Feeds:
Posts
Comments

James walking down through the dawn

As he walk across the bridge, the sun has filled him with pure light

His shadow slipped away behind him, hiding from the brightest sunlight

They walk along the bridge of  love and life, slowly and gently

He can’t be sure

But he know, this journey will change everything

Now the wind whisper some words, as the water singing the sounds

Harmonize with his step, create sophiscated atmosphere

A sounds for sceptical soul, who try to understand what’s in their hand

James almost finished his journey, and finally he know what he looking for

He realize that he know, he always know the truth

The way to open his future, his life and his dream

Believe, belief, beyond

Our morning glory

J.S on summer 2010


some words was taken from Oasis album (What’s The Story) Morning Glory?

Image
“Which would be worse, to live as a monster, or to die as a good man?” – Teddy Daniels
By James Sheilling

Bila anda bertanya bagaimana keadaan saya sekarang, saya dapat mendefinisikan pada anda dalam ratusan rangkaian kata. Dan menjabarkannya pada anda jauh lebih memakan waktu dari pertanyaan anda sendiri. Tapi biarlah saya coba sodorkan pada anda perspektif saya, semoga anda berkenan sedikit menampar waktu agar dia tidak sadar anda sedang membaca tulisan saya.

Image

Di mana saya? Dan mengapa?

Kau gesek biola di pukul 3 pagi
Ketika kutumpahkan secangkir kopi di langit mati
Mengapa bulan enggan mengecup mentari?
Sedangkan fajar terlena menari – nari

Kau gesek biola di pukul 3 pagi
Ketika kafein menjalar di urat nadi
Dan jiwa – jiwa sepi melompati mimpi
Menampar ilusi dan menggandeng imajinasi

Kau gesek biola di pukul 3 pagi
Ketika aku di tumpahkan secangkir kopi
Saat tetesan embun menggeliat pada mentari
Tapi mengapa daun – daun mengusir pergi

Kau gesek biola di pukul 3 pagi
Saat mentari berkunjung dan memotong dawai
Aku dan kopi sudah saling menghabisi
Kau gesek biola di pukul 3 pagi

Dosa

Apakah anda mengenal dosa? Saya yakin anda mengenalnya, karena dia begitu dekat dengan kita. Dia mengenal kita bagai teman lama, menggelitik kita dengan cerita – cerita tua, Membuai kita dengan fatamorgana dan mengecup kita dengan zat adiktif.

Image

Dosa adalah jadwal, tanpa sadar kita mengikutinya, seperti di tunjukkan jalan setelah lama tersesat.

Dosa adalah rumah, tanpa sadar kita memasukinya, merasa nyaman di dalamnya, bahkan hidup di dalamnya.

Dosa adalah panutan, tanpa sadar kita mencontohnya, bagai sebuah kitab, namun tentu saja kitab terlarang.

Mengapa kita hidup dalam dosa?

Ketika fajar semakin membiru
Kudengar kau berbisik dalam kalbu
Langitku dan langitmu adalah satu
Biar kita hias warna merah jambu

Waktu dan waktu berbicara
Tentang cerita indah dan bahagianya kita
Saat aku dan kau bergandeng mesra
Mengingkari cahaya muram lampu kota

Tetaplah satu kau dan aku
Hadapi dunia yang merengek pilu
ketika kan tiba kasihmu dan kasihku
Menerangi fajar membiru

Sayang, tinggallah di sini
Kita melangkah menuju tanah mimpi -mimpi
Dan bila engkau mulai lelah menanti
Bunuhlah waktu tuk usir sepi

Untukmu yang setia di sisiku, kuhadirkan sebuah cahaya untukmu, mungkin tak terlalu terang, tapi setidaknya memberimu kehangatan, berikanku waktu untuk terus menerangimu hari ini, esok dan seterusnya

Untukmu Ririt Handayani 🙂

Image

“You’re waiting for a train, a train that will take you far away. You know where you hope this train will take you, but you can’t be sure. But it doesn’t matter – because we’ll be together” – Mal

By Nate DeLorean

My mind rebels at stagnation! Give me work! Give me problems! – Sherlock Holmes

Stagnasi adalah sebuah kiamat kecil dalam kepala seseorang. Perlahan namun pasti menjebak kita dalam posisi nyaman, mebuat kita terlena dengan fatamorgana yang mereka suguhkan. Sedikit di tambah dengan rasa malas, stagnasi dan malas merupakan virus ampuh yang menggerogoti pikiran anda.

Itulah yang terjadi pada saya, kekosongan rutinitas membuat saya nyaman, terlena dan terbuai rasa malas. Sedikit demi sedikit isi kepala saya pun mulai terganggu, menggugat kenyamanan yang di tawarkan stagnasi selama ini.

Dan di sinilah saya, memberontak, menerobos fatamorgana dan kembali bekerja di belakang tuts abjad dan layar 14 inch, duduk tenang selagi memikirkan huruf – huruf yang akan anda baca. Inilah kenyamanan yang sebenarnya menurut saya.

It’s Good To Be Back 🙂

By Nate DeLorean & James Sheilling

Senja memerah
Tapi engkau menahannya, tanpa berdarah
Langit membiru
Tapi engkau membelainya, tanpa menetes haru

Namun apa pelangi?
Warna bias, tak tentu laju
pilu . .
Tapi engkau warnai lagi
Berubah mereka tawa ceria kembali

Bilakah langit?
Atau bintang?
Berputar mengorbit arah
Tapi dunia dan bulan tertawa
bahagia . .

Bumi dan bulan satu arah
Berjalan seirama, satu nada
Percaya orbit pada satu arah
Mengalun indah pada satu nada

Aku bahagia bulan
menjadi bumi yang tau engkau siapa
Yang terang sinarmu dan bersinar padamu
Yang ada padamu, selalu

by James Sheilling

Selamat datang dunia, bersyukurlah kali ini nyata.

Rutinitas adalah satu hal, yang saya kira biasa, tetapi kenyataannya membunuh. Tapi apa yang di bunuhnya? Mungkin anda, mungkin saya, atau bahkan mungkin rutinitas itu sendiri. Bunuh – membunuh adalah realitas yang biasa untuk “rutinitas” . Brutal? Tidak masalah bila anda menganggapnya begitu.

Saya telah mati oleh rutinitas. Tertancap pisau tepat di dada, kreativitas saya terbunuh, setidaknya dalam jangka waktu 7 bulan itulah yang terjadi. Tetapi saya bahagia karenanya, karena langit telah mengirimkan malaikat untuk menemani saya menghadapinya. Dan terima kasih rutinitas, kini saya begitu dekat dan yakin pada malaikat saya.

Cahaya yang telah dia berikan telah mengembalikan saya, mengkontruksi kembali yang telah terbunuh, menghidupkan lagi dimensi yang telah roboh karena rutinitas. Dan kini semua kembali dengan warna baru, tidak dominan abu- abu seperti sebelumnya. Terima kasih atas warnamu malaikat.

Dalam rumah baru ini saya tidak sendirian dan kami berdua akan mendimensi rumah ini. Selamat menikmati otak kami teman – teman.

by Nate Delorean

Design a site like this with WordPress.com
Get started