Photos

When Will I Start Writing Again?

10 tahun yang lalu, hampir setiap hari aku nulis, bahkan sampai bela-belain ke warnet hanya untuk ngepost tulisanku. Tapi semenjak enam tahun lalu aku jadi males nulis.

Mungkin karena minat akan nulis fanfiction sudah menguap, atau juga karena bosan.

Pengen bisa aktif nulis lagi, nuangin isi hati dan pikiran melalui tulisan. Tapi entah gimana caranya biar termotivasi lagi.

Memang harus dipaksa sih, bisa aja aku mulai nulis tentang kejadian yang aku alami, atau pendapatku tentang suatu topik permasalahan yang terjadi di sekitarku, bisa juga nulis tentang impian dan harapan-harapanku.

Masalahnya adalah aku sering lupa buat meluangkan waktu khusus untuk nulis. Seringnya sih karena sudah asik dengan nonton drama atau film, atau bahkan terlalu nyaman rebahan sambil berkhayal hehehe.

Mau nyoba ah bikin agenda untuk serius mulai nulis lagi di blog ini.

Dulu jaman SMA kelas satu, aku mulai nulis diary. Bahkan diarynya masih ada sampai sekarang, sesekali aku aku baca ulang dan malu dengan kealayanku di masa-masa itu.

Rasanya tuh asik, bisa ungkapin apa yang aku alami, yang aku rasain.

Entah kapan mau mulai nulis lagi di blog ini.

Ditunggu aja lah kapan moodku nongol hehhe

Görüşürüz

Coretan Hati · My Thoughts

Starting Again

Bismillah…

Wah, bingung banget mau nulis apa. Kenapa aku iseng nulis lagi? Ya karena kemarin kudu keluar duit 400,000 cuma buat ganti keyboard laptop gara-gara jarang dipakai ngetik. Memang sih anakku make laptop cuma buat nonton doang, jarang banget dipakai buat ngetik panjang lebar.

Akhirnya aku mikir cara biar keyboardnya nggak nganggur, maka jadilah aku nulis lagi hehehe. Gak penting banget ya hahah

Sebenarnya semenjak terakhir aku posting sesuatu di sini telah terjadi banyak kejadian yang mewarnai hidupku. Salah satunya adalah meninggalnya suamiku karena sakit parah yang dideritanya selama kurang lebih hampir dua tahun. Alhamdulillah masih ada anak-anakku yang menemani aku.

Selain itu, pada tahun 2020 bulan maret, adikku menikah, saat itu pas lagi heboh-hebohnya pandemi COVID19 di Indonesia terutama Jakarta. Banyak banget acara perkawinan yang harus dibatalin. Beberapa bulan kemudian, giliran adik bungsuku yang nikah. Alhamdulillah. Hilang satu mantu, dapat dua mantu sekaligus dalam waktu satu tahun. MasyaAllah.

Selama pandemi ini aku memang lebih banyak berdiam diri di rumah, ya sesekali keluar buat beli kebutuhan rumah, dan kalau ada yang ngajakin jalan-jalan, ya ikut jalan-jalan. Tapi berhubung aku udah terbiasa nyaman berdiam diri di rumah, jadi selama fase stay at home ini aku fine-fine aja, nggak ngerasa stres. Aku cari aja kegiatan yang bisa ngisi waktu. Dan gak terasa sekarang udah setahun semenjak COVID19 debut. Yang kasian sih ya anak-anak sekolah. Jenuh banget belajar di rumah, mana gurunya nggak niat ngejelasin materi, murid cuma dikasih link materi ama tugas. Akhirnya muridnya cuma ngandelin google doang buat ngerjain tugasnya. Gimana mau pinter coba?

Aku masih demen KPOP, masih asik nonton drakor. Tapi nggak cuma drakor doang, drama cina aku juga tonton, bahkan sekarang nonton drama turki. Selama alur dan plotnya seru, ya aku nikmatin aja, apapun bahasanya. Tapi yang nggak aku tonton ya acara tv Indonesia, nggak nemu yang mutu.

Lama nggak ngetik jadi ngerasa capek nih tangan, padahal beberapa tahun yang lalu aku nulis FF setiap hari, kadang sehari bisa kelar dua FF. Wow, daebak.

Sudahlah, aku lanjut nanti lagi. Yang penting keyboard laptop anak-anakku nggak nganggur dalam waktu yang lama, daripada harus ngorbanin 400,000 lagi hehehehe

hmm… kira-kira ada yang baca gak ya? hahahaha

My Thoughts

After a Long Time Without Posting Anything

***

 

 

 

Assalamu alaikum…

 

Kapan ya terakhir kali aku posting sesuatu di sini?

