avatar Tidak diketahui

Haruskah?

Aku tak menentu

Ktika aku merindu

Jiwaku pergi mencari

Dari jalan kesepian

Lewati kesedihan

Diriku berlari

Ketika aku harus “ sendiri”

Haruskah aku marah?

Haruskah aku diam?

Dan

Haruskah aku menahan?

Ataukah

Menangisi ketiadaannya?

Saat aku sadar ia jauh

Pergi menyimpan kepedihannya

Meninggalkanku?

Aku tak kuasa

saat hatiku menguat jadi emosi

Menyakiti sebuah hati

avatar Tidak diketahui

Arti Hidup

Dunia sekitarku sepi

Aku pun Sendiri

Aku beranjak

Hatiku mengelak

Akupun tak mengerti

Tanpa arti

Kosong  tak terdeteksi

 

Bukan pula  puisi indah

Ketika lelah

Apa yang dikatakan hidup

Jika semangatku redup

Kakiku pun melangkah

Tanpa pernah mau mengalah

 

Jika aku berhenti

Khayalku tanpa arti

Aku harus berani

Untuk membangun mimpi

Aku harus berani

 

Berani  untuk hidup

Dan

Melawan gugup

 

Aku tak sendiri lagi

Saat aku mengerti

Dengan berani

Aku berarti

Menyatu dengan semangat

Bahwa hidup adalah tekad

 

 

avatar Tidak diketahui

Kalbu Yang Rindu

Kubuat  sebuah kata

Banyak waktu tersita

Oleh karenanya

Selalu dirasa

Terselip dibayang nyata

Menyelinap dalam pikiran

Indah terlukiskan

Aku  dapat bertahan

Bahagiaku buatku terlupa

Meski sendiri

Terasa kuat

Meski tak terikat

Tersimpul senyum

Rautku tersipu malu

Bila aku mengakuinya

Kubingkai dalam kalbu

Sebuah kata sederhana

Tersimpan rindu

Tapi

Rasa yang tak cukup sederhana

Terangkum  dalam memoryku

Menyatu dijiwaku

Cinta mesra syahdu mengadu

 

avatar Tidak diketahui

TERSESAT

Kemanakah?

Mencari arah

Mengubah putaran waktu

Kuberlari

Menyusuri jalan tiada bertepi

Beraharap untuk kembali

Mengisi kesunyian hati

Mengikis habis beribu coba

Tersesat

Penuh asa

Laksana api tiada padam

Cairkan air yang beku

Hampa nafasku

Bagai ombak menghantam karang

Bagai batu tiada lapuk

Berdiri tegak tiada daya

 

avatar Tidak diketahui

Bangsaku, inikah dirimu?

Kutelusuri garis cakrawala diantara pusaran bumi

Khatulistiwa yang bertahta dengan bangga

Penghuni-penghuni yang angkuh

Namun mata masih menatap jiwa-jiwa rapuh

Kala mentari enggan tersenyum kembali

 

Menguak seribu Tanya

Dimanakah bangsaku kini?

Kejayaan mengukir pengorbanan Sang Pahlawan

Bagaimanakah negeriku sekarang?

Rinduku mendengar semangat dara juang

 

 

Mengapa kau menghilang,tinggalkan kami

Tiadakah kau lihat

Tangis darah merebah getirnya kehidupan

Tiadakah kau dengar

Jeritan nyawa terkapar

 

 

Dalam pangkuan ibu pertiwi

Meredam deraian air mata

Usai goncangan menyulut sekam

Karena permainan sebuah emosi

 

 

Jangan kau biarkan guratan-guratan jejaki alur hidup ini

Karena perisai kejayaan terombang-ambing

Keberanian  jiwa bangsaku terpekur

Seiring gelegar menjulang kemurkaan alam

Bangsaku inikah dirimu?

