Sebagai pendaki ultralight selama 4 tahun terakhir, saya telah menggunakan Tenda Naturehike Vik 1 dalam berbagai kondisi cuaca dan medan. Secara keseluruhan, saya terkesan dengan performanya, namun ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Kelebihan:
Ringan dan ringkas: Vik 1 adalah salah satu tenda single layer teringan di pasaran, membuatnya ideal untuk pendakian backpacking dan fastpacking.
Pemasangan mudah: Desainnya yang sederhana memungkinkan Anda untuk mendirikan tenda dengan cepat dan mudah, bahkan dalam kondisi yang sulit.
Tahan air: Vik 1 terbuat dari bahan tahan air yang kuat yang dapat menahan hujan lebat.
Ventilasi: Ventilasi yang baik membantu menjaga bagian dalam tenda tetap sejuk dan kering, bahkan dalam cuaca panas.
Ruang yang cukup: Meskipun tenda ini cukup kecil, namun cukup nyaman untuk satu orang dengan ruang yang cukup untuk menyimpan perlengkapan.
Kekurangan:
Ketahanan frame: Sayangnya, frame Vik 1 saya retak di tahun pertama penggunaan. Hal ini mungkin karena penggunaan di medan yang berat atau kesalahan pemasangan.
Kurang tahan angin: Desain single layer membuat tenda ini lebih rentan terhadap angin kencang dibandingkan tenda double layer.
Ruang terbatas: Vik 1 tidak ideal untuk dua orang, dan mungkin terasa sempit untuk orang yang lebih tinggi.
Kurangnya ruang depan: Tenda ini tidak memiliki ruang depan untuk menyimpan perlengkapan basah atau memasak.
Kesimpulan: Tenda Naturehike Vik 1 adalah pilihan yang bagus untuk pendaki ultralight yang mencari tenda yang ringan, mudah dipasang, dan tahan air. Namun, perlu diingat bahwa frame-nya mungkin tidak tahan lama dan tenda ini tidak ideal untuk kondisi berangin kencang atau untuk dua orang.
Tips:
Pertimbangkan untuk memperkuat frame tenda dengan Duck Tape di tiap sambungan frame.
Gunakan tenda ini di area yang terlindung dari angin kencang.
Jika Anda lebih tinggi dari 180 cm, Anda mungkin ingin mempertimbangkan tenda yang lebih besar.
Jika Anda membutuhkan ruang untuk menyimpan perlengkapan, pertimbangkan untuk membeli tenda dengan ruang depan.
Peringkat: 4/5 bintang
Catatan: Pengalaman saya dengan Tenda Naturehike Vik 1 mungkin berbeda dari pengalaman orang lain. Penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi Anda sendiri sebelum membeli tenda.
Salah satu hobi saya adalah mendaki gunung, dan gunung Rinjani adalah salah satu favorit saya. Gunung Rinjani memiliki pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan, mulai dari danau Segara Anak yang berwarna biru, hingga kawah yang mengeluarkan asap putih. Saya selalu merasa terpesona dengan keindahan alam di gunung Rinjani.
Selain itu, gunung Rinjani juga mudah dijangkau dari Jakarta. Ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan, seperti pesawat, kereta api, bus, atau mobil pribadi. Saya biasanya memilih pesawat karena lebih cepat dan nyaman. Dari bandara Lombok, saya bisa langsung menuju ke pintu masuk pendakian di Sembalun atau Torean.
Mendaki gunung Rinjani membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 4 hari 3 malam. Itu pun masih kurang menurut saya, karena ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi dan nikmati di gunung Rinjani. Saya suka berkemah di tepi danau Segara Anak, berendam di air panas, dan melihat matahari terbit dari puncak gunung Rinjani. Saya juga ingin menjelajahi gua-gua yang ada di sekitar kawah.
Salah satu pengalaman unik yang saya alami saat mendaki gunung Rinjani adalah bertemu dengan seekor monyet liar yang sangat jinak. Monyet itu datang ke tenda saya saat saya sedang sarapan pagi. Dia tampak lapar dan mengemis makanan dari saya. Saya pun memberinya beberapa potong roti dan pisang yang saya bawa. Monyet itu sangat senang dan makan dengan lahap. Setelah itu, dia mengikuti saya sepanjang perjalanan sampai ke puncak gunung Rinjani. Dia seperti teman pendakian yang setia dan lucu. Saya sangat senang bisa berteman dengan monyet itu.
