Image
 

Studio 2 : Blog Entry Week2

•Agustus 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Task 2.1

This first task require me to create a new version of database that is normalized and transfer all the data from the old schema into the new schema. In order to complete the task, all I need to do is :

·       Document the schema of the old database.

·       Normalize that schema (to at least 3NF).

·       Create physical version of that database design.

The default database can be obtain through the moodle as the instruction told me to download the Access version database. And this is the default schema :

To open the schema, I use Microsoft Access 2007 as the main tool because file that given to me is in Access’ form. 

Image

At first sight, It seems that the schema already in the normalized form, but the fact is the schema is still unnormalized.  This is based on the the data that still have repetitive value in certain fileds within the schema. In order to normalized it, I need to search which tables that can be sorted out in order to make the schema normalized.

First of all, I need to bring the schema to the first normal form. The first normal form, as the textbook said, defines a structural constraint on table rows. Repeating fields are not allowed within any table in a relational database, as well as repeating groups of fields.  Therefore, to erase the repeating elements is essential in this matter

Then in second normal form, we need to determine whether it’s in the first normal form or not. Since I already made it to first form, I can skip it and proceed to the next step. In this step to make it to second normal form, I have to determine whether every non-key field is functionally dependent on the prim ary key.  If a non-key field is functionally dependent on only part of the primary key, I need to remove the non-key field from its present table and place it in another table.

Finally, in the third normal form.  Based on our textbook, the third normal form is a relational database table structure in which no non-key field is functionally dependent on any other non-key field(s). The third normal form also concentrated to the other type of problem which is computable fields, for example : Date, Month, Year etc.

To normalized the schema is a difficult task. Especially in the second normal form because I need to classify the non-key field to the following primary key. But there’s some certain points where I find it easy to normalized the schema and It’s when I detect the repeating fields , in the first normal form. The first normal form is relatively easier because the repeating fields it easier to find rather than finding the non-key – primary key dependency.

In this matter, almost all of the tasks are realistic. Except if I want to change the primary key. It’s not possible if I want to make the other primary key that contain related table has different names than the other primary key in the other table. The Microsoft Access would detect an error, then it would not continue the process as it doesn’t understand why the primary key has the different name with the other primary key within the related table.

New Use for Blog

•Agustus 18, 2008 • 3 Komentar

Aji Wiratama Hosniputera a.k.a Angraedge here. I’m going to tell something important and I make this quick, short and clear.

I’ll snatch this blog from Synchro for awhile since my lecturer require me to write my portofolio down to the so called blog thing to see my work progress. Since I’m too lazy to make another blog, I just make this blog to be multifunction. One for my leisure time and one for my work. 

Kindly I beg you, Do not crash my work entry with any blabbering comment. 

The work entry will be signed under Campus Studio Task category

Starting a Whole New Life

•Juli 10, 2008 • 2 Komentar

Tanggal ditulis : 7-7-2008

Ini merupakan hari pertama dimana saya memulai segala sesuatunya sendiri di negeri orang lain. Pada awalnya karena saya mengira saya sudah dewasa, jadinya saya yakin bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan mudah. Tapi… seperti yang dibilang, “Perkataan lebih mudah dari perbuatan” = =a.

Berikut merupakan “to do list” hari ini :

  • Campus Orientation
  • Complete Bank Draft Payment
  • Hostel Registration
  • Secure Contact-line
  • Building Connection

Karena pada umumnya berbasis pada pengamanan tempat tinggal, I call it “Operation : Securing Homebase”. >=Db Yeah!

Pertama tama, karena Campus Orientation diadakan pada jam 09.00 WM(Waktu Malaysia) jadi saya harus mentuntaskan hal tersebut lebih awal. Jam 08.00 saya bersama keluarga pergi untuk makan pagi di hotel. Eh… iya, saya kesini dengan orang tua sebagai back-up untuk masalah keuangan dan dokumen dokumen penting. Manja? Bukan! Karena saya belum punya Bank Account Malaysia soalnya surat pengantar dari campus belum keluar… salahkan campus = =!. Okay, so jam 08.45 saya pergi sendiri dengan menggunakan taksi berbiaya kocek 5RM (Rp 15.000; ambil rate Rp 3000 = 1RM). No choice, I have to take taxi coz I don’t know how t o get there with other transportation. Setibanya di campus, saya langsung mencari cari tempat untuk new students. Gimana caranya? Gampang! liat aja kumpulan orang asing lagi was-wes-wos =Db.

