Puisi Sungkeman

Ibunda…
Dengan tanganmu yang lembut namun tegar
Menjadikan kami anak-anak yang kuat
Yang berjalan pada hidup dengan langkah tegap
Dalam setiap nafas dan doa…

Ayahanda…
Dari keringatmu yang mengucur di pelipis mata
Menjadikan kami anak-anak yang bersemangat
Yang senantiasa ceria walau dalam tangisan
Dengan sejuta mimpi… Dengan sejuta asa…
Walau kadang kau tak mampu berucap
Namun kasihmu tak pernah habis sampai akhir jaman

Kini kami bersimpuh di hadapanmu
Meraga sukma dengan butir-butir air mata haru
Seperti engkau haru saat kami hadir ke dunia
Tak cukup satu kata terima kasih yang terucap
Atas semua yang kau berikan sampai kami dewasa
Tersemat maaf untuk setiap duka dan luka
Untuk segala kesalahan yang pernah kami perbuat

Ibu dan Ayah yang kami hormati,
Kami mohon ijin untuk beranjak pergi berlayar
Mengarungi bahtera rumah tangga yang suci
Berbekal kasih dan cinta yang kau ajarkan

Ayah dan Ibu yang kami cintai,
Belaian dan dekapan kalian adalah ilmu bagi kami
Bagaimana mengajari cinta anak-anak kami
Di kelak kemudian hari…

Ayah dan Ibu yang bijaksana,
Mohon luapkan segala rasa dan doa
Untuk kami berdua… Menapaki hari… Menjejaki mimpi
Dengan restumu, doamu, dan dengan permaafanmu
Pengharapan kami bisa memaknai cinta
Menuju cita… Meraih cinta sang Maha pemilik cinta
Sampai maut memisahkan kelak…

 
Image
#Lady Vhia, Oct 17th, 2012
Didedikasikan utk mengiringi prosesi sungkeman pada Akad Nikah Dian & Atenk 11-11-12…

Doa Gadis Kecil…

Rabbi…
Andai aku bisa memilih…
Aku ingin kembali ke masa itu.
Kan ku pinta ayah bundaku untuk tetap bersamaku.
Sehingga aku tak merasa hampa…

Rabbi…
Andai aku boleh memilih…
Aku ingin tetap tinggal dengan mereka…
Agar aku tak merasa sakit dan kecewa…

Rabbi…
Andai aku boleh memohon…
Jaga mereka selalu dan ampuni mereka
Karena tak menjaga amanahmu…

Rabbi…
Andai aku boleh meminta…
Aku ingin bertemu mereka…
Walau hanya sekejap…
Sekali dalam hidupku.

Walau tanpa kata…
Walau tanpa sentuhan…
Hanya ingin melihat mereka.
Itu saja…

# Lady Vhia – October 10th, 2011
Sebuah harapan dari mereka yang tidak pernah bertemu orang tua mereka sejak bayi…

Bidadari Badung

Image

Aku bidadari badungmu…

Kini melangkah sendiri di tengah sepi

Lewati hari yang tak terperi…

Hanya sendiri…

Aku bidadari badungmu…

Masih mencari satu mimpi

Meski harus lelah menanti

Dalam sepi…

Biarkan aku berlari

Mengejar mimpiku walau tak pasti

Meski harus kutinggalkanmu

Menjauh darimu…

Biarkan aku terbang tinggi

Kepakkan sayap yang sempat patah

Tuk wujudkan semua asa

Yang sempat kandas dibalik arang

Dan aku akan tetap menjadi

Bidadari Badungmu, Mom…!!!

