MORE ABOUT MGMP SEJARAH ?
Sekretariat MGMP SEJARAH MA :
MAN 1 Surakarta Jl. Sumpah Pemuda 25 Surakarta 57136 e-mail : mgmpsejarah@yahoo.com
Kami terbuka untuk silaturahmi bagi rekan-rekan guru sejarah di seluruh Indonesia
Dari MAN 1 Surakarta untuk Rohingya
Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya semangat berbagi, juga bisa dilakukan dengan melakukan aksi nyata. Itulah yang dilakukan oleh siswa/siswi MAN 1 Surakarta. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk pengungsi Rohingya. Derita yang dialami oleh muslim Rohingya di Myanmar yang mengalami pengusiran dari tanah airnya karena masalah keyakinan, telah menjadi isu global yang cepat menyebar dan menimbulkan keprihatinan dunia. Penderitaan mereka yang banyak diliput oleh seluruh media baik cetak maupun elektronik, melahirkan rasa solidaritas yang sangat besar. Siswa/siswi MAN 1 Surakarta sebagai bagian kecil dari warga dunia merasa terpanggil untuk ikut meringankan penderitaan dan beban para korban.
Berangkat dari keprihatinan yang mendalam terhadap penderitaan muslim Rohingya, siswa/siswi MAN 1 Surakarta mengadakan aksi penggalangan dana pada 26 Mei 2015. Aksi yang diikuti oleh seluruh siswa/siswi beserta guru-guru tersebut dilaksanakan saat jam istirahat. Aksi ini dilakukan secara spontan. Secara sukarela mereka merogoh dari kantongnya masing-masing dan menyisihkan sebagian uang saku yang mereka miliki, 1000, 2000, 5000 atau seberapa pun uang yang mereka miliki dimasukkan ke dalam tampah (tempat untuk mengolah beras di Jawa). Dari aksi yang hanya berlangsung selama 15 menit tersebut alhamdulillah berhasil terkumpul Rp 1.020.800. Jumlah yang masih relatif kecil untuk bisa membantu saudara muslim Rohingya. Namun semangat berbagi itulah yang ingin disampaikan kepada dunia. Semangat untuk membantu saudaranya yang sedang tertimpa musibah.
Jumlah uang yang berhasil dikumpulkan masih belum seberapa dengan penderitaan muslim Rohingya. Semoga bantuan kecil dari siswa/siswi MAN 1 Surakarta bisa sedikit meringankan beban dan penderitaan saudara muslim Rohingya. Untuk selanjutnya bantuan yang telah terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten.
Belajar Sejarah ? Main Card Sort Yukkk…
Merencanakan pembelajaran sejarah yang bisa membangkitkan dan melibatkan siswa dalam pembelajaran merupakan impianku setiap kali masuk ke kelas. Bagaimana siswa/siswiku bisa terlibat aktif dalam pembelajaran dan tidak ada yang melakukan aktivitas lain selain belajar sejarah. Karena itu sebagai seorang guru mesti pandai-pandai dalam menyusun skenario pembelajaran yang tepat dan efektif. Apalagi pembelajaran sejarah yang identik dengan pembelajaran yang membuat mengantuk (apalagi di jam-jam terakhir), membosankan karena hanya cerita ( kalau siswaku bilang seperti tukang jualan obat), dan komentar-komentar lain yang intinya bahwa sejarah itu kurang mengasyikkan. Bagaiman membuat mereka bisa berubah paradigma berfikirnya tentang pelajaran sejarah, yang jika bisa diikuti siswa dengan sebaik-baiknya, maka banyak pelajaran yang bisa mereka ambil.
Model pembelajaran apa yang sekiranya cocok untuk mengajar sejarah ( selain metode ceramah tentunya). Maka saya mulai mencari informasi di internet tentang macam-macam model pembelajaran yang sekiranya bisa saya terapkan di pembelajaran sejarah. Banyak memang model-model pembelajaran yang bisa diambil untuk diterapkan di pembelajaran sejarah. Namun semuanya kembali pada kondisi siswa masing-masing. Karena tidak semua model pembelajaran cocok untuk semua situasi pembelajaran yang berbeda lingkungannya. Harus bisa melihat input dari siswanya jika ingin menerapkan satu model pembelajaran tertentu. Setelah banyak referensi maka jatuhlah model pembelajaran yang saya pandang pas dan cocok untuk siswa di sekolah tempat saya mengajar. Model pembelajaran yang insya Allah bisa melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. Modelnya berupa permainan yang disebut dengan Card Sort ( Mengurutkan Kartu). Apa dan bagaimana permainan Card Sort tersebut ?
