EMOSI DI KELAS

Image
Generated by GeminiAI

Suatu sore di kelas jam 15.00.

Kelas ini sejak awal memang termasuk kelas yang senyap. Tidak ada yang berani bersuara bahkan saat aku mengulangi pertanyaan 2 kali. Jika ada yang menjawab 1-2, baru yang lain berusaha menjawab juga. Sore itu, mereka semua terlihat membuka laptop. Hampir semua, 90% peserta yang hadir. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli mereka mau apa dengan laptop mereka, namun aku mengharapkan jika aku bertanya, mereka mau menghargaiku dan menjawab.

Aku bertanya tentang materi lalu dan ada di slide.

Sekali..

Dua kali, tiga kali… empat kali. Tidak ada respon.

“Halo, ada orang di sini? Kalian semua membuka laptop, tp tidak membuka slide? Kenapa tidak ada yang menjawab saya?”

Dengan percaya dirinya satu orang di barisan depan menjawab “saya mengerjakan tugas untuk besok, Bu”

Darahku mendidih karena emosi. “Wow, kenapa kita tidak saling menghormati? Ngapain kamu datang di kelas ini kalo mau ngerjain tugas?”

Aku melanjutkan dengan suara bergetar “Kalian semua mau mengerjakan tugas? Saya yang keluar.”

Lalu aku duduk. Itu masih 20 menit pertama, tidak mungkin aku keluar dari kelas. Tapi emosiku sangat tinggi, dan moodku sudah hilang untuk melanjutkan materi. Hari itu pertama kalinya aku mengajar sambil duduk. Aku mencegah emosiku makin kemana-mana jika aku berdiri.

Aku melanjutkan latihan sekenanya.

Aku melanjutkan materi yang seharusnya untuk minggu depan sekenanya.

Setelah kelas selesai, aku merasakan after effects nya. Mau nangis rasanya. Astaghfirullah.. maafkan saya ya Allah.

[CERITA LAMA] – MEMORI Sandwich telur

Image

Siang ini aku makan salad wrap. Lalu, tiba-tiba aku keinget perjalananku di The Great Ocean Road Tour tahun 2014. Saat itu aku ikut rombongan RMIT karena ada harga khusus bagi kami mahasiswa RMIT. Aku ikut tur ini bareng mba Melissa. Nah, sebenarnya mereka menyediakan makan siang, tp aku bingung kan karena aku ga bisa makan daging karena khawatir tidak halal. Untungnya mereka punya menu sandwich telur.

Sandwich telur penyelamat hariku. Tur itu seharian dan sangat sangat menyenangkan. Aku melihat pemandangan-pemandangan yang indah selama seharian penuh. Aku terselamatkan dari lapar karena makan sandwich telur. Kangen.

RUMPUT TETANGGA

Image

Hari ini aku ikut acara research sharing session, Lalu, seorang pembicara ternyata merupakan seorang mahasiswa S3 yang merupakan bapak-bapak senior yang sudah melewati usia pensiun. Saat ditanya alasan beliau mengambil S3 di usia ini, beliau dengan santai menjawab bahwa ini adalah panggilan dan keinginan beliau. Mendengarnya aku terharu. Menempuh pendidikan sesungguhnya tidak memandang usia.

Sementara itu, salah satu rekan dosenku baru saja lolos seleksi menjadi calon pegawai tetap di universitas tempatku bekerja. Aku.. tentu.. senang dengan kabar ini. Dia adalah rekan yang sangat baik, dan aku sudah mengenalnya lama sejak dia menjadi asisten dari mata kuliah yang kuampu. Iya, ini tahun ke 11 ku di universitas ini dan aku belum eligible untuk menjadi calon dosen tetap karena pendidikanku yang belum S3. Perasaan ini campur aduk.

Sementara itu, aku kebingungan dan stuck dengan penelitian S3 ku. Pada dasarnya aku memang selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan2 kecil. Ternyata ini terefleksikan saat menjalankan penelitian di S3 ini. Bayang2 kegagalan menghentikan langkahku sejak detik pertama aku mengambil studi ini. Dan inilah aku, di semester 5 dan masih berada di ujung jurang kegagalan.

