA tersebut sangat baik.

Kelebihan & Kekurangan Amplifier

Kelebihan :
1. Memiliki sifat menguatkan tegangan puncak amplitudo dari sinyal masukan
2. Dapat menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal masukan dan keluaran
3. Mempunyai impedansi input yang relatif tinggi sehingga cocok untuk penguat sinyal kecil

  1. Adanya isolasi yang tinggi dari output ke input sehingga meminimalkan efek umpan balik.
  2. Mempunyai impedansi input tinggi dan mempunyai impedansi output yang rendah.
    6. Sinyal outputnya sefasa dengan sinyal
    7. Mempunyai penguatan arus yang tinggi

8.Suara yang dihasilkan sangat bagus,dan juga tergantung dari kualitas power yang digunakan
Kekurangan :
1. Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor.
2. Terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif.
3. Tidak ada penguatan arus
4. Masukan tinggi dan ketahanan output yang rendah

5.Seringnya transistor terbakar

6.Suara yang dihasilkan amplifier tidak baik,diakibatkan rusaknya komponen pada bagian catudaya.

7.Pengaturan suara sering mengalami kerusakan diakibatkan potensiometer pada tone control haus.

amplifier1 

SEBAGAI CONTOH SAYA MEMAKAI AMPIFIER UNTUK GITAR

Amplifier (ampli) gitar merupakan piranti elektronik yang digunakan untuk menghasilkan suara yang lebih keras dari suara. Arti harafiahnya adalah sebagai penguat suara sehingga menghasilkan suara yang lebih nyaring.

Banyak variasi, ukuran dan merk amplifier gitar yang ada dipasaran. Mau pilih yang mana, terserah dengan selera dan kebutuhan. Kalau hanya untuk personal dan main gitar di kamar nggak perlu ampli dengan ukuran daya yang besar, cukup dibawah 100 watt sudah bisa buat kamar kamu bergetarrrrr..

Mari kita berkenalan dengan ampli gitar dan memahami apa saja fungsi dari komponen yang ada di panel ampli gitar.

Input

Alias colokan kabel yang berasal dari gitar kamu. Pastikan sebelum menyalakan ampli, tancapkan dulujack kabelnya biar nggak kaget.

Volume

Fungsinya untuk mengatur besar kecilnya suara yang dikeluarkan ampli. Atur dengan maksimal volume gitar kamu, dan biarkan kamu mengatur volume hanya dari ampli gitar kamu.

Beberapa ampli ada yang memiliki kontrol volume untuk masing-masing channel. Misalnya satu untukchannel suara yang clean, satunya lagi untuk suara distorsi.

Channel

Channel berfungsi untuk memilih setting suara yang dihasilkan. Misalnya dibedakan antara clean dan distorsi. Ada ampli yang memiliki panel channel, ada yang tidak.

Gain

Fungsinya untuk mengontrol level distorsi. Gain juga memberikan efek pada sustain (efek suara yang lebih panjang durasi waktunya setelah gitar dipetik).

Tone control

Suara yang dihasilkan dari gitar dapat berupa nada-nada tinggi atau rendah. Inilah fungsinya tone control,untuk mengatur kekuatan frekuensi pada nada rendah, middle, dan nada tinggi sehingga menghasilkan suara yang berkualitas dan sesuai dengan keinginan.

Biasanya ada tiga potensio tone control, treble-middle-bass.

Untuk menghasilkan suara yang soft mungkin kamu bisa atur di bagian treble dan gunakan pickup yang dekat dengan neck gitar. Atau kalau ingin suara yang berbeda lagi bisa gunakan pickup yang dekat denganbridge dan atur level bass-nya. Untuk mendapatkan suara palm muting yang bagus, terutama saat menggunakan distorsi, besarkan level bass ampli.

Reverb

Menghasilkan suara seperti suara gaung dalam suatu ruangan.

Headphone socket

Alias colokan buat nancepin headphone. Rata-rata headphone menggunakan jack ukuran kecil, sementaraheadphone socket menggunakan ukuran besar. Kamu bisa beli jack sambungan “kecil ke besar” di toko listrik/eletronik kesayangan kamu.

