Taubat

Featured

Tags

, , , ,

Jika mendengar kata taubat kira-kira taubat apa yang pernah kita kerjakan atau taubat apa yang ingin kita lakukan. Taubat itu identiknya dengan kesalahan yang berkaitan dengan keagamaan. Taubat mengikrarkan bahwa kita salah, mengaku berdosa diiringi penyesalan dalam hati dan berusaha meninggalkan pekerjaan yang salah atau keliru tersebut.

Misalkan, sering melakukan kecurangan dalam timbangan jual beli, melakukan jual beli dengan barang oplosan, membohongi pelanggan, sering meninggalkan ibadah, dan melakukan kesalahan-kesalahan lainnya.

Taubat itu sesuatu yang susah karena biasanya berkaitan dengan kebiasaan yang sudah mendarah daging, Beda halnya ketika sebuah kesalahan terjadi secara insidental biasanya kita akan cepat memperbaiki diri.

Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas taubat dari sudut pandang yang berbeda. Setiap kita adalah seorang anak, seorang ayah atau seorang ibu, seorang teman, seoran istri atau suami, seorang karyawan atau seorang bos, seorang murid atau seorang guru dan fungsi-fungsi lainnya yang kita miliki sebagai manusia.

Sebagai seorang anak, pernahkan kita bertaubat kepada Allah akan kesalahan-kesalahan kita sebagai seorang anak. Pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum Allah terkait perilaku seorang anak kepada orang tuanya?

Sebagai seorang ayah atau ibu, apakah kita pernah bertaubat akan kesalahan-kesalahan kita dalam menjaga amanah Allah yaitu anak-anak kita? Mulai dari makanan, pola asuh, pendidikan, perhatian, kasih sayang dan kesalahan-kesalahan lainnya yang berkaitan dengan aturan dan norma dari Allah.

Sebagai seorang tertangga, pernahkah kita bertaubat dari perilaku kita yang kurang ajar, meresahkan tetangga, menyusahkan tetangga, memusuhi tetangga, mengancam tetangga, menuduh tentangga yang bukan-bukan, ingin tetangga berbuat baik kepada kita padahal kita sendiri tidak pernah berbuat baik, dan kesalahan lainnya yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah.

Sebagai seorang teman, pernahkan kita bertaubat kepada Allah karena tidak mengajak teman kepada kebaikan, dan saling mengingatkan untuk berbuat baik.

Sebagai seorang murid, apakah kita pernah bertaubat karena perilaku kita kepada guru baik langsung maupun tidak langsung. Menyakiti hatinya dengan perkataan dan perbuatan, menyakiti hatinya dengan menyia-nyiakan ilmunya.

Sebagai seorang guru, pernahkan kita bertaubat karena kesalahan dalam mengajar, memberikan pemahaman yang salah atau keliru, menyuruh murid berbuat baik, padahal diri sendiri melanggarnya.

Sebagai seorang suami/istri pernahkah kita bertaubat atas kesalahan-kesalahan dan kelalaian sebagai pasangan. Kurang menafkahi, kurang kasih sayang, sering marah-marah dan seterusnya.

Sebagai seseorang yang memiliki senjata berupa “DOA”. pernahkah kita mendoakan orang-orang yang baik mendapatkan kebaikan, mendoakan orang-orang jahat agar Allah membalikan hatinya menjadi baik, mendoakan pemimpin-pemimpin rakyat yang tidak amanah agar menjadi amanah.

Jadi, marilah kita bertaubat diawali dengan niat yang tulus, mengharapkan ketentraman yang hakiki.