Untuk mendaki gunung Rinjani, saya punya beberapa tips yang mungkin berguna bagi para pendaki lainnya. Pertama, pastikan kondisi fisik dan mental anda prima. Gunung Rinjani memiliki medan yang cukup berat dan menantang, jadi anda harus siap menghadapinya.
Kedua, bawa perlengkapan yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan lupa untuk membawa tenda, sleeping bag, jaket hangat, senter, obat-obatan, makanan ringan, air minum, dan alat komunikasi.
Ketiga, ikuti aturan dan arahan dari pemandu pendakian. Jangan menyimpang dari jalur yang sudah ditentukan dan jangan meninggalkan sampah di sepanjang perjalanan.
Keempat, nikmati setiap momen yang ada di gunung Rinjani. Ini adalah kesempatan yang langka untuk melihat keajaiban alam yang luar biasa.
Bagi saya, mendaki gunung Rinjani adalah pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan. Saya selalu merasa segar dan bahagia setelah mendaki gunung Rinjani. Saya berharap bisa kembali lagi ke sana suatu hari nanti.
Jadi ceritanya saya tuh iseng download aplikasi M-Paspor di play store dan melihat ulasan pengguna kok pada buruk ya kesannya, terus dengan rasa tertantang saya coba deh merasakan sendiri gimana ribetnya ngurus paspor via online.
Buat kalian yang mau bikin paspor boleh disimak ya karena ini pengalaman terbaru dan termutakhir versi 2023 haha 🤭 maksudnya lebih valid karena saya coba kemarin Minggu malam tanggal 7 Mei 2023 iseng karena penasaran dong sama experience bikin paspor via online yang “katanya” dikeluhkan oleh banyak pengguna.
Pengalaman pribadi saya menggunakan aplikasi M-Paspor nggak ada kendala berarti kecuali ada sedikit tapi tidak begitu mengganggu, daripada muter-muter saya akan coba urai pengalaman saya, berikut:
Minggu malam 7 Mei saya daftar via M-Paspor dengan mengikuti instruksi di aplikasi, tampilan aplikasinya cukup user friendly kok dan sangat mudah bagi orang awam sekalipun.
Ini dia aplikasi resmi pembuatan paspor yang bisa kalian download di play store.Untuk langkah awal kalian harus buat akun terlebih dahulu kemudian setelah akun sudah jadi tinggal pilih menu pengajuan permohonan di menu utama, klik saja nanti akan diarahkan ke pilihan berikutnyaPilih permohonan paspor reguler, jika ingin paspor cepat jadi satu hari bisa pilih permohonan paspor percepatan.Lanjut pilih dewasa, kalau masih dibawah umur bisa pilih anak-anak.Di tampilan menu selanjutnya kita pilih lokasi pembuatan paspor di kantor imigrasi terdekat dengan memilih menu “klik disini untuk memilih lokasi pembuatan paspor”Aplikasi akan mendeteksi lokasi kita saat ini dan akan menampilkan opsi kantor imigrasi terdekat, karena domisili saya di Serang maka saya pilih yang paling atas.Di menu selanjutnya kita pilih jenis Paspor, kalian bisa lihat di tampilan menu pada gambar ini.Maka akan ada dua opsi jenis Paspor, saya memilih jenis Paspor biasa karena lebih murah. Kalian tinggal pilih saja sesuai selera 😂
Setelah dokumen persyaratan ter-upload maka tahap selanjutnya ialah kita kembali ke menu beranda atau menu awal untuk menunggu kode billing pembayaran via Bank, bisa dibayar melalui M-banking. Perlu diketahui bahwa hanya beberapa bank saja yang mendukung pembayaran paspor, utamanya bank konvensional bisa melakukan pembayaran tersebut kecuali bank digital agak sedikit yang mendukung pembayaran paspor.
Naah di tahapan berikutnya kita diarahkan untuk meng-upload foto KTP, KK dan juga ijazah atau akte kelahiran dan atau dokumen pendukung lainnya, pilih satu opsi saja. Saya memilih untuk meng-upload dokumen KTP, KK dan juga ijazah saja.