Rasanya sudah sewindu hehehe

 

Pertama kenapa aku males posting?  Karena jarang pakai laptop, lalu belum ada hasrat buat bercuap-cuap lewat tulisan, dan ketiadaan jaringan internet yang memadai hihihi

 

Selama beberapa lama aku hiatus dari dunia blog ini, kegiatanku sebenarnya berjalan seperti biasa. Alias masih ngikutin dunia perKPOPan.

Setelah lepas dari EXO aku terpikat sama BTS, sampai sekarang masih suka BTS.

Lalu anak-anakku maksa aku buat kenalan sama Wanna One, Seventeen, dan sekarang nyuruh aku berkawan dengan NCT. Jujur, NCT belum bisa memikat aku.

 

Emang ya, dunia KPOP itu persis pasir penghisap. Sekalinya masuk, susah buat keluar dan bahkan tenggelam di dalamnya.

Jahat ya hehehe

Continue reading “After a Long Time Without Posting Anything”

My Thoughts

Kekaguman

Seringkali hati dan benak ini lupa. Lupa akan makna eksistensi manusia di muka bumi ini. Kita sering menyibukkan jiwa, raga dan pikiran ini untuk segala urusan duniawi. Makan apa hari ini. Pergi pakai baju apa siang ini. Mau pakai sandal atau sepatu untuk jalan-jalan di mall. Enaknya naik mobil Mercedes atau Avanza, atau malah naik taksi aja. Mau ikutan arisan sosialita atau arisan kampung. Dan banyak lagi hal-hal duniawi yang tidak terlalu penting untuk dijadikan beban pikiran.

Sesekali lupakanlah segala hiruk pikuk pikiran yang hanya menyampah saja itu. Sejenak keluarlah dan pejamkan mata, lalu diamlah.
Apa saja yang kau dengar?
Kicau burung bersahutan?
Atau deru kendaraan yang lalu lalang di depanmu?
Atau gemerisik dedaunan yang saling bersenggolan?
Atau gumaman orang-orang yang hilir mudik di sekitarmu?
Kalau kau tidak mendengar semua itu, artinya anda tuli.

Sudahkah kau menyuskuri nikmat Allah yang satu itu?
Telinga yang bisa mendengar.

Continue reading “Kekaguman”

My Thoughts

My Junior High Memories

Haiiii….

I am back! #padahalgakadayangnungguin #pundungdipojokan

Well, i am in a good mood tonight, jadi rasanya pengin corat-coret dikit lah di blogku yang makin sunyi pengunjung ini. #mewekdisampingtemboktetangga

Hari ini aku ketemu sama sahabat-sahabatku sejak SMP. Ya, ketemunya bukan dalam moment yang membahagiakan sih sebetulnya, karena kami bertemu untuk takziyah ke tempat salah seorang sahabatku.

Aku dan empat sahabatku ini pas SMP itu sering banget main seharian di rumah temanku – yang sedang berduka karena ditinggal ibunya untuk selamanya-. Jadi kami sudah akrab sama ibunya. Ya gimana nggak akrab coba, orang sekalinya main itu dari pagi sampe sore. Hehehe makan siang di sana sampai wedangan di sore hari sambil ngemilin gorengan.
Sekian tahun kami disibukkan dengan urusan keluarga masing-masing sehingga jarang banget bisa ketemuan. Bahkan sampai kehilangan kontak lho. Tapi Allah mempertemukan kami lagi, dan insyaAllah mulai sekarang kami bakal lebih sering kontak-kontakan dan berbagi kabar.

Kembali ke tahun 1995….

Flashback

Aku saat itu berumur 11 tahun, baru datang dari Aden, Yaman. Ngedaftar di SMP Islam Pekalongan (a.k.a Ma’had). Aku masih asing banget sama segala sesuatu yang ada di situ. Mana pas MOS aku disuruh nyanyi pake bahasa arab segala, ya makin dag dig dug lah.

