Bapak Drs. Moh. Ali Suharyono, M.Pd.
Lahir pada tanggal 16 Maret 1960, di Lengkong, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Beliau adalah anak terakhir dari 4 bersaudara, putra Bapak Soepangat dan Ibu Lasinem.
Masa kecil ayahku di desa banyak dihiasi cerita. Ayah paling sering menceritakan tentang pengalaman beliau mengembalakan kambing di padang rumput bersama teman-temannya yang lain. Ayahku adalah cucu kesayangan dari kakek buyutku, dan ayah sering diajak memancing atau jika kakek buyut mendapat ikan, yang diingat pertama adalah ayahku. Kehidupan keluarga ayahku sangat sederhana, menjadikan beliau pribadi yang juga sederhana dan hangat pada siapa saja.
Memasuki usia SMP, ayahku merantau ke Probolinggo, mengikuti kakak tertuanya untuk melanjutkan sekolah di Probolinggo. Walaupun kebanyakan orang di desa ayahku tidak memandang penting pendidikan dan bahkan jarang yang menyelesaikan pendidikan SD, kakek dan nenekku sangat mendukung penuh ayahku untuk terus melanjutkan sekolahnya.
Dengan dukungan dan doa dari kakek nenekku, serta bu dhe ku, ayah berhasil menyelesaikan pendidikannya sampai SPG dan menjadi seorang guru. Ayah sudah pernah mengajar di Gresik sebelum beliau ditugaskan ke Sumberbulu, sebuah desa di Probolinggo, tempat ayah bertemu dengan ibuku.
Ayahku melanjutkan studi S1 nya setelah menikah dengan ibuku. Mereka adalah pasangan yang bahu-membahu saling mendukung, membangun semua dari 0 bersama-sama. Aku ingat walaupun samar, aku masih digendong ibu saat menghadiri wisuda S1 ayahku.
Ayahku pribadi yang sangat disiplin dan selalu tampil rapi, bersih dan wangi. Ayahku menjaga dengan sangat baik apa-apa yang beliau miliki, oleh karena itu barang-barang beliau sangat awet dan bisa digunakan sangat lama. Barang yang selalu wajib ada dibawa oleh beliau adalah sisir kecil dan sapu tangan. Sisir kecil melambangkan kerapian, dan sapu tangan melambangkan kebersihan beliau. Beliau bisa menghabiskan waktu cukup lama untuk menyemir sepatu beliau sendiri sampai sangat mengkilat. Kelengkapan seragamnya dipasang dengan hati-hati. Korpri tidak boleh miring, tag nama harus terpasang rapi, kalau belum rapi, akan dicopot dan dibetulkan sendiri sampai rapi.
Ayah sangat disiplin. Jika acara mulai pukul 09.00, bisa dipastikan ayah sudah di tempat tidak lebih dari pukul 08.30. Itu sudah terlalu siang. Seringnya beliau akan sudah siap pukul 08.00.
Ayah adalah orang yang sangat bersih dan jujur. Walaupun di dalam praktik pekerjaannya, sering ada praktik gratifikasi baik kecil ataupun besar, ayah sudah dikenal tidak menerima bentuk gratifikasi amplop tersebut saat menjalankan rutinitas pekerjaannya, karena beliau berprinsip bahwa itu memang bagian dari tanggung jawab pekerjaan.
Ayahku hanya berselera pada makanan khas Jawa. Beliau tidak sepertiku atau ibu yg masih mau mencoba beberapa makanan lain yg “lebih modern”, hehe. Selera beliau sangat khas sehingga tidak sulit bagi kami mengetahui makanan kesukaan beliau.
Ayahku cenderung loyal pada suatu service. Beliau akan mengingat dan mengunjungi toko yang sama, memakai merk yg sama, atau makan di restoran yang sama yg beliau nilai baik.
Ayahku memiliki bakat di bidang seni, terutama seni lukis. Sampai-sampai ayah bilang, ayah hampir menjadi seorang pelukis. Kemampuan lukisnya menurun ke adikku, aku tidak pandai melukis. 😅
Ayahku memiliki ingatan yang panjang. Ayahku pernah bilang bahwa beliau masih bisa menceritakan dengan detail pengalaman-pengalaman masa kecilnya. Ayahku juga bisa langsung hafal dengan jalan yang baru sekali dilewatinya. Ayahku berusaha mengetahui silsilah keluarga besar baik dari sisi ayah maupun dari sisi ibuku.
Ayahku adalah pribadi yang hangat dan ramah kepada siapa saja. Beliau sangat suka menyambung silaturahmi dengan saudara, kerabat dan rekan-rekan beliau.
Aku adalah manusia yang paling diberkahi Allah, yang telah diizinkan lahir dan memiliki seorang ayah yang terbaik seperti Bapak Moh. Ali Suharyono. Walaupun sekarang aku dan ayah berpisah untuk sementara, kelak kami insyaAllah akan berkumpul kembali hingga kekal di surga Allah SWT. Al Fatihah.
– dari seorang putri yang selamanya merindu, berharap dapat menjalankan hidup dengan baik, memberikan ketenangan dan kebanggaan bagi keluarga, serta bagi ayah yang telah mendahului, berusaha berjuang hingga nanti.