Kendala bahasa selalu jadi masalah, terlebih lagi ada rasa untuk enggan memulai percakapan demi membangun koneksi. Ajegile, bo… kiri bahasa Mandarin, kanan India, depan Afrika… bahasa bahasa yang susah karena mempengaruhi logat English-nya (…Saya agak budek, harap maklum…) dimana membuat mental saya ciut untuk memulai conversation (.__.). Ya sudahlah, Building Coneection di-pending, saya mau registrasi hal lainnya dulu.

Dengan berbekal Inggris ala martabak, sayapun berhasil membawa diri saya ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia ruang auditorium dimana kegiatannya hanya melihat presentasi orientasi tanpa bicara, berisik, nguap maupun ngentut (membawa citra orang Indonesia, tau aturan >=Db!). Sama seperti di bioskop, saya duduk di samping, pojok, depan agar layar presentasinya terlihat jelas. Samping saya kosong, Lalu siapakah yang akan berada di samping saya nantinya? ‘ ‘a?

Tiba tiba datanglah orang berbadan besar lewat dan meletakkan pantatnya di kursi disamping saya. “Mampus… orang mana nih?” harap harap cemas… berdoa untuk bisa berbicara dengan bahasa dimengerti olehnya. I’m afraid that he’ll punched the hell out of me, kan gak enak kalo awal awal aja udah bikin ilfill orang = =. Tanpa menggerakkan badan, saya menunggu momentum yang tepat untuk mengetahui bahasa yang dia gunakan (Sekali lagi, sangat mempengaruhi logat bahasa Inggrisnya = =a) … Ah! dia mengangkat hape! bahasa apa? Mandarin? Arab? Melayu? India?…

“Lho Frans? kon nang ndi ta? aku wis ning ngarep, kursi telu pojok.” TERNYATA JAWAAA… *gubrak* Alhamdulillah Ya ALLAH! saya tidak sendirian yang berwarga negara Indonesia! Whahahay!!. Akhirnya saya berkenalan dengannya. Namanya Nico dan temannya yang langsung datang setelah ditelepon tadi bernama Fransiskus. Kebetulannya, mereka berdua berasal dari jurusan yang sama dengan saya, IT! dengan begini, objective “Building Connection”, Complete!

Saya melalui acara orientasi tersebut bersama mereke berdua (dengan berbahasa Jawa =P). Hanya saja, saya harus berpisah sementara saat istirahat untuk mengurus objective “Complete Bank Draft Payment” & “Hostel Registration”. Tidak repot, hanya memberikan beberapa dokumen, check status, dan menerima student pass dari Counter Student Services (Yes, Ladies and Gents! I’m now free from Rp 1 million Fiscal! xD) dan lari ke apartment sebelah, cek status, liat kamar, dan dapat kunci. Ternyata, apartementnya kurang begitu bagus karena fasilitas untuk kehidupan sehari hari harus dipakai bersama mahasiswa pria yang lain… dan joroknya minta ampun… orang asing lagi! Kalo saya misuh ke dia yang rugi saya! Dia mana ngerti. Nah, maka dari itu muncullah objektif yang lain “Seeking Another Place” untuk hari ke depan.

Setelah saya melengkapi kedua objektif tersebut, saya kembali ke kampus untuk menemui Nico dan Frans yang ternyata telah berkumpul dengan teman temannya yang berasal dari Indonesia semua seperti Matthew, Philemon(I must say; your name is EPIC, bro!), Putri, Yuris, Sheren dll. Looks like the status for “Building Coneection” is changing to “huge success”! Yay!! xD. Note to Putri (or someone, I don’t really remember…) : sekali lagi Put, saya tidak menemukan relasi nama “Aji”… dengan “Pare Goreng”, “Pare Goreng Mentega”, maupun “Pare Goreng Apa-saja-lah”. Note to Self : Apakah berbisnis Pare bagus? akan saya pertimbangkan di masa depan =P….

