Primum Non Nocere

To Cure Sometimes, To Relieve Often, To Comfort Always

Habilbuuuuullll apa kabaaaaar?

Aku lagi stase Natuna nih Bil. Sumpahhhhhh Natuna ini effortlessly pretty. I’m sure you’ll love the photos I’ll spam you with!!! Ahahahaha. Aduh kebayang banget lagi reaksi-reaksimu….

Tapi aku yakin kamu juga pasti tau lah ya keindahan Natuna dari atas sana. Malah mungkin view-mu lebih bagus yakkkk daripada aku si mortal yang ngeliatnya dari bumi ini :))))

Btw Bil, tau nggak sih, pas Natuna ini aku ketemu banyak temen-temen baru. Alhamdulillah temen-temenku disini pada baik-baik semuaaaa, nggak ada yang aneh-aneh. Tapi ada satu orang yang aku lumayan nyambung, and he kinda reminds me of you. Sifat kalian sih beda ya (walaupun mungkin kalo dipikir-pikir ada miripnya????), tapi the feeling that I get when I’m with him, feels pretty similar like the feeling I get when I’m with you. Temenannya baru 14 hari sih WAKAKAKAKAKA, tapi ya aku bener-bener bersyukur ketemu orang baru yang bisa nyambung. Adult friendship is hard gak sih Bil…….. Sering-seringnya ketemu orang yang nggak nyambung, atau nyambung tapi butuh effort. Jadi ketika nyambungnya effortless tuh rasanya gimana ya…. Kamu pasti paham rasanya.

Kamu tau sendiri kan Bil, tiap aku pengen ngobrol sama orang yang nyambung, aku pasti kangen kamu banget AHAHAHAHAHA. Soalnya sejujurnya semenjak masuk residensi ini, gak banyak orang baru yang aku bisa merasa nyaman buat cerita macem-macem. Ga banyak orang baru yang bisa aku percaya buat masuk ke inner circle-ku… Ga banyak orang baru yang obrolannya tuh meaningful tapi tetep fun, bahkan mungkin bisa dibilang nggak ada :”)

It can be very lonely sometimes, tapi ya sudahlah.

Jujur ini sekarang di mess jadi agak mellow dan feeling nostalgic karena keinget kamu Bil hihihi. Yah, mungkin Allah kirimkan aku temen baru ini untuk mengobati sedikit rasa kangen sama kamu ya Bil? :”)

Lagi merasa hollow, merasa kosong, merasa empty

Berusaha mencari sesuatu yang bikin content, tapi ya, dalam pengalaman selama ini, yang bikin hati terasa penuh tuh “cuma” keluarga. Ketemu sama Ayah, Mama, adek2ku. Mungkin lagi butuh pulang apa ya…..

Kalau dipikir-pikir terakhir pulang itu lebaran, April ya? Udah 7 bulan…. Walaupun Afa dan Mia sempet main ke Jakarta bulan September kemarin. Waktu itu Zaki dan Afa nonton Muse, sehingga Afa ke Jakarta. Karena Afa ke Jakarta, yaudah deh Mia sekalian aja.

Sempet kepikiran pengen umroh deh, wkwkwkwkk aku si pendosa ini, tapi namanya panggilan Allah kan nggak ada yang tau ya, siapa tau dapet rejeki yang nggak disangka-sangka…….

Lagi merasa se-kosong itu I don’t even know how to put my thoughts into words… Kayak…. Beneran kosong I’ve got nothing to say……..

Semenjak episode depresiku, aku belajar bahwa emosi yang intense (terutama emosi negatif), kalau nggak diregulasi dengan baik, it will be very very easy to slip back into that deep pit of depression.

Ketika lagi fase akut-akutnya, misal ada suatu kejadian yang memicu emosi negatif yang sangat intense (sedih, cemas, perasaan bersalah, kecewa), aku tau aku harus meregulasi emosi tersebut, agar emosi ini tidak berlarut-larut dan tidak berkepanjangan.

Cuma yang kemudian jadi pertanyaan, bagaimana cara meregulasi emosi tersebut dengan baik?

Kalau kasusku, talking to my closest people always help. Saat fase akut dan emosinya lebih dominan, sulit untuk kita berpikir logis dan rasional. Ketika cerita ke orang terdekat, mereka cenderung netral, obyektif, tapi tetap punya compassion & empati ke kita. Emosi kita bisa tervalidasi, tapi saran mereka juga bisa membantu kita keluar dari luapan emosi dan membuat kita berpikir lebih jernih. Kemudian ada perasaan bahwa kita enggak sendirian di dunia ini. Ada mereka, yang sayang sama kita sampai mereka tuh mau peduli sama kita. If you have people like that in your life, hold on to them dearly.

Tapi, gimana kalau kejadian pemicunya itu terlalu overwhelming you can’t put your story into words? Jujur aku pun juga baru pertama kali mengalami. Kejadian pemicunya terlalu bombastis, menghabiskan energi, dan butuh penyelesaian. Jadinya setelah kejadian pemicu teratasi, rasanya udah nggak punya energi sama sekali untuk sekedar cerita sama orang lain…….

Jenis emosi yang muncul menemani pun juga baru, dan sangat kompleks, sehingga sulit untuk mereduksinya jadi satu jenis aja. I think self-loathing is the proper term for what I’m feeling right now…..