Saya baca keluhan pengguna aplikasi kebanyakan mengalami kendala pada saat meng-upload foto tersebut, saya sendiri tidak mengalami kendala kecuali nanti di akhir jadi simak terus ya tulisan ini.
Bayarlah menggunakan kode billing yang sudah dikirimkan melalui aplikasi atau juga via email, ia konfirmasi proses juga akan diberikan via email. Batas pembayaran maksimal 2 jam, penting untuk segera melakukan pembayaran agar proses pengajuan paspor segera diproses oleh sistem.
Sempat ada drama pembayaran paspor tersebut karena saya tidak memiliki bank konvensional jadi agak ribet, untung saya bisa nebeng sama temen saya Nabiya yang punya akun Bank Himbara, thanks ya Nab berkat kamu saya bisa lanjut urus paspor hehe
Setelah pembayaran terverifikasi maka kita akan diberikan pilihan jadwal kedatangan ke kantor imigrasi yang sudah kita pilih sebelumnya, saya beruntung bisa memilih jadwal kedatangan hari Senin tanggal 8 esoknya dengan waktu kunjungan pertama di jam 8 sampai jam 9 pagi, ingat ya kita harus kudu wajib datang pada hari dan jam yang telah kita pilih tersebut dan jika berubah pikiran kita masih bisa merubah jadwal kedatangan H-1.
Paginya, Senin 8 Mei 2023 saya sudah bersemangat datang ke kantor imigrasi Serang dan karena hari Senin jadi petugas imigrasi melakukan apel pagi dulu di halaman kantor imigrasi, saya lumayan nunggu sekira 30 menit untuk kemudian saya bisa melakukan proses pengisian formulir dan juga penyerahan data pendukung pembuatan paspor yang sebelumnya sudah saya upload di aplikasi yakni KTP, KK dan ijazah. Oh ia jangan lupa ya berkas pendukung tersebut wajib difoto kopi masing-masing satu lembar dengan ukuran A4, yang wajib ukuran A4 sebetulnya untuk KTP dan tidak boleh dipotong layaknya fotokopi KTP biasanya.
Jangan lupa juga beli meterai tempel 10.000 untuk pelengkap surat pernyataan yang nanti kita isi.
Jika berkas pendukung sudah siap beserta aslinya dan juga meterai yang sudah kita tempelkan di surat pernyataan maka kita sudah bisa masuk ke ruangan customer service untuk diverifikasi dan sedikit pertanyaan. Di tahap ini tidak begitu menegangkan karena hanya menanyakan hal seperti mau kemana nantinya kalau sudah ada paspor dan pertanyaan basa-basi lainnya.
Jawab santai saja pertanyaan petugas tersebut dan sebaiknya kita juga mengajukan pertanyaan agar lebih meyakinkan. Untuk yang satu ini sebaiknya kalian ajukan pertanyaan yang rasional seputar paspor ya 🤭
Petugas akan menstampel berkas kita jika dirasa sudah memenuhi syarat dan berkas tersebut akan diberikan map kuning yang bermotif logo imigrasi dan juga kita akan diberikan nomor antrian beserta nama kita yang akan diarahkan ke proses selanjutnya yakni sesi foto dan wawancara juga, duhh saya agak tegang di proses selanjutnya ini.
Ini dia map kuning yang dimaksud Proses antrian di bagian foto dan wawancara, petugas akan lebih serius menanyakan tujuan kita membuat paspor seperti hendak kemana, dengan siapa dan semalam berbuat apa.. ehh nggak ya 🤭
Saya sedikit gugup karena pernah baca pengalaman orang lain yang katanya di proses ini sangat menentukan apakah permohonan paspor kita disetujui atau tidak.
Petugas imigrasi akan menyebutkan nama kita secara lengkap pada saat wawancara, saya ketahui mengapa petugas melakukan hal tersebut karena untuk memastikan bahwa benar itu nama asli kita dan bukan sedang menggunakan data orang lain, good job petugas imigrasi 👍🏽😂
Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan ke saya oleh petugas imigrasi
Mau kemana?, Mau ke Timor-Leste pak
Ke Timor-Leste, memang disana mau ngapain? Saya tertarik untuk mencoba rute DAMRI jurusan Kupang ke Dili Timor Leste pak.