Continue reading “My Junior High Memories”

My Thoughts

Writer’s Block

Uuuu annyeong… #lambailambaiceria

Barusan aku nyoba mau nulis cerpen, tapi… baru tiga paragraf eh sudah nge-blank. Mungkin otakku sudah capek dipake buat mikirin ratusan tema, plot dan alur FF sejak 2011 sampai 2013 kemarin. Eh, FF KrisHan Sunshine Boy itu kapan ya aku nulisnya? Ya, itulah maksudnya, sampai FF terakhir itu.
Let’s see… aku sudah bikin entah berapa FF, orang FF FanXing yang sempet jadi favorit KLS Indonesia #plaaaksiapelupedeamet# aja kayaknya lebih dari 30 judul. Aku ingetnya tuh ada sekitar 35 judul. Hehehe 35 chapter kehidupan FanXing. Ya Allah, Ya Rabbi, berapa banyak dosaku yang sudah terkumpul? Astaghfirullah…

Continue reading “Writer’s Block”

Fanfiction · My Thoughts

Ketika Hati Menjadi Buta

Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
(QS: Al-Kahfi Ayat: 57)

 

 

Nauzubillah min dzalik.

Assalamu alaikum,

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, aku pengin banget ngepost sesuatu di sini. Untuk menyingkat waktu, gimana kalau langsung saja aku jabarin maksud dari judul di atas.

Jadi beberapa hari llu aku nulis ini di AFF, sebagai bentuk keprihatinan aku terhadap dunia perkpopan yang berpengaruh terhadap dunia perFFan. Aku bikin postingan dengan judul berikut;

 

Kapan FF YAOI  Bakal Brhenti Dibuat?

Judulnya frontal ya? Well, bukannya mau sok suci, aku memang EX-author ff bernuansa yaoi bahkan nc. Tapi itu semua sudah jadi bagian dari masa lalu yang penuh dosa dan aib. Aku hanya berharap, teman-temanku nggak terlalu lama terjebak dalam perbuatan yang merusak mental dan pikiran, selain nanggung dosa menulisnya, juga nanggung dosa yang terur berakumulasi akibat ff itu dibaca banyak orang. Dengan ini, aku nggak tega nambahin dosaku dan dosa teman-temanku, jadi aku bakal stop baca ff yaoi yang mereka tulis. Sebagus apapun ffnya, buat apa kalo gak ada manfaatnya? Yang ada malah mudharatnya doang. Oleh karena, aku sangat berharap, teman-temanku yang berbakat untuk berhenti menimbun dosa dan memberanikan diri membuat cerita yang lebih bermanfaat. InsyaAllah malah dapat pahala. Syukuri karunia Allah dengan menggunakannya di jalan yang diridhoi-Nya. I hope you guys can change to be a wonderful inspiring writers. Amin. :’)

Continue reading “Ketika Hati Menjadi Buta”

Coretan Hati · My Thoughts

Pause And Think

Assalamu alaikum… Well, meskipun makin jarang yang mampir ke blog ini, aku tetep pengin nulis dikit-dikit lah. Kali ini aku mau curhat secuil. Akhir-akhir ini, aku sering tiba-tiba deg-degan. Bukan karena gejala jantungan. Tapi karena aku mikirin akhir dari kehidupan ini. Yup, KEMATIAN-ALAM KUBUR-AKHIRAT. Tiap aku renungin lagi, aku mikir tentang apa aja yang udah aku lakuin selama ini. Terus aku tersentak oleh fakta bahwa semua yang ada di dunia ini akan binasa. Lalu aku kebayang-bayang tentang gimana kita nanti bakal antri nerima buku amalan kita. Gilaaak! Dari manusia pertama lho! Kita ini dapet antrean nomor berapa coba? MasyaAllah. Lalu aku tersentak lagi dan ngerasa bahwa aku lagi tidur panjang. Ya, kita benar-benar sedang tidur panjang. Kita akan bangun ketika hari kebangkitan tiba, yaitu ketika sangkakala dibunyikan untuk ke dua kalinya. So, teman-temanku, tiap hari usahain buat nge-pause semua kegiatan duniawi, dan ingat HARI KITA DIBANGUNKAN DARI TIDUR PANJANG INI.Semoga Allah merahmati. Wassalam

My Thoughts

Tips-Tips Agar Menjadi Orang Yang Paling Bahagia (Part I)

*

Assalamu alaikum,
Hai lagi. Semoga masih ada yang berminat baca postingan ini, ya. ^^

Beberapa waktu lalu aku kan ngepost sebagian kecil isi buku La Tahzan, nah, kali ini aku mau share poin-poin penting yang dibahas dalam buku tersebut. Semoga tips-tips berikut ini bisa membuka hati dan pikiran kita untuk bisa lebih mensyukuri nikmat hidup yang Allah berikan untuk kita.

