avatar theonatumneaKEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA

Seri I: DARI TIMORESE KE SERAMBI MEKAH

KAPAN DAN DIMANA IA LAHIR ?  BAGAIMANA  HIDUP PETANI & RUMAH  ADAT  TIMOR  GENERASI  PERTAMA ?

Dusun Nubraen adalah sebuah dusun dari desa Merbaun kecamatan Amarasi (dulu Kerajaan Amarasi) yang terletak paling selatan dari Kota Kupang,  30 km  dari  Kupang dan hanya 4 km dari Pantai Etkou-Puru dan 3 km dari Pantai Oesain – Buatam, atau antara Kota Kupang dan Benua Australia; Di tempat  inilah pada tanggal 9  Nopember 1948,  lahirlah anak ke-5 dari  tujuh  bersaudara dalam keluarga Bapak Maleakhi Natumnea dan Ibu Regina Pasu yang diberi nama  THEOFILUS NATUMNEA(.nama srani) atauTEFA (nama adat timor-Amarasi)

Ia dibesarkan dalam keluarga petani dan peternak yang polos  dan lugu dalam keberadaannya di Nubraen & Buatam

semasa kanak-kanak menjalani kehidupannya di dua wilayah. Dimana ada rumah di tempat pertanian, yaitu rumah asli (RUAN) yang berlokasi di NUBRAEN dan rumah di tempat peternakan namanya Ropo atau Lopo yang berlokasi…

Lihat pos aslinya 13.391 kata lagi

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Seri VII: DARI BATAVIA II/TG.PRIOK KE BETAWI-BEKASI

Foto bersama salah satu personil "Betawi Bermazmur" tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

Foto bersama salah satu personil “Betawi Bermazmur” tanda sudah tiba di Betawi Bekasi

PEMBUKAAN PERSIDANGAN SINODE GPIB DI ISTANA  NEGARA

Hari itu  seperti mimpi, karena tidak pernah terbesit  dan terpikirkan,  kapan dan kapan  bisa masuk istana negara tempat kediaman resmi presiden republik  Indonesia,  bahwa dalam rangka Persidangan sinode gpib,  maka semua peserta mendapat kartu khusus untuk  masuk istana Negara, karena disanalah dibuka secara resmi persidangan sinode gpib oleh presiden R>I    B.J. Habibie,

Pendeta Theo Natumnea  sebagai ketua majelis jemaat gpib Eirene –  Tanjung periok  dan wakil ketua mupel  Jakarta utara,  tentu termasuk didalam  rombongan tsb   adalah utusan resmi  untuk mengi –

kuti  pidato pembukaan  persidangan sinode gpib tsb dan….ketika  selesai pembukaan  adalah kesempatan berfoto bersama presiden B.J Habibie, itulah  kesempatan untuk berjabatan tangan seusai pembukaan persidangan diistana Negara   Republik Indonesia tercinta ini

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara Jakarta

Pdt. Theo bersalaman dengan Presiden B>J. Habibie ketika pembukaan persidangan sinode di istana negara R.I di Jakarta

Arahan presiden dalam pembukaan persidangan tsb agar semua peserta  dapat menyelesaikan  acara  persidangan ini dengan  selamat, aman , rukun dan damai, karena dalam suasana rukun dan damailah maka kita bangsa Indonesia dapat melanjutkan  pembangunan, sebab dalam keadaan tidak rukun  jangankan membangun !,  yang sudah dibangun pun dibakar dan dihancurkan dan habis semuanya, oleh karena itu  lanjut presiden agar memelihara kerukunan intern gpib, intern umat  beragama (kristen)  dan antar umat beragama  serta  bersama masyarakat dan pemerintah negara kesatuan republik Indonesia yang kita cintai ini.

Bahwa salah satu kebutuhan manusia, termasuk gereja dan bangsa Indonesia yang besar ini adalah rasa aman, selamat, damai, dlsbnya,  hal ini kitalah penjaga gawangnya dan yang harus ciptakan  suasana damai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk membangun  Negara Indonesia  seutuhnya  yang kita cinta ini

Saya percaya, demikian tekanan presiden dalam sambutan pembukaan persidangan sinode gpib  ini bahwa “Tuhan pakai para pemimpin  gpib sebagai patner pemerintah untuk membawa perubahan  & membina warganya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia dan menciptakan kerukunan yang sementara giat-giatnya kita mulai kembali sehabis suasana yang tak menentu, dan bahwa badai pasti berlalu, melalui prilaku yang kita ciptakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

MENYAKSIKAN   WISUDA ANAK I  &  ANAK II .

Suatu kebahagiaan yang tiada taranya, Tuhan ijinkan bagi pasangan Pendeta Theofilus Natumnea dan Ny.Nelly Natumnea – Lilipaly, secara berturut – turut dua tahun  menghadiri  anak I & II  diwisuda sarjananya ditempat yang sama  yaitu Convention Hall Senayan Jakarta

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Puji Tuhan, Yeni menerima gulungan Ijazahnya dengan lulus Kumlaude

Suasana bahagia bercampur gembira dalam menghadiri wisuda anak  pertama  Jeanne  Pauline Manechan Natumnea, ketika sudah duduk di tribun sambil melempar senyum dalam obrolan santai dan menanti pengumuman,  penatua Sinlae yang adalah majelis jemaat  gpib Gratia  Bekasi menepuk bahu pendeta Theo sambil memberi ucapan selamat dan mengatakan :” selamat, puji Tuhan: Jeanne Paulinne Natumnea…. anak bapak  termasuk   lulus cumlaude

Benar ucapan pak Sinlae ini, terbukti setelah diperiksa di  buku acara,” nama Yenny ” telah tertera dalam kelompok cumlaude dan ketika dipanggil untuk diwisuda  mereka  di beri tanda khusus  3  orang  mewakili sarjana ekonomi akuntan & manajemen dari 1500 sarjana  Universitas Kristen Indonesia, nama Natumnea anak timor – Amarasi-Baun- Nubraen ini terangkat kepermukaan, yang sejajar dengan seorang anak Batak dan seorang anak Cina teman sekuliahannya di Universitas Kristen Indonesia – UKI   diwilayah Cawang  jakarta

Setahun kemudian atau tahun berikutnya  anak kedua yaitu Orry Regina Natumnea  diwisuda ditempat yang sama Convention Hall Senayan, namun dari perguruan yang berbeda yaitu “Perbanas” kuningan  untuk sarjana ekonomi akuntan dalam status kelompok  cumlaude juga, walaupun  ia  tidak ikut maju kedepan  seperti kakaknya Yenny Paulinne Natumnea

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta

Diwisuda dalam status yang sama dan gedung yang sama dari Perbanas di Convention Hall Senayan Jakarta


 Dari siapakah   datangnya hikmat itu  dan kepada   siapakah  yang harus menerima  pujian itu  ?  Semuanya itu dari Tuhan dan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus, kiranya  mereka dapat mengabdikan dan  mengabadikan  ilmunya untuk  masyarakat  dalam  pengabdian hidup pribadi, keluarga dan  pelayanan mereka dalam melayani Tuhan Yesus dimana  ia berada, itulah doa  seorang Theofilus  dan Neeltje  yaitu  sang ayahanda dan ibundanya yang tercinta Theo  dan Nelly ini

 

 SYUKUR : NIKAH PERAK & 25 TAHUN  PENDETA,  DI JEMAAT GPIB EIRENE TANGJUNG PERIOK.

Puji Tuhan, tak terasa dan tak disangka  kembara kehidupan ini,… sudah jauh  ….” dilanda  kasih Allah “….. dalam rumah tangga &  pelayanan  yang telah berusia 25 tahun. Ia  mempersunting  putrinya mantan  walikota Balikpapan,    bpk Piter Lilipaly dan ny. Paulina Lilipaly – Hitepeu,  yang juga mantan anggota DPR tkt I Kaltim  itu …..  yang bernama  Neeltje Petronela Lilipaly  dan ….menikahinya  di Balikpapan, 25 tahun yl, atau tepatnya pada tanggal 23 April 1977

Seiring mahligai rumah tangga & pelayanan  sepanjang 25 tahun  mereka telah menjalani  hidup keluarga  dengan suka dan duka, pahit getir  & manis  kental, naik  turun gunung, melewati  ombak dan gelombang laut yang menggulung dari Balikpapan,…. Sabang dan Banda Aceh,……..Banjarmasin,….Semarang,…… Bintaro  – Jaya Banten,…..Tmii-Lubang Buaya Jakarta timur, hingga hari itu tidak berlebihan,  bahkan patut disyukuri  pelayanan  kependetaannya & syukur  nikah peraknya berlangsung  hikmat  dalam perenungan  firman Tuhan, disaat berada di kota pelabuhan Tanjung Periok Jakarta utara

Undangan   didesain dan disampaikan   oleh ketiga putrinya Yenny, Orry dan Nani , yang konon  waktu itu …mereka adalah “panitia kecil” untuk papa dan mamanya tercinta, dihari yang bahagia  dan bersejarah ….. yang takkan terlupakan  bahkan tak   berulang kembali sepanjang  hayat dikandung badan ini

Palayanan firman Tuhan diambil dari Ayub……. dalam pengalaman iman dan hidupnya  serta  campur tangan Tuhan untuk keluarga Ayub…  dalam pergumulan dan pemulihan mengalami penyertaan Tuhan  dan yang luar biasa  menjadi teladan  beriman kepada kepada umat PL zaman purba,  yang dibawakan oleh Pendeta Cornelius Wairata yang konon adalah mentor  sewaktu   masih vikharis dan wali/ orang tua di pihak pdt Theo Natumnea  ketika   ia  menikah diBalikpapan kota minyak itu

Acara dihadiri oleh berbagai pihak sekitar warga jemaat,    …keluarga   ….dan  handai – taulan , baik warga jemaat Eirene, utusan jemaat gpib pelita dan juga tidak ketinggalan utusan  jemaat gpib filadelfia bintaro jaya  yang pernah melintas  pelayanan rohani disana, keluarga besar,……….  dan  sangat membahagiakan tampak hadir ny. Beth Abineno  ( isteri alm.  Prof DR. J.L.Ch. Abineno )  dari Bintaro jaya yang kampungnya berbatasan di Timor – Amarasi sana!,    Marthen Amtiran   adalah  motivator,  penyemangat hidup  serta pemerhati    bagi semua anak Amarasi, ketika masih sekolah di Kupang   – NTT…..nun  jauh   sana    di ufuk   timur……matahari terbit  ( mansi nsae he’ nan )

Suasana tidak berlebihan namun dipenuhi dengan  puji-pujian paduan suara/vocal group  dari sektor-sektor jemaat Eirene , khusus sektor viktory  menyanyikan nyanyian   ” pelayan  dalam ladang Tuhan tak mengenal lelah ”  yang ikut memberi semaraknya  syukuran ini , bahwa Tuhan telah membuat perkara besar dalam kehidupan pelayanan sepanjang ” kembara  kehidupan seorang theofilus natumnea”…Ny Neeltje Natumnea – Lilipaly yang hari itu disebut  keluarga  bersinar dan berbinar  percikan  p e r a k di tahun perak dalam  pelayanan &  pernikahannya, karena kasih sayang Tuhan Yesus Kristus

Layaklah mereka berkata : Pujilah Tuhan, sebab Ia baik, bahwasanya untuk selama-lamanya sampai selama-lamanya kasih setia Tuhan; band.terlintas  Mazmur 136 : 1-26

SYUKUR 25 TAHUN  PENDETA/MELAYANI SEBAGAI  PENDETA GPIB

Waktu terus berlalu, seiring kesibukan pelayanan semakin bertambah, sejak ditahbiskan menjadi pendeta di jemaat gpib Maranatha Balikpapan,  tidak pernah terputus pelayanan menjadi pendeta/ketua majelis jemaat gpib, bahkan terlintas pernah merangkap dua jemaat,  menjadi pendeta/ketua majelis jemaat untuk ” jemaat gpib Sabang dan jemaat gpib Banda Aceh ” selama empat tahun, suatu kepercayaan yang diterima dari Tuhan melalui  sk majelis sinode gpib yang tidak pernah  berulang kembali rangkap:  tugas dan jabatan definitif tsb dalam lingkaran tahun kedinasannya, kecuali masa transisi merangkap juga jabatan empat bulan pendeta/ketua majelis gpib Imanuel Semarang dan pendeta/ketua majelis jemaat gpib Filadelfia Bintaro jaya – Banten dimana dalam menjalankan tugas harus  pulang pergi tiap dua minggu selama empat bulan itu, karena sudah terjadi serah terima jabatan dijemaat Filadelfia Bintaro Jaya – Banten, tetapi belum  serah terima jabatan di Imanuel Semarang

Syukur pelayanan/pendeta   selama 25 tahun  ini bersamaan dengan syukur nikah perak, sehubungan dengan waktu peneguhan kependetaannya dengan peneguhan/pemberkatan nikahnya hanya beda sebulan, dimana, pada tanggal 23 maret peneguhan pendeta, dan sebulan kemudian  yaitu,  23 april  peneguhan/pemberkatan nikahnya tahun 1977  yang terkesan manis , madu dan  singkat terkesan perkenalannya itu

Selama 25 tahun pelayanan, suka-duka, pahit-manis serta getirnya tantangan    &    pergumulan sudah dilalui, dipandang sebagai  sarapan sehari – hari, “sekolah Tuhan dilapangan” dimana apa yang dialaminya  tidak pernah/akan terulang dan tidak pernah/akan  dilupakan selama hanyat dikandung badan, bahkan kisahnya memberi semangat yang terus menerus sehingga ketika  ada kekurangan  dilengkapi oleh Nelly sang isteri dan ketiga anak : Yenny, Orry dan Nani pemberian Tuhan yang tak terhingga dalam kebahagiaan rumah tangga mereka berdua.

Ketekunan, ketabahan dan kesetiaan seorang isteri melengkapi seorang pendeta bernama Theofilus natumnea ini, maka lengkaplah ketabahan yang diterima dari derita pelayanan, sukacita –   kemenangan &  berkat  dari Yesus serta kebahagiaan keluarga yang dibungkus dengan kuasa Tuhan Yesus  yang menyertai mereka dari rencong aceh sampai dentuman senjata batalion arhanude, desingan pasir putih  ancol serta semaraknya stom kapal laut tanjung periok dimana bunyi lonceng gereja dilentingkan 25 kali …pertanda   “ 25 tahun pelayanan pendeta Theofilus Natumnea di gpib “ telah dilalui dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus

Diakui bahwa tanpa dukungan penuh seorang nelly sang isteri terkasih dan  ketiga putrinya (trio srikandi natumnea), khususnya tanpa kuasa Tuhan yang menjamah hati  dan membentuk  jiwa raga dengan kuasaNya, maka tak dapat selangkahpun ia mampu menjalaninya, dkl setelah 25 tahun melayani bahkan setiap keberhasilan pelayanannya, maka  selangkah ia  mundur kebelakang dan melihat, bersykur  serta  berkata: “ hanya karena Tuhan, aku dapat menjalani, melayani dan  melalui  serta melaksanakan semua ini ” terpujilah  Tuhan Yesus amin

DINYATAKAN SAKIT  OLEH Dr YUDIARTO di RS MITRA KELUARGA KELAPA GADING

Seperti nubuatan  Ayub  terlintas  dalam pemberitaan firman Tuhan dihari syukur pendeta   & nikah perak , setelah menjelang  beberapa bulan, kedua suami isteri ini pergi ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading; Hari itu mereka bertemu dengan Dr Yudiarto, karena beliau adalah mantan warga jemaat  gpib maranatha Banjarmasin, sudah kenal  dan akrab serta familiar,  dimana dalam pemeriksaannya,  Theo akan kontrol syaraf  karena dr Yudiarto adalah ahli syaraf, tetapi karena ia melihat gejala yl, maka ia meminjam alat  pemeriksaan jantung pada temannya dan memasang alat itu serta memeriksanya, kemudian ia menyerahkan kepada  dokter jantung untuk membaca data-data itu diana sudah ada gangguan jantung

dr. Danny adalah ahli Syaraf mantan jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba iya meminjam alat untuk memeriksa Pdt. Theo

dr. Danny adalah ahli Syaraf ,  mantan  warga  jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, secara tiba-tiba ia meminjam alat…….. untuk memeriksa Pdt. Theo


Ternyata ada kecurigaan tentang sakit jantung  ini dan tepat alisisnya, sehingga  ditemukan sakitnya lebih dini  dan diserahkan kedokter  ahli jantung tepat pada waktunya sehingga cepat penanganannya, bahwa: “bagi Tuhan tidak ada kata terlambat” dalam pelayanan dan juga dalam pemeriksaan kesehatan pendeta Theo yang pernah melayani Tuhan ditempat yang paling sulit yaitu daerah istimewa aceh / nangro -aceh darusalam…. serambi mekah dan  serambi medina  banjarmasin – martapura   ini

Maksudnya mau diserahkan kepada Dr Sari Mumpuni ahli jantung  yang adalah temannya, tetapi karena ia keluar negeri dalam kedinasannya, maka ditangani oleh dokter yl sampai Dr Sari Mumpuni kembali, baru diserahkan kepada beliau.  Dalam penanganan  dari waktu kewaktu  Dr Sari menganalisis kesehatan jantungnya secara teliti , suatu ketika ia……Dr Sari  Mumpuni berkata : apakah pak pendeta Theo  masih mau melayani dengan baik ? Ya kata pendeta Theo ! sambung dr. Sari, kalau masih mau melayani  Tuhan  dalam jangka panjang berarti harus operasi….pendetaTheo berdiam sejenak sambil berdoa dalam hati dan tenggelam dalam keheningan……. Sambung  dr Sari ok…pak Theo ?   lalu pendeta Theo katakan :  berikan saya  waktu untuk  berpikir dan bergumul dokter!   Dokter katakan:Ya…ya .. saya mengerti, karena  ini adalah operasi besar………. !

Pendeta Theo dan Nelly sang isteri sambil pulang dengan suatu beban pergumulan sambil bertanya pada Tuhan: apakah operasi atau tidak… apakah operasi   atau tidak ….apakah operasi atau  tidak….? minta pimpinan Tuhan sambil berobat, ada penawaran urut reflekasi pakai garam, refleksi khusus dll pikiran agak kacau, sehingga ajakan orang untuk sembuh tanpa operasi ikut saja sambil  berdoa  asalkan tidak ada kuasa kegelapan  sembari menenangkan diri, akhirnya tiga bulan tak terasa  sudah berlalu,  ia berketetapan hati  untuk mengikuti anjuran Dr Sari Mumpuni supaya operasi ke Rs Harapan Kita

Setelah melalui pemeriksaan intensief “katerisasi” diketemukan bahwa ada tiga vena… saluran darah untuk menyuplai  darah kearah jantung tersumbat dan salah satunya  hampir penuh  90 sekian %, maka apa yang disarankan  dr Sari ini benar, sebab tidak ada jalan lain kecuali harus melalui operasi  by pass, jika melalui jalan “pasang cincin”  agak membayakan saran dokter Sari, yang adalah warga gereja Katholik, tapi sering masuk ke gpib Filadelfia karena sang suami dr George  adalah anggota jemaat gpib Filadelfia, dimana  pendeta Theo pernah melayani lima tahun disana.

OPERASI JANTUNG DI RUMAH SAKIT  HARAPAN KITA

Setelah diadakan  pemeriksaan teliti yaitu katerisasi dan foto katerisasi dipelajari berulang-ulang,  maka dipastikan  harus operasi by pass dan pendeta Theo sudah  berketetapan hati  untuk operasi, maka harinya tiba untuk menuju ke rumah sakit, hati hanya penyerahan kepadaNya seperti yang diajarkan dan dinasehatkan kepada warga jemaat yang sakit dan mengahdapi operasi, serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab ialah yang memelihara kamu I pet 5: 7 , bahkan serahkan dalam doa, dan permohonan dan ucapan syukur pilipi 4:6…..kini ayat-ayat ini  berlaku  untuk  dirinya dan seperti terbayang dimuka pdt Theo “ kalau dulu kau menasehati  dan menguatkan orang lain, sekarang  ayat-ayat ini berlaku untukmu,  “ bisikan yg sangat dan halus dari Tuhan “.

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Diadakan tindakan operasi Baypass oleh dr. Syaiful dan tim dokter yang lain

Setiba di  rumah sakit  harapan kita masuk ke ruangan  ….dan pindah ke intermedit untuk persiapan segala sesuatu dan pindah lagi keruangan tunggu untuk  berdoa bersama keluarga dan majelis jemaat gpib Eirene , lalu didorong keruangan operasi, semuanya sudah berwarna hijau, baik pakain para dokter, perawat dan asisten yang ada disekitarnya.

 Bisikan doa  ” Tuhan menyertaimu ” tak putus- putus dari ruangan biasa  sampai di intermedeit dan ruang tunggu, tak henti-hentinya   dukungan doa dari teman-teman, warga jemaat, teritimewa keluarga yang dicintainya, silih berganti tiada hentinya dengan kalimat “serahkan pada Tuhan, Ia menyertaimu”, bahkan tiba-tiba diruangan persiapan yang semuanya serba hijau pakaiannya tiba-tiba ada suara yang mengatakan “ tenang pak pendeta”,  ia angkat muka dan melihat kearah datangnya suara itu, ternyata dr Anakota adalah dokter anastesi yg kenal temannya dokter yl, ia adalah  warga jemaat gpib eirene dan masih ada hubungan keluarga  dari nelly sang isteri karena nenek dari Nelly sang isteri pdt Theo adalah Anakota juga, pertolongan Tuhan tepat pada waktunya dan tidak ada yang terlambat

Kehadiran dr Anakota ini adalah  pertanda ada yang dikenal di ruangan yang serba hijau ini, hatipun  lega &  reda dari gejolak  perasaan yang tak menentu ini. Dokter yang lain  sambil suntik bertanya : asal dari mana ?…dijawab pdt Theo  ….asal dari timor…..sambung  doker ….hasil    apa    yg    dikenal    ditimor ?…..pdt  Theomenjawab :….sapi….cendana…   !   lalu hilang…hilaaaaang diawan-awan……. pertanda suntikan itu adalah suntikan anastesi – obat bius untuk operasi, dia…Theo..  sudah lunglai tak sadarkan diri    dan tidak tahu lagi.

Menurut  nelly sang isteri  tercinta sempat  menonton di video jalannya operasi atas ajakan kepala ruangan  operasi yang adalah keluarga dari ambon, tetapi      ” maksud  hati memeluk gunung  apa daya tangan tak sampai  ” , untuk menonton tidak tahan, hanya beberapa menit  menonton jalannya operasi, apa lagi yang dioperasi adalah  Theo sang suami tercinta…………. karena  memang  tidak tahan melihatnya, hanya doa, …doa… dan doa… saja, sambil menunggu  dan menunggu karena lamanya operasi lebih dari 12 jam

Semua  anggota keluarga hilir mudik apa lagi anak-anak, perasaannya tak menentu terlebih isteri tak dapat diungkapkan apa yang ia rasakan dan pikirkan, hanya berkata :  Tuhan….Tuhan.. dan Tuhan…. tolonglah suamiku Theo yang masih mau melayani dijemaatMu ini….demikian juga iman anak-anak cukup mendukung dengan semangat mereka bertiga, …….”trio srikandi ini ” berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan pemilik hidup ini didalan nama Yesus Kristus

Semuanya lega, karena berita gembira bahwa  selesai operasi dan dorongan kereta pasien operasi  menuju keruang  iccu, doa mereka berubah posisi & arah,  doanya ialah supaya cepat pulih dan sadar tepat pada waktunya, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, iapun  s a d a r    dan  siuman dari tahap ketahap sampai sadar sempurna, semuanya senyum dan bisikan  silih berganti dalam doa dan harapan agar pulih secara sempurna

BERTEMU YESUS DALAM IBADAH diGEREJA, KETIKA KOMA DUA HARI DAN  Y E S U S  MENJAMAHNYA

Peristiwa ini mengagetkan semua orang terutama kaum keluarga, karena tiba- tiba ia tidak sadar, ketika menerima infuse tambahan obat dari dr Tani siregar ( seorang dokter wanita dalam rombongan praktek ) pada hal sebelumnya sempat ngobrol dengan perawat dari aceh dan bersenda gurau, tapi apa boleh buat datangnya tiba-tiba,  tak disangka dan tak diduga ia (pendeta Theo) langsung lunglai tak berdaya,  bahkan tak sadarkan diri.

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Yesus datang dan menjamah Pdt. Theo saat itu Ia sadar dari komanya selama 2 hari

Hal ini membuat sibuk para dokter dan para perawat, apa lagi  kaum keluarga, berita ini telah  tersiar  bahwa ia sudah koma dalam status perawatan  di – iccu rumah sakit Harapan kita setelah operasi;    teman,    handai tolan , keluarga dan warga jemaat  semuanya berdatangan tapi tak bisa masuk kerena dibatasi oleh dokter agar  o – 2 /udara disekitarnya tidak boleh dirampas oleh mereka yang sehat, apa lagi ia sementara  diinfus tambahan h 2 o dllnya

Apa yang dialaminya selama  koma ?  atau apa pengalamannya ketika tidak sadarkan dir  selama dua hari lamanya ?    Ya…..memang  apa yg dialami   itu…. tidak sadarkan diri, tetapi juga perjuangan berat……….. Tahukan anda bahwa dirumah sakit harapan kita  hampir setiap hari darah yang tertumpah dari para pasien cukup banyak ? Darah adalah nyawa baik mereka yang berhasil operasinya maupun yang tidak berhasil………….. !  Pernah dengarkah pengalaman  pendeta Theo Natumnea  tentang banyak melepaskan warga jemaat dari kuasa kegelapan,  kuasa dukun, kuasa jimat dlsbnya, dimana  yang dilawan  adalah iblis  ?

Dari dua latar belakang ini, sarat dengan  serangan – serangan ketika lemah dan tak berdaya, kesempatan  serangan balik itu datang dari iblis  untuk menyerang siapapun orangnya, dan memang ketika  itu secara naluri pendeta Theo tak sadarkan diri, disitulah datang serangan dalam berbagai penglihatan yang mengerikan. “ada semacam kepala-kepala manusia yang hinggap dijendela,… disamping horden, …….. dan dilangit-langit kamar,…. ada yang  berkulit  putih, hitam, sawo matang dll, semuanya berkerumun membuat pendeta Theo ini tak berdaya, tapi ia selalu berseru: “ dalam nama Yesus, nyahlah engkau hai iblis” “dalam nama  Yesus sadarkanlah  hambamu ini” dan ” dalam nama Yesus  saya pasti menang”, sambil bergulat luar biasa, bukan dengan kekuatan manusia, tetapi dengan kekuatan dan kuasa lain karena itu  dalam nama Yesus adalah kuasa dan kekuatan Tuhan Yesus  yang melebihi segalanya

Akhirnya bertemu dengan  Tuhan Yesus dalam suatu ibadah disebuah gereja kecil seperti gereja gpib Sabang, Tuhan Yesus sementara berorasi dalam khotbahNya tentang:  Akulah gembala yang baik” Yoh 10:11 dan “Aku datang untuk mencari orang berdosa” dan   “Bukan kamu yg memilih Aku  yg enetapkan kamu tetapi Akulah yg menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” Yoh  15:16 dstnya, nats alkitab yg terakhir ini adalah nats sidi di gmit timor pada waktu ia  disidi dan didewasakan imannya di gereja kecil yang namanya jemaat gmit haleleyah nubraen.

Setelah Yesus berorasi dalam khotbahNya dengan thema-thema tadi, Ia turun dari mimbar dan berjalan  dengan memakai pakaian  toga putih ….Ia berjalan terus….. menuju ke pendeta Theo Natumnea yang duduk dipinggir samping kanan  tengah gereja itu, setelah Yesus tiba  di bangkunya pendeta Theo Natumnea, maka Ia bersalaman  dan menjamah pendeta Theofilus natumnea,  [ yang sejak penempatan perdana sebagai pendeta di Aceh dan Sabang langkah pertama adalah membersihkan dan melepaskan  warga jemaat yang terbelenggu dalam kuasa kegelapan dan  melepaskan mereka  dari kuasa kegelapan itu berupa: jimat dan dukun,  supaya umat Tuhan membebaskan dan memulihkan mereka  dari kuasa-kuasa tersebut  dalam nama TuhanYesus ].

Ketika Tuhan Yesus menjamah pendeta Theofilus ini, disitulah ia sadar dari komanya yang konon katanya sudah dua hari lamanya  tak sadarkan diri ini. Ia siuman dan mengambil alkitab  dibagian pinggir belakang kepala serta membuka alkitabnya tepat  pada Yesaya  46 : 3-4   yang bunyinya sbb: “  ayat 3 Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan yakub, hai semua orang yang masih tinggal  dari keturunan Israel, hai orang – orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang –orang yang kujunjung  sejak dari rahim. ayat 4 sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu, Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”

Itulah nats alkitab yang dibacanya setelah ia siuman, sambil menangis dan menceriterakan hal ini kepada  Nelly sang isteri tercinta serta ketiga puterinya, kesaksian ini terus  mengalir  dan merambat didengar semua orang yang datang untuk mendoakaannya, sementara ia masih terbaring dalam pemulihan tahap demi tahap, ia boleh alami semua itu karena kasih karunia Tuhan, walaupun orang  bertanya   ……..bertanya …dan  bertanya:  mengapa…..mengapa…….dan…mengapa hal ini terjadi ? Tetapi ia meluruskan pertanyaan  itu dan berkata : Apa  rencana Tuhan untuk hambaNya ini, mengalami  koma dan bertemu  Yesus ? Pasti dibalik semuanya itu ada rencana Tuhan yang indah bagi anak-anak Tuhan, terutama dalam dirinya yang tidak sempurna ini,  agar terus dipakai dalam pelayanan  guna hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan untuk melayani….melayani dan melayani Tuhan Yesus yang telah menyerahkan diriNya  melayani umatNya khususnya  ia yang dari desa Nubraen  nun jauh sana , dibentuk dan dipakai olehNya untuk pekerjaan Tuhan

DALAM PEMULIHAN PENDETA THEO MELAYANI  PASIEN DIRUANGAN RS. HARAPAN KITA

Tuhan tunjukan keberanian untuk melayani, walaupun masih jalan tertatih-tatih sambil latihan karena masih berada diruangan intermedit atau saat-saat terakhir mau pindah keruangan biasa atas izin perawat ia bersandar ditembok dan membicarakan nama Tuhan Yesus  yang berkuasa , dan bahwa kuasa dan mujizatNya masih berlaku sampai sekarang ini bagi barang siapa yang percaya dalam namaNya

Pelayanan itupun   dibatasi hanya untuk mereka yang meminta doa dan penguatan dalam rangka pemulihan setelah selesai operasi yang sama. Biasanya ada suatu kekosongan dalam hati, karna itu perlu penguatan dari orang lain terutama hamba Tuhan yang siap melayani karna tuntunan kasih dan karuniaNya berdasarka apa yang telah ia alami dalam hidupnya itu, diterimanya dari Tuhan.

Permitaan pelayananpun berlaku bagi siapa saja yang minta didoakan dan hal itu terjadi diuar umat ada yag meminta didoakan  dalam nama Yesus. Terpujilah tuhan kekal selama-lamanya amin

LATIHAN OLAH RAGA  KHUSUS DAN  BERADA DIPASIR PUTIH ANCOL

Bagian dari  pemulihan setelah  berada diruangan,  menggiring mereka  untuk latihan olah raga khusus dari yang ringan sampai yang  sedang dan berat menurut versi  team pelatih, supaya mengembalikan otot – otot yang selama ini kurang  berfungsi, maka mulai digerakan secara rutin  dan perhalan-lahan dari tangan kaki dstnya.

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Tiap minggu 2 atau 3 kali Nelly mendampingi suaminya Pdt Theo latihan jalan di Pasir Putih Pantai Ancol setelah memerkir mobilnya dekat rumah keluarga supit

Setelah keluar rumah sakitpun dianjurkan untuk tetap latihan olah raga, karena itu Pendeta Theo tetap berlatih dibawah bimbingan team pelatih di rumah sakit harapan kita  tiap minggu tiga kali yaitu senen, rabu dan jumat,  dites dan lulus sampai tahap mandiri untuk latihan sendiri.

Dalam tahap latihan sendiri ini setiap minggu dua s/d tiga kali ia berlatih dipantai pasir putih ancol, bersama dengan Nelly  isteri tercinta  berdua  parkir mobil dan mulai  latihan jalan sambil ngobrol tentang pelayanan dan keluarga serta semua yang telah dihadapinya karena campur tangan Tuhan…serta yakin dihari yad Tuhan menyertai hambaNya ini dalam hidup serta pelayanan.

BANTUAN IBU MELLIE PIRIEH EKA TJIPTA WIJAYA

Selain bantuan  yang dikoodinir oleh majelis  sinode gpib, atas permintaan majelis jemaat gpib Eirene,  juga bantuan dari   ibu Mellie Pirieh eka Tipta Wijaya yang memonitor dan  memberikan bantuannya

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Selain bantuan GPIB melalui Majelis Sinode juga bantuan Ibu Melly Eka Cipta Wijaya untuk mendukung jalannya Operasi Pdt. Theo

Suatu pagi telepon pastory berdering dan ada suara mengatakan  hello ! apakah ini rumah pendeta Theo Natumnea ?  jawab Lenci (ponakan) ya.. sambungnya lagi  mohon alamatnya,  karena ibu Mellie akan berkunjung kesana  saat ini….Benar seperti  percakapan telepon sejam kemudian  bersama pengawal yang melaporkan kepadanya bahwa  rumah pastory Pendeta Theo Natumnea…berada  di jln Bugis raya tanjung periok  Jakarta Utara……dan tidak lama  kemudian ibu Mellie tiba

Tidak segan-segan  ibu mellie masuk bahkan turut mencicipi nasi kuning hut pernikahan yang ke 30…yang ditawarkan kepadanya pada hari bahagia itu sambil berdoa, dan….akhirnya   rombongan ini ditutup dengan doa bersama pendeta Theo natumnea dan Nelly sang isteri serta semua seisi rumah  yang ada,  karena anak-anak  semuanya sementara sekolah dan kerja

Disini mau dianalisis bahwa  ibu mellie adalah seorang yang rendah hati dan penuh kasih dalam memperhatikan  pelayanan lanjutan kepada pendeta Theo  seperti seorang hamba Tuhan yang belajar theologia,  bahwa sangat perlu pelayanan lanjutan setelah mereka yang sakit  operasi, untuk mendapatkan pemulihan dan kekuatan dan semanngat baru dari  pelayanan keluarga,  gereja dan dukungan  positip dari sekitarnya adalah obat mujarab yang tidak ada di apotik dan tiada terbeli.

SD  dan  SMP EIRENE BAGIAN DARI  PELAYANAN.

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

Walaupun hidup segan mati tak mau, melekat pada dirinya tap sekolah ini telah menetaskan putra-putri bangsa yang berguna bagi masyarakat

SD/SMP  EIRENE  di tanjung periok ini  seperti ibarat  pohon yang tumbuh dipadang tandus “ mati segan hidup tak mau “, apapun istilahnya itulah keadaan sekolah ini, namun sudah banyak menghasil lulusan yang menjadi orang  dalam masyarakat

Dibawah pimpinan  yapendik cabang  eirene yang mengelola sd/smp eirene yang “hidup segan mati tak mau” ini tetap bertahan bahkan menghasilkan lulusan yang menjadi manusia berguna dalam bangsa  Negara dan masyarakat tetap bertahan ditengan badai dan ombak  pinggir pantai tanjung periok, pindaj gedung sana….pindah gedung sini sesuai masa kontraknya  berlaku dan kepentingan pemilik gedung tsb

Prinsip  saling menolong  melekat pada diri mereka yang sudah tamat, sehingga mereka yang telah tamat dan berhasil,  ada yang masih ingat sekolahnya dan  meneteskan berkat Tuhan untuk membangun pengelolaan sekolah  eirene ini ditambah dengan kemampuan siswa-siswi yang pas-pasan  tentu dbantu dari kas jemaat sesuai dengan  program kerja jemaat eirene bidang pendidikan  dan   sekolah yapendik

PENDETA LEKASAPIA MENINGGAL DAN DIKUBURKAN.

Beritanya sangat singkat, ketika sementara  pdt lekasapia  melayani di gedung  sola fide, tiba-tiba diberitakan bahwa  telah dipanggil Tuhan, hal ini sangat mengejutkan seluruh warga jemaat gpib Eirene tanjung periok.

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

disemayamkan untuk ibadah pelepasan dalam rangka pemakaman Pdt. Pati Lekasapya di gedung Sola Gratia

Semuanya diatur sesuai dengan prosedur pemakaman seorang pendeta, dimana majelis sinode yang memimpin ibadah  pemakaman tsb, serta partisipasi seluruh warga jemaat gpib eirene.

Hal yang terjadi diluar prosedur ialah ketika  membawa jenasah menuju ketempat pemakaman di  pondk rangon cibubur, semua motor (kendaraan roda dua) masuk  tol tanpa bayar, namun peristiwa  aneh ini direstui oleh polisi lalu lintas yang berada disamping pintu masuk tol tsb

TIAP HUT DIRAYAKAN OLEH JEMAAT EIRENE DALAM IBADAH KHUSUS.

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Program Kerja Eirene memuat HUT para Pdt. dan dirayakan oleh Jemaat

Suatu kebiasaan yang telah termuat dalam program kerja jemaat, bahwa setiap hari ulang tahun pendeta/ketua majelis jemaat dan pendeta jemaat dirayakan bersama oleh warga jemaat. Hal ini telah tercantum  dalam program kerja jemaat gpib eirene sejak dulu

Dipahami bahwa mereka telah bekerja   setiap hari tanpa mengnal lelah, serta menghadapi tantangan yang harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan jemaat, maka tidak berlebihan untuk menerima daulat warga jemaat   agar dirayakan hutnya, sekaligus memakai kesempatan itu untuk mengadakan koreksi diri, sampai sejauh mana  pereratan yang dialaminya bersama dengan warganya  dalam pelayanan di jemaat ini

Tentu pelayanan firman Tuhan diserahkan kepada pendeta yang kiranya dapat membangun rohani umat dan membangun semangat untuk melayani bersama sebagai gereja missioner yang melibatkan seluruh warga jemaatnya untuk melayani Tuhan

MENGHADIRI  WARGA EIRENE YANG DIWISUDA DI STT JAKARTA

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

menjadi wali orang tua untuk Nita (pemudi Eirene) pada waktu diwisuda di STT Jakarta, karena ayah ibunya di Amerika

Seorang pemudi yang taat, walaupun orang tuanya di Amerika serikat, sejak pergumulannya  untuk sekolah theologia, ia minta doa di gereja dikantor dan dirumah,  bahkan sepanjang masa kuliah dan  pelajarannya ia tetap bertemu pendeta Theo untuk minta dukungan doa, sampai tamat dari  STT Jakarta,  oleh orang tuanya: keluarga Mentang  telepon dari Amerika untuk  sudi menghadiri wisuda anaknya  Yunita Christin Mentang ( N i t a )  a/n ayah dan ibunya atau sebagai wali/orang tua

Seusai acara wisuda, tibalah waktunya untuk bersalam – salaman  sambil mengucapkan  selamat bagi para lulusan sebagai sarjana theologia baru yang berdiri didepan dan didampingi oleh para dosen sebagai pembimbing/Pembina selama mereka belajar.

Pada saat bersalaman Ucapan  terlontar dari seorang dosen dari timor kepada pendeta Theo katanya : “Hai,… masih hidup” ? Memang kondisi pendeta Theo Natumnea pada waktu itu  belum terlalu kuat, namun  harus paksakan diri atas permintaan  Nita dan orang tuanya yang  telepon jarak jauh minta dengan sangat untuk menggantikan mereka sebagai orang tua/wali

Apa artinya ucapan  “  Hai masih hidup “ ? dan mengapa dia  seorang dosen yang konon asal timor ini mengucapkan kalimat yang mematikan ini ? pasti  kalimat ini terlontar, karena dia suka  pandang ; enteng, rendah, pinggir pada orang lain ! Secara spontan  pendeta Theo berdoa dalam hati : ‘Ya Tuhan ampunilah  Pdt DR Haag….  dosen ini, karena ia tidak tahu  apa yang seharusnya  dia diucapkan … dalam nama Tuhan Yesus amin

Mengapa Pendeta  Theo sangat peka mendengar kalimat :  “hai….masih hidup”…? Kalau  kepekaan, semua orang pasti memilikinya, terlebih pada kondisi pdt Theo yang saat itu baru keluar dari rumah sakit karena operasi, tambahan dalam proses operasi itu ia koma selama dua hari ( baca cerita diatas )

Selama keluar dari rumah sakit ucapan warga jemaat dan teman-teman sepelayanan adalah : “Puji Tuhan,  sehat dan kuat untuk melayani Tuhan”, karena itu jika mendengar ucapan seperti bapak dosen dari timor ini , kaget… karena diucapkan oleh seorang Dr Haag, dosen theologia yang membina mahasiswanya untuk menjadi pelayan di gereja dan jemaat

Jika kita menganalisis kata-kata ini yang terucap pada saat  mereka berdiri dan menerima salaman diantara para sarjana theologia baru, maka ucapan ini tidak perlu keluar dari mulut seorang doctor theologia….pendeta Theo teringat  kata-kata seorang filsuf : “ mulutmu, harimaumu” ..apakah dia latah atau pandang orang lain rendah dan hina ? hanya Tuhan dan dia yang tahu ! sebenarnya kata-kata  simpati dan empati yang diharapkan oleh seorang yang baru selesai menghadapi pergumulan berat, tapi itulah …dia juga seorang manusia, yang mengenakan  baju dosen  pada sekolah theologia yang  terkenal itu , sebab dari kata-katanya  orang mengenal dan membaca hatinya

 

 

MUTASI DARI EIRENE TG.PRIOK KE GLORIA BEKASI

Sudah lama memegang sk mutasi dari Majelis sinode gpib, tetapi kontak dengan Gloria bekasi belum lancar/tidak ada akses yang memuluskan kepindahannya, satu – satunya akses untuk menerima informasi ialah ibu Pirits  adalah ibundanya vik Feby Pirits dimana ia menjadi mentornya, karena itu ia mencari informasi secara langsung dan hadir dalam rapat phmj Gloria secara mendadak tanpa pemberitahuan, yang ditemani sepanjang perjalanan oleh bapak Wungkana.

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

inilah wajah GPIB Gloria dan harus bersinar terus

Dalam pertemuan itu memantapkan realisasi mutasinya yang didahului kata pengantar oleh pdt/ketua majelis jemaat gpib Gloria dhi pdt mandik sth sbb “ saya tidak hubungi dan tidak minta kedatangan pdt Theo Natumnea ini, tapi atas inisiatip sendiri “,  semacam apologed atau pembelaan yang dinyatakan dalam sikap diri dan ucapan, memang  kedatangannya ini adalah inisiatip  murni dari pdt Theo Natumnea, karena sk mutasinya sudah jalan tiga bulan tanpa respons dan berita dari gpib jemaat gloria bekasi, bahkan  susah payah untuk mencari informasi jarak jauh, sebab semua telepon yang diperoleh  tidak mungkin, karena itu ia terjun langsung untuk mencari informasi tentang nasib sk majelis sinode ini

Percakapanpun lancar bersama  anggota phmj yl bahkan  semakin memperlancar persiapan kepindahan dimana memproses  uang mutasi dan ia mempersiapkan diri untuk segera pindah ke jemaat Gloria bekasi

BANTUAN TRANSPORTASI DARI KOMANDAN BATALYON TNI ARHANUDE

Pergaulannya luas dengan siapa saja, ketika pamit pada komandan  Batalyon, letkol tni Neno W, ia langsung memberi bantuan kendaraan dinas untuk muat barang pindahannya dari tanjung priok ke bekasi, sebagai tanda terima kasih atas kerja sama, karena setiap acara penting dimana pihak battalion undang ia hadir dan berteman sambil ambil bagian dalam acara-acaranya.

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

berteman baik dengan komandan Batalyon Arhanud

Hal ini  memberi motivasi dan semangat padanya untuk terus bergaul dengan siapapun asalkan saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini dalam membangun  masyarakat dan Negara kita dari konteks  kerukunan, ketertiban dan keamanan yang berhasil guna dan berdaya guna serta saling memberi manfaat satu dengan yang lainnya

Hal ini mau menunjukan bahwa walaupun mereka bekerja pada instansi yang berbeda yaitu gereja dhi  gereja protestan di Indonesia bagian barat -gpib dan  batalion tni-ad atau ketentaraan, tetapi bukan menjadi suatu halangan untuk  bekerja sama dan bergaul (apa lagi bertetangga langsung), bahkan suatu dorongan  untuk melebarkan sayap pergaulan yang menambah wawasan  kehidupan sosial bermasyarakat bagi seorang Theofilus Natumnea  yang terbuka dan suka

AMBON  DAN PANTAI NATSEPA DIALAMI PADA CUTI TAHUNAN 2013

Puji Tuhan untuk kedua kalinya ia menginjakkan kaki di Ambon, sebelumnya pernah turun dilapangan terbang Patimura  Ambon, namun hanya 15 menit  turun dari garuda, karena  kesempatan yang diberikan  cukup singkat ketika terbang dari   Jayapura – ………….       .- dan Manokwari  untuk melihat adik  Albinus  Natumnea yang tinggal & menetap disana, sambil menyelam minum air.

Ketika itu sebagai wakil ketua PGI – Wilayah Kalimantan selatan diutus  untuk  menghadiri  sidang PGI di Jayapura, serta membawa aspirasi gereja  dan warga Kristen sekalimantan selatan yang  disebut  atau mendapat julukan  “serambi medina”, karena  martapura adalah bagian dari Kalimantan selatan.

Indahnya pantai Natsepa  memberi warna pada indahnya Ambon, apa lagi rujak & kelapa muda sebagai makan  ringan dari buah-buahan  kota Ambon, selepas  berlayar dari pulau nun jauh sekitar kota Ambon khususnya Saparua

Keindahan ini akan menjadi lengkap dan sempurna, jika masyarakat Ambon dan sekitarnya  akan menjadi rukun  dan  damai  dalam kepelbagaian suku, agama  bahkan apapun atribut  yang melekat  dan hinggap pada  pohon dan  ranting maluku – Ambon manise

Dipublikasi di Uncategorized | 9 Komentar

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Image

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 3.000 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 5 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | Tinggalkan komentar

Seri Khusus II INSTITUT INJIL INDONESIA(I3)

MENGAPA  SERI I-3  INI DITULIS ?

Untuk  melihat, ternyata banyak sekolah Theologia  hidup dan bertumbuh di Indonesia ini, untuk mengkaderkan para pemimpin rohani yang berkualitas menurut sistim pendidikan dan pembentukan yang dijalankannya.

Image

Ia dibentuk dan sekolah serta diutus dari sini

Bahwa  melalui persatuan sekolah theologia Indonesia ( persetia ) dan  persatuan sekolah theologia injili Indonesia  ( pasti ) yang mampu mengkader putra putri Indonesia untuk melayani Tuhan,  dimana I-3 ada  dan merupakan sekolah theologia yang hidup, bertumbuh dan bangkit untuk dikenal di-Indonesia dan dunia ini

Disitulah pada angkatan XII,  Theofilus Natumnea  dididik dan dibentuk menjadi seorang hamba Tuhan yang melayani di gpib,  bersama teman-teman yl, dimana pada saat itu ada kontroversi antara I – 3  dengan majelis sinode gpib, namun ia tetap eksis bersama teman – temannya melayani  sampai membuktikan diri sebagai pelayan Tuhan.

CALON MAHASISWA DARI SEMUA GEREJA

Image

menitik beratkan Protestan sesuai pendirinya Pdt. Dr. Oktovianus

Sering orang membicarakan tentang  Institut Injil Indonesia ( I-3 ) batu – malang, jika ia senang terlalu berlebihan, tetapi jika ia tidak senang atau benci maka ia menambah nambah kekurangannya atau menampakkan sifat sentimentil,  maka berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan dialaminya selama kuliah disana yang tercatat sebagai angkatan XII ini, ia ingin menurunkan tulisan sederhana ini dari kaca mata pengalaman pribadinya sebagai seorang pelayan Tuhan, sehingga apa yang ia dengar, lihat dan alami secara langsung suka duka dan liku – liku pengalaman pembentukan Tuhan bagi dirinya disana diutarakan  agar menjadi jendela jawaban bagi kita semuanya

Panitia penerimaan mahasiswa baru, menggumuli setiap  lamaran calon mahasiswa yang berasal dari berbagai gereja dan denominasi di Indonesia bahkan juga dari luar negeri. Berdasarkan surat lamaran yang dilengkapi dengan syarat-syarat lainnya, maka panitia menggumuli dalam doa kelengkapan syarat dan latar belakang ybs untuk melihat kesungguhan panggilan mahasiswa tsb.

Beberapa  calon mahasiswa sudah strata satu atau sarjana  dalam berbagai disiplin ilmu, bahkan beberapa calon mahasiswa utusan dari beberapa instansi atau pernah bekerja diberbagai instansi, demikian juga  dengan Theofilus Natumnea yang sudah bekerja di Polda Metro jaya, bahkan menjadi  majelis jemaat gpib Syalom DKI Jakarta dalam status  diaken.

Inilah keunikan latar belakang  calon mahasiswa, selain dari berbagai gereja, suku-bangsa, instasi dan juga umur, dikota apel dan kota wisata Batu – Malang inilah mereka diterima dan mulai dibentuk dalam kampus  I3 Batu-Malang.

Berapa calon mahasiswa yang ditolak ? Berdasarkan pergumulan panitia penerimaan, hanya mereka yang  tahu, tetapi calon mahasiswa yang diterima  berdasarkan kapasitas  sekolah yaitu satu kelas yang berjumlah 40  mahasiswa

Puji Tuhan, Theofilus Natumnea diterima bersama 39 mahasiswa lainnya, sehingga jumlahnya menjadi 40 mahasiswa, mulai belajar berdasarkan sejumlah peraturan yang harus ditaati sebagai bagian dari pada pembentukan itu

Dari jumlah  40 mahasiswa ini mayoritas dari protestan yang berasal dari berbagai gereja protestan, kecuali Ishak Mulyono dari gereja Pentakosta, nah, walaupun kampus ini bersifat oikoumenes tetapi menekankan aliran protestan sesuai aliran pendirinya  Pdt DR Oktavianus sebagai seorang anggota gpib Malang. Letak kampus ini didesa Songgoriti dipinggir ujung selatan kota Batu yang berbatasan dengan   dua  sekolah  Theologia yang lain, yaitu  Seminary tinggi  Katholik ditengah kota 1 km jaraknya dan 3 km jaraknya lagi sekolah theologia aliran Pentakosta milik gpdi yang terletak didesa Mbeji ujung utara kota Batu

UNIK DALAM MENILAI PERKEMBANGAN MAHASISWA

Jangan kaget bahwa di I3 yang dinilai bukan hanya pelajaran  saja tetapi ada 4 P yaitu :  1. Pelajaran  2.pelayanan   3.  Pergaulan  dan   4. Penyerahan. Disinilah beratnya ujian sehingga bagi yang tidak terpanggil sungguh-sungguh atau yang setengah-setengah hati dan mau coba-coba masuk, walaupun lolos dalam  penilaian team penerima mahasiswa berdasarkan syarat-syarat, tetapi ditingkat satu selama setahun itu adalah masa percobaan yang berat

Image

masa percobaan ini, penilaian mahasiswa dari semua sisi: pelajaran, pelayanan, penyerahan dan pergaulan

Dimasa percobaan setahun itulah banyak  dari antara mahasiswa yang setengah-setengah atau hanya ingin mencoba berguguran berdasarkan  penilaian dari 4 P itu. Mereka yang gugur itu banyakan nilai akademisnya bagus, tetapi  salah satu dari 3 P yang lainnya mereka tidak mampu mengikuti, mengerjakan dan menyesuaikan dirinya yaitu melayani bergaul dan berpenyerahan itu tidak dapat mendedikasikan diri dengan baik

Betapa tidak, dari tingkat satu ketingkat dua sudah mulai berguguran  teman-teman mahasiswa/i, tidak tahan atau dieliminasi dari kampus lalu  dengan senang hati angkat koper untuk pulang rumah atas kemauan sendiri atau kena disiplin  kampus lalu dieliminasi oleh sekolah karena melanggar peraturan yang ketat dan keras itu

MELAPORKAN STATUSNYA YANG JELAS

Jika sudah menikah, (dari antara 40 mahasiswa/i angkatan 12 ini ada dua orang yang sudah berkeluarga ) Paul Linggar dan Yosias Sinlae, harus  melaporkan statusnya sehingga  mendapat kebijaksanaan dari sekolah, kalau ada keperluan keluarga seperti isteri melahirkan, anak sakit dll

Jika masih bujangan tetapi punya calon atau pacar,

Image

di uji ketulusan dan kejujuran dan keterbukaan

juga harus melaporkannya, sehingga setiap surat datang dari pacar disalurkannya dan bahkan diaturnya kalau terlalu banyak surat dalam sebulan  akan diminta untuk mengurangi kiriman  surat menyurat supaya tidak mengganggu perkembangan studynya dalam penilaian 4 P ini.  Bagi yang punya  calon diluar sebelum sekolah tetapi tidak melapor, lalu mendapat surat terus menerus dan ketahuan, akan  dipanggil dan diberikan peringatan dan pembinaan, maka dia sudah punya satu poin kesalahan, lalu dibina untuk mengenal peraturan   dan menghayati serta mengikutinya peraturan dengan baik, tetapi kalau dia menyangkal lalu dihari kemudian ketahuan  bahwa  benar pacarnya  yang bersurat  akan dieliminasi silahkan angkat koper  dan pulang kerumah, supaya tidak ada dusta lagi diantara kita dikampus ini.

Nah… ini yang agak rumit, jika belum menikah dan belum punya calon/pacar, maka selama setahun ditingkat satu itu adalah masa percobaan dilarang untuk  menerima lamaran atau melamar  dkl tidak boleh ada  surat cinta, jadi harus tahan, biar sudah lihat sana lihat sini dan kenal baik  tapi harus tahan,  tahan,  dan tahan. Jika ketahuan ada pacaran diam – diam apakah sesama tingkat satu yang masih dalam masa percobaan ataukah dengan tingkat dua keatas yang sudah lepas masa percobaan, maka akan dipanggil dan langsung divonis sbb. : 1.  mahasiswa/i  yang masih duduk di tingkat satu/percobaan  angkat koper pulang kerumah   2.   Mahasiswa/i tingkat dua keatas akan dihukum satu tahun…ditempatkan untuk melayani dan menjalani masa hukumannya sambil menunggu diluar kampus kalau dinilai baik akan dipanggil, tetapi penilaiannya buruk akan melanjutkan  masa hukuman ..itu penilaian dari sisi pergaulan  dan penyerahan sehingga  mahasiswa/i ada yang  kena vonis hukuman  dan angkat koper/dieliminasi dari jarak jauh tempat ia praktek

SEMUA MAHASISWA MELAKSANAKAN KERJA  PRAKTIS  

Disinilah tempatnya untuk mau diatur, serta melaksanakan tugasnya (kerja praktis) dengan tertib, taat dan penyerahan serta tanggung jawab, apapun tugasnya sesuai jadwal yang dibuat oleh petugas, dan semuanya diatur oleh bunyi besi tua alias lonceng sesuai waktu yang tertera dalam jadwal

Image

sesuai jadwal semua mngerjakan tugas: Halaman, kamar mandi, dapur, ruang kelas, dll

Jadwal untuk kerja praktis dibuat tiap minggu dan  berubah  secara otomatis sesuai tugas yang akan dilaksanakan, dari masak didapur, (membantu pekerja tetap dapur yaitu mbok mi), membersihkan kamar mandi dan toiled, menyapu halaman, menyapu  ruang kuliah, membersihkan gereja dan menyiram dan memelihara bunga  dlsbnya.Untuk ruangan kuliah, gereja, aula belajar dan ruangan yl setiap hari sabtu disikat dan dipel termasuk kamar tidur serta menjemur kasur dlsbnya

Melaksanakan tugas sesuai jadwal ini sebelum mandi dan jika seusai mandi bersiap-siap untuk  makan/sarapan pagi. Dikala sarapan pagi itu tiba-tiba  ada dosen yang minta perhatian/ stop press  berarti  ada sesuatu yang penting  dari penilaian pekerjaan praktis itu ada mahasiswa yang harus  kerjakan lagi, karena pekerjaannya belum selesai atau belum beres, ia harus betulkan pada waktu jam  tidur siang dia tidak tidur, tapi harus mengerjakan dan membereskan pekerjaan praktisnya sebagai bentuk hukuman padanya

Disini yang dinilai adalah penyerahan mahasiawa/i tsb agar dilatih  untuk bertanggung jawab atas tugasnya, maka dari penilaian sisi penyerahan ini  ada seorang teman  harus angkat koper dengan senang hati mau pulang rumah, karena tidak tahan  pada pekerjaan praktis yang diadakan setiap pagi itu, pada hal dia tidak sadar bahwa pelatyihan ini sangat berguna ketika ia melayani kelak !

APAKAH  PELAYANAN DINILAI DARI AWAL?

Bukan hanya pelayanan saja yang dinilai dari awal, tetapi sejak menginjakkan kaki menjadi mahasiswa di I3 batu Malang, semuanya dinilai tentu mengalir saja seperti air, baik: “pelayanan, pelajaran, penyerahan maupun pergaulan” atau disebut empat  “ P “ ini sudah ada penilaian bagi setiap mahasiswa.

Image

Jika ada pekerjaan yang belum beres, maka petugasnya dipanggil untuk menyelesaikan pada waktu jam tidur siang

Sejak tingkat satu minggu pertama ia bersama kakak tingkat sudah melayani  dipenjara Batu, dimana  kakak tingkat yang membimbing siFilus bernama  Didimus  Marianus Bolle (Dimus) berfungsi sebagai mentor untuk pembimbingnya; keduanya tiap hari sabtu berjalan kaki kepenjara dikota Batu  untuk mengunjungi umat kristiani disana,  sesuai kerja sama dengan pihak pemerintah setempat dhi. ( koramil) untuk membina rohani mereka yang beragama Kristen.

Setelah lama melayani dipenjara kota Batu,  sesuai jadwal dipindahkan  pelayanan hari sabtu kedesa yang lain yaitu desa Mbayam  yang sangat jauh jadi  jurusan yang sama satu kendaraan  dengan mahasiswa yl dimana mereka menginap  semalam,  tempat pertama dirumah pak petrus,  orangnya  sangat kurang sehinbgga kita dibekali dengan satu kg beras,   tapi tempat kedua di Mbayam juga orangnnya punya sawah sehingga tidak perlu bawa beras. Pelayanan ini tentu  sesuai  kebutuhan pelayanan kerja sama kampus dengan Gereja Kristen Jawi Wetan ( gkjw ) semuanya dilaksanakan  dengan penyerahan;    dalam waktu yang  reltip singkat  pindah lagi  ke arah utara   yaitu desa Karangpeloso diberi  transport angkot dan dokar karena bersambung dengan dokar dan nanti jalan kaki lagi sampai didesa tujuan pelayanan daerah Karangpeloso

Seringkali uang dokarnya dipakai untuk makan bakso sapi dan  gantinya harus jalan dua s/d tiga km  untuk mencapai pelayanan demikian juga dengan  selesainya pelayanan, harus melawati lokasi yang sama, yaitu jalan kaki,  sambung dokar dan nanti  naik angkutan umum, demikianlah rutinitas pelayanan  hari sabtu atau minggu untuk menjangkau jiwa-jiwa yang baru percaya pada Tuhan Yesus dibawah naungan GKJW

Pihak sekolah tidak mau tahu: apakah hujan, guntur   dankilat , banjir atau panas terik ? semua mahasiswanya dilatih untuk menjalankan tugas pelayanan itu dengan penyerahan  dan rasa tanggung jawab kepada Tuhan dan kampus dimana  tentu ada waktunya evaluasi dengan pihak gereja setempat dengan kampus untuk pelayanan ini

Disini kalau ketahuan dalam evaluasi itu ada mahasiswa/i yang sengaja meninggalkan pelayanannya tanpa pemberitahuan atau ybs bolos, dia akan kena pengurangan poin dibidang pelayanan dan ditegur serta dibina, jika berulang kali, maka maka akan dieliminasi dan silahkan angkat koper pulang kerumah karena dia tidak bisa dibina untuk menjadi calon hamba Tuhan.

ADA KELAS KELILING DI – I3

Apakah  itu kelas keliling ?  Bagi  mahasiswa  yang sudah sarjana  dalam  disiplin ilmu yl dan mau  ikut semua pelajaran  yang ada dipersilahkan, tetapi jika  mau masuk dalam kelompok kelas keliling  bersama mereka yang sudah tua dan berumur maka mereka punya jadwal tersendiri untuk keliling kelas, adakalanya ditingkat I tetapi jam pelajaran berikutnya sudah tidak ada berarti ia sudah belajar dan kuliah bersama  mahasiswa ditngkat yl.

Image

Mahasiswa yang sudah sarjana dalam disiplin ilmu lain dapat mengikuti kelas keliling untuk Fak yang belum diperolehnya

 Demikian juga bahasa Inggris  kelasnya sesuai hasil tes, lalu dibagi kelas sesuai strata bahasa inggrisnya, sedangkan yang lain  berada dalam kelas umum

Berhubung sejak tingkat satu sudah melayani disekitarnya dan perlu bahasa pengantar  maka semuanya diberikan bahasa jawa untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Ditanya kepada si Filus oleh guru bahasa jawa: “Hai Theofilus, sampean  sakeng pundi ? dijawab  oleh si Filus : kulo pundi timor”, semuanya yang  tahu bahasa jawa tertawa  terbahak – bahak: ha..ha…ha…ha.., heran apa salahnya ? ternyata jawaban yg betul ialah : ” kulo sakeng timor”……. Dan banyak lagi kejadian yang lucu dan menarik untuk dijadikan humor asrama di kampus I – 3  ini.

MAKAN SEBELUM LAPAR, BERHENTI  SEBELUM KENYANG.

Falsafah ini dipakai dimana mana, merupakan penerjemahan dan penjabaran dari doa bapa kami, “berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya”.  Semua falsafah hidup ini diterapkan dalam kehidupan sehari hari  dalam kampus, bahwa makanan sehari-hari adalah nasi beserta lauk yang terdiri dari tahu dan tempe, telur ayam  tidak pernah bulat, selalu separoh karena dibagi dua serta sayur, kecuali hari sabtu dan minggu kadang ayam atau telurnya bulat, sesuai dengan  keadaan kas kampus

Image

Hemat: berpadalah dengan apa yang ada

Dalam persekutuan doa, sering menjadi pokok doa ialah keadaan kas yang sudah menipis, selain pergumulan kampus ylnya, hal ini menggambarkan keprihatinan semua mahasiswa/I untuk mendukung dalam doa  bagi para donator dan semua gereja yang telah mengutus mahasiswa tsb termasuk Theofilus Natumnea bersama beberapa teman diutus dari gpib.