Akhirnya “Campus Orentation” pun selesai. Saya harus kembali ke kamar hotel di mana Ayah dan Ibu beserta Adik saya menginap untuk memberikan status report pada hari ini, sebelum saya lanjut ke “Secure Contact-line”, Demi mendapatkan layanan telepon lokal agar bisa berbincang dengan teman teman di Indonesia, Malaysia, keluarga, and especially Jo, my dearest friend. Status report berjalan dengan lancar disertai dengan makan sore di KFC (gak keren….) bersama.

Tak disangka, ternyata justru dalam misi inilah saya mendapatkan pelajaran berharga dalam menyelesaikan urusan beserta dokumen yang jelas, berkaitan dengan uang yang akan dipakai. Bersama dengan adik saya, saya bertandang ke Sunway Pyramid untuk mencari kartu Maxis yang telah dianjurkan oleh Ason & Nico. Toko yang telah menjadi incaran saya cukup jelas karena ada tanda yang bertuliskan Maxis. Tanpa berpikir panjang, saya masuk ke tokonya dan langsung mendaftar sebagai pengguna Maxis. Pendaftaran SIM card di sini tidak sama dengan di indonesia karena saya harus mengeluarkan Pasport untuk dikopi sebagai pegangan toko dan Informasi terkait untuk urusan komunikasi di departement komunikasi sebagai jaminan bahwa identitas pendaftar sah dan ada bukti “hitam di atas putih”. Agh… menyusahkan. Saya sedang tidak bawa paspor saat itu, jadi saya harus kembali ke kamar dan pergi lagi dengan membawa Passport di tangan. Pendaftaran kembali dilanjutkan… dan di sinilah masalahnya…

“I need 500RM for deposit.” 500RM? What are you nuts!? That barely… 1.5Million rupiah!. Enggak! ini ada kesalahan. Ini pasti penipuan! … apa benar? … Masih berasa bimbang, saya kembali ke kamar untuk menarik uang 500RM dari Ayah & Ibu. Tentu saja mendengar banyaknya uang sebesar itu hanya untuk telepon selular, kedua orang tua saya panik. Terlebih lagi panik karena saya meninggalkan adik saya di mall, mengira adik saya dijadikan jaminan demi 500RM tersebut T_T. Selayaknya The Flash (dengan celana sedikit melorot, hehehe..), saya kembali ke toko aneh untuk menjemput adik dan menegosiasikan harga 500RM. Debat berjalan dengan waktu yang bisa dibilang lama disertai Sweat and Tears (Sweat, habis lari lari & Tears, well… 500RM for cellphone card, da~!). Saya sampai hampir adu ngotot dengan penjaga tokonya dengan membicarakan disclaimer dan debat masalah imigrasi dengan customer car di hotline Maxis. Ternyata, Maxis menerapkan biaya 50RM untuk Malaysian, 500RM untuk Foreigner. WHUAT!? orang Indonesia dikasih harga Bule! Ajegilee~~. Saya terdiam sejenak untuk berpikir mengapa bisa semahal itu. Dan TERNYATA Sodara Sodara! harga segitu memang digunakan untuk Business person, bukan mahasiswa lebay seperti saya. Pantas saja…

Dengan kejadian seperti itu, saya mengambil hikmah bahwasannya saya harus lebih berhati hati dalam berurusan dengan dokumen & uang . Disclaimer & peraturan juga harus dibaca untuk mengetahui beberapa fakta informasi lebih lanjut, demi memberi data apa saja yang akan diberikan oleh penyedia jasa (untung-untung bisa dapat potongan harga dari sana, huueehehehe…).

Ah… sudah jam 00.00 WM, Saya sudah harus tidur sekarang. Nighty Nite =D

Linkin Park – Leave out all the rest

•Juni 28, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lyrics

I dreamed I was missing, you were so scared
But no one would listen, ’cause no one else cared
After my dreaming, I woke with this fear
What am I leaving when I’m done here?