Mari kita mulai…
• Keimanan itu menghapus keresahan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah. Dengan adanya keimanan akan kuasa Allah, maka kita pasti lebih tenang dan tawakal. Nggak ngegalau tanpa akhir.

• Yang sudah terjadi biarlah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirin yang sudah berlalu karena masalah tersebut sudah lewat. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, tapi perbaiki diri supaya hal tersebut nggak terulang lagi. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran agar nggak ngulang kesalahan yang sama.

Continue reading “Tips-Tips Agar Menjadi Orang Yang Paling Bahagia (Part I)”

My Thoughts

La Tahzan: Jangan Bersedih (part 4)

 

*-*

*Iman Adalah Kehidupan

 

Seberapa besarkah keimanan kita?
Ketika kita dilanda kesusahan dan kita terpuruk hingga menyerah dan putus asa, saat itulah keimanan kita diragukan. Kok gitu?

Yups, memang begitu. Karena tipikal orang yang sengsara dalam segala konteksnya adalah mereka yang perbendaharaan keimanan dan keyakinannya telah ludes. Makanya mereka selamanya berada dalam kesedihan, kemurkaan dan kehinaan.

Resep mujarab buat membahagiakan jiwa, membersihkannya dan menyucikannya, membuatnya senang dan menghilangkan kegundahan di dalamnya hanyalah iman kepada Allah.

Buat orang yang membangkang kepada Allah, jika mereka nggak beriman sama sekali, jalan terbaik yang bisa mereka tempuh adalah bunuh diri biar jiwa mereka tenang dan terbebas dari segala tekanan.

Belum lama ini aku ketemu salah seorang saudaraku. Sekarang ini dia lagi down banget gara-gara dia kena tipu sehingga banyak uang yang hilang ditilep si penipu itu. Dan dia diuber-uber orang-orang yang uangnya ikutan hilang itu. Dia nggak punya kerjaan, jadi nggak punya uang buat bayar kerugian tersebut. Dia sampai ngemis ke semua keluarganya yang masih tersisa (yang kebetulan kaya-kaya), tapi mereka nggak mau bantu dia. Aku pribadi nggak bisa bantu apa-apa kecuali ngadem-ngademin dia bahwa Allah nggak lalai akan hambanya yang beriman. Aku terus nasehatin dia dan ingetin dia tentang betapa besar rahmat Allah, dan bahwa suatu saat dia bakal dikasih jalan terbaik sama Allah. Nah, dia itu saking downnya sampai berkali-kali mau bunuh diri. Aku sampai ngutip hadits-hadits tentang siksaan bagi pelaku bunuh diri biar dia mikir panjang dan nggak gegabah. Dan itu cukup berhasil. Tapi masalahnya dia depresi banget. Ya, gimana nggak depresi coba?
Dia diusir dari rumah suaminya dan sekarang jadi gelandangan yang tidur di masjid dan kadang saking laparnya dia sampai makan makanan sisa yang dibuang ke tong sampah. Dia perempuan, btw.
Miris banget sumpah. Aku pengin banget bantu, tapi aku sendiri nggak punya uang sebanyak itu. Dia itu sudah putus asa. Keimanannya sedang diuji Allah. Sejak lebaran ini aku nggak dengar kabar dari dia. Gimana nasibnya pun aku nggak tahu.
Iman dia sedang dalam level terendahnya, makanya dia nggak bisa melihat hikmah dari ujiannya itu. Dia lupa bahwa di dalam kesulitan pasti ada kemudahan.
Well, aku pribadi nggak yakin bakal sanggup kalau ada di posisi dia. Tapi kalau kita mau belajar dari orang-orang yang ngerasain ujian yang jauh lebih berat, insyaAllah kita bakal sanggup hadapi rintangan apapun. Karena ya itu, badai pasti berlalu.
Dengan meningkatkan iman dan taqwa, insyaAllah kita bisa lolos dalam tiap ujian yang Allah berikan.

 

Sudah saatnya kita semua (bahkan dunia) mengakui dan mengimani secara tulus (ikhlas) bahwa ‘tidak ada Ilah selain Allah’.
Sekuat dan selemah mana iman Anda, sehangat dan sedingin mana iman Anda, sebatas itulah kebahagiaan, kelapangan dan ketenangan yang Anda rasakan.”

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. AN-Nahl: 97)

Continue reading “La Tahzan: Jangan Bersedih (part 4)”