Bayangkan uang asrama hanya Rp 5000 tambah uang saku Rp 500, maka tiap bulan majelis jemaat gpib Syalom  mengirim  dana tsb untuk kelanjutan kuliah utusannya, yaitu si Theofilus Natumnea, ditambah beberapa teman yang belum punya sponsor, membuat kas kampus kembang-kempis, dari situlah makanan yang disajikan sesuai dengan keadaan kas, berpadalah dengan apa yang ada padamu.

JIKA KELUAR KAMPUS  MENGISI BUKU BAPAK ASRAMA.

Bapak & ibu Aziz  sudah menaruh buku  pengisian  data untuk  keluar  asrama pada hari   sabtu dan minggu  diatas  meja  dalam ruangan makan  untuk  diisi setiap mahasiswa  yang keluar asrama karena urusan.  Pengisian buku bapak asrama ini penting untuk diketahui berapa mahasiswa yang keluar asrama dan  jam berapa mahasiswa itu pulang, dari data  itu bapak asrama  laporkan ke ibu asrama  untuk mengatur belanjaan dan masakan  pada hari sabtu dan minggu itu.

Image

ketertiban asrama agar menghemat makanan yang ada dengan mengisi daftar ijin keluar berserta jam

Hal ini diterapkan supaya ada ketertiban dan penghematan, bayangkan kalau pada hari sabtu dan minggu sesudah pelayanan 100 mahasiswa keluar kampus sampai malam dan tidak melapor, maka akan terbuang 100 porsi makanan siang, walaupun hanya terdiri dari menu  D, tahu tempe dan telor ayam serta sayur.

Ketertiban ini diatur dan diterapkan seperti pelajaran  Tuhan Yesus bersama  murid – murid supaya setia dari hal-hal kecil agar Allah mempercayakan kepadamu lagi perkara – perkara yang besar, “bagaimana mau mendapat kepercayaan dalam hal-hal yang besar kalau tidak dapat mempertanggung jawabkan hal hal yang kecil ? Hal ini merupakan suatu pembelajaran yang praktis untuk mengelola hidup dimasa depan dalam pelayanan  sehingga jika menghadapi dinamika kehidupan ini paling tidak sudah terlatih untuk menjawabnya

LETKOL ARUAN  BERCERITA SEMANGAT SAMBIL TERTAWA

Katanya:” kalau saya dirumah jika pulang tugas, sudah disiapkan ibu  dimeja makan dan tinggal makan” kenangnya ketika berdinas  sebagai komandan Batalion TNI AD, tetapi sekarang lanjut ceritanya sambil tertawa “ saya bertugas didapur, maka bersama teman petugas dapur lainnya, sambal kamilah yang paling banyak, sehingga yl  kurang sambalnya”

Image

tau menempatkan diri dalam suasana mahasiswa dalam suasana asrama I3

Inilah suasana kampus yang harus dihadapi  dalam kehidupan di kampus I3 batu – Malang, walaupun makanannya hanya tahu dan tempe, tetapi ternyata semuanya tidak ada  yang kekurangan gizi, bahkan siap untuk melayani sambil kuliah

Beberapa mahasiswa seperti Letkol Aruan dengan berbagai latar belakangnya bapak Ely  Fanggidae dllnyadimana adalah kelas keliling, sama-sama harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tercipta dikampus ini

IA MENJADI TEAM STUDIO SENTOSA

Setelah dites satu persatu ketika praktek bulanan tingkat I, maka ada yang menjadi team pembangunan, untuk bekerja bersama para tukang bangunan dalam rangka membangun dan mengembangkan asrama, jadi hari-hari bekerja keras seperti seorang kuli bangunan, hal ini turut membentuk karakter mereka, sehingga  agak kasar kalau bicara dan bertindak

Image

Tim ini membuat drama siaran radio tentang kabar baik (Injil)

Theofilus Natumnea bukan berada diteam pembangunan, tetapi justru ia berada di “team   studio sentosa batu malang”, dimana disana mereka dilatih untuk membuat perekaman  sandiwara  Pelayanan radio yang akan  disiarkan radio Kristen seperti  radio pelita kasih dll untuk pekabaran Injil didunia ini Kisah 4:12

Inilah tempat praktek tingkat I,  dalam teamnya semua dibentuk dan dilatih sesuai dengan talenta dan karunia yang ada padanya untuk   memberitakan Injil dari seluruh sisi kehidupan manusia.

Jika ada orang mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus akan direspons untuk pelayanan selanjutnya.

Kesaksian seorang aceh yang bernama Tengku Zaunudin, ia terpanggil untuk melayani mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus,  sesuai  firman Tuhan ada yang menanam , ada yang menyiram tetapi Tuhan yang menumbuhkan

MENJADI ”TEAM KALEB” PRAKTEK KE SENDANG – TULUNG AGUNG

Kedua insane ini yaitu Theofilus Natumnea dan Ishak Mulyono adalah pasangan yang cocok, yang satu keras, yang satu lembut jika dibandingkan perangai mereka, karena   yang satu dari timor dan satunya lagi dari jawa – solo

Image

ishak dan filius sudah mulai berdoa untuk tempat praktek di Tulung Agung

Jauh sebelumnya mereka satu team doa dan berdua sudah berdoa khusus untuk tempat praktek yad yaitu Tulung – Agung, agar kiranya Roh kudus bekerja sehingga mereka melayani Tuhan Yesus sesuai firmanNya dalam matius 28:18 – 20 : “ Pergilah………………”

Betul, sesuai dengan janji Tuhan Yesus dan doa serta kerinduan mereka, maka setelah sampai di Tulung – Agung melaporkan diri kepada  majelis jemaat gereja Kristus Tuhan dhi pendeta Shiauw Nugroho memberikan beberapa informasi dan melengkapi mereka dengan obat – obat ringan, kasur, selimut dan lampu strongking untuk melayani selama tiga bulan walaupun disana sudah ada listrik.

Besoknya  tidak membuang – buang waktu lagi langsung diantar ke kecamatan Sendang disana  Ishak Mulyono tinggal dirumah  Lurah Sendang sebagai sponsor utama karena Ibu Lurah dan semua anak-anaknya bersedia dilayani dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya, sedangkan bapak Lurah adalah seorang yang menganut aliran Kebatinan.

Mahasiswa yang lainnya yaitu Theofilus Natumnea, walaupun tidak tahu bahasa jawa tetapi justru ditempatkan  pas  tapal batas dilereng gunung Willis  dusun Sumber- Pandan, dimana kepala desanya adalah adik kandung  Lurah Sendang yang juga beraliran kebatinan.

Disanalah ia tinggal bersama keluarga tua-tua adat sumber-pandan yang suka bermain sulap makan api dll, dimana tokoh ini juga adalah tokoh pramuka yang cukup berpengaruh didusun ini.

Pemuda timor ini tidak tahu bahasa jawa atau kalau ditanya bisa salah jawab  kalau omong jawa, tapi banyak anak-anak, muda-mudi dan orang tua datang untuk bertemu dengan dia untuk mengadakan dialog, tanya jawab; Ternyata sudah lama mereka mendengar di radio mereka: siaran radio republik Indonesia (RRI) tentang timor timur’ (pada tahun 1972 sangat terkenal timor timur), tetapi mereka belum pernah melihat  orang timor, bagaimana bentuknya dlsbnya. Itulah sebabnya mereka datang untuk berdialog dan bertemu langsung serta melampiaskan kerinduan mereka untuk melihat, mendengar dan berteman dengan pemuda  timor ini yang bernama Theofilus Natumnea, keakraban telah terjadi dan kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pemuda timor ini yang bersatus sebagai mahasiswa praktek, lalu mengajar mereka yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya.

MUJIZAT TUHAN YESUS LUAR BIASA MENYERTAI MEREKA

 Mereka melayani dan bekerja berdasarkan tuntunan Roh kudus, dan orang yang datang juga disiapkan Rohkudus, sehingga sesuai  bimbinganNya dalam semangat pelayanan dan pembukaan daerah baru di Sumber – pandan dan  Sendang ini

Image

Banyak orang disembuhkan dengan obat seadanya bahkan ketika obat sudah habis, berdoa “dalam nama Yesus” mereka sembuh

Janji Yesus  untuk menyertai mereka  menjadi kenyataan dalam permulaan pelayanan yang baik, sesuai pepatah Yunani mengatakan: “permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan”, mereka berdua diurapi Tuhan secara khusus dan melayani tanpa takut, bahwa ada penyertaan kuasa Tuhan  dalam pelayanan pertama dalam praktek tkt II ‘TEAM KALEB “ ini.

Obat-obat ringan yang dimilikinya untuk persiapan pribadi selama tiga bulan tidak pernah diminumnya, sebaliknya wargalah yang datang untuk minta obat tiap hari sampai habis dan vitaminpun diberikan kepada mereka, heran….setiap obat yang mereka minum apapun sakitnya menjadi sembuh, tentu  sebelumnya berdoa bersama pemuda timor ini dulu….. baru menerima obat

Doanya singkat : Ya Tuhan, berkatilah obat ini untuk menjadi kesembuhan  bapak, ibu, pemuda – pemudi dan anak-anak ini. Tunjukanah mujizat  kesembuhanMu, supaya mereka menjadi percaya kepada  Tuhan Yesus.  Dalam nama Yesus Amin

Ketika obat-obatan sudah habis, mereka tetap mengalir datang minta doa kesembuhan kepada pemuda Timor ini : Ia sambil menjamah orang sakit itu dan berdoa: “Ya Tuhan, dalam nama Yesus, sembuhkanlah orang ini, supaya namaMu dimuliakan, ketika mereka percaya kepadaMu. Dalam nama Yesus, kami berdoa amin”

DIPANGGIL TENGAH MALAM, KARENA SEMUA  SUDAH MENANGIS.

Tuhan Yesus tunjukan kuasaNya untuk menyembuhkan dan membangkitkan anak ini ! disini Allah punya rencana,  kesempatan untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, karena daerah baru  dan didaerah baru ini. “Lihat  seri I”

Image

Mereka berhenti menangis dan bersama berdoa dalam nama Yesus: anak ini bangun minta minum dan makan

 

Luar biasa kuasa Tuhan Yesus beroperasi dengan rohNya yang kudus dan memperlihatkan kepada kedua mahasiswa ini yaitu Ishak Mulyono dan Theofilus Natumnea, bahwa saat ini adalah masa menuai jiwa-jiwa yang haus akan keselamatan Tuhan Yesus Kristus.

DIPERPANJANG MASA PRAKTEK DUA BULAN  LAGI.

Ladang pelayanan Tuhan sedang menguning dan perlu penuai-penuai yang setia untuk melaksanakan  tugas panggilan pelayanan dan penginjilan disegala bidang.

Image

diperpanjang praktek untuk memelihara rohani umat yang baru percaya di kaki gunung Wilis

Dalam praktek  di Tulung Agung – Sendang & Sumber pandan ini, termasuk menemukan ladang yang sedang menguning dan sementara dituai oleh hamba-hambaNya. Tempa  besi selagi masih panas, karena kalau sudah dingin tak ada lagi kekuatan yang bisa  menempa  dan meluruskan besi itu, apa lagi dalam unit yang besar.

Berdasarkan pertimbangan bahwa kesulitan dan resiko  kedua mahasiswa: Theofilus Natumnea dan  Ishak Mulyono  hadapi ini adalah  resiko yang unik, berat dan tinggi, maka atas usul keduanya dipertimbangkan untuk memperpanjang praktek mereka berdua, sehingga segala urusannya tuntas, karena semakin tinggi resiko dan semakin berat tantangan kalau ditangani dengan baik, bijaksana dan tuntas, maka akan membawa hasil yang besar dan baik pula untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus

Berdasarkan pertimbangan ini mereka diutus kembali dan diperpanjang masa praktek selama dua bulan, sehingga dapat menyelesaikan  segala urusan untuk menuntaskan  pelayanan yang mencakup  baptisan dan segala urusan dengan gereja kristus Tuhan dan pemerintah daerah.

STRATEGI YANG TEPAT : BAPTISAN KUDUS

Mereka tidak kalah dengan tantangan yang sedang bergulir dari segala penjuru, ditengah suasana tantangan yang ingin mengharu birukan  serta melemahkan mereka, maka panggilan dan percakapan dengan muspika yaitu camat, koramil dan polsek  dilanjutkan urusan ini ke kabupaten Tulung Agung bidang sospol, bahkan sampai ketingkat propinsi yaitu kantor gubernur  jawa Timur di Surabaya

Image

Baptis gelombang pertama oleh ketua sinode GKT di Tulung Agung dan gelombang kedua oleh pendeta tentara di Sendang

Maka sesuai konsultasi dengan pihak gereja tempat mereka bernaung untuk praktek yaitu Gereja Kristus Tuhan ( GKT ) baik di Kediri maupun di Tulung Agung, mereka sepakat untuk dipersiapkan warga jemaat baru yang telah terdaftar dan menerima pelajaran agar segera dibaptis dan sidi, sehingga merupakan pos yang resmi dari GKT ini, jadi melayani warga jemaatnya

Bahkan baptisan  terlaksana dua rombongan yaitu rombongan pertama  mereka dibawah ke jemaat GKT di Tulung Agung untuk dibaptiskan dalam kebaktian minggu, sehingga  diadakanlah  sakramen baptisan kudus dan  peneguhan sidi oleh pendeta GKT yang didatangkan dari Majelis sinode GKT dan dua bulan kemudian seiring dengan penambahan waktu praktek itu kedua mahasiswa ini berkonsultase dengan gereja untuk meminta a/n GKT  seorang pendeta tentara dari Korem  di Kediri untuk membaptiskan mereka di pos Sendang – Sumber pandan

Akhirnya dengan penambahan waktu praktek tsb cukup menjawab masalah dan pergumulan serta perjuangan  pelayanan pekabaran Injil, sehingga pos Sendang dan Sumber pandan resmi dibuka dan diresmikan dalam ibadah peresmian  dengan baptisan kudus dan perjamuan kudus oleh GKT Tulung Agung & Kediri

BAGAIMANA CARANYA KAMI BERNATAL ?

Pertanyaan ini wajar dilontarkan oleh warga jemaat gkt sebagai orang Kristen baru disendang – sumber pandan, ketika kedua mahasiswa ini yaitu filus  dan Ishak hendak pamit, setelah habis waktu penambahan dua bulan, kerena mereka harus mengejar ketinggalan pelajaran dikampus I 3 batu malang, sisi lain umat yg ditnggalkan itu  masih bayi rohani, pasti berpikir tentang kelanjutannnya dan natal jemaat yang sudah dekat.

Image

Natal pertama di Sendang: Umat bersama undangan dan Pejabat Tripida kecamatan

Dengan data dari pertanyaan itu maka si filus dan si ishak meminta izin kalau natal nanti  mereka  kembali ke Sendang & Sumber pandan untuk bernatal sebagai natal perdana bersama mereka sebagai jemaat baru dan muda ini, tentu melatih dan  mengajarkan tentang makna natal itu

Kaget, ternyata mereka mungumpulkan dana  setiap kepala keluarga uang Rp.500.– dan beras satu kg (tahun 1972 uang Rp 500,– sangat berarti) untuk bernatal dengan catatan akan mengundang muspika dan semua unsur tokoh masyarakat desa, agar dalam suasana kerukunan, kedamaian keamanan dan ketertiban mau bernatal bersama  warga jemaat ini. Puji Tuhan pikiran positip mereka terbuka untuk  memelihara kerukunan baik intern umat beragama juga antar umat beragama, bahkan bersama masyarakat dan pemerintah.

PERANAN “DUET SCHEUNEMAN” ADIK-KAKAK di I – 3.

Peranan “duet Scheuneman” adik kakak yaitu Deutchmar Scheuneman dan Volkaard Scheuneman, punya peranan  penting dalam membangun I3 dari angkatan pertama  sampai  angkatan XII dan seterusnya punya peranan yang strategis dan menentukan dalam maju mundurnya institut ini

Image

Deutmar dan Voolkald Sheunemann bersaudara membagun I3

Jiwa kebapaan yang luar biasa untuk menampung, membentuk dan melayani semua  aspirasi mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah  seluruh Indonesia ini, sambil menuntun dan mengarahkan kearah depan yang lebih maju tetapi tetap berdiri dalam nilai  fisi dan misi  Injil Yesus kristus

Demikian juga  bersama staff dan pimpinan YPPII dimana  bapak Deutchmar scheuneman sebagai rector I3 pada periode itu, semuanya dijalankan dengan iman: beriman, beriman dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus

Memanggil dan memberi nasehat kepada mahasiswa dan mengayomi sebagai ayah yang sangat berwibawa kebapaan bagi semuanya bersama  adiknya bapak Volkaard Scheuneman

Terima kasih atas kebaikan hati bapa, keduanya yang merelakan meninggalkan  kampung halaman dan negaranya Jerman  untuk memdidik, membimbing dan membentuk dan memberi motivasi  kepada mahasiswa I3 sebagai  calon hamba Tuhan

BAPAK  PETRUS OKTAVIANUS DAN PERANNYA.

Image

Jiwa kepemimpinan yang luarbiasa dipakai untuk melayani dan membangun I3

Luar biasa perannya bapak Petrus Oktavianus, dimana dikala itu ia sementara menanjak dan mendunia/go public, sehingga jarang berada bersama  mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari seperti “duet Shceuneman” adik kakak kepada mahasiswa dikampus I3 ini

Tetapi penampilan kepemimpinannya luar biasa dan mengagumkan yang sekaligus membawa nama bagi I3 batu Malang ini, sejak merintis, membuka , mendirikan  sampai berkembang menjadi Institut

Walaupun sekali-sekali baru tampil di kuliah dan persekutuan, namun naluri kebapaan, kenegaraan, kemasyarakatan, kepemimpinan serta keIndonesiaan dalam diplomasinya dan semua yang lain,  yang tak disebutkan disini ia miliki untuk membangun I3, sehingga namanya sangat terkenal sekaligus kontroversi bagi yang tidak senang, itulah sisi lain atau bagian dari pada seorang tokoh nasional, semakin menanjak semakin banyak orang senang dan tidak senang atau kawan dan musuh seperti ikan dalam air tidak dapat dipisahkan.

APAKAH ROH PEMBENTUKAN MAHASISWA MASIH ADA  DAN MENYALA ?

Image

Mahasiswa sekarang inilah yang menjawab apakah masih sama sistim pembentukan dulu dan sekarang?

Pertanyaan ini  menggugah kita untuk menoleh kembali kebelakang, zaman angkatan XII, masih ada dan  menyala roh pembentukan mahasiswa  I-3 ini, bukan berarti bahwa  I-3 tidak boleh mengikuti perkembangan zaman, kita berada dalam dunia ini yang selalu berubah dan kehidupan manusia membutuhkan perubahan, namunkita harus berdiri dalam kebenaran firman Tuhan baru mengikuti perkembangan zaman, supaya tidak tergelincir  oleh arusnya perubahan  itu.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka  bisa  kita mengunjungi  kampus  I-3 dulu, tetapi tidak cukup kita mengunjunginya hanya beberapa hari lalu mengambil data dan kesimpulan, mungkin kita serahkan  kepada  mahasiswa yang sedang study disana untuk menjawabnya secara jujur dan tulus

Pengalaman sesudah persidangan sinode gpib di kota apel batu, sengaja singgah  dikampus, minta seorang mahasiswa mengantarkannya untuk berdoa diruang doa, seraya malu dan  bertahan, tetapi akhirnya  karena desakan terus menerus, maka ia terpaksa mengantarkan, lalu keduanya berdoa disana sambil berdiri saja

Ada kesan mendalam bahwa ruang doa itu sudah berdebu, berarti sudah  tidak dipergunakan lagi untuk berdoa, apakah  mahasiswa yang tidak mau atau memang dibiarkan saja keadaan itu ?

UJIAN THEOLOGIA PERTAMA

Ciri kuliah dan ujian di I3 Batu – Malang ialah ujian theologia I dan II yang dilasanakan untuk semua mahasiswanya, yaitu Institut yang tidak memberikan title kepada lulusan  InstitutTheologianya

Image

Ujian ini untuk menentukan apakah mahasiswanya dapat melanjutkan atau tidak ke Teoligia ke 2, setelah praktek setahun

Mereka menerima ujian theologia I setalah kuliah 3 tahun, dari sinilah penilaian  mahasiswa dari segi  “P” pertama yaitu pelajaran, sehingga bagi mereka yang nilainya kurang  tidak ikut ke tingkat V setelah praktek selama setahun.

Bagi yang tidak dapat meneruskan , tidak terbuang karena  mereka siap pakai untuk bekerja  dan  melayani di jemaat atau melanjutkan sekolah lagi ditempat lain seperti di sekolah Theologia diTanjung Enim.

PRAKTEK SETAHUN   di SEI AMBAWANG LINGGA KALIMANTAN BARAT.

Luar biasa Perkembangan Injil di Kalimantan khususnya Kalimantan barat, untuk gpib jemaat Pontianak saja memiliki puluhan bahkan ratusan pos PI yang tersebar diseluruh Kalimantan barat.

Salah satu pos adalah Lingga Sei Ambawang yang akhirnya berkembang menjadi beberapa pos, sekuat  tenaga kita melayani Tuhan

Di Lingga  kecamatan Sei Ambawang inilah si Filus, mahasiswa I3 setelah ujian theologia I, ia ditempatkan  menggantikan Daniel yang sudah setahun berada disana  dan akan kembali ke kampus I3 batu – malang

Ternyata pos PI nya semakin bertambah lagi yaitu  tapah, bengkarek dam beberapa tempat  yl mulai bertumbuh Injil Tuhan  yang ditabur disitu, sehingga orang dayak semakin banyak yang percaya kepada Yesus dari agama lama yaitu keharingan  animisme dan dynamisme dlsbnya.

Ia diberikan sebuah motor air ( speed boad ) merk mercury dengan kekuatan tonase satu ton untuk bisa menjelajahi dan melayani daerah –daerah ini melalui sungai yang bercabang-cabang dan berliku – liku seperti ular sambil membawa rombongan warga jemaat dan muatan bahan kayu untuk membangun sekolah Dasar yapendik gpib

TENGGELAM DISUNGAI DENGAN SAMPAN KARENA TIDAK TAHU BERENANG.

Jauh sebelum penempatan praktek ini sudah dlatih berenang di kolam renang,  jika hari olah raga  yaitu sabtu pagi selagi masih dikampus, tetapi mereka belajar  biasa-biasa saja tanpa serius, karena belum ada tantangan

Tetapi setelah melewati beberapa pristiwa baik tenggelam dengan sampan maupun hampir tenggelam dengan speed boad merk mercury yang diawakinya, maka ia nekad untuk belajar berenang sungguh – sungguh disungai Kapuas dan cabang anak sungainya, puji Tuhan akhirnya ia bisa berenang, menyebrang dan menyelam sungai diLingga, sehingga ketika membawa sampan atau speed boad merk mercurynya tidak  segan-segan dan takut  lagi bahkan semakin berani  karena percaya diri dengan kelengkapan tahu berenang

Melayani pos tapak sampai hulu terakhir, dan bengkarek sampai sungai Raso dan tempat – tempat yl lain semakin giat melayaninya melalui perkunjungan dan pembukaan pos PI  tsb

Kita tahu bersama bahwa melalui  konsultase Majelis sinode dan mupel-mupel di Balikpanan  dirubah sebutan  pos PI menjadi pos pelkes, sebagai strategi  kehidupan  persekutuan dan pelayanan serta kesaksian pos- pos di gpib, adalah bagian dari menjawab masalah, sebab jika kita pakai istilah pos pekabaran Injil ( PI ) , maka  akan menimbulkan masalah sebelum melayani, maka  menempatkan pos pelkes yang berwawasan lebih luas agar dapat diterima semua pihak serta melayani lebih intensif dan ekstensif

UJIAN THEOLOGIA II ( KEDUA )

Ditingkat V jumlah mahasiswanya sudah berkurang dari 40 orang menjadi  20 orang, itupun telah dibagi dua jurusan  yaitu jurusan  pendeta jemaat dan pengembalaan  serta  jurusan pendeta pembangunan missioner, sehingga kelasnya menjadi semakin sedikit.

Image

dari jumlah 40 orang tingkat I, ujian teologia ke-2 jurusan penggembalaan 12 orang dan jurusan misionaris 12 orang

Ditingkat V ini ia mendapat judul skripsi “ Gereja mula-mula dan gpib pada masa kini”, suatu studi perbandingan untuk memahami dan mendalami gpib lebih jauh lagi untuk melihat kelebihan dan kekurangannya, sebagai mantan pengurus gerakan pemuda dan diaken  majelis jemaat gpib syalom dki Jakarta.

Dari sisi ini ia mempersiapkan diri untuk melayani serta turut membangun gpib dengan sisa tenaga dan kekuatannya yang ada dalam pimpinan dan kekuatan dari Tuhan

MENJADI KOORDINATOR MAHASISWA UTUSAN GPIB

Image

bertugas melaporkan perkembangan mahasiswa I3 ke majelis sinode GPIB

Sesuai surat arahan dari majelis sinode gpib, agar  setiap kampus mempunyai koordinator untuk memberi laporan  tentang  jumlah dan perkembangan mahasiswa utusan gpib agar ditata  dengan baik ditingkat majelis  sinode gpib

Berdasarkan surat edaran itu, semua mahasiswa  utusan dan asal gpib berkumpul untuk memilih koordinator, maka secara aklamasi terpilihlah Theofilus  Natumnea sebagai koordinator mahasiswa utusan gpib di kampus I3 batu – malang

Ia mengamati, mengumpulkan data dan memberi laporan secara rutin setiap semester perkembangan mahasiswa utusan gpib yang dibantu oleh Titi Rahayu

Dalam  penyampaian laporan secara langsung, bertemu  koordinator  mahasiswa utusan gpib  STTh Jakarta  Jhon Assa di kantor majelis Sinode dan berdialog tentang perkembangan  mahasiswa dikampus masing – masing untuk melaporkannya kepada majelis sinode gpib

KARUNIA MEMINPIN, MENGEMBALAKAN DAN MEMBERITAKAN INJIL

Image

Mengembangkan karunia menggembalakan dan memberitakan injil dalam jemaat dan pos Pelkes

Tertera dalam ijasah Intitut Injil Indonesia jurusan penggambalaan tertulis karunianya yaitu memimpin, menggembalakan dan menginjili, maka ia  diutus kembali gpib seperti yl kegerejanya masing-masing untuk melayani Tuhan

Berdasarkan  ijasah inilah Theofilus  bersama beberapa teman asal gpib  yaitu  Arpeles Lapudooh, Paul Linggar dan Eko Petrus masing masing kembali ke keluarga dan melaporkan diri ke majelis sinode gpib

Dihari pertama berurusan dan melaporkan diri itulah bertemu Samuel Theofilus Khaihatu  yang sudah tamat dari STTh Jakarta  juga sedang melaporkan diri bertemu dengan Pendeta Jarkasi, sambil saling bersalaman dengan ucapan “selamat berjuang, sampai bertemu dilapangan” , itulah ucapan perkenalan pertama dengannya yang akhirnya ia terpilih menjadi ketua sinode gpib setelah melayani dan bergumul beberapa puluh tahun lamanya sebagai senior gpib, sedangkan Theofilus Natumnea   hampir setiap wilayah selain sebagai ketua majelis jemaat, ia terpilih menjadi ketua mupel dan pgi-wilayah.

Keduanya setia melayani Tuhan di gpib sejak bertemu pertama dikantor majelis sinode  dengan ucapan: “selamat berjuang, sampai ketemu dilapangan” dan kiranya perjuangan pelayanannya sampai akhir, sesuai dengan namanya  keduanya Theofilus artinya “ sahabat Allah “, kiranya Tuhan memberkati amin

I-3 KERSAMA  DENGAN GEREJA –GEREJA DAN KHUSUSNYA  GPIB

Pada  periode “manis  kerja sama “ ,

Image

Kerjasama YPPI dengan semua gereja termasuk GPIB dalam memberitakan injil dan membuka Pos PI

yppii merangkul kerja sama  dengan  semua gereja termasuk gpib telah terbukti  bahwa banyak pos PI atau digpib dikenal pos pelkes  telah dibuka  dan dikembangkan  dalam pelayanan untuk nama Tuhan Yesus, karena  orang percaya kepada Tuhan  Yesus dan diselamatkan, menjadi milik jemaat dilingkungan pos itu juga

Termasuk  sebagian besar  pos pi gpib adalah karya Tuhan melalui  mahsiswa praktek I-3 Batu-Malang yang akhirnya menjadi pos pelkes gpib dalam pelayanan  Injil Allah, dimana ladang Tuhan sedang menguning dan perlu penuai-penuai yang setia dan siap berkorban untuk melayani Tuhan Yesus yang telah lebih dahulu berkorban untuk kita umat manusia bedosa, bahwa Ia datang untuk mencari orang berdosa

Melayani Tuhan baik di gereja maupun di yayasan seperti   para Evangelis  ke Indonesia,  maka harus memiliki hati dan wawasan yang luas, sehingga saling menerima  melengkapi dalam kelengkapan Allah satu dengan yl untuk membangun dan melayani pekerjaan Tuhan Eps 4: 6 -11

Dipublikasi di Uncategorized | 38 Komentar

Seri Khusus I: KERAJAAN AMARASI

MENGAPA KERAJAAN AMARASI DALAM THEMA INI ?

Image

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka agak diperluas wawasan pertanyaannya yaitu : mengapa Kerajaan Amarasi ikut memberi warna  dalam tulisan ” Kembara kehidupan seorang Theofilus Natumnea ” ? Apakah untuk membangkitkan kerajaan – kerajaan dulu pada status quanya ? ataukah untuk menghidupkan sistim feodalisme yang sempat menghinggapi suasana  dalam  strata kehidupan raja – raja dulu  yang berbeda dengan rakyatnya  ?   jawabnya  : tidak dan tidak, tetapi…..

Untuk mengenal, menganalisa dan membandingkan bahwa ternyata banyak kerajaan ditimor baik besar maupun   kecil bahkan yang berkuasa secara lokal , demikian juga kerajaan-kerajaan besar dan kecil  di Indonesia serta  kerajaan-kerajaan  yang sudah ada  sebelum masehi dan sesudah masehi didunia ini, yang menguasai sebagian dunia ini, jika dibandingkan dan dianalisis,  maka apalah arti sebuah” nama kerajaan Amarasi “,  tetapi   walaupun  betapa kecilnya kerajaan Amarasi, namun punya peranan penting yaitu raja Koroh duet bersama raja Nisnoni dalam kehadirannya menyatukan raja – raja dan berjuang melawan belanda  secara  fisik dan mental ….  yang lupa dicatat dalam sejarah Indonesia tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia  menjadi  negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini.

Disitulah ….yaitu dikerjaaan Amarasi – lah……. ia lahir sebagai putera kelima  dari ayahnya seorang  petani – peternak  yang bernama Meliackhi Natumnea dan ibundanya yang bernama  Regina Pasu dan bertumbuh – berkembang disebuah kampung yang bernama Nubraen  di  Baun -“ibu kota kerajaan  Amarasi”, kemudian ia bergelut dengan kepolosan dan kesederhanaan mau keluar dari kepompong desa mencari dan mencari jalan untuk sekolah di kota Kupang, karena  disitu hanya terdapat dua buah  sekolah setingkat sekolah rakyat yaitu  SRNegeri Baun dan SR GMIT Erm – Soba( sekarang kedua tempat itu sudah ada SMA Negeri dan SMP Negeri)

Ternyata, perjuangannya tidak sia-sia, bukan hanya di kota Kupang saja ia berjuang  dan berhasil, tetapi juga Tuhan panggil , bentuk dan utus dia lebih jauh lagi , sehingga  dari kilo meter  nol ujung barat Indonesia  yaitu kota Sabang – Aceh sampai keujung timur  Indonesia yaitu Jayapura ia pernah menginjakan kakinya dan bukan hanya menginjakan kaki cuma-cuma, tetapi dengan semangatnya ia  menyampaikan khotbah dan kesaksian  singkatnya tentang nama Tuhan Yesus yang punya rencana  dan  berkuasa itu di Indonesia  dan  dalam hidupnya

SISTIM MANAKAH YG  DIPAKAI KERAJAAN, SEJAK DOELOE ?

Pada umumnya  kerajaanlah yang

Image

kerajaan-kerajaan mencari identitas untuk memakai sistim pemerintahan sesuai dengan tradisi dan agama kerajaan itu

memulai pemerintahan didunia ini, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, ia berada dalam suatu sistim untuk mengatur pemerintahan yang diliputi dengan tradisi yang berlaku bagi masyarakat itu

Kalau masyarakatnya sudah mengenal Tuhan, pastilah kepemimpinan raja atau kaisernya akan bergantung kepada Tuhan, tapi kalau masyarakatnya belum mengenal Tuhan atau kepercayaannya animisme dan dinamisme, maka raja atau kaisernya juga akan memimpin berdasarkan  aliran kepercayaannya.

Ada kerajaan yang  secara turun temurun memperhitungkan anak pertama,  kalau anak  pertama  laki – laki berarti dia yang menjadi  raja dan kalau anak pertama perempuan berarti   dia yang menjadi ratu, tetapi ada yang memperhitungkan anak laki dan jika tidak ada anak laki- laki  maka kekuasaan akan  turun ke keponakan dstnya

Demikianlah warna kepercayaan itu akan turut mempengaruhi kehidupan masyarakat yang hidup dalam kerajaan – kerajaan, baik yang tradisional pada zaman dulu, maupun tardisional zaman modern sekarang ini

PERTAHANAN & PERUBAHAN KERAJAAN – KERAJAAN DIDUNIA

Pada umumnya kerajaan –kerajaan  didunia ini  berubah sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman baik di eropa, asia, afrika dll sebagainya, khususnya  di timur tengah, tetapi ada kerajaan yang masih mempertahankan  hidup dan kekuasaannya  sampai hari ini, merupakan suatu  Negara  berdasarkan konstitusi kerajaan.

Perubahan besar baik melalui pergolakan ataupun secara damai dialami oleh kerajaan – kerajaan tsb menjadi Negara republik, dimana ia akan merubah sistim dan  lebih menekankan  demokrasi sesuai kondisi yang dipengaruhi dalam segala hal dinegara itu

Perubahan – perubahan tsb berlangsung berdasarkan  perkembangan teknologi  & informasi  serta modernisasi, dimana   tekonologi dan informasi menyerap perubahan itu begitu cepat, sehingga banyak kerajaan menjadi republik tetapi ada kerajaan yang walaupun mengikuti perkembangan zaman  namun  nama dan status kerajaan itu tetap menjalankan status  dan  fungsinya dalam melaksanakan pemerintahan di kerajaan itu

KERAJAAN ISRAEL  &  SEJARAH KESELAMATAN ALLAH

Sebelum terbentuknya kerajaan Israel,

Image

Identitas bangsa Israel dari sistim Teokrasi menjadi kerajaan adalah Bait Allah, agar umatNya beribadah dan takut kepada Allah.

maka bangsa ini dipimpin oleh Nabi Musa  untuk membawa mereka keluar dari Mesir tempat perbudakan menuju ketanah Kanaan tanah perjanjian Allah, yang diteruskan oleh Yoshua untuk masuk ke tanah perjanjian itu;   maka sistim ini disebut”Theokrasi” artinya kepemimpinan  Allah,  dimana  semua perintah dalam pemerintahan untuk menjalankannya    berasal dari Tuhan, sang Penguasa bumi dan alam semesta ini

Setelah sampai ditanah kanaan yang makmur dan subur itu,  mereka berontak untuk minta  seorang raja yang memimpin mereka, dimana raja pertama adalah raja Saul orang yang berperawakan  tinggi besar dan berhikmat.

Kasalahan  menjalankan tugasnya ialah bertanya pada roh orang mati   dan bukan kepada Tuhan serta melakukan sendiri  tugas para nabi dan imam & tidak taat pada Tuhan,  ia digantikan oleh raja Daud yang  dipersiapkan dan diurapi Tuhan untuk memimpin bangsa Israel

Kerajaan ini semakin terkenal ketika dipimpin oleh raja Salomo,  salah  seorang anaknya  dari Batsyeba, sehingga ketenarannya sampai diujung bumi ini, tetapi kerajaan ini menjadi redup ketika terpecah karena salomo mempunyai banyak Isteri dan tentu  banyak anak-anaknya, sehingga  antara  mereka: anak-anaknya berperang untuk merampas  dan mencapai status sebagai raja Israel, ditambah  raja-raja berikutnya  yang  tidak taat pada Tuhan  sehingga   menjadi mundur dan  digantikan oleh raja yang lain yang lebih taat , demikianlah  sejarah perkembangan  bangsa Israel dan riwayat raja-raja ketika terjadi perubahan sistim dari  kepemimpinan Allah  (theokrasi) kepada kepemimpinan  seorang raja (monarki)

KERAJAAN   CHINA PADA ZAMAN DOELOE

Di China sebelum berubah menjadi republik, maka dari  dinasti  yang satu ke dinasti yang lain yang  memegang peranan  mulai dari tahun  2070 sm dinasti Xia memerintah  330 tahun, kemudian dinasti  Shang  memerintah 564 tahun dan bersambung ke dinasti Zhou, dinasti Qin,  dinasti Han, dinasti Tang, dinasti Jin  dan dinasti Ping dllnya, semuanya memerintah  dalam monarki itu bergantian dalam waktu yang  lama sampai akhirnya  menjadi republik pada tahun 1912

Image

Kerajaan China sudah ada dan berkuasa sejak ratusan tahun sebelum masehi, dan sekarang menjadi Republik Rakyat China (RRC)

Akhirnya kerajaan  yang dipimpin bergantian para oleh raja dan Kaisar dalam dinasti mereka sampai menjadi republik ini, dimana dari sistim monarki menjadi sistim  republik   &  demokrasi yang berlaku dengan aliran kepercayaan mereka di China.

KERAJAAN   INGGRIS, MONARKI YG KETAT

Didahului oleh HEPTARKI  kemudian  menjadi kerajaan Inggris 927 – 1707  dan dilanjutkan  oleh kerajaan Britania Raya, dimana terbentuk undang-undang  kesatuan raya pada  1 Mei 1707 dan undang-undang kesatuan 1800 pada 1801

Image

Kerajaan Inggris tetap bertahan sampai sekarang dalam dunia modern ini

Buckingham adalah istana atau tempat kediaman resmi  raja/ratu Inggris di London  yang dimulai tahun 1703 oleh Duke of Buckingham yang sebelumnya sebagai  Balai Kota dan dilanjutkan oleh  George III  pada tahun 1761 dimana istana ini dikenal sebagai  “the queen hause”

Kerajaan ini memberlakukan kelahiran anak pertama, apakah pria atau wanita, maka dialah yang memegang tampuk pemerintahan kerajaan, kalau Pria  berarti raja sedangkan kalau wanita berarti ratu, tentu disertai dengan dukungan moril dari tingkah lakunya sebagai pewaris tahta kerajaan.

KERAJAAN   MALAYSIA & MONARKINYA

Kerajaan  Malaysia  adalah pecahan dari kerajaan Sriwijaya yang kemudian dijajah oleh Inggris tetapi  sebagian besar kerajaan  Sriwijaya yaitu Indonesia dijajah oleh Belanda.

Image

para sultan/raja berkumpul untuk memilih seorang pemimpin menjadi raja Malaysia sampai sekarang

Diberikan kemerdekaan kepada para raja untuk menguasai pemerintahan lokal, dan para raja mengadakan  sidang khusus untuk memilih kepala Negara dari antara  raja yang berkuasa secara lokal  diseluruh daratan Malaysia

Berdasarkan undang-undang yang menjalankan pemerintahan adalah  seorang perdana Menteri untuk mendudukung raja yang berkuasa  memimpin rakyatnya

DIMANA RAJA  & KERAJAAN DI INDONESIA ?

Sebagaimana kerajaan lainnya didunia ini, maka kerajaan di Indonesia juga  bertaburan disana –sini artinya cukup banyak kerajaan sebelum merdeka, dari kerajaan yang besar sampai pada kerajaan yang  kecil.

Image

Wilayah Kerajaan Sriwijaya melebur menjadi NKRI

Di Ambon umpamanya,  hampir  setiap desa punya raja , berarti kerajaannya hanya sebatas desa itu, di Timor tiap kerajaan mempunyai wilayah yang luas mencapai beberapa kecamatan dan kalau dijawa ada kerajaan yang meliputi satu propinsi dlnya

Kerajaan yang terbesar diIndonesia ialah sriwijaya  yang meliputi seluruh Indonesia dan sampai di negeri Jiran Malaysia sana…dan  demikian  juga kerajaan mojopahit.

APAKAH ADA RAJA & KERAJAAN DITIMOR YANG  BERPERANG  MELAWAN  BELANDA ?

Meliputi seluruh pulau timor terdapat kerajaan yang kecil maupun yang besar pertanda bahwa pulau timor tidak kosong, dihuni oleh  mayoritas masyarakat Kristen dan katholik didaratan  pulau timor seperti tokoh Sonbai kaisar Oenam dari dinasti sonbai pejuang pisik, di Kupang terdapat monument  pahlawan  “SONBAI”     raja dan kerajaannya yang sengit melawan belanda pada zaman penjajahan., disebut  Sonbai “ Kauniki” penentang utama  kaum penjajah.

Image

TUGU ” SONBAI”,  Pejuang  Timor NTT dalam Zaman kerajaan kekaisaran Sonbai, Timor, yang lupa dicatat dalam sejarah Indonesia

Selama pemerintahan  Sobe Sonbai II, atas hasutan belanda telah terjadi pemberontakan yang dikenal dengan nama “Pemberontakan bijeli” dibawah pimpinan Kono Oematan melawan tua Sonbai, yaitu suatu cabang dinasti Sonbai, yang  berkuasa di Molo ( baca “pahlawan-pahlawan  suku timor” oleh I.H.Doko )

Pada saat yang sama  dengan  peristiwa pemberontakan itu, Belanda menyerang  kaisar  sobe sonbai di Kuaniki dengan suatu pasukan tentara yang kuat, dibawah pimpinan  Residen Hazaert  yang kuat, dimana belanda mengepung  Sonbai dari jurusan laut pada tahun  1828, namun serangan  belanda itu dipukul mundur oleh pasukan Sonbai.  Bahkann kaisar sonbai III  ditangkap dan dikucilkan  sehingga tahun 1886  semua raja  bawahan Sonbai  seperti  Fatuleu, , Mollo, Meomofa dll,  memperoleh kemerdekaan untuk  berdiri sendiri dan berkuasa penuh  dalam kerajaannya. … Itulah kisah singkat salah satu pahlawan timor NTT….yaitu “Sonbai”

KERAJAAN  diTIMOR YANG HILANG

Sesuai sejarah bahwa nenek moyang  Indonesia dan juga timor datang dari Hindia belakang  & Madagaskar ratusan ribu bahkan jutaan tahun  yl dan perahunya bersandar di fatu kopan & di Niki-niki,  pada abad 8/9 mereka mendiami Tunbes tua/Niki-niki dan berpindah pindah al di  kopan dan sekitarnya dan menyebar keseluruh daerah yang subur termasuk  Amarasi dllnya

Dalam penyebaran itu muncul pemimpin  lokal

Image

dalam persaingan ada yang menanjak dan bertahan terus tetapi ada kerajaan yang hilang karena kalah perang

disebut raja seperti raja kopan,  nope, nubatonis, oematan, amtiran, abineno, pasu  ( Tinenti), Funay, nisnony, koroh, Keo, Ataupah dllsbnya

Pada dasarnya siapa yang berilmu, berani, kuat dan bijaksana serta berasal dari fam yang terbanyak untuk mendapat dukungan  rakyat , dia yang berkuasa  sehingga pergantian dinasti memimpin rakyat yang juga masih buta huruf bersama dengan rajanya, atau paling tidak sekolah praktis bersama  raja-raja yang ada dalam bahasa timor sehari-hari.

Kedatangan portugis dan Belanda  mempengaruhi peta kekuasaan para raja-raja tsb, konsekwensi logisnya ialah ada kerajaan kecil yang hilang atau ia hidup dibawah kekuasaan raja yang berkuasa, karena pada saat itu siapa yang dekat  dengan penguasa  dia akan hidup, tetapi bagi kerajaan yang rajanya melawan  strategi belanda  sebagai penguasa / penjajah,  maka dia  akan diadu-domba dan dihancurkan, siapa yang kuat dia yang menang, sebab masih berlaku hukum rimba, tidak ada undang – undang dan tidak ada peraturan yang jelas.

Ketika tiba portugis  didaratan Timor, raja Kupang yang bernama Kopan memberikan sebidang tanah dipinggir laut yang akhirnya diberi nama ” Benteng ” untuk pemondokan  pertama mereka, dalam mengembangkan sayap perniagaan  dan kekuasaan mereka.

Nama Kupang sendiri diambil dari nama  raja Kopan yang kemudian berkembang menjadi koepan dan diberi  tekanan  ” ng  ” menjadi “koepang”   sehingga  perkembangan  bahasa  melayau dan  Indonesia  dalam ejaan baru dipakai  nama kupang sampai sekarang ini

Dinasti raja Kopan yang memerintah kerajaan Kopan ini masih ditelusuri untuk mendapatkan  tempat dalam sejarah  dalam kerajaan-kerajaan di Timor ataukah  sudah  terhempas  bersama arusnya  perkembangan zaman dari penjajahan sampai kemerdekaan ?

KERAJAAN AMARASI DAN RAJA-RAJANYA

Amarasi berasal dari Wehali di Belu Atambua, salah seorang putera  punya kesalahan yang tidak prinsip yaitu kekeliruan menjatuhkan mangkok dan pecah, karena mangkok ini milik keluarga raja dan  punya arti  bersejarah bagi mereka, maka raja yaitu bapaknya sendiri  sangat kesal dan emosi sehingga mengusir  putera yang bersalah ini bersama pengikutnya melarikan diri menuju kearah barat bagian  utara pulau timor dan tinggal di Biboki Insana, karena itu tarian amarasi  selain msok sene, koakiku, raebek dan bokok ada kaitanya dengan  insana dan kemudian meneruskan perjalanan kearah barat  dan mendirikan kerajaan di Amarasi yang berkedudukan di Baun sebagai ibu kota kerajaan Amarasi. Nama-nama raja yang pernah memimpin kerajaan amarasi sbb: 

  1. 1.      Pangeran Ishak  Koroh 16..s/d 1665.( apakah dia yg diusir ayahnya dari Belu Atambua & mengadakan perjalanan ke Timor barat =  Amarasi dari  Wehali dan singgah di  Biboki Insana dan menjadi  raja pertama di Amarasi ataukah Dia menggeser penguasa lama atau raja lama lainnya ? )   dan  ( apakah  pengakuan  kerajaan GOA   bahwa  timor adalah  wilayah kerajaannya merupakan  strategi  ekspansinya ke timor termasuk Amarasi ?) ( ataukah exodusnya pengeran ishak ini karena  Protugis menyerang kerajaan  Wewiku – Wehali  pada tahun 1746 sehingga terjadi eksodus besar-besaran mencari tempat baru
  2. 2.      Dom Antonio 1665  kekuatan antara Portugis dan Belanda  mulai berimbang di daratan timor dan Belanda mulai pindan markasnya dari Solor ke Kupang pada tahun  1657, dimana  ada perdamain antara Portugis dan Belanda  selama lima tahun  1662
  3. 3.      Dom Tomas  1665 (kakak) s/d 1688 
  4. 4.      Dom Antonio II  1688  s/d 1703    Dalam  kekuasaan  raja ini,  maka Portugis  mengirim  dan menugaskan Antonio Coelho Gurreio untuk menjadi gubernur  Solor dan Timor
  5. 5.      Dom Alfonco  1703  
  6. 6.      Dom Augusto Fernandes 1703 s/d 1714
  7. 7.      Nai Soti  1714   
  8. 8.      Dom Luis Hornay 1749 – 1752 Beanda  sangat kejam  menndas rakyat dengan kerja  keras  dan siapa yg lari ditangkap  dan disuruh kerja  dengan nama ” corvee ” , siapakah yg melawan  diambil dan ditruh dalam lobong buaya, sehingga air dalam  lobang bauya itu berubah menjadi merah  yaitu darah manusia, cerita ini dari mulut ke mulut  dalam bahasa timor yg diterjemahkan sbb  : membakar kapur dan membuat bata, tidak lagi kami sanggupi, kapur kase, bata kase- asing  panasnya tak tertahankan lagi” Berhubung dengan kekejaman Belanda diuar batas peri kemanusiaan , maka raja Amarasi dan rakyatnya yg adalah hulubalang  bersennjata lengkap memberotak  pada tahun 1752, tetapi kemudia kalah dan ditangkap dan dikurung dalam penjara Kupang , kemudian di hukum mati dengan kepalanya dipancung Dalam  kepemimpinan putranya  Dom Alfonco Hornay,   ia menyatukan hulubalang Amarasi   bergabung dengan kekuatan  potugis hitam , Amfoang dan Amanuban  menyerang Belanda  pada permulaan  kekuasaannya  tahun 1749  
  9. 9.      Dom Alfonco hornay 1752 – 1774 (putra)
  10. 10.  Dom Rote Ruatefu 1774 – 1802 (putra)  
  11. 11.  Kiri Lote 1803 -1832 ( putra )
  12. 12.  Koroh Kefi 1832 –  1853 Belanda dengan liciknya  mengadu domba raja-raja timor dan sekaligus membalas serangnya  ke Amarasi pada tahun  1752, Namun pada tahun 1836  Amarasi, sonbai, Amanuban dan Amfoang  yang selama  beberapa tahun diadu-domba Belanda,  mereka secara politik  bersatu  dalam politik  kebangsaan ”  Timorsch  Verbond ” dan “Timorsch”  membalas Belanda dengan  serangan  yang serentak   diseluruh pelosok timor
  13. 13.  Obe koroh  1853 – 1871 ( keponakan ) …..: Dari  periode kepemimpinan Obe Koroh inilah peran AM  NATU yang disebut NATUMNEA  PERTAMA PADA  KERAJAAN AMARASI dalam team ekonomi kerajaan bersama  beberapa tokoh TAKOY  dari Nubraen menjadi salah satu team kuat kerajaan karena didukung secara  strata ekonomi  & kehidupan sosial berdasarkan  anugerah Tuhan  dimana mereka hidup dan tinggal didaerah batas   hutan puru, oematmuti, bireo sampai oesain dan disekitarnya, di hutan-hutan ini banyak binatang liar seperti  rusa dll, yang setiap saat diambil dan ditembak oleh penembak jitu, karena setiap anak laki memiliki senjata atau paling tidak setiap rumah memiliki sepucuk senjata  api untuk berburu dan menjaga ternaknya dari gangguan binatang liar lainnya dan…….dihutan- hutan inilah  berkeliaran  ternaknya   Am Natu/ nai’k Natu   berupa kerbau dalam rombongan yang sangat banyak diternakkan (foa)  dalam kandang – kandang sekitar puru, oematmuti yg dekat hutan larangan ” bireo ” sampai ke Buatam dan oesain.Dapat dipahami  ia termasuk team ekonomi kerajaan, maka jika  ada tamu raja Amarasi, memanggil bapak Natu untuk persembahkan  beberapa ekor kerbau, disamping tembak rusa dihutan bireo, yang salah satu penembak jitu bernama Toe Natumnea.Apakah   sejumlah besar kerbau yang sangat banyak itu  hilang bagitu saja ? Tidak  !, tapi dijual  dengan harga golden , hanya karena  orang dolo cara simpan uang  bukan dibank  tapi dalam karung goni dan dimeteraikan, tetapi dicuri  orang beberapa karung goni  yang berisi golden bermetrerai itu namun akhirnya ketahuan.
  14. 14.  Rasi Koroh 1872 – 1887 ( keponakan )
  15. 15.  Taku Obe  1888 – 1891 ( anak dari Obe Koroh )
  16. 16.  Rasi Koroh 1892 – 1914 ( kedua kalinya )
  17. 17.  Ishak Koroh  1914 – 1923  ( kakak )
  18. 18.  Alexander koroh 1923 – 1925 (cucu dari rasi koroh)
  19. 19.  Hendrik Arnold Koroh 1925 – 1951 (kakak)
    Image

    H. A. Koroh, raja Amarasi ke-19, terpilih menjadi dewan raja timor dan di tunjuk menjadi bupati timor dan sekitarnya pertama, sejak indonesia merdeka

    Disinilah terjadi  Ravolusi kemerdekaan dan  ia mengambil peranan yang cukup  besar  menjadi ketua dewan raja se timor , menjadi anggota DPR  sunda kecil dengan ibu kota Denpasar – Bali  dan menjadi bupati timor pertama atas pilihan dewan raja, karena  pilihan  raja-raja setimor  sekaligus kerajaan-kerajaan ditimor  melebur/menggabungkan diri  dengan republik Indonesia dalam perjuangan   kemerdekaan Indonesia  secara  de yure tetapi defacto raja-raja  masih berkuasa dalam masa transisi ini.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     

  20. 20.  Victor Koroh 1951 – 1962 .   Ia meneruskan masa  masa transisi, setelah memerintah beberapa tahun sebagai raja menggantikan ayahnya,  penyesuaian dari kerajaan Amarasi menjadi  kecamatan Amarasi mulai berjalan sehingga ia menjadi camat Amarasi pertama dari kerajaan menjadi kecamatan….. Namun cinta rakyat Amarasi tidak luntur  dengan kekuatan hulu balangnya  pernah didemontrasikan  ketika  seorang anggota TNI – AU  berkelahi dengan raja Amarasi Victor Koroh,   dan beritanya sampai ke Amarasi, semua lonceng gereja dibunyikan  tanda perang , maka semua hulu balang dari Amarasi dari ketiga kefetorannya   dari Oekabiti, Buraen dan Baun memenuhi kota Kupang, walaupun tanpa membawa senjata , karena dilarang oleh semua temukung, supaya  koordnasi dan pengamanan  lebih baik  karena sudah merdeka dan tidak ada perang lagi

KERAJAAN AMARASI & PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Dalam perjuangan melawan belanda seperti beberapa raja dan kerajaan yl, dalam catatan sbb; 1749  Beberapa kerajaan sepakat menyerang belanda al kerajaan : amarasi,  amfoang, amanuban bersama kekuatan portugis hitam  menyerang dan  damalam serang itu menggoncang  kekuatan belanda  dan pada tahun 1752  belanda membalas serangan ke kerajaan amarasi ……..raja Amarasi dan putranya serta beberapa hulubalangnya ditangkap dan dikurung dalam “straf-kwartier” atau penjara di Kupang, dimana dalam kalangan rakyat Amarasi dikenal  peristiwa ini dengan nama “Kartel”.

Menurut kesaksian raja Alfons Nisnoni adalah raja kupang, bahwa raja  Amarasi itu ditangkap dan dihukum mati dengan kepalanya dipancung, sehubungan dengan itu, raja Nisnoni minta kepada kompeni belanda agar jenazah raja Amarasi diserahkan kepadanya untuk dimakamkan dipemekaman sonaf di Kuate didesa Bakunase – Kupang

Image

Inilah Raja Kupang:  Alfonsus Nisnoni, yg bertindak untuk  minta Belanda,  agar  Jenazah raja Amarasi yang di pancung mati oleh Belanda dipenjara    kota Kupang  agar dikuburkan  di pemakaman  kerajaan kupang  dekat pekarangan sonaf    di Bakunase Kupang,  maka  sebagai balas jasa,  rakyat dan raja Amarasi memberikan sebidang tanah  di Oematmuti –    kampung Saha   6 km dari barat /selatan kota Baun  yg lokasinya  berbatasan dengan  kerajaan Kupang


Sebagai balas jasa dan tanda terima kasih oleh rakyat dan raja amarasi menghadiahkan kepada raja Nisnoni sebidang tanah didesa oematmuti  desa  Saha,  6 km dari barat Baun ibu kota kerajaan amarasi.Pada tahun 1785  kekuatan terbesar  sonbai dibuang belanda  kebatavia, sebagai taktik  mengurangi kekuatan musuh yaitu raja-raja local ini, namun kadernya tidak pernah putus, ” kalah hari ini besok pasti menang”  dan “mati satu muncul seribu” dari anak  dan cucunya  bersama / dukungan penuh rakyat Amarasi   tiap  laki-laki adalah tentara /hulubalang kerajaan  yang ditandai dengan setiap rumah ada senjata yang siap melawan belanda  yakni  raja amarasi bersama  hulubalang dan seluruh rakyatnya.

Pada tahun 1836  dikatakan bahwa : sonbai, Amarasi, amanuban dan amfoang diadu domba, namun mereka bersatu dan berbalik melawan belanda, tetapi dalam kelicikan belanda dapat mengatasinya satu persatu, sesudah itu  terjadi perundingan yang bernama “Timor traktat” ditanda tangani bersama yang isinya  pembagian wilayah pulau timor antara  belanda dan portugis dimana potugis menguasai timor timur dan belanda menguasai timor barat

Sesudah putera raja amarasi dibebaskan dan diangkat menjadi raja, ia kembali membangkang lagi dan tetap bermusuhan dengan belanda, maka pada tahun 1843 Belanda menyerang Amarasi dan berhasil menundukannya kemudian belanda menempatkan  seorang camat (posthouder) guna menjaga gerak gerik raja amarasi bersama hulubalang dan rakyatnya ini

RAJA AMARASI MENJADI KETUA DEWAN RAJA dan KEPALA DAERAH TIMOR

Image

transisi dari kerajaan amarasi ke NKRI, maka raja Amarasi memimpin seluruh raja-raja di Timor menjadi ketua seluruh raja-raja di Timor dan menjadi Kepala daerah di Pulau Timor

Dalam perjuangan dari periode ke periode raja Amarasi terdepan untuk melawan belanda, bahkan sampai persatuan raja-raja di timor bernama “dewan raja”,  juga diketuai oleh raja amarasi yang hanya bersekolah di”Europese Lagere  School” sekolah randah belanda, serta  Mulo bagian B di Betawi, terakhir mengenyam sekolah Algemene Middelbare School selama setahun di Jogyakarta, dipanggil pulang untuk menjadi raja amarasi menggantikan kakaknya yang dipecat belanda karena  tidak tunduk pada pemerintah belanda

Tokoh H A Koroh raja Amarasi dari dinasti  Nai nafi Rasi dalam memerintah ia melihat jauh kedepan disegala bidang , terutama  pendidikan  secara maka  cara melihat dan melangkah  dengan   tahap  perspektif sebagai pejuang politik  dan pendidikan, ia  menetapkan wajib sekolah bagi rakyat  amarasi

Ia mengawasi pembangunan  gedung  sekolah dan rumah guru – guru yang adalah  swadaya rakyat dan juga membuat jalan raya keliling amarasi dan  menembus kota kupang  yang  pasti  melewati tanah  kerajaan  kupang  dalam perbatasannya , walaupun dihalang-halangi oleh pemerintah penjajah dan pengadu domba belanda, tapi  pantang mundur, karena gedung sekolah, rumah guru, jalan raya adalah infrastruktur  utama untuk membangun  kerajaan amarasi kemasa depan yang baik.

Dalam bidang kemakmuran  menganjurkan penanaman pohon pates sebagai hutan  tanaman rakyat  yang akan menjadi makanan sapi, sehingga menambah ekonomi  dan  daya juang menuju  kemakmuran rakyat adalah ketahanan utama bagi rakya kerajaan  dan menjadi dapur kota kupang

Dibidang pemerintahan  membagi tiga kefetoran  59 temukung dan ratusan amnasit  diberi kewenangan menjadi hakim rakyat  untuk memutuskan perkara, kecuali masalahnya belum selesai  akan naik banding dilanjutkan di kefetoran dan raja bila perlu ditinjau ulang.

RAJA AMARASI MEMPERSATUKAN  KERAJAAN-KERAJAAN DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Ia sebagai ketua dewan raja-raja ditimor punya kebijaksanaan  mempersatukan raja-raja di timor barat dalam hal politik untuk berjuang dan  mendukung sepenuhnya tuntutan kemerdekaan nusa bangsa  Indonesia dalam gerakan kemerdekaan Indonesia

Image

wawasan yang luas dapat mempersatukan raja-raja Timor dan meleburkan diri menjadi NKRI

Bahkan sesudah kemerdekaan dalam sidang pleno dewan raja-raja timor, ia raja Amarasi h a koroh sebagai ketua dewan raja didampingi raja Nisnoni raja kupang sebagai wakil ketua bersama memimpin rapat tgl 10-12 mei 1950 telah mengeluarkan  resolusi bersama  sbb:  1.  Mendesak pemerintah RIS dan NIT, agar segera membubarkan  NIT melalui uu darurat meleburkan diri  kedaLam republik Indonesia   2. Menganjurkan kepada pemerintah  republik Indonesia serikat dan republik Indonesia  agar supaya daerah timor  dan kepulauannya menjadi  bagian dari pada  republik Indonesia

Dalam suasana  perjuangan dan pengisian pemerintahan transisi ini dewan raja-raja  mengambil posisi menjadi  penguasa penentu untuk menetapkan  nasib timor dibawah kepemimpinan dewan raja  dengan  ketuanya yakni  raja Amarasi dan wakil ketuanya  raja kupang yaitu  H>A Koroh dan Nisnoni ini

Sikap dan jiwa nasionalisme  dalam perjuangan inilah yang melandasi kehidupannya bersama rakyat amarasi dalam kehidupan bermasyarakat

 T  O  F  A      ANTARA   KAMPUNG BAITIRI & NUBRAEN

Mengapa  Nubraen dan Baitiri satu temukung, sedangkan Tofa temukung sendiri ? Heran ! Pada hal  antara Nubraen  dan Baitiri ada Tofa ! Mengapa tidak bergabung saja tiga kampung ini dari doeloe?

Image

kekuasaan Vetor Koroh, dibatasi oleh raja Amtiran, karena itu Baitiri dan Nubraen menjadi satu desa

Jika kita kenal jalan pemikiran filofis dan perkembangannya  ketiga kampung   yang unik ini , maka akan terjawab bahwa  fetor sebenarnya adalah dari fam  Amtiran, tetapi diambil alih oleh Koroh karena rajanya adalah koroh.  di Tofa ada sonaf (istana raja),adalah tempat kedudukan raja dan fetor Amtiran…..nah fetor koroh punya tiga isteri dimana  isteri pertama ( in fenai ) fetor koroh  di baitiri, isteri kedua ( infenai ) di baun sedang isteri ketiganya  infenai ) di Nubraen  maka dapat terjawab  sedikit  kisah unik ketiga kampung ini dan lagi  pula yang paling kritis untuk mengkritik juga memperbaiki  raja Koroh dan Fetor Koroh adalah dari fam  Amtiran; Kalau kita ikuti kalimat singkat diatas ini  dan mengerti maknanya ,  maka dapat terjawab sedikit pertanyaan diatas, sehingga tidak dapat digabungkan ketiga  kampung ini begitu saja , selagi fetor koroh masih berkuasa dan nanti kapan ? Menunggu waktu yg tepat sesuai dengan rencana Tuhan, bahwa sekarang ini ketiga kampung itu telah menjadi satu desa bernama Merbaun dimana kepala desanya bergantian   secara pemilihan  warga desa  dari ketiga mantan kampung ini.
 