Pekerjaan kamu apa? Saya saat ini sedang menggeluti dunia konten kreator pak di YouTube
Petugas tersebut penasaran dengan Chanel YouTube saya dan menyodorkan ponselnya untuk saya tuliskan di kolom pencarian YouTube, lalu saya tuliskan Serang Backpacker sambil agak gemetar. Rupanya beliau memerhatikan kegugupan saya dan bilang kalau saya jangan terlalu gugup, santai aja katanya.. wuihh ia kali sesantai itu orang diinterogasi 😂🤭
Petugas tersebut menonton secara acak isi channel YouTube Serang Backpacker
Tuh ya linknya buat yang sama penasarannya kaya petugas imigrasi 😂
Dan mulai mengajukan pertanyaan seputar video YouTube saya, misalnya seperti kamu pergi ke pulau oar? Itu terletak di daerah mana? Pergi sama siapa waktu itu?
Mungkin untuk memastikan kalau itu benar saya sendiri, be positive aja lah 🤭
Terus mau kapan pergi ke Timor Leste? Kemungkinan bulan Juni pak
Sama siapa? Sama 3 orang teman saya jadi kita nanti berangkat berempat.
Ok saya setujui permohonan paspor anda dan Paspor dapat diambil hari Jum’at depan di bagian pengambilan Paspor di depan kantor imigrasi ruangannya.
Alhamdulillah beres sudah, ehh lupa foto dulu lah sama pengambilan sidik jari dua tangan 😂
Jangan lupa dari rumah pakai baju berkerah dan tidak boleh menggunakan baju warna putih. Yang paling penting jangan lupa dandan biar kecehh karena foto Paspor kita akan bertahan selama 10 tahun mendatang 🤭
Singkatnya pada hari Jum’at yang sudah ditentukan saya datang ke kantor imigrasi Serang untuk mengambil paspor yang dijanjikan bisa diambil pada hari tersebut. Semangat dong saya punya paspor gitu loh haha
Akhirnya hari besar telah tiba, Jum’at tanggal 12 Mei 2023 menjadi Jum’at berkah bagi saya yang hari itu dinobatkan sebagai pemegang paspor Republik Indonesia tercinta muachh 😘🤭Alhamdulillah sahh… Ehh loh kok jadi kaya ijab qobul haha
Oh ia point tidak mengenakan saat menggunakan aplikasi M-Paspor itu adalah pada saat saya harus mendownload pdf surat pendaftaran dari imigrasi, jadi file PDF nya tidak dapat didownload karena kesalahan sistem aplikasi tersebut. Untuk hal tersebut kalian bisa kok menunjukkan screenshot barcode di aplikasikannya saja dan tentunya juga dibutuhkan untuk difoto kopi ya dua lembar. Satu untuk diberikan pada saat penyerahan berkas pendukung dan satu lagi diberikan ke petugas pada saat pengambilan Paspor.
Oh ia pada saat pengambilan Paspor wajib menyertakan foto kopi screenshot barcode pendaftaran dan juga print bukti pembayaran paspor.
Ini dia penampakan screenshot barcode pendaftaran yang harus difoto kopi dua lembar.
Semoga postingan ini dapat membantu teman-teman yang ingin membuat paspor baru dan yang ingin memperpanjang paspor lama pun syarat-syarat sama hanya saja harus juga membawa Paspor lama dan difoto kopi.
Untuk yang nama aslinya satu suku kata tidak bisa ditambahkan nama orang tua di belakang kecuali kebutuhan kita membuat paspor untuk umroh atau haji maka kita bisa menambahkan nama dengan syarat ada surat rekomendasi dari travel agen haji atau umrah serta berkas pendukung lainnya yang memang mengharuskan kita wajib menambahkan nama dibelakang nama asli kita.
Begitulah kira-kira pengalaman saya membuat paspor baru untuk tahun 2023 ini dan Alhamdulillah Paspor ini sudah ada kolom tanda tangan pemilik Paspor jadi nggak ada masalah buat kalian yang mau apply visa Jerman 😂
Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan seperti judul postingan ini oleh orang yang baru ingin mengenal dunia Pendakian.
Padahal saya sendiri pun masih nggak begitu ekspert soal beginian namun daripada saya nggak memberikan jawaban sama sekali lebih baik saya memberikan sebuah jawaban tersingkat yang saya lakukan ketika hendak melakukan kegiatan pendakian gunung.
