Saling Berlomba dalam Kebaikan

Refleksi saya diakhir sepuluh malam kedua dibulan Ramadhan.

Sejatinya. Orang-orang yang memiliki keyakinan bahwa kehidupan akhirat itu ada. Mereka tidak akan menunda. Bahkan mereka saling berlomba dalam melakukan kebaikan. Terlebih khusus dibulan suci Ramadhan.

Semoga Alloh SWT memberikan hidayah kepada kita dan semua keturunan kita. Aamiin ya rabbal alamin.

Representasi Himpunan Bilangan Real Keberuntungan Manusia dalam Menghindari Perbuatan Dosa

Bilangan Real (R) didefinisikan sebagai himpunan semua bilangan pada garis bilangan. Setiap titik pada garis bilangan real mewakili tepat satu bilangan real. Urutan bilangan Real pada garis bilangan dimulai dari tak hingga (paling kanan), nol (ditengah) dan negatif tak hingga (paling kiri). Berikut representasi garis bilangan Real.

Image

Berdasarkan definisi di atas, Tabel di bawah ini adalah lima himpunan bagian bilangan Real (dimulai dari paling kanan garis), skala keberuntungan, dan kelompok manusia berdasarkan opini saya.

Image

Berikut adalah penjelasan mengenai kelompok manusia pada tabel di atas.

  1. Sangat beruntung adalah kelompok manusia yang mendapat privilege selalu terhindar dari melakukan perbuatan dosa. Para nabi dan rasul berada dalam kelompok ini.
  2. Beruntung adalah kelompok manusia yang pernah melakukan perbuatan dosa (terulang paling banyak dua kali), kemudian menyadari (tobat) bahwa perbuatan tersebut adalah dosa. Mereka ini segera kembali menjaga diri dari perbuatan dosa, sebelum Alloh SWT membuka aib mereka.
  3. Tidak beruntung adalah kelompok manusia yang beberapa kali berbuat dosa (terulang lebih dari dua kali), Pada perbuatan dosa yang pertama ybs mendapat peringatan, namun abai. Ybs mengulangi perbuatan dosa yang sama dan mendapat peringatan kedua, namun ybs masih tetap abai. Kemudian Allah SWT menampakkan dosa/aib ybs dihadapan manusia lain.
  4. Rugi adalah golongan manusia dibiarkan tenggelam dalam perbuatan dosa. Kelompok manusia yang beberapa kali melakukan perbuatan dosa (terulang lebih dari dua kali). Pada perbuatan dosa yang pertama ybs mendapat peringatan, namun abai. Ybs mengulangi perbuatan dosa yang sama, kemudian mendapat peringatan kedua, namun ybs masih tetap abai. Allah SWT menampakkan dosa/aib ybs dihadapan manusia lain, ybs masih saja abai bin bebal (tetap melakukan dosa yang sama). Akhirnya ybs dibiarkan tenggelam dalam perbuatan dosa.
  5. Bangkrut. Kelompok ini berada satu level dibawah kelompok manusia rugi (paling bawah). Kelompok manusia paling celaka.

Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam kelompok manusia beruntung. Aamiin yra.

Pertanggung jawaban Pidana Anak Berhadapan dengan Hukum sebagai Pelaku Tawuran

Salah satu tugas saya dalam mata kuliah Hukum Acara Pidana adalah membuat makalah. Kali ini saya membahas pertanggujawaban pidana anak berhadapan dengan hukum sebagai pelaku tawuran.

Barda Nawawi Arief (2008) mengemukakan bahwa “tindak pidana adalah perbuatan yang oleh masyarakat dianggap sebagai perbuatan tercela dan berbahaya, sehingga negara melalui hukum pidana menetapkannya sebagai perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana”. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak memberikan definisi anak sebagai seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun dan belum pernah kawin. Anak berhadapan dengan hukum adalah istilah yang merujuk pada setiap anak yang berusia di bawah 18 tahun dan terlibat dalam proses hukum, baik sebagai pelaku tindak pidana, korban tindak pidana, maupun saksi dalam suatu perkara.