*Lady Vhia*

In the corner of Silence, May 07th, 2011

“Really need Mom’s Hug…* (-,_-,)

I Cry…

Image

Jika aku menangis

Bukan berarti aku adalah cengeng

Bukan pula berarti aku lemah

Tidak pun berarti aku kalah

 

Bila aku menangis

Aku hanya ingin sendiri

Melepas penat di hati

Yang takkan pernah terobati

 

Air mata bukanlah lambang kelemahan

Ataupun pertanda kekalahan

Karena dengan menangis aku mampu

Melepas semua resah di hatiku

 

Dan saat ini…

Aku hanya ingin menangis…

 

* Lady Vhia*

di sabtu malam yang sepi… tiba-tiba ingin menangis… entah kenapa…

Saturday, March 12, 2011 at 10:55pm

Resah Hati…

Image

 

Tiba-tiba menjadi takut pada malam…

Aku takut esok hari aku tak bisa lagi melihat matahariku…

Tiba-tiba menjadi takut pada malam…

Aku takut esok hari aku tak bisa bersamanya lagi…

 

Kalau esok engkau benar meninggalkanku…

Sanggupkah aku menyapa mentari??

Kalau esok engkau benar meninggalkanku…

Mampukah diri ini bertahan dalam sepi??

 

Aku ingin semua ini hanya mimpi.

Mimpi yang sekalipun takkan pernah terwujud.

Dan kita kelak akan tetap bersama bernyanyi.

Melantunkan nada-nada doa dalam sebuah lagu.

 

* Lady Vhia *

January 16, 2011 at 7:46am

Tentang Harapan…

Image

 

Harapan…

Setiap orang pasti memiliki harapan. Yang akan teruntai menjadi sebuah doa. Yang berbeda adalah bagaimana orang tersebut memperlakukan harapan itu. Akankah ia mengejar dan meraihnya? Atau bahkan malah menyimpannya rapat-rapat di dalam sebuah kotak? Yang akhirnya hanya bersemayam di sudut hati tanpa terjamah sedikitpun.

Aku punya harapan… Banyak mimpi yang sudah sering kurajut dan kugantungkan tinggi-tinggi menuju nirwana. Dengan pengharapan Allah akan membacanya dan mengabulkan setiap mimpiku. Namun tak sedikit Allah membuat semua mimpiku hanya bertaburan di angkasa tanpa satu perwujudan sekecil apapun itu.

Dan tak jarang pula aku merasa letih dan merasa berada di satu titik paling bawah dari pengharapan. Merasa Allah tak pernah menjawab doaku. Merasa Allah tak pernah sayang dan sedikit saja memberi anugerahNya untuk mewujudkan mimpiku. Selalu dan selalu aku berburuk sangka kepada-Nya… Astaghfirullah…

Tapi semakin aku berburuk sangka, semakin Dia membuatku merasa tersudut pada satu pola pikir yang sempit. Yang membuat kita tak bisa lagi berpikir jernih. Dan menyiksa pada satu pengharapan yang kosong. Menjadi merasa tak memiliki arti.

Bahkan terkadang aku merasa sendiri. Tak memiliki siapa-siapa yang akan membantuku meraih mimpi. Bahkan mimpiku untuk bersama seseorang selalu dipatahkan dengan keangkuhan dan keegoisannya. Padahal dia yang memberiku peralatan rajut untuk merajut mimpiku. Tak cukup dengan itu. Tak sedikit pula orang-orang yang menjenggal mimpiku. Menangkapnya dan membuangnya bagai sampah kertas yang terkoyak. Seolah-olah mereka mengecilkan makna mimpi yang ku punya.

Tapi lagi-lagi Allah menyadarkanku untuk tidak menggantungkan mimpiku pada manusia lainnya. Karena hanya pada Allahlah satu-satunya tempatku menggantung mimpiku. Hanya pada-Nyalah doa-doaku kan terus berterbangan menuju singgasana-Nya. Hanya tinggal percaya, sabar dan ikhlas… Semoga Allah senantiasa memberi ketiga hal tersebut pada diriku… Amiiinnn…

Aku akan tetap bermimpi… Bermimpi dan cuma kita yang tahu… Keep my secret ya Allah…!!! Miss Ur Hug in the Silence Night….