Aku… sebagaimana berusaha untuk tidak menjadikan orang lain sebagai tolak ukur, karena aku menjalani hidup di jalan takdirku sendiri, yang unik, tidak ada yang menyamainya, namun tetap saja. Aku harus mengakui.. kepalaku selalu penuh dengan kemungkinan terekstrem terburuk yang sering menghentikan langkahku untuk maju.

Apa yang terjadi kalo ada apa2 di studiku sekarang? Apa plan B ku?

Di kondisi yang memang berada di borderline “siap” ada di tengah masyarakat di ekonomi saat ini.. aku tidak dapat membayangkan apapun yang dekat dengan “secercah harapan”.

Tentu, aku selalu berdoa untuk yang terbaik. Aku selalu berdoa Allah senantiasa membimbingku dan tidak pernah melepaskan tanganku apapun yang terjadi.

lingkungan ideal

Image
generated by: Nano Banana Pro by Gemini AI

Suatu hari, aku sedang ngyobrol dengan atasanku di suatu proyek. Dari sekian komentar, salah satu yang kuingat adalah

Sepertinya kamu terbiasa hidup di lingkungan yang ideal, ya, Meg. Siapkan back up untuk apapun, ya.

Lingkungan ideal terdengar seperti pujian, tapi ada pesan “hati-hati” di dalamnya.

Akhir-akhir ini aku sering memikirkan tentang ini. Alhamdulillah. Aku ingin dan sedang bersyukur tanpa tapi. Ya, benar, aku memang ditempatkan Allah di tempat yang sangat ideal. Aku dikelilingi keluarga, teman-teman dan lingkungan yang ramah dan baik padaku.

Beberapa kali aku merasa “bersalah”, apakah boleh seperti ini? Aku tumbuh dengan kasih sayang dan pikiranku selalu positif tentang situasi apapun. Hingga datang suatu situasi yang buruk, lalu aku menjadi orang yang paling lemah untuk menghadapinya. Iya, survival instinct-ku ga sekuat manusia lainnya. Kepekaanku di bawah rata-rata. Semua yang kupunya saat ini hanya dari kemurahan Allah padaku saja.

Lalu lama-lama aku berpikir lagi

Ya, inilah AKU

Mungkin inilah tipe manusia yang ada di diriku. Iya aku memang lemah. Aku berusaha, aku berhati-hati. Tapi, aku di dalam sangat lemah, rapuh, dan tidak berguna.

dan ya.. ini aku.

Menulis Bunga tidur

Aku ga terbiasa nulis diari. Suatu hari, tepatnya tanggal 9 Maret 2022, aku punya ide untuk menuliskan mimpi. Kadang kita mengalami mimpi yang entah kenapa cukup membekas dan masih kita ingat dengan baik saat kita bangun tidur.

Nah, jenis mimpi seperti ini yang kutulis di catatan pribadiku.

Semalam aku mengalami mimpi seperti ini lagi setelah sekian lama. Aku mengingat dengan sangat jelas hingga siang hari. Aku pun mencatatnya. Lalu kucoba membaca semua mimpi yang pernah kutuliskan. Hanya ada satu kata, GILA.

Image
Generated by Gemini AI

DARI GAME ONLINE MENGINTIP Sisi gelap dunia

Assalamualaikum teman-teman yang baik.

Apa kabar nih? Semoga sehat selalu ya. Kabarku? Ah.. terima kasih sudah bertanya. Aku lagi sibuk dengan studi, pekerjaan, keluarga dan kesendirianku.. ehm.. 😀

Ngomong-ngomong, baru kali ini aku bikin postingan dengan judul yang click bait hehe.

Image
Generated by AI: Online Game Illustration

Sebelum going further into the details, cerita ini adalah cerita tentang teman-temanku di suatu game online.

Disclaimer: Aku tidak melakukan double check kebenaran dari hal-hal yang aku ceritakan disini. Fakta/fiktif-nya cerita tersebut, tidak jadi fokus di sini. Aku hanya menceritakan ulang apa yang kudengar.

Aku bermain suatu game online. Ini suatu tipe game yang di dalamnya aku bisa berinteraksi dengan pemain lain dan kami bekerjasama dalam sebuah aliansi untuk menjalankan misi-misi harian, misi mingguan hingga misi musiman. Sudah hampir setahun aku bermain game ini. Jujur aja, alasanku bermain game ini adalah untuk mencari hiburan dan karena banyak faktor, aku jadi betah.