Power switch

Tombol untuk menghidupkan/mematikan ampli. Atau bisa disebut tombol on/off.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tips cara menyalakan ampli gitar yang benar agar ampli dan gitar sama-sama punya umur panjang:

  1. Pastikan volume gitar dan ampli dalam posisi minimum.
  2. Tancapkan jack kabel, ujung satu masuk ke gitar/efek gitar, ujung yang lain ke ampli.
  3. Setelah semua kabel on-position, baru kemudian nyalakan ampli.
  4. Besarkan maksimum volume gitar kamu.
  5. Baru kemudian atur semua sesuai dengan keinginanmu pada panel ampli gitar kamu.

tips mematikan ampli gitar:

  1. Turunkan sampai minimum volume gitar dan ampli kamu.
  2. Matikan ampli gitar
  3. Baru kemudian cabut semua kabel yang menancap di gitar dan ampli.

 

Melakukan Perawatan PC

Perawatan Komputer

unduhan

Perawatan computer adalah menjaga komponen-komponen computer baik itu
berupa hardware maupun berupa software dari hal-hal yang dapat membahayakan
komputer. Dengan perawatan yang maksimal, baik itu perawatan secara hardware
ataupun perawatan secara software computer akan terlindungi dari hal-hal yang
dapat membahayakan atau merusak computer itu sendiri.
Perawatan computer perlu di lakukan secara berkala, minimal di lakukan setiap
satu minggu satu kali, tapi akan lebih baik bila di lakukan setiap selesai
menggunakan. Karena setiap selesai mengoperasikan software aplikasi pasti ada
file-file sampah yang tersimpan di harddisk dan akan mengakibatkan computer
menjadi lambat yang akan akan mengganggu pekerjaan user.
2.2. Manfaat dan tujuan perawatan computer.
Manfaat perawatan computer, yaitu:
1. Komputer selalu segar dan sehat.
2. Tidak cepat rusak,.
3. User puas dalam mengoperasikannya.
4. Pekerjaan user tidak akan terganggu.
Tujuan perawatan computer, yaitu:
1. Supaya computer tidak cepat rusak.
2. Supaya computer selalu cepat bersih.
3. Supaya pekerjaan pengguna tidak terganggu dari hal-hal yang tidak di inginkan.
4. Menghemat biaya, karena dengan perawatan berkala computer akan jarang
untuk diservis.
2.3. Alat dan Bahan Perawatan Komputer.
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebuah
PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki
fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan. Walaupun komponen PC terletak
dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat
mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga.
Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang
sederhana seperti :
Alat perawatan computer, yaitu:
A. Kuas
B. Obeng
C. Tang
A.Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau
sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu
yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk
membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.
B. Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer, karena dengan
alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen dalam PC.
C. Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC
adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk
memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi
digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.
Bahan perawatan computer, yaitu:
A. Penyedot debu mini
B. Kain kering atau tisu
C. Cairan pembersih / cleaner
D. Cd Cleaner
A. Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk
menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada
ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam
dimaksudkan untuk menyesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada komponen.
Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan
di sudut-sudut casing komputer.
B. Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair yang
mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum
mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena
jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan
hubungan pendek atau kerusakan fatal pada komponen PC. Sedangkan Cairan
pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah
mengering seperti percikan dari tinta printer.
C. CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu dengan
menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan
memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner hanya terletak pada
bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang
pada disk.

Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi

mnbcfng

A. Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu ilmu
ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Pengertian ilmu ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari perilaku
ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi. Istilah keseluruhan
(agregat) menunjukkan bahwa yang menjadi kajian perhatian dalam ekonomi makro
adalah variabel-variabel total, seperti pendapatan total, produksi total, konsumsi,
tabungan, investasi serta ekspor impor total. Materi-materi tentang ekonomi
moneter, perdagangan internasional, ekonomi pembangunan, masuk dalam
kelompok ekonomi makro. Sedangkan ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusankeputusan
individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam
mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Meskipun kajian ekonomi dikelompokkan menjadi dua yakni mikro dan
makro, namun pembagian ini tidaklah mutlak. Sebagai contoh bila kalian
mempelajari mengenai variabel pendapatan total (agregate), variabel ini akan masuk
dalam kelompok makro. Namun sebetulnya pendapatan total adalah penjumlahan
dari pendapatan-pendapatan sektor rumah tangga. Demikian pula variabel harga
yang menjadi variabel penting dalam kelompok ekonomi mikro, juga dipelajari
dalam kelompok ekonomi makro, namun dengan pembahasan yang lebih luas yakni
secara keseluruhan (agregate).

B. Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi
Permasalahan perekonomian negara sangat beragam diantaranya laju inflasi,
pengangguran pertumbuhan ekonomi, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah
tersebut pemerintah menyiapkan kebijakan-kebijakan sebagai solusi, antara lain:
1. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan
dan pengeluaran negara. Sumber-sumber penerimaan negara antara lain dari
pajak, penerimaan bukan pajak serta bantuan/pinjaman dari luar negeri. Selain
itu, pengeluaran dibagi menjadi dua kelompok besar yakni pengeluaran yang
bersifat rutin seperti membayar gaji pegawai, belanja barang serta pengeluaran
yang bersifat pembangunan. Dengan demikian, kebijakan fiskal merupakan
kebijakan pengelolaan keuangan negara dan terbatas pada sumber-sumber
penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang tercantum dalam APBN.
2. Kebijakan Moneter
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999
tentang Bank Indonesia, Bab 1 Pasal 10 yang dimaksud dengan Kebijakan
Moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank
Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang
dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku
bunga.
Beberapa kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pemerintah pada saat
krisis untuk merespons turunnya nilai rupiah adalah sebagai berikut (Mar’ie
M. 2004, hal. 111).
a) Kontraksi rupiah secara besar-besaran melalui kebijakan fiskal (APBN)
dengan cara menekan pengeluaran dan menunda pembayaran-pembayaran
yang tidak mendesak.
b) Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, sehingga suku bunga SBI
(Sertifikat Bank Indonesia) mencapai 70% dengan maksud membatasi
ekspansi kredit perbankan yang dikonversikan ke dalam SBI pada Bank
Indonesia.
c) Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar pada
saat diperlukan jika rupiah menunjukkan tanda-tanda yang benar-benar
mengkhawatirkan.
d) Pembatalan dan penundaan berbagai mega proyek pemerintah guna
memperketat pengeluaran melalui APBN serta menguarangi laju impor
barang agar cadangan devisa tidak semakin terkuras. Demikian pula pihak
swasta dihimbau untuk menunda berbagai proyek yang bernilai besar agar
impor dapat dikurangi guna menolong cadangan devisa nasional.
3. Kebijakan Ekonomi Internasional.
Dalam hal ini pemerintah dan BI dapat mengintervensi kegiatan
perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut biasanya juga bisa
digunakan untuk mempertahankan keseimbangan pasar valuta asing. Hal ini
tercermin dari kebijakan pemerintah untuk mengatur nilai tukar mata uang asing
terhadap nilai mata uang di dalam negeri. Hal ini cuma sebagai bentuk intervensi
pemerintah, namun mekanisme tetap mengikuti mekanisme pasar. Berbagai
contoh kebijakan ekonomi internasional yang dilakukan oleh banyak negara,
termasuk oleh Indonesia antara lain:
4. Kebijakan pendapatan oleh pemerintah untuk
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
Misalnya melalui ketentuan upah minimum dan harga produk tertentu untuk
menaikkan pendapatan ataupun untuk menekan laju inflasi.

C. Masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi
1. Kemiskinan
Konsep tentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar
ketakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan,
kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih luas yang
memasukkan aspek sosial dan moral. Misalnya, ada pendapat yang mengatakan
bahwa kemiskinan terkait dengan sikap, budaya hidup, dan lingkungan dalam
suatu masyarakat atau yang mengatakan bahwa kemiskinan merupakan
ketakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh
suatu pemerintahan sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah
dan tereksploitasi (kemiskinan struktural)
Program yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan :
a) IDT (Inpres Desa Tetinggal)
b) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
c) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
d) JPS (Jaring Pengaman Sosial)

2. Inflasi
Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga secara keseluruhan yang
berlangsung terus-menerus. Sebenarnya inflasi tidak terlalu buruk, asalkan masih
berada pada tingkat yang aman. Inflasi menjadi bermasalah dan harus segera
diatasi bila laju inflasinya tinggi. Karena, inflasi yang tinggi menyebabkan daya
beli masyarakat terdapat barang dan jasa menjadi turun. Indonesia pernah
mengalami masa suram perekonomian pada saat tahun 1965, dimana terjadi
hiper inflasi. Laju inflasi pada waktu itu sebesar 65%, berarti harga-harga naik
lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.

3. Pengangguran dan Lapangan Kerja
Pengangguran merupakan permasalahan yang terjadi hampir di tiap Negara.
Pengangguran di Indonesia sudah merupakan masalah ekonomi yang harus
menjadi perhatian dan segera diatasi. Karena pengangguran merupakan salah
satu indikator kunci kesehatan perekonomian. Banyaknya keinginan untuk
menjadi TKI di manca negara, meskipun dari berbagai pemberitaan di media
massa kita tahu bahwa tidak sedikit anggota TKI yang bekerja di luar negeri
mengalami ancaman penganiayaan, penderitaan, dan lain sebagainya.

