
“Chanyeol’s Daddy Diary”
Cast(s) : Park Chanyeol, You as His Wife, Park Jung Yeol and Park Jung Hwa as your children || Genre : Family, Married-life, Fluff || Rating : G || By : Sohwadreamer
1 : CAST – 2 : FIRST TIME

“Ya! Park Chanyeol! Bangun..”
“Banguunn..”
Chanyeol mengerjapkan matanya dan melihat ke sampingnya. Ternyata itu kamu, cinta di hidup Chanyeol yang sedang memasang wajah kesal. “Hmm.. morning, baby girl..” Sapa Chanyeol sambil mengelus kepalamu.
“Ya! Cepatlah bangun sekarang..” Seru mu sambil menarik lengan kekar Chanyeol agar cepat bangkit dari tempat tidur. Adegan tarik-menarik pun tak dapat di hindari.
“Kenapa? Kan sekarang hari Sabtu, baby girl.” Chanyeol benar-benar malas bangkit dari tidurnya.
Kamu melepaskan tarikanmu pada lengannya lalu menatap Chanyeol dengan puppy eyes andalan mu. “Oppa.. Aku harus pergi ke butik hari ini..” Saat ini kau mulai menaruh tangan di dadamu seperti orang berdoa. “Jadi.. Jagalah anak-anak kita ya, Oppa yang tampan..” Setelah berkata seperti itu, kau mengerjapkan matamu dua kali sambil tersenyum dengan manis.
Akhirnya, petualangan manis Chanyeol dimulai.

Chanyeol sedari tadi hanya mondar-mandir di ruang keluarga dengan cemas. Saat ini dia sedang menunggu anak-anaknya yang tampan dan cantik, juga sedikit rewel, untuk bangun.
“Moooommmmm!” Chanyeol tersentak mendengar teriakan dari lantai dua, dari kamar anak-anaknya. Chanyeol bergegas menuju kamar mereka.
“Baiklah, kita mulai dari princess ku dulu. Park Jung Hwa.” Chanyeol memasuki kamar putri kecilnya yang bernuansa serba hello kitty berwarna pink di setiap bagian ruangan.
“Daddy!” Jung Hwa langsung meloncat turun untuk menghampiri Chanyeol dan di sambut dengan gendongan oleh Chanyeol. “Aku rindu, daddy.” Lanjut Jung Hwa sambil memeluk leher ayah nya itu.
“Morning, princess..” Chanyeol mulai menciumi anak perempuannya itu dan membuat Jung Hwa kegelian.
“Daddy..Stopp!! Hahaha..” Suara tawa Jung Hwa terdengar sangat menggemaskan, membuat Chanyeol enggan untuk berhenti.
“Daddy, sangat rindu pada Jung Hwa.. Jung Hwa??” Chanyeol menatap anaknya dengan ekspresi lucu serta suara yang dibuat seperti anak kecil.
“Tentu saja. Daddy kan jarang ada di rumah..” Jung Hwa mulai menundukkan kepalanya dengan bibir mencebik. “Huh, Daddy kerjaannya di studio terus..” Lanjut Jung Hwa syang terdengar seperti mendumel.
Aw, aku jatuh padamu Jung Hwa-yaa.. –Park Chanyeol
“Tapi hari ini, daddy akan bermain seharian denganmu, princess.” Kata Chanyeol sambil menciumi pipi gembil Jung Hwa.
“MOOOOOMMMMM!!” Suara dari kamar sebelah, kamar Jung Yeol terdengar sangat keras hingga membuat Chanyeol dan Jung Hwa kaget.
“Hmm.. Baiklah, Jung Hwa bantu daddy, ya?” Ya, Chanyeol sangat membutuhkan pertolongan saat ini. Dia belum pernah di tinggal hanya bertiga seperti ini.. Semoga Tuhan membantu Chanyeol juga hari ini.
“Eung. Tentu.” Jawab Jung Hwa dengan lucunya.

Saat ini mereka bertiga sedang duduk di meja makan untuk sarapan. Untungnya seorang Park Chanyeol sangat mahir dalam memasak, jadi tidak ada makanan gosong yang tersaji.
“Hmm.. Mom-ku dimana?” Tanya Jung Yeol pada Daddy nya itu.
“Mom itu bukan milikmu tapi milikku. Mom ada di butik. Sibuk.” Jawab Chanyeol jutek pada Jung Yeol. Yah, hubungan Jung Yeol dan Chanyeol memang seperti itu, selalu bersaing untuk hal yang tidak penting.
“Huh, terus daddy tidak kerja?” Tanya Jung Yeol lagi tanpa melihat Chanyeol. Dia sibuk pada pancake dengan saus strawberry di atasnya.
“Kalo daddy-mu kerja, lalu aku siapa?” Chanyeol tetap dengan nada juteknya.
“Kau sangat menyebalkan, Dad.” Kata Jung Yeol yang merasa kesal.
Jung Hwa hanya menghela nafasnya dan melirik kearah Chanyeol dan juga Jung Yeol. Dia benar-benar lelah dengan pertengkaran tidak jelas ini.
Mereka kapan sih tida bertengkar –Jung Hwa.
“Jung Hwa-ya, kau mau lagi? Biar daddy ambilkan..” Chanyeol menatap putrinya dengan senyum yang merekah.
“Tidak.. aku kenyang, dad.” Jung Hwa langsung bangkit dari kursinya dan pergi keruang keluarga.
“Aku mau lagii..” Jung Yeol sedikit merengek dan mendorong piringnya pada Chanyeol.
“Ambil sendiri, kau sudah besar. Wlek.” Chanyeol menjulurkan lidahnya untuk mengejek Jang Yeol dan segera berlalu untuk menuju keruang keluarga bersama Jung Hwa.

Pasti kalian bertanya-tanya kenapa Chanyeol seperti itu pada Jung Yeol. Tentu saja itu karena Jung Yeol adalah anak laki-laki yang nakal menurut Chanyeol. Tapi bagimu, Jung Yeol hanyalah anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar dan agak jahil tapi tidak nakal.
Chanyeol juga sebenarnya bermimpi menjadi ayah dari tiga orang putri yang loveable seperti Jung Hwa. Rasanya hidupnya akan penuh dengan gula-gula dan Chanyeol akan jadi yang tertampan. Haha. Kamu, istri Chanyeol pasti tahu bagaimana narsisnya suamimu ini.
Tapi, bagaimanapun Chanyeol tetap menyayangi kedua anak kalian. Kepada Jung Yeol harus tegas karena bagaimanapun dia adalah anak laki-laki. Sedangkan pada Jung Hwa tentu harus lembut karena hatinya selembut kamu, hati seorang perempuan. Haha.
Salah satu bukti Chanyeol sangat mengasihi Jung Yeol adalah seperti saat ini. Menemani Jung Yeol les berenang di Sabtu sore. Jung Hwa juga ikut, tapi dia tidak mengambil les berenang. Kata Chanyeol, “Jung Hwa tidak perlu bisa berenang, agar selalu tergantung padaku.” Dan saat itu kamu melihat Chanyeol dengan tatapan jijik.
“Sana, bergabunglah dengan teman-temanmu.” Kata Chanyeol setelah memakaikan baju renang pada Jung Yeol.
“Iya, dad.” Jung Yeol langsung pergi meninggalkan Chanyeol yang sedang memakaikan Jung Hwa baju renang.
Baju renang Jung Hwa sangat lucu menurut Chanyeol. Baju renang berwarna pink dengan sedikit warna biru, talinya dari kumpulan mutiara-mutiara kecil menggantung di leher Jung Hwa, baju renang itu juga berbentuk seperti terusan dengan rok rimpel. Sangat lucu.
“Kau lucu sekali, sayangnya daddy.” Kata Chanyeol sembari mencubit pipi gembil Jung Hwa.
“Kenapa daddy suka sekali mencubit pipi ku.” Jung Hwa mencebikkan bibirnya, membuat dia makin menggemaskan.
“Aigoo.. Baiklah, maafkan daddy. Ayo kita berenang, Jung Hwa-ya.” Chanyeol dan Jung Hwa berjalan menuju kolam renang sambil bergandengan tangan. Tapi mereka juga tak lupa untuk menitipkan barang mereka pada petugas disana.
Chanyeol dan Jung Hwa berada di kolam yang dalam dengan Chanyeol menggendong Jung Hwa. Sedangkan Jung Yeol berada di kolam khusus anak-anak dimana siswa les berenang berada.
“Dad, aku mau berenang seperti bersama lumba-lumba.” Pinta Jung Hwa pada Chanyeol yang sedang berjalan di dalam kolam agar menuju ke bagian kolam yang sepi.
“Begitu.. Hmm..” Chanyeol berpikir bagaimana caranya agar putri imutnya ini bisa seperti berenang dengan lumba-lumba. “Baiklah, tapi kau harus memegang pundak dad dengan erat, dan bernafas saat daddy tidak menyelam, bagaimana? Kau mengerti, princess?” Lanjut Chanyeol dengan ide di kepalanya.
“Oke, dad.” Jawab Jung Hwa sambil membuat lingkaran dari ibu jara dan telunjuknya.
“Baiklah, ayo kita coba.”
Chanyeol mulai meletakkan Jung Hwa di punggungnya, dan menyuruh anak itu untuk memegang pundaknya erat. Lalu dia mulai berenang dengan gaya dada. Mereka melakukan itu selama beberapa menit, dan berhenti karena Chanyeol tidak bisa bernafas, tentu saja karena putri kecilnya malah memeluk lehernya dengan kuat. Chanyeol tercekik.
“Hahaha.. seru sekali, daddy!” Tawa lucu Jung Hwa terdengar sangat manis. “Aku seperti berenang di laut dengan lumba-lumba. Hahaha..” Lanjut Jung Hwa.
“Aigoo.. daddy hampir mati karena tidak bisa bernapas..” Kata Chanyeol yang sudah menggendong Jung Hwa di depan sambil terengah-engah. “Tapi tawamu menyembuhkan daddy, princess.” Lanjut Chanyeol sambil menciumi pipi putrinya itu.
“Hahaha.. geli!!”

Saat ini mereka bertiga duduk di meja pinggir kolam berenang untuk makan siang. Chanyeol yang tidak membawa makanan pun akhirnya membeli tiga bungkus mi ramyun dan satu porsi nasi gulung dengan isi telur dan keju sebagai menu makan siang mereka.
“Kalau saja mommy yang menemani seperti biasa. Mungkin kita makan cumi hari ini, Jung Hwa-ya.” Saut Jung Yeol yang mendapat lirikan tajam Chanyeol.
“Hmm.. Oppa benar.. Aku jadi ingin cumi..” Jung Hwa mengiyakan pernyataan Jung Yeol dan mendapati Chanyeol melihatnya dengan tatapan puppy. “Tidak, maksudku sama daddy juga seru kok. Bahkan aku berenang dengan lumba-lumba tadi.” Jung Hwa berusaha membuat Chanyeol senang dan itu berhasil.
“Huh, tapi mommy akan menemaniku berenang!” Jung Yeol mulai meninggikan suaranya.
Chanyeol yang mulai kesal mengambil makanan Jung Yeol. “Yasudah, jangan makan.” Kata Chanyeol.
“Huh, aku juga tidak mau. Habiskan saja.” Jung Yeol jadi ikutan kesal dan meninggalkan meja itu untuk bergabung dengan teman les renangnya di pinggir kolam lain.
“Dasar anak nakal.” Chanyeol jadi marah betulan karena sikap Jung Yeol yang pergi saja tanpa pamit.
“Daddy.. Jangan seperti itu.. kasihan oppa.. Bahkan dia hanya makan pancake tadi pagi..” Wajah Jung Hwa sudah hamper menangis karena kasihan dengan oppa nya yang selalu baik padanya.
“Jung Hwa-yaa.. Oppa mu menyebalkan, tadi kau lihat, kan?” Chanyeol mulai mencebikkan bibirnya.
“Huh, daddy seperti anak kecil.” Lalu Jung Hwa melanjutkan makan dengan diam.
Huh, gara-gara Jung Yeol, dasar bocah itu. Padahal dia tertawa di sana. –Park Chanyeol

“Baiklah kita akan coba di kolam yang agak dalam untuk berenang.” Kata pelatih yang di sambut sorakan riang dari anak-anak pelatihan tersebut.
Bagi mereka berenang di kolam yang agak dalam sangat seru, karena mereka dapat mempraktikan kemampuan mereka. Berbeda saat di kolam cetek yang sangat tidak seru.
Segerombolan anak-anak mulai mendekati kolam yang agak dalam. Mereka tidak sabar untuk berenang di kolam itu.
“Ya, Park Jung Yeol, kau takut tidak?” Seorang anak perempuan yang sebaya dengan Jung Yeol bertanya. Namanya adalah Kim A Run, teman pelatihan renang, teman satu kelas di sekolah, juga orang yang Jung Yeol sukai.
“Tidak. Aku kan bisa.” Jawab Jung Yeol tanpa melihat kearah A Run. Bukan karena tidak peduli, tapi karena malu.
“Wah, Jung Yeol memang bisa apa saja.. Hehe.” Kata A Run sambil tersenyum kearah Jung Yeol. “Kecuali pelajaran tapi.” Lanjut A Run masih dengan senyum di wajahnya.
Jung Yeol menatapnya tidak percaya. “Kau mengejekku?” Raut wajah Jung Yeol agak kesal.
“Tidak. Aku tidak bermaksud seperti itu, Jung Yeol-a.” Jawab A Run dengan wajah sedih.
“Ya, sekarang giliran Park Jung Yeol, Moon Jae Bin, dan Jang Ra On.” Panggil sang pelatih renang pada siswa nya.
“Huh. Sudahlah.” Kata Jung Yeol sambil menjauh dari A Run menuju ke pelatihnya.
“Baiklah, kalian harus berenang sampai tengah kolam dan kembali kesini, mengerti?” Jelas pelatih bermarga Hwang tersebut.
“Iya, Pelatih!”

Chanyeol dan Jung Hwa sudah selesai mandi dan beberes. Mereka kembali menuju meja mereka untuk duduk sambil menunggu Jung Yeol. Mereka melewati kolam dimana berkumpul anak-anak pelatihan renang. Chanyeol melihat putranya mulai ancang-ancang untuk berenang. Dia pun tergerak untuk melihat lebih dekat.
“Kita lihat Oppa mu dulu, princess.” Kata Chanyeol yang di jawab dengan anggukan oleh Jung Hwa.
Mereka memperhatikan Jung Yeol yang terlihat keren saat berenang seperti itu. Dalam hati Chanyeol sangat bangga dengan anak sulungnya itu.
That’s My Boy –Park Chanyeol
Jung Yeol terus berenang hingga hampir di tengah kolam yang cukup dalam untuk anak seusianya. Namun, tiba-tiba Jung Yeol mulai aneh, tapi hanya Chanyeol yang menyadarinya. Dia seperti akan tenggelam saat itu. Chanyeol makin mendekati kolam renang itu. Jantung Chanyeol mulai berdetak cepat.
Lalu tiba-tiba tangan Jung Yeol seperti minta pertolongan, lalu menghilang dari permukaan air.
“PARK JUNG YEOL!!!” Semua orang berteriak saat menyadari Jung Yeol tenggelam.
Chanyeol langsung meloncat dalam air untuk menyelamatkan anaknya. Pria itu lalu menarik anaknya ke pinggiran kolam dan memberikan pertolongan pertama.
“Jung Yeol-a, buka matamu, boy.” Kata Chanyeol sambil memacu jantung Jung Yeol.
Chanyeol lalu memberikan nafas buatan dan memompa jantung Jung Yeol lagi. “Daddy mohon, Jung Yeol-a..” Kata Chanyeol sambil memompa jantung Jung Yeol. Segala pikiran buruk sudah menggerogoti Chanyeol, dia sangat ketakutan.
Tak lama, Jung Yeol memuntahkan air dari dalam perutnya dan mulai sadar. Chanyeol yang melihat itu sangat lega dan memeluk anak pertamanya itu. “Terimakasih, Tuhan.. Kau sudah menyelamatkan Jung Yeol ku.” Kata Chanyeol.

Saat ini sudah malam dan mereka sedang dalam perjalanan pulang. Di dalam mobil sangat sepi. Chanyeol menyetir dalam diam, Jung Yeol yang duduk di samping Chanyeol juga terdiam karena lelah, sedangkan si princess keluarga Park tertidur di bangku belakang.
“Kenapa bisa tenggelam?” Chanyeol bertanya pada Jin Yeol. Suaranya lembut dan tanpa nada yang jutek.
“Perutku sakit.” Kata Jung Yeol yang masih lemas. “Sepertinya keram tadi.” Lanjutnya sambil membenahi posisi duduknya untuk mencari posisi nyaman.
Chanyeol yang mendengar itu langsung meminggirkan mobilnya. “Apa karena belum makan?” Chanyeol memegang dahi Jung Yeol. “Apa kita makan dulu, Jung Yeol?” Tanya Chanyeol lagi.
“Aku tidak tahu, dan tidak usah dad. Jung Hwa sudah tidur, kasihan kalau harus bangun lagi.” Jawab Jung Yeol menolak ajakan Chanyeol.
Chanyeol hanya menghela nafas lalu keluar dari mobil, dibukanya bagasi dan diambilnya kotak P3K dan selimut.
“Nah, balur perut, leher, dan kakimu dengan minyak ini. Agar hangat.” Perintah Chanyeol pada Jung Yeol. Anak itu juga mematuhi perintah daddy nya itu. “Gunakan selimut ini agar hangat.” Kata Chanyeol sambil menyelimuti Jung Yeol.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka untuk pulang dan istirahat.

Sesampainya di rumah, Chanyeol langsung menggendong Jung Hwa ke kamarnya dan menurunkan semua perlengkapan berenang mereka tadi. Sedangkan Jung Yeol, dia langsung masuk kamar dan entah berbuat apa.
Setelah menurunkan semua barang, Chanyeol langsung pergi ke dapur untuk membuat sup daging buat Jung Yeol. Entahlah, dia merasa sangat bersalah pada anaknya itu. Karena dia marah tadi, Jung Yeol tidak makan dan berenang denga perut kosongnya. Setelah selesai, Chanyeol membawa sup itu dan segelas susu menuju kamar Jung Yeol.
Saat memasuki kamar Jung Yeol, Chanyeol mendapati anak pertamanya itu sedang menangis di atas tempat tidurnya. Jung Yeol terlihat menyedihkan, dia menyelipkan kepalanya diantara kakinya yang terlipat dan menangis dengan suara tertahan.
Chanyeol langsung menghampiri anaknya itu setelah menaruh makanan tadi di meja terdekat. “Hey, kenapa, nak?” Tanya Chanyeol sambil menangkup wajah anaknya itu. “Jangan menangis sayang, daddy disini.” Lanjut Chanyeol sambil menghapus air mata Jung Yeol.
“Aku takut..” Jung Yeol menangis lagi lalu makin keras. “Perutku tadi sakit sekali, dad.” Lanjut Jung Yeol.
Chanyeol makin kasihan di rengkuhnya Jung Yeol untuk menenangkannya. “Sudah, sudah. Jung Yeol kan hebat.” Kata Chanyeol sambil mengelus punggung anaknya itu.
Kruyyuukk..
“Haha, kau pasti lapar.” Chanyeol mengurai pelukkan mereka dan mengambil nampan berisi makanan tadi. “Nah, makan lah, Jung Yeol-a.” Lanjut Chanyeol sambil menyerahkan nampan itu pada Jung Yeol.
Mata Jung yeol berbinar dan mulai melahap makanan yang Chanyeol buat tanpa berkata apapun. Sepertinya dia sangat kelaparan.
“Apakah enak?” Tanya Chanyeol.
“Eung..” Jawab Jung Yeol sambil mengangguk dan itu sangat lucu menurut Chanyeol. Tak tahan dengan kelucuan itu, Chanyeol mengacak rambut Jung Yeol sayang.
Setelah selesai makan, Chanyeol mengajak Jung Yeol untuk tidur di tempat tidur Jung Yeol. Mereka pun terlelap bersama.

Kamu baru selesai pulang dari butik pukul setengah satu pagi. Rumah sudah sepi, dan lampu sudah redup semua. Sepertinya aman hari ini, mengingat kamu tidak dihubungi oleh Chanyeol sama sekali hari ini.
Kamu langsung menuju kamarmu dan Chanyeol untuk mandi dan bebenah. Saat keluar dari kamar mandi, kamu mendapati Chanyeol tidak ada di tempat tidur. Perasaanmu mulai tidak enak.
Kamu pun menghampiri kamar putrimu dan mendapati si princess sedang tertidur. Kamu masuk kedalam dan memberinya kecupan selamat malam pada pipi gembilnya.
Lalu kakimu melangkah lagi menuju kamar anak sulungmu, Park Jung Yeol. Saat memasuki kamar itu, kamu di kejutkan dengan pandangan yang sangat langka. Dimana Chanyeol dan Jung Yeol tidur sambil berpelukan.
“Padahal mereka selalu bertengkar. Hehe.” Katamu dengan suara pelan.
Bergegas kamu mengambil telepon canggihmu di kamar dan kembali lagi untuk memotret mereka berdua. Kamu tersenyum karena sangat senang sekali.
Kamu mendekat pada Chanyeol dan menggoyang badannya. “Oppa, ayo pindah ke kamar kita.”
Chanyeol terbangun dan bangkit dari tempat tidur Jung Yeol. Kalian lalu melangkah bersama menuju kamar kalian berdua.
“Oppa, jjang! Super-Daddy, Chanyeol..” Katamu sambil mencium pipi Chanyeol. Pria itu hanya tersenyum dan memberimu ciuman di bibirmu cukup lama. Lalu kalian kembali melangkah menuju kamar kalian.
Chanyeol masih terus tersenyum. “Kau tahu, ini hari yang berat, yeobo.” Dan kau akan mengamuk kalau tahu Jung Yeol hampir tenggelam –Park Chanyeol.
Satu hari berat sudah terlewati. Congratulation, Mr. Park!