Ide awal dari permainan ini adalah siswa diminta mengurutkan sejumlah kartu yang telah dibagikan kepada seluruh siswa. Kartu-kartu yang telah dibagikan tersebut merupakan penjelasan atau uraian dariTema Besar yang telah ditentukan sebelumnya. Tema Besar disini bisa berupa sub pokok bahasan yang telah dibahas sebelumnya sehingga siswa akan lebih mudah untuk mengerjakannya. Oya untuk melaksanakan permainan ini saya mengajak siswa/siswiku di kelas XI IPA 1 – XI IPA 3 program Boarding School MAN 1 Surakarta. Kebetulan mereka adalah salah satu program unggulan di MAN 1 Surakarta.
Hari senin 11 Mei 2015 adalah hari pertama saya melaksanakan permainan ini di kelas XI IPA 3. Jujur baru kali ini permainan ini saya laksanakan sehingga bagaimana nanti hasilnya juga belum tahu. Selain itu siswa/siswiku juga belum saya beritahu tentang permainan ini. Biar surprise gitu dech…dan ternyata mereka memang surprise. Karena pembelajaran yang sebelumnya menggunakan media pembelajaran Powerpoint, di hari itu mereka saya ajak bermain-main. Apalagi saat saya berkata:
” Anak-anak, hari ini kita akan bermain-main, mau ???
serentak mereka menjawab ” mauuuuu !”
Setelah itu saya jelaskan tentang permainan mengurutkan kartu kepada mereka. Tampak wajah-wajah mereka menyimak dengan seksama penjelasanku. Terlihat jelas wajah-wajah penasaran seperti apakah permainan yang akan mereka lakukan nanti. Selanjutnya saya bagikan kertas-kertas sejumlah siswa di kelas XI IPA 3 yang selanjutnya mereka mengurutkan sesuai tema besar yang telah saya tulis di papan tulis. Tema besar yang saya tulis adalah tentang :
1. Orde Baru
2. G 30 S/PKI
3. Lahirnya Orde Baru
4. Repelita
Tugas mereka adalah mengurutkan kertas yang mereka pegang sesuai dengan tema yang ditentukan. Di sinilah “kepanikan” mulai terjadi karena saya memberikan batas waktu 5 menit sudah harus selesai. Sebenarnya ini hanya trik agar permainannya lebih menegangkan dan siswa terpacu untuk segera menyelesaikan. Tepat di waktu yang ditentukan akhirnya tersusunlah kalimat-kalimat itu yang selanjutnya saya bersama siswa/siswi mencocokkan apakah urutannya sudah benar. Ternyata banyak siswa yang memberikan masukan tentang urutan yang benar. Posisi saya hanya sebagai fasilitator saja. Inilah yang saya inginkan. Siswa bisa terlibat secara penuh dalam pembelajaran dan aktif. Semuanya benar-benar terlibat. Dan menurut saya “percobaan” permainan yang baru pertama kali kulaksanakan ini BERHASIL !!!!
Di hari berikutnya, selasa 12 Mei 2015 permainan yang sama saya laksanakan di kelas XI IPA 2 dan XI IPA 1. Sama di kelas sebelumnya antusiasme siswa sangat luarr biasa dan yang penting siswa bisa fun dan terlibat secara penuh dalam pembelajaran sejarah.
Pembelajaran sejarah selama ini identik dengan pelajaran yang mengedepankan aspek kognitif dan afektif. Jarang sekali guru sejarah menggunakan pendekatan psikomotor. Padahal pelajaran sejarah bisa juga dikemas dengan menggunakan aspek psikomotor. Inilah yang telah aku jalankan bersama siswa/siswiku kelas XII IPS 2 MAN 1 Surakarta. Untuk diketahui mereka adalah kelas program workshop (ketrampilan) dimana selain mengikuti pembelajaran reguler pagi, mereka juga mengikuti pembelajaran sore yang bentuknya berupa pelajaran ketrampilan. Karena siswa/siswi ini adalah anak-anak yang “istimewa” maka dalam pembelajaran sejarah perlu juga menggunakan pendekatan yang “istimewa”. Dalam hal ini kutawarkan kepada mereka untuk membuat film pendek sejarah. Kebetulan saat itu materi yang kusampaikan adalah materi tentang Peristiwa Seputar Proklamasi kelas XII IPS semester gasal. Aku berikan tantangan kepada mereka membuat film pendek tentang peristiwa seputar proklamasi. Jika selama ini siswa hanya mendengar dan mencatat apa yang kusampaikan, maka saatnya mereka juga memvisualkan materi yang dipelajarinya.
Salah satu adegan film pendek
Tugas ini telah kusiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Sebenarnya sudah sejak lama rencana ini dibuat namun ternyata baru terlaksana pada kelas XII IPS 2 ini. Idenya sebenarnya sangat sederhana yaitu bagaimana agar siswa dapat memahami materi lebih mendalam maka mereka harus “mengalami” proses dalam peristiwa itu. Dalam hal ini mereka “mengalami” proses peristiwa seputar proklamasi, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari peristiwa proklamasi. Nah, agar bisa “mengalami” mereka kutugaskan membuat film pendek.
Bagaimanakah langkah-langkah dalam memberikan tugas ini ? Dalam kesempatan ini aku melakukan empat langkah antara lain :
Menyusun tema film pendek.
Dalam kesempatan ini tema yang kuambil adalah tentang peristiwa seputar proklamasi. Ini adalah materi kelas XII IPS semester gasal. Cakupan materi ini sangat luas dan kompleks. Sehingga dengan memberikan tugas membuat film pendek ini aku berharap siswa bisa lebih mendalami sekaligus memahami materi.
Membentuk kelompok.
Kelompok yang terlibat dalam tugas ini sebanyak dua kelompok dengan masing-masing beranggotakan 15 dan 16 orang. Masing-masing kelompok menunjuk pemeran yang akan ditampilkan dalam fim pendek. Ada yang berperan sebagai Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, Laksamana Maeda dan tokoh yang lain.
Membuat Naskah Film Pendek.
Pada bagian ini siswa aku berikan kebebasan dan keleluasaan dalam membuat naskah. Yang aku berikan hanyalah garis besar dari materi peristiwa seputar proklamasi tersebut. Garis besar naskah film pendek yang kubuat kira-kira seperti ini
Garis besar naskah film pendek
Selanjutnya siswa mengembangkan sendiri sesuai dengan kreativitas masing-masing. Sehingga kedua kelompok akan menampilkan film yang berbeda bentuknya dari satu tema yang sama
Pembuatan Film Pendek.
Waktu yang kuberikan pada siswaku dalam mengerjakan tugas ini adalah 1 bulan. Mereka diberikan kesempatan yang sangat luas untuk memilih lokasi, peralatan yang dibutuhkan atau segala hal yang berhubungan dengan pembuatan film pendek.
Siswa/siswiku saat proses pembuatan film pendek
Setelah diberikan penjelasan yang lengkap seputar tugas ini maka selanjutnya mereka mulai mengerjakan. Selaku guru pengampu sejarah kubertugas mendampingi jika ada kesulitan dan masalah yang timbul selama proses pembuatan film. Biasanya siswa bertanya tentang urutan peristiwa yang harus ditampilkan. Namun untuk segi teknisnya semua diserahkan pada siswa.
Salah satu adegan dalam film pendek
Agar memiliki kesan yang mendalam pada siswa dan menumbuhkan semangat berkompetisi maka kubuat semacam kompetisi pembuatan film pendek dan yang terbaik akan mendapatkan reward. Untuk penilainya aku libatkan siswa dari kelas yang lain ( kelas XII IPS 1, IPS 3, IPS 4 dan IPS 5). Mereka aku minta bantuan menilai tugas film pendek dengan kriteria penilaian yang sudah aku tentukan di antaranya adalah tampilan film, urutan peristiwa, efek film ( berupa suara, lighting, Kostum, dan lain-lain ). Agar lebih menarik lagi di akhir kegiatan akan dipilih pemain pemeran terbaik putra dan putri.
Bersama pemeran terbaik putra dan putri
Di waktu yang telah di tentukan masing-masing kelompok mengumpulkan hasil film pendek yang telah dibuat. Selanjutnya film yang telah selesai itu kuputar film tersebut di kelas – kelas yang lain untuk dinilai. Aku menginginkan agar tugas ini melibatkan banyak pihak, terutama dalam aspek penilaian. Sehingga diharapkan hasilnya akan lebih bermakna. Belajar sejarah sambil memberikan pendidikan life skill berupa membuat film pendek ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi mereka, terutama dalam pemahaman materi. Hal ini bisa dilihat dari hasil ulangan yang rata-rata mendapatkan nilai yang sempurna. Sehingga tujuanku agar siswa bisa lebih memahami dan menguasai materi dengan cara mengalami dan memvisualkan peristiwa sudah tercapai. Semoga pengalaman ini bisa membekas di hati siswa-siswaku.