Pengertian kegunaan, rumus, dan contoh Simple Present Tense

Simple Present Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung atau terjadi pada waktu sekarang dalam bentuk sederhana, atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang, atau kebiasaan sehari-hari,atau perbuatan yang tidak ada kaitannya dengan waktu.

  1. Kalimat Verbal
  2. Rumus kalimat verbal positif yang digunakan adalah :

Untuk subyek I, You, We, They :

Subyek + infinitive (Verb 1)

Untuk subyek He, She, It :

Subyek + infinitive (Verb 1) + s/es

Keterangan :

Infinitive ( Kata kerja dasar) disebut juga kata kerja bentuk pertama (Verb 1)

Contoh :

– I write a letter everyday.

(Saya menulis surat setiap hari)

– She reads a magazine every morning.

(Dia membaca majalah setiap pagi)

– They visit their grandmother every Friday.

(Mereka mengunjungi neneknya setiap hari Jum’at)

Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan saat menambahkan s/es pada kata kerja dasar (infinitive), yaitu sebagaiberikut :

  1. Pada umumnya kata kerjanya (infinitive) langsung ditambah dengan akhiran “-s”
No Verb 1 (infinitive) Penambahan akhiran “-s” Arti kata
1 read reads membaca
2 work works bekerja
3 write writes menulis
4 set sets terbenam
5 shine shines bersinar
6 sing sings menyanyi
7 bring brings membawa
8 eat eats makan
9 help helps menolong
10 give gives memberi
  1. Kata kerja (infinitive) yang berakhiran huruf “ch, o, s, sh, x, z” ditambah akhiran “-es”
No Verb 1 (infinitive) Penambahan akhiran “-es” Arti kata
1 teach teaches mengajar
2 reach reaches menjangkau
3 do does mengerjakan
4 go goes pergi
5 kiss kisses mencium
6 discuss discusses mendiskusikan
7 pass passes melewati
8 wish wishes mengharapkan
9 finish finishes menyelesaikan
10 fix fixes memperbaiki

3. Kata kerja (infinitive) yang berakhiran dengan huruf “-y” dan didahului oleh huruf mati (konsonan), maka akhiran “-y” diubah menjadi “-i” kemudian ditambah “-es”.

No Verb 1 (infinitive) Penambahan akhiran “-es” Arti kata
1 cry cries menangis
2 carry carries membawa
3 fly flies terbang
4 study studies belajar
5 reply replies menjawab
6 try tries berusaha

4. Kata kerja (infinitive) yang berakhiran huruf “-y” yang diawali oleh huruf hidup (vokal), cukup ditambah dengan akhiran “-s’ .

No Verb 1 (infinitive) Penambahan akhiran “-s” Arti kata
1 buy buys membeli
2 play plays bermain
3 lay lays berbaring
4 say says berkata

5. Apabila kata kerja (infinitive) diawali dengan kata kerja bantu, maka tidak mendapatkan tambahan “s/es”.

No Contoh Kata Arti
1 must try harus mencoba
2 must work harus bekerja
3 can speak dapat bicara
4 can write dapat menulis

2. Rumus kalimat verbal negatif yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, You, We, They :

Subyek + do + not + infinitive (Verb 1)

 

Untuk subyek He, She, It :

Subyek + does + not + infinitive (Verb 1)

Keterangan :

Untuk membentuk kalimat verbal negatif harus ditambahkan “do/does + not” yang diletakan sebelum kata kerja (infinitive).

Do digunakan bila subyeknya I, You, We, They

Does digunakan bila subyeknya He, She, It

Dalam bentuk kalimat verbal negatif, tambahan “s/es” pada kata kerja dihilangkan.

Contoh :

– I do not write a letter everyday.

(Saya tidak menulis surat setiap hari)

– She does not read a magazine every morning.

(Dia tidak membaca majalah setiap pagi)

– They do not visit their grandmother every Friday.

(Mereka mengunjungi neneknya setiap hari Jum’at)

3. Rumus kalimat verbal tanya yang digunakan adalah :
Untuk subyek I, You, We, They :

Do + Subyek + Infinitive (Verb 1) ?

 

Untuk subyek He, She, It :

Does + Subyek + Infinitive (Verb 1) ?

Keterangan :
Kalimat verbal tanya dibentuk dengan meletakan do/does di awal kalimat  jadi penambahan “s/es” pada kata kerja (infinitive) juga dihilangkan (tidak diperlukan).

Contoh :

– Do I write a letter everyday?

(Apakah saya menulis surat setiap hari?)

– Does She read a magazine every morning?

(Apakah dia membaca majalah setiap pagi?)

– Do they visit their grandmother every Friday?

(Apakah mereka mengunjungi neneknya setiap hari Jum’at?)

Jawaban yang diperlukan untuk pertanyaan di atas hanya : Yes,……. atau No,…….

Contoh lain :
– Do they go to school everyday?
Apakah mereka pergi ke sekolah setiap hari?
Jawaban :
Yes, they do. (Ya)
No, they don’t. (Tidak)

– Does she buy a doll every month?
Apakah dia membeli sebuah boneka setiap bulan?
Jawaban :
Yes, she does. (Ya)
No, she doesn’t

Apabila dalam kalimat verbal tanya digunakan bersama kata tanya (question word) seperti : What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), Which (yang mana), How (bagaimana), maka pola susunan kalimatnya adalah :

1. Bila kata tanya (question word) yang digunakan tidak menanyakan subyek, misalnya : Where, What, When, Why, Which, How dapat digunakan rumus :

Untuk subyek I, You, We, They :

Question Word (QW) + do + Subyek + Infinitive ?

Untuk subyek He, She, It :

Question Word (QW) + does + Subyek + Infinitive ?

Contoh kalimat :
– Where do you live?
(Dimana kamu tinggal?)
Jawabannya tidak Yes atau No tapi :
I live in Jakarta.
(Saya tinggal di Jakarta)

– What does she write?
(Apa yang dia tulis?)
Jawaban :
She writes a letter.
(Diamenulis sebuah surat.)

2. Bila kata tanya (Question Words) yang digunakan menanyakan subyek, misalnya Who, maka rumusnya sebagai adalah :

Question Word (QW) + infinitive + s/es?

Keterangan :
Pada bentuk pertanyaan ini, kata kerja (infinitive) ditambah dengan “s/es” sesuai dengan aturan yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Contoh :
– Who always helps your father?
(Siapa yang selalu membantu bapakmu?)
Jawaban :
My brother always help my father.
(Kakak laki-lakiku selalu membantu bapakku)

– Who borrows your English book?
(Siapa yang meminjam buku bahasa Inggrismu?)
Jawaban :
Amira borrows my English book.
(Amira meminjam buku bahasa Inggris saya)

Kalimat verbal dalam bentuk Simple Present Tense, pada umumnya digukan untuk :
a. Menyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan atau yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Contoh :
– He visits my house twice a week.
(Dia mengunjungi rumah saya dua kali seminggu)
– They go to campus everyday.
(Mereka pergi ke kampus setiap hari.)
–  She eats meat ball everyday.
(Dia makan bakso setiap hari.)

b. Menyatakan suatu kebenaran atau kenyataan umum, suatu kebenaran yang terjadi terus-menerus.
Contoh :
– The sun rises in the east.
(Matahari terbit di sebelah timur.)
– The sun sets in the west.
(Matahari terbit di sebelah barat.)
– A week have seven days.
(Satu minggu mempunyai tujuh hari)

Dalam kalimat verbal bentuk Simple Present Tense, seringkali digunakan adverb of frequency atau kata keterangan yang menunjukan derajat keseringan atau kebiasaan tentang suatu perbuatan yang dilakukan. Yaitu:

No Adverb of Frequency Arti Prosentase
1 always selalu 100%
2 usually biasanya 99%-90%
3 often sering 90-75%
4 sometimes Kadang-kadang 75%-25%
5 seldom jarang 25%-10%
6 rarely jarang 10%-1%
7 never Tidak pernah 0%

contoh lain :
– I always eat fried rice every morning.
(Saya selalu makan nasi goreng setiap pagi)
– They sometimes walk to their school.
(Mereka kadang-kadang berjalan kaki ke sekolah mereka)
– She never drinks coffee.
( Dia tidak pernah minum kopi)

b. Kalimat Nominal
1. Rumus kalimat nominal positif yang digunakan adalah :

Subyek + To be + Noun Adjective/Adverb

Keterangan :
Non verb atau bukan kata kerja (verb), dapat berupa kata benda (noun), kata sifat (adjective) atau kata keterangan (adverb).
To be (is, am, are) yang disesuaikan dengan subyek kalimat.
– is untuk subyek He, She, It
– are untuk subyek We, You, They
– am untuk subyek I

Contoh :
– You are sad. ————-> kata sifat
(Kamu sedih)
– We are in the library. —–> kata keterangan
(Kami ada di perpustakaan)
– She is a teacher.
(Dia seorang guru)

Tetapi jika sebelum to be didahului oleh kata kerja bantu (verb), maka bentuk to be (is, am, are) berubah menjadi be untuk semua subyek.
Contoh :
– I must be there.
(Saya harus kesana,)
– He can be ill.
(mungkin dia sakit.)

2. Rumus kalimat nominal negatif yang digunakan adalah :

Subyek + To be + not +Noun Adjective/Adverb

Keterangan :
Kalimat nominal negatif dibentuk dengan menambahkan not di belakang to be.

– You are not sad.
(Kamu tidak sedih)
– We are not in the library.
(Kami tidak ada di perpustakaan)
– She is not a teacher.
(Dia bukan seorang guru)

3. Rumus kalimat nominal tanya yang digunakan adalah :

To be + Subyek + Noun Adjective/Adverb

Keterangan :
Kalimat nominal ini dibentuk dengan to be di awal kalimat.

Contoh :
– Are you sad?
(Apakah kamu sedih?)
– Are we in the library?
(Apakah kami ada di perpustakaan?)
– Is she a teacher?
(Apakah dia seorang guru?)

Untuk menjawab pertanyaan di atas dapat digunakan jawaban : Yes, … atau No, …
Contoh :

– Is she a teacher?
(Apakah dia seorang guru?)
Jawaban :
Yes, she is. = Ya
No, she is not. = Tidak

Jika dalam kalimat nominal tanya digunakan kata tanya (question word), maka rumus yang digunakan adalah:

Question Word (QW) + To be + subyek ?

Contoh:
– Where is your mother?
(Dimana ibumu?)
Jawaban :
She is in the kitchen.
(Dia ada di dapur.)

– What is your occupation?
(Apa pekerjaan kamu?)
Jawaban :
I am a teacher.
(Saya seorang guru.)

Keterangan :
Jika dalam kalimat tanya digunakan subyek you (kamu), maka dalam kalimat jawaban harus digunakan subyek I (saya).

Pada umumnya kalimat nominal bentuk Simple Present Tense digunakan untuk :
a. Untuk menyatakan suatu keadaan yang sedang berlangsung saat ini sekarang atau perbuatan yang merupakan suatu kebiasaan.
Contoh :
– She is here now.
(Dia disini sekarang)
– You are a doctor.
(Kamu seorang dokter.)

b. Untuk menyatakan kebenaran umum, tetapi dalam kalimat nominal tidak digunakan keterangan waktu.
contoh :
– ice is cold.
(es itu dingin.)
– fire is hot.
(api itu panas.)

Keterangan waktu yang dapat digunakan dalam Simple Present Tense adalah :

No Keterangan Waktu Arti
1  everyday setiap hari
2  every week setiap minggu
3  every month setiap bulan
4  every year setiap tahun
5  every night setiap malam
6  every afternoon setiap sore
7  every minute setiap menit
8  every hour setiap jam
9  once a week satu kali seminggu
10  twice a week dua kali seminggu
11  three times a week tiga kali seminggu
12  twice a day dua kali sehari
13  three times a day tiga kali seminggu
14  on Sunday pada hari Minggu
15  once a month satu kali sebulan
16  four times a month empat kali sebulan
17  in the morning pada pagi hari
18  in the afternoon pada siang hari
19  in the evening pada malam hari
20  at five o’clock pada jam lima

Geografi

Faktor-faktor pembentuk tanah :

profil_tanah

Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi proses pembentukan tanah, antara lain iklim, organisme, bahan induk, topografi, dan waktu. Faktorfaktor tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

T = f (i, o, b, t, w)

Keterangan:
T = tanah b = bahan induk
f = faktor t = topografi
i = iklim w = waktu
o = organisme

1. Iklim
Unsur-unsur iklim yang utama mempengaruhi proses pembentukan tanah adalah suhu dan curah hujan. Dalam hal ini, suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Apabila suhu tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah akan cepat pula. Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah, sedangkan pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah).