Untuk mendaki gunung, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Perlengkapan mendaki: seperti sepatu gunung, jaket, tenda, sleeping bag, dan perlengkapan memasak.
Kondisi fisik yang baik: mendaki gunung membutuhkan stamina dan kekuatan fisik. Latihan dan persiapan fisik sebelumnya dapat membantu mempersiapkan diri Anda.
Pengetahuan tentang rute dan medan: informasi tentang rute dan kondisi medan sangat penting untuk memastikan keselamatan Anda.
Peralatan navigasi: seperti peta, kompas, dan GPS dapat membantu Anda menemukan jalan dan memastikan keselamatan.
Makanan dan air yang cukup: memastikan bahwa Anda membawa cukup makanan dan air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama pendakian.
Perlengkapan pertolongan darurat: seperti first aid kit, poncho hujan, dan peralatan untuk membuat api.
Kemampuan beradaptasi dengan cuaca ekstrem: mendaki gunung dapat menghadapi cuaca yang buruk, seperti hujan dan angin kencang, sehingga penting untuk memiliki perlengkapan yang tepat dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Nahh kalau sudah dicatat beberapa poin di atas maka saya cukup lega bahwa kalian bisa mendaki gunung dengan bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan juga orang lain.
Sharing Backpackeran ke Garut selama libur lebaran kemarin, kali aja ada yang suka backpackeran disini ya jadi kita sehobi nih 🤭
Seru aja gitu ke tempat yang dituju tapi gak harus Carter atau open trip yang notabene kita akan terikat ruang dan waktu (duhh ya bahasanya 🤭)
Yuk mulai perjalanan ini kita naik kereta dari Serang ke Rangkasbitung naik kereta lokal cukup bayar 3 ribu perak. Sesampainya di Rangkasbitung lanjut ya naik commuter Line tujuan pasar Senen, namun kita harus transit dulu di Tanah Abang buat ganti kereta commuter Line. Cukup mudah kok karena ada papan penunjuk arah untuk transfer kereta. Naah untuk commuter Line Rangkasbitung ke Pasar Senen cuma menghabiskan dana sekitar 10 ribu aja.
Nggak berasa banget duduk ongkang-ongkang di warung angkringan berlabel siefsi ternyata jam menunjukkan waktu boarding kereta tujuan Garut, tebak coba nama keretanya apa? Yups Cikuray kang.. nama gunung di Garut yang terkenal dengan tanjakannya yang angkuh bener bikin lutut jebol 😂
Perjalanan ke Garut dari Jakarta menghabiskan waktu sekira 6 jam lebih, lumayan buat menguras kuota buat scrolling tiktod dan Yusup 🤭 oh ia untuk naik kereta ini kita diharuskan membayar sebesar 45 ribu ajahhh.
Udah sampe Garut dong kita setelah beberapa jam menghabiskan malam di stasiun akhirnya pagi menyapa, untuk tidur saya gak ambil mahal ya cukup tidur di emperan masjid di stasiun aja udah mevah yang penting pakai sleeping bag dan sleeping pad udah berasa di hotel low budget 🤭
Oh ia lupa kalau saya dari Serang berangkat pukul 11 siang nyampe Garut jam tengah 1 dini hari brow..
Dari stasiun kita sudah disuguhkan dengan pemandangan gunung Guntur yang dilihat kok mirip Rinjani ya (ini perasaan saya aja atau ada yang lain juga setuju kah?)
Karena dasar niatnya liburan ke Garut buat nanjak gunung ya jadilah tujuan pertama ke Gunung Guntur Karena dia yang pertama menggoda saya 🤭 Aku terperangkap muslihat mu…. 🎶
Saya naik angkot dari stasiun ke arah jalan menuju basecamp Guntur tapi gak sampe basecamp karena saya ada janjian sama orang Garut yang bakalan jadi tumpangan saya ke basecamp Cikahuripan. Jadi saya bayar angkot cuma 5 ribu aja sampe Cipepe (search google map aja kalau kepo ya).