Erwandi (dalam Ridwan, 2024) berpendapat bahwa “tawuran mengandung perngertian perkelahian dua kelompok siswa atau pelajar antar secara massal disertai kata-kata yang merendahkan dan perilaku yang ditunjukan untuk melukai lawan”. Adapun tindak pidana yang dapat terjadi dalam kasus tawuran antara lain:

  1. Kepemilikan senjata api / benda tajam (UU Darurat No. 12 Tahun 1951)
  2. Penganiayaan (Pasal 351 KUHP)
  3. Pemerasan dan pengancaman (Pasal 335 KUHP)
  4. Pengeroyokan (Pasal 170 KUHP)
  5. Perkelahian bersama (Pasal 358 KUHP)
  6. Perusakan fasilitas umum (Pasal 406 KUHP)
  7. Pembunuhan (Pasal 338 KUHP)

Adapun tingkatan pertanggungjawaban anak berhadapan dengan hukum sebagai pelaku tawuran diuraikan dalam tabel 1 berikut:

Image

Berdasarkan uraian tindak pidana yang dapat terjadi dalam kasus tawuran dan tingkat pertanggungajawabannya pada laman https://sipp.pn-jakartautara.go.id/ dapat dibuat suatu rangkuman dalam tabel 2 di bawah ini:

Image

Demikianlah. Semoga membawa manfaat.

Pelatihan Pendidikan lnklusi bagi Kepala SD

Pekan ini saya mengikuti pelatihan Pendidikan Inklusi yang diadakan oleh P4 Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Peserta pelatihan kali ini terdiri dari kepala-kepala sekolah yang berasal dari lulusan program Guru Penggerak (PGP) maupun yang bukan lulusan PGP. Ketemu lagi dengan teman-teman hebat KS lulusan GP Angkatan 5. Senang bisa bersama lagi dalam satu tim dalam kegiatan ini.

2025

Di hari terakhir tahun 2025 ini. Cuaca sepanjang hari mendung, sendu, sangat syahdu. Sesekali hujan rintik-rintik membasahi bumi Cimanggis, tempat dimana komplek perumahan saya tinggali berada.

Alhamdulillah. Tahun yang indah.

Akhir semester pertama tahun 2025. Alloh SWT mengijinkan saya dan suami menunaikan ibadah haji. Sungguh. Ini suatu keberuntungan dan nikmat yang sangat luar biasa. Berada diwaktu dan tempat dimana setiap doa diijabah. Selama 38 hari plus 2 hari perjalanan pergi pulang. Tiba di Makkah hari Rabu, 28 Mei 2025 bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhiijah 1446 H. Sepanjang bulan Dzulhijjah saya berada di Makkah. Berkesempatan menjelajahi Masjidil Harom selama sebulan. Kemudian lanjut bertolak ke Madinah. Selama delapan hari di Madinah, Alloh SWT mengijinkan saya berziarah sebanyak tujuh kali ke makam Rosululloh SAW. Tahukah pemiersah? Selama kurun waktu haji itu, ditempat-tempat serta waktu yang mustajab, saya mengajukan doa-doa yang sangat ambisius.

Seperti yang saya kemukakan sebelumnya di atas. Bahwa saya sangat beruntung telah diberikan hidayah untuk mendaftarkan diri berangkat haji di tahun 2013. Dalam penantian selama kurun waktu dua belas tahun, untuk kemudian diberangkatkan di usia 49 tahun. Ibadah haji adalah ibadah yang tidak hanya mensyaratkan mampu secara finansial. Namun juga mampu secara fisik. Selama menunaikan rangkaian ibadah haji itu, saya memperhatikan jamaah-jamaah haji indonesia, terutama yang lebih sepuh dari saya. Berdasarkan hal itu, saya bertekad jika saya pulang ke indonesia maka saya akan daftarkan anak-anak saya untuk ibadah haji. Agar mereka ketika berangkat haji nanti masih muda dan dalam keadaan fit. Keadaaan yang masih fit ini setidaknya dapat membuat mereka mampu mengurus dirinya sendiri, sekaligus dapat menolong jamaah-jamaah sepuh yang berangkat bersama mereka. Alhamdulillah dua hari yang lalu dua orang anak saya telah didaftarkan berangkat haji. Mereka diperkirakan berangkat 29 tahun kemudian. Anak saya yang ke-3 (terakhir) insyaa Alloh saya daftarkan tahun 2026, ketika berusia 12 tahun. Usia 12 tahun adalah usia termuda yang diijinkan mendaftar ibadah haji.