Salah satu bentuk penghormatan kepada  Fetor ialah  jika  ada raja atau fetor maka pouk  yang biasanya dipakai diatas bahu harus diikatkan di pinggang,  atau ketika  kita berkuda dan melewati sonaf (istana) harus turun dari kuda, demikian juga alam ini miliknya jika  rakyat ramai-ramai mencari ikan didanau dengan memabokannya pakai tuba, maka rombongan pertama  dari ikan-ikan yang menggelepar keluar danau  milik fetor dan pendeta, baru  pencarian ikan  mabuk tuba berikutnya  adalah milik barang siapa yang menemukannya; Si Filus  datang terlambat dengan berkuda , nampak semua ikan yang mabok  ada dihulu danau yang menyempit, lalu  ia  turun dari kuda  dan  dibuang (disapar) keluar ikan-ikan itu kerumput dan menjadi miliknya.
 
 
Jika tembak rusa  dipinggir  atau dalam hutan laranagn itu dilarang, tetapi jika rusanya berada jauh dari hutan larangan: umpamanya dikebunnya  atau disungai dan tempat lainnya dan rusa itu mati, maka satu paha dari daging rusa itu harus diserahkan kepada fetor, sebagai tanda penghormatan kepadanya mewakili raja

Dikampung  Nubraen berdiam sejumlah fam yang bertumbuh dan berkembang  seperti Takoy, Natumnea, Mnaohonin, kemudian datang  Foni dan Bureni dstnya.disitulah lahir seorang anak bernama Theofilus Natumnea dari Maleakhi Natumnea dan Regina Pasu liat seri I tentang  lahirnya Theofilus Natumnea dan sejarah hidupnya.

DARI MANA DAN APA  PERANNYA  NAIK   N A T U/ AM  NATU

Natumnea pertama datang dari matahari terbit,….. bisa dari TTS,…. TTU… atau BELU, sama seperti sejarah datangnya kerajaan Amarasi yang berdudukan diBaun dan sekitarnya datang dari wehali Atambua melalui Insana dstnya.

Image

Natu Natumnea, menjadi salah satu anggota tim ekonomi kerajaan amarasi, karena pemilikan kerbau dan dekat dengan hutan Bireo, Oejiu, oematmuti, puru, Oesain


Disebut namanya nai’k Natu itu  ketika dia  masih seorang pemuda  datang ke Nubraen dan tinggal disana … kawin dengan nona Takoy, tetapi aral melintang hidupnya walaupun dia memiliki segala sesuatunya tetapi Tuhan tidak karuniakan  anak kepadanya anak sehingga,  diambil dan diadatkan seorang anak laki-laki dari anak adik istrinya  yang bernama Hata takoy diadatkan dengan “ b e l i s “  dan diberi nama fam baru menjadi  Hata Natumnea

Peran nai’k natu ini bersama beberapa orang fam Takoy dari Nubraen menjadi pendukung kepada kerajaan Amarasi  atau kepada raja sebagai salah satu pendukung penting  bidang ekonomi atau team ekonomi  kerajaan tidak sedikit ia korbankan kepada raja, jika butuh kerbau atau rusak karena  ada ahli penembak rusa  untuk kepentingan pesta dan tamu raja atau peperangan melawan belanda,  apa saja dapat diambil dengan mudahnya ( dulu belum ada sapi) karena semua binatang liar dihutan larangan Bireo  dan  binatang  milik rakyat  adalah ex offecio milik raja, tinggal bagaimana pendekatan dengan  anggota team ekonomi tsb.

Dalam kerajaan Amarasi ia dikenal karena ia menjadi team ekonomi kerajaan  sumbangannya dari pemilikan kerbaunya yang tidak terhitung  jumlahnya bahkan  cara hitungnya  rombongan yang terkumpul di kandang baik di Buatam, Oematmuti, Puru dan Nubraen.Mereka menjadi team kerja yang kuat, sehingga ketika “Nai’k Natu “  atau Natu Natumnea  meninggal salah satu pelayat adalah raja dan fetor dari kerajaan Amarasi bahkan ketika anak angkatnya Hata Natumnea meninggal dalam usia 100 tahun dari kerajaan mengutus fetor koroh a/n kerajaan melayat kerumah duka,  tergambar juga  ketika raja Vecky Koroh  adalah raja terakhir meninggal Kepala desa  Bernadus Takoy yang berkedudukan di Nubraen mempersembahkan seekor sapi Hoov class untuk menjamu para tamu-tamu raja. Ini pertanda bahwa ada ikatan batin yang kuat antara nai’k Natu  dan Nubraen dengan kerajaan Amarasi,  karena ia menjadi team ekonomi kerajaan Amarasi yang berkedudukan diBaun, dimana Baun dan Nubraen jaraknya hanya 5 km saja menuju pantai Oesain dan puru    

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu)

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu)

Silsilah Natumnea dalam perannya dikerajaan amarasi oleh Am Natu (Naik Natu) Sebagai Penasehat Ekonomi Kerajaan

Dari Turunan Natumnea ini masih menghargai adat dimana anak pertama dapat diserahkan kepada Fam Ibu sebagai kedekatan keluarga

Dari Turunan Natumnea ini masih menghargai adat dimana anak pertama dapat diserahkan kepada Fam Ibu sebagai kedekatan keluarga

DIMANAKAH KERAJAAN AMARASI SEKARANG ?

Apakah kerajaan Amarasi raib dari dunia ini ?  Tentu Tidak ! Hanya status kerajaan amarasi  sudah  dilikwidasi dan melebur  dalam NKRI  berubah  dari kerajaan menjadi kecamatan, bahkan proses perubahannya begitu rupa sehingga  ibu kota kecamatan Amarasi  di Baun bertahan beberapa tahun, kemudian pindah ke Buraen, karena gencarnya pembangunan bergeser kearah selatan , baik membangun jalan raya, maupun perkebunan, sehingga untuk focus pekerjaan, maka ibu kota kecamatan dipindahkan ke Buraen . Ketika rakyat sementara membangun jalan , maka diambilnyalah pemuda yang fisiknya kuat untuk membangun jalan raya, maka mereka harus tinggal dilokasi pembangunan sampai selesai, dengan demikian rajapun tidak boleh meninggalkan mereka atau tinggal bersama merekasampai  selesai dengan  baik dan tuntas semuanya.Untuk itulah maka ibu kota kecamatan Amrasi dipindahnya ke Buraen.

Image

Inilah  sonaf  atau istana kerajaan amarasi, setelah bersatu dengan NKRI  menjadi  kecamatan Amarasi dan dimekarkan  menjadi 4 kecamatan: 1. Amarasi, 2. Amarasi Barat, 3. Amarasi Timur, 4. Amarasi Selatan. yang dipimpin oleh 4 camat


Peta kerajaan yang menjadi kecamatan ini semakin berubah ketika ibu kota kecamatan dipindahan lagi ke Oekabiti yang lebih dekat dengan kota Kupang, sehingga segala urusan yang menyangkut dengan administrasi dengan kator kabupaten  di Kupang dapat ditempuh dengan cepat dan lancar.

Peta kerajaan semakin berubah ketika kecamatan Amarasi dimekarkan  dari satu kecamatan menjadi empat kecamatan yaitu : 1. Kecamatan Amarasi ibu kotanya Oekabiti.   2.   Kecamatan amarasi barat ibu kotanya  di Baun  (bekas ibu kota kerajaan amarasi)  3. Kecamatan amarasi selatan ibu kotanya Buraen dan  4. Kecamatan Amarasi Timur ibu kotanya Tesbatan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

Dipublikasi di Uncategorized | 44 Komentar

Seri VI: DARI BATAVIA I – TMII KE BATAVIA II ( TANJUNG – PRIOK ).

MENJADI  PENGURUS YAYASAN GEREJA HALELUYA – TMII.

Kalau dulu kerinduannya ialah kapan bisa melihat Taman mini Indonesia Indah – TMII, maka sekarang  bukan saja melihat atau berulang kali masuk gratis, tetapi juga sudah menjadi pengurus didalamnya yaitu pengurus yayasan gereja haleluya – tmii ini.

Image

KMJ GPIB Pelita adalah Ex Offecio pengurus Yayasan Gereja Haleluya TMI, puji Tuhan Pdt Theo Natumnea mendapat kesempatan ini

Status sebagai ketua majelis jemaat gpib pelita – lubang buaya Jakarta timur adalah  Ex offecio pengurus gereja haleluya, karena gpib  pelita adalah pemakai utama dan penanggung  jawab gereja  haleluya – tmii artinya siapa yang menjadi ketua majelis jemaat gpib pelita secara otomatis menjadi pengurus gereja haleluya,   bersama – sama  dengan pengurus gereja haleluya yl seperti dari Yayasan tmii dan  setneg ri… Sungguh indah gedung gereja ini berdekatan  dengan gereja katholik bahkan berderetan dengan mesjid, vihara, pura hindu bali. …suatu keindahan yang tiada taranya dilihat dan dirasakan dalam hati, jika kita berjalan melewati deretan gedung –gedung ibadah ini penuh dengan kedamaian tanda/simbol kerukunan, ketertiban, kedamaian dan keamanan antara  umat beragama di Indonesia ini.

Dalam status tsb mewajibkan ia harus berkoordinasi dengan pengurus yl  bahkan sering kali rapat bersama  untuk mengetahui perkembangan yang sedang terjadi disekitar  dan didalam tmii ini, sehingga  umat  mendengar penjelasan tentang perkembangan tsb.

DOA PADA HUT TMII BERSAMA PRESIDEN SUHARTO.

Kalau dulu jangankan niat mau bertemu, setiap kehadiran dan perkunjungan beliau sebagai presiden  republik Indonesia ini, ia berada dalam barisan sekolah  siswa-siswa NTT,….barisan karyawan polda mertro jaya dan …barisan masyarakat DKI Jakarta  dengan rasa bangga dan takut, maka kini ia  berada dalam barisan depan para ulama dan rohaniawan yl, untuk ambil bagian dalam doa bersama untuk hut tmii  dan presiden  Suharto ini

Image

Puji Tuhan, bisa bersalaman dengan Presiden Suharto  sebagai  presiden R I. Pada HUT TMII

Dalam status rohaniawan Kristen protestan, ia bersiap-siap untuk menyampaikan doa yang telah dipersiapkan dari rumah dengan  kesiapan dan kesigapan mental dan rohani sebagai seorang pendeta gereja protestan di Indonesia bagian barat (gpib) juga adalah pengurus yayasan gereja haleluya

Ketika tiba gilirannya selain  ulama islam yang duluan berdoa, maka ia berdiri dan menyampaikan doa mewakili golongan Kristen protestan pada deretan yg ada : mari kita berdoa :”Ya Allah yang maha kuasa dan kekal, didalam nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami, ….kami berdoa dan bersyukur kepadaMu Ya Tuhan atas berkat rakhmat dan anugerahMu pada kami, dimana saat ini merayakan hut tmii bersama – sama,…. kami berdoa kiranya  berkatilah pengelolaan tmii ini agar berjalan dengan baik dan lancar dalam melayani masyarakat dan banyak orang yang berkunjung dan menyaksikan keindahan  Indonesia mini ini.

Berkatilah Negara dan bangsa  Indonesia yang kami cintai ini dalam kerukunan dan keberagaman  yang mendukung pembangunan disegala bidang yang sedang berlangsung ini…..berkatilah presiden  suharto dan kabinet pembangunan serta semua aparat pemerintah dari pusat sampai ke daerah,  agar berjalan dengan lancar untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan membawa Negara kami ini mencapai masyarakat yg adil dan makmur. Kami percaya bahwa Tuhan telah membebaskan kami bangsa Indonesia  dari penjajahan , maka kami berdoa bebaskanlah kami dari penjajahan kebodohan dan kemiskinan, sehingga semua rakyat Indonesia mengisi arti kemerdekaan ini dalam pembangunan disegala bidang secara penuh dan bertanggung jawab sebagai warga Negara Indonesia.

Ya Tuhan….kami mohon jauhkanlah kami dari perpecahan, marah bahaya, dan anazir- anazir jahat  terutama  korupsi dan semua musuh Negara yang ingin menghancurkan Negara kesatuan republik indonesia kami ini…..ampunilah segala dosa kami ya Tuhan dan terimalah serta sempurnakanlah doa kami ini,….. dalam nama Tuhan Yesus…juru selamat kami berdoa dan bersyukur  kepada Allah bapa di sorga  amin.

MENJADI KOORDINATOR REGIO JAKARTA TIMUR – MUPEL  DKI

Image

dipercayakan untuk memimpin regio Jakarta Timur, Mupel DKI sebagai KMJ GPIB Pelita

Sebagaimana  kepercayaan yang pernah diterimanya  ketika ia  berada di wilayah selatan, maka  kepercayaan yang sama diberikan kepadanya ketika ia  tiba di jemaat gpib pelita – tmii  yang berlokasi di wilayah Jakarta timur menjadi koordinator  regio jakarta timur  mupel dki Jakarta

Kepercayaan itu juga tidak disia-siakan, tetapi  difungsikan semaksimal mungkin  untuk membantu musyawarah pelayanan (mupel) dki yang  sangat luas dan bervariasi dengan  pergumulan dan kesibukan  ganda baik menghadapi pemerintah, majelis sinode dan  masyarakat sekitarnya itu.

Apakah tidak cukup puas mengadakan natal di jemaat masing-masing seregio  Jakarta timur ? Hal ini  pernah diperdebatkan namun akhirnya  tertuang dalam program kerja regio Jakarta timur untuk mengadakan natal bersama, namun  sayang dibalik sayang, dana yang  dikumpulkan tiap jemaat  500.000  rupiah perjemaat ini terbuang dengan percuma, karena yang datang untuk mengadakan natal regio timur  dapat dihitung dengan jari, artinya  orang yang datang bernatal regio  yang diadakan di jemaat  gpib menara iman ini sangat sedikit, akhirnya setelah selesai natal semua pulang dengan  membawa bungkusan makanan  karena sisa   konsumsi natal ini….sekali lagi… sisanya terlalu banyak, maka semua bertanggung jawab untuk membawa pulang makanan natal agar tidak terbuang percuma.

Berdasarkan pengalaman ini, maka diadakan perubahan dalam program kerja natal regio Jakarta timur, kewajiban  bernatal dengan  dana lima ratus ribu rupiah  itu  tetap …tetapi sistim natalnya yang dirubah

Belajar dari paradigma natal mula-mula, dimana Yesus lahir kedalam dunia ini untuk  menjawab masalah manusia, dan masalah manusia itu yang tidak bisa terjawab ialah d o s a, maka Yesus lahir sebagai  Tuhan dan juru selamat dalam keadaan manusia untuk menjawab masalah dosa, supaya barang siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal Yoh 3:16.

Berdasarkan  paradigma  natal mula-mula untuk menjawab masalah  dosa manusia itu, maka regio merubah sistim natalnya untuk menjawab masalah yang sedang berlangsung dalam kehidupan berjemaat  dan bermasyarakat di regio Jakarta timur ini.

Membantu membuat jalan masuk ke jemaat Dian kasih, membantu membuat dan meninggikan jalan masuk ke jemaat Pelita supaya bebeas  banjir ketika  kiriman banjir dari bogor dan membantu  jemaat yl secara skala prioritas, sehingga tadinya ada masalah dengan masyarakat sekitarnya, maka dengan  dana yang terkumpul itu tidak lagi  bermalam kudus natal dalam gereja dan gedung yang megah, tetapi dengan dana  tsb dari  empat belas jemaat seregio Jakarta timur  berarti  uang tujuh juta yang terkumpul itu menjawab masalah, menolong masalah, parit, jalan dll sehingga membawa sejahtera kepada masyarakat sekitarnya termasuk gereja, disinilah berlaku germasa –gereja dan masyarakat berfungsi dengan baik, karena gereja mau turun tangan menjawab masalah yang selama ini belum selesai atau tidak terjawab.

PERTEMUAN-GERMAS GPIB : “ISU MASYARAKAT MADANI ” DI KALIWURAN  – YOGYAKARTA

Isu masyarakat madani semakin gencar dalam masyarakat Indonesia, sehingga bidang germas gpib tanggap dan mengadakan pertemuan  digereja Paulus dan beberapa tempat dengan penceramah dari semua bidang: hukum, sociology, praktisi bidang yang lainnya juga

Image

GPIB Tanggap dengan isu masyarakat madani, pertemuan Germas di Kaliurang, Yogyakarta untuk mengantisipasinya

Pertemuan – pertemuan ini tidak ketinggalan pendeta Theo Natumnea yang suka bermasyarakat ini,  ikut untuk menyelami dan mengikuti isu yang semakin gencar dimasyarakat Indonesia ini seperti mendung yang tak pernah turun hujan, sehingga semakin panas dan panas suasananya

Suasana ini segera dicari solusinya dan salah satu solusinya ialah  seminar – seminar untuk mempersiapkan dirinya (gereja) dalam menghadapi  keadaan  yang sedang terjadi ini.

Pertemuan seminar di Kaliwuran – Jogyakarta ini ibarat segumpal es yang turun dari gunung Himalayah mendinginkan para peserta, setelah mendengar telinga sendiri beberapa pembicara  profesional seperti : menteri riset & tekonologi zaman Gus dur presiden RI dan Prof DR Khairudin…….. baik orang nasionalis maupun agamawis yang menyampaikan  wawasan tentang masyarakat madani atau sivil society yang sudah dan sementara berlangsung dalam kehidupan masyarakat Negara dan  bangsa Indonesia ini bahwa tidak dipaksanakan satu masyarakat kecuali sesuai dengan UUD’45 dan uu lain yang  berlaku.

Bahkan disampaikan oleh menteri riset itu bahwa  sebenarnya orang Irian tidak perlu  ikut keluarga berencana, karena daerah mereka luas tetapi mansuia iriannya kurang

TIPS MASUK   SECARA  GRATIS ke T M I I

Merupakan kerinduan setiap orang Indonesia, setelah mendengar bahwa di Jakarta – ibu kota Negara kita ini, terdapat sebuah taman yang menggambarkan dan mewakili mininya Indonesia  dari semua aspek hidup orang Indonesia baik budaya, flora dan fauna bahkan tradisi adat yang mewakili semua daerah dan propinsi ditanah air ini

Image

jika anda kebaktian ke gereja Haleluya TMII, Jam 07.00 dan 10.00 WIB, akan masuk gratis ke TMII

Semua orang Indonesia bahkan  seluruh dunia ingin manyaksikan keindahan, keunikan, keberagaman dan kebersamaan taman mini yang mewakili Indonesia ini, mungkin ada orang yang belum bisa melihat dan menyaksikan taman mini Indonesia indah (tmii) ini, marilah  ….pakailah waktu ini pakailah waktu hari ini, karena besok kesempatan dan tantangannya berbeda lagi.

“Datang  pada hari minggu jam  07.00  atau  jam 09.00  untuk kebatian minggu di gereja haleluya, karena disana oleh majelis jemaat gpib pelita mengadakan kebaktian minggu pada jam tsb diatas….tentu dengan membawa alkitabmu dan  ketika  sampai di pintu gerbang tmii..  masuklah dan katakanlah pada petugas jaga: haleluyah….artinya menuju kegereja haleluyah untuk mengikuti kebaktian minggu sebab kebaktian berlangsung pada jam 07.30  dan  09.30 di gereja tsb.

Jika anda selesai ikuti kebaktian, silahkan  atur acara bebas, mau kunjungan ke  stand  obyek yl ada yang membutuhkan bayaran ada yang tidak, silahkan pilih sesuai dengan kocek anda…perhatian!….perhatian!… jika anda  sudah bebas masuk tmii gratis…jangan lupa kebaktian….  di gereja haleluyah…adalah  wajib…. karena  masuk tmii secara gratis untuk kebaktian di gereja haleluya. Bagi yang  naik kendaraan  pribadi  kecuali bus, maka anda harus bayar tiket kendaraannya..tapi bus tak dapat masuk kedalam tmii…atau masuk dengan syarat- syarat tertentu yang harus dipenuhi.

TANAH UNTUK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA PELITA

Untuk menjawab pergumulan pembangunan gedung gereja pelita yang berlokasi di lubang buaya, maka panitia pembangunan membeli sebidang tanah dibelakang gedung gereja itu seluas  seribu m2, dimana gedung  serba guna yang dipakai sebagai gereja berada diatas tanah 1000 m2 juga,  dengan  demikian jemaat gpib pelita telah memiliki tanah 2000 m2 untuk membangun gedung gereja termasuk lahan parkir  sebagai fasilitas umum (fasum) yang merupakan persyaratan pemerintah daerah khusus  ibu kota Jakarta (dki Jakarta).

Image

rencana peletakan batu pertama dibatalkan, doakan rencana pendirian gerjanya

Ada dua hambatan yang harus ditempuh oleh panitia untuk mendapatkan izin pembangunan gedung gereja : pertama ialah  sesuai dengan uu harus mendapatkan izin dari lingkungan sebanyak  60 orang, yang membubuhkan tanda  tangan diatas meterai mewakili masyarakat  sekitar yang setuju, kemudian pihak-pihak terkait mewakili agama-agama untuk diteruskan kepada kanwil departemen agama sebagai instansi terakhir, sebelum wali kota  Jakarta timur mengeluarkan izin prinsip berupa surat keputusannya.  Kedua letak tanah  dan gereja itu dipinggir sungai, berarti termasuk daerah  aliran sungai ( d a s ) yang merupakan lokasi untuk dipetakan menjadi daerah yang akan dihijaukan, sehingga merupakan lahan  penampung air hujan dan menjadi tanaman hijau dalam rangka  mengantisipasi banjir dari Bogor. Kita berdoa agar  kedua  hambatan ini dapat dtempuh dan dipenuhi baik penghijauan sekitar nya maupun pendekatan masyarakat guna memenuhi persyaratan  guna pembangunan gedung gereja segera dimulai dengan  memperhatikan dan menjawab  kedua tantangan ini secara logika dan iman, ..memang bagi manusia  mustahil tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil untuk menolong anak – anakNya  dalam rangka pembangunan gereja  Tuhan .

Didaerah  lubang buaya lokasi gereja  gpib pelita terdapat beberapa gereja lain yaitu  gereja katholik yang berada didepan dan gbkp, gkps yang  berada dibelakang, bersama-sama menghadapi  dan harus menjawab  serta mencari jalan keluar atas  tantangan – tantangan tsb terutama  pendekatan pada masyarakat  bahwa kita sebagai warga Negara Indonesia juga …kita butuh gedung gereja  untuk beribadah secara permanen seperti agama yl guna membangun hidup iman dan rohani umat

Tanah sudah ada…infrastruktur jalan pinggir sungai sudah ditinggikan dan diperbaiki untuk kepentingan masyarakat, pendekatan selalu diadakan, dimana salah satu pendekatan melalui Ory Regina  Natumnea …bagian kredit Bank dki, kepada  ibu ketua Rt Lubang Buaya yang  datang  urus  pinjaman kredit, dilayani..dibantu sebagai warga Negara Indonesia dalam hak dan kewajibannya, bahkan diberi kemudahan sesuai permintaanya…namun …menjadi pertanyaan: kapan izin lingkungan selesai dan lengkap ? Serahkan saja pada Tuhan, biarlah Ia yang berkarya dengan kuasaNya.

KEBAKTIAN DOA SUBUH DIPELITA.

Sesuai dengan program kerja diberikan keluasan bagi mereka yang ingin melayani Tuhan melalui doa dan belajar berdoa, tentu waktu yang tepat dimana orang tidak mengganggumu ialah dipagi subuh, datanglah pada jam 05.00 kegedung serbaguna pelita, sebab disana telah terbuka pintu gereja untuk mengadakan kebaktian subuh.

Image

pada saat matahari terbit, mereka sudah selesai adakan kebaktian doa pagi di Pelita

Dalam kebaktian tsb anda akan memuji  nama Tuhan dalam penyembahan dan puji-pujian serta mendengar firman Tuhan dalam renungan dan belajar berdoa serta melayani Tuhan dalam doa untuk mendoakan pelayanan, orang lain, masyarakat Negara dan bangsa serta pergumulan pribadi anda.

Waktu yang disiapkan antara jam 05.00 s/d 06.00 atau paling lambat 07.00, maka secara fleksibel semua peserta ambil bagian dalam kelompok doa, tiap kelompok antara tiga sampai empat orang dengan batasan waktu  20 – 30 menit setiap kelompok, perlu ditekankan bahwa ada disiplin  waktu sehingga dalam doa ada roh disiplin untuk menyelesaikan doanya pada waktu yang ditentukan dan setelah semuanya  berkumpul kembali untuk ditutup ibadah subuh itu oleh pemimpin ibadah.

SEORANG PEMUDI KERASUKAN PADA KEBAKTIAN PASKAH SUBUH.

Dipagi subuh itu kebaktian paskah subuh jemaat gpib pelita berjalan dengan  baik sesuai jadwal panitia paskah, semua peserta hiruk – pikuk dan berjalan sana – sini, serta ngobrol sambil makan dan minum dari konsumsi yang telah disediakan oleh panitia sambil keluar ucapan: “puji Tuhan” bahwa jalannya kebaktian paskah subuh ini berlangsung dengan baik dan lancar

Image

dalam nama Yesus Iblis dikalahkan dan sadarlah pemudi anggota Pelita itu

Tiba-tiba  orang berkerumun  disebelah barat ruangan gedung ibadah, sebab disanalah terjadi sesuatu yang tidak biasanya. Apa yang sedang terjadi ? kata pendeta Theo sambil bertanya pada warga jemaat yang terdekat…..ternyata seorang pemudi sedang kerasukan setan,…ia membanting – bantingkan tubuhnya, sementara temannya pemuda yang lain sedang berusaha keras untuk menangkapnya dan membatasi geraknya, tapi apa mau dikata empat orang pemuda tak bisa  mengalahkan dan meringkus pemudi ini, bahkan keganasannya semakin menjadi – jadi.

Pendeta Theo berdoa dalam hati pada Tuhan bahwa ini tantangan iman bagi jemaat pelita, bahwa dalam suasana kebaktian subuh yang baru selesai ini terjadilah kejadian yang tidak biasa agar Tuhan tunjukan kuasaNya agar umat semakin percaya padaNya, selesai ia berdoa dalam hati ia katakan kepada  warga jemaat agar semua membantu dalam doa….sambil menyampaikan agar semua berkelompok untuk berdoa, ada kelompok : panitia, pemuda, pemudi, pw, pkb, majelis, anak-anak dan semuanya yang ingin ambil bagian dalam kelompok doa ini silahkan membuat kelompok sendiri secara spontanitas,  tiap kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang dan berdoa kepada Tuhan untuk tantangan iman bagi kita jemaat pelita ini kata  pendeta Theo.

Selain itu team pemuda yang  berusaha keras untuk menenangkan  pemudi ini  hampir kwalahan, sembari semuanya sudah berkeringat sebesar biji padi dipagi subuh itu.

Sementara mereka berdoa, maka kelompok inti dibawah bimbingan pendeta Theo Natumnea  maju, mendekat dan bertanya  kepada pemudi itu : “Dalam nama Yesus saya bertanya : siapa namamu sebenarnya”?…terdengar suara dari mulutnya lantang menjawab “ black”, lalu pendeta Theo melanjutkan tengkingan; dalam nama Yesus saya perintahkan engkau  keluar dari anak ini…sekali lagi dalam nama Yesus saya  perintahkan engkau keluar.. dan keluar, sampai tiga kali tengkingan ini, maka ia berontak yang terakhir paling kuat  tanda mau keluar dari pemudi ini, dan sipemudi ini menjadi lemas tak berdaya, suasana seperti syuuuur ada kemenangan Yesus, bahwa Yesus berkuasa, tidak mempermalukan kita jemaat pelita yang sementara santai karena selesai kebaktian paskah  subuh ini.

Semuanya angkat hati dan bersyukur kepada Tuhan dalam doa serta menaikan pujian ,…hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus saja yang telah memberi kemenangan dalam tantangan iman ini amin.

Rupanya anak pemudi ini adalah  peserta pelatihan salah satu  kelompok bela diri di Jakarta, yang sembari mengisi tubuh dan jiwa  serta roh mereka dengan sesuatu kuasa lain untuk mendapatkan kekuatan dan kuasa dari roh halus itu demi kelompok sanggar mereka, ….namun kita percaya bahwa dalam nama Yesus ada kuasa Roh kudus untuk mengalahkan  segala kuasa dan kekuatan lain yang ingin  mempermalukan iman kita

Perhatian bagi remaja…pemuda pemudi agar  boleh mengikuti perkembangan dunia ini dalam pergaulan dengan teman dan orang, tapi harus memfilter pengaruh – pengaruh luar  itu agar tidak terindikasi dan tidak kemasukan kuasa roh yl dari dunia ini selain  roh kita  harus diisi dengan kekuatan Roh kudus yang pasti mengalahkan roh – roh dunia ini I Yoh 4:4 katakan: “ kamu berasal dari Allah anak – anakku…. dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu,  sebab Roh yang ada dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada dalam dunia”.

PERHITUNGAN ULANG SURAT SUARA SEKTOR   I  –  PELITA.

Berdasarkan laporan disertai saksi yang dipercaya, bahwa  secara perhitungan   rasio keluarganya dan  kerabatnya pasti pak Sutarjo masuk nominasi dalam pemilihan kedua, sebab jika dibandingkan suaranya pada perhitungan suara tahap satu, maka suaranya menurun tajam, sesuai laporan itu.

Image

Akhirnya suara hilang dikembalikan di Sektor I, GPIB Pelita

Berdasarkan laporan itu yang diserta bukti – bukti yang kuat dan saksi yang dapat dipercaya,  maka diadakan rapat kilat  pengurun inti panitia pemilihan penatua & diaken , sehingga diputuskan  untuk  kotak suara sektor I itu  dibuka, dituang dan dihitung ulang oleh panitia inti ini.

Ternyata hasilnya  benar beda, bahwa bapak Sutarjo terpilih dalam  pemiihan tahap II, bahkan suaranya mayoritas terbanyak melewati calon ylnya. Hasil perhitungan  ulang suara  ini dibuatkan dalam berita acara perhitungan ulang kotak sekktor satu dan disahkan menjadi alat bukti serta hasil sah perhitungan uang suara sektor ini.

Puji Tuhan, semuanya dapat menerima, sehingga tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan, bahkan  personil penghitung suara dan saksinya menjadi malu atas kelalaian atau kesengajaan yang telah terjadi ini.

Peristiwa ini menjadi pelajaran agar panitia  penghitung suara agar teliti bersama sakksinya, bahkan dijauhkan unsur campur tangan keluarga yang calon ybs, sehingga  hasil perhitungan suara itu murni dan bersih secara obyektif diterima seua pihak.

65 SURAT KEBERATAN/DAKWAAN DALAM PEMILIHAN  PENATUA & DIAKEN di PELITA

Luar biasa tantangan dan masalah yang sudah menumpuk dibatin mereka, maka antar  mereka saling menuduh dan membantah satu sama lain, sehingga  dalam map pendeta Theo sebagai ketua panitia pemilihan penatua dan diaken terdapat 65 surat dakwaan/keberatan yang diterima dan diproses satu persatu sesuai dengan alamat surat itu.

Keadaan ini seperti  gunung es ,

Image

di panggil; dialog dan doa satu persatu akhirnya selesai 65 surat keberatan ini di Jemaat GPIB Pelita

kelihatan diluar aman dan tidak ada masalah, tetapi didalam gunung es itu ada bara api yang sedang menyala-nyala, tinggal menunggu waktu untuk  encairkan gunung e situ dan membakar sekitarnya, atau sama dengan bom waktu, menunngu untuk ditekan knopnya dan meledak untuk mebakar dan merusak sekitarnya.

Puji Tuhan, surat dakwaan/tuduhan dan keberatan sebanyak 65 surat itu, satu persatu ditangani dan diselesaikan dengan baik, ibarat benang kusut dalam tepung, diusahakan supaya benang kusutnya terurai dengan baik tanpa putus dan tepung persekutuanpun tidak  terhambur – hambur.

Akhirnya, semuanya dapat diselesaikan dan  meredakan  situasi daam suatu kerja sama yang baik dalam persiapan dan peneguhan mereka sebagai penatua dan diaken untuk melayani Tuhan dalam jemaat gpib Pelita ini.

MENJADI MENTOR UNTUK VIKHARIS: MARLIES HINA dan FREDY MAMANGKEY

Image

Selama satu tahun membina vikaris Marlies Hina pada tahun pertama kevikariatannya.

Dalam rangka membina generasi penerus untuk  melanjutkan kepemimpinan di GPIB, maka  para vikharis dipersiapkan, dibina dan dilatih , ditempa dalam pelayanan melalui bimbingan para mentor yang sebelumnya dipersiapkan untuk  menerima para vikharis tsb.

Vikharis Marlies Hina menjalankan masa vikhariat  tahun pertamanya di jemaat gpib  Pelita dengan mentornya ialah Pdt. Theofilus Natumnea

Selain pelatihan, pembimbingan dalam semua aspek pelayanan, maka ia dilepaskan untuk juga dapat melayani sendiri tetapi harus mempertanggung-jawabkan pelayanannya kepada mentor melalui majelis jemaat  dan  pelaksana harian majelis  jemaat pelita.

Vikharis Marlies Hina ini dapat menyelesaikan tugas masa vikhariat tahun pertamanya dengan baik pasti dengan suka dukanya selama setahun, sehingga ia melanjutkan masa vikhariat tahun keduanya di Surabaya .

Sedangkan vikharis  Fredy Mamangkey ditempat dijemaat gpib pelita untuk masa vikhariat tahun yang kedua dengan mentor pendeta  Theofilus Natumnea juga sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita.  Pembinaan/pelatihan tahun kedua sudah lebih banyak dilepaskan untuk bertanggung – jawab  dalam pelayanan kecuali untuk hal-hal tertentu ia masih memerlukan pendampingan dalam pelatihan dan pembinaan tsb

Pada saat Pendeta Theofilus Natumnea  dimutasikan  sebagai pendeta /ketua majelis jemaat gpib Eirene tanjung-priok, ia masih ditetapkan sebagai mentor tahun kedua bagi  vikharis Fredy mamangkay ini….namun pertanggung jawaban pelayanannya  melalui majelis jemaat gpib pelita

Adalah hal yang tidak lazim, ketika ketua majelis jemaat  gpib pelita yang baru pdt Yunus Beeh, menahan agar vikharis Fredy Mamangkey ditunda masa Vikhariatnya selama  3 – 6 bulan, karena ia baru mempelajari keadaan dan kepribadian  vikharis  Fredy Mamangkey ini. Namun dengan berkat argumentasi  dalam penilaian kepada sang vikharis serta keuletan dalam membimbing dan memperjuangkannya, maka ia segera membuat pelaporan agar dapat dipersiapkan  untuk  diteguhkan /ditahbiskan sebagai pendeta gpib pada tahun kedua itu setelah ia menyelesaikan laporan akhirnya.Peneguhan  dan penahbisan kependetaan gpibnya juga dilayani oleh pendta Theo natumnea  atas surat keputusan dari majelis sinode gpib.

PENDEWASAAN JEMAAT GPIB  BAHTERA KASIH – CIBUBUR.

Cibubur adalah daerah terbuka, dimana sekarang ini terdapat tiga jemaat gpib  mandiri yang dewasa al jemaat gpib Agape yang lebih dahulu dewasa dan berbatasan dengan tmii, jemaat gpib Bahtera kasih yang kini dibahas dalam thema ini dan jemaat gpib Trinitas yang tidak jauh dari  jemaat gpib “bahtera kasih” dan berlokasi  perumahan kota wisata yang indah itu. Mereka  lahirnya berbeda proses serta waktu dan keunikan pergumulannya  juga, baik tantangan dari dalam jemaat, maupun tantangan dari luar jemaat yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendewasaan itu.

Jemaat gpib bahtera kasih yang  akan  diuraikan disini, karena  proses pendewasaannya turut berperan  pendeta Theofilus Natumnea,  dikala itu ia sebagai Pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita, dimana jemaat bahtera kasih ini didewasakan  dari induknya jemaat gpib pelita ini.

Kalau dibandingkan dengan proses dan persiapan jemaat gpib “ Dian kasih “ yang sudah lebih dahulu dibidani oleh  pendeta yang bertangan dingin dan sudah mendewasakan beberapa jemaat gpib ini, maka  proses dan persiapan dalam rangka pendewasaan  jemaat “ Bahtera kasih “ ini,  berjalan lebih mulus dan  lancar,  nyaris  hampir tanpa kendala yang berarti untuk menuju kependewasaannya.

Image

Dengan rahmat Allah, Pdt Dr. Wuwungan selaku ketua MS GPIB mendewasakan GPIB Jemaat Bahtera di Bekasi. Yang didampingi oleh Ibu Wuwungan

Namun demikian suatu proses dan persiapan  menuju kependewasaan jemaat ini, ada saja tantangan dan pergumulannya yang ketika itu didewasakan oleh  Pendeta  Wuwungan D.Th selaku ketua umum majelis  Sinode gpib

Tantangan dan pergumulan yang sangat  nampak dimulai dari  ketidak terbukaan  laporan  keuangan  atas kepercayaan yang diberikan kepada  mereka sebagai bagian jemaat untuk mengelola sendiri keuangan  bagian jemaatnya itu, dengan alasan  tidak tahu pembukuan dan tidak tahu menyimpan di bank dlsbnya.

Puji Tuhan bahwa semua itu dapat diselesaikan dengan baik oleh  pengurus majelis bagian jemaat   serta tuntunan majelis jemaat gpib Pelita yang secara organisatoris bertanggung jawab baik kepada warga jemaat maupun kepada majelis sinode gpib

Akhirnya, didewasakanlah bagian jemaat ini sebagai jemaat dewasa dengan nama : “jemaat gpib bahtera kasih”, yang  berlokasi di Ruko Granggan – Cibubur, sekaligus berderetan dengan beberapa gereja lain seperti gki, Katholik dll. disepanjang ruko yang berada diatas ketinggian  aman banjir itu.

”SIAPA YANG  DIAM, DIA YANG  WARAS.”

Kalimat ini hampir sama atau serupa,

Image

Mengalah bukan berarti kalah, tetapi mengalah untuk kemenangan dan keselamatan keluarga

tapi tidak sama dengan kalimat “ diam itu adalah emas”; Siapakah yang mengatakan: “ siapa yang diam, dia yang waras “ ?, dia adalah seorang dokter, ketika pdt Theo dan ny.Nelly berdoa bersama dengan  Dr Krismanto dan istrinya yang juga seorang dokter, maka secara spontan  sang jenderal ini mengeluarkan kata-kata emas ini.

Rupanya sang dokter yang juga jenderal berbintang dua ini sangat jeli menghadapi isterinya juga seorang dokter, dalam pemecahan masalah /perbedaan pendapat ia selalu diam dan mengalah untuk kebaikan rumah tangganya, maklum suami berasal dari jawa dan isteri berasal dari tapanuli, yang beda tempramen ini jalan yang terbaik, ketika sang isteri kata-katanya api  yang keluar, dia membawa air untuk mematikan api itu, demikianlah “filosofis keluarga zaman dulu”,  sehingga  matilah api itu sebelum membesar, karena kalau api sudah besar susah untuk dimatikan, seperti pepatah: kecil jadi kawan, besar jadi lawan, maka sang jenderal ini paham benar pepatah ini sebelum jadi lawan, masih dalam status kawan api itu dimatikan sehingga tidak membakar/menghanguskan  dan merusak lebih banyak lagi

Amanlah keluarganya dalam damai sejahtera Tuhan, karena dalam aman dan damai ada itu kuasa Tuhan, sehingga dapat membangun lebih banyak lagi, dari pada jika dibandingkan tidak aman, maka yang sudah dibangun pun dirusak dan dibakarnya, tetapi dalam damai  ada kekuatan baru untuk mempertahankan/memelihara dan membangun terus –menerus; bandingkan Negara kita nkri dalam keadaan kacau dan dalam keadaan aman, lihat juga pilipi 4:6-9

KERJA BAKTI MEMBERSIHKAN SUNGAI & MENINGGIKAN JALAN

Jika ada surat edaran dari RT/RW untuk diadakan kerja bakti dalam lingkungan, maka ia selalu memotori untuk kerja bakti dalam membersihkan sungai,  sehingga dipihak rt/rw ia dikenal sebagai seorang pendeta yang turun tangan  ikut kerja bakti dalam masyarakat.

Rupanya para pendeta sebelumnya selalu terdengar kekacauan  ketika meninggalkan  jemaat pelita ini termasuk ketika ia mau masuk dan adakan serah terima juga mengalami hal yang sama bahkan tidak dikenal rt/rw karena  tidak turun tangan bersama masyarakatnya dalam hal kerja bakti

Dalam pembuatan  dan peninggian jalan sepanjang sungai  disekitar pagar  gereja katholik serta gang kecil  disepanjang pagar  gedung pelita, ia berinisiatip  dan mempunyai semangat bekerja bersama  dengan  kapten tni Pangaribuan yang didukung pula  material  yang murah atau gratis  yaitu puing – puing  kebakaran gedung  yang segera dibersihkan dan telah tertimbun hanya modal angkut dengan mobil tni au dengan tenaga inti adalah Artaban Takoy,  karena  sehabis kebakaran  dimall pondok gede  setelah  peristiwa kekacauan jakarta,  didukung pula  oleh warga jemaat dan kerjasama  dengan regio IV mupel jakarta timur dimana ia adalah ketua regio IV mupel jakarta.  Pengambilan puing ini untuk meninggikan jalan agar jika terjadi banjir  baik masyarakat maupun warga jemaat yang melintasi jalan  pinggir sungai itu terhindar dari banjir dan genangan air ketka ada kirian banjir dari bogor sana.

Hidup ini  adalah bagian dari masyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, karena itu dimana  saja seorang pendeta ditempatkan dalam jemaat, maka ia harus  menunjukan  proforma kehiidupan dan aktifitas  kemasyarakatannya untuk membangun jemaat dan bekerja sama dengan  semua unsur  dalam masyarakat

LURAH HADIR DAN MEMBERI SAMBUTAN DALAM PERPISAHAN PDT  T H E O  DENGAN  JEMAAT PELITA

Puji Tuhan, kinerja dalam jemaat dan masyarakat ia dikenal sebagai pejuang untuk mengambil inisiatip dalam segala hal termasuk dalam kerja bakti untuk  membangun  dan meninggikan jalan sehingga berkenalan baik dengan lurah Lubang buaya

Jauh berjalan banyak dilihat, itulah  pengalamannya dan tak disangka ia  berkenalan dengan bapak Lurah , sehingga  RT/RW menyampaikan tentang kepindahannya ia datang serta minta untuk menyampaikan sambutannya sebagai lurah Lubang Buaya

Dalam sambutan lurah Lubang buaya ia mengatakan : “Jarang bertemu dengan seorang ulama/rohaniawan yang mau turun tangan dalam kehidupan bermasyarakat terutama  dalam hal kerja bakti dan membantu membuat jalan dan gang atas inisiatip murni, semoga  contoh yang baik  ini diteruskan oleh ulama /rohaniawan yl, dimana kerja sama seperti ini mahal harganya, karena sudah  terjadi secara otomatis kerukunan intern dan antar umat beragama sekaligus dengan pemerintah untuk membangun Indonesia dalam kepelbagaian ini

Hal ini ditimpali lagi dalam sambutan Pdt  C. Wairata sebagai mewakili majelis sionode gpib, yang mengingat ketika   pdt Theo berada  di jemaat gpib Banjarmasin dan membuka pos pelkes suku terasing Batu kembar, ada pembukaan kebun gpib dan yang menanam  bibit kelapa yang pertama adalah  saya, kata pdt Kor Wairata, seraya memberi semangat supaya nilai  kemasyarakatan ini seperti ini harus dimiliki oleh semua pendeta dan dikembangkan dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat untuk membangun  masyarakat Indonesia yang tercinta ini

BERSIAP – SIAP PINDAH ke TANJUNG PERIOK

Suasana  taman mini, lubang buaya, taman buah – mekar sari dan sekitarnya, itulah daerah pelayanannya selama di jemaat gpib pelita, sebelum berdirinya jemaat – jemaat baru didaerah ini, semua  ini menggambarkan  wilayah yang luas dan  hijau dalam perkembangan  kompleks perumahan baru yang sekaligus  merubah sikap dan kehidupan manusia serta masyarakatnya.

Image

Kalau di Pelita banyak pohon, maka di Tanjung Priok banyak kapal; kalu di TMII banyak bunga di rawat tangan-tangan halus, maka di Tj. Priok banyak tali-tali kapal di tarik tangan-tangan kasar

Kini ia  bersiap –siap untuk pindah kesuatu  daerah yang bertolak belakang dengan daerah yang penuh dengan kompleks perumahan yang teratur yang dikelilingi dan diwarnai dengan suasana kehijauan; sebab disana – daerah tanjung periok dan sekitarnya terdapat parit yang berlumpur hitam, kontener yang menghiasi jalan raya dan nyamuk yang tiada habisnya bersarang diparit yang airnya hitam kelam itu, walaupun disemprot obat nyamuk semakin banyak dan  bertambah, namun daerah baru ini yaitu pelabuhan tangjung periok penuh  dengan kekurangan dan kelebihannya….kalau mau diceritakan kelebihannya cukup banyak al , kalau mau naik kapal laut selangkah saja sudah sampai, sehingga sering  rumah pastory tempat menampung keluarga yang mau  naik kapal laut dll.

Dipelabuhan ada 1001 macam ilmu kebaikan, tetapi juga ada 1001 macam ilmu kejahatan, disanalah  hidup semua orang yang bekerja dan saling mempengaruhi termasuk  anggota gereja – anak-anak Tuhan artinya dengan wewenang dan kekuasaan mereka dapat membantu /berbuat baik kepada orang lain yang tidak bisa dikerjakan  orang dan instansi lain, tetapi juga iblis dan kejahatan selalu menawarkan  semua bentuk kejahatan yang bisa mengganggu dan mau mengajak  orang pelabuhan untuk melakukannya, yang juga tak dapat dikerjakan oleh orang/instansi lainnya.

Disitu hadir anak – anak Tuhan sebagai warga gereja untuk saling pengaruh mempengaruhi dan ujian iman untuk dapat mempertahankan iman  yang sekaligus mempraktekannya dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara. Disitulah hadir seorang pendeta gpib bernama  Theofilus Natumnea untuk melayani mereka yang berlayar dan berhari-hari diombang ambingkan oleh gelombang laut yang ganas, disitu juga tangan-tangan yang kasar dan kuat harus menarik tali-tali kapal dan jalan penuh dengan truk tronton & konteiner  atau dkl hari-hari mereka menghadapi suatu kehidupan yang keras, karena itu mereka sangat butuh pelayanan rohani  dari pelayan  firman Tuhan untuk menguatkan, menghibur dan menjawab mereka dalam konteks kehidupan pelabuhan, maka hamba Tuhan harus jeli melihat mendengar serta menampung, dengan mata dan telinga serta hati Yesus untuk menjawab dengan firman Tuhan secara  tepat dan  kontekstual

SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) PDT/KMJ EIRENE TG.PRIOK

Waktu terus berlalu, umur semakin bertambah, kini ia tiba diTg.priok dalam jabatan pendeta/ketua majelis jemaat gpib Eirene  untuk menggantikan adik kelasnya pendeta  Sian Lumentut yang lebih dahulu menjabat disana selama satu periode. Segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan administrasi serah terima telah dipersiapkannya, sehingga pelaksanaan serah terima berlangsung dengan baik dan lancar, tidak seperti ketika di Pelita –  Tmii yang mengalami penundaan.

Lokasi gereja berada  dpinggir belakang Batalion Arhanude, yang bersebelahan dengan pos penjagaan  bagian  belakang, sehingga  setiap  masuk kekantor  atau  kegereja  melewati pos penjagaan  batalion ini, bahkan sering terjadi  atas kerja sama gereja dengannya, maka ketika acara yang memerlukan tempat parkir yang luas, dapat dipergunakan bagian belakang batalion sebagai tempat parkir, tentu dengan persetujuan dan atas ijin pihak batalion tni  arhanude.

Disamping kiri gereja adalah pasar pagi yang semakin semarak dengan  keributan pasar sering terjadi bersamaan dengan ibadah yang sementara berlangsung di gereja.

Jemaat gpib Eirene memiliki dua gedung gereja, yaitu sola gratia yang berada dipinggir belekang batalion  atau dikenal dengan alamat  kebon  Bawang  dan Sola Fide  berlokasi 3 km arah kebarat dari kantor gereja yang masing – masing memeliki kapasitas yang berbeda  untuk menampung  umat dalam kebaktian mingggu, sola gratia lebih besar yang bisa muat 600 warga jemaat  sedangkan sola fida lebih kecil  yang menampung 350 warga jemaat

Jemaat Eirene ini memiliki nama sektor  yang tidak memakai angka romawi  tetapi memakai nama   sektor- sektor ialah : viktory, sion, silo,  Epifania, Maranatha , eklesia  dan  Btlehem.

Konsolidasi  diadakan dengan perkunjngan dari rumah ke rumah tanpa warta,  sehingga  memfokuskan diri dalam   pelayanan pertama  ini untuk mengenal warga jemaat dalam perkunjngan ini

Suasana  ibadah  dibarengi dengan  stom kapal -kapal yang akan berlayar  ketujuan masing-masing, sehingga hiruk pikuk bunyi stom dan semaraknya aktivitas  kapal-kapal dipelabuhan internasinal ini mewarnai dan menandai  suasana  iabadah   yang  disekitarnya ada gereja gpib bernaung dan beribadah

ROMBONGAN  PENDETA GMIT DIPASTORY-EIRENE TANGJUNG – PERIOK

Image

apa yang ditemukan di lapangan sering kali berbeda dengan apa yang diatur di kantor karena itu perlu kebijaksanaan: Pdt. Theo menolong rombongan GMIT di pastori Irene

Dikala itu ada pertemuan  pendeta se GPI tentang “gereja dan masyarakat” di jemaat Menara Iman sebagai tuam rumah mewakli Majelis Sinode  GPIB, dimana Pendeta Theo Natumnea juga mengikutinya sebagai utusan  mupel  Jakarta utara.

Sehabis pertemuan  rombongan pendeta-pendeta GMIT yang berjumlah tujuh  orang pendeta ini bingung, karena sehabis pertemuan mereka segera keluar dari rumah-rumah yang menerima mereka untuk tinggal/menginap selama pertemuan Gereja  dan masyarakat yang dilakukan oleh GPI dang bib menjadi tuan rumah ini.

Sebenarnya ada perwakilan gmit di Jakarta, bahkan ketua GPI Pdt DR. Haag adalah seorang pendeta GMIT dan dosen STTh jakarta tetapi ketua GPI asal GMIT dan  perwakilan gmit pdt JhonTakain dijakarta ini tidak menampung malah membiarkan mereka, apalagi  ketua perwakilannya adalah pendeta  emeritus Jhon Takain dari GKI kwitang yang tidak pernah bekerja di GMIT tambah lagi  gerejanya tidak ada hubungan dengan GPI, maka teman-teman ini mau diterlantari kemana  ?

Pendeta Theo Natumnea mengambil inisiatip dan langkah penyelamatan untuk menampung mereka sebanyak tujuh orang pendeta, mereka  dibawa ke Pastory gpib Eirene  di Tangjung –periok, dimana pendeta Theo Natumnea ini tinggal karena ia adalah ketua majelis jemaat gpib Eirene dan jarak pastori ini yang hanya selangkah saja kepelabuhan Internasional ini.

Partory Eirene tidak dapat menampung  semua pendeta GMIT ini, karena itu dibagikan kepada keluarga – keluarga jemaat gpib Eirene yang berasal dari timor al keluarga Pasumain dan sisanya dua pendeta berada dan tinggal dipastory gpib Eirene bersama pendeta Theo Natumnea dan keluarga selama seminggu sambil menunggu kapal Dobonsolo  yang dalam pelayaran menuju Tanjung -periok untuk berlabuh, yang kalau kapal ini stoom , bunyikan  panggilan mau berangkat kedengaran sampai di pastori gpib Eirene ini.

MENJADI KOORDINATOR REGIO UTARA MUPEL DKI

Image

didampini oleh nyora Nelly istri tercinta hampir semua regio Mupel DKI menjadi koordinator demikian juga di regio jakarta utara

Setelah meninggalkan regio timur sebagai ketua, tugas itu tidak lari dari padanya, ia dipilih sebagai ketua regio Utara mupel dki, untuk membantu aktifitas  mupel dki yang begitu sibuk dan padat itu.

Dalam status tsb. ia mulai berkonsolidasi dan mengenal jemaat-jemaat  di wilayah walikotamadya utara ini satu persatu sambil mempersatukannya dalam  program kerja seregio utara agar dapat dilaksanakan dalam kebersamaan sebagai jemaat – jemaat gpib sekotamadya utara ini

Permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan kata pepatah yunani dan menempa besi selagi masih panas, ini adalah symbol kehidupannya, sehinngga selalu mulai dengan baik untuk mencapai keberhasilan pelayanannya, serta cepat- cepat mengambil tindakan dalam suasana yang masih hangat untuk meraih hasil sesuai tujuannya.

MEMBUKA KEBAKTIAN DOA SUBUH.

Untuk menjawab tantangan pelayanan dalam masyarakat pelabuhan yang sangat  keras dengan kehidupan lingkungannya, apa lagi  kota  pelabuhan : Tanjung Priok ini tempat pemuda/i mencari kerja pertama dengan susah payahnya dan kalau sudah berhasil apa lagi punya kedudukan dan punya uang banyak,  maka mereka memilih untuk tinggal diluar tangjung periok, maka  dapat dipahami bahwa kota pelabuhan ini tempat orang cari kerja. Disini  mereka membutuhkan  pengayoman terutama   waktu doa  untuk menggumuli hidup mereka dalam Tuhan

Dari segi pelayanan gereja , maka para hamba Tuhan harus mampu membaca tanda-tanda zaman dan  mengapresiasi  serta mencari jawaban dan  menginovasi dalam bentuk-bentuk baru  dalam pelayanan, sehingga tergali  kebutuhan mereka dan terjawab dalam  kebaktian doa subuh ini

Mereka sungguh-sungguh butuh dan  ternyata latar belakang kebutuhan   umat yang datang umtuk berdoa  meluas, bukan hanya para pencari kerja saja   tetapi juga pergumulan karena urusan rumah tangga, urusan perkerjaan, pergaulan muda-mudi , masalah  politik  dllnya

Gereja yang melayani masyarakat  harus mampu membaca tanda-tanda ini, jangan hanya rutinitas dan formalitas dalam pelayanan yang telah diatur saja tetapi  seperti Yesus datang kedalam dunia ini untuk menjawab masalah manusia yang tidak terjawab ialah dosa, maka Yesus  rela mati untuk menjadi penebus dosa  kita umat manusia ini

MENGEMBANGKAN  PELAYANAN POS  BOJONG

Ternyata penghuni  pos  Bojong  ini  adalah   warga jemaat lama,  yang berasal dari asrama tni  batalion Arhanude, mereka  termasuk  pejuang untuk berdirimya gedung gereja ” sola gracia”  Eirene, karena sudah pensiun maka diberikan  tempat supaya  meningggalkan asrama dengan baik tanpa insiden   seperti asrama  tni yl

Justru  dengan adanya pos pelayanan di Bojong   ini, maka semakin terbuka kesempatan bagi warga kristen lain  disekitarnya yang juga merantau dan  ingin bergabung untuk beribadah kepada Tuhan  dirumah Ny.  Dra  Saia , seorang ibu/janda yang punya keberanian khusus, sehingga  rumahnya menjadi tempat ibadah, sebab belum tentu  orang lain berani memberikan rumahnya untuk  beribadah !, keberanian ini berdasarkan  kebebasan beragama di Indonesia

Melihat keberanian ibu Saia ini  yang  juga  menceritakan tentang fasilitas umum untuk gedung gereja   sebenarnya  disediakan, tetapi terlambat menanganinya dari majelis jemaat Eirene dan kini menjadi kandang ayam, serta mencoba dan mencoba beberapa kali untuk  diambil  dan mau mempergunakannya, namun fasum untuk gereja itu  sudah beralih fungsi menjadi kandang ayam  tidak dapat diperoleh lagi.

Demi kerukunan dan ketentraman warga  sekitarnya  maka  hal  ini didiamkan saja,  dan melalui dukungan program jemaat  warga  pos  setempat membentuk panitia  dan  membeli sebidang tanah  dan  mendirikan  sebuah rumah ibadah yang dinamakan   ” Griya Gusti”   atau rumah Tuhan  itupun belum dapat digunakan, walaupun sudah pendekatan melalui kapolsek yang adalah anak Tuhan

Ibadah  tiap minggu dan  dua kali sebulan yang semula mendapat pelayanan dari  sektor viktori yang akhirnya dialihkan menjadi pelayanan  jemaat gpib  Eirene tangjung- priok. Memang  visi & misi gereja ialah  melayani dari yang tidak ada menjadi ada dan melayani dari yang sedikit  bertambah menjadi banyak, karena itu jangan berdoa kepada Tuhan untuk memberikan 1000 jiwa, tetapi berdoalah kepada Tuhan untuk memberikan satu jiwa sedikit demi sedikit  dan harus sabar dan tabah,  akhirnya menjadi banyak, jika Tuhan menghendakinya.

MENGAPA POS BOJONG DITUTUP ?

Gereja yang hidup adalah gereja yang siap memberitakan Injil,  dari tidak ada menjadi ada dan   dari sedikit menjadi lebih banyak anggota,  karena itu setelah melihat bahwa pos  Bojong potensial untuk masa depan, maka dikembangkan dari  bagian  sektor  viktory menjadi pos tersendiri dinamakan ” pos bojong ” . Menuju ke pos bojong ini melewati   salah satu pos petra, disitu mau menggambarkan bahwa  semua jemaat gpib berlomba  untuk  mempersiapkan pos  demi menjawab tantangan zaman, dimana  jika  perumahan  semakin padat dan warga  kristen semakin banyak, maka sudah ada pos  kebaktian,    jarak antara pos milik petra dan pos milik Eirene kira-kira    5  km   yang diprediksi akan menjadi calon  jemaat dewasa  dihari yad.

Apa mau dikata: setelah kepindahan Pdt Theo Natumnea ke jemaat  Gloria di Bekasi, warga jemaat menyampaikan bahwa  ; kasihan pos bojong yang bakal  menjadi jemaat dewasa  10 tahun yad telah ditutup oleh pdt Ria Antameng ketua majelis jemaat gpib eirene

Apa kesalahan mereka ?   Apa benar pos bojong sudah ditutup ? Kalau toh mereka salah itulah tugas dan fungsi seorang gembala untuk mengayomi, memperbaiki, mengunjungi dan memberi semangat  dan  tempat dihati seorang gembala untuk menampung aspirasi warga jemaat dan menyalurkan   melalui  visi dan misi yang pasti dan jelas untuk memperluas pelayanan jemaat, dan maju kedepan serta  ikut  bersaing secara positip dengan jemaat dan gereja yang lain

Tanah dan gedungn pos bojong kemana ? Masalah ini merupakan masalah panggilan hati nurani  dan  penginjilan gereja dan jemaat Tuhan untuk  melayani dan mengembangkan, bukan menghilangkan dan  menutup sebuah pos  ” namanya Bojong” yang sudah dirintis dan dikembangkan dengan susah payah dengan prediksi kedepan akan menjadi sebuah jemaat dewasa

Berita penutupan pos bojong ini terdengar ketelinganya, tapi ia tidak langsung percaya  kata orang dari jemaat Eirene bahwa pendeta Ria Antameng  sampai hati menutup pos Bojong, mungkin kerena jauhnya jarak tempuh sekitar 15 km, di tambah lagi  jalan berlumpur  yg berkelok-kelok dan turun naik  sekitar 10 km itu?  atau alasan apa lagi  ? Namun jika kita berpikir  sehat dan jernih , maka tangggung jawab politis dan organisatoris jemaat dibawah pimpinan ketua majelis jemaatnya;  apapun alasannya  penutupan pos bojong adalah tanggungjawab seorang  ketua majelis jemaat/pendeta jemaat dhi  pendeta Ria Antameng harus mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan dan warga sidi jemaat, kalau dulu masih ada sidang warga jemaat

Apapun nama posnya dan betapapun berat tantangannya  adalah bagian yang integral dan tak dapat dipisahkan dari jemaat Eirene,  yang sesungguhnya harus dipertanggung jawabkan  secara horisontal dan vertikal, sebab  jika menutup  sebuah pos  bukan mengembangkan dan melanjutkannya,  maka akan mengurangi dan menghilangkan  integritas  sebagai hamba Tuhan   yang tugas pokoknya untuk mencari  dan melayani jiwa-jiwa yang hilang dan jauh  bukan  mengeluarkan dan adakan   pemutusan hubungan pelayanan,  sebaliknya yang jauh,  hilang, sakit, belum sadar, dicari dan dicari,  untuk dibawa kepada Tuhan Yesus gembala yang baik   yang  telah mati untuk dosa-dosa kita dan yang datang untuk mencari orang berdosa, supaya  barang siapa yang percaya  kepadaNya  akan diselamatkan .

Karena itu Pendeta Theo berdoa dan  mohon dengan setulus-tulusnya untuk pos bojong yang telah ditutup itu dibuka kembali, agar terus ikut bersaing dengan  pelayanan gereja dan jemaat yl, kita percaya    suatu ketika analisis kita  10-15 tahun  yad  atau pada waktu Tuhan  lambat atau cepat  akan menjadi perumahan yang padat dan  disitulah  terkonsentrasi  warga jemaat sehingga menjadi  jemaat  yang dewasa !Doa : Ya  Tuhan bukalah kembali pos bojong dan ampunilah mereka yang telah menutup pos bojong ini  terpujilah Tuhan Yesus  amin

MENJADI WAKIL KETUA MUPEL JAKARTA UTARA.

Image

Mupel pertama di Jakarta utara adalah Pdt. Mandik dan Pdt Theo sebagai ketua dan wakil ketua untuk memimpin jemaat-jemaat Jakarta Utara

Ternyata semua regio yang terbagi diseluruh jadetabek ini adalah embrio untuk terciptanya mupel – mupel baru, tidak terkecuali yang terjadi di Jakarta utara ini,  turut dipersiapkan menjadi musyawarah pelayanan  (mupel) Jakarta utara…yang merupakan jawaban pergumulan mupel dki, sejak ia menjadi ketua regio selatan

Dalam pemilihan pengurus mupel Jakarta utara, ia terpilih menjadi wakil ketua mupel Jakarta utara mendampingi pdt Mandik sebagai ketua mupel.

Kiprahnya bersama anggota pengurus yl untuk memberi warna bagi kehadiran sebuah mupel baru dan terkecil, sehingga mendapat jelukan dari pendeta Sompotan sebagai sekretaris umum majelis sinode gpib,  ketika meresmikan mupel Jakarta utara dan melantik pengurus mupel Jakarta utara ini ia mengatakan : “ mupel Jakarta utara ini kecil-kecil tapi cabe-rawit”, mupel ini cukup menggigit dan membuat pedas gigitannya itu dalam penampilannya

Mereka diawaki seorang sekretaris yang militan, lihai dan fleksibel ialah pdt  Manuel Raintung  yang  mempunyai banyak ide yang inovatif  bersama pengurus mupel ylnya membuat pembinaan karyawan jemaat semupel Jakarta utara untuk menambah wawasan bagi para pegawai gereja dalam bekerja dan bertemu dengan banyak orang dengan baik dan manis dlsbnya.

