“Lir ilir lir ilir
Tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar”
Kali ini Author akan bawakan perbedaan siswa jaman dulu dan jaman sekarang dalam menyikapi lagu tradisional maupun nasional atau lagu anak-anak jaman dulu.
Sebenarnya sih Author cuma mau cerita. Tentang gimana sih murid-murid sekarang menanggapi lagu-lagu yang sesuai judul diatas.
● Jaman Dulu :
Waktu dulu Author masih SD sering banget diceritakan emaknya Author tentang kehidupan SDnya dulu. Jaman emaknya Author itu waktu SD, Kalau mau pulang sekolah itu harus nyanyi lagu-lagu nasional biar cepat pulang.
Ada juga kisah kakak Author waktu SMP yang tiap pagi di setelin lagu-lagu pe ruangan, tradisional.
Jaman Author SD pun juga tugas SBK itu pasti Nyanyi dan Nyanyinya lagu-lagu perjuangan. Tiap pagi SD Author juga nyetel lagu-lagu perjuangan dan tradisional.
Lagu anak jaman dulu? Temanya gak cuma friendship tapi macam-macam kan kayak: Abang Tukang Bakso, Lumba-lumba, Pelangi-Pelangi, Balonku, dan masih banyak lagi.
● Jaman Sekarang:
Sekarang? Gak yakin sih ada yang masih menyanyi lagu Perjuangan (Author juga kok Author jarang nyanyi lagu seperti judul diatas).
Mungkin gak terlalu masalah juga jika kita tidak menyanyi lagu-lagu seperti yang ada pada judul. Tapi, apakah kalian pernah kedapatan teman kalian berbicara seperti ini?.
“Lagu Tradisional itu cupu banget”.
“Yang nyanyi lagu Perjuangan cuma orang tua”.
“Daripada dengerin lagu jaman dulu yang untuk anak-anak mending dengerin lagu cinta yang lebih keren”.
Nah ini yang bikin Author nyesek. Please, lagu jaman dulu itu enak-enak. Lagu Perjuangan menunjukkan semangat. Lagu Tradisional menunjukkan sesuatu yang berarti dalam hidup. Tapi mereka? Membicarakan hal-hal aneh, tidak menghargai lagu-lagu seperti diatas.
Nah, Author mau ngasih tau. Tolong setidaknya kalian menghargai lagu-lagu tersebut. Gak usah download lagunya (kayak Author) cukup dengan nyanyi lagunya atau sekadar streaming di Youtube.
Dan jangan pernah kalian memandang remeh lagu-lagu tersebut. Karena lagu itu juga Indonesia bisa dikenal dengan akan budaya.
Woah~ gak terasa juga Author ngepost 3 post-an. Dan Author harus pamit soalnya Author gak akan pernah balik ke blog yang ini lagi. Tapi kalian masih bisa baca tulisan Author yang super absurd di blog baru Author. So, sampai jumpa dan sampai ketemu di blog baru Author~.