Semangaat Pagiiii…!!! Have a Nice Day…!!! Keep on dreaming… And follow it… Lukiskan di atas canvas dunia dan tunjukkan pada dunia, bahwa Anda BERANI BERMIMPI…

Lady Vhia

January 4, 2011 at 10:06am

Aku Ingin Hilang

Aku ingin hilang…

Seperti asap rokok yang sering kau sebulkan.

Aku ingin hilang…

Seperti siang yang tersembunyi di balik malam.

Aku ingin hilang…

Laksana pasir yang terlepas dari genggaman.

Aku ingin hilang…

Melepas semua mimpi yang tak pernah terjawab.

 

Aku hanya ingin hilang…

Laksana kupu-kupu yang terbang terbawa angin…

Aku hanya ingin hilang…

Tanpa jejak yang akan bisa kau temui.

Aku hanya ingin hilang…

Agar kamu tak lagi perlu meresah di hati.

Aku hanya ingin hilang…

Dalam sepi yang kau berikan tanpa arti.

 

Aku hanya ingin hilang…

Lepas dari semua penat ini.

Tak ingin berharap lagi.

Aku hanya ingin hilang…

Biarkan aku menjadi mati.

Tanpa ada yang menemani…

 

 

*Lady Vhia, 24/12/2010

Catatan hampa di siang ini. Sehampa hatiku yang semakin lama semakin merapuh…

Coretan Gelisah Hati

MImageasih seperti malam-malam kemarin, gelisah ini tetap tak mau pergi. Menyeruak ke dalam lubuk hati yang terdalam. Meninggalkan sejuta tanya tanpa jawab. Seiring dengan bergulirnya waktu. Menyatu ke dalam aliran darah tubuh ini.

Seketika di hadapanku hanya ada gelap. Tanpa batas… Tanpa udara… Terasa begitu menyesakkan. Tapi aku tahu… Aku harus bisa melewati itu semua. Mencari sebuah titik cahaya untuk menerangi jalan. Meski saat ini harus meraba di kegelapan.

Dahulu engkau datang membawa cahaya. Bersama secercah harap akan suatu mimpi. Membuaiku dalam angan yang tak berkesudahan. Menyemai harap melambung tinggi. Kamu datang… dengan sederhana… Seperti satu bintang di langit kelam.

Kita pun saling mengisi… Membagi kekosongan hati dengan nyanyian-nyanyian persahabatan. Kemudian menjadi puisi-puisi asmara. Yang digubah dalam pekatnya malam. Berbagi dan hanya kita yang tahu… Menjadikannya sebuah kebersamaan yang tak kan pernah bisa kulupakan.

Dahulu ada jemarimu yang mengusap air mataku kala sedih senantiasa menghampiriku. Dahulu ada tanganmu yang kokoh merangkulku kala aku mulai rapuh. Memberiku satu kekuatan baru untuk tetap bertahan. Dahulu ada bahumu tempat untukku menyandarkan letihku… Letih pada kemunafikan duniawi… Lelah terhadap pencarian jati diriku…

Dahulu masih ada senyummu yang selalu menyambutku saat kita bertemu di akhir hari. Dahulu ada tawamu yang lucu yang senantiasa menghiburku di setiap hari-hariku. Dahulu tak pernah kau lelah berceloteh tentang makna kehidupan. Membawaku pada satu pendewasaan diri.

Dan kali ini kembali aku rapuh… Laksana gelas yang retak menanti hancur berkeping-keping. Terjatuh dari ketinggian angan yang sempat kurajut tinggi. Menyudutkan aku pada pengharapan yang hampa. dan semua itu kulalui sendiri… Tak ada lagi kamu yang dulu…

Aku memang kerdil… Dan akan tetap selalu kecil di matamu. Seberapa besar penghargaan yang kuberikan padamu, aku tetaplah tak berarti apa-apa untukmu. Seberapa besar kasih dan sayang tulus yang ku berikan, tetaplah tak mampu meraih hatimu yang angkuh.