Tahun ini pula saya mendapatkan gelar akademik kedua diprogram pascasarjana. Tidak banyak hal istimewa yang saya dapat ceritakan. Mungkin karena ini bukan pengalaman pertama saya sekolah diprogram pascasarjana.

Aktivasi Akun Coretax Melalui Lupa Kata Sandi?

Pekan lalu saya mencoba aktivasi akun coretax sesuai arahan di bawah ini.

Setiap langkah saya ikuti, sampai pada langkah saya mengetikkan nomor kontak. Ternyata nomor yang saya input tidak terdaftar disistem. Padahal ini nomor adalah nomor kontak yang sama di akun DJP saya. Saya telepon ke nomor 1 500 200. Diseberang sana terdengar suara “mohon maaf, pelayanan hanya di jam kerja”. Waduh. Curhatlah saya di wag KS. Salah seorang teman yang punya masalah sama dengan masalah saya, menyarankan agar saya ke KPP pajak untuk mengajukan penggantian nomor kontak.

Pada awal pekan pada jam kerja datanglah saya ke KPP tempat penerbitan NPWP saya dahulu kala. Tiba di meja pelayanan ceritalah saya mengenai permasalahan saya. Bahwa nomor kontak saya tidak terdaftar dalam sistem sehingga saya bermaksud mengajukan permohonan penggantian nomor kontak. Beliau memeriksa formulir saya dan melacak nomor kontak saya. Ternyata nomor kontak saya sudah sesuai dengan yang ada disistem. Saya tidak perlu mengajukan permohonan penggantian nomor kontak. Saya be like “Lah bagaimana-bagaimana?”

kemudian beliau membuka aplikasi https://coretaxdjp.pajak.go.id/identityproviderportal/account/login

Image

Kemudian saya diarahkan untuk mengeklik Lupa Kata Sandi? kemudian muncul tampilan di bawah ini.

Image

Pada ID Pengguna isikan NIK dan pada Tujuan konfirmasi pilih salah satu saja. Pada saat itu saya pilih Surat Elektronik. muncul alamat email saya yang terdaftar dalam sistem, namun sebagian huruf diganti dengan notasi *. Nah beliau minta agar saya mengetikkan ulang email saya tersebut secara lengkap.

Kemudian saya membuka email saya, sudah ada masuk email dari pajak, dan ada link yang dikirimkan. klik link tersebut, kemudian ikuti arahannya. Dalam hal ini, arahan yang dimaksud adalah pengisian password baru.

Setelah itu saya buka lagi https://coretaxdjp.pajak.go.id/identityproviderportal/Account/Login ID Pengguna diisi NIK ya! masukkan kata sandi terbaru, kemudian ketikkan chaptca. Klik login. Jreng Jreng…. Cotetax saya sudah aktif.

Wah ini ternyata cara lain untuk mengaktivasi akun coretax, selain dari yang ada di youtube di atas.

Kesehatan Jiwa

Tahun lalu saya mengikuti tes MMPI sebagai bagian persyaratan bakal calon kepala sekolah, yaitu sehat rohani. Ini pertama kali saya mengikuti tes kesehatan jiwa. Tahun ini saya mengikuti tes Kesehatan jiwa lagi. Kali ini sebagai bagian persyaratan calon pengawas sekolah.

Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) adalah tes psikometri komprehensif untuk menilai kepribadian dan psikopatologi, mendeteksi gangguan mental seperti depresi, skizofrenia, atau kecemasan, melalui serangkaian pertanyaan benar/salah yang menggambarkan kondisi mental dan respons terhadap stres seseorang, sering digunakan untuk diagnosis klinis, rekrutmen, dan forensik. 

Penasaran dong saya apakah hasilnya tetap atau ada perubahan pada masing -masing indikator? Berikut tabel perbandingannya.

Image

Indikator yang naik secara signifikan pada urutan pertama adalah kemampuan mengembangkan diri (naik 40 poin).

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan mengembangkan diri seseorang? Dik AI menjelaskan bahwa kemampuan mengembangkan diri seseorang dipengaruhi oleh faktor internal (motivasi, pola pikir positif, kesadaran diri, emosi, tujuan hidup, minat, keyakinan diri) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga, teman sebaya, pendidikan, guru, budaya, pengalaman hidup, gizi, dan dukungan sosial) yang saling berinteraksi membentuk potensi diri seseorang, baik intelektual, emosional, sosial, maupun fisik.

