12:00 AM – 22/11/2010

Trererererererereretttt….
Alarmku berbunyi menandakan hari ini memasuki hari kelahiranmu. Met Milad, masku yang baik…!!! Alhamdulillah tahun ini aku masih dikasi kesempatan untuk sama-sama dengan kamu di hari ulang tahun kamu. Semoga kebersamaan ini tak pernah berakhir sampai maut yang memisahkan kita.
Di awal dini hari ini, kupanjatkan doa untukmu di hari miladmu. Semoga kamu senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga kamu senantiasa pula diberikan kesehatan agar mampu menjalani hari-harimu yang amat terasa berat ini. Dan semoga Allah segera memberi jalan keluar atas segala permasalahan-permasalahan hidup kamu. Agar kamu bisa lebih ringan dan pasti dalam melangkah.
Hari ini aku membuatkanmu Cake special. Tapi nggak tau rasanya gimana. Soalnya hari ini aku mendadak nggak konsen buatnya. Kepikiran takut-takut kamu akan marah seperti tahun lalu karena aku bermaksud untuk merayakan ulang tahun kamu. Semoga kamu suka…
Satu hal yang perlu kamu tahu, aku merayakan ultahmu bukan karena aku mencari perhatianmu. Aku melakukan ini semua ya karena beginilah caraku menyayangi seseorang. Bukan cuma kamu, Orang-orang yang sangat dekat di hati aku semua kuperlakukan sama seperti apa yang kulakukan ke kamu di setiap ultah mereka.
Aku hanya ingin memberikanmu satu kejutan-kejutan sederhana, dengan cara yang teramat sederhana. Sehingga kamu bisa merasakan kebersamaan yang ku berikan. Aku tidak pernah memintamu melakukan hal yang sama di hari miladku. Cukup kamu ingat, aku sangat mengucapkan terima kasih. Aku hanya tidak bisa memberikanmu kado yang mewah seperti yang ia selalu berikan ke kamu. Aku tak memiliki sejumlah rupiah untuk itu semua. Aku hanya bisa memberikanmu suguhan sederhana ini. Bukan untuk meminta balasan. Tapi inilah salah satu caraku mencintaimu.
Andai kamu selalu mengerti dan coba untuk pelajari makna dari apa-apa saja yang telah aku lakukan ke kamu. Bukan hanya bisanya salah paham sehingga meningkatkan emosi yang berkepanjangan. Semua ini kulakukan karena aku sayang kamu. Meski cintaku salah…
Kamu terlalu baik , Mas… Bahkan aku sangat memujamu… Karena kamu baik… Kamu satu-satunya orang yang saat ini masih peduli padaku. Walau aku tak pernah tahu nilai keikhlasan di hatimu. Kamulah satu-satunya keluarga, sahabatku disini. Setidaknya pada saat ini. Meski kamu marah, tapi aku tak pernah bisa melihat marahmu. Dibalik itu semua aku tahu, jauh di lubuk hatimu yang paling dalam, kamu nggak mau bersikap seperti ini padaku.
Kalau aku sering meneleponmu saat kamu nggak ada di dekat aku, itu bukan karena aku ingin mengganggumu. Tapi memang aku sedang butuh teman. Aku cuma pengen ngobrol. Melerai kesepian yang merajai hati. Kalau aku selalu memintamu untuk makan di rumah. Itu hanya karena aku ingin dekat dengan kamu. Meski kita hanya diam walau berada di satu ruangan. Setiap hari hanya pada moment makan malamlah kita bisa bertemu. Selebihnya waktu kamu banyak kamu habiskan diluar. Hari kerja pagi sampai malam kamu di kantor. Weekend kamu pergi sama dia. Hanya saat-saat itulah, meski cuma 30menit. Itu cukup untuk membuatku merasa senang berbagi dengan kamu.
Kalau aku sering kamu nilai bawel. Itu karena aku merasa apa yang aku pikirkan benar. Tapi kalau itu tidak sejalan denganmu, kamu akan marah bukan mendiskusikannya. Alhasil, kita hanya bisa berdiam seperti dua orang yang tak saling kenal. Kalau aku salah aku juga pasti akan terima kamu katakan aku salah.
Entahlah, aku tak pernah benar-benar mengerti hatimu. Meski kamu selalu meminta untukku melihatmu tidak dengan emosi. Tapi aku terkadang masih tak mengerti hatimu yang sesungguhnya. Hanya bisa tawakal atas kebesaran cinta Allah yang sempat tertitipkan di hati kita berdua.
Met milad, Mas…!!! Semoga kita akan senantiasa tetap bersama-sama. Semoga Allah menjadikanmu yang terbaik bagiku. Menjadi imam dalam setiap shalat-shalatku dan juga kehidupanku nanti. Menjadi seorang kakak yang senantiasa melindungiku. (Aku rindu kamu peluk aku untuk memberiku kekuatan disaat aku merapuh dulu). Menjadi seorang ayah yang senantiasa memberi petuah-petuah bijaksana. Menjadikanku lebih bisa memaknai hidup.
Semoga rejeki, kedudukan, posisi, dan tanggung jawab yang kamu emban, tidak membuatmu lupa diri, angkuh dan sombong dalam berperilaku pada orang lain. Tetap jadi masku yang selalu penuh semangat!!! Dengan gigi gingsul yang tersembul di setiap senyumanmu. Dengan tangan kokoh yang mengepal ke udara.
Akhirul kata, aku hanya ingin kamu tahu… Aku sayang kamu… Sama seperti saat pertama kali aku bertemu. Sama seperti saat pertama kali kamu menyentuh hatiku. Meski kini kamu tengah meninggalkanku dalam keadaan yang menggantung tak jelas arah. Namun, selama aku masih disini, aku tak akan pernah emnghapus sedikit saja cinta di hatiku. Hanya Allah yang berhak menghapus dan mengambil titipan cinta-Nya untukmu melalui aku…
Besok pagi kita tiup lilin yaaa!!! Love U, Birthday Man…!!! Keep smiling!!! It is Ur day…
Lady Vhia
22/11/2010, 12;30 AM
New Comments