 

avatar Tidak diketahui

TERDIAM

Dalam diam …

Kalbuku tenggelam

Pikiranku padam

Hasratku terpendam

Kepercayaanku lenyap

Ragaku terdiam

Jiwaku terkoyak

Rinduku terbelenggu

Suara hati nan pilu

Impianku terpoles semu

Bayangku tersipu malu

Penat menghimpit rasa

Pekat menyelimuti cahaya

Karena terdiam…

 

avatar Tidak diketahui

Hadiah dari Allah

Terima kasih Tuhan

Kau telah memberikanku yang terbaik

Sudi kiranya Kau masih menjawab

Kegundahanku selama ini

Dibalik kegetiranku

Engkau menganugerahkan kasih-Mu

Singgah dalam kalbuku

Meski aku tak menyadari nya

Sedikit-demi sedikit

Kau ejakan namanya dalam terang mimpiku

Sedikit demi sedikit

Kau ajari aku mencintai dengan ikhlas di kehidupan nyataku

Dan sedikit demi sedikit

Kau menguraikan satu kisah dari sebuah hati

Yang kini memiliki arti

Dalam takdir cinta kami yang sebenarnya

Terimalah syukurku atas

Ciptaan-Mu yang terindah

Untuk

Mendatangiku dengan kesetiaan cintanya yang nyata

Maka perkenankanlah aku

Menjaga pemberian-Mu selama catatan takdirku bersamanya

(1-12-11)

avatar Tidak diketahui

Doa

Ya Allah Ya Tuhanku

Bilamana aku hendak melangkah

Maka langkahkan kakiku digarisMu

Bilamana aku hendak merindu

Maka padukan rinduku pada kasihMu

Bilamana aku hendak  berkata

Maka uraikan sabdaMu dalam kejujuran kataku

Aku tak tau hendak apalagi

Bilamana aku sendirian dari keberadaannya

Maka hadirlah Engkau sebagai penjaga orang yang kurindukan

Tempatkanlah cintaku diujung sajadah cintanya padaMu

Jagalah kesetiaan ini dalam satu cinta hingga Engkau tampakkan

                               Ketenangan saat mendamba kasihMu

Walau aku tak mengenali seberapa lama lagi

Masa memorynya Engkau tautkan dalam kalbuku

Maka bijakkan hati ini

Mengikhlaskan segala kehendakMu

Agar kudapati garis sesungguhnya

Saat hatiku berlanjut berjalan

Mengarah pada kekasih yang sebenarnya kurindukan

Keberadaannya dalam penjagaan cintaku

(12 desember 2010)

avatar Tidak diketahui

Cinta

Rintik hujan dengarlah……

Saksikanlah…..

Apa Yang kurasakan saat ini

Terima kasih kau melengkapi

cerita indahku

Hadirmu

Seolah memanjakanku

Ku tersipu malu dengan diriku

Mengapa aku begitu dingin karenanya

Hatiku kaku mengakuinya

Hati yang tak sempat mengerti keinginannya

Saat ku akhiri langkahku

Menggapai angannya dengan sentuhan tanganku

Usaiku meneduhkan hatiku

Dari rintikan hujan yang memanjakanku

Walau aku tau kebahagiaanku semu

Namun apalah dayaku

Saat aku bersamanya

Dan untuk Yang terakhir kali

Ku harus menjadikannya sebuah memory

avatar Tidak diketahui

MANUSIA BEBAS

 Kubiarkan bayangku berlari

Sesaat mengurai mimpi

Diujung birunya langit ku menepi

Menyepi……

Dan

Menyendiri…

Kuikuti langkah hati

Kubentuk pelangi

Diatas jejak putaran bumi

Kuwarnai dengan damai

Dan kusentuhkan jari-jari

Hingga sampai kularikan pelangi

Dalam genggaman jari jemariku

Kumainkan sampai hatiku puas

Dan

Pelan-pelan kulepas

Saat aku merasa menjadi manusia bebas

Bebas dalam cerita mimpiku

  (  9 Desember 2011 )