Indikator yang mengalami kenaikan pada urutan kedua adalah Kemampuan membina hubungan akrab (naik 13 poin).

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membina hubungan akrab seseorang? Dik AI menjelaskan bahwa kemampuan membina hubungan akrab seseorang dipengaruhi oleh faktor internal (konsep diri, empati, kecerdasan emosional) dan factor eksternal (lingkungan sosial, pengalaman masa lalu), serta kualitas interaksi seperti kepercayaan, keterbukaan, sikap positif, dukungan, dan kesamaan nilai/minat, yang semuanya membentuk ikatan emosional dan komunikasi yang efektif.

Demikianlah deskripsi kesehatan jiwa saya dalam dua tahun terakhir.

Watak

Untuk mengetahui watak atau karakter seseorang, perhatikan saja apa yang dia katakan atau ekspresinya atau apa yang dilakukannya ketika sedang marah. Ketika sesuatu yang dia harapkan tidak terjadi. Atau reaksinya ketika menghadapi sesuatu yang dibawah harapannya.

Pernah saya bertemu dengan seseorang. Yang secara fisik ok lah, secara tutur kata masih bisa terkontrol dengan baik (ketika keadaan masih baik-baik saja). Ehm… Bahkan mungkin dapat dikategorikan sebagai salah satu mahluk Tuhan yang agamis. Saya yang kala itu berlaku persuasif (menurut saya) dengan mengatakan cobalah untuk mengenali saya dulu. Namun betapa shocknya saya mendengar jawabannya. Beliau (mungkin saat itu) muntab. Tutur katanya mak jleb. Bagaikan cairan air keras yang disiramkan ke benih tanaman yang sedang tumbuh. Seketika saya muram (jelas dong). Reflesksi diri (harus). Rasa itu akhirnya pupus. Diwaktu perjalanan haji saya kemarin, sempat saya adukan mahluk ini di dalam Masjidil Haram. Baitullah. Tahukah kalian? dimasa depan saya sangat bersyukur bahwa saya ditakdirkan tidak menghabiskan sisa hidup saya bersama dengannya.

Pernah saya bertemu dengan seseorang. Yang mungkin saat itu beliau memanipulasi saya. Membangkitkan masa lalu. Akhirnya saya menyadari bahwa saya dan dia memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap apa yang didefinisikan sebagai suatu hubungan pertemanan. Hal ini saya ketahui setelah menyimak tutur kata ketika beliau muntab. Aih… Ngeri kali. Berdasarkan tutur katanya saat itu, saya menyimpulkan bahwa ternyata hubungan pertemanan kami sangat transaksional. Dan transaksi itu (menurut saya) sangatlah tidak sepadan. Maka akhirnya saya pun berlalu. Bre, Saya masih bisa mengurus diri saya sendiri. Tidak perlu menabur kebaikan (yang ternyata bersifat transaksional) kepada saya.

Pernah juga saya bertemu dengan seseorang. Ternyata beliau membangun hubungan dengan saya diawali dengan kebohongan. Mengapa beliau harus sampai berbohong kepada saya? Agar beliau sejajar dengan saya. Sampai pada suatu keadaan dimana beliau meminta saya untuk mengiyakan, bahwa semuanya ok, tanpa saya punya data mengenai hal itu. Saya tolak dong. Saya berikan pandangan yang lebih realistis kepadanya. Namun beliau tetap keukeuh. Sepanjang saya membersamainya. Beberapa kali beliau mengeluhkan suatu keadaan. Keadaan yang mana menurut saya, ini masih bisa diatasi kok. Sayapun memotivasi dirinya agar dapat melewati keadaan ini dengan baik. Tidak ada yang salah sih dengan memotivasi orang lain. Namun kan ogah aja jika saya memiliki pemimpin yang harus sering dimotivasi.

Begitulah. Perjalanan saya bertemu dengan tiga orang yang berbeda.

Kuliah Perdana

Kemarin senja, adalah hari kedua saya mengikuti perkuliahan di program sarjana ilmu hukum. Sebagai informasi, kuliah saya kali ini sangat padat pemiersah. Hampir setiap hari, kecuali hari Ahad. Hari Senin hingga hari Jumat pukul 18.00-21.00 WIB, dan hari Sabtu, pukul 09.00-16.00 WIB.