Oiya, aku tidak akan menyebutkan nama gamenya karena yang aku akan ceritakan bukan tentang game itu sendiri, melainkan sisi gelap orang-orangnya.. seperti judul post ini. Aku juga tidak menyebutkan username asli ataupun nama asli dari aktor-aktor yang akan kuceritakan. Semuanya adalah nama samaran (bahkan samaran dari samaran 😉 )


Mari kita mulai.

Continue reading

Jurnal Phd mega – ep 1

Image

Assalamualaikum

Udah lama ga nulis. Jadi mau numpang mencurahkan hati aja lah ya. Alhamdulillah aku akan segera masuk ke semester kedua S3 ku di UI. Doakan aku ya teman-teman biar bisa lulus dengan baik dan tepat waktu.

Kujelasin sedikit ya mata kuliah wajib yang diambil di 3 semester pertama berdasarkan kurikulumku.

semestercourseskstotal sks
Semester 1Elective Course A4 sks
Metpen4 sksTotal: 8 sks
Semester 2Elective Course B4 sks
Filsafat Ilmu2 sks
Studi Mandiri4 sksTotal: 10 sks
Semester 3Proposal 6 sksTotal: 6 sks

Di semester lalu, karena aku gatau kalo harus koordinasi soal jadwal matkul yg kuampu dengan matkul yg kuambil, akhirnya aku ga bisa ambil metpen. SM ku juga belum selesai makanya aku mundur dibanding teman-temenku seangkatan. Gini kira2 adjustmentku

SemesterCOurseskstotal sks
Semester 1Elective Course A4 sksTotal: 4 sks
Semester 2Metpen 4 sks
Filsafat Ilmu2 sks
Studi Mandiri4 sksTotal: 10 sks
Semester 3Elective Course B4 sks
Proposal 6 sksTotal: 10 sks

Ada temenku yg malah udah beres semua tuh 10 sks semester pertama padahal dia juga sambil ngajar. ><

Will I survive? huhu. Aku belum yakin sama topikku makanya aku menghindar dari supervisorku. Aku ga boleh gini terus. Aku harus lebih berani ketemu beliau buat dimarahin sekalian kalo perlu. 😦

WISH ME LUCK

Depok, 14 Agustus 2024

Mega

Setetes Rasa Rindu

Bapak Drs. Moh. Ali Suharyono, M.Pd.

Lahir pada tanggal 16 Maret 1960, di Lengkong, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Beliau adalah anak terakhir dari 4 bersaudara, putra Bapak Soepangat dan Ibu Lasinem.

Masa kecil ayahku di desa banyak dihiasi cerita. Ayah paling sering menceritakan tentang pengalaman beliau mengembalakan kambing di padang rumput bersama teman-temannya yang lain. Ayahku adalah cucu kesayangan dari kakek buyutku, dan ayah sering diajak memancing atau jika kakek buyut mendapat ikan, yang diingat pertama adalah ayahku. Kehidupan keluarga ayahku sangat sederhana, menjadikan beliau pribadi yang juga sederhana dan hangat pada siapa saja.

Memasuki usia SMP, ayahku merantau ke Probolinggo, mengikuti kakak tertuanya untuk melanjutkan sekolah di Probolinggo. Walaupun kebanyakan orang di desa ayahku tidak memandang penting pendidikan dan bahkan jarang yang menyelesaikan pendidikan SD, kakek dan nenekku sangat mendukung penuh ayahku untuk terus melanjutkan sekolahnya.

Dengan dukungan dan doa dari kakek nenekku, serta bu dhe ku, ayah berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai SPG dan menjadi seorang guru. Ayah sudah pernah mengajar di Gresik sebelum beliau ditugaskan ke Sumberbulu, sebuah desa di Probolinggo, tempat ayah bertemu dengan ibuku.

Ayahku melanjutkan studi S1 nya setelah menikah dengan ibuku. Mereka adalah pasangan yang bahu-membahu saling mendukung, membangun semua dari 0 bersama-sama. Aku ingat walaupun samar, aku masih digendong ibu saat menghadiri wisuda S1 ayahku.

Ayahku pribadi yang sangat disiplin dan selalu tampil rapi, bersih dan wangi. Ayahku menjaga dengan sangat baik apa-apa yang beliau miliki, oleh karena itu barang-barang beliau sangat awet dan bisa digunakan sangat lama. Barang yang selalu wajib ada dibawa oleh beliau adalah sisir kecil dan sapu tangan. Sisir kecil melambangkan kerapian, dan sapu tangan melambangkan kebersihan beliau. Beliau bisa menghabiskan waktu cukup lama untuk menyemir sepatu beliau sendiri sampai sangat mengkilat. Kelengkapan seragamnya dipasang dengan hati-hati. Korpri tidak boleh miring, tag nama harus terpasang rapi, kalau belum rapi, akan dicopot dan dibetulkan sendiri sampai rapi.

Ayah sangat disiplin. Jika acara mulai pukul 09.00, bisa dipastikan ayah sudah di tempat tidak lebih dari pukul 08.30. Itu sudah terlalu siang. Seringnya beliau akan sudah siap pukul 08.00.

Ayah adalah orang yang sangat bersih dan jujur. Walaupun di dalam praktik pekerjaannya, sering ada praktik gratifikasi baik kecil ataupun besar, ayah sudah dikenal tidak menerima bentuk gratifikasi amplop tersebut saat menjalankan rutinitas pekerjaannya, karena beliau berprinsip bahwa itu memang bagian dari tanggung jawab pekerjaan.

Ayahku hanya berselera pada makanan khas Jawa. Beliau tidak sepertiku atau ibu yg masih mau mencoba beberapa makanan lain yg “lebih modern”, hehe. Selera beliau sangat khas sehingga tidak sulit bagi kami mengetahui makanan kesukaan beliau.

Ayahku cenderung loyal pada suatu service. Beliau akan mengingat dan mengunjungi toko yang sama, memakai merk yg sama, atau makan di restoran yang sama yg beliau nilai baik.

Ayahku memiliki bakat di bidang seni, terutama seni lukis. Sampai-sampai ayah bilang, ayah hampir menjadi seorang pelukis. Kemampuan lukisnya menurun ke adikku, aku tidak pandai melukis. 😅

Ayahku memiliki ingatan yang panjang. Ayahku pernah bilang bahwa beliau masih bisa menceritakan dengan detail pengalaman-pengalaman masa kecilnya. Ayahku juga bisa langsung hafal dengan jalan yang baru sekali dilewatinya. Ayahku berusaha mengetahui silsilah keluarga besar baik dari sisi ayah maupun dari sisi ibuku.

Ayahku adalah pribadi yang hangat dan ramah kepada siapa saja. Beliau sangat suka menyambung silaturahmi dengan saudara, kerabat dan rekan-rekan beliau.

Aku adalah manusia yang paling diberkahi Allah, yang telah diizinkan lahir dan memiliki seorang ayah yang terbaik seperti Bapak Moh. Ali Suharyono. Walaupun sekarang aku dan ayah berpisah untuk sementara, kelak kami insyaAllah akan berkumpul kembali hingga kekal di surga Allah SWT. Al Fatihah.

– dari seorang putri yang selamanya merindu, berharap dapat menjalankan hidup dengan baik, memberikan ketenangan dan kebanggaan bagi keluarga, serta bagi ayah yang telah mendahului, berusaha berjuang hingga nanti.

A Random Fact About Me

Image

Aku orang yang cerewet. Tapi kalau boleh jujur soal alasannya karena di suatu perkumpulan, aku merasa canggung dengan kondisi dimana orang-orangnya tidak ada yang ngobrol. Aku heran, kenapa bisa orang-orang tahan berkumpul bersama tapi diem2an atau tidak saling ngobrol satu sama lain?

Tapi memulai obrolan bukan pekerjaan mudah bagiku, walaupun anehnya aku sering merasa “bertanggung jawab” untuk melakukan itu.

Kondisi paling melelahkan? Setelah berada dalam keramaian atau berkumpul dengan banyak orang. Iya, aku lebih menikmati duniaku yang privat hanya dengan orang-orang TERdekat. Kalo boleh memilih, aku menghindari reunian atau nongkrong yang lama.

Aku memang tidak dominan introvert. Mungkin karena ada pengecualian seperti aku yang sangat menikmati mengajar. Bertemu peserta didik itu menyenangkan padahal mereka orang asing dan jumlahnya banyak.

Aku juga suka menyanyi (bukan di depan umum). Mentok aku rekam dan share di media sosial. No, jelas bukan di depan umum. Ini juga mungkin pengecualiannya kenapa aku tergolong ambivert.