Kamu memang Tuan Hitamku… Yang terlalu hebat sehingga aku tak layak untuk menjadi kekasihmu. Yang terlalu sempurna sehingga aku tak boleh meminta hatimu. Yang terlalu kaya untuk orang yang tak berharta sepertiku. Karena aku hanyalah makhluk kecil tak bernilai di matamu.

Tapi salahkah aku masih berharap? Tetap memintamu menjadi yang terbaik dalam hidupku… Salahkah aku Ya Rahiiim…??? Sampai engkau membalikkan keadaan menjadi tak seperti dulu lagi. Apakah kami terlalu jauh melangkah pada sesuatu yang tak kau bolehkan?? Apakah cinta ini adalah suatu kesalahan sehingga kau selalu memberi keraguan di hatinya??

Hanya mampu aku bertanya tanpa ada jawabnya. Membuat bintangku kembali meredup. Tertutup awan hitam di gelap malam. Tersimpan dalam sudut hati yang gelisah menantimu…

 

Lady Vhia

24/11/2010 – 01:07am

“Allah pasti kabulin apa yang aku minta kan Mas? Seperti yang selalu kamu bilang dulu. Allah itu adil. Iya kan Mas???” kembali aku bertanya… entah pada siapa…

Happy 31st Birthday, Mas Itemku!!!

12:00 AM – 22/11/2010

Image

Trererererererereretttt….

Alarmku berbunyi menandakan hari ini memasuki hari kelahiranmu. Met Milad, masku yang baik…!!! Alhamdulillah tahun ini aku masih dikasi kesempatan untuk sama-sama dengan kamu di hari ulang tahun kamu. Semoga kebersamaan ini tak pernah berakhir sampai maut yang memisahkan kita.

Di awal dini hari ini, kupanjatkan doa untukmu di hari miladmu. Semoga kamu senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga kamu senantiasa pula diberikan kesehatan agar mampu menjalani hari-harimu yang amat terasa berat ini. Dan semoga Allah segera memberi jalan keluar atas segala permasalahan-permasalahan hidup kamu. Agar kamu bisa lebih ringan dan pasti dalam melangkah.

Hari ini aku membuatkanmu Cake special. Tapi nggak tau rasanya gimana. Soalnya hari ini aku mendadak nggak konsen buatnya. Kepikiran takut-takut kamu akan marah seperti tahun lalu karena aku bermaksud untuk merayakan ulang tahun kamu. Semoga kamu suka…

Satu hal yang perlu kamu tahu, aku merayakan ultahmu bukan karena aku mencari perhatianmu. Aku melakukan ini semua ya karena beginilah caraku menyayangi seseorang. Bukan cuma kamu, Orang-orang yang sangat dekat di hati aku semua kuperlakukan sama seperti apa yang kulakukan ke kamu di setiap ultah mereka.

Aku hanya ingin memberikanmu satu kejutan-kejutan sederhana, dengan cara yang teramat sederhana. Sehingga kamu bisa merasakan kebersamaan yang ku berikan. Aku tidak pernah memintamu melakukan hal yang sama di hari miladku. Cukup kamu ingat, aku sangat mengucapkan terima kasih. Aku hanya tidak bisa memberikanmu kado yang mewah seperti yang ia selalu berikan ke kamu. Aku tak memiliki sejumlah rupiah untuk itu semua. Aku hanya bisa memberikanmu suguhan sederhana ini. Bukan untuk meminta balasan. Tapi inilah salah satu caraku mencintaimu.