Ketemu nih sama warga lokal yang mau nganterin ke basecamp, sebenarnya dia sekalian juga mau Nanjak jadi ya bareng deh…
Ini baru ke Guntur ya ceritanya, bakalan ada lanjutannya kalau laku ini cerita 🤭 Sebagai gambaran gimana serunya nanjak Gunung Guntur via Cikahuripan, niih saya ada kok videonya tapi jangan pelit ya buat kasih like dan komentar pedes tidak diperbolehkan karena cabe masih mahal 😂
Judulnya menegaskan bahwa apa yang ada di berita belum tentu sesuai dengan realita di lapangan, jadi sebelum saya hendak memperpanjang SIM C yang akan segera habis masa berlakunya di awal tahun depan jadi saya iseng tuh Googling nyari harga perpanjang SIM C untuk tahun ini dan munculah harga di kisaran 135 ribuan sudah termasuk biaya SIM dan juga surat keterangan sehat dari dokter dan tetek bengeknya.
Semangat dong saya hari ini meluncur ke Polres Serang Kabupaten untuk mengurus hal tersebut, mumpung ada uang juga soalnya nungguin adsens dari hasil ngeyutub belum juga turun dari bulan Juli sampai postingan ini terbit, Yaolo 🤭
Pas nyampe Polres Serang Kabupaten yang baru, ia dulu masih nyampur bareng Polres Serang kota jadi untuk sekarang sudah pindah di daerah Kragilan dan otomatis deket banget sama rumah soalnya ya itu saya juga di Kragilan. Kalau dulu Masya Allah jauhnya harus ke kota dan semoga kedepannya semua kantor administrasi kabupaten sudah pisah dari kota Serang karena jauh banget 😂
Tempat uji nyali pembuatan SIM baru, gak usah protes sama halang rintangnya ya
Oh ia tadi pas nyampe Polres saya bilang dong mau perpanjang SIM C saya ke pak pol yang jaga di depan gerbang dan ternyata untuk perpanjangan SIM kudu test psikologi dulu gaiss ampun dah, yang bikin ampun sebenarnya lokasi tes psikologi berada di luar komplok Polres Serang Kabupaten jadi kudu keluar lagi sekira kurang lebih 2 kilometer dari polres.
Padahal gedungnya udah jadi dan luas banget tapi masa gini sih jadinya.
Setelah ketemu tempat untuk test psikologi saya langsung masuk test karena hari ini gak begitu banyak yang perpanjang SIM kali ya jadinya sepi banget antriannya.
Yang bikin saya kaget itu tarif test psikologi sekira 100 ribu pass banget, ia gak ngadi-ngadi lho ya. Dulu test psikologi hanya untuk yang mau bikin SIM baru tapi sekarang perpanjang pun harus pakai test ini lagi. Kalau di tempat kalian tes psikologi kena berapa? Bisikin ya di kolom komentar 🤭
Ceritanya sudah beres nih ngurus tes psikologi yang saya dapat hampir 90% kurang dikit soalnya pas soal pertama saya gak baca lagi gak konsen nanyain sama si mba dokter yang jaga waktu itu dan saya minta ulang testnya gak boleh 😂
Lanjut dong ya sudah di polres lagi saya harus ngurus surat keterangan sehat dan Alhamdulillah tempatnya berada di dalam polres kali ini Yeay…
Tapi bukan berarti tanpa kendala yang bikin gondok ya, kali ini ujian dari yang maha kuasa ialah dokter yang jaga nggak ada di tempat, serius demi apa saya tungguin sampe bolak balik nggak nongol juga dokter jaganya. Saking keselnya saya pun langsung ke bagian informasi yang berada di gedung pelayanan SIM, ia gedungnya beda-beda meskipun di satu komplek.
Selang 2 jam gak ada titik terang akhirnya masalah surat keterangan sehat terselesaikan, lanjut dong ke pembayaran di teller BRI gak pake syariah, oh ia untuk biaya SIM C sekira 75 ribu aja dan surat dokter 30 ribu jadi totalnya ya segitu cuma beda goceng dari biaya tes psikologi.
Warbyasak kan harga pembuatan SIM C baru perpanjangan lebih murah ketimbang biaya tes psikologisnya.