MERAYAKAN HARI BAHARI DALAM IBADAH SYUKUR.

Para pelaut dan mantan pelaut bersama keluarganya sangat beryukur adanya ibadah hari bahari ini, mengingat teman-temannya, suaminya, ayahnya yang sementara berjuang melawan ombak yang ganas untuk dilewatinya, kenang seorang mantan pelaut seusai ibadah hari bahari ini.

Image

Keluarga pelaut senang sekali mengikuti ibadah hari bahari dan mendoakan para suami yang sedang berlayar di GPIB Jemaat Irene DKI

Memang panggilan mereka untuk bekerja ialah dilaut sebagai pelaut yang handal untuk berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, yang tak jarang terjadi kecelakaan, kematian , kehilangan yang menimpa mereka yang sementara  melayari lautan lepas dengan resiko yang tinggi.

Disisi lain juga  mereka membawa  nama republik Indonesia dan bendera merah putih menjadi kesaksian hidup kepada negara, bangsa, dan warga Negara lain, bahwa warga Negara Indonesia dapat bekerja dan melayani bangsanya serta bangsa yang lain  didunia bahari yang adalah suatu berkat Tuhan tersendiri, dimana nkri ini juga terdiri dari 2/3  wilayahnya adalah lautan.

Untuk itu, tepatlah kalau gereja  mengenal pergumulan umatnya dan menjawab dengan  mengadakan kebaktian  syukur hari bahari, sehingga hari itu adalah hari yang khusus bagi pelaut dan keluarganya, minimal sang isteri dan anak menelepon dan menginformasikan berita ibadah hari bahari ini kepada  mereka yang berada dilepas pantai dan lautan  lepas  samudera raya akan dikuatkan imannya dalam menjalani tugas  baharinya itu.

PASTORY EIRENE DIAPIT OLEH EMPAT BUAH  KAFE.

Sejak pukul 17.00 hiruk pikuk, mundar mandir petugas kafe yang sering kali melewati pastory dimana ia tinggal, dan tak jarang terdengar lagu rohani, sambil berjalan bernyanyi tanda bahwa ia adalah orang Kristen.

Image

sering terusik dengan bunyi musik yang menggetarkan sendok dan garpu di Pastori Irene

Bahkan ada kafe yang bernama “ tou mou tou” berada pada deretan pastory arah timur kira-kira 75 meter dari pastory, sehingga dimalam hari suasana sekitar pastory seperti pasar malam, para premanlah yang menguasai sekitar halaman dari radius 75 meter lingkaran kafe-kafe itu.

Kebaktian dalam kafe pernah diadakan karena salah satu pengurus kafe kehilangan anggota keluarganya untuk selama – lamanya atau meninggal dunia, dimana pengurus itu adalah warga jemaat eirene tanjung periok

Pelayanan rohani juga diadakan, gereja dan para pelayannya memperhatikan mereka, sesuai dengan kebutuhan rohani dan pelayanan kepada mereka sebagai umat Tuhan

Pada suatu malam terjadi keributan didepan pastori yang dapat ditonton dan didengar dari lantai dua pastory, dari dua pemuda  yang setengah berteriak mau saling menikam dengan pecahan botol bier, siwanitanya  datang  melerai dan memeluk mereka dan mengatakan “ingat Tuhan Yesus” …berarti  mereka adalah orang Kristen.

Inilah kenyataan dan situasi jemaat pelabuhan yang keras dan kaku, karena pelaut-pelaut itu haus akan hiburan, dimana rohaninya kering, mereka diombang ambingkan gelombang laut siang dan malam, sehingga  ketika mereka turun kedarat wajar mencari hiburan kata seorang pelaut, tuturnya sembari membela rekannya  yang pesta  dikafe – kafe ini

Dari suasana itulah maka majelis jemaat gpib eirene menjawab  kebutuhan rohani ini dengan   membuka ibadah hari minggu malam jam 19.00 wib, untuk menjawab masalah  dan pergumulan mereka ini dan ibadah  jam 19.00 ini  gedung  gereja penuh karena banyak pelaut yang turun dari kapal ketika bersandar dipelabuhan internasional tanjung periok, bahkan tak jarang ada koor dan vocal group dari pelaut yang melapor untuk memuji nama Tuhan dalam ibadah minggu sebagai kesaksian dan pujian kepada Tuhan.

Dipublikasi di Uncategorized | 8 Komentar

Seri V: DARI BANTEN KE BATAVIA I ( T M I I & LUBANG BUAYA )

MENJADI KOORDINATOR REGIO I – SELATAN – MUPEL DKI.

Dalam posisinya sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia – bintaro jaya,  ia dipilih menjadi  koordinator regio I – selatan  – mupel DKI – Jakarta.

Image

Tidak menyia-nyiakan kepercayaan Mupel untuk menangani regio I (Jakarta Selatan) Mupel DKI dalam membantu pengurus mupel DKI yang begitu sibuk

Kedudukan ini  diberlakukan untuk membantu badan pelaksana (bp) mupel DKI yang wilayahnya  luas dan aktivitasnya yang padat, sehingga sering tak dapat dijangkau oleh BP MUPEL DKI  Jakarta ini

Ditengah tengah kesibukannya sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib  filadelfia, ia menyempatkan waktu untuk mengkoordinir jemaat – jemaat gpib se-regio I selatan ini.

Bersama ibu-ibu pendeta seregio selatan untuk  megunjungi pendeta-pendeta yang mengalami pergumulan berat dan untuk sementara non aktif dari kedinasannya, dimana  mereka berdomisili didaerah selatan  ini,  yang otomatis ia hanya menerima gaji pokok saja karena tidak berdinas.

Menghadiri pertemuan mupel untuk mengembangkan mupel dki menjadi beberapa mupel, tapi masih berat tantangannya, karena sudah enak  menjadi satu mupel   se dki-Jakarta bahkan termasuk tangerang,  bekasi  .

Membuka dan mendoakan  pertandingan bola basket gp seregio selatan, untuk mempererat hubungan tali  silaturahmi antar anggota gp seregio selatan ini.

MENGIKUTI  P 4  TINGKAT   N A S I O N A L

Dalam menjalankan tugas sebagai pendeta GPIB  yang siap ditempatkan  dimana saja, dimana wilayah gpib ini hampir 2/3  dari Indonesia, maka perlu wawasan nasional.

Salah satu wawasan  nasional  yang  memberi pemahaman kepada setiap warga Negara Indonesia ialah pancasila dan uud’45. Untuk mengenal lebih jauh tentang  pancasila, maka setiap warga Negara Indonesia diharuskan untuk mengikuti p4.

Image

bertemu dengan para utusan daerah al: Dandim, Kapolres, Danlanal, Sekwilda, dll. untuk menyamakan persepsi nasional dlm melayani masyarakat

Selama ia bertugas di Kalimantan selatan, tepatnya di jemaat gpib  maranatha  Banjarmasin, ia sudah mengikuti p4 tingkat propinsi …40 jam, dimana disana  belajar mengenal orang lain utusan dari kabupaten kota dan bersama –sama  berdiskusi tentang kepelbagaian suku, agama dll di Indonesia  tercinta ini…yang adalah bersama punya kepentingan untuk memelihara persatuan dan kesatuan Negara  Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini

Kini untuk meningkatkan pemahaman lebih  berdaya guna dan berhasil guna serta lebih luas lagi, maka gpib mengutusnya bersama-sama  dengan beberapa pendeta yl untuk mengikuti p4 tingkat nasional selama 144 jam….18 hari

Disana bertemu teman-teman utusan berbagai instansi dari propinsi seluruh Indonesia, ada yang berstatus Dandim, kapolres, Danlanud, Danlanal, asisten gubernur bahkan sekwilda, juga isteri menteri dllsbnya.

PENDETA THEO BERADA DI KELAS  NUSA – III- P4 TINGKAT  NASIONAL.

Dikelas ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari utusan semua daerah dan instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk menyamakan pandangan/persepsi nasional sebagai pemimpin dan calon pemimpin yang dipercayakan instansinya.

Image

Menambah wawasan nasional bersama teman-teman utusan daerah untuk memberi warna pancasila dan UUD 1945 di instasinya masing-masing

Tentu ada suara yang sumbang tentang pancasila, tentang persatuan nasional dan  sebagainya, tetapi justru dengan adanya suara itu ada waktunya untuk  analisis, refleksi dan penyamaan  pandangan, sehingga mereka yang keluar dari p4 tingkat nasional ini sudah memiliki kemapanan dan kemantapan  cara berpikir, berinterkasi dan memandang untuk berkorelasi dengan  memberi inspirasi positip pada  relasinya, siapapun orangnya  akan saling mempengaruhi dan membangun  dengan wawasan nasional  dalam konteks Negara kesatuan Republik Indonesia ini yang berazaskan pancasila dan UUD’45.

Pendataan daftar hadir baik mulai masuk jam 08.00 maupun keluar jam 16.00 sangat ketat untuk mendapat kondite, selain dalam pelajaran dan berinteraksi dalam diskusi serta penyampaian materi makalah,  jika ada yang sakit atau halangan satu hari saja, maka dipandang gugur dan ia harus ulang dari pertama, jika mau mengambil sertifikatnya.

Tiba-tiba ada nota  yang bunyinya sangat mengagetkan tetapi membanggakan : pa  pdt Theo yth “nanti presentasi  materi saya, jangan terlalu banyak dikomentari, nanti jika tanggapan kurang pas nanti nilai plusnya kurang untuk calon manggala, saya  dipersiapkan untuk itu “ terima kasih pa…pendeta Theo.”.! nota ini datangnya dari teman baik. Letkol TNI AU Joko Petrus, Komandan Lanud El Tari – Kupang – NTT.

Dengan adanya nota ini pendeta Theo menahan diri dalam komentar-komentarnya, ketika ia mempresentasikan materinya dan….betul selain dia adalah  peserta yang cukup menonjol dikelas nusa, hasil presentasi makalahnya ini, ia terpilih menjadi calon manggala…sedangkan Pdt Theo kurang  satu poin untuk calon manggala tetapi ditetapkan menjadi  pembina  P 4 tingkat propinsi

Tetap berkawan baik dengan pak Joko Petrus ini  setelah usai  mengikuti P4 tingkat Nasional. Saling berkomunikasi ketika  ia selesai manggala  di Bogor dan kembali ke Kupang NTT…pindah ke Pekanbaru sebagai Komandan lanud  dalam pangkat Kolonel .dan sampai pindah ke Madiun dan Jakarta dalam  pangkat  Brigjen TNI AU   atau Laksma TNI AU

BERSAMA YAYASAN DIASPORA, MEMBANTU MEREKA YANG  PUTUS SEKOLAH

Cara pandang berdasarkan visi dan misi Yayasan Diaspora

Image

Salah satu pelayanan yg mulia  :  memperhatikan anak-anakputus sekolah  untuk melanjutkan studinya sampai tamat

ini hanya sederhana saja,  yaitu melayani dan melayani mereka yang perlu dilayani dalam kebutuhan yang mendasak, urgen dan perlu diselamatkan dari  keterpurukan & ketidak mampuan untuk mencapai tujuan akhir perjuangannya

Pasti menggembirakan dan memuaskan, mereka yang tidak bersekolah  selama ini, karena berbagai hal terutama masalah bayaran sekolah dapat diselesaikan dan dituntaskan, sehingga ia kembali sekolah lagi.

Melayani dan membantu beberapa anak  putus sekolah, sehingga mereka  dapat melanjutkan sekolahnya dengan baik, memang harus hati-hati, karena ada yang dapat saja salah gunakan niat baik Yayasan  Diaspora ini dengan cara menguntungkan diri sendiri. Tapi Puji Tuhan Yesus, banyak anak diselamatkan dari  kehilangan masa depan mereka, menjadi  ceria dan bersemangat lagi

PENDETA NITTI DARI GMIT DIBANTU OLEH  “DIASPORA”  SELESAIKAN  DESERTASINYA.

Selamat pagi pa Pdt Theo. Apa khabar ! selamat pagi juga pa pdt  Nitti, khabarnya baik saja………..

Image

Menolong/-melayani mereka dengan tulus untuk menolong dan melayani  banyak orang

Saya ada perlu  sedikit  pak   pendeta :  kalau ada jalan… ada yang mau bantu saya untuk   menyelesaikan  kuliah S3 di STT jakarta…tinggal desertasinya yang sementara digumuli saat ini untuk diselesaikan….ada hambatan soal keuangan yang belum cukup untuk menyelesaikannya

Pagi itu sangat cerah, sehingga pdt Theo mengambil telepon dan berbicara dengan ketua yayasan  Diaspora  bapak pen. Nico Semen, ia dengan gembira menerima dan merespons berita pa Pdt Nitti dari GMIT – Kupang NTT ini dan siap serta sanggup untuk membantunya melalui yayasan diaspora.

Seperti  gayung bersambut, prosesnya  begitu lancar dan singkat, sehingga dalam waktu hanya dua minggu realisasinya mulai berjalan namun penyaluran bantuan dananya  perbulan, sehingga  menambah semangat bagi sang pendeta gmit ini untuk menyelesaikan desertasinya dalam rangkaian studi S3 nya di STTh jakarta ini.

Puji Tuhan  tidak sampai setahun, pendeta Nitti dalam semangat yang luar biasa  dapatkan penyaluran dana dan menyelesaikan studi S3 nya tepat pada waktunya, untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan dimana ia kembali mengabdikan diri di gmit Kupang – NTT.

Terima kasih pa pdt Theo, terima kasih  pa Pen Nico Semen dengan yayasan Diaspora-nya  yang sangat menolong saya dan boleh selesaikan tepat pada waktunya studi S3 saya, dan… selamat tinggal, karena saya akan segera kembali ke  gmit Kupang – NTT  untuk melaporkan diri  dan mengabdi disana.

KULIAH DI U.T. FISIPOL – ADMINISTRASI.

Untuk menambah wawasan, maka ditengah – tengah kesibukan pelayanannya,  ia menyempatkan  diri  untuk mendaftar sebagai mahasiswa universitas Terbuka, fakultas Sosial – politik  jurusan administrasi.

Ia

Image

memahami dan mendalami disiplin ilmu lain: Fisip UT untuk menambah wawasan pelayanan dalam menghadapi warga jemaat …yg berbeda-beda latar belakangnya…….. tertarik untuk menambah wawasan kuliahnya di  Universitas terbuka ini, karena sistim belajarnya mandiri, memang ada tutor yang siap membimbing  sejumlah mahasiswa yang tergabung menjadi satu kelas, tetapi ia memilih tidak bergabung dalam kelas tutor itu karena terlalu sibuk dalam pelayanan di jemaat gpib filadelfia ini; Untuk itu ia memilih hanya membeli buku paket sesuai petunjuk dalam  kurikulum semester itu di koperasi  UT dan  ia belajar sendiri secara mandiri.

Hal ini didukung oleh majelis jemaat gpib filadelfia cq pimpinan harian majelis jemaat (phmj) filadelfia, baik secara keuangan, maupun pengertian kesempatan karena waktu pelayananya tidak terganggu, tinggal bagaimana mengatur waktu  tersendiri untuk melayani sambil belajar secara mandiri itu.

Kuliah sistim jarak jauh yang ditempuh pdt Theo ini dilaksanakan dengan kesempatan seadanya, namun ia bisa mencapai  100 sks sebelum pindah dari jemaat gpib  filadelfia bintaro jaya.

KELAS KATEKASASI JARAK JAUH

Berdasarkan pengalaman kuliah jarak jauh yang ditempuhnya di universitas terbuka dan mendengar keluhan-keluhan mereka yang belum sidi walaupun punya kerinduan untuk belajar,

Image

sibuk seperti seorang pilotpun dapat diselamatkan melalui kelas katekisasi jarak jauh untuk diteguhkan menjadi warga sidi jemaat

tetapi karena kerja maka sukar untuk mengambil waktu belajar bersama di kelas, maka ia membuka kelas jarak jauh untuk menjawab masalah mereka ini

Kepada mereka itu sudah disiapkan map paket pelajarannya dikantor, dan  semua yang mendaftarkan diri diwajibkan untuk membeli paket tsb, kemudian bertemu dengan pdt Theo untuk menerima pengarahan

Beberapa dari antara mereka kerja dilaut sebagai pelaut dengan frekwensi turun kapalnya itu tidak menentu, namun jika mereka turun, maka ia melaporkan diri untuk diadakan konsultasi, pembinaan dan evaluasi

Seorang penerbang Merpati  yang bernama Nikolas Daud juga lulus dan disidi dengan cara ini,  sehingga jadwal tugas penerbangannya tidak terganggu, tetapi ia dapat selesaikan pelajaran kelas katekasasi jarak jauh  ini dengan baik…dan diteguhkan  menjadi anggota sidi jemaat gpib filadelfia Bintaro – jaya.

KALAU HARI INI SAYA TIDAK SIDI………!

Kata seorang bapak pensiunan pertamina, ia mengekspresikan kegembiraanya pada waktu bersalaman  sesudah ia disidi dan berkata “ kalau hari ini saya tidak sidi, maka saya  orang yang paling ketinggalan dalam keluarga, karena hari ini juga anak saya yang bungsu di sidi di jemaat gpib Paulus” , berarti dia….. sidi baru  yang  pensiunan ini tidak menghadiri peneguhan sidi anak bungsunya, demi  menerima peneguhan sidi bagi dirinya, sehingga mendapatkan status  warga sidi jemaat, walaupun sistim belajarnya secara jarak jauh.

Image

Kalo hari ini saya tidak sidi, saya adalah orang yang paling terbelakang secara rohani, karena hari ini juga anak saya yang bungsu diteguhkan  sidinya di GPIB Paulus

Puji Tuhan bahwa sistim belajar jarak jauh yang diterapkan oleh  pdt Theo Natumnea ini, dapat menolong dan menyelamatkan banyak orang baik  yang usia  lanjut, sangat sibuk, kerja di laut dan udara serta  kerja  diluar negeri  seperti Arab Saudi dlsbnya, sehingga mereka  bisa menerima pendewasaan iman dan sidi sebagai anggota penuh  dalam gereja / jemaat sebagai orang percaya sesudah melalui saringan ujian tulis dan lisan  sebagai  evaluasi  paket pelajarannya sebelum menerima peneguhan sidi

JALAN PAGI DENGAN PAK TONY WAWORUNTU

Salah satu hoby yang  tidak pernah dilupakan, termasuk jenis olah raga yang murah dan meriah ialah berjalan kaki pada pagi hari apakah seminggu sekali atau dua kali atau seminggu tiga kali ? tergantung  keadaan capek dalam pelayanan atau tidak pada heri kemarinya.

Image

Sudah Janjian: “kalo beta bangun duluan, gedor pintu rumah pak Toni, kalo beta masih tertidur pak toni gedor pintu pastori bangunkan pdt Theo: Ayo bangun jalan Pagi, sudah jam 05.00

Di bintaro jaya ia berteman  jalan  yang sama semangatnya yaitu  bapak Tony Waworuntu yang adalah ketua II phmj, dimana rumahnya berdekatan dengan pastory jemaat gpib filadelfia  pdt Theo berdomisili itu

Dikatakan sama semangatnya karena  bergantian memanggil, ada kalanya ia yang memanggil Pdt Theo,  adakalanya pdt Theo yang menggedor rumahnya, bergantian, siapa yang bangun duluan di pagi subuh jam 05.00 itu

Sambil berjalan bercerita tentang apa saja, terutama tentang perkembangan pelayanan gereja Tuhan yang sedang dilanda  kehidupan berjemaat yaitu gereja kharismatik, jika dibandingkan dengan gereja-gereja kita yang  bersifat  orthodox. Bahwa semua perkembangan ini menjadi pelajaran dan cemeti  bagi kita untuk mencermatinya dan mengevaluasi ulang jemaat kita yang tumbuh bersama  dikota Jakarta  khususnya bintaro jaya ini

MELAYANI  PDT PROF. DR. J.L.CH ABINENO

Image

dalam usia tuanya menjadi warga jemaat philadelfia, dimana pendeta-KMJ nya adalah anak kampung dari Baun juga. tempat kelahiran Prof. DrJ>L>Ch. Abineno

Dalam usia  tua, mereka  mendaftarkan diri sebagai warga jemaat gpib Filadelfia Bintaro – jaya, salah satu tokoh nasional  di bidang gereja, theologia dan masyarakat Indonesia ini

Siapa yang tidak kenal dengan nama besar  Prof.DR J.L.Ch. Abineno, dalam  buku-buku theologianya yang semakin banyak dan mendunia, karena itu setiap kali kunjungan kerumahnya untuk berdoa, ketika mau pulang , dihadiahkan dua …tiga buku… katanya “ ini baru terbit di BPK  gunung mulia.”

Ia sangat senang, …karena diberinya pelayanan untuk membina anggota majelis jemaat gpib  filadelfia dengan tema-tema yang  ada kaitannya dengan buku-bukunya  dan  pelayanan  di jemaat filadelfia Bintaro- jaya ini.

Melayani perjamuan kudus  kerumahnya, sehabis perjamuan kudus di gereja, untuk memberi semangat   dan memang  haknya untuk mendapat pelayanan saat ia sedang sakit dan tak dapat berjalan jauh untuk mengikuti perjamuan kudus di gereja…bahwa ada waktunya untuk melayani, tetapi juga ada waktunya pula untuk dilayani.

Setiap bertemu dalam pelayanan selalu ada nasehat seperti seorang bapa dengan anaknya, maka bapak yang ahli  theologia dan penggembalaan ini sederhana dan berwibawa dalam penampilannya yang didampingi tante  Beth Abineno isteri tercinta yang  selalu senyum tawa, kalau cerita mengenai timor … Amarasi….. khususnya …Baun..kampung halaman  kedua pendeta ini  tempat  mereka dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana  damainya  desa yang alamaiah itu

KETIKA PDT PROF.DR.J.L.CH ABINENO DIMULIAKAN TUHAN.

Walaupun ia adalah tokoh nasional,

Image

Ia mengajarkan pelayanan pastoral yang kemudian dipakai untuk melayaninya dihari tua sampai dimuliakan Tuhan

tapi status keanggotaan gerejanya adalah warga jemaat gpib filadelfia bintaro-jaya, ketika ia  dimuliakan Tuhan maka  segala sesuatu diatur dan dikoodinir oleh majelis jemaat gpib filadelfia, dimana ketua majelis jemaatnya adalah Pdt Theo Natumnea anak dari kampungnya sendiri

Memberi kesempatan untuk memimpin kebaktian penghiburan baik siang maupun malam kepada beberapa instansi al:  PGI, STTh Jakarta, LAI,… GMIT…. dllnya  untuk mengambil bagian dalam pelayanan dan penghormatan terakhir kepada kekasih kita ini, yang sangat disayangi  oleh semua  instansi tsb diatas  karena ia  pernah ambil bagian dan memimpin, melayani  serta  punya  figur kebapaan  ini.

Ketua Ikatan keluarga  Amarasi (Ikarasi) jakarta  bp Hengki Kote dalam sambutannya  menguraikan sepak terjang  ikarasi, karena adanya tokoh-tokoh  orang Amarasi di Jakarta ini  dan puji Tuhan  dimuliakannya  Pendeta Prof DR  J>L>Ch Abineno dijemaat Filadelfia Bintaro- jaya ini  juga pendeta/ketua majelis jemaatnya pdt Theofilus Natumnea  adalah  anak amarasi & anggota Ikarasi atau semuanya berasal dari kecamatan Amarasi di Jakarta ini.

Demikian juga sambutan dari Pen Toni Waworuntu a/n majelis jemaat gpib filadelfia menyampaikan semangat kebapaan beliau selama membina  jemaat ini, supaya ada roh persatuan dan kesatuan dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian  jemaat gpib filadelfia ini.

Ibadah pemakaman di tanah kusir dilayani oleh ketua majelis sinode gmit pdt DR Toby Fobia, … menutup terakhir liang lahat dengan selembar kain tenun timor yang lebar dan berwarna-warni mau mengatakan: “selamat jalan putera timor-amarasi , pejuang gmit dan gereja Indonesia, Tuhan memberkati dan bersamamu amin “

DUA ORANG TERPILIH DI MAJELIS SINODE GPIB DARI FILADELFIA

Mungkin pertama kali dalam sejarah gpib, atau  jarang terjadi,  bahwa dua anggota majelis jemaatnya  terpilih sekaligus menjadi anggota majelis sinode gpib yaitu Pen. Tony Waworuntu  dan pen Nico Semen

Image

jarang terjadi, tapi itulah kenyataanya dua presbiter philadelfia terpilih menjadi majelis sinode GPIB

Memang orang kenal pergumulan jemaat gpib filadelfia, sehingga terangkat kepermukaan dan figur kedua  anggota majelis jemaat gpib filadelfia ini juga punya nama yang sudah dikenal di kalangan gpib.

Dalam pemilihan anggota majelis sinode gpib, pen Toni waworuntu terpilih menjadi  ketua II serta pen Niko Semen terpilih menjadi Bendahara, suatu hal yang luar biasa terjadi dalam satu persidangan sinode gpib, tetapi itulah kenyataannya yang terjadi dan menggembirakan di jemaat filadelfia ini

Dalam ibadah syukur bersama pendeta Theo  sudah  mereflesikan dan memberikan suara nubuatan, bahwa Tuhan punya rencana yang baik bagi kedua kekasih kita ini, bahkan akan terjadi lebih heran lagi diwaktu yad untuk dipakai Tuhan pada instansi lain yang lebih  besar dan luas lagi agar menjadi berkat bagi banyak orang untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan

Hal ini membuat komunikasi jemaat gpib filadelfia dengan majelis sinode  gpib menjadi  semakin akrab untuk menyelesaikan segala  bentuk pelayanan dan pergumulan  untuk menjawabnya semakin jelas dan ringan…seperti pepatah “ ringan sama dijinjing, berat sama dipikul “, sehingga jemaat gpib  filadelfia  mengangkat mata dan membuka telinga untuk melihat dan mendengar keluhan pelayanan dari jemaat kecil seperti jemaat Koba dan jeamaat Taboali di pulau Bangka serta mengadopsi dan membantu tanggung jawab keuangan dalam pelayanan kedua jemaat ini

RAPAT DENGAN Ir CIPUTRA UNTUK  GEDUNG GEREJA  FIADELFIA.

Diundang rapat beberapa kali untuk urusan gedung gereja  milik yayasan pembangunan jaya yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia, jemaat advend hari ketujuh dan jemaat gpdi-pentakosta.

Image

kata Ir. Ciputra, “kalo jual gedung gereja berdosa!, tetapi berikan cuma-cuma kepada jemaat GPIB Philadepia juga berdosa, …karena itu kami berikan dengan catatan ada kewajiban ikut membangun gereja baru di sektor IX

Yang diundang rapat hanya majelis jemaat gpib filadelfia adalah penanggung jawab dan pemakai utama gedung ini, yang   mengurusi gedung ini sejak diserahkan  oleh ciputra kepada gpib untuk dipergunakan, karena satu-satunya gedung gereja di  perummahan Bintaro jaya ini.

Tentu  melalui perjuangan yang panjang dan  dengan kearifan yang baik dan berhikmat dari Tuhan baik memakai pihak pembangunan jaya dan Ir Ciputra sendiri serta pihak gpib ysng diwakii team  tiga serangkai ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen Ny suwarno dan Dkn ny Sisca wagey sebagai alat Tuhan, semua harus sadar bahwa semua ini datangnya dari Tuhan…untuk hormat dan kemuliaan bagi namaNya.

Bersama dengan pen ibu suwarno dan dkn  ibu Sisca wagey mereka bertiga sebagai team  a/n majelis jemaat gpib filadelfia dipanggil oleh pihak ciputra dan pembangunan jaya untuk mengadakan rapat secara marathon tentang status gedung gereja bintaro ini

Ir ciputra menyampaikan bahwa gedung gereja ini milik yayasan pembangunan jaya, dan kini yayasan pembanguna jaya berniat untuk membangun sebuah gedung gereja lagi di wilayah bintaro jaya sektor VII, untuk itu mau dikemanakan gedung gereja yang berlokasi di sektor III ini

Kata Ir ciputra : “kalau mau dijual kepada gpib rasa berdosa, karena gedung gereja tidak boleh diperjual –belikan….tetapi kalau diberikan secara cuma-cuma  kepada gpib juga rasa berdosa, karena nanti warga jemaat ini dinina bobokan, tanpa berjuang, tanpa berusaha  sudah memiliki gedung gereja, karena itu dikala  kami membangun gedung gereja baru di sektor VII, maka  jemaat gpib filadelfia diberikan beban / kewajiban  menanggung biaya untuk turut membangun gedung gereja baru itu sebesar Rp 600.000.000 dengan catatan  gedung gereja  bintaro lama  yang  berlokasi di sektor III bintaro- jaya ini diserahkan kepada  gpib menjadi miliknya”

Hal ini  tentu diterima dengan sukacita oleh tiga serangkai utusan/ team majelis jemaat gpib Filadlfia ini yaitu Pdt Theo Natumnea, pen ny, Suwarno dan dkn Ny Sisca Wagey dan dilaporkan kepada phmj  filadelfia serta pleno untuk segera mencari dana tsb…dalam rangka melunasi kewajibannya

Rapat bersama dengan ciputra dan  beberapa direktur pembangunan jaya  secara terpisah  ini bukan hanya sekali, tetapi berlangsung beberapa kali, kadang-kadang diadakan rapat dikantornya  diBintaro jaya bahkan beberapa kali rapat  dengan ciputra di kantor pembangunan jaya  sudirman, sehingga akhirnya rapat marathon ini berlangsung kurang lebih setahun sambil mereka mengukur kemampuan dan keseriusan pihak gpib untuk melunasi kewajibannya yaitu  tekad untuk turut membangun gedung gereja  baru di sektor VII  bintaro jaya ini

Puji Tuhan, akhirnya pelunasan  dari waktu ke waktu berjalan terus sampai mencapai pelunasan lebih dari sebagian yaitu Rp 400.000.000  karena Tuhan membuka  jalan bagi warga jemaat filadelfia sebelum  kepindahan pdt Theo Natumnea.

PEMISAHAN DENGAN GEREJA ADVEN & PENTAKOSTA…BINTARO –J A Y A.

Berita  ini tersebar begitu cepat tentu disertai surat

Image

gedung gereja itu menjadi milik GPIB Filadelfia, maka gereja Advent dan GPDI pindah kelokasi yang lain

pemberitahuan tentang pemilikan gedung gereja ini, sehingga gereja advend hari ke tujuh memisahkan diri dalam pemakaian gedung ini kerena mereka sudah memiliki gedung sendiri atas upaya dari pada  warga jemaat advend.

Demikian juga jemaat gpdi-pentakosta yang masih bertahan beberapa lama, walaupun sempat berkeras dalam hal pemakaian gedung gereja bahkan menempelkan  rambu – rambu gereja pentakosta didepan jalan besar,  namun mereka menyadari bahwa gedung ini bukan lagi milik yayasan pembangunan jaya, tetapi sudah menjadi milik gpib, maka merekapun mencari jalan untuk memiliki gedung gereja tersendiri, sehingga akhirnya  puji Tuhan, jemaat gpib filadelfia sebagai pemakai utama gedung gereja bintaro ini menjadi pemilik gedung ini…melalui suatu proses yang sulit dan panjang untuk menyadarkan jemaat gpib filadelfia, bahwa bergumul, berjuang dan memiliki  sebuah gedung gereja itu tidak gampang…harus berjuang  keras dan disertai pengorbanan..yaitu ikut membangun gedung gereja di sektor VII bintaro jaya…dengan kewajiban menyumbangkan  dana  Rp 600.000.000 itu

Hal ini membuat proses pemilikan gedung maupun pemisahan gereja adven dan gereja pentakosta yang turut memakai gedung ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga tidak terasa  gedung  gereja  milik yayasan pembangunan Jaya ini sah menjadi milik gpib yang dipergunakan oleh jemaat gpib filadelfia bintaro jaya tanpa menimbulkan efek dan gejolak sosial lainnya.

FILADELFIA MENERIMA PDT H ONGIRWALU DALAM  RANGKA  PEMULIHAN.

Sesuai pendekatan majelis sinode gpib dan diteruskan dengan surat tentang pemulihan, sesuai percakapan  dengan pdt Ongirwalu bahwa ia setuju untuk diadakan peninjauan ulang terhadap dirinya untuk pemulihan dari sk pemecatannya karena tidak melaksanakan mutasi ke Surabaya.

Image

MS menegaskan GPIB Filadelfia menjadi tempat pemulihan Pdt. Ongirwalu dari status Quo

Majelis jemaat mempersiapkan  rumah, karena pastori milik gereja hanya satu  yang ditempati oleh pendeta/ketua majelis jemaat Filadelfia pdt Theo Natumnea, maka untuk pastory II dikontrakan rumah disektor V bintaro jaya,  yang  telah diisi dengan kursi tamu, sofa, kulkas dlsbnya sebagaimana keperluan keluarga tsb.

Bersama Pdt.Ongirwalu dalam kunjungan orientasinya, melihat pastori II tsb dan menyerahkan kunci untuk siap ditempati  dan mengisi barang-barangnya dalam  status pemulihan tsb, tentunya sebelumnya “berdoa bersama dengan team majelis jemaat” yang bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatu tentang pastori II ini. Adapun  anggota team tsb al.  pen ibu Tuapatinaya, pen Laduu muda dan  bapak Kace Lilipaly mewakili  bppj jemaat  gpib filadelfia bintaro – j a y a.

Menunggu dan menunggu… sang pendeta tidak kunjung datang….pastori II pun berdebu dari hari ke hari bahkan berminggu, maka pdt Theo beranikan diri meneleponnya tentang kedatangannya mengisi mobiler dan alat dapur pastori II sesuai kesepakatan antara majelis jemaat filadelfia dengan pdt Ongirwalu….; Ia mengatakan  : “sebenarnya saya sudah mau  datang dan siap untuk melaksanakan pemulihan ini, dan segera mengisi pastori II jemaat filadelfia yang telah dikontrakan oleh jemaat  itu sesuai pertemuan kita, tetapi ketika  siap-siap mau berangkat datanglah sekelompok orang yang menahan saya untuk tidak keluar  meninggalkan pastori effatha ini…atau tidak boleh meninggalkan mereka “

Sia-sialah kontrakan yang telah dibayar itu… dan sirnalah usaha majelis sinode gpib untuk menyelesaikan masalah effatha dengan  pemulihan bagi pdt Ongirwalu yang sudah berada beberapa tahun di Effatha tanpa sk majelis sinode  gpib itu

MENGAPA SUDAH YA & BERDOA, TAPI TIDAK  MASUK RUMAH YG DIKONTRAKAN ?

Itulah pertanyaan dari banyakan orang yang ditujukan kepada Pdt Theo Natumnea sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia, “ada  apa yang sedang terjadi “ ?

Image

telah tersedia rumah lengkap dengan fasilitas; tempat tidur, kursi tamu, alat dapur, dll. tetapi mengapa tidak jadi masuk?

ada yang dengan setengah marah karena sudah buang uang untuk kontrakan rumah bagi pdt Ongirwalu,  ia datang dan berdoa diirumah itu dan sudah siap masuk  tetapi tiba-tiba tidak jadi, karena itu  ada yang sinis karena  yang bersangkutan … tidak punya pendirian dlsbnya….itulah refleksi dan curahan hati, kemarahan  yang dituangkan dalam bentuk tanda tanya  kepada pendeta Theo yang menerima semuanya ini…tentang pdt H. ongirwalu.

Seolah-olah dia pura-pura bertemu majelis jemaat gpib filadelfia, bertemu dengan pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat…bersama team meninjau rumah yang telah dikontrak majelis jemaat dengan bayaran kontan itu, ia meninjau, bersama berdoa  dan ya….apakah dia punya perasaan atau tidak bahwa  datangnya… dan sedianya… maka uang gereja sudah keluar begitu banyak ?…demikianlah pertanyaan  warga jemaat yang tahu masalah ini di telinga majelis jemaat & pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat gpib filadelfia !

Sanggupkah pendeta Theo Natumnea  menanggung semua  ini ? ya kita punya Tuhan…dan…sebagai ketua majelis jemaat harus menerima, menampung dan menanggungnya, namun….kita punya pimpinan yaitu majelis sinode gpib yang mencari jalan keluar bersama jemaat gpib effatha dengan 32 majelis jemaatnya yang masih berada  dipihak sinode ini akan mencari jalannya yang terbaik, supaya  ibarat “ benang kusut dalam tepung, diambil dengan hati-hati, agar benangnya jangan terputus, tetapi tepungnya jangan terhambur- hambur ”

Berdoalah kepada Tuhan supaya, Ia yang punya gereja memberi jalan keluar yang terbaik ( I kor 10:13) untuk dapat menyelesaikan masalah ini  dan seperti ibarat tadi maka “ benang  persekutuan jangan terputus baik antara majelis  sinode gpib dengan jemaat – jemaatnya, khususnya warga jemaat effatha dengan warga  jemaat effatha sendiri yang 32 anggota majelis jemaatnya dipihak sinode dan lainnya dipihak  pdt H.ongirwalu,  dan…tepung persekutuannya jangan terhambur dan terpecah jemaatnya, karena masalah yang satu ini. Ingatlah Tuhan selalu berdoa supaya  gerejaNya menjadi satu sama seperti Bapa dan Yesus dan Roh kudus menjadi satu ketika menjalankan misi keselamatanNya dalam dunia yang penuh dosa, kejahatan  dan  pergumulan , untuk mencapai kita umat manusia yang berdosa dan menjadi  kita anak-anak tebusanNya.

PDT ONGIRWALU PUNYA ALASAN DI EFFATHA

Bahwa pada saat itu  sesuai keputusan persidangan sinode gpib untuk meningkatkan kesejahteraan gpib, salah satu jalan adalah pendaya gunaan harta milik gpib yang tidak berfungsi dan yang tidak terurus diwilayah  Indonesia ini.

Salah satu  obyek yang dilansir untuk didayagunakan adalah tanah dan gedung gereja Effatha yang sangat strategis di wilayah  blok M kebayoran baru jakarta selatan

Image

ingin mempertahankan tanah dan gereja effatha sebagai aset GPIB, menurut versi mereka

Dalam  kerangka  semua itu ada gerakan  dan negosiasi yang mencirigakan  dan  sementara berjalan dengan pihak – pihak investor, maka ia bersama kelompok majelis jemaat ingin mempertahankan tanah dan gereja supaya tetap berada dalam eksistensinya sebagai gedung gereja  di blok M  ini

Dalam kaitan dengan semuanya ini,  maka  semua surat keputusan majelis sinode gpib  tidak berlaku bagi dirinya termasuk mutasi yang harus diterimanya kejemaat lain.

Hal ini menimbulkan  kontroversi dalam tubuh gpib terutama antara majelis sionode dengan jemaat effatha, sehingga  muncullah fenomena perlawanan  secara frontal horisontal ini

Apapun alasannya, bertahan lama dalam satu jemaat itu tidak mendidik kepada generasi muda, para pendeta muda yang melihat contoh yang tidak baik dari seniornya, maka hal ini bisa berulang kembali  dalam perjalanan pelayanan gpib dimasa yang akan datang.

Harapan dan doa kita  agar semua pelayan firman, semua hamba Tuhan  jangan meniru yang tidak baik, supaya memelihara gpib dan membawa citra gereja yang positip ditengah masyarakat  dan bangsa Indonesia yang sementara mengalami krisis identitas ini

USUL PDT THEO UNTUK PAKAI CARA MENANGKAP KUDA LIAR…DI TIMOR

Yang dimaksud kuda liar ditimor ialah kuda milik orang, semua orang timor selain pelihara sapi juga mereka pelihara  kuda, dimana sapi dan kuda itu dilepas begitu saja alias liar dihutan-hutan rimba dan semak – semak yang berduri.

Kalau sapi…. Harus dihalau/ divoa masuk ramai-ramai kekandang, paling tidak setiap bulan sekali , kalau bisa setiap dua tiga minggu, supaya jangan menjadi liar, apa lagi anaknya yang baru lahir harus diurus, supaya  menjadi jinak terbiasa dengan  gembala ternaknya.

Image

ketika tali itu kena ditangan kuda, maka kuda itu diam saja untuk diapakan oleh tuannya

Tetapi kalau cara menangkap kuda  dihutan tidak bisa divoa/dihalau ramai-ramai, karena kuda larinya kencang satu persatu kejurusan yang tak menentu, tapi ada caranya supaya dia takluk pada tuannya….gembala ternak itu.

Apa caranya ? tuannya harus tahu makanan kesukaan kudanya itu, kalau musim jagung ya…pakai jagung, batangnya yang masih muda / bulir jagung itu atau  dedak padi yang baru ditumbuk untuk ambil berasnya, dedak padinya untuk kuda dlsbnya.

Makanan kesukaanya itu diletakkan  ditempat tertentu seperti dekat  kuda itu tidur disombar pohon,  tidak jauh dari lingkaran kuda itu berkelana dan mencari rumput…..satu meter dibelakang makanan enak ini sudah  siap  tali yang diletakan sebagai jerat,  jika ditarik pas masuk dikaki kuda itu….itulah cara menangkap kuda liar alias kuda miliknya sendiri yang sudah lama terlepas dan menjadi liar. Pemiliknya atau orangnya  yang sudah kenal kuda itu siap memegang tali…menunggu…melihat, kapan kudanya datang makan umpannya itu…meneliti benar bahwa salah satu kaki bagian depan atau disebut tangannya itu sudah masuk ketali itu, maka segera difeut/ditarik, sehingga talinya kena pada kaki depannya, maka kuda itu menjadi bodoh…. karena umpan tadi dimakan dan sudah  kena tali feutnya /penangkapnya itu.

Kuda itu akan diam saja, mau diapakan  oleh tuannya terserah. Biasanya kesempatan untuk dikenakan tali dilehernya yang disebut kabresu, nah…kalau sudah kena kabresu dengan gagangnya, maka kuda itu siap ditunggangi oleh tuanya ditengah hutan itu untuk mencari jalan keluar sampai bertemu jalan besar dan dapat dipergunakan oleh tuannya,…kapan saja dan kemana saja..kuda itu menjadi jinak dapat dipergunakan oleh anggota keluarga lainnya

Demikianlah  cerita asli timor  cara menangkap kuda liar  ini untuk dipakai dalam cara pendekatan dalam masalah ini, karena semua cara sudah ditempuh, baik cara pemecatan dengan sk,   cara pemulihan kerja sama dengan jemaat filadelfia bintaro -jaya dan berbagai cara pendekatan lainnya, namun tidak mampan, satu-satunya cara terakhir yang diusulkan pdt Theo ini kalau mampan  ya …syukur… kalau tidak jemaat effata akan menjadi miliknya secara  congregasional yang pernah diperkenalkannya  waktu itu.

Puji Tuhan…waktu demi waktu habis begitu saja, dan orang demi orang bergantian serah terima secara sah termasuk pdt E kaligis….pdt Rufy Waney.. pdt Theo Natumnea yang kala itu serah terima dari pdt  Rufi waney di kantor majelis Sinode gpib dan beberapa orang lagi tapi tidak jalan dan tidak tergoyahkan  di jemaat effatha ini.

Kini…. dibangunkan kepadanya sebuah rumah yang layak dihuni oleh seorang hamba Tuhan yang sudah berjuang selama ini di jemaat gpib effatha. Semua kelompok dapat menerima cara ini…dan ia juga dapat menerima ini, setelah rumah siap…. maka keluarlah ia dengan segala  persyaratan yang dbuatnya bersama untuk ketenangan jemaat ini dan kemaslahatannya dan  semuanya

Akhirnya, walaupun membutuhkan waktu yang lama ….dan harus panjang sabar…..sabar….dan sabar….cara terakhir yang diusulkan oleh pdt Theo ini yang mampan sebagai jalan keluar ( umpannya mulai dimakan ), sehingga tepung persekutuan tidak terhambur-hambur…jemaat tidak terpecah – belah dan tali persekutuan dan persaudaraan juga tidak terputus, antara pimpinan dengan jemaatnya (effatha), puji Tuhan bagi Dia yang berkuasa  itu tidak ada yang mustahil bagiNya untuk menolong gereja dan jemaat effatha yang pimpinannya masih ……..majelis sinode gpib .!

Puji Tuhan …berhasil…berhasil….   dan berhasil…dan semua  puas serta semua dapat menerima dan  menikmati kebesaran kuasaNya, bahwa Ia  berkuasa untuk gerejaNya dan mengelola gerejaNya dibawah pimpinan majelis sinode gpib dalam sistim presbiterial sinodal yang dianutnya

PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA – JAKARTA.

Image

diterima oleh majelis jemaat yang pro kepada Majelis Sinode GPIB dengan SK Majelis Sinode

Tentu  berdasarkan analisis, penilaian dan pertimbangan berbagai faktor, maka majelis sinode gpib menetapkan  pendeta Theofilus Natumnea selaku  pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha Jakarta berdasarkan surat keputusan  majelis sinode gpib no.1275/96/MS.XVI/kpts

Selama ini tidak pernah  terbetik dihati dan terpikirkan dipikiran bahwa ia akan ditempatkan sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha – jakarta ini

Sejak mendapat surat keputusan majelis sinode ini, membuatnya bergumul karena sudah terang benderang pergumulan effatha yang diketahui melalui persidangan sinode, persidangan mupel dki, pertemuan regio I selatan mupel dki dan juga surat kabar yang meyampaikan berita tentang effatha ini

Menyerahkan kepada Tuhan dalam doa, jika Tuhan menghendakinya dan Tuhan campur tangan  maka tidak ada yang mustahil bagimu untuk memberkati dan menolong hambaMu ini dalam status dan jabatan gerejawi dijemaat gpib effatha yang penuh dengan tantangan dan pergumulan ini.

Mengambil keputusan iman dan memastikan diri untuk menerima setelah bergumul bersama dengan keluarga dalam  jaringan doa dilapisan/ring utama keluarga inti ini

SERAH TERIMA  KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB EFFATHA  DI KANTOR MAJELIS SINODE.

Image

berdasarkan SK Majelis Sinode, Pdt Rufy Waney dan Pdt Theo Natumnea mengadakan serah terima di kantor MS untuk ketua/pendeta jemaat Efatha

Disana sudah siap pdt Rufi waney sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha   sk lama  untuk menyerahkan kepada pdt Theo Natumnea sebagai ketua baru, majelis jemaat gpib effatha Jakarta ini. Hal ini tidak berlaku seperti lasimnya serah terima jabatan (sertib) pendeta/ketua majelis jemaat ylnya , dimana diadakan dijemaat yang dituju itu, tetapi justru diadakan dikantor majelis sinode gpib…berarti  jemaat effatha  dipandang dalam keadaan darurat

Arahan majelis sinode gpib agar diadakan konsolidasi dengan jemaat dan  anggota majelis jemaat yang pro pada pimpinan yaitu majelis sinode gpib, untuk melaksanakan tugas sesuai surat keputusan  majelis sinode dalam melayani jemaat.

Karena diterima oleh sebagian jemaat dan majelis jemaat ini, merupakan modal untuk  melayani dimana ia sendiri  tinggal di flamboyan wilayah jemaat gpib filadelfia  -bintaro- jaya.

Setelah enam bulan melaksanakan tugas ini, ia melaporkan ke majelis sinode gpib, bahwa  kelompok Pdt. H. Ongirwalu yang menguasai gereja, kantor dan sebagian jemaat itu tidak dapat dilebur bersama kelompok ini

Perintah majelis sinode gpib agar  melaporkan  hal ini ke kodim atau polres yang berwenang untuk mengamankan dan menyelesaikan  masalah ini, hal ini bertentangan dengan hati nurani pdt Theo, sebab kalau dilaporkan ke pihak berwajib, pasti akan ramai, jika diketahui oleh pihak wartawan, maka akan menjadi  bulan-bulanan gpib dipertentangkan untuk mencari berita dstnya.

Hal ini membutuhkan hikmat khusus untuk menangani masalah yang sangat ruet ini, agar tepung  persekutuan jemaat tidak terhambur dan benang kepemimpinan majelis sinode tidak terputus …hal ini sebagai masukan kepada majelis sinode gpib.

MENGIKUTI P. S.ISTIMEWA GPIB a/n JEMAAT EFFATHA di  SEKASALAM  BANDUNG.

Bersama dua orang anggota majelis jemaat Effata yang diakui majelis sinode  gpib, mereka mengikuti persidangan istimewa  Sinode GPIB yang berlangsung di Sekasalam Bandung –jawa barat

Image

dari jalan yang baru diresmikan ini menuju gedung GPIB Sekesalam, Bandung, Pdt. Theo dan dua teman majelis mewakili jemaat GPB efatha sebagai utusan resmi dalam PPS Istimewa GPIB

Undangan ini mereka terima dan laksanakan sebagai majelis jemaat gpib effatha untuk mengikuti persidangan istimewa tsb, karena  selain diakui oleh majelis sinode gpib juga tentu diakui dan diterima oleh panitia persidangan sinode yang sangat ketat persyaratannya itu.

Image

Suasana PSI di Sekasalam Bandung, cukup menegangkan tapu dilalui dengan baik untuk ambil bagian dalam perubahan (perelevansian) tata gereja GPIB

Suasana persidangan begitu berjalan dengan baik, walaupun disana – sini ada isu tentang preman –preman  akan datang untuk mengacaukan jalannya persidangan sinode gpib istimewa yang dilakukan digedungnya sendiri ini… yang dijaga ketat oleh keamanan dari panitia maupun keamanan ekstra ketat dari  polda  jawa barat dan kodam  Siliwangi juga.

Materi-materi yang disajikan tentang perelevansian tata gereja gpib dikelola dengan baik untuk membawa perubahan dalam dinamika pertumbuhan dan perkembangan gpib yang menyesuaikan  diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan  alirannya kalvinis &  tentu kebenaran Firman Tuhan atau berdiri atas kebenaran firmanNya sambil menyesuaikan  tata gerejanya dengan  perubahan dan perkembangan tsb.

Image

Pdt. Theo Natumnea melaporkan keadaan jemaat Effatha di PS Istimewa GPIB Sekesalam, Bandung

Ia melaporkan kondisi effatha dalam kedudukannya sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai s.k. majelis sinode gpib, bahwa pelayanan berlangsung dengan baik  kepada keluarga-keluarga  yang menerimanya bersama anggota majelis jemaatnya.

De jure ia menerima jabatan tsb sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib effatha, tetapi de facto ia tidak dapat menjalankan roda kepemimpinan secara penuh karena kendala – kendala tsb diatas, apa lagi sampai hari ini: kata pdt Theo dalam laporannya pada persidangan sinode gpib  istimewa itu, bahwa” belum terjadi serah terima administratif di kantor majelis jemaat gpib  effatha.”, karena tidak dapat masuk, melalui barisan yang berlapis-lapis itu .

Laporan tsb juga disampaikan dalam pembahasan warna sari dan  seksi yang membahas khusus tentang perkembangan gpib dengan masalah – masalah yang sedang melanda  gpib dan harus dihadapi  dan diselesaikannya itu.

Sayang….ia harus pulang ditengah malam dalam suasana gelap gulita dan sidang sementara ramai-ramainya saat terakhir  membahas materi  yang  ada pada saat laporan  materi pada pleno , karena  besoknya akan memberkati pasangan nikah di jemaat filadelfia yang adalah keponakannya sendiri dari keluarga Lilipaly yaitu Gerald Lilipaly. Itulah panggilan nurani seorang pendeta jemaat, sejak ia ditahbiskannya menjadi pendeta gpib  itu.

LAPORAN AKHIR ke MAJELIS SINODE GPIB SESUDAH   P.S.  ISTIMEWA GPIB.

Pendeta Theofilus Natumnea merancang sebuah laporan akhir kepada majelis sinode  gpib sebagai pimpinannya, bahwa ia sudah melaksanakan tugas setelah serah terima sebagai ketua majelis jemaat gpib effatha bersama warga jemaat yang ada dipihak majelis sinode dan anggota majelisnya dalam ibadah –ibadah keluarga…bahkan dalam mengikuti persidangan Istimewa gpib di Sekasalam Bandung.

Image

Sudah berjuang melayani, mengikuti PS istimewa atas nama Effatha tapi sayang tidak bisa masuk/melayani penuh di Efatha.

Dalam rangka persidangan sinode istimewa ia juga bersama dua orang anggota majelis jemaat effatha telah memenuhi undangan majelis sinode  cq panitia persidangan  istimewa sinode gpib dan menghadiri  serta aktip dalam persidangan tsb

Berusaha dan berusaha untuk masuk secara penuh , tapi jalannya tertutup rapat, dimana tidak mungkin masuk  dan melakanakan tugasnya  sebagai ketua majelis jemaat effatha sesuai dengan  surat keputusan majelis sinode gpib.

Usul – usul untuk melaporkan masalah ini kepada pihak kodim dan polres serta intansi keamanan lainnya,  setelah bergumul, berdoa bersa keluarga dan  mengambil keputusan iman,  maka menolak semua usul itu untuk kebaikan dari  gpib sendiri, agar nama gpib  jangan lagi menjadi bulan-bulanan para wartawan untuk berita  masmedia  mereka.

Dengan demikian ia mengusulkan untuk mutasi ketempat yang  dipertimbangkan oleh majelis sinode gpib untuk  melayani Tuhan sesuai sk majelis sinode gpib pula

DIMUTASIKAN ke JEMAAT GPIB PELITA-TMII

Hanya waktulah yang memisahkan kita dan diatur oleh Tuhan, yang selama ini mendengar tentang Taman Mini Indonesia  Indah (T M I I ), kini ia tiba disana  sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib Pelita –lubang buaya Jakarta timur.

Image

sesuai SK MS GPIB, Ia pindah ke GPIB Pelita Lubang Buaya-TMII

Selesai membenahi  jemaat gpib  filadelfia  bintaro Jaya- banten  dan masuk  untuk membenahi jemaat gpib Effatha Jakarta selatan…tapi tidak ada jalan kedalamnya, kini  ada  jalan untuk masuk  membenahi jemaat gpib pelita Jakarta timur dengan  1001 macam persoalannya yang siap menunggu untuk ditangani pendeta yang bertangan dingin ini…dimana ia tanam apa sja dapat hidup, aka dipakainya sebagai symbol untuk melayani jemaat Tuhan.

Masalah apa yang sedang terjadi disana ? Masalahnya adalah pendeta   Hidelilo sudah genap usia 65 tahun adalah umur untuk pensiun setelah pensiun , tetapi masih dipertahankan oleh sekelompok warga jemaat yang punya suara keras dan  vocal dijemaat pelita ini

Penanganan pertama  oleh pendeta M Pingak, melalui penempatan/mutasi berdasarkan  sk majelis sinode gpib ini, malah menimbulkan masalah besar dijemaat pelita ini sampai ada campur tangan polisi dan tentara disekitar Jakarta timur ini

Kehadiran pendeta Pingak  tidak terlalu lama …dan ditempatkanlah pendeta Theo Natumnea berdasarkan sk majelis sinode gpib pula, agar dapat menangani masalah yang sedang ramai –ramainya ini.

TERTUNDA : SERAH TERIMA JABATAN  PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ketika serah terima jabatan (sertijab) dari pendeta M.Pingak kepada pendeta Theo Natumnea suasana panas itu masih membakar dihati mereka, sehingga  ada kelanjutan perkelahian antara  kelompok yang pro pdt Hedililo dan kelompok yang pro pdt M Pingak, sehingga terjadi pemukulan dan kejar-kejaran didalam dan dihalaman gereja pelita.

Image

Serah terima tertunda, karena perkelahian kubu Pdt. Hedililo dengan kubu Pdt. Pingak di gedung serba guna pelita lubang buaya

Pendeta Theo Natumnea yang didukung  doa   oleh keluarga yaitu isteri Ny Nelly dan anak – anak yaitu Jenny, Orry dan Nani menjadi heran dan tanda tanya : Mengapa terjadi perkelahian ini ? Rupanya luka lama dari kedua kelompok ini belum sembuh, sehingga tergores sedikit saja menjadi berdarah  dan  masalah besar.

Menurut analisis pdt Theo Natumnea, sebenarnya  Pdt Hedelilo yang sudah berusia 65 tahun tidak  perlu bertahan dijemaat pelita ini, sehingga mendatangkan masalah besar, ini menjadi pelajaran  bagi semua pendeta gpib yang akan pensiun, supaya menerima masa pensiunnya dengan  baik dan lapang dada, jangan bertahan dijemaat sebagai pendeta/ketua majelis jemaat lagi, faktor umurlah yang menentukan sesuai tata gereja gpib.

Berdasarkan  peristiwa tsb. maka serah terima jabatan ( sertijab ) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita ditunda  dua minggu, dan semua pihak dapat menerima hal ini, termasuk utusan  majelis sinode gpib pen  Abas sebagai pimpinan harus  pulang dengan mengelus-elus dada karena peristiwa tsb

SERAH TERIMA JABATAN PENDETA/KETUA MAJELIS JEMAAT GPIB PELITA

Ternyata tidak seindah yang dibayangkan seperti keindahan taman mini Indonesia indah ( tmii ),  karena jemaat pelita ini juga punya  persoalan 1001 macam yang harus diterima, ditanggung dan dihadapi  oleh pdt Theo Natumnea sebagai pendeta/ketua majelis jemaat pelita yang baru.Image

Image

dengan kesabaran yang baik akhirnya serah terima Pdt/KMJ Pelita antara Pdt. M Pingak kepda Pdt. Theo Natumnea

Puji Tuhan, pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita kali ini berlangsung aman dan lancar antara pendeta Markus Pingak kepada Pendeta Theofilus Natumnea, walaupun dalam suasana yang  was-was, karena peristiwa yang lalu.

Pdt M Pingak menyerahkan segala tanggung jawab kepemimpinan kepada pdt Theo Natumnea dalam menerima tugas dan tanggung jawab sebagai pendeta/ketua majelis jemaat gpib pelita

Dalam sambutan pendeta Theo, ia menghimbau agar semua warga jemaat kembali  bersatu untuk  bersekutu, melayani dan bersaksi, sebab jika umat bersatu  dan rukun, maka berkat Allah akan turun keatasnya  akan menjadi berkat bagi orang lain dalam pelayanan Mz 133 :1 – 3

Demikian juga barisan majelis jemaat dan  pelaksana harian majelis jemaat (phmj ) pelita harus merupakan team kerja yang solid dan kuat untuk membangun kembali  kerja sama dan saling mempercayai, melengkapi dan melayani agar mampu keluar dari kesulitan yang besar ini

Hal yang sama disampaikan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh sekretaris II penatua Abas, ia menghibau agar sebagai mana nama pelita, harus bersinar terus dalam dunia, jangan sampai padam pelitanya, karena itu semua pihak harus saling mengampuni dan berlapang dada untuk menerima satu dengan yl, sehingga  dengan kehadiran figur pendeta Theofilus Natumnea ini merupakan roh semangat baru dari Tuhan  untuk memulai kembali kerja samanya dijemaat pelita ini.

PENDEWASAAN JEMAAT  DIAN KASIH

Image

dengan rahmat Allah, Pdt Siwalete mendewasakan jemaat Dian Kasih dai Jemaat induk Pelita

Dalam suasana baru mengenal jemaat gpib pelita Jakarta timur dan dalam suasana air keruh karena pertentangan antara kedua kelompok diatas, maka muncul permintaan dari kelompok persekutuan getsemani dan dua sektor ingin  mandiri sebagai jemaat dewasa dengan batas dipinggir sungai atau samping pagar jemaat gpib pelita.

Hal ini diarahkan agar  dimasukan dalam program kerja dan  mengatur serta meneliti semua persyaratan sesuai dengan tata gereja gpib tentang pendewasaan jemaat.

Ada pihak-pihak yang ingin cepat, sehingga memanfaatkan pdt Killis ( rohaniawan auri )untuk meresmikan kepanitiaannya ketika  ia memimpin kebaktian minggu, suatu hal yang non prosedural dengan majelis jemaat  gpib pelita sebagai pimpinan dan yang  berhak untuk melaksanakan  hal tsb.

Bahkan sering kali  terdapat telepon gelap dengan paksaan – paksaan  kearah mempercepat pendewasaan  itu….namun dijawab bahwa semuanya itu ada prosedur  dan waktunya, setelah diteliti persyaratan sesuai dengan tata gereja  gpib  yang dituangakan dalam program kerja.

Akhirnya, setelah penelitian dan persiapan yang matang   maka  majelis jemaat gpib pelita  menjampaikan permohonan kepada majelis sinode gpib  dan dipersiapkan secara tehnis   semua persayaratan  dan perlengkapannya ….  waktunya tiba   bagian jemaat ini didewasakan oleh majelis sinode gpib yang diwakili oleh  pendeta…Siwalette….  dengan nama “ DIAN KASIH”

PASTORY JEMAAT PELITA DIBIBIR LUBANG BUAYA.

Siapa yang tidak kenal peristiwa  “lubang buaya” suatu tragedy nasional bagi bangsa Indonesia, dimana para jenderal menjadi korban pembunuhan G 30 S PKI disebuah  sumur  lubang buaya ini.

Image

Inilah tempat pendeta Theo jalan kaki keliling Lubang Buaya

Disitulah letaknya pastory jemaat gpib pelita tidak jauh dari sumur tua di lubang buaya atau dikenal dengan sebutan  “dibibir lubang buaya terdapat pastory”  itu, dimana pendeta Theo Natumnea tinggal bersama keluarga.Bahkan dikelilingi  sungai setenga lingkaran,  sehingga kalau banjir meluap, maka  aliran air sungai itu langsung memotong pagar dan halaman  mengalis pintas  lewat gereja dan pastori  jemaat gpib  pelita tanpa permisi.

MENGALAMI BANJIR DUA KALI, KIRIMAN DARI BOGOR.

Biasanya kiriman itu yang  enak-enak kata  Pastor Subagio tapi jangan terima yang enak saja, terima juga yang tidak enak kata teman  main tenis lapangan yang baik hati pastor Subagio ini, seperti kiriman kali ini  lain dari pada yang lain, tanpa permisi tiba- tiba rumah sudah penuh air keruh, maklum air banjir bukan air jernih, bahkan membawa  segala macam kotoran, bangkai, ikan hidup dlsbnya….bercampur menjadi satu.

Image

bukan hanya kiriman kado natal saja yang diterima, tetapi kiriman banjirpun diterima dengan senang hati lalu mengungsi bersama keluarga ke rumah warga jemaat

Banjir pertama sebagai perkenalan hanya sampai dibetis dan lutut, tapi setelah kering baru membersihkannya…lumayan , harus ada tenaga ekstra, karena lumpurnya lumayan..keras dan berbau tidak menentu antara bau busuk dan  amis

Untuk keamanan dan kenyamanan, maka pdt Theo dan keluarga diungsikan  ke rumah keluarga Gerungan warga jemaat / anggota majelis jemaat sektor VIII pelita..selama beberapa hari .