Andai kamu selalu mengerti dan coba untuk pelajari makna dari apa-apa saja yang telah aku lakukan ke kamu. Bukan hanya bisanya salah paham sehingga meningkatkan emosi yang berkepanjangan. Semua ini kulakukan karena aku sayang kamu. Meski cintaku salah…

Kamu terlalu baik , Mas… Bahkan aku sangat memujamu… Karena kamu baik… Kamu satu-satunya orang yang saat ini masih peduli padaku. Walau aku tak pernah tahu nilai keikhlasan di hatimu. Kamulah satu-satunya keluarga, sahabatku disini. Setidaknya pada saat ini. Meski kamu marah, tapi aku tak pernah bisa melihat marahmu. Dibalik itu semua aku tahu, jauh di lubuk hatimu yang paling dalam, kamu nggak mau bersikap seperti ini padaku.

Kalau aku sering meneleponmu saat kamu nggak ada di dekat aku, itu bukan karena aku ingin mengganggumu. Tapi memang aku sedang butuh teman. Aku cuma pengen ngobrol. Melerai kesepian yang merajai hati. Kalau aku selalu memintamu untuk makan di rumah. Itu hanya karena aku ingin dekat dengan kamu. Meski kita hanya diam walau berada di satu ruangan. Setiap hari hanya pada moment makan malamlah kita bisa bertemu. Selebihnya waktu kamu banyak kamu habiskan diluar. Hari kerja pagi sampai malam kamu di kantor. Weekend kamu pergi sama dia. Hanya saat-saat itulah, meski cuma 30menit. Itu cukup untuk membuatku merasa senang berbagi dengan kamu.

Kalau aku sering kamu nilai bawel. Itu karena aku merasa apa yang aku pikirkan benar. Tapi kalau itu tidak sejalan denganmu, kamu akan marah bukan mendiskusikannya. Alhasil, kita hanya bisa berdiam seperti dua orang yang tak saling kenal. Kalau aku salah aku juga pasti akan terima kamu katakan aku salah.

Entahlah, aku tak pernah benar-benar mengerti hatimu. Meski kamu selalu meminta untukku melihatmu tidak dengan emosi. Tapi aku terkadang masih tak mengerti hatimu yang sesungguhnya. Hanya bisa tawakal atas kebesaran cinta Allah yang sempat tertitipkan di hati kita berdua.

Met milad, Mas…!!! Semoga kita akan senantiasa tetap bersama-sama. Semoga Allah menjadikanmu yang terbaik bagiku. Menjadi imam dalam setiap shalat-shalatku dan juga kehidupanku nanti. Menjadi seorang kakak yang senantiasa melindungiku. (Aku rindu kamu peluk aku untuk memberiku kekuatan disaat aku merapuh dulu). Menjadi seorang ayah yang senantiasa memberi petuah-petuah bijaksana. Menjadikanku lebih bisa memaknai hidup.

Semoga rejeki, kedudukan, posisi, dan tanggung jawab yang kamu emban, tidak membuatmu lupa diri, angkuh dan sombong dalam berperilaku pada orang lain. Tetap jadi masku yang selalu penuh semangat!!! Dengan gigi gingsul yang tersembul di setiap senyumanmu. Dengan tangan kokoh yang mengepal ke udara.

Akhirul kata, aku hanya ingin kamu tahu… Aku sayang kamu… Sama seperti saat pertama kali aku bertemu. Sama seperti saat pertama kali kamu menyentuh hatiku. Meski kini kamu tengah meninggalkanku dalam keadaan yang menggantung tak jelas arah. Namun, selama aku masih disini, aku tak akan pernah emnghapus sedikit saja cinta di hatiku. Hanya Allah yang berhak menghapus dan mengambil titipan cinta-Nya untukmu melalui aku…
Besok pagi kita tiup lilin yaaa!!! Love U, Birthday Man…!!! Keep smiling!!! It is Ur day…

 

 

 

Lady Vhia

22/11/2010, 12;30 AM


Aku dan Pinguin Pinkku…

Seorang sahabat bertanya padaku, “Kemana bebeknya mas item??”. Aku pun mendadak bingung dengan pertanyaannya. Bebek Mas Item?? Sejak kapan masku itu miara bebek? Ada juga 3 ekor lele dan si tempus yang selalu ngintil kalau ada orang di rumahnya.