Pas ke bagian pendaftaran SIM pun terpingkal-pingkal saya lihatnya, kenapa coba? Sepi cuyy gak ada yang jaga entah kemana petugasnya
Sepi banget 😊
Setelah ke bagian foto dan sidik jari saya baru faham kalau petugas di pelayanan SIM ini masih kurang personel, jadi satu orang banyak tugas di bagian pendaftaran dan di bagian foto dan sidik jari. Sepertinya ada kesempatan nih buat ngelamar kerja disini 😂
Semoga kedepannya lebih baik lagi pelayanannya dan saya sangat memaklumi segala kekurangannya karena mereka bukan yang sempurna tapi mencoba lebih baik lagi ciee mantap bikin adem kan kalau gini 🤭
Tanggal 20 Juni kemarin saya bertiga dengan teman pergi ke Lombok.
Jadi sebelum berangkat tuh repotnya minta ampun karena saya harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari perlengkapan mendaki gunung sampai jadwal keberangkatan dari rumah menuju bandara. Ia di Lombok kita akan medaki Gunung Rinjani dan ke Gili Trawangan, juga desa Sade rencananya.
Malam Minggu saya sudah berangkat ke Jakarta untuk menuju bandara, repot amat kenapa gak naik DAMRI aja langsung kan ada dari Serang ke bandara Soekarno-Hatta. Ia ada tapi mahal banget menurut aku yang jiwa backpacker 😂
Setibanya di bandara Soekarno-Hatta terminal 2, saya langsung nyari tempat untuk berlindung, ya ilah bahasanya haha
Mushola dekat parkiran terminal 2 bandara rupanya cocok buat tidur di selasarnya dan banyak juga tuh yang berfikir sama dengan kita.
Alarm jam 3 pagi pun menyala yang semalam saya aktifkan agar tidak kesiangan, langsung cuci muka dan membangunkan dua teman yang sedang dibuai mimpi.
Bergegas setelahnya ke halaman parkir inap bandara Soekarno-Hatta untuk melakukan test swab antigen. Buat yang baca setelah Pandemi covid 19 (Corona) berakhir ini merupakan sejarah dalam abad ini ya kalau kita pernah dilanda wabah virus.
Ada satu orang traveler yang hendak ke Makassar yang waktu itu melakukan test swab antigen bareng kita dan setelah mendapatkan hasil dia cerita kalau dia jadwal terbang jam 4:25 dan sekarang sudah jam 4:20. Mas gak salah jam segitu baru swab antigen jam segini, boarding aja ditutup setengah jam sebelum keberangkatan lho saya bilang. Rupanya ini kali pertama dia naik pesawat dan dikiranya seperti naik moda transportasi lainnya yang gak ada istilah njelimet ala boarding pass segala macem.
Turut prihatin atas apa yang menimpa kawan traveler tadi, saya lanjut menuju bandara untuk penerbangan. Walaupun jam 7 pagi penerbangan saya tapi wajib bersiap diri untuk pemeriksaan segala macam, benar saja setelah melewati Avsec (Aviation Security), satu teman saya dapat masalah yakni di dalam ransel dia ada pisau dan menurut peraturan tidak diperbolehkan untuk masuk ke kabin. Lalu saya yang bertanggungjawab untuk membawa ransel tersebut ke counter untuk dibagasikan. Sambil lari karena setengah jam lagi sudah mau flight saya marathon dong dari ruang tunggu ke counter check in yang jaraknya lumayan jauh, pas di counter pun harus antri ya tuhan…
Drama counter ini terus berlanjut lho karena di dalam ransel ini ada power Bank yang gak boleh dibawa ke bagasi harus ke kabin pesawat, duhh.. mana ransel punya temen lagi dan hasilnya saya bongkar tuh ransel untuk mencari si power Bank disimpan. Cemas campur lemas akhirnya saya Kembali ke ruang tunggu. Anjiiim banget 😂
Dua jam penerbangan tidak terasa dan pesawat mendarat dengan mulus di bandara internasional Lombok Praya. Sesampainya di bandara kita harus mengisi formulir di aplikasi e-HAC yang isinya tujuan kita di Lombok dan dari mana kita berasal lengkap dengan deskripsi produk hehe.
Dari pintu keluar bandara saya menuju counter DAMRI untuk menanyakan ketersediaan bus ke Selong (baca Slong) dan untuk tiketnya saya pesan di aplikasi DAMRI. Jadi tinggal tunjukkan barcode ke petugas DAMRI, dan nyatanya tidak semudah itu karena kebanyakan petugas tidak disertai alat atau aplikasi yang menunjang soal e-tiket.
