Kali ini giliran Bu Sulis, seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia, wali kelas Efektif kelas 3. Beliau hendak memberikan tugas kepada murid-muridnya. Dengan tenang, suaranya mengambil alih perhatian seluruh murid-muridnya pagi itu. “Hari ini kalian akan saya nilai, seberapa lihai kalian menggunakan mimik wajah, serta gerak bahasa tubuh. Yah semacam akting. Nanti peragakan maju ke depan yaa. Yang mau maju terserah, boleh maju per-individu atau berkelompok.”
Seluruh murid masih diam memperhatikan.
“Apa yang akan kalian tampilkan ke depan juga terserah. Entah mau nyanyi, mau baca puisi, drama, akting, terserah. Yang penting bagaimana suara kamu, mimik wajah, serta bahasa tubuh, itu nanti yang akan saya nilai!”
Selanjutnya Bu Sulis memberi waktu 'break' untuk berpikir, mempersiapkan apa yang akan ditampilkan para murid-murid setelah itu. Kelas pun hening sejenak. Berbagai ide dan unek-unek pun terlintas di setiap benak murid-murid pagi itu.
Penampilan pertama adalah Riga Maulana dan Nur Sakti. Mereka berakting seperti menangisi sesuatu. Di depan, mereka saling berpelukan, dan menangis. Yah, akting mereka cukup menarik.
# Gak blas cok!
Dan penampilan demi penampilan berjalan, semakin berlangsung semakin marak dan heboh! Mulai dari Ari Kartika dan Nindy Elfira yang berduet menampilkan drama yang isinya tentang 'rebutan pacar'. Penampilan menarik oleh Kartika Puspita yang membawakan sebuah puisi dengan iringan genjrengan lembut melodi gitar M. Qistyan. Sampai tampilnya drama gak jelas yang disuguhkan oleh Yudha Perwira, Galih Wijaya, serta M. Al Gazali, yang entah apa itu isi dramanya, gak jelas seperti orang-orangnya...
Dan semuanya berlangsung sangat cepat, Happy and Fun! Ricuhnya kelas itu, tawa mereka, benar-benar masa SMA yang indah...
Akhirnya! Sampai pula di saat Bu Sulis mengumumkan bahwa semua murid-murid sudah maju dengan masing-masing penampilan, kecuali satu peserta terakhir. Rayith, dia diminta untuk segera maju untuk membawakan penampilan terakhir.