Ternyata yang dimaksud adalah boneka pinguin pink hadiah dari salah satu bank atas aplikasi kredit yang diajukannya 1 tahun lebih yang lalu. Dan satu yang paling membuatku bahagia, dia masih ingat bahwa boneka pink itu juga menjadi saksi kebersamaan kami yang indah dulu.

Ya… pinguin pink itu dia berikan waktu aku sedang merasa sedih. Tiba-tiba dia datang membawa boneka itu dan mencoba untuk menghiburku. Dan dia memang jagonya ngebanyol. Akhirnya boneka pinguin pink itu selalu menemaniku kalau aku lagi sedih. Dengan dia juga pastinya.

Sekarang boneka pink itu hanya tergeletak di sebelah bantalku. Hanya berdiri mematung tak mampu menghibur setiap laraku. Hanya mampu berdiam diri setiap aku menangis. Karena sang pemiliknya tidak pernah menghidupkannya kembali.

Ya… bulan-bulan lalu adalah masa terberat dalam hidupku. Terlebih semenjak aku memutuskan untuk resign dari kantor lamaku. Dia menjadi semakin emosian, selalu marah-marah, menganggapku selalu salah. Namun, sungguh hanya doa dan cinta yang tulus yang mampu merubahnya. Dan tak lupa pula semua ini karena campur tangan Allah Yang Mahamembolak-balikkan hati manusia.

Dia kembali lagi seperti dulu. Meski cintanya masih terselimuti egois dan gengsi. Mencoba untuk mengingkari bahwa kami pernah saling cinta. Setidaknya aku masih bisa melihat tawanya yang dulu. Yang selama ini aku rindukan. Gigi gingsulnya yang tersembul setiap kali dia tertawa. Dan juga matanya yang menyipit sehingga kerutan-kerutan di pinggir matanya timbul. Ah… aku begitu merindukan tawa itu. Tawa yang dulu selalu hadir di setiap hari-hariku.

Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, akankah kebersamaan ini akan berakhir tidak sempurna? Apakah semua mimpi-mimpi yang kugantungkan tinggi di langit malam hanya akan tetap menjadi kelam? Aku tak pernah sanggup membayangkan hidupku tanpa dirinya. Apalagi di tengah kesendirianku saat ini.

Kadang resah dan gelisah selalu menghantuiku setiap malam. Membuatku terjaga sampai larut malam. Memberikan energi negatif pada pikiranku. Melemahkan semua mimpi dan harapku. Namun aku percaya, Allah itu Mahaadil. Seperti yang selalu dikatakannya dulu. Akan ada balasan bagi orang-orang yang mau bersabar di jalan-Nya. Akan ada kebahagiaan di balik setiap tetesan air mata. Akan ada mimpi yang terwujud bila kita percaya pada kekuatan doa.

Aku rindu pinguin pinkku yang dulu. Yang senantiasa menghiburku di setiap malam. Tidak cuma diam, bengong seperti sapi ompong… Mungkin karena aku terlalu lemah sehingga ia meninggalkan ceria. Mungkin karena aku terlalu memaksa, sehingga ia berubah tak lagi bijaksana.

Semoga malam-malam selanjutnya tetap akan ada dia yang senantiasa menghiburku dengan Pinguin Pinkku. Akan kembali juga teman narsisku (kangen pengen foto2 sama kamu lagi kayak dulu). Akan kembali juga cintanya yang seperti dulu.

Aku masih menunggu… Menunggu… Dan cuma kita dan Allah yang tahu…Love U, Mas Itemku…!!!


Image

 

 

Lady Vhia

19/11/2010

Coretan iseng malam hari ungkapan isi hatiku untukmu, Tuan Hitamku… Tetap semangat!!! Meski raga kadang terasa lelah…

Previous Older Entries

Design a site like this with WordPress.com
Get started