Banjir kedua tidak main-main,  air banjir yang keruh  dan berbau itu langsung menyosor sampai dipinggang orang dewasa, bayangkan !…kalau anak-anak harus digendong kalau tidak tenggelam dengan arusnya banjir yang deras, karena air  banjir itu langsung memotong halaman gereja/pastory bukan hanya tanpa permisi, tapi mau mencari korban dengan derasnya air itu,  jika  manusianya tidak hati-hati dan waspada.

Banjir kali ini tidak hanya mengungsi, tetapi seperti mengusir  semua penduduk sekitarnya tidak ketinggalan pdt Theo Natumnea dan keluarga harus mengungsi dengan tergopoh – gopoh sampai menaiki pagar pak pastor Subagio / gereja katholik dengan  sepotong jembatan darurat yang terbuat dari kayu itu.

Mereka mengungsi ke keluarga P i o h perumahan depdagri selama beberapa hari  juga,  untuk menghindari  korban jiwa, kalau barang –barang tiada terhitung jumlahnya yang sudah menjadi korban termasuk buku-buku terlebih buku-buku kuliah universitas terbuka/ fisip atau dikenal  fakultas sospol jurusan administrasi itu

Apa boleh buat sksnya sudah  mencapai 120an , tetapi seperti patah arang, tidak ada lagi semangat  buku tiada berbekas, bahkan karena sudah lama terendam air banjir  yang berlumpur, maka mau mengeluarkan  daur ulangnya saja harus pakai linggis untuk menghancurkannya.

Puji Tuhan, ada saja keluarga yng terpanggil untuk menampung  hamba Tuhan dalam dua kali banjir itu, terima kasih  kepada keluarga Gerungan dan keluarga Pioh, Tuhanlah yang membalas kebaikan hatimu beserta anak cucu dikemudian hari;  Memang tidak enak, kiriman banjir dari bogor ini,  tapi itulah kenyataan pahit yang harus diterimanya bersama warga Jakarta yl,  karena alam dan kerakusan manusia yang sudah menebang habis pohon penyerap air hujan  dipuncak sana…tambahan lagi manusia Jakarta sudah penuh, sehingga  sungai menjadi tempat buang sampah rumah tangga dan pembangunan rumah-rumah menghabiskan  tempat penyerap  air hujan  untuk bergenang itu.

BERJALAN KAKI KELILING LUBANG BUAYA

Kebiasaan mengukur jalan dengan berjalan kaki sambil berolah raga masih merupakan  tradisi positip pdt  Theo, yang ketika masih  kecil  dan bersekolah  di SR negeri baun – amarasi harus berjalan kaki  5 km, kalau pergi – pulang 10 km dan kalau dihukum karena terlambat tambah lagi 10 km ini…menjadi 20 km yang kedengarannya aneh tapi nyata itu.

Image

Tiap melewati tempat ini ia meheningkan cipta sejenak, mengenang korban pahlawan G 30 S PKI

Tak jarang ia singgah melihat dan berdiskusi dengan penjaga sumur lubang buaya tempat korban para pahlawan nasional,  yang sekarang sudah menjadi salah satu taman wisata ini, mengenang foto  dan patung para jenderal dan prajurit yang menjadi korban keganasan gestapu/g 30 s pki itu.

Melewati semak – semak belakang taman wisata lubang buaya itu tak terhitung jumlahnya, itulah kebiasaan positip …pemanasan pagi s/d  08.00 untuk mandi pagi sebelum masuk kantor gereja ini, tentu  berjalan kaki “dalam nama Allah bapa & Anak & Roh kudus, seperti dilaksanakan di tanah rencong Aceh Darusalam kota Banda  Aceh itu.

BERMAIN TENIS DENGAN PASTOR SUBAGIO DARI AUSTRALIA

Image

Sambil bermain, berdialog tentang pelayanan dan menyinggung juga suku aborigin di Australia

Bukan melawan  juara petenis Australia, tetapi bermain sambil menambah pengalaman dan memperdalam keahlian  tenis lapangan dengan pastor Subagio asal Australia dan juga pemerhati & penyayang suku Aborigin ini

Kalau pastor Subagio adalah pemerhati/penyayang  suku Aborigin, maka pendeta Theofilus Natumnea adalah salah satu pemerhati suku Aborigin juga karena antara orang Aborigin dan orang Timor punya kemiripan dan kesamaan yang memang wilayahnya berbatasan antara pulau timor dan benua Australia

Sampai ada jurus kritik pedas dari Pdt  asal timor ini kepada Australia, bahwa tidak cukup  perdana menteri Australia minta maaf saja,  karena derita yang berkepanjangan yang dialami suku Aborijin bahkan jumlahnyapun berkurang karena mereka pernah dianggap sama dengan hewan, maka kritik pendeta Theo sekali lagi tidak cukup hanya minta maaf darinpemerintah Australia saja , tapi harus bayar ongkos penderitaan fisik, mental dan moral mereka  atau  ganti rugi kepada suku Aborigin dengan beaya pendidikan, populasi, kesehatan dlsbnya sehingga  mereka  maju  setaraf dengan orang Australia yang berkulit putih

Obrolan lain soal pelayanan bersama  di DKI jakarta dengan   berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama sebagai gereja Tuhan didunia ini.

Bermain sambil mengobrol memang enak, untuk membuang  kebosanan dan kepenatan kota Jakarta ini, maka perlu ada frekwensi lain yang berbeda dengan rutinitas pelayanan rohani di gereja, maka kedua insan  katholik dan protestan ini tidak sadar  mereka tenggelam  dalam pertemanan   dilapangan olah raga dan pelayanan bersama secara oikoumenes gereja Tuhan  yang berbeda denominasi ini .

KENDARAAN DINAS ADALAH SEBUAH MOBIL SUZUKI CARRY

Walaupun mobil dinas jemaat pelita adalah sebuah mobil Daihatsu yang sudah tua, namun tidak mengurangi semangat pelayanan yang wilayah pelayanan jemaat pelita tersebar  dari taman mini Indonesia indah (tmii) s/d  kranggan dan sebelum taman buah daerah perumahan ciputera.

Image

Dengan Suzuki Carry ini, Pdt Theo melayani dari TMII sampai Taman Buah

Sehubungan dengan itu dalam program kerja dicanangkan untuk mendewasakan dua bagian jemaat yang sudah lama  mengurus dan mengatur pelayanan serta lalu lintas  keuangan secara mandiri yaitu bagian jemaat  ujung aspal dan  kranggan.

Jika pulang kebaktian keluarga ditengah malam dari kranggan  harus melewati jalan yang ada pohon durian dan rambutan  tanpa lampu dijalan raya itu…namun mobil Daihatsu ini menderu melewati kebun di kiri dan kanan jalan itu.

MOBIL SUZUKY CARRY INI TERBALIK DIGUNUNG SALAK

Hari itu  cukup cerah, perjalanan menuju  kekaki gunung salak bogor itu   konvoi beberapa mobil dari jemaat pelita untuk mengikuti dan memimpin kebaktian syukur dirumah/villa  keluarga dr. Watupongoh

Image

Kako tidak ditabrakan mobil ini kebukit tanah pagar orang, maka sangat berbahaya karena jurangnya sangat dalam.

Mobil zusuky cary tua  ini dikemudikan oleh pendeta Theo Natumnea yang  sarat dengan muatan ibu-ibu pw jemaat pelita selain keluarga yaitu nyora Nelly dan anak Nani Natumnea

Semua mobil mendengung  naik gunung, belok kiri dan kanan sesuai  alurnya jalan, pas sampai diatas hendak menurun pendeta Theo katakan semua menyanyi….dan semuanya menyanyi nyanyian rohani dengan suara nyaring….tiba-tiba ia katakan   ram tidak makan…awas  rem blong…dicoba…..dan dicoba lagi…..tapi rem tidak makan sama sekali….terlihat disebelah kanan ada  bukit kecil  gundukan tanah setinggi  satu meter  dipinggir kebun orang, maka terinspirasilah pdt Theo untuk menabrakan mobil pada bukit itu, karena  kalau terus turun sangat berbahaya  jalan menukik turunnya terlalu tajam kira-kira 300 m, maka  tertabraklah  bukit itu….dan tergeletaklah mobil zusuky cary  ini …..dan terbalik rodanya kesamping…semua  masing-masing beriniasatif untuk keluar mobil sambil menyelamatkan diri dari bahaya yl.

MALAIKAT  MENGELUARKAN  MEREKA  DARI VENTILASI KACA  YG SEMPIT KETIKA  MOBIL TERBALIK

Image

Menurut kata masyarakat, kami melihat malaikat Tuhan datang mengeluarkan ibu-ibu dari ventelasi mobil yang terbalik ini: Puji Tuhan semanya selamat

Masyarakatpun berdatangan  secara spontanitas mau menolong rombongan yang terbalik dengan mobil Zusuky  cary ini, sambil menyampaikan bahwa  sebelum mereka tiba  “ ada seorang yang berpakaian putih datang duluan  dan mengeluarkan  rombongan ibu – ibu ini satu  persatu dari dalam mobil ini” Mz 34:8 & 91 : 11 Bahwa Tuhan memerintahkan malaikat-malaikatnya berkemah disekitar anak-anakNya dan  menjaga  semua jalannya Puji Tuhan.

Kesaksian ini bukan datangnya dari rombongan, tetapi justru dari  omongan  masyarakat yang datang untuk menolong rombongan yang mengalami kecelakaan ini, bahwa : “ betul ada orang yang berjubah putih datang menolong dan mengeluarkan  semua penumpang yang semuanya ibu-ibu ini satu persatu dari dalam mobil tua ini”

Terpujilah Tuhan  Yesus yang menyelamatkan  semua  anggota  rombongan ini, sehingga tidak ada yang cidera  berat…terpujilah Tuhan Yesus. Amin

Semua berkemas-kemas kembali  dan  meneruskan perjalanan dengan  meninggalkan  mobil yg terbalik ini,  diambil oleh  mobil yl menuju ke rumah/villa  dr Watupongoh dikaki gunung salak ini,  untuk mengikuti jalannya kebaktian syukur yang dipimpin oleh Pdt Theofilus Natumnea ini.

Dipublikasi di Uncategorized | 16 Komentar

Seri IV: DARI CENTRAL JAVA KE BANTEN

MASMEDIA BERITAKAN:  GEREJA BLENDUK MIRING.

Gereja Blenduk sangat terkenal di Jawa tengah, bahkan Indonesia

Image

Wartawan, akedemisi & Masyarakat:  ramai-ramai datang untuk mencari tau berita miringnya gereja Blenduk

dan dunia,  khususnya  negeri Belanda, hal ini terbukti dengan wisatawan domestik dan  mancanegara sering mengunjungi gereja tua ini,     khususnya  kunjungan wisatawan dari negeri  Belanda, karena itu public sangat terkejut dengan  berita miringnya gereja blenduk  disurat khabar.

Berita ini menjadi  thema utama  Koran:  kompas dan suara pembaruan, bahwa:” gereja Blenduk miring”, membuat heboh masyarakat ,  petugas gereja  dan  pdt Theo, karena  itu  hampir tiap hari wartawan, akademisi, praktisi dan  warga masyarakat datang  untuk melihat  dan mencari  berita  tentang   miringnya  gereja tua ini.

Rupanya Pemda kota-madya Semarang merenovasi dengan cara membobol dan mau mengganti  dasar tembok  tanpa izin Majelis jemaat; pembobolan tembok baru berjalan 15 meter, dihentikan oleh Pdt Theo, karena  tidak rasional pekerjaan pemborong, dan kalau dibiarkan  gereja Blenduk akan roboh.

Hal ini dilaporkan kepada Majelis Jemaat GPIB Imanuel Semarang dalam rapat khusus dan selanjutnya   ke  Pemda kota madya untuk ditindak lanjuti pemberhentian pekerjaan pemborong yang tidak bertanggung jawab ini, serta tembusannya  ke DPR D jawa tengah.

Miringnya Gereja Blenduk ini juga dilaporkan kepada Majelis Sinode GPIB, untuk mendapat gambaran dan arahan , bagaimana  mengatasinya, karena berita ini bukan hanya  seIndonesia saja tetapi sudah mendunia.

MENGHADIRI RAPAT  DPRD JAWA TENGAH…KARENA  BERITA MIRINGNYA  BLENDUK

Image

Pdt. Theo bersama anggota DPR Komisi Purbakala, membahas miringnya gereja Blenduk di gedung DPR>D Jatang..Semarang

Dalam  rapat bersama  anggota DPRD yang mewakili  bangunan purbakala, tentang gereja blenduk  yang mempunyai nilai sejarah tsb , pdt Theo melaporkan  secara rinci kronologis peristiwa  miringnya gedung gereja blenduk;   Bahwa tanpa sepengetahuan Majelis Jemaat,  mereka  tiba-tiba sudah mengadakan  renovasi tanpa penelitian  yang teliti  tentang arsitek gereja blenduk ini

Melihat gelagat tukang-tukang   yang tidak mau ditegur karena  mengganti fondasi gedung gereja  yang teknologi pembuatannya saja sudah beda, pekerjaan pembobolan   begitu singkat  membuat keresahan, maka pdt Theo menghentikan  dengan keras    dengan berkata : “harap berhenti kerja, nanti akan diberitahukan  selanjutnya.”

Pdt Theo menyampaikan dalam sidang DPRD bahwa  bisa saja  kehilafan manusia, tetapi  bisa juga unsur kesengajaan, sebagai bukti pemborong menyuruh tukang  kerja tanpa sepengetahuan majelis jemaat GPIB Imanuel semarang,  yang memiliki dan mengelola gereja Blenduk ini.

Semua sepakat bahwa ada keteledoran, karena itu harus dihentikan renovasi gereja Blenduk ini oleh pihak pemda,  untuk menyelamatkan bangunan  bersejarah  yang  dilindungi   u u purbakala  menjadi monumen negara ini.

Semua yang telah di bobol agar segera di cor ulang   serta dirapikan , sehingga tidak kelihatan  fondasi dibagian  utara  sisi  timur ini, setelah dirapikan kembali seperti semula , untuk menjaga kelestarian ,keamanan, kenyamanan  dan keindahan   dari pada gereja blenduk ini,   yang melayani para wisatawan domestik dan mancanegara

MENJADI MENTOR UNTUK VIKARIS TAHUN KE TIGA…ANDAR MAITIMU.

Image

Butuh Hikmat khusus untuk membentuk vikaris tahun ke 3 ini, mempersiapkannya menjadi hamba Tuhan

Surat Majelis sinode untuk menerima  Vikharis tahun ketiga  dari  Makasar yaitu Andar Maitimu S.Th, setelah disetujui  dalam rapat PHMJ, dilaporkan  kepada  Jemaat melalui   pengetahuan seluruh majelis Jemaat, maka diterima dan ditempat  di bagian jemaat Effatha untuk mempersiapkan  bagian jemaat ini menuju pendewasaan.

Ditugaskan kepada Vikharis Andar Maitimu untuk menuntun dan mempersiapkan buku-buku sesuai tata gereja, serta mempersiapkan  program kerja tersendiri , sehingga melihat kemampuan  ekonomi, organisasi, kekuatan warga, jumlah warga jemaat , batas-batas wilayah dllnya.

Suatu ketika   vikharis  menghilang  selama tiga  minggu…. dan ketika ia pulang  dipanggil mentor dan  ditanya kemana selama tiga minggu ini ?  kaget,… karena  ia menjawab  di GKI Magelang… Tanya ,  siapa yang suruh  ?,   jawab : atas kemauan sendiri Tanya:  kerja apa selama diMagelang ? jawab :  adakan penelitian tentang cara pembinaan vikharis di GKI….. mentor  menjawab : karena  anda  tidak  menghargai integritas Pendeta Theo sebagai  mentormu dan mengadakan penelitian tanpa izin, maka sekarang  angkat barang-barangmu dan  kembali ke Majelis Sinode, mentor tidak membimbingmu lagi…….. sejenak   ia berdiam…..15 menit,  lalu ia menjawab : minta maaf   pak  atas kekeliruan dan kekurangan saya, mohon dapat  diterima kembali…….. mentor  menjawab……ok   … saya terima kamu kembali dengan perjanjian  agar berubah sifat maunya sendiri  dan egois anda….,sebab jika ini terjadi dalam jemaat yang anda pimpin, maka akan membawa bencana bagi anda….ia mengangguk dan mereka  berdua   bersekutu dalam doa bersama, agar kiranya pembaharuan dari Roh Allah  dapat memperbaiki hidupnya ini.

PEMBINAAN HUKUM UNTUK CATATAN SIPIL SELAMA TIGA MINGGU DI SALATIGA.

Image

para kader pelaksana B.S. dibina di Salatiga oleh Bidang Hukum Pemda Tingkat I Jawa Tengah

Bagi para calon  pelaksana catatan sipil  Burgelijk Stand ( B>S) diundang oleh pemda Tkt I  jawa tengah , untuk mengikuti pembinaan hukum selama tiga minggu di Salatiga, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Pdt Theo salah satu penerima undangan tsb.

Mengenal  dan menerima  pelatihan tentang uu perkawinan , untuk dapat melaksanakan   pernikahan secara  hukum Negara bagi umatnya di gereja Blenduk, dikala itu ia sebagai ketua majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang dan ketua BP mupel jateng-Jogyakarta serta ketua I PGI wilayah jateng

Cerita hukum  yang diperoleh dari pembinaan ini :  seseorang di kota semarang, karena susah dibantu teman baiknya, boleh tinggal gratis  di salah satu rumahnya yang  kosong,  selama tinggal  pertemanan berjalan baik, tapi pemilik rumah ini meninggal dunia, ketika anak-anaknya sudah besar, mereka nikah dan  butuh rumah tinggal, ingin ambil kembali rumah  itu, ternyata dia mengatakan bahwa rumah ini miliknya, surat sertifikat tanah sudah diubah menjadi miliknya . Dalam cerita ini mau  memberikan gambaran bahwa boleh menolong orang  apa lagi teman, tapi harus disertai dengan bukti yang kuat, supaya  orang yang ditolong itu tidak salah gunakan  kebaikan hati  orang yang menolong.

Pembinaan  hukum  catatan sipil ini bukan hanya menambah tenaga B.S. saja, tetapi Pemda melihat bahwa inilah tenaga-tenaga yang  berhasil guna dan berdaya guna, karena merekalah yang mengenal umatnya lebih dekat untuk memberikan pembinaan pernikahan secara hukum Negara, selain hukum agam yaitu gerejanya.

Digambarkan bahwa semua warga Negara  Indonesia termasuk warga Negara asing  yang tinggal diwilayah hukum Indonesia, harus melaksanakan  pernikahan secara hukum Negara, selain hukum agamanya.

Kepada para peserta yang telah tamat dalam pembinaan ini akan mendapat surat keputusan  dari Gubernur jawa tengah dan dilantik oleh bupati/walikota nya  masing-masing.

Diinstruksikan untuk meneliti syarat-syarat untuk membimbing  calon  mempelai pernikahan, agar memenuhi semua persyaratan  yang berlaku sesuai uu pernikawinan. Hal ini tentu tidak akan disia-siakan  oleh pendeta Theo, tetapi ia selalu tampil didepan untuk mencari jalannya, guna kepentingan umum yaitu masyarakat Kristen

Setelah selesai pembinaan, semua diutus kembali kekotanya untuk  menunggu SK pengangkatan Gubernur jawa tengah, agar dilantik oleh wali kota atau bupati di kota  asal, untuk membantu pemerintah, karena dipandang lebih mengenal umat digerejanya

DILANTIK MENJADI PELAKSANA:  BURGELIJK  STAND (B.S. ) /CATATAN SIPIL OLEH WALI KOTA SEMARANG

Image

Siap melayani masyarakat, setelah dilantik menjadi pejabat B S

Puji Tuhan, tidak sia-sia perjuangan dan jerih lelah pendeta Theo mengikuti pembinaan/pelatihan hukum untuk menjadi pelaksana catatan sipil, setelah diusulkan oleh Majelis jemaat GPIB Imanuel ( Blenduk ) semarang ke Kantor Gubernur jawa tengah, tidak lama kemudian keluar SK gubernur jawa tengah yang intinya mengangkat Pendeta Theofilus Natumnea untuk menjadi Pegawai Luar biasa pelaksana catatan sipil / Burgelijk  Stand  ( B.S. ) di kota madya Semarang  tanpa batas waktu (seumur hidup) dengan petunjuk agar dilantik oleh walikota Semarang.

Pendeta Theo melaporkan diri  ke Walikota dan  respons dari walikota semarang secara langsung menyediakan waktu untuk melaksanakan pelantikannya  sebagai pelaksana catatan sipil./Burgelijk Stand  ( B.S. )

Dalam pelantikan yang berlangsung dikantor kota madya semarang ini dihadiri oleh  staf  walikota dan anggota pelaksana harian majelis jemaat GPIB Imanuel (blenduk) semarang, yang sudah akrab dengan pak walikota karena urusan – urusan  gereja Blenduk ini

Sejak dilantiknya  menjadi pelaksana catatan sipil untuk warga jemaat GPIB Imanuel  semarang dan warga gereja lainnya yang datang minta bantuan untuk dilayani urusan nikahnya secara ganda , baik hukum gereja maupun hukum negara, setelah memenuhi sejumlah persyaratan tertentu.

TANTANGAN    DARI    LUAR,      SUARA     MENGATAKAN:  S I A P A   L U ? “

Ada yang kaget melihat dan menyaksikan pdt Theo yang murah hati ini  sanggup  menolong dan menyelamatkan banyak orang dalam urusan pernikahannya yang  terbengkalai,  sehingga mereka dari status kumpul kebo  menjadi resmi nikah  secara hukum gereja dan hukum Negara atau bagi  mereka yang sudah lama hanya nikah gereja saja di laksanakan  Nikah catatan sipil menurut hukum Negara republik Indonesia.

Image

Menolong orang harus rendah hati dan sabar

Bagaimana expresi  mereka yang kaget ini ?  Suatu ketika  keluarga dari sepasang pengantin  yang sementara ditolong melayani  pernikahan  saudaranya ini,  pelaksanaan pemberkatan nikah selesai dan menunggu untuk  catatan sipil diruang konsistori  yang mana pelaksana  Burgelijk Stand  B>S> nya adalah Pdt Theo juga,  seorang ibu  adalah keluarganya,   menyelonong dan masuk ditengah tengah rombongan mempelai dan  mendekat serta berkata kepadanya : “ S I A P A   L U  ? ”, bukan hanya kaget, tetapi juga marah karena sementara  bertugas  a/n gereja dan Negara menolong dan menyelamatkan  saudaranya ini, tapi kemudian  pdt Theo diam sejenak minta bimbingan Roh kudus, supaya suasana pernikahan ini tidak kacau, bubar dan batal tetapi  supaya berjalan baik dan aman.

Seandai pdt Theo mengikuti emosi, maka ia dalam keadaan dinas baik atas nama jemaat –gereja , maupun atas nama Negara untuk menolong dan menikahkan  saudara dan keluarganya ini, bisa buyar acara pernikahan, tapi  ia  tenang dan menguasai diri  serta  berdoa dalam hati: “Tuhan  ampunilah  ibu ini, karena dia tidak tahu apa yang diperbuatnya , dalam nama Yesus hamba berdoa amin”

MENOLAK PERMINTAAN  SEORANG ANGGOTA  GBKP YANG HANYA BAWA SURAT NIKAH ADAT.

Ia datang kerumah meminta dengan sangat untuk dilayani nikah  B.S.nya, karena kelengkapan yang dituntut dari kantor kejaksaan  Negeri  Semarang, rupanya dia seorang  jaksa terkenal , tapi masih ada kekurangannya ialah belum nikah secara hukum negara sebagai persyaratan  untuk mengurusi masa pension, supaya masuk daftar  anggota keluarganya yaitu isteri dan anakanak.

Image

dalam kasih ada ktegasan, dalam ketegasan ada kasih

Pdt Theo sebagai pelaksana catatan sipil, minta supaya ia menyempurnakan syarat-syaratnya yl, yang masih kurang untuk melengkapi persyaratannya, tapi ia bersikukuh  dengan alasan  bahwa nikah adat ini sudah sah, karena itu tidak perlu urus surat yl.

Pelaksana Burgelijk Stand   B>S yang suka menolong  orang dan murah hati  ini ( jika ada pasangan  yang  kurang bayaran  ditambahkan dari koceknya ,   untuk disetor ke kas negara)  tetap juga meminta syarat-syarat yang sama , dilengkapi baru dapat dilaksanakan, sebagai pertanggung jawaban  hukum kepada  Negara dan pemerintah melalui kantor Catatan sipil Semarang.

Klayen ini rupanya  seorang jaksa yang  biasa melayani  dan menuntut orang  secara hukum, tetapi dia  tidak sadar akan  kekurangannya, bahkan  setengah memaksa dengan meletakan dompet hitamnya yang penuh uang diatas meja  tamu, bahkan dengan setengah membanting dompetnya, maka  dengan  rendah hati pendeta Theo   mengatakan “ silahkan angkat dompetmu, dan jika syarat pernikahannya lengkap  baru kembali bertemu   untuk diproses.

Pendeta Theo mengajak berdoa :  ya Tuhan ampunilah bapak kekasih kami ini, jika ia tidak sadar akan kekurangannya, sadarkanlah dia, supaya ia dapat memenuhi syarat yang  dibutuhkan secara  hukum gereja dan hukum Negara dalam urusan pernikahannya ini. Kami percaya Tuhan menolong dan  menyadarkannya sebagai pelaksana hukum juga. Dalam nama Tuhan Yesus  kami berdoa Amin

DOA KHUSUS DENGAN BAPAK MARTEN SAPULETE.

Karakternya keras, omongnya tajam, suka naik pitam kalau emosinya lagi melonjak naik, sehingga sering tak dapat menguasai dari dalam rapat, dan selalu dilampiaskan dengan pukul meja sambil marah setengah berteriak, kadang kala kedengaran keluar ruangan rapat majelis jemaat.

Image

Instrospeksi,  mohon Tuhan Yesus tolong supaya ada perubahan , pembaharuan dan kemenangan amin

Hal ini sudah berulang kali, bahkan terlalu sering didengar oleh pdt. Theo, hanya mencari waktu yang tepat untuk dapat menyampaikan peneguran untuk menolongnya,  sehingga ibarat : “benang  kusut dalam tepung, benang  ditarik kembali  dan diperbaiki kusutnya, tetapi tepung tidak terkoyak-koyak”, demikianlah dengan doa menunggu waktu yang tepat untuk menolong beliau, sehingga benang  kelemahannya diluruskan dan diperbaiki, tetapi tepung  persekutuan majelis jemaat dan jemaat tidak terkoyak-koyak, karena ribut para pemimpinnya.

Tibalah waktunya  pemilihan penatua dan diaken adalah waktu yang tepat untuk hal itu. Surat sanggahan dari warga jemaat sudah masuk,… beberapa surat tentang kelakuan beliau yang sering meresahkan warga jemaat ini, dikumpulkan cukup banyak surat sanggahan tentang  calon yang satu ini.

Pdt Theo memanggilnya dan mengklarifikasi kebenaran surat-surat ini, bahkan sang pendeta menyampaikan bahwa bukan hanya surat- surat  sanggahan ini saja,  tetapi pdt Theo sendiri melihat dan mendengar beberapa kali  insiden seperti yang dimaksud dalam surat ini, yaitu ketika pitam karena marah selalu pukul meja dan setengah berteriak dalam  rapat-rapat yang dilakukan didalam gedung gereja blenduk ini

Ia secara terus terang mengakui kelemahan itu dan sadar bahwa iapun kadang kala tidak dapat menguasai diri ketika lagi marah dan naik pitam, itulah salah satu kelemahan pribadinya yang sudah lama digumulinya dalam dirinya  melalui doa tapi tidak pernah hilang, tapi selalu muncul ketika marah dalam rapat..

DOA PERTOBATAN BAPAK MARTEN SAPULETE.

Ia mengakui kelemahannya ini  dan  mau  dibaharui oleh  kuasa dan darah Yesus  serta bimbingan Roh kudus  serta bertobat, dan berjanji untuk tidak   mengulanginya lagi,…. untuk itu ia minta pembaharuan dari  TuhanYesus terus mmenerus  agar ia   mendapatkan kemenangan dalam dirinya ini.

Image

Orang yang datang kepad-Ku. akan Ku Jamah dan Ku berkati, serta Ku rubah untuk di pakai Tuhan

D O A : YA TUHAN ,HAMBA MENGAKU BAHWA SERING KALI HAMBA MARAH-MARAH DAN PUKUL MEJA  KETIKA NAIK PITAM, KARENA HAMBA TIDAK DAPAT MENGUASAI DIRI HAMBA INI… TUHAN…. HAMBAMU INI MOHON AMPUN DAN MAU BERTOBAT… DARI PERBUATAN INI ….YANG SERING KALI MEMALUKAN TEAM MAJELIS JEMAAT. HAMBA MOHON DIBHARUI…. DAN BERJANJI UNTUK TIDAK MENGULANGI LAGI PERBUATAN HAMBA MU INI DALAM RAPAT-RAPAT MAJELIS JEMAAT. BAHARUILAH HAMBA OLEH PIMPINAN ROH KUDUSMU, TUNTUNLAH HAMBA DALAM KETENANGANMU, UNTUK SELANJUTNYA HAMBA BELAJAR MENGUASAI DIRI DALAM KUASA  TUHAN. DALAM NAMA YESUS HAMBA BERDOA. AMIN

Doa ini kemudian ditutup oleh Pdt Theo dalam doa bimbingan dan penguatan, agar ia menyerahkan seluruh  kelemahannya ini dalam Tuhan Yesus yang sudah mati untuk dosa kita umat manusia Galatia 2:19-20

LANGKAH YANG DITEMPUH PENDETA THEO UNTUK BAPAK MARTEN SAPULETE.

Setelah pengakuan yang tulus dari bapak Marten Sapulete, maka  Pdt Theo menawarkan kepadanya :1.  apakah anda  berdiam diri satu periode ?, atau   2.  Apakah mau berubah dan bertobat :   berhenti berteriak , pukul meja , ketika marah dan naik pitam ? Pdt Theo beri waktu kepadanya dua minggu untuk berdoa bersama keluarga dan memberi  jawaban  yang mana  harus dipilih dari kedua alternatif ini.

Image

mau berubah 180 derajat, siap di pakai Tuhan, sambil pembentukan-Nya

Ketika selesai waktu bergumul, ia datang dengan jawaban pasti bahwa setelah bergumul bersama keluarga ia memilih berubah total , tidak mau berteriak & pukul meja lagi kalau lagi marah dan naik pitam, berusaha untuk menguasai diri sesuai dengan buah-buah Roh Kudus Gal 5:22-23, lalu mereka berdua  berdoa lagi  memastikan bahwa  pilihan  yang kedua inilah yang diambil dan membuat perjanjian  dalam doa kepada Tuhan.

Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pdt Theo sebagai pengawas dalam rapat-rapat, supaya tidak mengulangi lagi perbuatan yang meresahkan  anggota majelis jemaat yl. Kadang-kadang  terjadi dalam rapat: ketika ia marah keras dan naik  pitam,  Bapak ini memandang Pdt Theo yang sudah memandang dia dengan kasih, lalu reda dengan sendirinya. Hal seperti ini berkali-kali, merupakan latihan bagi dirinya, sehingga ia semakin  mantap  dalam hal penguasaan dirinya.

Penanganan  khusus kepada bapak ini, membuat  kesan bahwa  selama kepemimpinan Pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang, suara-suara  keras yang muncul sebelumnya mulai mereda dan  berkurang, karena mereka  menahan  diri dan menjaga dirinya untuk kepentingan umum bagi jemaat ini.

WISATA KE CANDI BOROBUDUR  BERSAMA KELUARGA

Image

mereka mengelilingi dan mendaki Borobudur dalam nama Tuhan Yesus amin

Hidup ini  terasa bosan,  jika  tidak ada variasi, untuk itu  perlu keluar dari rutinitas pelayanan, maka ia bersama keluarga mengadakan wisata ke candi Borobudur untuk menikmati alam dan memberI pelajaran bagi anak-anak, untuk menambah pengalaman  hidup mereka ditempat yang bersejarah ini…pikirnya…selagi di jawa tengah

Walaupun mobilnya tua,

Image

Kenangkan ingat.. Lupakan jangan.. Nani berpose mewakili kel. Pdt Theo, di Borobudur

tapi bisa dikendalikan untuk berjalan jauh, sambil belajar  merawat mobil itu sepenjang perjalanan mereka.

Tidak lengkap kalau hanyamelihat saja  tetapi belajar ulang, betapa hebatnya  generasi mereka  untuk meriset,  mengarsitek dan merancang serta tentu membuatnya  dalam jangka waktu yang lama; hal ini untuk  menggenapi pelajaran  sekolah rakyat dulu, nah sekarang  sudah melihatnya langsung bersama keluarga.

Alangkah indahnya kedua candi yang menjadi peninggalan  bersejarah dan tempat wisata dunia ini, tanpa dicatat, sudah dihafal  nilai-nilai kepurbakalaannya , monumen yang   besar, luas  dan  menjulang tinggi kelangit, apa lagi Jeni dan Ory yang sempat belajar  bahasa jawa kuno /wono coroko, sehingga mereka mengerti tulisan-tulisan kuno  didinding  atau dibatu, bahkan dapat menerjemahkannya.

BERSAMA KELUARGA  MENERUSKAN WISATA KE CANDI PRAMBANAN

Jauh berjalan, banyak dilihat, kata :anak –  anak  yaitu  Jeni, Orry dan Nani, suatu perjalanan wisata yang sangat  menggembirakan mereka,  karena memberi pelajaran secara langsung dan  praktis tentang  ” apa yang mereka peroleh dalam pelajaran di kelas dan sekolahnya.

Image

mengaggumi keindahan candi prambanan, tetapi lebih indah batu permata candi Tuhandi Sorga

Tidak menyia-nyiakan  waktu, sekali dayung, dua tiga pulau terlampawi, demikianlah pepatah yang menggambarkan bahwa    :     “kalo  su sampe di candi Borobudur….terus   sa… ke  candi  satu itu prambanan, karena ” c  a  n  d  i    prambanan   yang exotis  dan elok itu ”  …su dekat…. sonde   jauh….jauh lai.

Sejauh mata memandang, tak puas-puasnya  keindahan yang diperolehnya, bukan hanya  candinya  yang menjulang  tinggi dan indah itu  saja ,  tetapi juga  keindahan   ekosistim  sekitarnya yang sangat mendukung  candi prambanan ini

Image

Keindahan Candi Prambanan di Malam hari dinikmati oleh keluarga Pdt Theo

Puas….puas….. dan   …puas…. kata Jeni, …Orry   dan   Nani…. mendampingi kedua  orang tuanya, yang sambil  loncat sana …loncat sini ….menunjukkkan tanda kegembiraan mereka, bahwa lahir di Banda Aceh dan  Bnajarmasin, tapi akhirnya liat juga  kedua candi dalam pelajaran ini. artinya  Jeni dan Orry llahirnya di banda aceh serta nani  yang lahirnya di Banjarmasin, sama -sama melihat wisata  kedua candi yang  bersejarah ini.

WISATA BERSAMA  KELUARGA KE BANDUNGAN-AMBARAWA.

Bandungan-Ambarawa adalah suatu tempat diatas gunung dan berudara sejuk… dingin, sama seperti puncak kalau kita tinggal di Jakarta,  maka Bandungan adalah puncaknya Semarang, disana kita bisa mendengar   berkokonya ayam hutan dlsbnya.

Bapak Selly bersama  keluarganya  yang mengajak Pdt Theo dan keluarga, sehingga bersama-sama kami menikmati  tempat wisata yang dingin dan sejuk itu…selama beberapa hari pada musim liburan sekolah.

Image

Melepas lelah dari kepenatan kesibukan pelayanan di Bandungan Ambarawa, tempat yang sejuk,…dingin.. dan indah ini

Tanpa diminta… pak Selly sudah menelepon, bahwa semua fasilitas sudah disediakan untuk Pdt Theo dan keluarga berlibur  wisata sendiri ke Bandungan – Ambarawa, adalah suatu panggilan  nuraninya, karena melihat kesibukan pelayanan Pdt Theo begitu padat dan penat  di kota Semarang ,  sangat perlu penyegaran untuk keluar dari kepenatan padatnya pelayanan itu, maka ia terpanggil untuk  melayaninya melalui memberi fasilitas  liburan wisata ini.

MELAYANI BAPAK LAROSA SH, KAKANWIL KEHAKIMAN -JAWA TENGAH.

Salah satu tokoh GPIB Imanue l( Blenduk ) Semarang ialah  bapak Larosa SH, kakanwil  Depertemen kehakiman zaman itu, sebelumnya beliau adalah kakanwil  departemen kehakiman Sumatera Utara (Sumut), lalu  pindah  ke jawa tengah dalam jabatan yang sama.

Image

Orang yang datang pada-Ku. AKU  baharui, Ku siapkan  hidup kekal yang tidak dirampas  dunia ini

Dalam keberadaannya sebagai pejabat yang punya  kuasa  untuk menolong pelayanan  di Penjara tetapi juga punya pergumulan dan tantangan yang hebat,  ia bergumul secara pribadi selaku  seorang Kristen,   dimana pergumulan itu  sangat berat sehingga ia harus masuk keluar rumah sakit, baik ketika di Medan maupun di Semarang.

Ia memanggil Pdt Theo masuk ruangan dan hanya empat mata : mereka bicara dalam pelayanan ini, baik soal  dinas maupun  soal pribadi dan akhirnya diadakan doa pertobatan serta mengundang Yesus untuk membaharui hati dan hidupnya ,   untuk mampu menghadapi semua tantangan   bersama dengan  Yesus kristus, karena Yesus berjanji untuk menyertai setiap anak-anaknya yang datang dan mohon pembaharuan  dalam namaNya

Dan akhirnya  beliau minta doa penyerahan kepada Tuhan Yesus Kristus yang empunya hidup dan  keselamatan itu,  doa ini diikuti dengan baik dan penuh penyerahan; Setelah Pdt Theo selesai berdoa dan keluar ruangan kira-kira 15 menit, keluarganya yang gantian masuk ke rungannya  memanggil untuk masuk kembali bersama anggota majelis jemaat  yang ada, ternyata waktunya untuk Tuhan memuliakan  dan  memanggilnya kambali kesisiNya yang kudus.

Puji Tuhan,  semuanya indah pada waktuNya, ia pergi untuk selama-lamanya dengan suatu kepastian, bahwa Yesuslah Tuhan dan Juru selamatnya, amin.

MENGIKUTI PEMBINAAN DASAR KEPEMIMPINAN PENDETA GPIB.

Menjawab undangan  Majelis Sinode GPIB, maka Pdt Theo   dari utusan jemaat GPIB Imanuel Semarang bersama  dengan Pdt Paul Linggar utusan dari  jemaat GPIB Torsina – Cipinang Jakarta, mulai mengikuti pembinaan  dan pelatihan dasar kepemimpinan pendeta GPIB di Jogyakarta.

Selama dalam pembinaan dan pelatihan  tsb. Pdt. Theo aktif  untuk memberikan tanggapan secara kritis  terhadap yang diperolehnya   dengan  menyaringnya berdasarkan pengalaman kerja dan memimpin selama dalam kepemimpinannya di jemaat-jemaat GPIB.

Image

Salah seorang penceramah adalah Laksamana Sudomo, Pangkopkamtib. membandingkan sistim  pengkaderan AB R I  dan sistim pengkaderan Pendeta GPIB yg perlu ditata ulang

Salah satu penceramah adalah  Laksamana  Sudomo,  sebagai  Pangkopkamtip yang memberikan gambaran  tentang  kaderisasi di TNI  yang begitu ketat dan  selektif, bagi semua prajurit  TNI

Ia mengakui bahwa sistim berbeda,  karena  sistim yang dipakai dalam kepemimpinan TNI adalah sistim komando, sedangkan GPIB bukan sistim komando, melainkan sistim presbiterial sinodal; Dari latar belakang sistim presbiterial inilah berangkat dan beranjaknya kepemimpianan GPIB untuk membangun kepemimpinan para pendetanya yang memimpin jemaat masing didaerahnya

PENDETA THEO MENANGGAPI CERAMAH JENDERAL SUDOMO

Salah satu peserta yang secara kritis  menanggapi ceramah laksamana Sudomo ialah Pdt Theo Natumnea, ia menyampaikan pendepatnya tentang  kekayaan Indonesia yang berlimpah ruah, khususnya dibidang minyak, apalagi kalau harga minya dunia naik, pengelolanya yang berpesta, rakyat tetap  menderita dan miskin.

Ia ibaratkan seperti serombngan tentara yang sementara latihan melawati sungai disebuah  kampung, disungai itu  sementara  mandi seorang gadis yang buah dadanya  antara permukaan air, sebentar tenggelam… sebentar kelihatan, ….. sebentar hilang,….sebentar nampak….. (yang di soraki  dengan tepuk tangan oleh para peserta sampai semuanya berdiri )…yang menjadi sorotan para anggota

Image

Jangan menonton saja kenaikan harga minyak, sementara rakyat menderita

tentara, ada yang sibuk foto, ada yang hanya nonton, ada yang melihat pakai alat jarak jauh dlsbnya( tambah bersorak para peserta pembinaan)….. sampai truk-truk komando melewati sungai yang  sementara gadis desa yang  lugu ini mandi.

Demikianlah  rakyat ini nasibnya sama, hanya nonton, melihat, atau melotot sekalipun  kanaikan harga minyak bumi ini naik turun, tapi rakyat tidak pernah mendapat kenikmatan harga yang sering kali berlipat ganda ini, yang hanya dinikmati oleh pengelola dan penguasa republik ini.

Komentar pak Sudomo : “Ada pula pendeta  yang bisa menilai dunia ekonomi, yang mampu menjabarkannya dengan cerita menarik yaitu ceritera eksotis” gadis desa yang mandi disungai  sementara lewat  prajurit  yang sementara latihan….yang bisa membuat mata  para tentara terbelalak, tapi senyum indah.”

Kita sama-sama nonton saja  naik turunya harga minyak bumi dunia ini  pak pendeta  !  bahkan kita sering ketimpa kenaikan harganya, yang membuat penderitaan rakyat  tidak habis-habisnya pak pendeta…terima kasih pak pendeta ujar sudomo  jenderal berbintang empat ini.

MENEMBAK MATI BURUNG HANTU DALAM GEREJA BLENDUK.

Image

terjatuh ditembak dengan senapan cis, oleh pdt Theo, sekali membidik, terkulai ke lantai gereja tua…Blenduk

Ternyata dalam gereja blenduk menginap seekor burung hantu berwarna putih, untuk mencari kelelawar kecil yang  juga    tinggal & bersarang  cukup banyak  diatas bubungan gereja tua itu, kemungkinan  kesiangan atau memang  mau menetap di gereja, karena  lebih rasa aman dan gampang,   mencari makan kelelawar kecil pengganti tikus.

Burung hantu itu bukan penjaga gereja dan bukan burung hantu jadi-jadian, tetapi seekor burung  hantu yang  senang tinggal  dalam gereja karena dingin dan gampang mendapat makanan, karena banyaknya kelelawar kecil yang  tinggal dibubungan gereja dan sering terbang kesana kemari melewatinya untuk ditangkap.

Ketika koster melaporkan bahwa ada seekor  burung hantu dalam gereja, ia menyuruh koster itu pergi berlari-lari mengambil senapan angin di pastori, yang dibelinya ketika masih berada di Banjarmasin, dan sudah berlatih cara menembak yang tepat.

Setiba koster itu diberikan senapan angin itu, dipompanya sampai kencang dan diarahkan moncongnya keatas…  kearah burung hantu itu sambil membidik: cis…….terjatuhlah burung  hantu itu  kebawah dan terkulai dilantai gereja tua ini

Setelah diperiksa, ternyata peluru senapan angin itu  mengenai mata sebelah dan tembus  lewat atas kepala, sesuai dengan bidikan  pdt Theo, ketika menembak burung hantu itu. Ternyata  tidak percuma latihan menembak waktu masih ia berada dihutan Kalimantan  selatan, dengan sekali bidik, maka terjatuhlah burung hantu ini

Koster mengambilnya dan berkata : akan  menghadiahkan kepada  temannya yang akan membuatnya menjadi   hiasan dengan air keras untuk dipajang, karena  bulu burung hantu yang putih ini sangat indah untuk dipajang, jika dikemas dengan baik.

PENDEWASAAN ” JEMAAT  EFFATHA ”   S E M A R A N G

Image

Efatha: “terbukalah”, lebarkan sayapmu,…. untuk melayani sesamamu, dalam nama Yesus, ia berjanji : Aku menyertai kamu

Jemaat GPIB Imanuel (  Blenduk )  Semarang semakin bertumbuh dan berkembang,   jumlah kepala keluarganya sampai ribuan  anggota majelis  jemaatnya  hampir duaratusan  dan wilayahnya amat luas dengan  gedung ibadah dalam kota semarang  ada 4 gedung:  yaitu Blenduk, Peterongan, Effatha dan Banyumanik ,  volume kebaktian tiap minggu sebanyak  6 kali kebaktian  dan luar kota adalah bagian jemaat Kendal serta pelkes  kenongo dan pelkes Dempelrejo.

Data demikian  pasti  mereka analisa  bahwa jemaat tidak puas, dengan pelayanan majelis serta pendeta untuk menjangkau dan melayani warganya yang banyak dan luas itu, apa lagi pendetanya (Pdt. Theo) yang seorang diri melayani jemaat  sekaliber  semarang ini, ia menyatakan ” sangat tidak puas”, jika mempertahankan jemaat ini hanya satu jemaat saja.

Dirancang dalam Program kerja untuk pendewasan  jemaat yang dipandangnya sudah memenuhi syarat,    sehingga          semakin bertambah  tenaga pendeta  bisa menjawab tantangan pelayanan ini dan dapat bersaing positip dengan  GKI, GKJ GIA,HKBP dan gereja lainnya di semarang.

Proses pendewasaan jemaat  Effatha ini, cukup menyita tenaga, karena status sebelumnya adalah bagian jemaat dari Imanuel (Blenduk) yang memberikan keluasan untuk mengelola sendiri pelayanan dan keuangan, sedangkan administtrasi dan sebagian pelayanan masih diatur dari jemaat induk.

Dari sisi inilah maka bagian jemaat ini ingin mau cepat-cepat dewasa, pada hal persiapan dibidang yang lain membutuhkan waktu untuk melatih, membina dan  membimbing   kearah persiapan pendewasaannya.

Kehadiran  Vikharis Andar Maitimu sangat berperan  dan  menolong mempersiapkan buku-buku menurut tata gereja serta mengisi buku-buku itu sebagai bagian dari pada persiapan pendewasaan itu.. al. buku : daftar anggota, kelahiran, pendaftaran, kematian, mutasi,  baptis, sidi, nikah , majelis dan BPK serta komisi dlsbnya.

Setelah membuat program  dan anggaran tersendiri yang turut memperhitungkan  anggaran seorang pendeta, maka ditimbang dari segi pengeluaran dan pemasukan, sehingga dari segi ekonomi dipandang  siap dan matang  untuk didewasakan.

Selain itu bagian jemaat ini punya wilayah perbatasan yang jelas, majelis jemaat yang terbagi dalam sektor-sektor, merupakan penataan yang matang untuk menerima pendewasaan.

Pendeta  Simau  sebagai ketua umum Majelis  GPIB telah membawa sk majelis sinode GPIB tentang pendewasaan dan beliau yang langsung mendewasakannya menjadi jemaat GPIB Effatha Semarang…Effatha  …terbukalah .

AKHIRNYA,MEREKA  MAU MENERIMA RUMAH SESUAI UNDIAN.

Peristiwa menghilang  semua orang yang pada waktu doa syafaat itu , ialah orang- orang  yang menempati “rumah tua  peterongan”, mereka sadar satu persatu  bahwa tempat mereka tinggal itu bukan  hak milik mereka tetapi adalah milik  gereja,  sehingga  mereka mau menerima rumah undian di perumnas Banyumanik.

Image

Terimalah nomor undian ini untuk rumahmu, sesuai pimpinan Tuhan

Rumah yang diundi untuk mereka ini bukan juga uang  atau rumah ganti rugi, tetapi sekedar uang/rumah pengusiran dan pengosongan, karena tempat yang mereka tinggal itu harus segera dikosongkan untuk membangun gedung gereja, pastory dan kantor gereja serta sisanya  sebagai pendayagunaan tanah tsb antara investor  dengan Majelis    Sinode GPIB.

Tanda tangan  mereka bubuhkan  dalam tanda terima rumah, sehingga bersiap-siap untuk masuk rumah, yang  tentunya masing-masing harus memperbaiki seperlunya, Karena  rumah yang dibeli oleh majelis Sinode GPIB melalui team penyelesaian ini adalah rumah yang sudah lama kosong.

Puji Tuhan, urusan    pengosongan  rumah tua peterongan dalam rangka program sinodal yaitu  pendaya gunaan harta milik GPIB ini dapat diselesaikan, sehingga rumah orang tua/jompo peterongan sudah mulai kosong untuk  dibangun gereja dan tanah sebagian oleh Majelis sinode GPIB berikan kepada investor, sebagai pendayagunaan harta milik GPIB  sesuai harga yang telah di tetapkan kedua belah pihak.

TANAH & GEDUNG GEREJA  GPIB DIPAKAI  AGRARIA & GERGAJI KAYU DIKUDUS

Harta milik GPIB dijawa tengah ada dimana –mana, kalau mau ditelusuri al  ada di Kudus, rombongan majelis jemaat Imanuel (Blenduk) sudah melihatnya ketika berkunjung ke Dr Philemon….pindahan dari Palangkaraya, mereka  melihat dari dekat dan menyaksikan  tanah sebagian besar dibangun kantor Agraria (BPN) , sedangkan sisanya  berupa gedung lama gereja  Indische kerk, dipakai tukang gergaji kayu karena tidak diurus .

Image

Kasihan  tanah & gereja tua ini terbengkalai :Tanah gereja ini segera ditangani oleh MS GPIB, kalau tidak akan hilang seterusnya, tanpa bekas…jangan dan jangan terlambat

Hal ini Pdt Theo sebagai ketua majelis jemaat  GPIB  Imanuel semarang (BLENDUK) telah melaporkannya ke Majelis sinode, serta ia pendekatan dengan  Mayor  jenderal purnawirawan TNI Pen Kris  Masengi yang adalah anggota majelis Sinode bagian harta milik dan dalam perkembangannya ia mengatakan: “sudah melihat dan akan dibawa dalam rapat  majelis sinode” dan di perhatikan secara serius harta milik GPIB  di Kudus ini.

Bagaimana nasibnya tanah itu, kita pasti mendapat keterangan   dari anggota Majelis sinode bidang harta milik, supaya  dapat diselesaikan dengan baik.

Usul Pdt Theo: tempatkanlah seorang tenaga, apakah seorang motivator ? atau Vikharis yang  punya keberanian? Atau siapapun  orangnya dengan  predikat  &  jelukan  apapun namanya ? dibawah pengawasan Majelis jemaat GPIB Imanuel semarang dan Majelis Sinode GPIB untuk mulai mengembangkannya  berkoordinasi dengan  warga GPIB disana yang sementara kebaktian digereja lain untuk mulai  berdoa dan minta Tuhan hidupkan kembali jemaat dikota Kudus dengan modal  keluarga Dr Philemon yang  berasal  dari GPIB  Ebenhaezer Palang Raya, , seperti pengalaman Pdt Theo bekerja sama  Dr Philemon dan  membangun  Jemaat  GPIB Ebenhaezer Palangkara yang lalu.

Sayang, jikalau dibiarkan terus, dan tidak diurus, bisa saja  tanah dan gedung gereja tsb  menjadi sirna diambil orang semuanya, pada hal GPIB ditempat lain seperti pengalaman gereja lain juga, bahwa dalam nama Tuhan Yesus  bisa membuat yang tidak ada menjadi ada dan  yang sudah ada  menjadi  lebih baik

GEREJA INDISCHE KERK  DISERAHKAN OLEH GKJ KEPADA GPIB  DIREMBANG.

Image

MS GPIB segera mengurus statusnya ke Pemda Rembang, kalau tidak akan berubah fungsi

Surat Majelis gereja jawa Rembang menyampaikan ke Majelis Sinode GPIB dengan tembusan Majelis jemaat GPIB Imanuel Semarang (Blenduk) dalam hal mengembalikan /menyerahkan tanah dan gedung gereja itu kepada GPIB, karena mereka  yang pinjam pakai sudah  selesai dan sudah memiliki gedung gereja sendiri.

Pada saat itu dikomunikasikan kepada majelis Sinode GPIB, saat-saat mana Pdt Theo pindah dari jemaat Imanuel ( Blenduk ) Semarang ke  jemaat Filadelfia Banten.

Menurut salah satu warga jemaat yang tahu Rembang  bapak Sutrasman  adalah  anggota  majelis jemaat  GPIB Gloria mengatakan bahwa letak gereja ini sangat strategis karena berada dipantai dan disinyalir mau dijadikan  monumen bersejarah, milik Pemda Rembang, kalau tidak segera diambil ,  diurus  dan dipergunakan.

Usul supaya diurus dan ditempatkan seorang Vikharis yang mandiri yang dikontrol mentor dari Jemaat GPIB Imanuel ( Blenduk ) Semarang dan Majelis Sinode  GPIB untuk merintis  warga jemaat di Rembang dari tidak ada menjadi ada , atau dari yang sedikit menjadi  jemaat dewasa. Dengan iman  pasti tahap demi tahap dapat dicapai oleh pertolongan Tuhan Yesus kepala Gereja dalam pimpinan Roh kudus.

TANAH  P A L D A M :  G.P.I.B.   menang  dari Pengadilan Negeri s/d  Mahkamah Agung

Image

negosiasi antara Kodam Diponegoro, Investor dan GPIB:  menyelesaikan tanah Paldam Semarang

Boleh dikatakan bahwa salah satu gudang harta milik GPIB peninggalan Belanda  berada di Semarang pada khususnya dan jawa tengah pada umumnya, selain di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia tercinta ini.

Tanah Paldam yang dibawah Kodam Diponegoro jawa tengah melalui suatu proses yang panjang dari Persidangan sinode  yang satu ke persidangan sinode yang lain yang menghabiskan tenaga dan pergumulan .

Hal ini terjadi  karena sesudah Kodam pindahkan kantor paldam baru ke Ungaran , suatu kompleks yang luas dan indah sebagai pengganti kantor paldam lama  dan merealisasikan perjanjian  antara GPIB dengan  Kodam Diponegoro. pihak kodam sudah aman menerima bagiannya,  sedangkan Majelis sinode GPIB belum menerima semua bagiannya, muncul suatu yayasan  yang mengklaim  bahwa tanah itu milik yayasan tsb, bukan hanya mengklaim tetapi memperkarakan status tanah itu ke Pengadilan Negeri semarang.

Majelis Sinode menyiapkan pengacara GPIB yang handal dari Jakarta untuk menghadapinya dan puji Tuhan, data pemilikan  yang dimiliki GPIB lengkap sehingga  yayasan itu  kalah…atau kemenangan dipihak gpib.

Yayasan ini tidak patah arang, mereka   naik banding ke pengadilan Tinggi semarang, puji Tuhan pula , kemenangan masih di pihak GPIB

Mereka  banding ke mahkamah Agung Jakarta, tapi dewi fortuna  tidak berpihak  kepada mereka, tapi justru terus menghampiri GPIB yang menang..puji Tuhan.

Yayasan  yang sebagian besar anggotanya adalah warga jemaat GPIB Imanuel  semarang  ini terus berusaha dan berkutat untuk menjadi keadilan  dengan mohon peninjauan ulang ke mahkamah  agung , tetapi justru semakin mereka berusaha, semakin dipermalukan, karena hasilnya nihil,  dewi fortuna  kemenangan tetap dipihak GPIB.

YAYASAN  BARU    MENGKLAIM    TANAH       PALDAM , SESUDAH  KEKALAHANNYA di MAHKAMAH  AGUNG RI.

Nasib mengurus harta milik  inventaris Blenduk ini, dibuatnya GPIB menjadi  bulan-bulanan oleh orang –orang yang merupakan preman berkerah  putih, permainan mereka tinggi, orang orang yang tidak

Image

Instansi Hukum tertinggi : MA, telah memutuskan kemenangan kepada GPIB

bertanggung jawab , mereka masih  sama hanya mengganti baju saja dan   mencari tambah orang lain yang adalah keturunan belanda membuat yayasan baru, lalu mengklaim tanah paldam yang pernah di pakai Kodam Diponegoro ini menjadi masalah besar dan berlarut –larut.

Yayasan baru  yang mengklaim tanah paldam Kodam  Diponegoro ini memperkarakan kepengadilan. Pengadilan Negeri semarang, tetapi pihak pengadilan  menjawab mereka ,bahwa  GPIB sudah menang dalam perkara ini, tapi mereka mengatakan kami tidak mengenal yayasan yang kalah itu, kami adalah pemilik yang sebenarnya

Itulah dunia harta milik yang sering membutakan mata rohani manusia termasuk orang percaya,  sehingga kalau sudah buta, maka dia tabrak  kesana kemari untuk mencari harta dunia biarpun secara haram.

Mari kita periksa diri untuk bekerja, berusaha dan mencari apa saja termasuk harta dunia ini, tetapi bagaimana cari mencarinya dan bagaimana cara mempergunakannya untuk membangun hidup dan iman kita serta mencarinya secara halal.

PDT THEO MENOLAK UNTUK MEMBAWA PENGURUS YAYASAN INI k e  MAJELIS SINODE GPIB

Pada saat pdt Theo mau pindah  dari jemaat GPIB  Imanuel semarang ke jemaat GPIB Fildelfia Banten, mereka telepon ke pastori, supaya berteman menjadi team  untuk menghadap ke majelis sinode GPIB  agar menjari jalan damai.

Pdt Theo menolak tawaran itu dan berkata :” kita   beda pendapat,  karena harta milik  GPIB  yang ingin dikuasai oleh yayasan ini sudah kalah dan tidak perlu lagi cari jalan damai,  bahkan   anda adalah warga jemaat  GPIB Imanuel harus mengamankan keputusan Mahkamah Agung tentang   peninjauan ulang itu, oleh karena  mahkamah agung   sebagai lembaga hukum tertinggi dinegara kita ini…sudah memberi kemenangan kepada GPIB.

Image

Saya dipihak GPIB, silahkan bertemu sendiri dengan MS GPIB

Kata pdt Theo : “Silahkah menghadap sendiri  ini alamat dan nomor teleponnya, agar mencari jalan damai atau bagaimana,  saya berada dipihak  GPIB dan inilah pandangan saya”, penegasan ini  untuk demi hukum dan nilai edukatif,  mengajarkan kepada warga jemaat, agar kerja dan usaha apa saja,  agar menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran,  pasti diberkati Tuhan.

Hal ini diinformasikan ke Majelis sinode GPIB, tetapi ia sendiri berada dipihak GPIB, memang mereka adalah orang –orang kaya , karena  yayasan mereka  sudah mendaya-gunakan beberapa tanah yang ditinggalkan oleh Belanda begitu saja sesudah revolusi, lalu mereka mengklaimnya sebagai milik yayasan tsb.

Semua informasi ini ia bukakan kepada majelis sinode untuk bersiap, jika memang mereka betul-betul datang untuk bertemu mencari jalan damai itu, maka pihak kita yaitu GPIB mendapat data yang akurat untuk menjamu mereka, namun jelas bahwa mereka sebagian besar adalah anggota yayasan lama yang sudah kalah dari GPIB, hanya ganti baju yang  warnanya lain, ini yang perlu diwaspadai, bukan sebagai status warga jemaat, tetapi dalam status  lawannya gpib di pengadilan.

INVESTOR SUDAH MULAI MEMBANGUN DAN MENJUAL TANAH YANG BELUM SELESAI MASALAHNYA.

Pada saat itu bersama salah seorang anggota team Majelis sinode GPIB yaitu bapak  Tetelepta SH  , ia adalah  asisten Intel jaksa tinggi jawa tengah, dari mana ia mendapat informasi, sehingga ia mengajak pdt Theo melihat lokasi tanah paldam yang sangat strategis itu.

Image

Masalah belum selesai investor sudah membangun karena dia merasa rugi: MS GPIB harus tuntaskan hak-hak GPIB

Heran, ketika sampai dilokasi ia sendiri bertanya kepada pdt Theo; Mengapa mereka sudah membangun, pada hal urusan pembayaran kepada  Majelis Sinode GPIB belum selesai ?  Wah kata pendeta Theo: “ saya  juga  mau bertanya  : mengapa, dan mengapa  hal ini terjadi “ ?

Memang bila direnungkan, investor punya dana sudah banyak keluar untuk membangun kompleks baru paldam kodam dipinegoro diungaran, tetapi semuanya ini harus melalui prosedur yang baik , benar dan tertib , supaya tidak ada pihak yang dirugikan , dalam hal ini adalah pihak Majelis  sinode GPIB kita.

PERSIDANGAN SINODE DI DENPASAR DAN DI JAKARTA TELAH MENETAPKAN UNTUK  SEMENTARA TIDAK MENGURUS HARTA MILIK GPIB.

Image

Awasmasalah yang berjalan tetap diurus sampai tuntas, karena nilai rupiah tetap berkembanginvestor mau mengembalikan modalnya juga

Pertanyaannya : berapa lama    tenggang waktu untuk  tidak mengurus harta milik G P I B   ?  dan  Bagaimana   urusan harta milik yang nasib urusannya   masih  terbengkalai  ? bagaimana nasib  urusan tanah milik GPIB di Paldam Kodam Diponegoro yang  yang pembayarannya belum selesai ? Jawabannya harus datang dari Majelis sinode, untuk mengamankan  semua transaksi, negosiasi yang sudah berjalan, karena jika ditinggalkan lama dan bertahun-tahun , nilai rupiah  uang republik Indonesia tercinta ini semakin menyusut, jika  tahun delapan puluhan majelis sinode harus terima 12 miliar rupiah umpamanya, maka sekarang harga itu sudah menjadi 12 triliun rupiah dan banyak pertimbangan faktor keamanan dan  kejujuran investor yang harus segera melunasi utang tsb.

Berdasarkan data-data  dan pertanyaan diatas, maka pihak gpib yaitu majelis sinode harus mengambil langkah kebijakan yang tepat guna mengamankan dan menyelesaikan semuanya itu, syukur puji Tuhan , kalau sudah selesai, tapi dalam laporan dan realissasi pendaya gunaannya   yang masih merupakan tanda Tanya!  Tapi kalau belum selesai  pendeta Theo mengusulkan untuk langkah-langkah strategis  itu harus segera ditempuh untuk kepentingan gpib  dan pelayanannya.

Hal ini diuruaikan dengan tulus , sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman mendampingi baik team majelis sinode dan anggota majelis sinode, karena selama ia bertugas sebagai pendeta /ketua majelis jemaat gpib imanuel ( blenduk) semarang,   sering datang anggota majelis sinode gpib untuk urusan tsb

Sebenarnya, masih banyak lagi dibenak pendeta Theo, tapi cukup  mengutarakan data-data diatas, kiranya dapat dimanfaatkan  dan menguntungkan pihak gpib, untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus dalam mengembangkan pelayanan ladangNya amin.