Untuk kalian yang hendak ke Basecamp Sembalun untuk mendaki Gunung Rinjani dari bandara kita naik DAMRI ke Selong dan turun di perempatan Masbagik dan dilanjutkan Naik pick up ke Basecamp Sembalun. Bila tidak ada pick up yang langsung ke basecamp bisa ke Aikmel dulu lalu lanjut ke Sembalun. Tetap ya naik pick up juga.
Minggu sore sekira jam 5 akhirnya saya tiba di Sembalun dan karena jadwal Nanjak Gunung Rinjani hari selasa jadi niatnya saya mau Nanjak Savana Dandaun dulu tapi… Karena mabuk perjalanan pas naik pick up tadi (jalan menuju Sembalun naik turun gunung) jadilah saya minta langsung diantar ke Basecamp Sembalun saja. Dan dua hari dua malam cukup lah buat istirahat sebelum mendaki.
Selama di basecamp saya tidur dengan mendirikan tenda semalam di halaman basecamp dan semalam lagi saya tidur di masjid seberang basecamp.
Buat kalian yang penasaran dengan suasana Basecamp Sembalun bisa lihat videonya di
Kemping Sendirian di Saung Biru PandeglangKemping Sendirian di Bukit Waru Wangi Padarincang, SerangKemping Sendirian di Curug Leuwi Bumi PandeglangSignage “Pandeglang” Gunung Karang BantenCity View Saung Biru PandeglangKari Ayam, menu kemping ceria di Bukit Waru Wangi Padarincang SerangMasak makan malam di Saung Biru PandeglangSurvei tempat kemping di jembatan pelangi lontar Serang BantenJadi superhero ala-ala di Negeri di Atas Awan, Citorek Lebak BantenKemping bareng temen di Curug Tomo Pandeglang BantenMenikmati api unggun bareng temen di Pantai Bugel Pandeglang BantenGemerlap Malam dilihat dari atas Gunung Karang BantenSarapan dulu bair kuat ngegas poll motornyaMilky way di Camping ground Bukit Waru Wangi Padarincang Serang
Motor yang saya kendarai rupanya tidak sanggup lagi untuk menanjak, tercium aroma “sangit” yang berasal dari Van belt motor matic injeksi yang sedari tadi kualahan melibas jalanan terjal menjulang tinggi.
Demikian gambaran tentang perjalanan menuju ke Saung Biru Kampung Kaduengang, Gunung Karang Pandeglang Banten. Sekira jam 9 malam baru sampai lokasi karena ini kali pertama kesini jadilah banyak berhenti untuk bertanya.
Di lokasi sudah ada beberapa pengunjung yang juga hendak menghabiskan malam pergantian tahun di tempat ini. Mungkin mereka sepemikiran denganku kalau di Saung Biru kita bisa melihat pemandangan lampu kota dari sini, juga tentunya hamparan letusan kembang api di seluruh penjuru kota. Persis seperti di Kampung Domba, hanya saja tahun lalu sewaktu disana tidak ada gemerlap letusan kembang api karena Banten sedang berduka karena tsunami selat Sunda.
Masak makan malam
Hujan deras mengguyur wilayah ini sejam setelah pergantian tahun lalu seketika semua pengunjung masuk ke tenda masing-masing. Saya kebetulan sendiri di tenda sedang 4 teman saya masing-masing berdua satu tenda. Posisi tenda saya yang berada di tengah memudahkan kita untuk berkomunikasi walaupun posisi sedang berada di dalam tenda. Sesekali obrolan kami terputus karena suara hujan yang mengguyur cukup deras sekali.
Pagi hari menjadi momen paling tak terlupakan, angin kencang berhembus tanpa henti dan menerbangkan salah satu tenda pengunjung yang tidak ada orangnya. Kebanyakan mereka asik berswafoto dan mengabaikan kondisi tendanya.
Gaya dulu 😁
Kabut pekat di pagi itu kami nikmati sambil memasak makanan untuk sarapan dan ngopi sambil ngobrol bareng. Saking asyiknya ngobrol jadi lupa hawa dingin yang menggigit.
Jauh-jauh cuma buat makan mie instan
Segera setelah selesai sarapan kami bergegas berkemas dan mumpung cuaca masih bersahabat kami pun langsung pulang. Saung Biru aku pasti akan kangen….