2. Organisme
Peranan organisme dalam proses pemebentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsur hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah. Disamping itu unsur nitrogen dalam tanah dapat diikat oleh mikroorganisme, baik yang hidup sendiri didalam tanah maupun yang bersimbiosis dengan tanaman.

3. Bahan Induk

Bahan induk terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah.

4. Topogarafi
Faktor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Faktor topografi berpengaruh terhadap proses pemebentukan tanah dengan cara sebagai berikut :
• Mempengaruhi jumlah air hujan yang jatuh
• Mempengaruhi dalamnya air tanah
• Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi
• Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut didalamnya.

Sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan topografi antara lain;
• Tebal solum
• Kandungan bahan organik dalam horizon A
• Kandungan air tanah
• Warna tanah
• Tingkat perkembangan horizon
• Reaksi PH tanah
• Kandungan garam yang mudah larut dalam tanah.

5. Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus menerus. Oleh karena itu tanah akan menjadi semakin tua dan kurus. Mineral yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami pelapukan sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti kuarsa. Karena proses pembentukan tanah yang terus berjalan, maka induk tanah berubah berturut-turut menjadi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua.
Tanah muda ditandai oleh proses pembentukan tanah yang masih tampak pencampuran antara bahan organik dan bahan mineral atau masih tampak struktur bahan induknya. Contoh tanah muda adalah tanah aluvial, regosol dan litosol. Tanah dewasa ditandai dengan proses pembentukan horizon B. Contoh tanah dewasa adalah andosol, latosol, dan grumosol. Tanah tua
149 ditandai dengan proses perubahan yang nyata pada horizon A dan B. Contoh tanah pada tingkat tua adalah jenis tanah podsolik dan latosol tua (laterit).
Lamanya waktu yang diperlukan untuk pembentukan tanah berbedabeda. Bahan induk vulkanik yang lepas-lepas seperti abu vulkanik memerlukan waktu 100 tahun untuk membentuk tanah muda, dan 1.000 – 10.000 tahun untuk membentuk tanah dewasa.

Seni Budaya

A. Pengertian Menggambar
Gambar merupakan bahasa yang universal
dan dikenal jauh sebelum manusia mengenal
tulisan. Gambar sudah dikenal masyarakat se-
jak zaman purba. Pada saat itu, gambar sering
dihubungkan dengan aktivitas manusia dan roh
leluhur yang dianggap memberi keberkahan dan
perlindungan. Bagi manusia purba, gambar tidak
sekadar sebagai alat komunikasi untuk roh leluhur
saja. Gambar dapat juga memberikan kekuatan
dan motivasi untuk dapat bertahan hidup.
Menggambar merupakan aktivitas mental dan
fisik yang dituangkan dalam bentuk gores an tang­
an, pada media dua dan tiga dimensi. Dengan
menggunakan imajinasi dan perasaan melalui alat
gambar se perti: pensil, bolpoin, krayon, dan alat
lain yang dapat digunakan untuk menulis.
Menggambar dapat juga diartikan sebagai
bentuk kegiatan seni rupa yang melibatkan
gagasan dan imajinasi dalam media dua dan
tiga dimensi dengan memperhatikan proporsi,
komposisi, keseimbangan, dan gelap terang.
B. Objek Menggambar
Menggambar tidak terpaku pada satu macam
objek saja tetapi bisa mengambil dan me nyusun
objek gambar sesuai dengan imajinasi dan
perasa an. Objek gambar bisa diambil dari alam
seperti flora (tumbuhan), fauna (hewan), dan
bentuk-bentuk alam benda yang dibuat manusia
atau benda yang sudah ada sebelumnya di alam
seperti batu, air, dan awan.

C. Komposisi
Penempatan objek gambar sebenarnya dapat
disusun sesuai dengan keinginan dan kreativitas
yang kamu miliki. Sebelum objek gambar dibuat,
sebaiknya kamu menentu kan jenis benda yang
akan digambar. Benda yang lebih besar tidak
boleh menutupi benda yang lebih kecil.
Komposisi dalam menggambar dapat dibeda-
kan dalam dua bentuk, yaitu: simetris dan asi-
metris. Komposisi simetris apabila objek yang
akan digambar memiliki proporsi dan keseim-
bangan bentuk yang sama juga disusun sama.
Komposisi asimetris jika objek gambar memiliki
proporsi bentuk yang sama, tetapi keseimbangan
berbeda, namun tetap memperhatikan keseim-
bangan dan keindahan.
D. Teknik
Proses menggambar sebenarnya dapat
kamu mulai dengan cara yang sangat seder-
hana dan mudah dilakukan. Biasakan sebelum
menggambar buatlah sketsa terlebih dahulu
agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan
keseimbangan yang baik. Beberapa tahapan
yang harus dilakukan pada saat menggambar
sebagai berikut.
1. Mengetahui bentuk dasar dari objek yang
akan digambar
2. Mengetahui bagian-bagian dari objek gambar
3. Menyusun atau menyambung bagian per
bagian menjadi gambar yang utuh
4. Memberikan dimensi gelap terang baik hitam
putih atau berwarna
5. Memberi kesan untuk latar belakang
Pertama kali menggambar sebaiknya tidak
perlu tergesa-gesa untuk memiliki kemiripan
bentuk sesuai dengan objek yang digambar.
Kamu harus berlatih dan sabar sampai me ng-
uasai bentuk dasar bagian-bagian dari objek
yang digambar. Mulailah berlatih dari bentuk
flora, fauna, dan benda buatan manusia yang
paling sederhana dan bisa digambar.

1. Teknik Menggambar Flora (tumbuhan)
Flora (tumbuhan) memiliki banyak bentuk dan jenisnya. Setiap
bagian dapat digunakan sebagai objek gambar seperti bentuk
daun, bunga, dan buah. Bagian flora seperti daun, bunga, dan
buah dapat juga digambar terpisah atau digabung menjadi satu
rangkaian. Menggambar flora dapat memberikan pemahaman ten-
tang keanekaragaman bentuk dan jenis flora yang ada di sekitarmu
sehingga kamu bisa menjaga sekaligus melestarikannya.
Contoh menggambar bunga mawar dan kamboja Jepang

bunga

Gambarlah
objek secara
garis besar.
2. Tentukan titik pusat
bunga dan tempat
batang yang bertemu
de ngan kelopak, Ini
akan membantu me-
nemukan posisi pusat
bunga.
3. G a m b a r l a h
kelopak de-
ngan cermat
sesuai dengan
arah me lingkar
bunga.
4. Berilah arsiran
atau warna agar
lipatan dan teks-
tur gambar lebih
berkesan hidup.

Besaran dan Satuan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok. Sistem satuan besaran Fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second). Besaran pokok dan besaran turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel berikut.

Besaran Pokok

ImageSelain tujuh besaran pokok di atas, terdapat dua besaran pokok tambahan, yaitu sudut bidang datar dengan satuan radian (rad) dan sudut ruang dengan satuan steradian (sr).

Besaran Turunan

Image
Konversi Satuan
Di samping satuan sistem metrik, juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter, inci, yard, feet, mil, ton, dan ons. Satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metrik dengan patokan yang ditentukan. Konversi besaran panjang menggunakan acuan sebagai berikut:

  • 1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa).
  • 1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa).
  • 1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
  • 1 inci = 2,54 cm
  • 1 cm = 0,01 m

Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan sistem Inggris. Untuk besaran massa berlaku juga sistem konversi dari satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke dalam sistem SI. Contohnya sebagai berikut.

  • 1 ton = 1000 kg
  • 1 ons (oz) = 0,02835 kg
  • 1 kuintal = 100 kg
  • 1 pon (lb) = 0,4536 kg
  • 1 slug = 14,59 kg

Satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik atau sekon. Contohnya sebagai berikut.

  • 1 tahun = 3,156 x 10^7 detik
  • 1 jam = 3600 detik
  • 1 hari = 8,640 x 10^4 detik
  • 1 menit = 60 detik

Besaran turunan memiliki satuan yang dijabarkan dari satuan besaran-besaran pokok yang mendefinisikan besaran turunan tersebut. Oleh karena itu, seringkali dijumpai satuan besaran turunan dapat berkembang lebih dari satu macam karena penjabarannya dari definisi yang berbeda. Sebagai contoh, satuan percepatan dapat ditulis dengan m/s^2 dapat juga ditulis dengan N/kg. Satuan besaran turunan dapat juga dikonversi. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini!

  • 1 dyne = 10^-5 newton
  • 1 erg = 10^-7 joule
  • 1 kalori = 0,24 joule
  • 1 kWh = 3,6 x 10^6 joule
  • 1 liter = 10^-3 m^3 = 1 dm^3
  • 1 ml = 1 cm^3 = 1 cc
  • 1 atm = 1,013 x 10^5 pascal
  • 1 gauss = 10^-4 tesla