PENDEWASAAN JEMAAT FILADELFIA SEMARANG.

Image

Selamat bersekutu, melayani dan bersaksi, “Filadelfia : Kasih Persaudaraan”

Penyelesaian gedung gereja  baru lengkap dengan kantor  gereja dan pastori,  merupakan  salah satu persiapan untuk melengkapi  syarat pendewasan  sebuah jemaat baru, dimana majelis  bagian jemaat peterongan  berkonsultasi  terus menerus dengan jemaat induk , dibawah koordinasi ibu Pattikawa sebagai koordinator  untuk mempersiapkan pendewasan tsb.

Kepadanya diarahkan oleh Pdt Theo, agar mempersiapkan buku-buku sesuai tata gereja dan menilai kemampuan calon jemaat tsb  menuju kemandiriannya.

Buku-buku sesuai tata gereja sudah disiapkan al. buku: keadaan jemaat, pendaftaran, kelahiran,  kematian, baptis, sidi, nikah, atestasi, majelis, bpk, komisi dlsbnya ,  sudah siap untuk di periksa oleh majelis jemaat GPIB Imanuel (Blenduk)

Laporan disampaikan kepada  Majelis Sinode GPIB untuk ditilik  dan dinilai kelayakannya, lalu ditetapkan  hari pendewasaan serta diutus  Pdt  wuwungan Dth  sebagai ketua umum majelis sinode untuk mendewasakan jemaat baru ini dengan nama “ FILADELFIA’ artinya persaudaraan

PENDETA THEO DAN KELUARGA  BERDOA’ DI BUKIT DOA’ GETSEMANI, UNGARAN

Semua anggota keluarga yaituTheo, Nelly, Jeni, Orry  Nani  dan  Debora (keponakan)  memilih satu tempat saja,diruang gua itu besar dan bisa muat semuanya.

Image

Mereka berdoa seharian instrospeksi diri : Pdt Theo, Ibu Nelly, Yenni, Ori, Nani dan Debora (Ponakan)

Memuji-muji nama Tuhan atas kebaikanNya yang telah memimpin mereka  melayani di Semarang selamat empat tahun, suka….dan duka  …silih berganti, itulah dinamika hidup  dan pelayanan diladang Tuhan ini

Masing -masing mengadakan refleksi, mengangkat hati dan menaikan doa  puji syukur serta ucapan syukur pada  Tuhan atas  pertolonganNya dalam rumah tangga, sekolah anak-anak dan terutama pelayanan yang volumenya cukup tinggi…tetapi dapat menjalaninya serta melewatinya  dengan baik karena pimpinan Tuhan.

Kini waktunya untuk mereka akan pindah, mempercayakan kepindahan mereka ini pada Tuhan, sebagaimana  Tuhan memimpin di jemaat Imanuel (blenduk) semarang, kiranya berkat , anugerah Tuhan yang sama akan menyertai mereka di tempat baru …Filadelfia Bintaro-jaya-banten..terpujilah Tuhan Yesus Kristus.

Sesudah berdoa seharian bersama keluarga, waktunya untuk makan dan melihat sana -sini untukterakhir kalinya sebelum berangkat ke  Banten-Bintaro-jaya.

SIAP-SIAP MAU PINDAH KE FILADELFIA  BINTARO – BANTEN

Image

Selamat Tinggal gereja Blenduk, selamat tinggal Jemaat Immanuel Semarang, terus berjuang dalam pelayanan, Tuhan Berkati

Tidak terasa, empat tahun  kepemimpinan Pdt Theo di Jemaat Imanuel Semarang, dalam waktu yang singkat itu Tuhan berkati sehingga mendewasakan dua jemaat baru yaitu   jemaat Effatha    semarang selatan dan jemaat Filadelfia Semarang timur serta mengembangkan pelayanan jemaat GPIB Imanuel (Blenduk), serta proyek sinode  yang memakan tenaga dan waktu tersendiri .

Majelis sinode telah menilik dan menetapkan untuk Pdt Theo menggantikan  Pdt.Brury Lewakabesy yang sudah keluar dari GPIB ke gereja pouk dan meninggalkan jemaat Filadelfia dalam keadaan kacau.

Isunya sudah didengar ketika ia  mengikuti konsultasi  mupel-mupel  dan Majelis Sinode di Medan, kini sk majelis sinode telah tiba  dan digumuli bersama majelis Jemaat untuk mempersiapkan  keberangkatan  dan kepindahan Pdt Theo dan menerima Pendeta yang baru.

Segala sesuatu telah dipersiapkan untuk diadakan perpisahan, tapi sementara persiapan tsb Majelis jemaat GPIB  Filadelfia  meminta agar segera mengisi kekosongan, untuk  itu Pdt Theo segera berangkat untuk diadakan serah terima di tempat baru yaitu Jemaat GPIB Filadelfia Banten.

Diadakan serah terima jabatan   ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia dari Pen  Ny. Willy Tuapatinay  kepada Pdt. Theofilus Natumnea sebagai ketua majelis jemaat GPIB filadelfia Banten

Dengan demikian Pdt Theo mendapat kepercayaan untuk memegang dua jemaat yaitu Imanuel semarang dan Filadelfia banten selama empat bulan.

Untuk urusan pergi dan pulang tanggung jawab dari jemaat GPIB filadelfia tiap dua minggu mendapat tiket garuda selama empat bulan , karena belum ada serah terima di jemaat GPIB Imanuel Semarang.

Ketika tiba waktunya kenaikan kelas anak-anak, maka diadakan serah terima dengan ketua I majelis Jemaat GPIB  Immanuel Semarang Pen Tetelepta SH dan  selanjutnya ……selamat tinggal jemaat Imanuel semarang,…. selamat tinggal Gereja Blenduk,….dalam segala suka duka yang telah dijalaninya bersama dalam kasih dan kemenangan Yesus Kristus Tuhan kita amin.

BERSAMA  KELUARGA TIBA  DIJEMAAT  GPIB FILADELFIA  BINTARO – JAYA  – BANTEN.

Image

Selamat datang.. dan selamat berjuang di Jemaat GPIB Filadelfia Bintaro-jaya- Banten.

Dalam biaya pindah  mereka  diperhitungkan tiket garuda, tetapi dalam mutasi pendeta tidak ada biaya pendaftaran anak sekolah, sehingga  mereka berdoa  kepada Tuhan untuk pendaftaran  anak sekolah .

Pada hari itu mereka sekeluarga  pergi  berdoa seharian di” bukit doa “ Ungaran, mau mencari waktu teduh dan evaluasi diri serta  menyampaikan  terima kasih pada Tuhan, bahwa selama empat tahun melayani Tuhan diJemaat GPIB  Imanuel (gereja blenduk) Semarang Tuhan  telah memelihara dan menjaga  mereka dengan baik, walaupun melaui suka dukanya, itulah dinamika kehidupan  seorang hamba Tuhan.

Ibu Ary bendahara mupel & anggota majelis jemaat  Filadelfia   semarang  yang telah didewasakan itu ,  menyampaikan bahwa  ia menanggung travel semarang – jakarta untuk keluarga Pendeta  Theo Natumnea.

Besok paginya ,bersama warga jemaat yang berkumpul untuk melepas keberangkatan  keluarga Pdt Theo Natumnea berdoa bersama, selamat tinggal…. teman-teman,selamat tinggal…tetap memelihara persekutuan dan tetap melayani, sampai jumpa…Tuhan memberkati (ucapan  ini  dengan suara sendu dan berlinang air mata)…..selamat jalan pak pendeta bersama ibu dan anak-anak semuanya…Tuhan memberkati  juga…selamat-selamat dijalan sampai di banten..Bintaro jaya Jakarta.(juga  ucapan dengan berlinang air mata dan suara sendu melepas pendetanya  bersama keluarga berangkat)   ngeng….ngeng…ngeng… berangkatlah mereka…makin lama ..semakin jauh mata memandang.….

Pendeta yang berhati kasih dan Injili ini masih sempat singgah berdoa diKendal   dalam “gedung gereja” bagian jemaat  yang  belum selesai ini,  ia berdoa  agar Tuhan memberkati bagian jemaat ini untuk berkembang , dimana gedung gerejanya belum selesai.

Meneruskan perjalanan darat, sambil istirahat dan makan , dengan sukacita mereka melaju dengan  kendaran travel ini sampai tiba di Bintaro –banten dengan selamat.

PERKENALAN KELUARGA PENDETA THEO  DENGAN WARGA JEMAAT  FILADELFIA.

Image

Khotbah perkenalan pada ibadah minggu merupakan permulaan yang baik, pepatah yunani mengatakan :”permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan”. Apa respon dan  komentar , warga jemaat ? Mereka mengatakan puas, ternyata  tidak beda atau sama dengan pendeta Brury Lewakabesi, demikianlah kata-kata ini ditiru ulang oleh beberapa  warga jemaat  yang mendengar warga jemaat dan diperdengarkan kepada pdt Theo…..lalu ia katakan; puji Tuhan, kiranya ada kerja sama yang baik dengan sambutan positip ini.

Perkenalan dalam kebaktian  syukur sebagai  penerimaan resmi warga jemaat, ketika pdt Theo dan seluruh anggota keluarga  hadir  seluruhnya, karena sebelumnya Ia masih bulak – balik selama empat bulan menunggu kenaikan kelas anak-anak.

Mereka  sangat mengharapkan kehadiran  seorang pendeta, itu tercermin dalam  percakapan dan kerinduan mereka, apalagi masalah yang ditnggalkan pendeta lama  yaitu pendeta Brury Lewakabesy itu sangat berat.

Apa masalahnya sampai jemaat   Filadelfia  bergumul berat ? Sebenarnya Pdt Brury Lewakabesi sudah serah terima dengan majelis jemaat GPIB  Filadelfia dan bahkan sudah diadakan perpisahan,  juga ditempat baru yaitu Bandung juga sudah serah terima dan acara penyambutan dan perkenalan… tetapi  entah… Mengapa  beliau tergoda untuk mau kembali ke jemaat Filadelfia ?

Bukan hanya kembali, tetapi mempengaruhi warga jemaat GPIB Filadelfia, sehingga hampir separoh  umat dibawa  ke GKO dimana  ia bernaung, sehingga jemaat GPIB Filadelfia terpecah menjadi tiga bagian yaitu yang pro beliau  ikut ke GKO,  yang lain netral tidak pro siapa  siapa ke GKI dan sisanya separoh  warga jemaat tetap menjadi warga jemaat GPIB Filadelfia

Itulah masalahnya, sehingga  dikatakan bahwa  : “jemaat GPIB Filadelfia  sedang  bergumul berat”,namun  ketika pdt Theo menerima  jabatan sebagai Pendeta/ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia ini,ia mengucapkan bahwa  semuanya  menjadi tanggung jawabnya sebagai pendeta/ketua majelis jemaat GPIB Filadelfia.

MENGUNJUNGI PDT BRURY LEWAKABESY .

Adalah kawan akrab, ketika mereka  berdua bertugas dan melayani di Kalimantan , pdt Theo  melayani di Jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, sedangkan Pdt Brury melayani dijemaat GPIB Tenggarong, dimana  kedua jemaat ini masih  bernaung  pada satu musyawarah pelayanan atau mupel yaitu  musyawarah pelayanan Kalimantan timur dan Kalimantan selatan  atau disingkat mupel kaltim – sel.

Image

memanggil, mengunjungi dan menjembatani untuk kembali ke GPIB, tapi sayang ia tidak mau kembali

Dengan demikian bagi Pdt Brury dan  sepak terjangnya bagi pdt Theo bukanlah  asing baginya, bahkan merupakan kawan akrab sejak keduanya melayani di Kalimantan dan bernaung dalam  mupel kaltim-sel.

Hal ini meringankan langkah pdt Theo untuk mau bertemu langsung dengan teman lamanya ini, tapi kunjungan pertama ditolaknya dengan alasan sibuk.

Penolakan ini tidak mengurungkan niat baik Pdt Theo untuk berkunjung lagi, setelah konsolidasi perkunjungan warga jemaat semakin mantap dan hampir 90 % warga jemaat yang ikut arus  dan pindah  ke  GKO telah  kembali kepangkuan  jemaat Filadelfia, maka dilanjutkan kunjungan keduanya dirumah  teman baiknya ini  yaitu Pendeta Brury Lewakabesy diperumahan Flamboyan  Rempoa.

Dalam kunjungan ini Pdt Theo sudah lebih dahulu berkonsultasi dengan majelis Sinode GPIB sebagai pimpinan dan menawarkan kepada beliau untuk kembali ke GPIB, tetapi tawaran ini ditolak olehnya, bahkan beliau  menambahkan bahwa ia sudah mempunyai kedudukan di tingkat majelis sinode GKO, dimana sebentar lagi akan  berangkat ke Australia dalam urusan  GKO, gereja barunya ini.

SETIAP WARGA BARU YANG DIKUNJUNGI BERKATA: ADA UNDANGAN GKO ?

Image

Pendeta Theo menasihatkan supaya warga jemaat tidak mengikuti undangn tersebut

Berhubung  dengan warga jemaat  GKO sedikit, bahkan yang pindah kesana telah kembali 90 %, maka mereka mengambil strategi baru, karena perumahan bintaro adalah perumahan baru, maka setiap warga  yang baru menempati rumahnya  di bintaro ini,  ada surat undangan  GKO untuk membuat acara  yang menarik dengan mereka dijemaat GKO Bintaro

Hal ini terungkap ketika  warga baru yang belum terdaftar ini dikunjungi oleh Pdt Theo, ( warga baru) yang belum mendaftar sistim kunjungannya “sistim jemput bola”  , dikunjungi sebelum mendaftar) mereka ungkapkan bahkan menunjukan  surat undangan itu: Pdt Theo  berkata : bapak dan ibu  jangan mengikuti mereka, karena  pdt Brury tadinya adalah Pendeta jemaat GPIB Filadelfia, tapi sekarang ia telah keluar dari GPIB  bahkan Majelis Sinode  GPIB telah mengeksikusi pemecatannya dengan surat keputusan dan ia sudah menjadi Pendetadi jemaat GKO, dengan meninggalkan  1001 macam persoalan dan pergumulan,  yang sementara kami selesaikan  satu persatu terutama  warga  jemaat yang ke GKO  baru dimenangkan kembali satu persatu tetapi baru sekitar 90 %….belum 100 %

IBARAT PERANG  : PDT BRURY ADALAH MUSUH, TETAPI  IBARAT DAMAI : PDT BRURY  ADALAH  KAWAN.

Mengapa dikatakan  pdt Brury adalah musuh jemaat GPIB Filadelfia ?

Image

apapun yang terjadi tetap teman dan membawa misi damai dalam pelayanan

Bukankah sama-sama gereja adalah sama dihadapan Allah ? Mengapa tidak saling  mengasihi  dan membantu sebagai gereja ? dan pasti banyak lagi pertanyaan yang akan timbul,  apa lagi warga jemaat yang mengalami  langsung pergumulan ini, dengan rayuannya  yang luar biasa   itu , untuk kalau bisa semua warga jemaat  GPIB  Filadelfia  pindah saja kejemaat  GKO Bintaro yang baru saja didirikannya alias semua warga jemaatnya adalah  mantan  warga jemaat GPIB Filadelfia.

Dari kaca mata  inilah kita dapat mengerti isi hati warga jemaat yang tetap bertahan sebagai warga jemaat GPIB Filadelfia,  yang kata-kata mereka “ibarat perang pdt Brury adalah musuh / lawan jemaat GPIB Filadelfia, karena selain ia menharubirukan warga jemaat, terus saja menggorogoti warga jemaat baru supaya  mau memperkecil jemaat GPIB Filadelfia dan mau memperbesar  jemaat GKO yang baru didirikannya itu .. sama dengan cari domba dari kandang GPIB Filadelfia.

Hari itu dalam perang  urat syaraf,  kalau tidak  jeli untuk berkunjung  habis-habisan, boleh jadi yang  ikut ke jemaat GKO tidak kembali bahkan  warga yang ada di gerogoti terus menerus, karena beliau adalah  mantan pendeta lama, dimana ia mengenal liku-liku kehidupan warga jemaat ini.

Kalau kita pakai ibarat perang organisasi gereja beliau  adalah musuh, pada saat itu, atau pada kondisi tertentu bukan untuk selamanya, sebab ketika dia bertobat dari perbuatannya untuk tidak mengacaukan  warga jemaat GPIB Filadelfia lagi, maka dia bukan musuh , tetapi kawan karena perang sudah selesai dan  bergandengan tangan untuk melayani dan bersekutu bersama.

APAKAH PDT BRURY DITERIMA LAGI DI GPIB ?

Adalah urusan majelis sinode GPIB,

Image

terserah ybs; dan keputusan MS GPIB

sebab kalau dia mau kembali lagi, sejak pendeta Theo mengunjunginya, memanggilnya sebagai teman supaya sadarlah dan kembalilah, bagi Tuhan tidak ada kata terlambat, tetapi dia tidak mau dan tidak mau.

Bagaimana kalau saat ini mau kembali ?  jawabannya juga sama adalah urusan majelis sinode GPIB, tetapi saran pdt Theo supaya tidak usah  terima dia lagi karena umurnya sudah tua, Dn rasa hati ini bagaimana ya ?

Kalau datang , mengikuti dan  mendaftarkan diri sebagai warga jemaat yang baik untuk duduk manis saja, sebab  dedikasinya sebagai mantan pendeta GPIB semuanya  sudah tahu dan hafal, maka demi menjaga kerukunan dan persekutuan jemaat GPIB Filadelfia, maka jemaat ini melayani dia sebagai warga jemaat biasa saja.

KALAU MASIH ADA  MEREKA : MUSTAHIL KAMI KEMBALI.

Image

akar pahit harus dibasmi habis dalam nama Tuhan Yesus

Dalam perkunjungan tanpa pemberitahuan yang didampingi oleh  isteri : Nelly tercinta, pagi, siang ,  sore dan  malam  ada suka dukanya, ada yang menolak, ada yang menerima, ada yang langsung mau kembali, ada yang saling menunggu, tetapi ada juga yang berkata:” kalau masih ada si A, B, dan C mustahil kami kembali menjadi  warga jemaat GPIB Filadelfia”,  situasi hati seperti ini ia dan nyora hanya mendoakan saja minta pimpinan Tuhan yang terbaik, sebab jika  Tuhan kehendaki untuk kembali nanti ada waktunya, karena tidak yang mustahil bagi Tuhan jika  Ia kehendakinya supaya semuanya bersatu.

Itulah isi hati mereka yang dicurahkannya kepada pdt Theo, dapat dimaklumi kendala ini, masih butuh pergumulan, butuh waktu dan doa khusus untuk mereka ini, karena ada ganjalan dan batu antukan kalau mereka kembali; hal ini tak dapat dipaksakan karena mereka juga punya perasaan  dan adalah manusiawi, Pdt Theo hanya katakan bahwa bagi manusia mustahil, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, jikalau Tuhan sudah kehendaki untuk kembali kepangkuan jemaat Filadelfia,  untuk menjadi saksiNya lebih luar biasa dan hebat lagi.

Hal ini  menjadi pembelajaran juga bagi umat, agar dalam memelihara persekutuan janganlah menjadi batu ganjaran bagi orang lain, masing masing introspeksi dengan pertanyaan-pertanyaan ini: apakah saya sudah menjadi berkat bagi  keluarga saya ? apakah saya sudah menjadi berkat bagi persekutuan saya  ?  apakah saya sudah menjadi berkat bagi  orang lain ? dan apakah saya sudah memuliakan nama Tuhan ?

Dengan pertanyaan-pertanyaan ini mau menantang kita supaya dalam memelihara suatu persekutuan yang besar seperti jemaat Filadelfia ini  jangan aku kita yang ditonjolkan, janganlah  kelompok kita yang  dinampakkan, tetapi saling menerima dan saling melengkapi satu dengan yang lain, mungkin ada orang Kristen baru yang baru bisa berlari  lima km perjam, jangan dipaksakan sesuai kekuatanmu yang bisa berlari dua puluh lima km per jam, tapi terima keberadaannya untuk saling menerima, saling melengkapi dan membangun menuju kepada kesempurnaan Kristus. (Epesus 4 :11-16)

KAMI NETRAL, KARENA ITU KAMI KEBAKTIAN  DI  GKI  SAJA.

Image

tadinya bernaung sementara di GKI, tapi ada yang kerasan mau menetap disana dengan syarat harus ada surat pindah dari GPIB Filadelfia

Kelompok ini cukup banyak yaitu 1/5 dari jumlah warga jemaat, mereka mengatakan kami tidak pro siapa-siapa ! kami tidak pro pak Brury tetapi juga tidak pro  pada   warga jemaat tetap di Filadelfia  yang bertentangan dengan  pdt Brury, untuk itu kami tetap  netral…  kelompok poros tengah  ini  mau menunjukan kemurnian  kenetralan   mereka  dan  berkata : “ kami mau cari  tenang kalau beribadah , kami tidak mau ikut ribut  ( keadaan jemaat waktu  itu seperti  bara api ditungku yang panas) semua bicara tentang   seseorang dan segala sesuatu yang telah terjadi dalam jemaat yang membawa perpecahan luar biasa, tetapi kelompok ini tidak ikut-ikutan ribut hanya mau  cari ibadah  dengan tenang ,  jadi  mereka kebaktian ke  jemaat GKI Depsos Bintaro.

Mereka sudah tenang  mengikuti ibadah-ibadah di  jemaat GKI Depsos, hanya peraturan GKI cukup ketat, jika mau menjadi warga jemaat, harus membawa surat pindah (atestasi  dari jemaat atau gereja lama), maka merekapun tidak terdaftar di jemaat GKI  depsos  sana.

Puji Tuhan, karena kasih dan kemurahan Tuhan menyertai Pdt Theo, sehingga dengan gigih mengunjungi  mereka ini  dari keluarga yang satu ke keluarga yang lain, dan  menyadarkan serta memastikan mereka bahwa keadaan jemaat GPIB Filadelfia  sudah aman terkendali dengan  kehadiran pendeta jemaat yang baru ini. Merekapun satu persatu  membaca tanda-tanda itu  dan mau kembali berjemaat di Filadelfia  yang  artinya kasih persaudaraan itu .

Walaupun berusaha begitu rupa, tapi  ada juga warga  yang tetap tidak senang dengan keadaan yang sudah terjadi ini, tetap mau minta atestasi untuk pindah ke jemaat GKI depsos Bintaro, terjadilah dialog yang panjang, bahkan Pdt Theo minta berpikir ulang  selama seminggu, mereka tetap berkeras untuk pindah ke jemaat GKI depsos bintaro yang dianggapnya lebih tenang untuk beribadah, rupanya situasi hatinya sudah menetap dan mantap disana.

Keadaan seperti ini  menuntut pdt Theo dan para majelis  yl harus  kerja extra keras, tempa besi selagi panas, sebab jika besi sudah dingin dengan apapun tak dapat ditempa untuk ditarik kembali lagi, hanya kuasa Tuhan Yesus saja yang bisa memanaskannya ulang, maka berlakulah bagi Tuhan tidak mustahil itu.

MENANAM DAN MEMETIK  PEPAYA , DIHALAMAN BELAKANG PASTORY…FILADELFIA BINTARO- JAYA

Kesibukannya untuk  berkunjung dan melayani jemaat, tidak  mengurungkan niatnya untuk pendeta petani ini menanam  pisang meja dan pohon pepaya.

Fiilosofis memimpin jemaat sering  diibaratkan dengan menanam tanaman yang disdayanginya, merawatnya, menumbuhkannya dan  membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan perhatian yang sungguh-sungguh.

Bercocok tanam ini juga untuk   tidak jemu dan tidak tenggelam dalam rutinitas

Image

Dimana menginjak bumi,   disitu bercocok tanam,    tidak melupakan Habitat & ekosistim sebagai petani, (MELAMBANGKAN BAHWA  LADANG PELAYANAN SUDAH MENGUNING DAN PERLU  PENUAI-PENUAI YANG  SIAP UNTUK DIUTUS DAN SETIA MELAYANI  TUHAN

pelayanan, tetapi ada penyegaran tersendiri dalam hidup pribadi yang  lahir sebagai anak petani ini.

Bahkan  sering kali tanaman ini disejajarkan dengan  memelihara jemaat, merawat, menumbuhkan  yang penuh dengan kasih sayang, “jika tanaman ini berhasil, demikian juga penanganan  masalah apa saja dalam jemaat akan berhasil, kata pendeta yang bertangan dingin ini”  sabil memberi semangat kepada keluarganya.

Suatu ketika  ia memetik buah pepaya yang sudah matang  itu, yang ditanamnya sejak ia tiba  diBintaro jaya, seraya sambil melayani tidak melupakan  habitat aslinya yaitu tanam menanam ini.

SITUASI  JEMAAT FILADELFIA   &  JEMAAT GKO   di  BINTARO

Sebagian besar warga jemaat tanggelam dalam pembicaraan antara bertahan dan  pindah,  dalam  pengaruh dua kelompok besar ini, menciptakan  hiruk pikuk pembicaraan tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan dilewati itu ibarat “ makan buah simalakama”     “dimakan ibu mati, tak dimakan ibu mati” , mau tidak mau dimakan, kecuali mereka yang netral dan ke GKI.

Bola panas ini terus bergulir melintasi  wilayah jemaat  bintaro, siapa yang tidak tahu dan siapa  yang tidak ikut bicara, semuanya mau tidak mau  terjerumus dalam membicarakan  orang lain,  berarti diluar kasih dan pembicaraan panas yang melintasi jemaat Filadelfia  Bintaro.

Syukurlah sebagian besar jemaat yang bertahan, tetap tenang dalam kasih persaudaraan sesuai nama Filadelfia, ini kekuatan yang dipakai Pdt Theo untuk menalarkan kasih persaudaraan yang semakin bertumbuh  untuk mengadakan konsolidasi ulang jemaat GPIB Filadelfia

RAHASIA KEMENANGAN DALAM MEMPERSATUKAN KEMBALI JEMAAT FILADELFIA.

Semua hamba Tuhan pasti tahu rahasia yang satu ini ialah doa dan perkunjungan warga jemaat,itulah basis pelayanan terutama dalam memulai jemaat yang sedang pecah,  timggal bagaimana mengelolanya, mau atau tidak, kalau  mulai harus sungguh-sungguh dengan berkorban untuk menjalankan dan  menghadapinya, berani

Image

Doa dengan Tekun sangat besar Khasiatnya, berkunjung dengan rajin menemukan warga jemaat mau kembali

berkomitmen untuk memenangkan pertandingan ini .  Ia tidak menyia-nyiakan waktu sejak  pindah  dari Semarang, ia tekun berdoa dan mulai perkunjungan dari rumah ke rumah terutama warga jemaat yang sudah meninggalkan jemaat  GPIB Filadelfia dan berpindah baik ke GKO   maupun ke GKI

Ada suara-suara yang mengatakan bahwa kita sadar untuk kembali, dengan sentuhan khotbah perdananya yang menceriterakan  tentang orang Kristen baru di Nepal yang masuk penjara karena dibaptis. Ketika pendeta  misionaris datang berkunjung ke penjara, mereka   sampaikan  pokok doa : “Pak Pendeta: jangan doakan kami supaya kami cepat keluar dari penjara, tetapi doakanlah kami supaya kami tetap  setia kepada Yesus sampai akhir”, maka warga jemaat yang ikut ke GKO dan  GKI berkata :  berarti  kita tidak setia, sekarang kita harus kembali kejemaat GPIB Filadelfia.

Kata pepatah “Tempa besi selagi masih panas”, sebab jikalau besi sudah dingin, biar pakai hamar gajahpun tidak dapat dibentuk lagi, karena itu mendengar respons  mereka  waktu khotbah pertama:  bahwa  ada  yang mau kembali adalah  permulaan yang baik   karena  kata mereka:  “kita sudah keliru”, dimana ada sambutan positip dari mereka, sebab yang masuk gereja waktu itu tidak hanya  warga Filadelfia  yang bertahan , tetapi juga warga jemaat yang sudah pindah ke GKO dan GKI.

Doa pendeta Theo: ya Tuhan, keadaan jemaat filadelfia  terbagi kelompok-kelompok, ada kelompok GPIB, ada kelompok GKO dan ada kelompok Netral GKI.  Tuhan …jangan biarkan jemaatmu ini dipecahkan dan dicerai-beraikan  oleh iblis, jamahlah hati semua  umatmu,  kembalikanlah pada posisi kasihmu , untuk saling mengampuni dan saling menerima, kembalikanlah mereka yang pindah tak  menentu   itu kembali ….ke Jemaat Filadelfia. Dan ya Tuhan  hamba mohon ,  siapkanlah hati anak-anakMu di jemaat Filadelfia untuk menerima mereka yang kembali, ampunilah dosa mereka dan baharuilah hidup mereka, ikatlah kasih mereka supaya kembali dan kembali bersatu, supaya namaMu dipuji dan dimuliakan’  dalam kuasa pengampunan dan pembaharuan Yesus Kristus Tuhan dan juru selamat kami, .. kami mohon ampun dan jawablah doa kami  , terpujilah Tuhan Yesus  kekal selama-lamanya..Haleluyah amin

Dalam doa yang sungguh-sungguh dan kerinduan untuk mengembalikan   warga jemaat yang pindah itu.. semuanya mulai terjawab, ketika Tuhan mempertemukan  dengan para tokoh-tokohnya sehingga memudahkan  mobilisasi  rangkaian  gerbong pengembaliannya ke  jemaat GPIB Filadelfia.

Para tokohnya sudah dicapai dan mau ikut kembali ke GPIB, maka  warga yang lain akan  ikutnya saja yang  dikatakan  oleh pimpinan sehingga kembalinya  mereka dalam rombongan besar

Pendeta Theo mengikuti mereka dalam  berjalan bersama dan dalam pelayanan   sementara  berdiaspora, mengenal isi hati mereka dan membelokkan mereka untuk kembali pada momentum yang tepat, dan tidak terasa sudah berada dalam persekutuan jemaat GPIB Filadelfia Bintaro jaya

PEMULIHAN JEMAAT GPIB FILADELFIA BINTARO

Sehabis gelap terbit terang, pemulihan, demi pemulihan  terus  berlangsung  karena pimpinan Roh Kudus, yang membuat secara  alamiah keadaan jemaat ini menjadi  kembali bersatu,  baik    warga jemaat yang  tetap bertahan, juga  warga jemaat yang kembali dari  GKO, demikian pula  warga  jemaat yang kembali dari GKI, semua bertekat untuk melupakan yang dibelakang dan memandang kedepan, saling berpegangan tangan,  kembali bersekutu, melayani dan bersaksi tentang nama Yesus  untuk membangun kembali jemaat GPIB Filadelfia Bintaro jaya.

Image

Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan denga Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Mereka sadar bahwa musuh mereka bukanlah manusia, tetapi iblis yang masuk memakai emosi mereka pada saat beda pendapat yang sangat panas itu oleh pengaruh kepentingan, kekuasaan dan kelompok, kini mereka sadar dan sadar bahwa mereka bersaudara dan sedang memasuki pemulihan Tuhan dalam pimpinan roh kudus.

Proses ini berlangsung begitu cepat, kecuali beberapa keluarga yang bertahan, tapi akhirnya  Roh kudus menolong umatNya untuk kembali saling mengampuni dan saling menerima satu dengan yang lain untuk memulai babak baru dalam perjuangan jemaat yang sedang berada dalam dunia perumahan bintaro jaya yang semakin pesat perkembangan  pembangunannya ini.

MENGEMBANGKAN JEMAAT FILADELFIA MENJADI  SEKTOR-SERTOR.

Melihat perkembangan ini semakin membaik, pelayanan terus berjalan, persekutuan semakin mantap dan dieratkan, bahkan kesaksian  menggetarkan  dunia bintaro, banyak orang sudah memenuhi gedung gereja kembali, maka yang segera ditangani adalah pembagian sektor-sektor, supaya kebaktian keluarga tidak terdapat kefakuman dan kejenuhan yang bisa menyebabkan celah-celah terbuka untuk jemaat   GKO beraksi lagi.

Image

Sudah waktunya pembagian sektor agar pelayaan dapat berdaya dan berhasil guna, dilakukan oleh Majelis Jemaat

Sesuai dengan nama sektor-sektor perumahan bintaro jaya, maka tidak sulit untuk merancang sektor pelayanan jemaat Filadelfia ,  kecuali wilayah perumahan  pertamina dan rempoa,  terbentuklah sektor I  s/d IV sesuai dengan sektor perumahan bintaro jaya dan sektor V Perumahan pertamina serta sektor VI rempoa.

Pelayanan  yang berdaya guna dan  berhasil guna ini dalam memberdayakan seluruh anggota majelis jemaat dan warga jemaat untuk turut memelihara persekutuan, melayani serta menyaksikan dan memberi informasi tentang  kehadiran warga baru agar segera dikunjungi walaupun keluarga ini  belum mendaftarkan diri sistim jempaut bola untuk  menjemput mereka ke gereja.

Dalam kebaktian keluarga dalam bentuk renungan atau persekutuan doa diberi kesempatan kepada tuan rumah untuk menyampaikan sambutan serta memberi kesaksian tentang  pengalaman hidup bersama dengan Tuhan, terutama hal-hal yang telah dibuat Tuhan dalam kehidupannya, maka dapat disaksikan menjadi berkat rohani bagi warga jemaat, asalkan dalam kesaksian dia membatasi diri, jangan   menyaksikan akunya, tetapi menyaksikan kuasa Tuhan  Yesus yang sedang berkarya dalam hidupnya untuk hormat dan kemuliaan baginama Tuhan

MEMBUKA DAN  MENGADAKAN KEBAKTIAN SUBUH BAGI WARGA  JEMAAT.

Melihat dan merasakan tantangan pelayanan beragam walaupun konsolodasi sudah berjalan baik, serta menganalisa  bahwa yang dilawan ini bukan manusia,tetapi musuh utama adalah kuasa iblis yang masuk melalui berbagai cara dan kesempatan  untuk  mengacaukan gereja.

Image

Pulihkanlah keadaan kami ya Allah. Maz 126: 4a

Memang konsolidasi dapat dikatakan   berhasil, semua  warga jemaat yang ada dipertahankan , sedangkan warga jemaat yang  keluar dikembalikan karena kuasa  Tuhan, tapi satu hal yang penting untuk membentengi kemenangan jemaat yang sudah diperoleh  ini ialah mengadakan persekutuan doa.

Dalam wadah persekutuan doa diberi kesempatan bagi warga jemaat untuk ikut melayani dalam doa yang dapat menjangkau hal-hal yang belum terjangkau dalam pelayanan pendeta dan majelis jemaat, sekaligus menjawab kerinduan warga jemaat, sehingga tidak pergi mencari persekutuan doa ditempat yang lain.

Pelayanan kebaktian dan persekutuan doa ini diadakan tiap hari sabtu subuh jam 05.00 , kiranya dipagi hari sebelum berbicara dengan siapa-siapa , diberi kesempatan untuk menyembah Tuhan dan berbicara dengan Tuhan serta sebelum  menghadapi kesibukan lainnya,  ada waktu teduh bersama dengan Tuhan.

Pelayanan doa ini hanya merupakan sarana, tetapi diharapkan seluruh warga jemaat baik yang ikut persekutuan doa atau yang tidak ikut persektuan doa digereja, dapat mengadakan doa secara pribadi  bersama keluarga di rumah masing-masing.

Penggalangan dan mobilisasi warga jemaat untuk ambil bagian di seluruh lini pelayanan ini adalah amanat jemaat dan gereja missioner, ketika gpib memproklamirkan  diri sebagai geraja dan jemaat missioner di Bandungan Ambarawa – jawa tengah pada persidangan sinode gpib yang dipimpin oleh Pdt D.R.Maitimu, supaya melibatkan seluruh warga jemaat untuk ikut melayani Tuhan

IA MENGAKU:  BAHWA  LEBAH ITU IALAH DIRINYA

Dalam usianya ayahnya Meliakhi Natumnea sudah mencapai 95 tahun, orang bertanya kepada ayahnya : apa rahasia umur panjang sampai mencapai usia 95 tahun ?  Meliakhi  sembari  menjawab: karena kasih karunia Tuhan dan  kalau orang berbuat salah padaku, sebelum ia meminta maaf, saya sudah maafkan, serta  kalau kerja  sesuai kekuatanku, ada waktunya kerja, ada waktunya istirahat; salah satu makanan  vaforit ialah madu hutan.

Melihat usia ayah yang sudah mencapai 95 tahun ini, maka mereka berencana untuk mengadakan kebaktian syukur di Timor – Kupang – Amarasi – Baun – Nubraen. Secara serentak  mengambil cuti membawa isteri, anak – anak untuk  mengadakan kebaktian syukur bagi ayahanda Meliakhi Natumnea

Sehabis kebaktian syukur  diadakan adat : dari ketujuh anak Meliakhi Natumnea ini ,  tiap anak berdiri didampingi oleh isteri/suami – anak-anak serta cucu -cucu untuk menyampaikan terima kasih bahwa sudah dipelihara dan dibesarkan serta meminta maaf atas kesalahannya dan memberikan kain  tenun timor,  serta mencium  ayah  Meliakhi Natumnea…. tanda  hormat pada ayah selama ia masih hidup

Gilirannya  pendeta Theo Natumnea yang adalah anak kelima , juga  bersama isteri Nelly dan anak-anak: Yenny, Orry dan  Nani,  mereka berdiri didepan ayah dalam skap hormat, ucapan terima kasih disampaikannya   dan permintaan  maaf  diucapkannya  serta memberikan kain timor sesuai adat … mencium ayahanda sambil menangis diikuti  Nelly, yenny, Orry dan Nani si bungsu

Thema  permohonan maaf itu  ialah pengakuan bahwa : dulu  ayah kecewa  berat atas tuaknya yang diminum lebah hutan  sampai habis itu, bukan lebah hutan tapi si Filuslah lebahnya, …( lihat seri I……” tentang  lebah itu luar biasa”….karena  sehabis bermain fiti burung, cari sapi dihutan dan dalam keadaan haus berat,  maka lebah siFilus inilah yang menghabiskan  tuak ayah sampai tiga haik, tanpa seekor lebahpun yang mati karena  lebahnya adalah anak kandung ayah….., karena itu dari hati yang terdalam  mohon maaf atas kenakalan remajanya menghabiskan tuak ayah untuk  menggantikan larunya yang tertunda itu

Suasana  hadirin  dalam ucapan syukur  itu menjadi  berubah, separoh hadirin tertawa dan separoh hadirin  menangis atas pengakuan tulus –  ikhlas seorang pendeta Theofilus Natumnea kepada ayahandanya yang berusia 95 tahun ini

Hal ini disimpannya dalam hatinya sampai 25 tahun,  baru dibukakan kepada ayahnya yang kecewa berat waktu itu, membuat hadirin separoh tertawa dan separoh menangis  genbira, karena seorang pendeta  mengaku dosa kepada ayahnya didepan umum yang disaksikan oleh warga dan undangan serta ..hadirin sekalian di Nubraen ini

PEKAN  DOA  KELUARGA JEMAAT FILADELFIA.

Keadaan semakin membaik, sehingga  semua ikut ambil bagian secara bertanggung jawab, karena itu diharapkan  bahwa acara pekan doa setiap ulang tahun BPK (sekarang pelkat) selama  seminggu, semua dapat ambil bagian dari bapak, ibu, anak I, anak II anak ke III dstnya, sehingga semuanya dilatih untuk bisa memimpin dan berdoa  bersama dalam pokok doa yang telah disiapkan dalam liturgi dan jadwalnya.

Image

Tuhan melakukan perkara besar kepada kita. Maz 126:3

Mendoakan pengalaman yang telah dilewati dan ambil hikmahnya, serta belajar dari hal-hal yang positip dan negatip. Apa artinya ini ? belajar dari hal yang positip artinya yang positip dan baik agar dipertahan dan ditingkatkan sampai menjadi teladan yang baik dalam berjemaat dan bermasyarakat. Demikian  juga  belajar dari hal-hal yang negatip artinya tau bahwa itu negatip, segera mengantisipasi agar kekurangan dan kelemahan yang telah terjadi jangan terulang kembali tetapi mentransfer serta mengalihkannya  menjadi  yang  positip, agar berguna  untuk membangun kehidupan masa depan yang lebih baik dalamTuhan

Setiap anak Tuhan  punya  penglihatan kenabian untuk melihat kebelakang  dan kedepan, karena  kita  menjadi imamat-imamat perjajian baru band  I Pet 2: 9 apa artinya semua ini ?  Melihat kebelakang  25 tahun yang lalu artinya kalau 25 tahun yang lalu kami tidak hidup dalam Tuhan, dan Tuhan tidak menyertai kami, maka apa yang  telah terjadi dengan hidup kami sekarang ini, juga melihat kedepan artinya kalau hari  ini kita tidak sungguh dengan Tuhan , maka apa yang akan terjadi dalam hidup kita 25 tahun yang akan datang  nanti…daam dunia yang semakin modern dan maju ini

Kiranya  anak Tuhan bisa menilai tanda-tanda zaman,  untuk melihat kebelakang dan kedepan, dan dapat menerjemahkan  apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi dalam hidup kita,   untuk belajar pada pimpinan  dan kehendakNya serta menceritakan keajaiban Tuhan yang luar biasa menyertai hidup kita, menjadi pembelajaran bagi anak cucu kita, dengan demikian semakin jernih kita melihat dalam teropong firman Tuhan dan tuntunanNya kemasa depan yang lebih jelas dan pasti bersama Tuhan.

MENERIMA  JEMAAT KOBA  &  TABOALI MENJADI  JEMAAT ADOPSI

Berkat Tuhan yang diterima dan dimiliki oleh jemaat GPIB Filadelfia, janganlah  menjadi berkat suatu keindahan  untuk dinikmati sendiri, tetapi harus dibagikan kepada jemaat lain yang dalam kekurangan

Image

Lebarkanlah sayapmu, patoklah injil kuat-kuat didaerah pulau bangka, naa Yesus dimulyakan

untuk saling melengkapi menopang dan membangun sebagai jemaat GPIB  missioner untuk menjawab tantangan pelayanan ini.

Dalam kerangka  semua itu,  jemaat  Filadelfia menyambut dengan senang hati penawaran dari Majelis Sinode untuk menerima dua jemaat dewasa di pulau Bangka yang secara ekonomi jemaat berkurang  drastis, akibat menurunnya warga jemaat sebagai efek dari  menurunnya produksi timah didaerah itu.

Ke dua jemaat dewasa itu ialah jemaat GPIB K o b a   dan jemaat GPIB Taboali, yang semuanya  berkedudukan di pulau Bangka dan yang memposisikan diri sebagai  jemaat-jemaat yang ingin diadopsi, sehingga mendapat bantuan secara langsung dari  jemaat Filadelfia.

Sebagai mana firman Tuhan mengatakan  : “yang mendapat banyak tidak kelebihan dan yang mendapat sedikit tidak kekurangan”, maka  wajarlah jemaat GPIB Filadelfia terpanggil untuk  melayani  dan membantu kedua jemaat  dewasa ini

BERKUNJUNG KE BANGKA: JEMAAT KOBA DAN JEMAAT TABOALI

Bersama  dengan team majelis jemaat GPIB Filadelfia, mereka bersiap-siap  untuk berangkat ke pulau Bangka  dengan  penerbangan  merpati air line dari Bandar udara Sukarno-Hatta, dan tiba dengan  selamat di pangkal pinang  ibu kota Bangka itu.

Mereka diterima oleh majelis jemaat Pangkal Pinang dan menjelaskan tentang  wilayah dan kondisi kedua jemaat itu dan selanjutnya rombongan Jemaat GPIB  Filadelfia meneruskan

Image

orang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya. Maz 126:6

perjalanan darat yang  ditempuh selama dua jam karena jalannya sangat bagus dan tertata rapi, sana sini… kiri dan kanan… kelihatannya indah baik laut  maupun hutan pohon kelapa…nyiur melambai, tetapi tak disangka semakin jauh  perjalanan disana sini pula kelihatan habitat hutan yang rusak  akibat  proyek-proyek timah itu.

Dalam pimpinan Tuhan tibalah rombongan di Koba dan Taboali untuk siap menerima  tanggung jawabnya sebagai jemaat adopsi, melihat, mendengar dan mengalami secara langsung untuk mempelajari keadaan jemaat dari dekat

Hal yang sangat mendesak adalah menanggung gaji penginjil dan biaya perbaikan  gedung gereja serta pastori jemaat, selanjutnya  jemaat GPIB Filadelfia memprogramkan bantuan secara rutin dalam program kerja jemaat.

PENEGUHAN SIDI JEMAAT GPIB KOBA.

Siapa yang tahu ada kebijaksanaan luar biasa dari jemaat gpib koba dan Taboali  yang membaca dan menetapkan  serta mempersiapkan anak mereka yang akan sekolah keluar daerah ?

Image

kader baru untuk generasi penerus gereja

Pada hari sabtu  malam anak – anak berkumpul denga memakai baju smp karena baru pulang sekolah…langsung ikut persiapan  sidi.Pdt Theo bertanya >:mana anak-anak calon sidi baru ?  dijawab oleh penginjil : ini dia mereka ini pak ! sambil disela  oleh ketua  I majelis jemaat : bahwa anak-anak  ini kami bijaki  supaya  sidi pada kelas III smp, karena setelah  tamat smp,  mereka sudah ke jawa, khususnya Yogyakarta untuk melanjutkan sekolah yang  lebih berkualitas, mereka ini sudah  sidi, maka kami orang tua lega melepas mereka dengan predikat sudah sidi

Filosofis pemikiran majelis jemaat Koba dan Taboali ini dapat dipahami dan diberikan  pertimbangan khusus untuk persiapan dan peneguhan sidi baru bagi  anak –anak muda ini.

Biarlah dalam pelayanan ini nama Tuhan Yesus dipuji dan dimuliakan  dan perlu menerjemahkan  injil Allah dalam pelayanan sesuai situasi dan kondisi yang berlangsung yang dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan gerejaNya.amin

Dipublikasi di Uncategorized | 15 Komentar

Seri III: DARI SERAMBI MEDINA ke CENTRAL JAVA (BLENDUK-SEMARANG)

MEJA KACA DIHANCURKAN DAN MENGUSIR PENDETA DAN PENATUA

Bagi seorang pendeta, jangan kaget kalau diusir oleh warga jemaat yang emosi, tidak senang karena masalahnya kompleks dlsbnya; Bahkan  merupakan selalu bersyukur, jika diusir oleh warga jemaat , tetapi juga seorang pendeta  tidak boleh mundur, apalagi sama-sama emosi lalu membuat kelompok untuk

Image

Pendeta dan Penatua  harus :  sabar..sabar.. dan sabar, karena kemarahan tanpa roh kontrol akan merusak semua pelayanan,   dia tidak tahu apa yg diucapkan dan kerjakan.

pembelaan diri, jika hal ini terjadi  akan membuat runyam jemaat yang dipimpinnya; karena itu  harus sabar…sabar dan sabar.

Peristiwa pengusiran itu  pendeta Theo masih di Jemaat GPIB  Maranatha  Banjarmasin,  ia bersama penatua Melly Titahelu , berkunjung  ke rumah Om Kussoy, menyangkut anaknya dalam penggenbalaan dalam  urusan pernikahan.

Setelah mereka sampaikan “ masalahnya,” om  Kussoy kaget dan belum siap menerima  keadaan yang terjadi, sehingga beliau emosi,  memukul meja kacanya    hancur brantakan, mengusir para hamba Tuhan ini : keluar….keluar..dan .keluar… Penatua Melly Titahelu langsung  keluar dan  pulang, tinggallah Pdt. Theo seorang diri, tapi sesudah  emosinya mereda Om Kussoy minta maaf, Pen. Melly Titahelu pun kembali lagi dan mereka melanjutkan percakapan dengan tenang dan berhasil menyelamatkan  dan  menikahkan putrinya dengan seorang pemuda  Gereja secara sah  hukum gereja dan sah hukum Negara.

D O A  BERSAMA OM  ONG.WALU JAM 12.00 MALAM  DI GEREJA

Beliau adalah sosok seorang yang rajin dan perhatian, jika  sedang kebaktian minggu dan  tidak ada kursi untuk mereka yang terlambat, ia sangat perhatian dan melayani mereka dengan  sungguh-sungguh.

Image

Pengakuan yang tulus dan mohon pembaharuan kepada Allah

Tapi Om ini punya kelemahan  yang  harus  ditolong oleh orang lain  ialah : masalah  keuangan…dan sudah berlangsung bertahun-tahun, mungkin tidak ada yang berani  menegur guna memperbaiki kelemahannya ini.

Pendeta Theo berteman baik dengan dia karena rajinya, dimana mereka satu sektor, namun untuk  hal ini sangat sensitif, karena itu memerlukan pergumulan dan doa serta mencari waktu yang tepat,  agar  dapat menyampaikan kepadanya dengan kasih serta dia bisa menerima peneguran ini.

Mengumpulkan  data yang akurat, baik kolekte akhir tahun yang dibawa pulang kerumah dan lenyap begitu saja, maupun natal ABRI dan masyarakat, juga uang WVI untuk kios-kios  dllnya, semuanya ini tidak dapat dipertanggung-jawabkan,  belum lagi hal-hal yang kecil sesuai dengan laporan  teman majelis dan warga jemaat GPIB  Maranatha Banjarmasin.

Dalam perhitungan suara pemilihan penatua &diaken , ia mendapat suara terbanyak, tapi ada beberapa  surat masuk tentang kelakuan dan kelemahannya ini ditangan Pdt.Theo sebagai ketua panitia pemilihan Penatua & diaken dikala itu.

Om ini dipanggil untuk berdoa bersama jam 12.00 didalam gedung gereja, tepatnya dua kursi telah disediakan  didepan mimbar diatas altar dikaki depan  mimbar itu.

Puji Tuhan dalam penyampaian sesuai dengan data-data  tsb. diatas, dia tidak menyangkal, tetapi dia mengakui semuanya satu-persatu, bahkan dia berterima kasih  kepada Tuhan yang pakai Pdt Theo untuk memperbaiki kelemahan dan sifatnya yang buruk ini; Lalu mereka berdoa bersama dalam suasana  yang sangat hening ini.

DOA PERTOBATAN OM ONG.WALU.

Image

Ya Tuhan baharuilah hambamu ini

YA TUHAN, HAMBAMU MENGAKU  BAHWA  HAMBA TIDAK DAPAT MEMPERTANGGUNG-JAWABKAN : UANG KOLEKTE AKHIR TAHUN,  UANG  WVI  UNTUK   USAHA  KIOS-KIOS,  UANG NATAL ABRI DAN MASYARAKAT; SERTA HAL-HAL YANG KECIL LAINYA

YA TUHAN HAMBAMU INI MOHON AMPUN ATAS SEMUANYA INI, DAN MENGUNDANG TUHAN YESUS …DATANG LAH … MASUKLAH DALAM HIDUP HAMBA  DAN BAHARUILAH HIDUP HAMBA DENGAN KUASA ROHMU YANG KUDUS.

HAMBA BERJANJI, TIDAK AKAN MENGULANGI LAGI SEMUANYA INI, KARENA ITU, TUNTUNLAH HIDUP HAMBA DALAM  KUASA  ROH KUDUS  & PEMBAHARUANMU… DALAM NAMA YESUS  HAMBA BERDOA  AMIN.

Doa ini kemudian ditutup  dengan doa tuntunan oleh Pdt Theo, sambil berjabatan tangan dan membuat suatu perjanjian kepada Tuhan  dalam hidup baru ini.

Ia berkata kepada Pdt Theo : terima kasih pak, selama ini tidak ada orang yang berani menegur dan menyampaikan kelemahan saya ini, hanya bapak yang berani menyampaikan dan mau menuntun  saya dengan  penuh kasih  dan dalam pimpinan Roh Kudus;  sambil menangis ia menyampaikan  kata-kata ini…yang sangat mengharukan itu.

LANGKAH YANG DITEMPUH  PDT THEO KEPADA  OM ONG.WALU

Pdt Theo sampaikan kepadanya dua pilihan untuk digumuli :1 .Mau bersaksi  dalam penyegaran  iman (Maranatha Banjarmasin  waktu itu, tiap bulan diadakan penyegaran iman)    2. Berdiam diri selama satu periode (4 tahun), sambil bergumul memperbaiki diri dan melayani sebagai warga jemaat saja.

Image

Siap melayani Tuhan, walaupun bukan Presbiter adalah ciri jemaat missioner.

Pendeta Theo memberi waktu bergumul untuk  memilih satu dari antara dua alternatif ini selama dua minggu, setelah berjalan dua minggu ia datang menyampaikan bahwa ia  memilih berdiam diri selama satu periode  ( empat tahun) dan setelah itu, jika terpilih ia siap untuk melayani Tuhan….pada periode  berikutnya dijemaat ini.

Puji Tuhan  Om ini  tetap melayani sebagai warga jemaat yang aktif, sampai pdt Theo pindah,…..dialah yang mengurusi barang-barang pindahan dari rumah  sampai di lapangan terbang.

Adakah  peristiwa seperti cerita diatas masih  terjadi  dalam kehidupan dan pelayanan jemaat-jemaat  masa kini ?…saudara bisa jawab sendiri….. dan kalau ada,  apakah saudara sebagai pendeta berani mengambil langkah iman untuk menolong mereka ?

Memang  langkah tsb penuh resiko, tetapi jika digumuli dalam doa pada Tuhan, Ia akan menolong anak-anakNya dan itulah yang harus kita tanggung, untuk melayani dan menolong warga jemaat yang terjerumus dalam  lembah kekelaman itu,  siapakah yang berani turun ke dalam lembah itu, untuk  mengambil   dan menyelamatkan mereka ?  saudara dan saya yang telah  dipanggil,… diselamatkan… dan diutus …untuk melayani Tuhan Yesus dengan penuh resiko dan pengorbanan  seperti  teladan Yesus….Paulus..dstnya.

LAHIRLAH ANAK : ” AGUSTIEN MANACHIEN NATUMNEA.”

Pergumulan demi pergumulan  karena nyora Nelly keguguran berturut-turut dua kali

Image

Lahirlah anak ke-3 “Agustine Manachian Natumnea”, bulan agustus Manachian (bahasa timor) artinya Hikmat……ia digendong oleh ibu Ary Lalamentik

karena kandungannya tidak kuat dan terlalu sering mendampingi tugas suami dengan boncengan motor  di Banjarmasin namun Tuhan sayang kepada keluarga hamba Tuhan ini, sehingga lahirlah anak ketiga dan diberi nama “Agustien Manachien Natumnea (Nani) pada tanggal  3 Agustus 1986.

Inilah penjelasan namanya : Agustien karena bulan agustus, Manachien artinya hikmat (bahasa  timor )  Natumnea Fam  atau marga dari timor Amarassi, sedangkan Nani (Nanin) nama panggilan yang diberikan Bai (opa) Maleachi Natumnea ketika ia berumur  satu tahun, waktu mereka cuti besar ke Timor, Kupang.

Akhirnya tiga nona yang Tuhan karuniakan kepada keluarga Pendeta Theofilus Natumnea, kita orang  beriman menerima bahwa apa yang diberikan oleh Tuhan itu baik adanya, tinggal kita membesarkan,  mendidik, membina dan mengarahkan supaya  mereka bertumbuh dengan baik, fisik, mental dan rohaninya,  kiranya berkenan dan memuliakan nama Tuhan.

CUTI BESAR KETIMOR-KUPANG.

Image

kalo orang timor dan ambon dipelabuhan langit menjadi mendung

Untuk mendapat penyegaran dari kepenatan , kecapean dan rutinitas   dari pelayanan,

Image

sambil mengail diKM Dobon Solo mereka mengarungi lautan sampai ke Pulau Timor, tanpa dapat seekor ikanpun.

maka  Pdt Theo dan keluarga cuti besar tiga bulan guna mendapatkan penyegaran kembali, serta  mempererat tali persaudaraan dengan orang tua dan keluarga di Kupang Timor.

Mereka naik dan berlayar dengan kapal laut dari pelabuhan  Trisakti Banjarmasin , Semarang , Batu licin, Surabaya, Ende  Flores, Waingapu  sumba dan akhirnya pelabuhan Tanau  Kupang tujuan terakhir  pelayaran mereka untuk menjalani cuti dikampung halaman Nubraen Merbaun-Baun-Amarassi tempat kelahiran Rassi Ninu ini termasuk termasuk  tempat lahirnya  Prof. DR. J.L.Ch. Abineno (Baun).

Di Nubraenlah Bai Ninu memanggil dan memberi nama panggilan Nani bagi si bungsu ini, dan nama ini sebelumnya dipanggil oleh Bai Ninu :” Nanin”, kemudian dipertegas menjadi” Nani”, nama panggilan yang dipakai sampai sekarang ini.

MENERIMA  VIKHARIS DAN MENJADI MENTOR PERTAMA KALI.

Dulu, tidak ada pembinaan bagi mentor dan Vikharis, seperti sekarang ini sampai menerima 2 vikaris baru mulai adanya pembinaan, alangkah bahagianya para mentor dan vikharis yang  menerima pembinaan, karena  langkah ini sangat berguna  untuk  mentor  dan vikharis, walaupun tidak mendapat pembinaan, tetapi secara naluri berdasarkan pengalamannya ,  menjadi Vikharis serta pengalaman pelayanan, maka  tugas-tugas  mentor dan vikharis berjalan dengan baik sampai selesai.

Image

Tanpa Pembinaan mentor dan vikaris oleh Majelis Sinode, Pdt Theo dapat membimbing Vikaris sampai di teguhkan menjadi Pendeta

Memang ada  kerikil-kerikil kecil dalam  perjalanan tugas itu, tetapi dalam  kasih  dan inter –aksi yang fleksibel, semuanya dapat diselesaikan dengan baik,  untuk membangun  dan mempersiapkan  kader generasi penerus dalam kepemimpinan GPIB  luas dan besar dalam kepelbagaian serta kompleks dalam pergumulan ini.

Dalam   kerangka itulah, maka Vikaris  Vony Pattipeilohy  ditempatkan  di bagian jemaat GPIB  Guntung Payung, guna  mempersiapkan  pendewasaan bagian jemaat tsb

Posisi  Guntung Payung adalah pinggiran dari kota Banjarbaru yang berbatasan dengan  Martapura yang mendapat jelukan” Serambi Medina”

Jadi hari-hari hidup dan pelayanan kami bersinggungan  langsung dengan  Martapura serambi Medina  itu, dimana vikaris tinggal dan melayani dalam Jemaat dan masyarakat itu.

PENDEWASAAN JEMAAT GPIB  EFFATA GUNTUNG PAYUNG.

Image

Berbatasan dengan Martapura-Serambi Medina

Vikharis Vony Pattypeilohy  bertugas untuk menyiapkan  buku-buku menurut tata gereja dan menuntun mereka untuk menyusun program kerja, sehingga  Majelis Jemaat GPIB maranatha mengenal  wilayah secara rinci  dan  kemampuan mereka secara ekonomi, serta kesiapan warga jemaat dan Majelis jemaat untuk menuju pendewasaan jemaat, sesuai ketentuan Tata Gereja GPIB.

Program ini secara rinci dan teratur dilaporkan oleh Majelis jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin ke Majelis Sinode GPIB, sehingga laporan itu diteliti secara saksama, dan terjadilah  kemonikasi dua arah serta  persetujuan pendewasaan bagian Jemaat Effata.

Pihak Majelis Sinode mengutus Pdt. Sentosa Mandik S.Th, selaku  sekretaris Majelis Sinode untuk a/n Majelis Sinode GPIB mendewasakan bagian jemaat ini menjadi jemaat  Effatha.

Effatha artinya terbukalah, demikianlah nama yang digumuli dan diberikan kepada jemaat baru ini, dengan harapan  semakin terbuka pelayanan yang terbentang begitu luas  disekitar  jemaat baru ini, karena batas-batasnya  terbuka dari arah utara, selatan , barat dan Timur diwilayah Banjarbaru yang berdekatan dengan  Martapura serambi Medina ini.

Utusan Pemerintah daerah propinsi Kalsel diwakili oleh pembatu gubernur Banjarbaru-Martapura (Serambi Medina) Bapak Drs. Gurusinga adalah  anak Tuhan, warga jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin juga.

KENDARAAN DINAS ADALAH SEBUAH SEPEDA MOTOR TUA

Kalau kendaraan dinas di Banda Aceh sebuah sepeda tua, maka kini meningkat kendaraan dinas di  Banjarmasin  adalah sebuah sepeda motor tua( Honda bebek) berwarna merah,  motor inilah walaupun  batuk-batuk jika dijalankan…tapi  inilah kendaraan   yang mengantarkan  Pdt Theo untuk pelayanan di kota yang  dikelilingi sungai ini.

Image

Motor inilah yang membawa Pdt. Theo keliling melayani Banjarmasin, kota sungai itu

Pelayanan dan perkunjungan  tetap berjalan, bahkan bertambah semangat untuk meningkatkan  partisipasi warga jemaat yang sudah lebih dari enam bulan ditinggalkan  oleh  pelayan firman yang lama, dalam pergumulannya.

Untuk menambah semangat Pdt Theo, maka  majelis jemaat membeli sebuah sepeda motor baru Suzuki yang lebih tinggi  dan berkekuatan lebih cepat dari Honda bebek.

Motor inilah alat transportasi yang tepat untuk bergerak kesana –kemari, terutama menjangkau dua bagian jemaat diluar kota yang jaraknya puluhan km,  yaitu Effatha Guntung payung dan  Imanuel syamsudinur (Lapangan Terbang AURI)

Pelayanan ke  Effatha Guntung payung dan.Imanuel syamsudinur(lapangan terbang)  tetap berjalan baik kebaktian minggu maupun kebaktian keluarga, walaupun jaraknya cukup jauh untuk ditempuh yaitu 25-30 km, tetapi semangat pelayanan  pendeta yang muda ini  tetap  ada dalam dadanya,  karena Yesus terlebih dahulu sudah menjamah dan melayaninya.

TERJATUH DAN TERTINDIH SEPEDA MOTOR SUZUKI DIATAS JEMBATAN KAYU.

Dalam suatu kunjungan keluarga yang haus melewati jembatan kayu licin karena hujan, maka  ia terpelecok,  terjatuh serta tertindih dengan sepeda motor itu.

Bunyi sepeda motor itu semakin keras,    aduh….. aduh… aduh…   tolong…….tolong……tolong……..maka keluarlah pemilik rumah yang akan dikunjungi itu, segera  membantu dan mengangkat  motor   dan  Pdt Theo yang tidak berdaya dan tidak bisa bangun sendiri.

Image

Diselamatkan oleh pemilik rumah, ketika tertindih dengan motor diatas jembatan kayu 3 papan

Puji Tuhan, Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya, dimana pemilik rumah dan jembatan  kayu  itu  adalah warga jemaat  yang sedang berada dirumah itu   segera memberikan pertolongan  tepat pada waktunya, sehingga terhindar dari bahaya karena bensin sudah menetes dibadannya..