I just spent an hour crying in the darkness of my room earlier this evening. It felt like the tears COULD NOT stop flowing. It was very overwhelming I chose to just surrender and let everything out. Thankfully my husband went back home and he pulled me out of my misery. We didn’t get to talk a lot because I was so drained…

Honestly, I don’t know how to regulate this feelings and emotions. Even after such a ugly crying session, the bad feelings still lingers. It’s 2 fucking AM in the morning and I can’t sleep, even though I’m exhausted. My body aches, my heart aches…….

I think writing can help. I really hope I will feeling better in the morning…..

I know this is completely irrelevant, yet it happened. Kemarin Taehyung udah selesai wamil, lalu hari ini dia upload foto dan repost story di Instagram. Pas lihat dia update tuh rasanya bener-bener kaya mau meledak………….. Terus tiba-tiba jadi kangen Habil (nggak nyambung kan?)

Tahun 2018 (anjirrrrrrrrr udah 7 tahun yang lalu), sempat ada fase yang bener-bener kaya gini :

Gabut? Telpon Habil

Bosen? Telpon Habil

Mumet sama kerjaan akreditasi? Telpon Habil

Setres mau persiapan PPDS? Telpon Habil

Bener-bener ada masa dimana Habil adalah orang yang paling sering aku hubungi (ya setelah Mbak Acha dan bojoku pada masa itu). Isi telponannya pun nggak penting banget :)))) Cuma ngobrol ngalor ngidul, ece-ecean, ketawa-ketiwi bareng-bareng, aduh bener-bener nggak penting :))) Ada juga sih, pembicaraan penting ngobrolin masa depan, seperti Habil cerita persiapan nikah, Habil ngasih aku wejangan tentang daftar PPDS. Tapi beneran lebih banyak ngikik-ngikik kaya orang gila berdua. Dan yang paling bikin seneng dari kegiatan telponan itu adalah, he reciprocated the feeling!!!!! Jadi nggak ada tuh namanya aku doang yang ngajak telponan. Sering banget dapet WA kaya gini:

“Pek gabut gak? Telpon yok”

“Pek lagi apa? Mau konsul”

“Peeeeeeeeeeekkkk pengen curhat”

Padahal tahun 2018 itu, kami sama-sama baru selesai internship. Dan setelah internship, qadarullah BELOM PERNAH ketemu berdua in-person. Tapi obrolan lewat chat dan telpon tuh nggak pernah berhenti….. Sayang ya, pada waktu itu aku nggak menyadari kalau hubungan persahabatan yang kami punya tuh, hubungan yang berharga. I knew he was my best friend, but I didn’t realize how precious this friendship was.

Setelah kepergiannya, beneran baru deh menyadari kalau punya orang terdekat yang bisa kamu hubungi kapan aja, kamu ajak ngobrol apa aja, dan perasaannya itu nggak hanya satu sisi tapi juga timbal balik, itu sulit banget loh. What we had was priceless, a bond that I will cherish forever, even though he no longer exist in this world.

Menurutku susahnya kangen sama seseorang yang berharga di hidupmu, tapi orangnya udah nggak ada tuh, ya kayak gini ini. Kangennya cuma satu sisi hihi. Udah gitu nggak bisa disampaikan ke orangnya pula. Kalau aku kangen sahabat-sahabatku yang lain mungkin bisa dengan mudah bilang, “Eh aku kangen deh, ketemu yukk.” Atau “Eh kangen deh, kamu apa kabar?”

Makanya karena kangen Habil, jadi nulis ini deh. Apa kabar disana Bil? Kangen bangeeeeeeeeeeeeeeettttt ngobrol dan cekikikan bareng kamu. Semoga Allah lapangkan dan terangkan kuburmu ya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu…

Read how I felt about him four years ago below

Astaga, terakhir ngepost di sini ternyata 1 tahun yang lalu *bersihin sarang laba-laba*

Sekarang jam 1 dini hari. Dari beberapa waktu lalu lagi batuk dan agak nggak enak badan, sebenernya semalem udah mencoba tidur gasik biar cukup istirahat, tapi tidurnya light banget dari tadi. Kebangun karena batuk, tidur lagi. Gak berapa lama langsung kebangun lagi karena batuk lagi, batuk terus sampe rasanya mual mau muntah.

Akhirnya kebangun aja dan ilang ngantuknya…….

Bawaan orang yang lagi sakit kali ya…. kangen rumah banget. Kangen Mama. Kangen Ayah. Kangen adek-adekku…. Mia lagi KKN jadi ya nggak seleluasa biasanya kalo mau telpon atau video call buat sambat, hahaha. Cepat selesaikan KKNmu Mikkkkkkkk, aku butuh teman sambatku.

Keknya aku spent too much time on the internet lately deh. Butuh ngobrol beneran sama orang-orang buat recharge jiwa dan energi……. Gila ya ngobrol sama orang yang nyambung, yang obrolannya bisa meaningful tapi tetep fun, tuh ternyata susah banget, padahal udah era internet yang sangat-sangat gampang untuk ngobrol sama orang :)))))

Selalu kangen Habil kalau mood dan energi lagi kayak gini. Selama 30 tahun hidup, Habil tuh salah satu orang terbaikku buat mengisi jiwa dan energi, simply dengan ngobrol aja…… Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu