Our Jewelie Family

Annyeonghaseyo ^^

SuperJeweline sebenernya adalah blog milik Jewelie yang beranggotakan 5 orang Jewels:

1. Indri
88-line
@ndee1338

2. Dita
89-line
@ditakw_

3. Chu (bukan nama sebenarnya)
89-line
@betabetiii

4. Ma’ippo (bukan nama sebenarnya)
90-line
@zen404

5. Sora
92-line
@sorariruu

Walaupun namanya berbau Jewel, tapi yang diposting di sini ga selalu tentang Eunhyuk kok.
Buat ff kita ga selalu pake Eunhyuk buat main cast juga.

Sekian perkenalan dari kami.
Selamat membaca dan enjoy~

Good Day

:: Dita ::

I reached my cellphone without opening my eyes. “Hello?” I said as answered that call.

Oppaaa~!” a girl’s shout was what I got as an answer.

“Who is this?” I asked, half-conscious because I even haven’t opened my eyes from sleep.

“Uh? You don’t know me?”

I moved the cellphone to the front of my face, opened my eyes a bit to see who’s calling. Rara, my beloved girlfriend. “Uhm. What is it?”

“I’m in front of your apartement now, come out!”

“What?!” I opened my eyes wide.

Continue reading

The Girl I Know (아는 여자) [Part 2 – End]

:: Dita ::

“Tuan Lee Hyukjae, Nona Lee Sena ingin bertemu dengan Anda,” seorang laki-laki paruh baya yang pernah kulihat sebelumnya menghadang jalanku saat aku dan teman-temanku berjalan keluar sekolah seusai bermain sepak bola.

“Apa?” tanyaku heran.

“Wah Hyukjae, kau akan diberi apa lagi kali ini?” ejek salah seorang temanku.

Aku menghela napas. Memang sepertinya hampir seisi sekolah sudah tahu kalau Lee Sena menyukaiku. Dia selalu membawakanku sarapan setiap pagi dan memberiku berbagai macam barang. Aku tidak mengerti kenapa dia harus melakukan semua itu.

“Silakan,” laki-laki paruh baya itu mempersilakanku masuk ke mobil yang diparkir di depan sekolah.

Aku duduk di dalam mobil, mengira-ira apalagi yang akan dilakukan Lee Sena kali ini. Mobil berhenti setelah memasuki halaman sebuah rumah. Rumah yang cukup besar, pasti rumahnya. Aku dipersilakan turun dari mobil dan diantar menuju sebuah ruangan dimana di dalamnya terdapat satu set meja makan dan sebuah piano. Lee Sena duduk di salah satu kursi di meja makan itu.

Continue reading

The Girl I Know (아는 여자) [Part 1]

:: Dita ::

 

“Namaku Lee Sena. Salam kenal. Mulai hari ini aku akan menjadi siswi di kelas ini. Mohon bantuannya,” siswi baru itu mengakhiri pidato singkatnya dengan membungkukkan badan.

Ia lalu duduk di kursi kosong di baris kedua dari jendela, kursi kedua dari depan. Aku memperhatikannya sejenak. Sepertinya dia anak dari keluarga kaya. Untuk ukuran siswi SMP, semua benda yang dipakainya termasuk barang-barang mahal.

“Hyukjae, tangkap bolanya!” teriak salah seorang temanku saat aku melintasi lapangan sekolah.

Aku menangkap bola yang tidak sengaja ditendangnya ke arahku. Aku bersiap lari untuk ikut bermain sepak bola bersama teman-temanku saat seseorang menarik tanganku. Aku menoleh.

Continue reading

Satu lagi ff english dari Dita, diedit oleh Risa ^^
KyuRa couple here… ^^

rysazh's avatarthe dream journal

Oppa, look! Does it look good on me?” you tried a beanie and tidied your bangs.

The older boy looked at you for some moment and said, “I like girl with pretty forehead, but I ended up with a girl with bangs that covers forehead.”

You pouted your lips and putted the beanie off of you, “I don’t like people who’s making relationship with a celebrity, but I ended up having a relationship with a celebrity,” you walked out of the store.

He was following you, walking few steps behind you.

You retarded your steps in order that the older boy could catch up your steps.

Both you and the older boy were walking side by side without any words toward a cinema.

“They don’t play that movie anymore,” the older boy, Kyuhyun, said as he stared at the monitor which showing the movie schedule.

“Eh? What?” you…

View original post 426 more words

Wishlist – 3

:: Dita ::

 

Rara runs as fast as she can towards the train. I must get in this train or I’ll be late, she thinks. She gets in the train just one second before the train’s door closed. She accidentally bumps her body to someone who gets in the train just few seconds before her.

“I…I’m sorry!” she quickly apologizes when the train start moving.

“What are you?” a boy almost yells at her.

“You?!” Rara even drops her book from her hand when she realize who is that boy, the one whom she bumped to. Cho Kyuhyun.

“Tsk, what a clumsy,” Kyuhyun turns to sit on the passenger seat.

Rara puts her book and turns her head to find a seat. In the end, she sits beside Kyuhyun.

Continue reading

Wishlist – 2

:: Dita ::

Eunhyuk walks toward a vending machine in the corridor. He puts some coin into it and press a button. A can of fruit juice comes out from the vending machine. He takes it and open the can.

After take a gulp of fruit juice, he leans his back to the vending machine. His mind, somehow, stucks to the talkshow he did yesterday. He said many things there, including his worries and hopes.

“Ah, so tired,” he sighs. “This kind of life is fun, but it’s tiring too.”

Continue reading

Wishlist

Dita

—-

 

Chunhee sits on a bench in Han riverside. Her gaze sticks to a bridge on her left side, called Banpo Bridge. She look at every car that pass the bridge. Thingking what kind of people on that car, what they do, how’s their life, and wondering if they have any wish that they want to fullfil in this Christmas.

“Chunhee-ya!” hearing a voice call her name, she moves her head toward that voice behind her.

“Oh? Eunhyuk Oppa? What are you doing here?” she asks, when that man sits beside her.

“Nothing, I just feel like going here.”

Chunhee smiles, thingking that maybe this is what people called ‘fate’.

Continue reading

Feels Good [Chapter 3 – End]

:: Dita ::

Seperti biasa, pagi ini setelah olahraga di gym, aku mampir ke coffeeshop di depan gym. Sekedar mengisi waktu di akhir pekan ini. Siwon sedang pergi ke luar negri bersama teman-teman segrupnya, sehingga akhir pekan ini terasa sedikit membosankan bagiku.

Ah, sungguh pagi yang beruntung. Si Onni ―yang kalau tidak salah adalah mantan pacar Siwon― juga berada di lantai dua coffeeshop. Dia duduk di tempat pertama kali aku melihatnya bersama Si Nona Idol, tapi kali ini dia sendirian. Sepertinya dia sedang melamun, karena matanya terus tertuju pada gedung gym di depan sana.

Continue reading

Feels Good [Chapter 2]

:: Dita ::

Sejak hari itu dia sering mengjemputku di gym dan mengantarku ke sekolah. Atau kalau dia tidak ada waktu di pagi hari, dia akan menjemputku di sekolah pada sore hari dan mengantarku pulang. Sesekali aku menolak, tapi sepertinya dia memaksa sehingga aku tidak bisa menolak tawarannya.

Tentang perjodohan itu…aku belum berani menanyakan hal itu padanya, tidak pula pada ibuku. Namun sikap ibuku yang terlalu baik setiap bertemu dengannya membuatku yakin bahwa perjodohan itu memang benar.

Yang kurasakan sekarang bukanlah tentang menolak atau menerima perjodohan itu. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan benar atau tidaknya perjodohan itu, karena sejauh ini aku merasa nyaman bersamanya. Mungkin karena kami adalah teman lama.

Continue reading

Feels Good [Chapter 1]

:: Dita ::

 

Onni!” suara yang mengejutkanku itu berasal dari arah depan.

Refleks aku mendongakkan wajahku yang sejak tadi menghadap pada buku yang sedang kubaca. Seorang perempuan yang mengeluarkan suara tadi duduk selisih satu meja dari tempat dimana aku duduk. Dia melambai pada seorang perempuan lain yang baru saja menginjakkan kakinya di lantai dua coffeeshop ini.

“Maaf, aku terlambat,” ucap perempuan yang baru saja datang, bahkan sebelum dia duduk di kursinya.

Continue reading