Nah ingin tahu film pendek hasil produksi siswa/siswiku ? Silahkan lihat di bawah ini
NB: Artikel ini adalah salah satu artikel yang kuikutkan di lomba Blogger Guru
Menulis adalah bagian yang tidak pernah lepas dari keseharianku. Dari kesenangan mengolah kata demi kata hingga membentuk sebuah kalimat yang bermakna, telah membawaku ke dalam perjalanan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Pengalaman yang sangat berharga untuk diriku sendiri dan juga orang lain. Ya…lomba blogger guru dalam rangka hari pendidikan 2015 yang diadakan oleh Acer Indonesia bersama Guraru (Guru Era Baru). Lalu apa yang harus aku tulis ? Pertanyaan yang langsung muncul ketika melihat tema tulisan yang boleh dikirim dalam lomba ini. Jadi lomba blogger ini menyediakan dua tema yang bisa dipilih peserta yaitu :
1. Pengalaman paling menyenangkan selama menjadi guru
2. Pengalaman menyenangkan mengadakan pembelajaran di luar kelas
Dari dua tema tersebut peserta bisa mengirimkan artikel sebanyak-banyaknya. Nah…karena kebetulan pernah punya pengalaman ( yang cukup banyak menurut ukuranku) dalam kedua tema tersebut, maka aku mengirimkan 11 artikel, campuran antara kedua tema tersebut. Namun yang paling banyak adalah tema kedua.
Segera aku mengirimkan ke laman guraru.org artikel-artikel yang menurutku layak dan pantas aku ajukan dalam lomba ini. Karena aku seorang guru sejarah, maka artikel yang kukirimkan juga tidak lepas dengan sejarah terutama pengalaman dalam pembelajaran sejarah.
Pembelajaran yang aku share dalam lomba ini tentu saja pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kesemuanya alhamdulillah telah aku jalankan bersama siswa/siswiku di MAN 1 Surakarta. Diantara artikel yang aku kirimkan antara lain :
1. http://guraru.org/gur…/dari-blogger-datanglah-guest-teacher/
2. http://guraru.org/…/asyiknya-setengah-hari-menjadi-mahasis…/
3. http://guraru.org/guru-berbagi/ayo-berkreasi-dengan-sampah/
4. http://guraru.org/guru-berbagi/who-wants-to-be-a-teacher/
5. http://guraru.org/…/belajar-sejarah-sambil-bermain-film-ke…/
6. http://guraru.org/…/pembelajaran-kolaboratif-di-situs-purb…/
7. http://guraru.org/…/belajar-sejarah-lebih-asyik-dengan-ber…/
8. http://guraru.org/…/menulislah-setiap-hari-dan-buktikan-ap…/
9. http://guraru.org/…/ternyata-koran-bekas-pun-bisa-jadi-med…/
10. http://guraru.org/…/dari-powerpoint-jadilah-usaha-yang-men…/
11. http://guraru.org/…/surat-cinta-seorang-guru-untukmu-putih…/
Aku berharap besar bisa sukses dalam lomba ini. Jikalau belum sukses pun bukan masalah buatku. Yang penting aku bisa berbagi pengalaman dalam mengajar sejarah, salah satu pelajaran yang menurut banyak siswa pelajaran yang membosankan. Namun dari artikel-artikel yang telah kukirimkan aku membuktikan bahwa dengan pengelolaan pembelajaran yang inovatif, maka pembelajaran sejarah akan bisa mengasyikkan buat siswa.
Salam historia buat rekan-rekan guru semua
do’akan biar saya bisa sukses dalam lomba ini
Info lebih lanjut tentang lomba blogger guru bisa dilihat di sini.
Pembelajaran Sejarah Model Mind Mapping
Pembelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran yang menuntut kemampuan kognitif siswa. Tidak mengherankan bila banyak siswa yang mengeluh jika diberi pelajaran sejarah, karena yang ada di benak mereka adalah hafalan, mencatat dan mengantuk. Paradigma inilah yang ingin penulis ubah. Bagaimana ? Tidak lain dan tidak bukan adalah pengajar ( guru -red) harus mengubah model pembelajarannya, dari odel konvensional berupa ceramah dengan odel pembelajaran yang lebih banyak mengaktifkan siswa. Siswa/siswi kita adalah manusia-manusia yang memiliki potensi untuk berkembang. Mengapa kita “bungkam” mereka dengan hanya menempatkan sebagai subyek dan bukan obyek. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan potensi siswa, khususnya dalam pelajaran sejarah, adalah model mind mapping. Model ini telah penulis laksanakan berkali-kali dan terbukti memang siswa bisa menikmati proses pembelajaran bahkan waktunya bisa kurang karena saking asyiknya.
Pengertian, Prinsip dan Ciri Mind mapping
- Kertas kosong tak bergaris.
- Pena atau spidol berwarna-warni.
- Otak dan imajinasi.
- Buku sumber sebagai salah satu sumber bagi siswa.
Kronologi atau rangkaian peristiwa
Teks tersebut mempunyai sebuah awal dan akhir yang jelas, misalnya biografi, sejarah, proses dan sebagainya. Desain ini biasanya sesuai dengan arah jarum jam.





































