10 penyakit paling berbahaya dan mematikan

Image

Berikut adalah 10 penyakit paling berbahaya dan mematikan di dunia pada tahun 2025, berdasarkan data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):


1. Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit jantung iskemik, atau penyakit jantung koroner, tetap menjadi penyebab utama kematian global. Pada tahun 2021, penyakit ini menyumbang sekitar 13% dari total kematian dunia, dengan lebih dari 9 juta jiwa meninggal akibat kondisi ini. Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah ke jantung terhambat akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Faktor risiko utama termasuk hipertensi, diabetes, merokok, dan pola makan tidak sehat. (newliving.id, health.detik.com, idntimes.com)


2. COVID-19

Meskipun status darurat kesehatan global telah berakhir, COVID-19 masih menjadi ancaman signifikan. Pada tahun 2021, virus ini menyebabkan sekitar 8,8 juta kematian di seluruh dunia. Varian baru seperti XEC yang lebih menular telah muncul, memicu lonjakan kasus di beberapa negara. (mykidz.clinic, health.detik.com)


3. Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat pembuluh darah yang tersumbat (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Kondisi ini menyebabkan kematian jaringan otak dan bisa berakibat kematian atau menimbulkan kecacatan seumur hidup. Penanganan cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang hidup penderita stroke, namun pencegahan tetap yang terbaik melalui pengelolaan tekanan darah, pola makan sehat, dan berolahraga. (newliving.id)


4. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

PPOK adalah penyakit paru-paru yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Ia dapat membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Gejalanya meliputi batuk berkepanjangan, produksi lendir yang berlebihan, serta infeksi pernapasan. Penyakit ini berkontribusi terhadap 5,6% kematian di dunia atau setara dengan 3,1 juta orang. (idntimes.com)


5. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Infeksi saluran pernapasan bawah adalah penyakit yang menyerang paru-paru, pembuluh pulmonalis, trakea, bronkus, dan diafragma. Jenis infeksi ini biasanya lebih parah daripada yang menyerang pernapasan atas. Data WHO tahun 2015 menyatakan bahwa ia berkontribusi terhadap 5,7% kematian di seluruh dunia. Jenis-jenis infeksi dapat berupa pneumonia, bronkitis, tuberkulosis, dan influenza. (idntimes.com)


6. Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru

Kanker pernapasan terdiri dari kanker trakea, laring, bronkus, dan paru-paru. Penyebab utamanya adalah merokok, menghirup asap rokok, dan racun dari polusi udara. Studi dari European Review tahun 2015 melaporkan bahwa jenis kanker ini bisa membunuh empat juta orang setiap tahunnya. Uniknya, kebanyakan korban berasal dari negara berkembang karena kondisi udara mereka pada umumnya lebih buruk. (idntimes.com)


7. Alzheimer dan Penyakit Demensia

Alzheimer dan demensia memang jarang dikaitkan dengan risiko kematian. Namun kedua penyakit ini bisa menyebabkan kehilangan ingatan yang lambat laun akan menyebabkan kerusakan mental dan memori. Penyakit ini disebabkan oleh masalah memori ringan seperti tidak mampu mengingat sesuatu. Sampai akhirnya fungsi otak akan menurun hingga mengakibatkan kematian. (detik.com)


8. Diabetes Melitus

Diabetes atau yang dikenal sebagai penyakit gula adalah biang kerok dari 1,6 juta kematian di tahun 2015, menurut data WHO. Terdapat beberapa faktor risiko dari penyakit ini, di antaranya adalah obesitas, pola makan yang tidak sehat, faktor genetis, dan kurang olahraga. (idntimes.com)


9. Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal terjadi ketika ginjal mengalami gangguan seperti penumpukan limbah dan racun, anemia serta gangguan elektrolit. Gejala penyakit ginjal adalah muntah, kencing lebih sering dari biasanya, tidak nafsu makan hingga kram otot. Jika terjadi gagal ginjal, organ ini tidak lagi dapat membersihkan darah dengan baik. Seseorang dengan penyakit ginjal juga harus rutin mencuci darahnya. (detik.com)


10. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau TB adalah infeksi pernapasan bawah yang biasa disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Ketika kita menghirupnya, bakteri tersebut akan langsung menginfeksi paru-paru kita. Penyakit ini menyebabkan 1,3 juta kematian di tahun 2015. Secara keseluruhan, angka tersebut menurun 1,5 persen sejak tahun 2000. Namun sayangnya masih tergolong tinggi. (idntimes.com)


Design a site like this with WordPress.com
Get started