So if you’re asking me, I want you to know

When my time comes, forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some reasons to be missed
Don’t resent me, and when you’re feeling empty
Keep me in your memory, leave out all the rest

Leave out all the rest, don’t be afraid
I’ve taken my beating, I’ve shared what I made
I’m strong on the surface, not all the way through
I’ve never been perfect, but neither have you

So if you’re asking me, I want you to know

When my time comes, forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some reasons to be missed
Don’t resent me, and when you’re feeling empty
Keep me in your memory, leave out all the rest
Leave out all the rest

Forgetting all the hurt inside you’ve learned to hide so well
Pretending someone else can come and save me from myself
I can’t be who you are

When my time comes, forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some reasons to be missed
Don’t resent me, and when you’re feeling empty
Keep me in your memory, leave out all the rest
Leave out all the rest

Forgetting all the hurt inside you’ve learned to hide so well
Pretending someone else can come and save me from myself
I can’t be who you are

I can’t be who you are

Lyrics taken from www.lyricsmode.com

———————————-

My friend who preferred to be called Angra or Ver recently sang this song over and over again. Honestly, his voice is so damn ugly and it always giving me headache whenever he used his not-so-well Falsetto.

Once, I asked him “Why you always sing that song. What’s the big deal?”. He turn his face to me and change his mimic from happy to sad, he answered weakly “… That song, reminds me of someone I like. I never be able to tell her how much I like her because I’m afraid I scared her and also, I don’t have much time left…”. I never know what’s on his mind…. #sigh#

A-nyway, I kind of liking this song in the end. The atmoshpere of this song is different than the other LP‘s songs which most of them includes the rap and screaming technique. The flow of the music is rather breezy, not so quick and not so slow. It’s got some meaningful rhymes in the lyrics as well.

But, I still prefer Paper cut as my favourite song from LP~~ 😛

Because we’re the children of journey

•Juni 10, 2008 • 7 Komentar

Ah, sebuah blog lain yang saya coba tulis. Entah apa akan berakhir mengenaskan akibat efek dari adanya seleb blog karena tulisan tulisan ramblings saya tidak ada yang baca dan komen *sigh* (ataukah saya harus mengkomen agar dapat komen?). Mudah mudahan saja kali ini tidak bernasib sama, amin.

Pertama-tama, sebelum memulai blog ini, saya ingin mengeluarkan sebuah kalimat favorit saya dari tahun ke tahun yang sampai sekarang belum sirna dan masih akan saya pergunakan hingga akhir dzaman…

“Bismillahhirohman nirohim, Robbi zidni ilman warzuqnii fahman”

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, tambahkanlah ilmu pengetahuanku dan berilah aku kepahaman

Sesuai dengan ajaran guru dan orang tua saya, “Berdoalah jika ingin memulai sesuatu” =P

Tanya :

Tunggu, kenapa doanya yang keluar doa sebelum belajar?

Jawab :

Ah! Pertanyaan yang bagus! Karena saya ingin belajar dan blog ini adalah salah satu media pembelajarannya. Oleh karena itu saya berdoa agar blog ini bermakna terutama bagi saya dan para pembaca apabila tulisan saya mengandung unsur edukatif bagi mereka.

Tanya :

Lalu mengapa Judul dari entry pertama ini “Because we’re the children of journey”?

Jawab :

Terinspirasi dari tokoh sebuah anime yang bernama Kino, saya ingin perjalan hidup saya indah dan bermakna seperti dia walaupun saya tidak bersenjata dan tidak berkeliling memakai Brough Superior. Bukan hanya belajar dari segi pemahaman saya sendiri, namun dari segi pemahaman orang lain yang latar belakangnya berbeda beda.

…*membaca tulisan sendiri lagi*…

Bukan start entry yang bagus, saya tahu (^_^)a .

Yah, saya harap latar belakang mengapa saya membuat blog ini bisa dimengerti.Mohon maaf apabila ada kata kata yang salah dalam pembuatan blog ini dan mohon koreksi saya apabila saya salah dalam menulis.

m(_ _)m

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai