“It was Augustine who said that Christians should stay away from people who could add and subtract, because they had “made a pact with the devil.”
This was before a thousand years ago when we find “numeracy masters” teaching students to pursue commercial careers.
What this asserts is that many very simple skills taken for granted today are the product of centuries and millennia of cumulative cultural development. Knowledge from China, India, Arabia, and the merchants of Phoenicia, as well as from the West, is an unacknowledged part of the heritage trusted today by business executives around the world. Successive generations have learned these skills, adapted them, transmitted them, and then gradually developed their results. All economic systems rest on a “knowledge base.”
All business enterprises rely on existing, socially constructed resources. Unlike capital, labor, and land, these are typically ignored by economists and business executives when calculating inputs needed for production. However, this resource is now the most important of all.” Alvin Toffler, futurist
1-2-2026
“Agustine yang mengatakan bahwa orang-orang Kristen hendaknya menjauh dari orang-orang yang mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan, karena mereka telah “melakukan perjanjian dengan setan”.
Itu terjadi sebelum seribu tahun lalu ketika kita menemukan “para ahli berhitung” yang mengajarkan murid-murid untuk mengejar karir perdagangan.
Apa yang ditegaskan di sini bahwa banyak keahlian sangat sederhana yang didapat begitu saja sekarang ini merupakan produk dari abad-abad dan milenium-milenium perkembangan kultural kumulatif. Ilmu dari Cina, dari India, dari Arab, dan dari pedagang-pedagang Poenicia demikian juga dari Barat, adalah sebuah bagian yang tak terkenali dari warisan yang dipercaya sekarang ini oleh eksekutif-eksekutif bisnis di seluruh dunia. Generasi-generasi berkutnya telah belajar keahlian-keahlian ini, mengadaptasinya, mentransmisikannya, dan kemudian secara pelan-pelan mengembangkan hasil-hasilnya.
Semua sistem ekonomi bertumpu di atas “basis ilmu”. Semua perusahaan bisnis bergantung kepada sumberdaya yang telah ada, yang terkonstruksi secara sosial. Tidak seperti modal, tenaga kerja, dan tanah, ia biasanya diabaikan oleh ahli ekonomi dan eksekutif bisnis ketika mengkalkulasi input-input yang dibutuhkan untuk produksi. Tetapi, sumberdaya ini sekarang menjadi yang terpenting di antara semuanya.”
Alvin Toffler, futurolog