Hari pertama agak sedikit “menegangkan” (khusus saya saja keknya). Dosen pengampu mata kuliah ini adalah Wakil Dekan I (Wadek I). Mata kuliah yang beliau ampu adalah Pengantar Ilmu Hukum. Sejak sebelum perkuliahan, pada saat zoom bersama seluruh mahasiswa, beliau ini sudah mewanti-wanti agar kami mulai merintis menyusun skripsi. Beliau sangat menekankan bahwa dilarang plagiarisme. Dan ini beliau ulang lagi pada perkuliahan perdana kami. Ok lah bu Wadek I. Siap laksanakan.

Kuliah kemarin petang, kuliah kedua yaitu Hukum Acara Perdata. Saya yang baru kali ini menyeberang dari bidang ilmu eksakta ke bidang ilmu non eksakta, merasa exicited. Seru Cuy. Ternyata hampir semua kegiatan atau aktivitas kalian itu dapat dijadikan permasalahan hukum. Dan sisi lain, saya menyadari bahwa sepertinya hampir semua mahasiswa dikelas ini, bersentuhan dengan permasalahan hukum. Pemikiran saya ini berdasarkan sesi sharing dan diskusi. Meskipun belum tentu masalah pribadi ya. Dan sepertinya kami sekelas hampir dipastikan memiliki motivasi yang sama. Menempuh kuliah program sarjana ilmu hukum sebagai bentuk antisipasi, jika kami terkena permasalahan hukum ataupun dimintai bantuan jika ada yang terkena permasalahan hukum.

Selamat Datang Mahasiswa Baru (Bagian 3)

Ini tentang perjalanan saya mengarungi samudra akademik pendidikan tinggi. Penjelajahan saya dimulai dari jenjang Sarjana Pendidikan Matematika IKIP Malang tahun 1994-1998, Magister Sains Program Studi Matematika Universitas Indonesia (2009-2011), Magister Pendidikan MIPA Universitas Indraprasta PGRI (2023-2025), Sarjana Ilmu Hukum Universitas Dr. Sutomo (2025-2026), dan kemungkinan masih berlanjut ke jenjang yang lain.

Baiklah pemiersah. Kali ini saya ingin bercerita tentang pencapaian (dan sekaligus beban) saya itu.

Tahun 1994. Menjelang lulus SMA, ketika semua teman dan termasuk saya, yang notabene siswa-siswa SMA Negeri unggulan di Jakarta Utara mulai mengukir masa depan. Saya pada waktu itu, merasa lelah berkompetisi, memutuskan memilih PTN yang pasti saya dapat saja. Istilahnya saya jawab soal sambil merem aja pasti dapat deh. Maka saya tambatkan pilihan saya di prodi Sarjana Pendidikan Matematika IKIP Malang. Cita-cita saya saat itu sangat sederhana, yaitu menjadi ibu rumah tangga saja. Namun tetap ingin belajar matematika. Masa cuma lulus SMA. Lha wong ortu saya sanggup membiayai hingga jenjang sarjana. Ketika membaca pengumuman hasil Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, yang kala itu lebih populer dengan sebutan UMPTN, saya lihat ada nama saya. Namun ternyata beberapa teman yang kompetensinya dibawah saya, kok dapat di PTN-PTN yang lebih ok dari pilihan saya. Lha kalau gitu, saya seharusnya pilih saja Universitas Indonesia (UI) atau Institut Teknologi Bandung (ITB). Inilah salah satu yang pernah menjadi penyesalan saya. Kurang gigih berjuang untuk meraih impian. But life must still go on. Alhamdulillah saya lulus dalam waktu 4,5 tahun dan mendapat nilai A untuk sripsi. Judul skripsi saya: Perancangan dan Implementasi Media Pembelajaran Dimensi Tiga Berbantuan Komputer. Nah waktu saya lulus ini, saya masih mendapat ijasah, transkrip, dan akta mengajar IV berlogo IKIP Malang. Setelah itu, PTN ini berganti nama menjadi Universitas Negeri Malang (UM).

Tahun 2008. Saya mendaftar beasiswa Study at The Netherlands (Stuned) di International Program on Mathematics Education (IPoME) at Utrecht University. Alhamdulillah saya lulus. Berdasarkan informasi yang saya terima, bahwa kami akan mulai belajar di Utrecht University Belanda pada bulan Januari 2009. Saya pun mencari info cuaca di Eropa pada bulan Januari. Ternyata dibulan Januari itu pemiersah, musim dingin sedang ganas-ganasnya. Ditambah pada tahun itu sedang mewabah flu babi. Dari keadaan keluarga, kedua anak saya masih berumur 4 dan 2 tahun. Dari sisi pekerjaan, saya adalah pegawai tidak tetap Pemda DKI, jika saya pergi ke Belanda untuk belajar, maka kontrak saya kemungkinan besar tidak akan diperpanjang alias diberhentikan. Maka dengan segala berat hati saya lepaskan kesempatan yang kemungkinan tidak akan pernah datang lagi dalam hidup saya.

Tahun 2009. Untuk mengobati rasa sedih karena melepas Stuned dan menghapus kebosanan saya dalam mengajar. Sayapun mencari lagi informasi mengenai kuliah magister. Saat itu tidak berminat lagi melanjutkan ke jenjang magister pendidikan. Maunya belajar ilmu matematika murni saja. Sampailah saya kepada informasi pascasarjana Universitas Indonesia magister sains program studi matematika. Alhamdulillah saya diterima kuliah di UI. Kalian tahu? Ini rasanya seperti berjumpa lagi dengan cowok yang pernah saya idam-idamkan dimasa lalu, ketika di kemudian hari saya bertemu lagi dengannya (dalam kondisi belum move on), dan sekarang saya jadian dengannya. Walaupun jatuh bangun saya menggapai hatinya, tetap saya jabanin 😀 Bahwa saya layak bersamanya. Begitulah cinta. Butuh pengorbanan. Perlu pembuktian. Alhamdulillah saya berhasil lulus dalam waktu tepat dua tahun dan meraih nilai A untuk Tesis. Judul Tesis saya: Kunci Rahasia Berdasarkan Polinomial Chebyshev pada Proses Enkripsi dan Dekripsi (https://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/metadata-20297719.pdf).

Tahun 2023. Tetiba saya ingin kembali lagi belajar dikampus. Saya mencari lagi info pendaftaran mahasiswa baru. Dengan mempertimbangkan lama studi, maka kali ini pilihannya adalah program pasca sarjana. Sekarang coba di perguruan tinggi swasta deh. Sekali lagi mencari informasi di google, dapatlah informasi pendaftaran mahasiswa baru di pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI (Unindra). Karena sebelumnya pernah berpengalaman kuliah magister, maka kali ini sayapun dapat melaluinya dengan sangat baik. Alhamdulillah saya berhasil lulus dalam waktu tepat dua tahun dan mendapat nilai A untuk Tesis. Judul tesis saya: Pengaruh Media Pembelajaran dan Kecerdasan Intrapersonal terhadap Kemampuan Metakognitif Peserta Didik (https://library.unindra.ac.id/thesis/?p=show_detail&id=3256).

1994, 2009, 2023. Saya merasa seperti ditakdirkan kembali belajar di kampus setiap dekade berganti.

Tahun 2025. Saya merasa perlu menambah kompetensi saya dalam bidang ilmu hukum. Maka penjelajahan saya kali ini lintas samudera, dari samudera keilmuan murni dan ilmu kependidikan lanjut merambah ke samudrea keilmuan hukum. Sepertinya, penjelajahan saya di samudera ilmu hukum kali ini akan sangat menantang.

Dahulu. Sebelum saya kuliah diprogram studi magister pendidikan MIPA dan sekarang kuliah diprogram studi ilmu hukum. Pernah loh terbersit dalam hati saya. Gak mau ah kuliah di jenjang magister pendidikan. Apaan sih belajar program studi ilmu hukum. Kalian tahu? Tuhan Maha Mendengar dan Maha Kuasa. Maha pembolak balik hati manusia.

Saat saya mengetik postingan ini Gaes, masih ditemani https://www.youtube.com/watch?v=ps94dnovrwA. Pekan ini masih belum berhasil move on dari si Ehm. Yang hari Jum’at pekan lalu saya saksikan his live performancenya. I can’t fight this feeling Beib. Tenang, saya kan penganut aliran kebatinan. Dalam Hati Saja.

Selamat datang mahasiswa baru. Bismillah.