Itulah suka duka pelayanan dan perkunjungan dikota yang  ketinggiannya  dua   meter dibawah permukaan air laut dan dikelilingi  sungai dimana terasa pasang surut air laut air mengalir ke hulu dan ke hilir ini…terasa  dan kelihatan pergantian  aliran  airnya.

 BERKAT TUHAN TAK TERDUGA  & TAK TERPIKIRKAN.

Dalam pelayanan, kita dituntut untuk melayani Tuhan tanpa pamrih,  pasti Tuhanlah  memperhatikan  dan melengkapi kebutuhan  hidup anak-anaknya, dan  Ia tidak pernah meninggalkan mereka bergumul sendirian.

Image

Tak pernah terpikirkan dan terharapkan, Berkat Tuhan melalui anak-anak Tuhan datang dengan sendirinya

Untuk kebutuhan sehari-hari Tuhan memakai kel. Ginting (bea cukai)  untuk mengirimkan  kebutuhan dapur setiap bulan, jadi  untuk mengelola gaji Rp. 300.000 dalam  belanja bulanan, nyora Nelly bebas mengeluarkan uang.

Tuhan pernah pakai keluarga Edy yang hanya ketemu ditengah  jalan ketika cuti di Balikpapan, ia bertanya: pak Theo kapan datang…dan kapan pulang ,  nanti saya siapkan tiket pulang ke Banjarmasin ya….,tolong sampaikan nama – nama anggota keluarganya, termasuk pembantu ditanggungnya tiket Bouraq  untuk kembali ke  Banjarmasin..Ternyata  pak Edy ini adalah anak mantu bapak Lalamentik, kenal ketika Pdt Theo pimpin kebaktian nikah mas ( 50 tahun ) Bapak dan ibu Lalamentik di Banjarmasin.Pak Edy tanda betul pdt Theo, ketika ketemu dipersimpangan jalan…..ia naik Vespa dan bercelana pendek….namun pelayanan kasihnya..luar biasa.

Keluarga baru yang tidak dihafal namanya karena hanya ketemu sekali dalam kunjungan,  pindahan  dari mabes polri ke polda kalsel, masih berstatus menunggu dan tinggal di mes polda kalsel,   ketika masuk kegereja dan dikunjungi pdt theo. Di mes  polda itu.  Keluarga  ini suami katholik dan isteri protestan (GPIB) kemudian mereka ditempatkan diKapuas, suaminya menjadi kapolres  Kapuas…Ketika mendengar kepindahan pendeta Theo,  ia mengirimkan tiket Bouraq untuk Banjarmasin – Semarang semua anggota keluarga termasuk keponakan yang pindah ke semarang, Jawa Tengah ini..heran ajaib.

Keluarga Rada Mahar telah aktif sebagai warga jemaat GPIB Maranatha, ketika beliau tahu bahwa Pdt. Theo akan pindah  ke Semarang,   datanglah pak Rada Mahar ke pastory gpib,     selain memberikan berkat Tuhan, ia menanggung  triplek tebal untuk peti barang-barang dan semua barang  pindahan diambil dari rumah pastory gpib Banjarmasin dan terima di Rumah pastory gpib  Semarang,  puji Tuhan bahwa Tuhan berkati keluarga ini bersama semua keluarga yang melayani Tuhan dengan memperhatikan  kehidupan dan pelayanan hamba Tuhan…Terpujilah Tuhan Yesus.

MEMBUKA    DAN  MELAYANI   : TIGA JENIS POS PELAYANAN.

  1.  Pos Pelayanan  Terapung.
    Image

    5 orang lebih diatas kapal, Pen. Warkor menghubungi, untuk mereka segera kebaktian.

    Semua kapal  yang sandar  dipelabuhan Tri sakti   Banjarmasin, dan memiliki abk yang beragama Kristen  5 orang keatas, diminta oleh koordinator pospel terapung untuk kontak  dengan  kapal  yang lain dan menginformasikan bahwa nanti  diadakan kebaktian  Kristiani.   Dinamika ini  ditempuh, karena memahami  filosofis perjuangan  mereka bahwa  abk kapal laut yang sandar itu, telah ditempa oleh angin dan ombak berhari-hari  dalam pelayaran disamudera raya,  mereka memerlukan pelayanan rohani, untuk memberikan kesejukan dan menyadarkan bahwa Tuhan ada  dan menyertai  umatNya. Penatua Warkor  adalah koordinator  pospel Terapung ini, ia menguruskan  pas bebas masuk keluar pelabuhan Trisakti,  sehingga Pdt Theo  dan Pen Warkor memiliki pas bebas  masuk keluar pelabuhan untuk pelayanan rohani  pospel terapung ini.Pelayanan ini menjalankan dua kantong kolekte ketika ibadah,  untuk kas gereja dan kas  pospel terapung ini ,  guna memudahkan praktisnya pelayanan yang serba mendadak ini; jika  jam ini diberitahukan bahwa ada kebaktian di kapal, maka segera direspon oleh tenaga yang tersedia dan siap melayani.  Banyak jiwa dilayani melalui Pospel terapung ini dan ….dari abk  hampir semua mengenal GPIB Maranatha  Banjarmasin dan berbakti pada hari minggu, jika kapalnya masih sandar dipelabuhan Trisakti.

  2. Pos Pelayanan  Transmigrasi.
    Image

    Pos transmigrasi didaerah Kalsel

    Roh Allah bekerja bagi para transmigran yang mengalami kesulitan beribadah. Ketika mendaftarkan diri dikampung sebagai calon transmigran (dijawa) mereka dipaksa untuk mengaku sebagai agama  islam… Tetapi mereka sembunyikan  surat baptis, sidi dan nikah gereja dalam lobang bambu (alat pikulan barang), setelah sampai dilokasi transmigrasi, mereka pecahkan bambunya dan ambil surat baptis, sidi dan nikah gereja . Jumlah mereka cukup banyak untuk mencari gereja di kota, dimana GPIB Maranatha  Banjarmasin meresponnya , terjadilah komunikasi dua arah , baik wakil-wakilnya yang   ikut kebaktian dikota maupun pihak Penatua dan Diaken jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin. ..  Semua  sepakat  untuk membuka pos pelkes Transmigrasi. Pelayanan pos pelkes transmigrasi  Trantang ini berjalan sesuai dengan kesiapan mereka dan respon  dari majelis, dimana wakil-wakilnya turut diteguhkan menjadi Majelis  jemaat ,  merupakan kader pelayanan yang mendayagunakan  tenaga setempat untuk  bertanggung jawab dalam pelayanan tsb.

  3. Pos  Pelayanan suku Terasing.
    Image

    Pos Pelkes Suku terasing Pegunungan Meratus

    Batu kembar adalah pos pelayanan  GPIB jemaat Maranatha Banjarmasin yang berada diatas pegunungan Meratus dapat ditempuh  hanya sehari perjalanan dari kota  Banjarmasin. Naik kendaraan melewati  Banjarbaru…,Martapura (Serambi Medina) dan selanjutnya menuju ibu kota  Hulu sungai tengah (HST) Barabai…. masuk kekecamatan  Meratus dan  sekitar 25 km berhenti di pos penebangan kayu. Warga Batu Kembar sudah siap  menjemput untuk jalan kaki sekitar 10 km,… sampailah di Pos Pelkes Batu Kembar yang  asri itu. Baptisan pertama dilaksanakan dirumah kepala Desa , yang masih memeluk “agama keharingan”  tapi hatinya dalam Tuhan Yesus. Hari itu diadakan baptisan masal, warga desa  lebih dari separoh desa itu serahkan diri untuk dibaptis,  melalui pembinaan selama setahun oleh Motivator  Adrianus yang ditempatkan  oleh Majelis Jemaat untuk  praktek dan melayani Tuhan  di sana.

Hari itu ada peristiwa yang luar biasa, karena Roh Allah bekerja bagi desa batu Kembar, bahkan  kebaktian … sudah masuk pengutusan (warga jemaat  berdiri untuk menerima berkat) pun masih ada orang yang datang terlambat dari kebunnya yang jauh …MINTA DENGAN SANGAT UNTUK DIBAPTIS HARI INI ….Terpaksa jemaat yang sudah berdiri untuk menerima berkat ini…. duduk kembali, untuk melayani dan membaptiskan   orang tua ini; ternyata dia adalah seorang dukun yang bertobat,  juga seorang tokoh berpengaruh didesa itu,  puji Tuhan semua acara baptisan berjalan lancar dan aman…dirumah kepala desa  batu kembar ini.

ORANG TUA ASUH DAN ANAK  ASUH.

Tantangan yang harus segera dijawab Majelis Jemaat adalah bagaimana menyelamatkan serta mengaderkan  putra- putri daerah didesa itu.Data menunjukan bahwa anak-anak itu  setelah lulus SD di kampungnya,  mereka putus sekolah dan kerja kebun, Karena itu Majelis jemaat  memprogramkan   OTA ( Orang tua Asuh) yang siap menerima Anak Asuh dari Batu Kembar dan tinggal bersama OTAnya sambil bersekolah membantu keluarga sebagai bagian dari anggota  keluarga.

Image

Warga GPIB Maranatha, menjadi Orang Tua Asuh, a.l Kel. Djoko Sumardi (menerima 2 anak untuk disekolahkan)

Kepada warga jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin disebarkan  formulir (OTA)  Orang Tua Asuh , mereka merespons dengan baik dan menerima  Anak Asuh, yaitu anak-anak  dari Pos Pelkes Batu Kembar yang tamat SD disekolahkan  di Banjarmasin untuk membudidayakan  anak Batu Kembar menjadi lebih tinggi lagi,  setaraf dengan anak Indonesia lainnya. Beberapa   Keluarga penerima anak asuh dari Batu Kembar (pos Pelkes) adalah Kel Dr Siagian- Tobing yang menerima tiga anak dan  keluarga. Djoko Sumardi yang menerima  dua anak…..yl  tiap keluarga menerima satu atau dua keluarga menerima satu anak.  Keluarga  Joko Sumardi  saat ini  mereka berdomisili di Bekasi,  menjadi anggota jemaat gpib gloria, bahkan pak Joko sumardi adalah anggota majelis jemaat gpib gloria Bekasi.

BERTEMU IR SUGANDONO DI POS TERAKHIR  BUDIDAYA PERKEBUNAN  KOPI  & COKLAT.

Ternyata Ir Sugandono adalah anak Tuhan, bertobat pada waktu Pdt Theo

Image

Pertemuan yang indah, di perkebunan Batu kembar peg.Meratus, tak disangka. Ir. Gandono dan Keluarga percaya Yesus waktu  Theo & Ishak, PI di perkebunan mboso-Kediri & Tulung Agung

praktek dari I3 Batu Malang ke Tulung – Agung kecamatan Sendang  Perkebunan Mboso, Tuhan membuat mujizat melalui peristiwa isterinya ny. Sugandono)  hamil anak ketiga  yang dilarang dokter, karena  anak I dan II lahir secara  bedah dan saran dokter untuk anak ke III jaraknya jauh, ternyata sangat dekat jarakya dan…. Disitulah  Roh Allah bekerja sehingga , ada kesempatan campur tangan Tuhan, melalui mujizat Tuhan Yesus….bagi mereka

Berkat ketekukan doa  dan kunjungan rutin  Theofilus Natumnea dan Ishak Mulyono (masih mahasiswa)   kuasa  Allah bekerja  untuk pelayanan dan pelebaran  Injil Yesus Kristus  , ibu ini melahirkan dengan normal dan  selamat Di RS  Baptis  Kediri, dan anak ini diberi nama Theo. Untuk mengenang pelayanan Theofilus Natumnea dan Ishak Mulyono praktek mahasiswa dari Institut Injil Indonesia  Batu –Malang tahun 1972 waktu itu.

Pertemuan ini sangat indah dan menyenangkan, karena Yesus mempertemukan  Pdt Theo dengan  keluarga yang pernah dilayaninya yaitu Ir Sugandono, Ibu, dan anak-anak, terutama  anak Theo itu sudah kelas III SMA negeri  di ibu kota Hulu Sungai  Tengah (HST) merupakan pertemuan penambah semangat pelayanan…&  penginjilan  di pos pelkes suku terasing ini.

Semuanya itu  indah pada waktunya, sehingga ada kerja sama yang  erat antara GPIB Maranatha Banjarmasin  dengan perusahaan penebangan kayu serta  anak perusahaan  perkebunan kopi dan coklat karena kuasa Tuhan…melalui driekturnya Ir sugandono ini.

MEMBUKA KEBUN   GPIB  DI  BATU  KEMBAR.

Pendekatan  dengan kepala desa Batu kebar  berjalan baik, karena itu  GPIB mendapat sebuah bukit yang terdapat sumber air dan sungai kecil yang mengelilingi bukit kebun  kelapa pelkes GPIB itu.

Pada waktu perkunjungan Sekretaris Majelis Sinode GPIB , Pdt. C. Wairata S.Th, yang adalah mantan mentor dan wali ketika pdt Theo menikah diBalikpapan, beliau didaulat untuk membuka dan meresmikan  penanaman  kebun itu dengan  menanam bibit kelapa perdana, sebagai tanda dimulainya kebun GPIB.

Image

Bibit pertama ditanam oleh Pdt. C. Wairata, Sekum MS GPIB, bibit Kedua oleh Pdt. Theo, KMJ GPIB Maranatha Banjarmasin, selanjutnya oleh Tokoh masyarakat di Kebun Kelapa Batu Kembar, Peg. Maratus. Kalsel

Selanjutnya  bibit kelapa yang kedua oleh Pdt Theo dan tokoh-tokoh masyarakat setempat dari jemaat Pos Pelayanan  dan kesaksian Batu kembar  di Pegunungan  Meratus ini.

GPIB  sudah memiliki kebun dimana-mana, ini adalah  permulaan yang baik, karena permulaan yang baik adalah separoh keberhasilan, sehingga jika terjadi krismon, kekurangan dan kelaparan , diharapkan pospel ini tidak meminta dari kota , tetapi memetik sendiri dikebunnya untuk kebutuhan hamba Tuhan  ditempat ini.

Bahkan  jika terjadi perang  nuklir bercampur kimia, maka GPIB sudah memiliki   kebun kelapa disekitar hutan  Pegunungan  Meratus yang dikelilingi air sungai meratus yang jernih itu….bisa berkemah, bersembuny, tanpa kekurangan air dan kelapa disekitarnya.

SEJAK ADA KEAMANAN, KAMI TIDAK AMAN.

Demikianlah kata-kata dari  warga  suku terasing – Batu Kembar, yang mengalami perubahan sikap, karena sejak ada polisi didesa itu mereka merasa tidak aman.

Image

selain bertani warga batu kembar mencari tambahan: menjual kayu gaharu, yg sering dipajak oleh oknum keamanan

Apa penyababnya ? Rupanya sebelum ada polisi di Batu Kembar, jika mereka mencari dan mengumpulkan  kayu gaharu yang harum dan mahal harganya  itu , bebas dibawa ke pasar atau langganan di kota Banjarmasin, tetapi sejak adanya polisi menjaga di Batu Kembar, justru mereka dipajak habis-habisan, sebelum barang jualannya yaitu kayu gaharu itu dibawa untuk dijual kelangganan di kota.

Apa boleh buat kata mereka, harus berbagi  sama pak polisi, karena itu timbulah  “anakdot”  “ sejak ada polisi dan keamanan, kami tidak aman “ ,  ini merupakan fakta dan kenyataan yang  harus dijawab oleh keamanan dan polisi, supaya rakyat rasa aman dinegeri  dan dikampung sendiri.

MENGIKUTI  P4 TINGKAT PROPINSI DIBANJARMASIN

Image

semua tokoh masyrakat di Kalsel termasuk Pdt. Theo mengkuti Penataran P4 tingkat Pripinsi

Sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab, maka   pdt Theo merespons surat dari badan pembinaan P4 tingkat Propinsi Kalsel, serta mengikuti pembinaan tsb.

Dalam pembinaan  hadir dari berbagai unsur al. seorang haji muda dari Barabai yang sangat kreatif dan   energik yang berwawasan luas dan berpandangan positif dalam segala gejolak yang terjadi dalam masyarakat. Ia berteman baik dengan Pdt  Theo, walaupun kadang kala beda pendapat dalam  diskusi, sehingga membuat diskusi itu fleksibel dan hidup.

Pdt Theo dapat mengikuti  pembinaan P4 tingkat Propinsi ini dengan  baik dari hari kehari sampai selesai, semakin lama mengikuti, semakin banyak teman yang akrab dalam diskusi-diskusi yang hangat soal  kehidupan  agama-agama dan kemasyarakatan di Kalimantan selatan ini.

BERPELUKAN  AKRAB DENGAN PAK HAJI,  DALAM ACARA IDUL FITRI.DIRUMAH KAPOLDA KALSEL.

Image

Bersalaman dan berpelukan dengan Pak Haji bersorban putih dalam suasana lebaran di rumah Kapolda Kalsel, yang dihadiri tokoh masyarakat lainnya

Team  jemaat GPIB Maranatha   Banjarmasin  menghadiri  acara   open hause  Idul fitri,  Muspida tkt  I  Banjarmasin. Setiba di rumah kapolda , ia bertemu dan  berpelukan akrab  serta hangat dengan pak haji yang bersorban putih  dikepalanya,   rupanya pak haji ini  adalah teman baiknya  pada waktu mengikuti P4 tingkat Propinsi, sehingga membuat suasa  lebih enak ,  indah dan sejuk , kerena kedua tokoh  agama yang berbeda ini berpelukan  akrab dalam acara idul fitri yang dihadiri oleh tokoh-tokoh daerah seKalimantan Selatan ini.

Suasana seperti ini lah yang harus terus diciptakan oleh generasi penerus dalam melanjutkan kepemimpinan Gereja dalam masyarakat Indonesia  yang majemuk ini

Kalau  terjadi pertemanan dan keakraban antara para tokoh agama dalam suatu daerah, maka tidak akan cepat termakan isu agama dlsbnya, karena cepat diredam oleh para tokoh agama itu,…dengan wawasan pancasila dan wawasan lainnya  yang luas…. Bahwa kita berbeda-beda, tetapi adalah satu bangsa yaitu Indonesia.

BELANJA DI PASAR TERAPUNG.

Setiap  tugas untuk memimpin kebaktian di pabrik kayu, selalu melewati pasar terapung bersama Nelly isteri tercinta, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, perahu yang ditumpangipun  mendekat pasar, terlihat sampan-sampan  yang isinya  barang barang belanjaan, seperti jeruk,ayam,gula, dlsbnya seperti sebagaimana layaknya sebuah pasar, beli…beli…beli  ..teriakan dari ibu-ibu di sampan itu, merekapun membeli jeruk untuk makan sepanjang jalan sambil  menyingkirkan  rasa bosan diatas perahu motor itu.

Image

Dalam perjalanan kebaktian Oikumene, Klotok (Perahu Besar) merapat di Pasar Terapung,….. Pdt. Theo dan Nelly belanja Jeruk untuk perjalanan, sambil mengusir kebosanan di sungai

Bahkan  sering  membawa pulang sebagai oleh-oleh dalam perjalanan kerumah atau membagikan kepada teman,  seperti kepada  Prof Drs Alex Koroh, dosen UNLAM  Banjarmasin adalah juga putera Merbaun – Baun  Amarassi dari kampung halaman Timor

Pasar ini sangat terkenal sebagai pasar wisatawan domestic dan juga manca Negara, karena  sering dikunjungi oleh touris local, domestic dan touris asing.

KACA MEJA KANTOR GEREJA DIHANCURKAN.

Pada suatu saat ia menerima seorang  tamu adalah suami bendahara jemaat, yang melaporkan tentang keterlabatan isterinya selesai rapat untuk pulang

Tiap rapat beliau menunggu diluar untuk mengantarkan isterinya kembali kerumah.

Pada waktu itu suasana hangat oleh keuangan  jemaat dalam keadaan kacau, karena salah seorang anggota PHMJ pinjam uang kas Jemaat, utuk mengisi kas uang kantornya yang kosong itu pembahasannya agak lama.

Image

dipecahkan kaca dan diambil sebilah kaca untuk melemparkan kepada Pdt Theo, karena rapat PHMJ sering hingga larut malam

Besoknya dia bertamu diruangan kantor pdt Theo, dengan emosi ia memukul kaca meja  kantor gereja sampai hancur brantakan.

Secara bijaksana Pdt Theo  bertemu dengan panglima  kodam Mulawarman, karena dia adalah seorang perwira menengah, namun secara  bijaksana pula panglima menyampaikan bahwa  kepada mereka yang tidak mempunyai  jabatan karena pengkerdilan  kerucut jabatan, sehingga ia frustrasi dan ditumpahkan kepada bapak pendeta, jadi saya  atas nama  kodam minta maaf atas kekeliruan perbuatan anggota kami itu.

GPIB MARANATHA  MEMBELI SEBUAH DANAU  DI BANJARMASIN.

Image

Danau ini di timbun 400 truk dibawah pengawasan Om Kussoy untuk membangun serba guna GPIB Maranatha Banjarmasin

Dalam rangka membangun gereja ,  ketika gereja lama akan dibongkar umat harus tetap berbakti, dari latar belakang filosofis pemikiran inilah,  maka panitia membeli sebuah danau kecil dilingkungan  perumahan perwira AD Banjarmasin.

Danau kecil ini ditimbun tanah merah sebanyak 400 truk, yang  diawasi  0leh om Kussoy teman majelis Jemaat yang aktif  menolong panitia pembangunan.

Panitia menanam kayu tiap  coran  tiang  25 batang  kayu,  sedalam 10 meter sebagai sistim   cagar ayam,   sehngga fondasi  serba guna ini semakin kuat menahan beban rumah serba guna  yang akan dibangun.

Gedung serba guna inilah nantinya akan menjadi tempat kebaktian  sementara, ketika gedung gereja  dibongkar untuk dibangun total yang membutuhkan biaya yang besar serta waktu yang cukup lama, maka langkah ini  memberi  semangat kepada warga jemaat untuk sambil beribadah, membangun  gedung gerejanya.

KERJA SAMA DENGAN WVII

World Vision International Indonesia adalah suatu badan  yang membantu warga jemaat dan masyarakat dalam proyek-proyek kecil, karena itu Majelis Jemaat  GPIB Marantha  bekerja sama dengan WVII dimana  kepala wilayah Kalimantan adalah bapak Gideon , teman kuliah di Institut injil Indonesia.

Image

Kanwil Word Vision International di Indonesia, Bpk Gideon (teman kuliah I3 Batu Malang), melalui Pdt. Theo, membantu tiap kios di kota Banjarmasin, setiap kios mendapat Rp. 500.000.

Semua kios disekitar  kota Banjarmasin mendapat giliran untuk penyaluran bantuan tsb, tidak mengenal agama, suku dan latar belakang, tapi semuanya mendapat bantuan secara bergilir tiap kios mendapat bantuan Rp 500.000…. dipandang sungguh besar, karena gaji Pendeta Theo dikala itu  sebulan hanya Rp.300.000   saja.

Pelayanan ini adalah  kepedulian gereja bersama WVII untuk membantu   masyarakat dalam mengembangkan  usahanya secara bertanggung jawab  guna menumbuhkan  ekonomi masyarakat kecil.

MENGUNJUNGI KELUARGA  IR RADA MAHAR.

Setiap kebaktian minggu ada seorang bapak dan ibu yang duduk berdampingan, mengikuti kebaktian sampai selesai, hal ini diperhatikan  dan dipelajari cukup lama, tapi ketika bersalaman dengan jemaat ia tidak ada.

Image

Terpenuhilah kerinduan Kel. Ir. Rada Mahar, untuk dikunjungi seorang hamba Tuhan

Kehadirannya bukan hanya sebulan dua bulan , tetapi berlansung terus sampai setahun, karena itu dalam salam sehabis kebaktian minggu, ada petugas majelis menemuinya dan minta untuk berdoa bersama serta perkenalan di konsistori. Pdt Theo minta alamat bapak dan ibu ini untuk diadakan perkunjungan keluarga.

Perkunjungan perdana dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan, isi hatinya  dibukakan, beliau mengatakan :” bahwa  selama ini banyak pendeta yang datang , tetapi hanya pada waktu  hari raya natal dan tahun baru, sebagaimana kita umat Kristen merayakan natal dan tahun baru, dan…. Baru kali ini saya dikunjungi  secara perkunjungan jemaat oleh Pdt Theo dan ibu, untuk itu kehadiran saya di kebaktian minggu GPIB tidak hanya sampai disitu, saya akan mendafdarkan diri sebagai warga jemaat GPIB maranatha  Banjarmasin.” Demikian kata –kata yang diucapkan oleh Ir Rada Mahar.

Selanjutnya proses berjemaat berlangsung dalam suasana kekeluargaan, sehingga tidak hanya kebaktian minggu, tetapi juga kebaktian keluarga baik menerima maupun mengikuti kebaktian tsb secara aktif, sebagaimana warga jemaat lainnya.

MENJADI WAKIL KETUA MUPEL KALTIM – SEL.

Image

Menjabarkan kehidupan bermasyarakat sebelum melayani.

Dalam pemilihan kepengurusan Mupel kaltim-sel, ia terpilih sebagai wakil ketua Mupel  kaltim-sel yang meliputi dua propinsi yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Dalam kaitan tugas tsb diatas ia sering kali ke Balikpapan untuk  rapat rutin pengurus atau  musyawarah secara lengkap yang dihadiri oleh jemaat sekaltim – sel ini….bahkan konsultasi nasional.

Program kerja  mupel kaltim – sel , dipandang lebih efektif dan efisien jika  mupel kaltim-sel ini dimekarkan menjadi beberapa Mupel yaitu; kaltm I, mupel kaltim II, mupel kaltim III dan mupel Kalsel.

Pemekaran mupel ini  beberapa tahun diprogramkan tetapi tertuda karena adanya prokontra, namun akhirnya disyahkan pemekarannya, sehingga keefektifan kerja mupel-mupel ini semakin   Nampak diwilayahnya .

MENJADI KETUA  MUSYAWARAH PELAYANAN ( MUPEL ) KALSEL.

Setelah disyahkan pemekaran  mupel kaltim-sel menjadi 4 mupel, maka ia menakhodai ( ketua ) musyawarah Kalimantan Selatan (Mupel Kalsel), yang beranggotakan tiga jemaat GPIB yaitu Maranatha Banjarmasin, Effatha Guntung Payung dan  Imanuel Kota baru.

Tantangan ini ia harus jawab dengan berkunjung ke jemaat-jemaat ini, bahkan mengirim buku stensilan yang ditulisnya sendiri  kepada semua presbiter  dari ke tiga jemaat ini , Berthema : “ JEMAAT MULA-MULA DAN GPIB PADA MASA KINI”, sebagai pedoman dan pegangan  untuk melakasanakan tugas dengan baik.

Buku  ini merupakan suatu tinjauan jemaat mula-mula dan perbandingan GPIB pada masa kini, untuk memperbandingkan dan menganalisis kekurangan dan kelebihan GPIB yang hidup dan melayani pada zaman modern ini.

MENJADI WAKIL KETUA PGI – WILAYAH  KALIMANTAN SELATAN.

Image

Merangkul semua gereja untuk melayabi bersama baik anggota PGI atau anggota khusus PGI

Dalam Persidangan  PGI wilayah Kalimantan selatan, ia terpilih menjadi wakil ketua, suatu wawasan oikoumnenes yang menantangnya untuk menerima semua anggota PGI, baik yang beraliran protestan( Lutheran dan kalvinis dan lainnya) atau yang  beraliran pentakosta.

Kepemimpinannya yang berlatar belakang dan pengalaman di Daerah Istimewa Aceh ini,  menantang semua pengurus supaya berhati dan berwawasan luas, menerima semua gereja, baik yang induknya sudah anggota PGI atau belum anggota PGI, asalkan mereka menerima  anggaran dasar dan Rumah tangga PGI- wilayah Kalimantan Selatan ini.

Hal ini diterapkan   dalam fasal khusus, yang menampung aspirasi semua gereja, sehingga termuat dalam anggaran dasar PGI-wilayah kalsel ini.

Pertukaran mimbarpun mulai diperluas, tidak hanya gereja anggota PGI, tetapi juga gereja non anggota PGI, karena mereka sudah menjadi anggota khusus PGI –wilayah Kalimantan selatan, yang kiranya memuluskan jalannya untuk  mendorong induknya menjadi anggota PGI, dimana  Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia  ini, yang dipandang dan diterima pemerintah sebagai wakil resmi.

MENDAPAT SURAT KALENG PERTAMA SEJAK MELAYANI TUHAN

Image

Hati Pdt. Theo teriris-iris membaca surat kaleng ini dengan berlinang air mata, tapi menyerahkan kepada Tuhan dalam doa untuk mendapat kekuatan.

Surat kaleng pertama diterima dan dibaca….sungguh  hati seperti  diiris-iris dengan pisau, karena  itu  pdt Theo menyampaikan kepada Tuhan dalam doa dan penyerahan.

Diumumkan  agar siapa yang membuat surat kaleng itu,  agar berani tampil untuk bicara secara bertanggung jawab…tetapi sampai pindah tak seorangpun yang berani tampil  dan mau mengakui bahwa dialah yang membuat surat kaleng ini.

Diserahkan kepada Tuhan yang maha mengetahui dan maha kuasa itu untuk memberkati dan memberi  pikiran yang cerah dan jernih   kepada semua untuk terbuka dalam segala sesuatu dalam pelayanan  diladang Tuhan ini.

 MENGIKUTI  SIDANG PGI DI MAKASAR & JAYA PURA.

Dalam status sebagai wakil ketua PGI – wilayah kalsel, ia diutus dua kali untuk mengikuti sidang PGI baik di Makasar maupun di Jayapura pada tahun yang berbeda    bersama sekretaris  mewakili  Kalimantan selatan .

Image

Dalam tahun yang berbeda Pdt. Theo mengikuti sidang PGI di Makasar dan Jayapura, ketika itu singgak di Abinus Natumnea (Adik) di Manokwaro

Dalam urusan tsb membutuhkan biaya yang besar, tapi bapak Drs Melly Titahelu  sebagai   kepala bagian  di kantor anggaran Kalimantan Selatan, tahu bahwa semua agama  terutama agama islam sering memanfaatkan jalur bantuan pemerintah ini, maka ia membawa surat PGI-Wilayah kalsel dan berhasil menguruskan uang tiket PP  dari Banjarmasin- Makasar dan tahun berikutnya dari Banjarmasin- Jayapura.

Wawasan  Pdt Theo semakin diperluas untuk memimpin jemaat GPIB  Maranatha Banjarmasin yang warganya  terdiri dari berbagai suku dan  latar belakang  yang tersebar  dalam berbagai instansi pemerintah maupun swasta ini.

MENERIMA YAYASAN DAN KELOMPOK PERSEKUTUAN DOA, MENJADI  CALON JEMAAT GPIB  PALANGKARAYA.

Image

Atas nama Majelis Sinode, Pdt. Theo sebagai ketua Mupel Kalsel, diberi mandat untuk menerima sebuah Yayasan dan kelompok doa menjadi cikal bakal lahirnya GPIB Palangkaraya

Dalam merintis berdirinya GPIB Palangkaraya sering memberi  motivasi kepada warga jemaat yang pindah kesana untuk memulai dengan persekutuan doa biasa.

Sebagai  ketua Mupel kalsel,  diberi mandat oleh Majelis Sinode GPIB, (ketika Majelis Sinode berhalangan),  untuk menerima  sebuah yayasan dan sebuah kelompok persekutuan doa,   guna mempersiapkan mereka menjadi jemaat Persiapan  menuju pendewasan     jemaat GPIB  Palangkaraya.

Team  negosiasi ini bekerja sama dengan Ir Rada Mahar,dimana beliau memfasilitasi team ini dengan  spead boad dari Banjarmasin ke Palangkaraya dan hotel selama team ini berada di kota Palangkaraya ini.

Percakapan Team  Mupel kalsel & Majelis jemaat dengan kelompok persekutuan Doa  & yayasan ini berjalan lancar, sehingga diadakan  penanda tanganan dokumen secara resmi dalam ibadah, bahwa ada  jemaat persiapan menuju pendewasaan jemaat GPIB dibawah bimbingan  Majelis jemaat GPIB Maranatha   dan Mupel Kalsel di Banjarmasin.

Diadakanlah kebaktian minggu dan kebaktian keluarga tersendiri, walaupun bimbingannya sistim jarak jauh,   karena  pelayanan  merintis ini berokasi pada dua propinsi  dimana mereka belum diteguhkan sebagai penatua dan diaken tetapi melayani sementara jemaat persiapan ini.

Buku-buku  sesuai tata gereja, liturgi, buku nyanyian Rohani dikirim  secara bertahap, sehingga kemauan baik ini,  direspon  (ditempa selagi besi masih  panas)  seperti  gayung bersambut, sukacita & semangat semakin membara dalam hati dan hidup pelayanan dalam kehidupan bergpib dari kedua kota ini(Banjarmasin dan palangkaraya) tercinta.

Segala perjuangan  jerih payahmu ini tidak sia-sia, karena Allah bekerja dalam RohNya yang kudus untuk turut mempersiapkan  segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi mereka yang melayani dengan  pengabdian dan pengorbanan. Ketika ia sudah di Semarang mendengar  serta membaca dalam laporan Majelis sinode bahwa telah didewasakan  jemaat Palangkaraya ini.

SIAP-SIAP  MAU PINDAH DARI BANJARMASIN  KE  SEMARANG.

Surat keputusan Majelis Sinode GPIB telah diterima dan diproses, persiapan mutasi ini semakin mantap, barang- barang sudah dikirim duluan , tiket bouraq sudah disediakan oleh seorang warga jemaat yang hanya ketemu sekali dan singkat ,  semua ini datangnya dari Tuhan.

Image

Dengan semangat mutasi GPIB, kel. Pdt. Theo Natumnea meninggalkan Banjarmasin Kalsel menuju Semarang Jateng, “Gereja Blenduk”

Perpisahan diadakan melibatkan Jemaat Effatha dan Maranatha yang dilayani dengan penuh penyerahan dan kasih, rombongan pengantarpun sudah tiba di lapangan terbang, yang mana barang diatur oleh om Ongrwalu yang sungguh bertobat ketika dilayaninya.

Selamat tinggal Banjarmasin ……  dan selamat jalan Pdt Theo bersama kkeluaraga….dalam segala kenangan,……. Manis  dan  pahit …….adalah  dinamika hidup daam pelayanan  &  makanan sehari-hari seorang pendeta GPIB…. yang ditempa dan dibentuk serta ditempatkan Tuhan melalui Majelis Sinode GPIB.

TIBA DI SEMARANG … GEREJA BLENDUK … SENTRAL JAVA.

GEREJA BLENDUK ADALAH;  GEREJA TUA, WISATA DAN BERSEJARAH.

Image

GPIB Immanuel Semarang atau biasa di sebut “Gereja Blenduk” sebagai tempat wisata domestik dan manca negara, memiliki nilai purbakala. menjadi tempat Pdt. Theo bertugas selanjutnya. (tahun 1988)

Gereja Blenduk adalah sebuah gereja tertua di Semarang-jawa tengah, bahkan sejawa, yang berlokasi di kota lama… seumur dengan gedung tua lainnya seperti  Lawang Sewu di kota Semarang.

Gereja  ini adalah gereja berstatus wisata rohani bagi wisatawan domestic maupun manca Negara. Sehubungan dengan gedung gereja ini bernilai   sejarah dan purbakala, maka ia dilindungi oleh Negara.

Gereja Blenduk didirikan pada tahun 1753, adalah salah satu land mark kota lama di semarang.

GPIB mempergunakan gereja  Blenduk ini dalam tiga kali ibadah minggu, yaitu jam 06.00, 09.00 dan   17.00 wib selain gedung  ibadah Effatha, Filadelfia dan Banyumanik di kota Semarang.

IA MENJADI PENDETA  KE 89 di GPIB  IMANUEL  – BLENDUK SEMARANG.

Image

Tak disangka Pdt Theo Natumnea menjadi pendeta ke-89 di geja Blenduk atau No. 7 Pendeta Orang Indonesia. Terpujilah Tuhan Yesus

Deretan nama – nama pendeta di gereja blenduk  yang didirikan pada tahun 1736 ini  semuanya adalah pendeta orang belanda, karena Indonesia  masih dalam jajahan Belanda, dimana para pendeta belanda ini mendapat gaji dari pemerintah belanda

Setelah Indonesia merdeka semua fasilitas gedung termasuk gereja blenduk dipelihara dengan baik dan gpib mendapat kepercayaan sesuai sejarah gereja dan aliran  gereja serta surat pelimpahan agar semua  gedung gereja Indische kerk diIndonesia dierahkan kepada gpi,  dimana  Indonesia bagian timur  diserahkan kepada  gpm, gmim dan gmit, sedangkan daerah Indonesia bagian barat diserahkan kepada  gpib

Image

kedua insan ini berfose dibawah mimbar Blenduk yang khas, sesudah memimpin kebaktian

Gereja blenduk termasuk dalam wilayah indonesia bagian barat, dimana gpib mendapat kepercayaan untuk mengelolanya, sehingga sejak tahun 1945 para pendetanya  yang ditempatkan digereja blenduk adalah orang indonesia

Pendeta Theofilus Natumnea adalah pendeta   orang Indonesia ke 7 ditempat oleh majelis sinode  gpib untuk melayani Tuhan, dimana ia dimutasikan dari gpib maranatha banjarmasin ke gpib imanuel  semarang., sehingga dari deretan  nama – nama  seluruh pendeta gpib, ia berada pada deretan nama  pendeta  yang ke 89 di gereja blenduk yang terkenal dengan  gereja wisata dan punya nilai  kepurbakalaan ini

SEORANG WANITA BELANDA DATANG KEPASTORI & MENCARI PALANG PINTU.

Palang pintu pastori gereja Blenduk  panjangnya 1 meter  itu pernah dicari oleh seorang  wanita Belanda. Ia  bercerita sambil memegang dan berfoto dengan palang pintu ini , bahwa dulu bapaknya adalah seorang koster dan mereka tinggal di tempat ini.

Ketika malam hari mereka kunci rumah dengan palang pintu ini,

Image

“Mana palang pintu?, dulu Opa saya Koster disini, kalau malam kami tutup rapat dengan palang pintu ini Zaman Jepang, saya mau foto dengan palang pintu ini”

pada waktu itu  zaman pendudukan  Jepang, dalam keadaan darurat  & takut,  sehingga palang pintu ini   adalah alat penutup pintu ,  ditutupnya  kuat-kuat dan erat-erat  …  sehingga tidak dapat di goyahkan.

Koster adalah pelayan dan pembersih serta pengatur urusan gereja, sehingga pada waktu pelayanan berlangsung semuanya dalam keadaan baik dan rapi siap untuk dipakai gerejanya.

Tempat koster itulah yang sekarang didiami oleh pendeta jemaat yang  sedang bertugas dijemaat GPIB Imanuel  (Gereja blenduk)  adalah pastori di taman sri gunting ini, berarti dulu rumah koster bukan pastori tempat pendeta

DIMANAKAH TERDAPAT PASTORI GEREJA BLENDUK SEBENARNYA ?

Pastori gereja Blenduk sebenarnya menurut ceritra warga jemaat dan dikukuhkan ibu Belanda ini, terdapat  di Perumahan Candi atau dikenal semarang atas,  namun pada waktu pendudukan jepang dan zaman revolusi Indonesia, pastori gereja Blenduk itu diambil alih oleh orang lain.

Image

Pastori ini diambil alih Zaman Revolusi

Majelis Jemaat pernah menelusuri melalui celah-celah yang bisa ditelusuri, tetapi  sampai hari ini masih tertutup erat kemungkinan untuk menemukan  dan mengembalikannya kembali.

WISATAWAN BELANDA MENGADAKAN KEBAKTIAN  DI GEREJA BLENDUK

Jarak gereja dan pastori hanya 10 m , diseberang jalan  belakang gereja ini, suatu ketika terdengar  pujian berupa koor  besar didalam gereja….khotbah  … yang semuanya dalam bahasa Belanda.

Image

Terdengar Paduan Suara Wisatawan Belanda dalam gereja Blenduk

Pendeta Theo pelan-pelan membuka pintu belakang dan melihat….aduh …. Hai….. banyak orang belanda yang sementara mengikuti kebaktian dalam wisata mereka di gereja ini..

Ternyata rombongan ini  punyai kaitan sebagai anak cucu  dari bapak /ibunya atau opa/ omanya yang dulu pernah  tinggal  semarang dan beribadah di gereja  blenduk ini

MEMILIKI DUA POS PELKES YAITU  KENONGO DAN  DEMPELREJO

Image

setelah Panen mereka jadi pemulung di Jakarta

Walaupun sibuk karena  jemaat  Imanuel semarang masih satu jemaat dewasa dan dalam  jumlah besar dan wilayah yang luas,  serta ada  empat buah  gedung  ibadah  dalam kota dengan variasi jam ibadahnya, tetapi jemaat ini sudah memiliki   dua pos pelkes yaitu kenongo dan  Dempelrejo.

Pos Pelkes Kenongo,  setelah melewati  Banyumanik,…Ungaran…….. dan Bawen , belok ke kiri turun ke desa kenongo,  sekitar  5 km. Mereka dilayani dua bulan sekali dari jemaat induk Immanuel (kota Semarang), sedangkan hari minggu lainnya dilayani oleh penatua dan diaken setempat.

Ketika musim tanam selesai, warga jemaat di kennongo ini  pergi mencari kerja di Jakarta untuk menambah pendapatan mereka ,dan yang tidak punya keahlian pun dia bertekat walau  memungut barang-barang disampah mereka tetap mencari kerja di kota besar.

Pada saat itu,  tinggalah isteri dan anak-anak mereka di kampung Kenonngo, walaupun jalannya turun naik dan curam, tetapi mereka tetap aktip kegereja dan pelayanan lainnya.

Pos Pelkes  Dempelrejo  ke arah Kendal

Pospel Dempelrejo ini, adalah suatu pos pelayanan yang 4  km dari kota Kendal, masuk ke arah kiri kalau  dari Semarang. Pospel ini terdiri dari beberapa keluarga yang ada kaitan famili dari antara mereka.

Keaktifan mereka  sesuai dengan pekerjaan sebagai petani   ada waktunya sangat sibuk dikebun dan sawah, tetapi ada waktunya untuk beribadah ke gereja.

Pepatah mengatakan Jauh bau bunga, dekat bau tahi, demikianlah pepatah ini berlaku bagi jemaat pospel Dempelrejo ini yang hanya terdiri dari beberapa keluarga yang ada kaitan family, jadi  tak heran jika terjadi diantara mereka dinamika  dan  selisih paham keluarga, maka dalam beberapa wakktu lamanya gereja itu berkurang sekali, karena sebagian  besar dari mereka tidak datang  kebaktian

Itulah tugas dan panggilan pelayanan untuk mendamaikan mereka, sehingga merekapun mampu membawa damai itu kepada orang lain sesuai fungsi dan pelayanannya dalam jemaat dan masyarakat.

PROYEK MAJELIS SINODE GPIB.

Proyek  GPIB dalam kaitan dengan harta milik dan pendaya- gunaanya, sering kali memerlukan perhatian & energy khusus dari  Majelis Sinode, sehingga  jemaat ini sering dikunjungi fungsionaris majelis sinode GPIB dari Jakarta.

Image

GPIB Jemaat Immanuel Semarang (Blenduk) tidak puas saja dengan memiliki gedung tua ini, tapi keluar untuk ber Pelkes ke Kenongo dan Dempelrejo

Baik masalah Paldam(kompleks  kodam) maupun masalah perumahan orang tua di Peterongan….. Semarang timur yang diduduki  warga jemaat, adalah masalah  GPIB yang tak habis-habisnya  memaksa  Majelis Sinode dan team   Majelis jemaat untuk berurusan dengan semua pihak yang terkait.

Masalah ini selalu menjadi topic utama dan terhangat dalam setiap persidangan sinode GPIB antara tahun 1980 – 1990an.

SEHABIS DOA SYAFAAT GEREJA KOSONG

Dalam kaitan dengan  masalah peterongan ada titik terang, dimana semua penghuni yang tinggal dirumah orang tua Peterongan ini, setiap keluarga mendapat rumah di perumnas Banyumanik sebagai pengganti uang pengusiran.

Image

Kebaktian pembagian undian rumah bagi warga yang menempati rumah orang tua Peterongan. Sehabis doa syafaat, mereka tidak ada dalam gedung gereja lagi (menghilang dari ibadah)

Hal yang  lucu dan menggelikan, aneh tapi nyata ialah, ketika semua berkumpul di gereja Blenduk bersama Majelis Sinode, team dan Majelis Jemaat, untuk mengadakan kebaktian pembagian  rumah  agar mengambil nomor undian, ketika doa syafaat selesai,  gereja kosong……kemana  mereka ?…. rupanya pada waktu doa syafaat, satu persatu  angkat kaki dan menghilang  dari dalam gereja.

Pendekatan demi pendekatan, akhirnya mereka dapat menerima  untuk keluar dari   kompleks  peterongan dan menempati rumah hasil undian team  Majelis Sinode tsb.

TIGA ORANG ISTERI, SEMUANYA ADIK – KAKAK KANDUNG.

Image

dilarang tambah istri lagi, malah harus menceraikan istri ke 2 dan ke 3, tapi tetap bertanggungjawab secara ekonomi

Diantara Semarang dan Kendal terdapat seorang warga jemaat  yang memiliki tiga orang isteri,  yang semuanya adik kakak kandung, mereka tinggal dalam satu kompleks kecil yang letaknya tidak berjauhan satu sama lain.

Kakak  yang tertua adalah isteri tua yang sekaligus menjadi koordinator dari antara mereka, untuk mendapat  kunjungan suami yang adalah orang indo bugis ini.

Suatu saat ia  memberikan persembahan syukur kepada gereja berturut turut beberapa bulan atas  nama isterinya yang muda, rupanya suatu pendekatan untuk mengadakan baptisan bagi anak anak dari isterinya yang muda ini.

Mereka  datang ke Pendeta Theo  serombongan,  ketiga isterinya dan belasan anak-anaknya dengan dua kendaraan mini bus, untuk melaporkan niat mereka ini, bahwa anak-anak dari isteri yang muda ini akan di  serahkan  ke gereja untuk dibaptiskan.

Pendeta Theo menjawab; boleh, tetapi nanti dalam persiapan akan disiapkan bahwa yang berdiri sebagai orang tua adalah isteri tua bersama bapak, sedangkan yang lain tetap ikut digereja tetapi dibelakang bapak dan isteri  tua.

Selanjutnya yang ikut perjamuan kudus adalah isteri tua, sampai urusannya diselesaikan pada waktunya,  jika isteri kedua   dan ketiga diceraikan  dalam tanggung jawab  bapak

Mereka adalah keluarga besar, karena itu gereja harus melayani dan menyelamatkan mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku, anak-anak pemuda, gadis, remaja  serta adiknya yang kecil  yang cantik sedang bertumbuh,  mereka tidak tahu  apa yang diperbuat,   gereja jangan biarkan mereka, tetapi gereja perlu melayani semuanya menurut ketentuan , karena Yesus datang  kedunia ini untuk mencari dan menyelamatkan  orang berdosa.

NAMANYA BAPAK  DAENG KAHAR & TETAP MENJADI WARGA JEMAAT GPIB IMANUEL SEMARANG.

Walaupun ia (Daeng Kahar) ini memiliki tiga orang isteri yang adalah adik -kakak kandung,  tetapi ia tetap  tegar  mau menjadi anggota jemaat GPIB Imanuel semarang.

Tantangan tersendiri pagi para hamba Tuhan, termasuk Pdt Theo untuk mengelola dan memimpin jemaat termasuk  bapak  Daeng  Kahar yang  antik keluarganya ini

Ibarat benang kusut dan   timbunan tepung, kita harus berhati-hati, agar benang   tidak putus, tetapi juga tepung tidak terkoyak dan terhambur-hambur, demikianlah  menjaga  jemaat tetapi Tuhan Yesus  mengutus kita untuk pergi mencari  dan menyelamatkan domba yang hilang.

Mereka ibarat domba yang hilang, tapi tidak jauh hanya disebelah kandang saja, bagaimana  caranya untuk memasukan mereka kedalam kandang melalui pintu  dan jalan Tuhan Yesus,  yang datang untuk mencari dan menyelamatkan orang berdosa.

Anak-anaknya yang sudah bertumbuh besar:  ada pemuda, ada remaja dan ada juga anak sekolah minggu yang jumlahnya belasan dan nanti akan menjadi puluhan,  berarti satu generasi harus diselamatkan , sambil memelihara persekutuan yang ada yaitu warga jemaat yang  lainnya  dan banyak seperti gunung  tepung  ini, agar tepung  persekutuan tidak terkoyak  dan terhambur yaitu warga jemaat, tetapi langkah penyelamatan  keluarga ini seperti benang kusut harus dilayani dan diperbaiki status dan hidup mereka, karena merupakan potensi satu keluarga yang belasan  bahkan akan menjadi puluhan anak-anaknya ini.

Langkah pelayanan pertama adalah pelayanan sakramen baptisan kudus bagi anak-anak isteri ketiga  (lihat  uraian diatas) supaya yang berdiri adalah isteri Pertama…yang sah itu

Langkah pelayanan kedua adalah  semua  boleh ikut kebaktian dan mendapat pelayanan , tetapi yang berhak untuk ikut perjamuan kudus adalah isteri pertama , bukan yl dihalangi tetapi statusnya  yang menghalangi mereka ini..

Langkah pelayanan ketiga adalah diadakan penggembalaan ,  sampai  waktu Tuhan, status isteri kedua dan ketiga dapat diselesaikan secara baik-baik    diceraikan , tetapi tetap tanggung jawab bapak Daeng Kahar untuk menjamin hidup mereka secara ekonomi, dan langkah ini sulit tapi harus ditempuh, sehingga  ibarat benang kusut diperbaiki tetapi tepung persekutuan tidak terkoyak-koyak dan tidak terhambur.

Sayangnya simtim presbiterial sinodal yang dianut oleh GPIB, membuat  Pdt Theo tidak dapat melanjutkan langkah ketiga ini karena harus pindah ke Bnaten,  tapi   salah satu  catatan  dalam acara  serah terima kepada ketua I, (karena belum datang pendeta penggant)i, diberi catatan untuk melanjutkannya.

KENDARAAN DINAS SEBUAH MOBIL TUA.

Majelis jemaat mengatakan, ini kendaraan dinas kita, sebuah  mobil mini bus Merk hijet 1000, yang sudah batuk-batuk, kalau sementara  dikendarai; mobil inilah yang membawa Pdt Theo kemana-mana untuk melayani warga  jemaat yang begitu banyak dan wilayah yang sangat luas ini.

Image

Mobil Tua ini berjasa mengantar Pdt Theo melayani keliling Semarang, bahkan sejawa tengah dan Jogjakarta ketika menjadi ketua Mupel Jateng-DIY

Berapa kali harus ditinggalkan dibengkel di Salatiga , ketika mobil ini mogok dalam perjalanan pelayanan, yang akhirnya diambil oleh sdr Rony pegawai kantor gereja.

Mobil ini pula yang membawa keliling Pdt Theo   kebupaten- dan kota sejawa tengah & DIY untuk melayani dan berkunjung sebagai ketua Mupel Jateng-DIY

MENJADI KETUA MUPEL JATENG-DIY

Ia terpilih menjadi ketua Mupel Jateng-DIY,

Image

masih berkumis dan tampil meyakinkan

sebelumnya  sebagai wakil ketua, untuk membina dan melayani jemaat-jemaat  GPIB  se-mupel  Jawa tengah  & Yokyakarta ini.

Dalam melayani jemaat-jemaat  se-mupel ini, mengadakan program kerja  untuk menjabarkan program sinodal  serta menganalisis aspirasi Jemaat-jemaat se Mupel. serta  mengadakan pertukaran mimbar antar jemaat , supaya  ada penyegaran diantara jemaat dan para pelayan firman….sekaligus menggali aspirasi dalam kehidupan  dan dinamika warga jemaat sejateng- DIY.

Memberi bea siswa kepada mahasiswa theologia untuk  menyelesaikan  pendidikannya, dikala  mengalami pergumulan dari segi ekonomi.

Membantu jemaat kecil untuk menggaji pendeta yaitu jemaat  Purworejo, sekaligus  membantu untuk membuka bengkel, sehingga dari hasil bengkel itu mendapat tambahan selain mendayagunakan  warganya untuk bekerja.

Menghadapi pemerintah dalam urusan kemasyarakatan dan kenegaraan dalam kehidupan dan kerukunan antar umat beragama.

PENATARAN UNTUK MENJADI   PEJABAT  B.S. (BURGELIJK STAND)  KOTA SEMARANG.

Dikota dingin, Salatiga itulah seluruh peserta dikumpulkan dalam rangka pembinaan/pembelajaran tentang catatan sipil, yang berlaku untuk gereja-gereja di Indonesia, khususnya  jawa tengah. Salah satu peserta adalah pendeta Theofilus Natumnea utusan  majelis jemaat gpib Imanuel – blenduk Semarang yang mewakili juga  musyawarah pelayanan (mupel) jateng – D.I>Y, dimana ia adalah ketua mupel jateng-d.i.y pada periode  itu.

Pembinaan/pelatihan berlangsung ketat, dimana semua peserta dibina dan dilatih untuk sanggup melayani warga jemaatnya  bahkan warga jemaat yang lain jika mereka membutuhkannya, asalkan  mereka  sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku.

Image

Bagi warga yang ekonomi lemah dan bayaran pajak nikah kurang, dibantu oleh Pdt. Theo, untuk setor ke kas negara

Setelah mengikuti pembinaan hukum  yang diadakan oleh  pemerintah daerah propinsi  jawa tengah di salatiga selama  satu bulan dan menerima SK Gubernur jawa tengah, ia dilantik oleh walitota semarang menjadi pelaksana Catatan sipil /pejabat B>S.Kota semarang,  untuk melayani   pernikahan warga jemaat secara hukum Negara

Berdasarkan  status ini, maka ia dapat melaksanakan pelayanan pernikahan menurut hukum gereja maupun hukum Negara, yang dapat dipertanggung-jawabkan sesuai kapasitasnya untuk melayani   warga gereja dari kedua sisi hukum ini

Suatu status yang mempunyai kapasitas ganda  untuk  menolong banyak orang  yang datang dari  mana saja, dimana suatu ketika melayani  mantan muridnya SMA  Methodis Banda Aceh yang  sedang  dalam keadaan sulit dan  mencari jalan keluar dalam urusan pernikahannya, karena   mereka berdua  adalah keturunan  Cina.

Dipublikasi di Uncategorized | 25 Komentar

Seri II: DARI SERAMBI MEKAH KE SERAMBI MEDINA

IA TIBA DI SERAMBI MEKAH DENGAN KEPASTIAN  DARI TUHAN YESUS.Image

Hal ini  telaImageh diperlihatkannya  bersama sang isteri Nelly pada renungan pagi di Balikpapan, dalam  Matius 10:30 & 31a :dan kamu rambut kepalamupun  terhitung semuanya, karena itu jangan takut ;artinya :Tuhan tahu berapa jumlah rambut  kita, walaupun kita tidak  tahu, dan kalau demikian, sehelai rambutpun tidak akan gugur ditangan orang jahat,  kalau Tuhan tidak menghendakinya.  Amin.

Janji  Allah ini diyakini  dengan harga mati, sebagai jaminan  Tuhan pada mereka  lalu merekapun berangkat keserambi mekah.

Sebelumnya  kedua insan ini berlibur ke Kupang  untuk melihat ayahanda Meliachi Natumnea , berserta  adik-/kakak yl,  karena ibu Regina Pasu telah dipanggil Tuhan waktu dia kelas V SR , jadi masih kecil, .lalu mereka hanya ambil cuti  singkat dua minggu untuk berliburbersama orang tua dan kemudian berangkat kembali karena surat keputusan ( SK)Image penugasan dan penempatan  dari Majelis Sinode GPIB  sudah berada ditangan sang pendeta muda ini, dan dalam semangatnya yang berapi-api  ia siap berangkat  ketempat yang paling  jauh dan sulit pada km nol bagian barat Indonesia , sesuai permintaan doanya   kepada  Tuhan  , maka keluarga tak dapat menahannya lama-lama lagi, . ini dijalaninya  sampai tiba  dengan selamat di Banda Aceh(Serambi Mekah) serta Sabang km nol  bagian barat Indonesia ini.

KEAIAIBAN TUHAN MENYERTAI MEREKA SELAMA DALAM PERJALANAN.

Nelly isteri tercinta heran atas keajaiban Tuhan yang menyertai mereka  sepanjang perjalanan, sebagai pembelajaran penting bagi seorang   isteri  pendeta, pendamping  hamba Tuhan ini,  bahwa Tuhan yang memanggil dan mengutus hambaNya , Ia juga menyertai anak – anakNya dengan kuasaNya juga sepanjang perjalanan dan pelayanan mereka.

Mengapa  hal ini  dinyatakan Tuhan ? Ia tadinya terima  apa  saja yang  ia minta dari ayah dan ibunya dimana  Peter Lilipaly sang ayah  adalah seorang pejabat pemerintah, walikota Balikpapan yang selalu perhatikan kebutuhan anak – anaknya, apa lagi Tuhan  ….Ia tahu kebutuhan   anak -anakNya dan pasti Ia perhatikan  sebagai  jawaban kepada mereka , sesuai kebutuhan yang diperlukan untuk meneguhkan iman mereka dalam pelayanan guna melayani dan meneguhkan orang lain juga.

KEAJAIBAN PERTAMA : NAIK KAPAL TERBANG  GRATIS  BALIKPAPAN – JAKARTA .

Image

Kepala Penerbangan Sipil Balikpapan menawarkan untuk pdt.Theo dan Nelly naik Pelita, melalui   Orang tua Nelly, Bapak Pieter Lilipaly dan Ibu  Paulina Lilipaly. Tiketnya hanya sehelai kertas buram bertuliskan : Pdt. Theofilus Natumnea dan Ny. Nelly Natumnea , lalu mereka pakai itu sebagai tiket pelita Balikpapan ke Jakarta,  bahkan  barang yang cukup banyak termuat semuanya ,  karena berangkat sekaligus dalam rangka pindah ke Aceh Serambi Mekah.

KEAJAIBAN KEDUA:  NAIK KAPAL TERBANG GRATIS JAKARTA  – KUPANG.

Image

Naik Hercules Gratis, mendapat nota dari kepala lapangan Pelud. Halim Perdana Kusuma, Mayor TNI AU Pandango

Setelah bergumul dan mengambil  keputusan  untuk  melihat orang tua di Kupang, maka Bu Nei (bapak Cornelis Saneh) mempertemukan mereka dengan mayor TNI AU Pandango adalah kepala lapangan terbang AU di  Halim perdana Kusuma,  beliau katakan besok  datang pagi-pagi, karena  Herkules TNI AU  akan  mengantar rombongan Sekneg Kepresidenan ke Dili Timtim.

Kedua insan ini hanya membawa sepucuk surat pengantar dari  Mayor TNI AU  Pandango dan naik bersama rombongan sekneg  kepresidenan menuju Dili Timtim . Setelah mendarat ada acara penyambutan  rombongan sekneg  kepresidenan  dengan tari-tarian  Timor leste  sekitar 10 menit di  lapangan terbang…presidente  nicolau labato……  Dili dan seusai  menyaksikan tari-tarian itu  semua  naik kembali  ke Hercules   dan  penerbangan dilanjutkan ke Kupang….  Sekitar   satu jam mnerka tiba di Kupang ,  kota yang dihuni selama sekolah di SMEP dan SMEA itu.

Puji Tuhan sejak merantau dan kuliah sampai selesai masa Vikahariat,  Pdt Theo baru kali ini pulang ke Kupang   berarti   sekitar  12 tahun dan ia pulang dengan membawa isteri tercinta yang baru saja dinikahinya 3 april  1977,…… bayangkan begitu senang berjalan berdua di kota Kupang  bahkan sampai di Nubraen tempat pdt Theo. Natumnea  dilahirkan dengan  suasana yang menggembirakan kedua penganten  baru  dalam  ber bulan madu ini.

KEAJAIBAN KETIGA: NAIK KAPAL TERBANG GRATIS   KUPANG – JAKARTA

Image

Naik Garuda gratis, Pelayanan kepada hamba Tuhan Pdt, Theo dan Nelly dari kel. Marten Amtiran, pengusaha yang di berkati Tuhan, di Kupang

Dalam suasana kunjungan di rumah kel .Marten  Amtiran  sebelum berangkat  ke Nubraen kampung halaman Pdt Theo, mereka  mau berdoa bersama keluarga ini, karena Bu Marten anak kampung yang diberkati Tuhan, yang tadinya sama-sama  jalan kaki 30 km dari Kupang ke kampung  kalau mau berlibur sekolah , itulah suasana  & semangat semua anak sekolah dari kampung yang berjuang di Kupang untuk sekolah….dengan tekad mau maju ini.

Bu Marten Amtiran bertanya : kapan kembali ke Jakarta dan pakai penerbangan yang mana ?

Pdt Theo menjawab: seminggu dua minggu ini kami di Nubraen dan nanti akan  pakai Herkules kembali ke jakarta.

Bu Marten  menjawab:  minggu ini kami( Bu dan susi )  akan berlibur ke Singapore, jadi  kalau  datang sudah tersedia tiket garuda Kupang-Jakarta dirumah ini, sebagai berkat Tuhan  untuk kedua adik (Pdt Theo Natumnea dan Ny. Nelly Natumnea)  sebagai support kami untuk melayani Tuhan  di Aceh serambi Mekah, karena  menurut kami tempatnya paling sulit…….. Dan selesai berdoa berangkatlah  mereka ke Nubraen  yang diantar   Bu Marten Amtiran ini        bersama   rombongan kecil , sambil mengenang ketika masih bersekolah  melewati jalan-jalan ini dengan berjalan kaki 30 Km, sebagai napak tilas  pdt Theo , ditempat-tempat tertentu mereka berhenti  dan bercerita, tertawa ria  mengenang  perjuangan sekolah dulu.  Dengan bersemangat  luar biasa ia dan Istri tercinta tiba di Nubraen, dan…sehabis berdoa  rombongan Bu Marten pulang, ke Kupang  sedangkan mereka berdua memulai mengenal keluarga satu persatu…dalam lingkungan desa  Nubraen  tempat lahir pendeta Theofilus Natumnea (Rasi Ninu ini)

Jika kita renungkan kata-kata dan seperti  diucapkn  kel Marthen Amtiran ini, maka seperti telah dipersiapkan Roh Kudus, dimana mereka juga mau melayani Tuhan  dalam panggilan  Tuhan dan doa mereka selama ini.

Tak disangka 12 tahun  yl meninggalkan Nubraen   sebagai seorang remaja  yang sedang bertumbuh dan kini datang dengan istri  Nelly tercinta : seorang anak walikota Balikpapan, tentu keluarga sangat bahagia,  maka   syukuranlah mereka  : dengan  mengorbankan dan dipotong seekor sapi untuk  kebaktian syukur dan adat secara singkat ,karena waktu cuti  sudah mau habis  ia segera mempersiapkan  diri  untuk   berangkat  kembali ke Jakarta   dan  seterusnya Ke Banda  Aceh (Serambi Mekah.)

Sesampai di Kupang dari  Nubraen …… Nelly terheran-heran  janji Tuhan menjadi kenyataan : bahwa  janji Bu Marten  hamba Tuhan ini dipenuhi, walaupun mereka sudah  ke Singapore untuk berlibur, benar  tiket garuda untuk Kupang –Jakarta dua orang  telah tersedia, puji Tuhan :  Besar kuasaMu menyertai perjalanan  kami  Kata Pdt Theo dalam doanya amin.

Semua keajaiban ini  dibuat  untuk memberi  pelajaran kepada   mereka khususnya Ny. Nelly Natumnea-Lilipaly yang  baru terjun dalam pembentukan hamba Tuhan  dimana tidak ada Mission hause untuk belajar praktis beberapa  lama, tetapi  menjadi tempat pembelajaran  dan pemuridan bersama dengan Yesus…disepanjang  perjalanan  selama cuti ini.

KENDARAAN DINAS ADALAH  “SEBUAH SEPEDA TUA”…DI BANDA ACEH.

Image

Sepeda ontel, kendaraan dinas Pdt. Theo di Banda Aceh, untuk melayani 120 KK warga Jemaat

Setiba di Banda Aceh mereka berdua diterima dengan  penuh antusias kata seorang anggota Majelis BP Drs. Meslek Sebayang : inilah pendeta yang kita doakan dan harapakan  selama ini: , Majelis Jemaat GPIB BANDA ACEH  mengatakan lagi ini kendaraan dinas kita yaitu sebuah sepeda tua , yang akan mengantarkan bapak pendeta  dan ibu kemana-mana.

Benar-benar bersahaja  Nelly  yang tadi  sering turun naik mobil dinas atau mobil pribadi bapaknya sebagai Walikota, kini  kedua insan ini  memulai  pelayanan pertama  dengan menggunakan  dan mendayung sepeda tua ini, merawatnya dan belajar menerima apa adanya yang telah disiapkan  oleh  Tuhan melalui jemaat yang sudah lama  rindu  & menunggu kehadiran seorang pendeta ini.

Kesempatan ini  tidak disia-siakan : Kepasarpun sang pendeta membawa isterinya untuk belanja dan membawa pulang belanjaan dengan memuat  istrinya serta belanjaan tsb…dengan  sepeda tua ini…. Bahkan kemana saja  mereka berdua   seperti seorang tuan dan nyonya  yang sangat bahagia mengelilingi kota Banda Aceh.

WARUNG KOPI TEMPAT MENARUH//MENITIP SEPEDA TUA INI.

Image

DiBanda Aceh terdapat banyak warung kopi, itulah kesukaan orang Aceh, mereka berdua gampang bergaul dipasar , termasuk diwarung kopi,  sehingga tempat penitipan sepedapun gratis.

Sering pendeta Theo menuggu istrinya belanja, sambil ia meneguk segelas kopi  sementara  ngobrol sana sini tentang masalah kehidupan ini….dengan pemilik warung kopi,  bahkan dengan  tamu lain yang sedang  minum kopi Aceh yang terkenal ini.

TERJATUH BERSAMA ISTERI DAN BELANJAAN DARI PASAR…SEPEDA TUA KEMPES

Karena terlalu berat : banyak belanjaan, maka sekali peristiwa mereka dua terjatuh ke aspal ,  sehubungan  muatan  belanjaan banyak tambah isterinya lagi hamil besar,  jadi pendeta Theo tidak kuat dayung  untuk mendaki  bukit  lagi pula  ban sepeda bagian depan  kempes , akhirnya terjatuh, tapi puji Tuhan semuanya baik-baik saja karena dipelihara oleh Tuhan Yesus….itulah dinamika hidup keluarga baru ini. Seandainya  zaman itu  ia miliki  HP, pasti  direkam  menjadi sejarah  hidupnya….yang  akan  menjadi tontonan  gratis bagi anak-cucu dikemudian hari.

Dan sampailah mereka di rumah pastori dengan terengah-engah sambil beristirahat & merenung,: beginilah perjalanan  hidup dan pelayanan yang diminta dari Tuhan yaitu tempat yang paling sulit, semua pembelajaran ini semakin menambah komitmen mereka  untuk melayani Tuhan Yesus  sampai akhir.

SAMBAL DARI RANTANGAN MAKANAN SELALU HABIS.

Pada suasana  penyesuaian, mereka rantangan  untuk makanan sehari-hari…Aneh, sambal  yang diberikan pada rantangan itu  selalu habis;karena terlalu enak sambalnya…untuk dilahap….

Image

makanan ini selalu habis termasuk sambalnya, ternyata ada campuran daun ganja

Warga  jemaat bertanya  :  apa benar bapak dan ibu rantangan di  Mrs X ? ya benar… bagaimana dengan makanan yang disuguhkan ? wah enak sekali, bahkan sambalnya selalu habis dilahap.

Mereka itu(pemilik rantangan) selalu membuat enak makanan dan sambalnya juga , karena ada campuran daun ganja !…..ha….. daun ganja ?  kata Pdt Theo   dengan nada menyesal  !!

Sejak itu Pdt Theo dan Nelly berhenti rantangan karena sadar, bahwa ternyata makanan yang enak tu ada campuran daun ganja yang membahayakan.

Puji Tuhan  ada saja jalan  dari Tuhan,  Ia  memakai warga jemaat untuk mengingatkan Pdt Theo dan Nelly agar berhenti rantangan pada Mrs. X itu.

TSUNAMI LOKAL DAN GEMPA BUMI

Image

Pdt. Theo, bersama Bupati Aceh Barat meninjau tsunami di pantai

Didaerah Istimewa Aceh sering terjadi gempa bumi dan Tsunami, walaupun kekuatannya terasa hanya local didaerah Aceh, karena berkekuatan hanya sekitar 5-6 skala richter saja. Tsunami di Aceh Barat, memindahkan Tangki minyak pertamina ± 500 meter,  diadakan kunjungan  dan melihat lokasinya oleh Pdt. Theo waktu mengantar bantuan via  gubernur  Aceh dan  Bupati Aceh Barat.

Selama  Pdt Theo dan Keluarga berada di Aceh beberapa kali terjadi gempa, dan jika  gempa yang gonjangannya besar semua takut,   sehingga semuanya harus lari keluar meninggalkan rumah, untuk menyelamatkan diri…Setelah kembali kerumah, ternyata semua  makanan tumpah , karena lemari makan  terjatuh dan bersandar pada meja makan. Yang adalah sebuah lemari tua.

Peristiwa  itu terjadi pada hari paskah kedua, jika Tsunami besar yang lalu pada natal II, maka sebelumnya   gempa bumi pernah terjadi pada paskah kedua , mau memperingatkan  warga Kristen bahwa pada hari raya agar  masuk gereja dan ikut kebaktian. Untuk menyembah  dan memuji memuliakan nama Tuhan.

MENABRAK KEPALA DESA  (PAK KECIK) , KETIKA   BELAJAR MOBIL.

Image

13 Januari 1978, terjadi musibah tabrakan, ketika Pdt. Theo belajar setir mobil

Bukan sudah memiliki mobil, tetapi  sebuah mobil truk kecil (pick up),mobil  sejenis  Daihatsu mini………….diberi bak seperti  truk  kecil  untuk memuat  cengkeh  milik perusahaan cengkeh   dibawa oleh  pak  Daniel Theofilus S.Th. (bendahara  Majelis Jemaat),  maka  sebagai teman baik,  mereka  bersepakat   agar  Pdt Theo  belajar kendaraan tsb.

Setelah  belajar beberapa    hari di tempat  yang luas , maka ………Pada saat itu hari jumat,  mereka    melalui suatu tempat yang sempit  dimana   orang ramai dijalan   tsb.  karena   umat  muslim  baru keluar  sembahyang  dari Mesjid dengan berjalan kaki,.. tiba-tiba pelatih  mengatakan rem..pak   rem ……….pak.. banyak orang ini… Pdt Theo dalam  keadaan panik  yang diinjak  bukan rem tetapi gas, sambil  serong kiri disitulah mobil ini menyeruduk  dua orang yang  naik  sepeda, yang satu agak ringan dan pak  kecik (kepala desa } masuk kolong mobil  dengan sepedanya, sehingga  keserempet sampai di pahanya.

TUHAN  PAKAI   NAMA TIMOR  UNTUK  MENYELAMATKAN  PDT.THEO DARI AMUKAN MASA

  • Pelatih  yang  mengajar untuk belajar mobil itu  adalah    seorang  pemuda sopir Drs. H.D. Tundang…………kepala Inspeksi  Bea cukai,  sudah menyelamatkan diri dan  naik kendaraan lain (alias menghilang),tiba-tiba  polisi intel pakain preman  datang langsung bertindak  membuat garis lingkaran dengan kapur tulis tanda massa tidak boleh  melewati garis tsb.

Pendeta Theo  berada dengan intel poiisi tsb dalam lingkaran garis putih  itu, dia bertanya mana SIMnya?  Pdt Theo. Menjawab baru belajar pak.. jadi belum ada SIM, Pak Intel .. bertanya  : siapa yang mengajar  anda ? Pdt Theo menjawab:  yang mengajar sudah naik Imagemobil lain untuk pulang…. Intel bertanya : mana identitas yl, maka dikeluarkanlah KTP…. Intel ini membaca  nama Theofilus Natumnea, perkejaan Pendeta, lahir Kupang Timor…..lalu ia  berkata kepada banyak orang “ INI TAMU KITA DARI TIMOR TIMUR ADALAH   PASTOR , JADI  HARAP SEMUA TERTIB  MENGHORMATI TAMU KITA INI, DAN SEMUA URUSAN  LALU LINTAS DISERAHKAN KEPADA POLISI UNTUK DISELESAIKAN SECARA HUKUM  LALU LINTAS” demikianlah kata-kata dari intel polisi …kepada masyarakat yang berkerumun ini.

Pada tahun 1977 nama Timor timur top dan dikenal dimana-mana  melalui siaran RRI, sedang TVRI  belum   memasyarakat)  sehingga Intel ini berinisiatif untuk memakai nama  Timor timur  sebagai pengamanan   dalam suasana  panas ini  bagi Pdt Theo

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 13 januari 1978, saat dimana sementara menunggu kelahiran anak pertama  dari  Pdt Theo Natumnea dan Ny. Nelly Natunnea-Lilipaly.

ADA SUARA DARI BELAKANG MENGATAKAN : ADA APA PAK  PENDETA !

Image

Drs. Joto Sebiring, menjadi malaikat penyelamat: Mengatakan “Ada apa Pak Pdt.”

Itulah suara Drs  Joto Sembiring anggota Majelis jemaat GPIB Banda Aceh, Puji Tuhan  Pdt Theo mendengar suara itu seperti suara malaikat: rasanya seperti  air  yang menyiram  dia dari kepala sampai dikaki : bahwa masih ada yang mengenal dia, memanggil dia dan berbicara halus dan  ..tenang dengan dia, dikala suasana rasa panik … ketakutan  & tidak aman  menyelimuti tubuhnya , jiwa dan rohnya.

Suasana cair karena sudah tiga orang yang berdiri dalam garis lingkaran tsb yaitu Intel polisi, Pdt Theo dan drs Joto Sembiring, sambil ngobrol segi tiga,  Tambahan  dimana cara penanganan intel polisi ini sangat  profesianal dan penuh bijaksana terhadap pdt. Theo Natumnea yang baru  menetap di kota Banda Aceh ini

Semua ini mau menunjukan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya bergumul sendirian, Ia (Tuhan  Yesus)  mengutus orang yang tepat untuk menangani masalah tabrakan ini, yaitu  intel polisi serta Drs joto  Sembiring untuk menemaninya, Pdt Theo anggap sebagai penolong yang tepat dan luar biasa seperti malaikat  pelindung dari Tuhan Yesus….. Yesus  berkata pergilah…..Aku akan menyertai kamu sampai kesudahan alam  band. Mat 28 : 18-20

POLISI INTEL KATAKAN: SEKARANG KITA NAIK  MOBIL  INI UNTUK MENUJU KE KANTOR POLISI.

Image

Intel polisi  dan  Pdt. Theo pergi ke kantor polisi.  i a  membawa mobil dengan tenang.

Diatas mobil  polisi persilahkan  untuk menghidupkan mobil truk mini ini dan bawa kekantor polisi, dengan tenang pdt. Theo membawa mobil ini sampai di kantor polisi, sedang kedua orang  tertabrak tsb telah diurus masuk rumah sakit umum; sesampai dikantor polisi diserahkan kepada piket polisi lalulintas di kantor tsb. ; maka KTPnya  ditahan  dan Pdt Theopun  boleh pulang ke rumah  berpisah dengan intel polisi yang baik hati ini; sampai sekarang Pdt Theo tidak tahu nama Intel polisi tsb, itulah sebuah tugas intelejen yang manis menyelamatkan Pdt Theo; Terma kasih  pak Intel, terima kasih  pak polisi yang baik hati, semoga Tuhan  yang memberkati keluargamu dan membalas kebaikan  hati dan  pelayananmu yang sangat profesional dan penuh kasih itu.

ISTERI & MAMA MERTUA  WAS-WAS MENUNGGU DIRUMAH  PASTORY.

Image

Pastori GPIB Banda Aceh, waktu Pdt Theo bertugas (1977-1983)

Pada saat itu, Ny, Nelly  ditemani mama mertua Ny. Pauline Lilipaly  yang mempersiapkan dan menunggu  hari  untuk melahirkan anak pertama , suasana tambah bergumul tak menentu… karena  berita insiden tabrakan ini disampaikan kepada keluarga, tidak membawa ketenangan, tetapi menambah pergumulan,…..dia (pdt. Theo) katakan  serahkan pada Tuhan hidup kita, maka Yesus pasti dapat mengatur semuanya dalam pimpinan  Tuhan Yesus.Semua berkumpul dan berdoa kepada Tuhan , mohon  ampun dan minta pimpinanNya yang terbaik untuk semua jalan hidup kedepan.

TELAH TERBENTUK TEAM PENYELESAIAN MASALAH TABRAKAN INI.

Ketua team  Mayor pol.Karim sembiring didampingi Drs Mester  Sebayang, Drh. R. Barus, Drs Term Ginting, drs Telaumbanua bersama Kapten TNI AD Siby kapten TNI AD Akap sebayang  dan beberapa nama yang tak dapat disebutkan disini mereka kerja, baik mencari dana,  menghubungi  pasien yang ditabrak bahkan membawa Pdt Theo ke rumah sakit menjenguk pasiennya, ternyata seorang rawat jalan dan pak kepala desa (pak kecik) sudah mau keluar dengan bayaran  nya gratis karena punya kartu asuransi pengobatan sebagai seorang  Veteran..

Tradisi di Aceh kalau datang menjenguk dan membawa gula , kopi  berarti selain ada perhatian, juga dianggap saudara, maka terjadilah keakraban  kekeluargaan  diantara  mereka begitu luar biasa  kuasa Tuhan nyatakan  dalam proses ini….dan memakai  warga GPIB  yang  tau tradisi tsb.

DIADAKAN  SYUKURAN  BERSAMA  ( B A S E J U K )  DIKAMPONG PAK KECIK

Image

Di ruang serba guna mesjid ini, rombongan Pdt Theo di terima untuk “Basejuk” (Syukuran bersama)

Semua sudah berjalan aman dan lancar, maka diadakanlah basejuk(syukuran bersama) dikampung  pak kecik kira-kira 10 km dari kota Banda Aceh… rombongan  bersiap-siap berangkat ke sana dengan membawa persiapan, termasuk uang pembangunan pak kecik    Rp  50.000 ,  hilang pada waktu  terjadi insiden  tabrakan tsb. Menurut kisahnya, apakah ini adalah tipu Aceh, hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Semua diterima dengan baik  dan penuh kekeluargaan, dimana diadakan di gedung  serbaguna  Mesjid kampung itu.Dalam acara tersebut diadakan evaluasi , maka ada   pesan-pesan  yang diumumkan untuk semua pihak

  1. Kepada pendeta Theo Natumnea: agar   berhati-hati membawa kendaraan
  2. kepada pak kecik dan temannya: agar kalau hari jumat beribadah ke mesjid
  3. kepada semua : terimalah peristiwa ini untuk mempererat persaudaraan, sebangsa dan setanah air, walaupun pertemuannya  dengan jalan  ini
  4.  Kepada semua :tingkatkan toleransi kerukunan antara agama  satu sama lainnya.

Setelah semuanya selesai dalam acara basejuk ini, bersalamanlah mereka satu sama lain dan pulanglah team  bersama pdt Theo natumnea dengan puas, karena  team kerja begitu manis dan cepat membawa hikmah persaudaraan  baik intern jemaat GPIB Banda  Aceh, maupun dalam hidup bermasyarakat.

SEPEDA TUA  DIGANTI DENGAN HONDA  BEBEK.

Image

Sepeda motor bebek Hijau, mengantikan sepeda ontel. sebagai kendaraan dinas Pdt Theo di Aceh

Puji Tuhan,  pemberian bapak Drs H.D. Tundang kepada Pdt.Theo, namun pdt Theo serahkan ke gereja untuk menambah Inventaris , jadi kendaraan milik gereja   sudah dua yaitu sepeda tua dan motor Honda bebek.

Kalau di Aceh saudara  jangan   salah sebut , karena motor artinya mobil dan   kereta artinya motor, karena  hiruk pikuk   hari-hari becak bermotor yang melayani masyarakt di Banda Aceh

Motor Honda bebek ini di pakai sampai pindah, tetap berjasa untuk pelayanan yang menambah semangat pdt Theo  dalam  menjangkau yang lebih jauh lagi. Dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.

LAHIRLAH  ANAK PERTAMA  DAN DIBERI NAMA  JEANNE  PAULINNE MANECHAN NATUMNEA

Image

Puji Tuhan, lahirnya anak pertama: Jeanne Paulinna Manechan Natumnea

Puji Tuhan, bahwa kasih Tuhan menyertai keluarga muda ini, dengan didampingi oleh  Ny.Paulinne Lilipaly,   isteri walikota Balikpapan, maka ny. Nelly Natumnea mendapat kekuatan tersendiri, karena  ada Tuhan Yesus  dan disamping nya ada mama kandung,   bersama umat GPIB khususnya kaum hawa ke RS TENTARA KODAM I ISKANDAR MUDA  tempat kerja  ibu Mester Sebayang,   Ibu Term Ginting dan bapak  kapten TNI AD  Akap Sebayang…… untuk menunggu kelahiran anak pertama,

Semua umat  khusus ibu-ibu, karena beberapa ibu yang disebutkan  namanya diatas  bekerja dia RS tsb. sudah berkumpul dan keluarga besar Maluku : ikatan  sosial keluarga Maluku (IKASOMA) BANDA ACEH, untuk sumbang darah dalam  rangka operasi saesar sesuai keputusan dokter dimana  pdt Theo adalah penasehat IKASOMA.

Image

Pdt Theo sedang menggendong Jeanne

Pada saat  ia  pulang ke rumah  dan sementara  mandi dikamar mandi  yang berpagarkan seng dan terbuka   dinggir sumur tua itu :     ada suara  panggilan pak pendeta…pak pendeta…segera ke Rumah sakit, mereka menunggu …., ibu memnggil terus  disana…..Secepat kilat semua diselesaikan dan segera   ia berangkat dengan sepeda  tua, puji Tuhan ibu siap melahirkan tanpa operasi.

Oe…oe…oe…. Syukur pada Tuhan Yesus yang ditunggu sudah datang   sebagai anegerah pertama  bagi keluarga muda ini dan diberi nama JEANNE PAULINNE MANECHAN NATUMNEA adalah  anak pertama  pemberi semangat dan pembawa kebahagiaan tsb…Inilah penjelasan nama anak : …………JEANNE; KARENA BULAN JANUARI  …..PAULINNE  : NAMA OMA Ambon …..       MANECHAN   artinya   ::ANUGERAH  (BAHASA TIMOR)              DAN               NATUMNEA ADALAH  FAM…ATAU.        NAMA KELUARGA      TIMOR AMARASSI.

SERING   MEMBELI CEKER DAN KEPALA  AYAM

Image

Lauk tambahan keluarga, ketika Pdt. Theo kekurangan uang, karena gajinya      hanya Rp. 50.000

Sejak  Nelly melahirkan, otomatis yang ke pasar adalah Pdt Theo…. pengeluaranpun makin bertambah membuat pendeta Theo harus putar otak untuk mencukupi  uang belanjaannya.

Banyak akal, dimana yang paling murah adalah ceker dan kepala ayam , maka tak heran ia pulang dari pasar dengan membawa belanjaan yang cukup banyak yaitu kepala ayam dan ceker.

Mama mertua  Ny.Paulinne Lilipaly membuka belanjaan  ….heran, dan menangis, serta bertanya : Theo kenapa kepala ayam  dan ceker  begitu banyak dibelinya ? Ia diam dan tidak menjawab.

Kadang kala  mencari daging sapi pada sore hari, akan mendapatkan  harga murah, apalagi menjelang hari raya, pada sore hari harga daging  sapi pasti sangat murah , karena pedagang akan segera pulang rumahnya  untuk  mempersiapkn diri merayakan hari rayanya.

GAJI PENDETA THEOFILUS NATUMNEA SEBESAR RP 50.000

Tak heran  belanjaan seperti kepala ayam dan ceger, gaji pendeta hanya  Rp 50.000 sesuai SK Majelis Sinode, itupun sering  terlambat dibayarkan kepadanya.

Image

tiap bulan mendapat gaji, Rp. 30.000 dari GPIB Jemaat Banda Aceh dan Rp. 20.000 dari GPIB Jemaat Sabang. yang kadang terlambat diterima.

Menjadi ketua  Majelis  jemaat GPIB  Banda Aceh dan Ketua Majelis jemaat GPIB Sabang,  serta bertanggung jawab sebagai pendeta jemaat untuk ke dua jemaat ini,  dengan konsekwensi logis  ialah  gaji Rp50.000  diperinci  sbb.Jemaat GPIB Banda Aceh menanggung Rp.30.000 dan jemaat GPIB Sabang menanggung 20.000 dan membagi tenaga yang adil  : dua bulan di Banda Aceh dan sebulan di Sabang atau kadang  kala tiga minggu di Banda Aceh dan dua minggu di Sabang jika bulan itu ada lima minggu dan… sewaktu-waktu  jika ada urgensi pelayanan dalam Jemaat.

JEMAAT GPIB  SABANG :  DARI  KM  NOL  UJUNG  BARAT  INDONESIA

Pelayanan pertama dari Km 0, Indonesia bagian Barat, Kota Sabang Pulau We

Pelayanan pertama dari Km 0, Indonesia bagian Barat, Kota Sabang Pulau We

Ia melayani dari kilometer nol (km – 0) Indonesia yaitu  jemaat GPIB Sabang. Jemaat kecil ini punya potensi luar biasa,  warga jemaatnya  yang terdiri dari suku batak, tionghoa, timor, toraja, jawa, manado, ambon dlsbnya ini, tersebar dalam pelbagai tugas dan kedinasan baik di pemerintah,ABRI dan juga swasta.

Rata-rata mereka memiliki kebun cengkah, sehingga  ketika harga cengkeh melonjak tinggi, masyarakat dan warga jemaat ini makmur, karena punya penghasilan tambahan yang besar dari menjual cengkeh ini.

Dalam keadaan demikian bila ditimbang  dan dikembangkan secara ekonomi, maka jemaat kecil ini punya kemampuan untuk mandiri menanggung seorang pendeta /ketua mejelis jemaat tersendiri.

Dari inspirasi inilah mulai ada pemikiran yang dikembangkan  dalam diskusi dan berlanjut dalam program kerja, bahwa sudah waktunya untuk menerima dan menanggung secara tanggung jawab penuh seorang  pendeta/ketua  majelis jemaat secara penuh.

IBADAH KELUARGA DALAM BAHASA TIONGHOA.KM NOL BARAT INDONESIA

Pdt. Theo, mengadakan inovasi untuk memjawab pelayanan bagi orang Thionghoa bersama denga Pak Kecik, tua-tua orang Thionghoa

Pdt. Theo, mengadakan inovasi untuk memjawab pelayanan bagi orang Thionghoa bersama denga Pak Kecik, tua-tua orang Thionghoa

Untuk merangkul warga jemaat  yang berasal dari suku bangsa Tionghoa, maka majelis jemaat setuju untuk sebulan sekali warga jemaat   ini  mengadakan kebaktian keluarga dalam bahasa tionghoa

Pasti yang mendapat jadwal /giliran  menerima kebaktian adalah orang tionnghoa, ini memberi  dampak positip dan  semangat tersendiri bagi mereka, sehingga jumlah mereka semakin bertambah, karena diakomodir kebutuhan bahasa mereka yang meminta untuk mmengadakan kebaktian selama ini

Dalam ibadah ini sering terjadi diskusi-diskusi menarik antara  mereka yang dipimpin pendeta, tentang  makanan  dan sajian yang telah dipersembahakan kepada roh-roh nenek moyang, : apakah dimakan atau tidak dimakan ?

Jelas bahwa tidak boleh dimakan bagi orang Kristen, dan kalau mereka yang makan adalah yang beragama kongfucu:  mereka makan sesuai dengan persembahan dan anjuran agama mereka..kepada  roh-roh nenek moyangnya.

Mengapa diskusi ini menarik ? Jelas diskusi ini hangat,karena   keluarga tionghoa di sabang, anggota keluarganya tidak semuanya Kristen, ada yang kristen, katholik, kongfucu bahkan ada yang islam, disinilah mereka belajar toleransi dalam hal pergaulan tetapi dalam  iman tidak dapat  ditolerir  dalam hal apa saja, kecuali saling menghormati satu sama lain dalam kehiidupan praktis ini.

UTUSAN KHUSUS WARGA TINGHOA MENJADI MAJELIS JEMAAT GPIB SABANG.

Hal ini dibijaki oleh majelis jemaat melalui dorong pendeta Theo,  atas usul dari mereka yang berasal dari  orang tionghoa warga jemaat GPIB sabang,

Memnempatkan Pak Kecik menjadi majelis Jemaat GPIB Sabang tanpa Pemilihan sebagai jawaban untuk memcapai orang Thionghoa

Memnempatkan Pak Kecik menjadi majelis Jemaat GPIB Sabang tanpa Pemilihan sebagai jawaban untuk memcapai orang Thionghoa

Mengapa usul ini disetujui, yang seolah-olah berbau eksklusip dan berbau  r a s   dan sukuisme ?

Potensi mereka cukup besar sumbangannya secara ekonomi, tetapi dari periode ke periode  untuk mendapat suara  sebagai calon majelis jemaat GPIB Sabang tidak pernah terjadi, karena itu usul ini diakomodir, dan dikembangkan serta dijawab serta posiitip pergumulan mereka ini, akhirnya pak Kecik orang tertua  mereka  ditahbiskan menjadi anggota majelis jemaat bersama anggota majelis jemaat  yl sehabis pemilihan penatua dan diaken berdasarkan surat kepatusan majelis sinode GPIB

Maka msemakin lengkaplah  inovasi yang dilakukan oleh Pdt Theo, untuk menjawab masalah pelayanan untuk membangun jemaat dan untuk hormat dan kmuliaannama Tuhan amin

LAHIR ANAK  KEDUA  DIBERI NAMA  ORRY  REGINA  NATUMNEA

Setahun  sepuluh bulan setelah lahir anak pertama, maka lahirlah anak kedua  , diberi nama Orry Regina Natumnea. .. diklinik  bersalin  REBECA  Banda Aceh. Kalau anak pertama   lahir  di rumah sakit Tentara dan membuat semua  cukup sibuk,  maka  anak kedua lahir tak  seorangpun yang tahu… hanya Tuhan, Bidan Rebeca dan Ny. Nelly yang tahu proses persalinannya. .

Image

Pdt Theo, bersama Jeanne dan Orry, berada di Rumah adat Aceh

Dikala itu  Ia (Pdt Theo)  pulang cuci  pakaian  dipagi subuh setelah mengantar Nelly Isteri tercinta di klinik tsb, dan selesai cuci ia kembali ke klinik bertemu dengan  Bidan Rebeca, ia berseru Pak Pendeta : Trio pak Pendeta, Trio maksudnya duet, artinya sama-sama nona dengan kakanya Jenny.  ibu sudah melahirkan tadi ditangan saya, puji Tuhan : lahir dengan sehat dan selamat, Ia (pendeta Theo) bertemu isteri dan menciumnya serta berdoa mengangkat hati dan syukur pada Allah dalam Yesus Kkristus, bahwa peroes lahirnya  anak kedua ini   secra diam-diam dengan  anugerah Tuhan.

Ia (Pdt Theo) tidak menyiapkan nama  seperti  kakaknya,  bahkan yang    sudah  disiapkan  adalah nama laki-laki, karena gerakannya seperti laki-laki, …. ternyata  puiji Tuhan  perempuan , maka dirancang   dan diberi nama  Orry Regina  Natumnea…Orry artinya adik(bahasa Timor) regina  nama oma Timor: ibunda  pdt Theo Natumnea  dan….. Natumnea adalah  Fam  atau nama keluarga Timor  …Amarassi.

KELELAWAR MENYUSUP DALAM JACKED DAN MAU BERTENGGER DI DAERAH KATEAK.

Image

“awas.. awas kelelawar..!!” ..eeh tiba-tiba dia  masuk  dalam jacked yg terbuka   dan mau hinggap di ketiak Pdt Theo

Dalam suatu pelayanan, ke batalion  TNI Arhanude Ketapang , yang berada diatas motor ini  empat orang: yaitu Pdt.Theo, Nelly ( isteri ) , Yenny (anak I) dan Orry( anak kedua) ..motor berjalan pelan…pelan   pada sore hampir gelap,  tiba-tiba menyusup masuk seekor kelelawar hitam besar dalam jacked dan mau bertengger di kateak, terpaksa motor  dihentikan i dan menyelesaikan masalah serius ini, karena  mereka hampir terjatuh.

Kecepatan  Penanganan  dan penyelesaian masalah ini, mau menggambarkan bahwa   walaupun  dengan  sebaik-sebaiknya  kita melayani, selalu ada tantanngan, , tetapi dalam   kesabaran dan penyerahan   kepada Yesus pasti ada  jalan keluar dan  penyelesaian yang terbaik dari Dia  yang empunya ladang  ini. Ialah Yesus.

Mereka meneruskan perjalanan pelayanan ke Asrama TNI  Batalion Arhanude  diKetapang   yang   kira-kira 15  km dari  pinggir kota Banda Aceh.

BELAJAR KEADAAN JEMAAT DALAM BERKUNJUNG:MENDENGAR, MELIHAT & MEMAHAMI.

Sesuai pesan para senior agar jangan gegabah bertindak sesampai di jemaat baru, apa lagi jemaat yang bertahun-tahun  tidak pernah ada pendeta, sebab bisa menimbulkan persoalan, karena itu pendeta   Theo  memahami benar  bahwa kedua jemaat ini,    selama Indonesia  merdeka belum pernah  mendapat  seorang  pendeta untuk menjadi ketua Majelis jemaat dan Pendeta Jemaat.

Image

melihat dengan mata Yesus, mendengar dengan telinga Yesus dan memahami dengan hati Yesus. untuk menampung pergumulaan warga Jemaat dalam doa dan pelayanan

Banyak mendapat ceritera yang didengar…banyak  pemandangan yang  dilihat dan dipandang   serta banyak  pengalaman  yang dipahami , ia menjalankan semua ini  dan memahaminya   berbulan-bulan lamanya, menunggu momentum yang tepat untuk mengambil langkah dan bertindak secara organisatoris, kecuali pelayanan  rutin dan mendesak dari segi pelayan firman dan sakramen yang adalah tugas khusus seorang Pendeta.

Cara masuk yang  manis dan indah ini , merupakan  suatu pelajaran sendiri baginya… supaya    sabar dan sabar,  tabah dan tabah  dan dengan rendah hati  serta buah Roh kudus lainnya,  bnd Galatia 5 : 22-23;  jangan gegabah bertindak, untuk itu menghormati dan menghargai  seluruh anggota majelis jemaat yang telah menanamkan fondasi pelayanan dan pemeliharaan jemaat selama ini.

APA RESEP  YANG DITABUR PAK PENDETA  T H E O   PADA KEDUA JEMAAT INI.

Inilah pertanyaan  Ketua Majelis Sinode GPIB,  Pendeta Sahetapy Engel M.Th , ketika ia berkunjung ke Banda  Aceh dan Sabang; Beliau terheran-heran, karena beberapa tempat yang baru ditempatkan Pendeta…..sesudah beberapa lamanya tidak ada pendeta  jemaat,  selalu ada  persoalan  yang harus diselesaikan oleh Majelis Sinode GPIB.; Karena itu selain berkunjung sebagai pimpinan GPIB, ia mencari tahu rahasia pelayanan  yang ditaburkan secara tepat guna  dan berhasil guna  untuk kedua jemaat ini, sehingga  tidak ada   gejolak & gelombang  masalah, tetapi  rukun  dan  saling pengertian satu sama  lain.

Image

Gedung GPIB Sabang di atas Bukit ini ,  berbatasan dengan Mess COBOY asrama Ankatan Laut

Pelayanan di jemaat : kita tidak boleh berteori lagi,  bahkan kadang kala dalam teori tidak ada, kita diwajibkan untuk menciptakan  teori baru, guna  menjawab masalah yang dihadapi,  tidak perlu menunggu  petunjuk dari pimpinan, karena jawaban sesuai dengan situasi dan kondisi harus segera diciptakan  untuk menolong  menjawab  masalah secepatnya dalam pimpinan Tuhan.

Jawabannya seperti  uraian diatas bahwa: mendengar, melihat dan memahami  beberapa waktu lamanya, sambil menghormati kebijakan yang telah ditanamkan  oleh para penatua/diaken dalam kesendirian mereka memimpin jemaat ini, adalah hal yang mutlak  bagi seorang  pendeta  baru.

Menunggu waktu dan momentum yang tepat dan dengan hati-hati membuat perubahan, sehingga tidak terjadi gejolak dan persoalan baru yang akan menimbulakn pro dan kontra dalam jemaat.

Salah satu  momentum yang  paling  tepat ialah ketika terjadi pemlihan penatua dan diaken, adalah kesempatan besar untuk mengadakan perubahan tanpa gejolak, walaupun  sering terjadi gelombang kecil, tetapi dengan pendekatan yang tepat dapat meredam  dan meratakan gelombang tsb.

Roh Kudus penolong kita, yang memimpin dan memberkati  pendeta muda ini, sehingga dari  kilometer nol… ia mampu menerapkan strategi dari  Tuhan yang tepat untuk kedua jemaat ini..Puji Tuhan…biarlah nama Tuhan dipuji dan dimuliakan untuk  kelebaran kerajaanNya.

MEMBANGUN GEDUNG SERBAGUNA GPIB

Dalam semangat pembangunan material, terbentuklah panitia pembangunan  gedung serbaguna, walaupun  ijin  belum keluar, karena sudah setahun lebih mereka menunggu, maka mulailah pembangunan gedung  serba guna GPIB  tsb dibangun.

Image

Ruang Serba guna ini menjadi tempat ibadah ketika gereja tua rusak karena gempa bumi.

Pada saat wali kota  inspeksi  dan mengadakan  pemeriksaan kota dalam rangka MTQ Nasional ke XIII di Banda  Aceh,  dilihatlah gedung baru  yang sementara dibangun dihalaman gereja GPIB.

Pagi-pagi  benar petugas  keamanan kota madya datang  dan memanggil pendeta Theo untuk bertemu dengan wali kota; hal ini ditunda  oleh Pdt Theo selama  seminggu, untuk mengatur strategi bersama paniitia Pembangunan  dalam menghadapi beliau.

Rombongan panitia Pembangnan  bertemu walikota madya untuk menyampaikan aspirasinya : bahwa gereja  tua sudah rusak, umat sudah menyumbang semen dan kayu, jika tertahan lama , maka semen menjadi batu, dan kayu menjadi lapuk, sedang gereja tua tidak dapat dipertahankan lagi.

Perembukan terjadi dalam suasana panas, akhir tertunda tiga bulan, dan selanjutnya  mereka membangun sampai selesai, sehingga ketika terjadi gempa bumi dan gereja lama  tidak dapat dipergunakan lagi maka   gedung serba guna inilah tumpuan harapan jemaat untuk beribadah dan segala aktifitas lainnya berlangsung di gedung  serba guna ini, karena telah diresmikan oleh Bimas Kristen Protestan Provinsi D.I. Aceh, atas nama pemerintah.

PW YUNIOR ADAKAN IBADAH & DISKUSI DIBANDA ACEH.

Sejak dulu Pdt. Theo sudah berinovasi untuk mengumpulkan anggota PW Yunior dalam komunitas tersendiri dimana ketua PW adalah Ny. Nelly Natumnea

Sejak dulu Pdt. Theo sudah berinovasi untuk mengumpulkan anggota PW Yunior dalam komunitas tersendiri dimana ketua PW adalah Ny. Nelly Natumnea

Ibu-ibu muda bersama Ny Nelly Natumnea, mengadakan ibadah dan diskusi tentang kehidupan rumah tangga mereka yang baru mulai, agar mencari solusi dalam pergumulan keluarga dan rumah tangganya dalam kuasa Yesus Kristus.

Mereka merasa terlalu muda untuk mengikuti acara  dan ibadah  PW yang rata-rata diikuti oleh ibu-ibu  yang sudah  tua yang dipanggilnya tante atau ibundanya, karena itu  kelompok ini merupakan jawaban atas pertanyaan  dalam pergumulan mereka yang tepat yaitu kelompok pw yunior.

Dalam hal ini Ny. Nelly Natumnea merangkul mereka dan mengusulkan  serta mulai menggerakan ibu-ibu muda ini untuk beraktifitas dan mencari jawaban atas pergumulan mereka ini, namun tiap bulan hanya sekali adakan pertemuan, dan tidak meninggalkan ibadah PW jemaat, tetapi menjadi pendorong untuk aktifitas PW jemaat semakin giat melayani Tuhan  di serambi mekah ini.

Pengurus PW jemaat juga memberi restu dan  motivasi  untuk ibadah dan diskusi ibu-ibu muda ini tetap berjalan  dalam melengkapi  program PW jemaat sebagai bagian  dari aktifitasnya.

NY.NELLY NATUMNEA  MENJADI  KETUA PW JEMAAT  GPIB  BANDA ACEH

gabung copye

Walupun masih muda, tapi sudah ditunjuk sebagai ketua PW GPIB Banda Aceh, mendamping Pdt. Theo, di serambi Mekhah

Hal ini dilatar belakangi oleh pengalaman ibu-ibu yang berasal dari GBKP,  bahwa isteri pendeta( Nyora)  adalah ketua kaum ibu, maka mayoritas anggota pw yang berasal dari GBKP ini ingin agar pengurus pw jemaat Banda Aceh ini dipimpin oleh  Nyora, Ny Nelly Natumnea

Walaupun berulang kali ia menolak dengan  konsultase dengan suaminya  yang adalah Pendeta /Ketua Majelis Jemaat gereja ini,  dan diberi penjelasan bahwa peraturan GPIB tidak memungkinkan  untuk  seorang isteri pendeta  menajdi ketua pw, tetapi mereka tetap minta dengan sangat untuk  periode  ini saja  ny Nelly di daulat menjadi ketua pw jemaat

Setelah berkonsultase dengan pihak Majelis sinode GPIB ,maka membolehkan karena daerah khusus Istimewa  Aceh dan atas  dorongan serta kemauan dari anggota pw  untuk membangun dan melayani jemaat Banda Aceh.

Maka dilantiklah badan pengurus bpk  oleh pendeta jemaat, pendeta Theofilus natumnea, dalam pelantikan ini semua nama pengurus  dibacakan termasuk nama ketua pw Ny. Neeltje Petronella Natumnea-Lilipaly, sang isteri yang kekasih ini, selamat melayani nyora, beta pasti dukung jua dengan sepenuh hati

Gebrakan pertama  sesudah pelantikan selain rapat,  mengaktifkan semua pengurusnya dan bekerja sama dengan ibu Baatje Pardede- yang sama- sama Lilippaly nya ini  membuat semangat  membangun pw jemaat Banda Aceh.

Ketrampilan tangan ibu Baatje Pardede- Lilipaly diidukung ibu Mester  Sebayang, ibu Tresya Ginting, ibu Akap Sebayang ini membuat ketrampilan  latihan masak macam-macam resep untuk ibu-ibu, supaya makanan enak disediakan  ibu-ibu dirumah, agar bapak bapaknya  tidak mencari makanan  enak diluar rumah, restoran dan  kafe-kafe dllnya…terpujilah Tuhan Yesus.

MENDUKUNG  PAK SIMANJUNTAK UNTUK PIMPIN KOOR  AKBAR  DI MTQ   KE XIII.DIBANDA ACEH.

Image

Paduan Suara pada saat MTQ

Beliau adalah teman baik, maka pak Simanjuntak  minta nasehat dan dukungan untuk melatih dan memimpin paduan  suara akbar  dalam pembukaan MTQ XIII di Banda Aceh dilapangan Blang padang yang luas dan megah,  salah satu cahaya orang Kristen dalam kurukunan  antar umat beragama di serambi Mekah ini..

Penuh antusias  Pendeta Theo menasehatkan dan mendukung, bahwa inilah kesempatan untuk manjadi saksi Tuhan dalam pelayanan ditengah masyarakat daerah Istimewa Aceh ( nanggro aceh darusalam) sekalipun dalam suasana MTQ ke XIII ini.

SEMUA BUKU SESUAI ORDINANSI GPIB DITULIS OLEH NY. NELLY (ISTRI) DI JEMAAT GPIB SABANG.

Jemaat GPIB Sabang belum memiliki pegawai gereja, karena itu atas tuntunan Pdt. Theo, maka nyora , Ny. Nelly dengan sukarela  mau menulis semua buku sesuai ordinasi GPIB seperti buku-buku sebagai berikut: Buku Anggota Jemaat, Buku Anggota Majelis Jemaat, Warga Jemaat Baru, Kelahiran, dll. Itu semua adalah buah tangan Nelly berserta sukarelawati,  dalam komitmen untuk melayani Tuhan Yesus, karena tulisannya lebih baik dan lebih indah  dari pada tulisan  suaminya  pendeta Theo.

Walaupu Ny. Nelly bukan anggota GPIB tapi Ny. Nelly telah menuliskan buku ordinansi GPIB, antara lain data Baptis, Sidi & Nikah

Walaupu Ny. Nelly bukan anggota GPIB tapi Ny. Nelly telah menuliskan buku ordinansi GPIB, antara lain data Baptis, Sidi & Nikah

Hal ini dilakukan sehabis urusan rumah tangga, masak, cuci dlsbnya, maka waktu senggang itu tidak terbuang percuma, dipergunakannya untuk mempersiapkan dan menulis semua buku yang disebut diatas, guna melengkapi  administrasi  jemaat, yang baru pertama kali menerima pendeta, sejak Indonesia merdeka ini.

Inilah yang disebut  merintis  semua bentuk pelayanan dijemaat, tanpa diperintah, ia menginovasiya, memakai isterinya untuk turut melayani dan bekerja selayaknya seorang pegawai kantor jemaat tanpa pamrih.

MENJADI JURI  DALAM PERTANDINGAN PADUAN SUARA SEBELUM MTQ  .

Image

salah satu Juri adalah Pdt. Theo

Panitia meminta Pdt Theo untuk menjadi Juri  pertandingan paduan suara antar ibu- ibu menjelang MTQ ke XIII, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh  sang Pendeta,  dan  terjunlah ia bersama juri yang lain untuk memberi penilaian dalam berbagai segi penampilan paduan-paduan suara tsb.

Pertandingan paduan suara itu bekerja sama dengan Ibu-ibu Persit Kodam Iskandar Muda dalam  rangka mengasah dan melatih suara untuk koor  akbar  MTQ ke XIII  diujung Barat negeri ini yaitu  serambi Mekah.

MEMPERSIAPKAN  JEMAAT GPIB SABANG UNTUK MENERIMA SEORANG PENDETA.

Image

Arahan Pdt. Theo, untuk mempersiapkan warga jemaat  …akan menerima Pdt. Wagiman di GPIB Jemaat Sabang

Dalam program kerja GPIB Sabang direncanakan akan  menerima seorang pendeta/ketua Majelis jemaat,agar melayani penuh di jemaat GPIB sabang

Setelah dievaluasi, ternyata  jemaat GPIB sabang mampu menanggung biaya hidup seorang pendeta, yang akan melayani, maka sesuai SK Majelis Sinode GPIB ditempatkan  Pdt Wagiman Sm.Th  untuk jemaat GPIB sabang.

Adalah wewenang Majelis Sinode untuk memindahkannya dari  jemaat GPIB Cimahi jawab barat, ke jemaat GPIB Sabang D>I Aceh.

Setelah berjalan dua tahun  ada kericuhan dan terjadi blok jemaat dan blok pendeta,bahkan upaya  perdamaian pun tak dapat menpertemukan mereka, sehingga Pdt Wagiman ditarik  dari Jemaat GPIB Sabang untuk sementara menunggu di kantor Majelis Sinode GPIB , tempat parkiran pendta GPIB yang bermasalah dengan  bidang staf umum.

Pendeta Theo kembali merangkap pelayanan di jemaat ini selama tiga tahun,  hal ini dilaksanakannya sampai pindah  (mutasi) ke jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin maka  untuk jemaat GPIB  Sabang diganti oleh Pdt Sanjar dan  untuk jemaat GPIB  Banda Aceh diganti oleh Pendeta  Wati.

MENJADI KETUA MUSYAWARAH PELAYANAN (MUPEL)   SESUMUT-ACEH.

ImageBerdasarkan  ketentuan  bahwa menjabat ketua mupel  seSumut- Aceh ini adalah secara priodik, maka ketika waktunya tiba jabatan itu diterimanya secara otomatis  tanpa pemilihan, karena secara  bergilir  memimpin mupel sumut-Aceh, sehingga semua dapat mengalaminya.

Dalam jabatan tsb. Menuntut kerja keras dan perhatian  yang lebih untuk seluruh jemaat-jemaat GPIB , baik di Sumatera Utara maupun di Daerah Istimewa Aceh… yang  kini disebut Nangro Aceh Darusalam.

Dengan demikian rapat-rapatpun bergiliran tempat rapatnya, sehingga semua jemaat dan utusannya semakin akrab dan mengenal satu dengan yl; Hal ini membuat lebih mudah untuk saling melayani & membantu, karena kehadiran jemaat-jemaat digaris depan ini perlu wawasan kebersamaan yang erat.

MENJADI   KETUA    P G I S    BANDA   ACEH

Komunitas Kristen melalui gereja-gereja di Banda Aceh memilih Pdt. Theo menjadi ketua PGIS sebagi embrio PGI Wilayah

Komunitas Kristen melalui gereja-gereja di Banda Aceh memilih Pdt. Theo menjadi ketua PGIS sebagi embrio PGI Wilayah

Puji Tuhan atas kerja  sama semua gereja anggota  PGI  dan dorongan dari PGI WILAYAH  SUMUT – ACEH, terbentuklah  pengurus  Persekutuan Gereja- Gereja  Setempat Banda Aceh (PGIS  BANDA ACEH) yang  diketuai oleh  Pendeta Theofilus  Natumnea, ia mulai berkiprah  secara Oikoumenes   dalam membina  dan menyatukan  HKBP, GMI dan GPIB  dalam visi dan misi oikoumenes …ditanah rencong ini.

Mereka bekerja sama  untuk membangun Natal  ABRI DAN MASYARAKAT,  yang sebelumnya didahului dengan acara  – acara  yang   bertujuan  untuk memeriahkan  Natal  tsb   seperti  pertandingan :  vocal group,  solo, dan  pesparawi  antara gereja termasuk gereja katholik.

Dari wadah inilah  mereka  bertemu, berinteraksi , saling menguatkan  dan tampil  bersaksi, baik dipemerintahan , maupun dalam masyarakat, dimana aktivitas mereka dihargai dan mempunyai arti bagi gereja-gereja  serta  masyarakat .

Kehadiran  PGIS Banda  Aceh ini merupakan embrio untuk lahirnya  PGI Wilayah Aceh sampai sekarang ini,  untuk menggumuli  masalah-masalah kegerajaan, kemasyarakatan dan kebangsaan warga gereja sebagai warga Negara Indonesia yang hidup dan berada dalam dan ditengah-tengah masyarakat Indonesia   paling barat dan yang mejemuk ini.

PENYEGARAN IMAN OLEH PDT. SINAGA DAN  EVANGELIS  AMRAN AMRI.

Image

atas nama PGIS Banda Aceh, Pdt Theo sebagai ketua mengundang Pdt Sinaga dan Ev. Amran Amri. untuk mengadakan Penyegaran Iman bagi warga gereja-gereja se Banda Aceh (GPIB, HKBP, & GMI)

Dalam  status sebagai ketua  PGIS  kerja sama dengan gereja-gereja  anggota dan berkoordinasi dengan  warga Kristen se Banda Aceh untuk mengadakan penyegaran iman bagi warga gereja  seBanda Aceh ini.

Beberapa kali mendatangkan pdt Sinaga dan.,sekali mendatangkan Evangelis  Amran Amri untuk memberi  siraman  Rohani Kristen  bagi umat , yang sedang haus akan  firman Tuhan   sehingga  disegarkan  oleh  para pendeta tamu dengan  latar belakang dan pengalaman rohani  yang berbeda  beda itu, adalah suatu kekayaan Tuhan yang dibagikan bagi umat Kristen .

Dalam kesaksian EV.Amran Amri bahwa Roh Tuhan bekerja, sehingga  isteri dan anak-anaknya satu persatu  menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat  Amin.

MENGIKUTI PESARAWI NASIONAL   PERTAMA   (  I  )  DI JAKARTA.

Ia menjadi team ofecial bersama teman- teman  yl,  untuk memimpin rombongan pesparawi  Aceh ke Jakarta;  Memang  tampilnya  kontingen Aceh dalam pesparawi nasilonal  I ini, member warna  tersendiri, bahwa  didaerah Aceh juga ada anak Tuhan serta mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Tim Official kontingen Pesparawi DI. Aceh membawa rombongan Pesparawi dari Aceh ke Jakarta. sama-sama kontingen kecil utusan Kep. Mentawai, Sumbar

Tim Official kontingen Pesparawi DI. Aceh membawa rombongan Pesparawi dari Aceh ke Jakarta. sama-sama kontingen kecil utusan Kep. Mentawai, Sumbar

Apalagi waktu muncul kontingen dari Sumatera Barat yang diwakili oleh  rombongan  siswa-siswi SMA dari kepulauan Mentawai,  disambut dengan tepuk tangan yang meriah seperti kontingen Aceh, maka lengkaplah kesukaan dan kegembiraan gereja-gereja, bahwa semua Propinsi di tanah air  Indonesia  tercinta ini terwakili.

Motivasi mereka bukan mencari  juara, tetapi  mau menunjukan  bahwa Allah dalam karya  RohNya yang kudus  sementara bekerja dimana –mana termasuk didaerah Istimewa Aceh (Nangro Aceh Darusalam) dalam peran  ganda untuk meneguhkan  gerejanya dimata nasional dan  menjunjukan kemajemukan dapat diterima dan dipelihara masyarakat Indonesia diseluruh penjuru tanah air ini.

PERSIDANGAN SINODE GPIB  DAN PERAN  GPIB : BANDA ACEH & SABANG.

Image

Salah satu sausana persidangan Sinode GPIB

Kehadiran  seorang  Theofilus Natumnea dalam kedua jemaat dewasa ini memberi arti organisatoris, dimana  sebelumnya  tidak ada utusan  kedua jemaat ini dalam persidangan Sinode GPIB, maka kali ini  ia mewakili kedua jemaat ini dalam persidangan Sinode GPIB, bahkan  ada   suara dan penampilan  Pdt. Theofilus yang memberi  warna dalam persidangan tsb.

Dalam  persidangan di Pandaan  jawa Timur, Ia melaporkan keadaan Jemaat di daerah Istimewa  Aceh  kepada  PANGKOPKAMTIB:   LAKSAMANA    S U D O M O, dan mengundangnya kalau datang lagi ke Aceh silahkan  singgah ke Pastori untuk minum teh   secangkir   pak jenderal … pasti punya arti  penting ….yang disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Mengikuti Persidangan Sinode dalam dua periode  yaitu  dua kali utusan dari kedua jemaat dewasa ini yang mewakili Aceh, karena  ia bertugas di Daerah Istimewa  Aceh (Nangro Aceh Darusalam) selama  enam tahun setengah, suatu periode yang cukup panjang , karena periode   GPIB  empat tahun  berarti   Ia bertugas didaerah ini selama  satu setengah periode dan mewakili kedua Jemaat dalam berbagai forum pertemuan.

BERSIAP-SIAP MAU PINDAH  KE  SERAMBI  MEDINA

Enam tahun setengah tak terasa, sesuai SK Majelis Sinode  GPIB, maka Pdt Theofilus  Natumnea dimutasikan  sebagai Ketua/Pendeta  Jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin

Ikon kalimantan Selatan, Banjarmasin adalah Pasar Terapung, Pdt Theo dan Keluarga menuju kesana

Ikon kalimantan Selatan, Banjarmasin adalah Pasar Terapung, Pdt Theo dan Keluarga menuju kesana

Suasana belum tenang karena diserambi medina (Martapura) baru terjadi insiden  keagamaan , karena profokator, sehingga gereja-gereja dijaga  oleh aparat keamanan.

Hal ini tidak mengurungkan niat dan semangat  Pendeta  muda  ini untuk pindah bersama, iapun bersiap-siap mau berangkat ke Banjarmasin  yang didukung oleh keluarga, apalagi di Banjarmasin hanya selangkah jauhnya dengan kota  Balikpapan….tempat mertua   berdomisili.

Pengepakan barang-barang  seperlunya, karena  melewati  daratan dan pulau yang ia harus di tempuh oleh keluarga ini dan untuk mencapai kota Banjarmasin, betul kata seorang  petugas  pelabuhan Belawan… bapak Fredy Lalala  : bahwa barang barang pindahan Pdt Theo ini akan  tiba di Banjarmasin kurang lebih tiga bulan lamanya karena jarang  kapal laut kesana.

PERPISAHAN Di  SABANG DAN JUGA DI BANDA ACEH.

Image

Kenang-kenangan 3 serangkai\; Pen. Titahelu, Pdt Paul Waney dan Pdt Theo Natumneo. diatas KM Ferry menuju sabang, untuk sidang Mupel  Sumut – Aceh

Berhubung kedua jemaat dewasa ini  berada di dua pulau, yaitu  Pulau sumatera dan pulau   W e , maka perpisahan diadakan selama  dua minggu, seminggu di  SABANG  dan seminggu di BANDA ACEH,  sehingga jemaatpun  lega melepaskan  gembalanya  pindah dengan  pelepasan yang membahagiakan dan melegakan….serta mengharukan itu.

Akhirnya , dengan hati yang gundah gulana,sedih bercampur segalanya, air mata mengalir ,,,,,baik oleh pengantar dilapangan terbang, maupun keluarga Pendeta Theo Natumnea  yang waktu datang baru berdua, kini pindah  (berangkat ) sudah  berempat karena lahir dua orang anak yang manis  mendampingi serta mendukung  keluarga pendeta Theo ini.

Apa mau dikata, selamat tinggal  jemaat GPIB Sabang,…. Dan….. selamat tinggal  jemaat GPIB Banda Aceh dengan segala kenangan pahit dan manis  pelayanan perdana yang indah tak terkirakan  diujung barat Indonesia kilometer nol ini….dimana saat-saat itu juga teman sepelayanan dan seperjuangan di Mupel sumut/aceh, pendeta Paul Waney sementara  semangat mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan Theologianya  dinegeri paman sam Amerika serikat yang sangat diidam-idamkan semua orang.

Pena sebanyak apapun tak habis menulis pengalaman Pendeta muda  yang energik ini siang dan malam mau melayani tanpa henti dan tanpa  kenal lelah , namun teman hidup isteri kekasih Nelly  siap untuk membantu sebagai pengalaman seorang perawat dan seorang bidan  yang dipakai dalam pelayanan pekerjaan Tuhan diserambi mekah ini.

TIBA DENGAN PASTI DALAM NAMA TUHAN YESUS  DI SERAMBI MEDINA.

Image

Tugu antara lapangan syamsudin noer dan Banjarmasin dimana Pdt Theo melayani

Jemaat GPIB  Maranatha Banjarmasin siap menanti Pdt. Theo ,karena pdt lama sudah enam bulan lamanya meninggalkan jemaat karena  masalah khusus yang tak dapat diselesaikan dengan jemaat.

Nelly (Isteri), Yenny (anak I) dan Orry (anak kedua)  menggunakan kesempatan kepindahan ini untuk berlibur dua minggu dengan orang tua di Balikpapan, sedangkan Pdt.Theo tiba tepat waktu sesuai SK Majjelis sinode.

Team penjemputpun  dipimpin Bpk. Pen. Melly Watiheluw langsung bertemu Pdt Theo, langsung dibawa ke pastrory dari lapangan terbang untuk memulai hidup dalam wilayah baru  kesannya semuanya dikelilingi sungai, itulah Kota Banjarmasin yang   secara geografis  dua meter berada dibawah permukaan laut.

GAGAL MELAYANI SEORANG  TOURIST DALAM  KEADAAN LEMAH.

Image

karena baru tiba, maka memberikan uang becak dan uang makan  serta  menunjukan gereja katolik untuk touris Autralia ini mencari perlindungan…karena dia agama katholik

Sore itu ia baru tiba dan sendirian di pastory karena isteri dan anak-anak masih berlibur di Balikpapan, untuk melepaskan rind yang tertahan selama ini kepada opa & oma Lilipaly; tiba-tiba datang seorang tourist laki-laki   yang berasal   dari Australia dan minta   bantuan  untuk tinggal karena  kehabisan uang dari  Kalimantan Tengah ,  dan lagi  pula dalam keadaan lemah karena lapar

Pdt Theo  pertimbangkan bahwa  ia senndiri baru tiba dan belum melaporkan diri pada RT setempat, tambah tamu yang lemah ini orang asing,  Ia bertanya  .  kepadanya  apa agamamu,  Tamu ini menjawab Katholik, maka disewakan becak dan diberikan uang Rp.500 serta menunjukan gereja Katholik disuruh tukang becak ini bawa dia ke gereja itu.

Memang  rasa menyesal, kenapa  tidak panggil Majelis Jemaat yl untuk menolongnya dstnya dstnya, tapi apa boleh buat semuanya telah berlalu dan menjadi pelajaran untuk penanganan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya, kepada mereka yang lemah dan membutuhkan kita/gereja.

KEMBALI BELAJAR : MENDENGAR, MELIHAT DAN MAMAHAMI KEADAAN JEMAAT .

dari perkunjungan mendapat data warga jemaat dan dari mimbar berkhotbah untk membangun rohani, itulah ciri Pdt. Theo membangun Jemaat

dari perkunjungan mendapat data warga jemaat dan dari mimbar berkhotbah untk membangun rohani, itulah ciri Pdt. Theo membangun Jemaat

Jemaat GPIB Maranatha  Banjarmasin adalah sebuah Jemaat dari zaman Belanda, yang bertahan ditengah-tengah perkembangan  kota sungai, dimana sungai mengelilingi kota  ini.

Diadakanlah perkunjungan  dari rumah ke rumah, adalah salah satu dari khas pelayanan Pendeta Theo ini, sambil mengenal keadaan jemaat, mendengar apa yang mereka ceritakan dan memahami dengan tekun , sambil mencari jalan keluar yang perlu.

MENURUNKAN KAIN MERAH (JIMAT PENJAGA RUMAH) DIRUMAH WARGA JEMAAT.

Ia bertanya dalam kunjungan rumah itu: apa isi kain merah didepan pintu itu,  dan apa fungsinya ? Pemilik rumah  menjawab: isinya jimat penjaga  rumah, sehingga kami terpelihara dari segala serangan kuasa dari dunia lain. Ia bertanya lagi siapa yang kasih dan pasang dirumah anda ? mereka menjawab Om Nyo  Pendeta Theo bertanya lagi om Nyo itu siapa ….. jawab mereka dia adalah warga jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin rumahnya dekat gereja yaitu sektor I

Image

Menurunkan Jimat, warga jemaat yang terpampang di ambang pintu rumah mereka

Data-data ini merupakan pokok doa  bagi PdtTheo, , ia mulai  tambah rajin berkunjung ,karena banyak rumah yang memiliki kain merah yang sama, maka doapun sasarannya  sama ialah  agar menurunkan  kain merah dari rumah ke rumah dan menunggu waktu yang tepat untuk  memanggil dan berdoa  bersama om Nyo ini… yang adalah dukun GPIB?

MENURUNKAN  SEMUA KAIN MERAH DALAM NAMA YESUS.

Dimulailah  dibentuk team  untuk  mengadakan pembersihan rumah tangga, bagi yang memiliki kain merah tsb…satu persatu dibersihkan dan diturunkan kain merah itu sampai habis. Dalam nama Yesus.

Dalam Peperangan Rohani Yesus pasti menang semua Jimat kain merah diturunkan

Dalam Peperangan Rohani Yesus pasti menang semua Jimat kain merah diturunkan

Tersiar berita bahwa Pendeta ini selain rajinberkunjung, mata nya  tahu yang mana  yang tidak berkenan,makasegera ia bertindak untuk membersihkannya semua kain merah tsb dari rumah satu ke rumah lain.

ADA YANG MEMBERI JELUKAN’PENDETA ANTI DUKUN’

Image

Mendapat julukan “pendeta anti dukun” dari Dr. Siagian dan beberapa warga jemaat lainnya  di Banjarmasin

Apapun namanya ia tidak pusing, semua yang dilihatnya bahwa umat yang  masih menduakan  Tuhan  dengan penyembahan kepada kuasa lain  dan mengharapkan perlindungan  dari jimat berupa kain merah  akan dibersihkannya.

Diantara kelompok-kelompok tertentu yang masih  mengharapkan hidupnya dari kuasa jimat-jimat itu,    memberi  jelukan Pendeta Theo adalah: “pendeta anti dukun”, ucapan ini juga  pernah dilontarkan  oleh Dr  Siagian seorang  tokoh   gerakan pembaharuan gereja di Banjarmasin

OM NYO DIPANGGIL  KE GEREJA JAM 12.OO MALAM.

Setelah membersihkan rumah- warga jemaat yang terkena pengaruh kuasa jimat, kain merah yg bergntung dipintu dan bergumul khusus beberapa lamanya,  pada waktu Tuhan yang  tepat ia berniat mau berdoa khusus untuk Om Nyo yang adalah sumber pemberi jimat dan kain merah itu  adalah juga warga jemaat GPIB Banjarmasin.

Image

Om Nyo dukun, warga Jemaat GPIB Banjarmasin, bertobat menerima Tuhan Yesus

Pesan sudah disampaikan bahwa malam  ini datang bertemu dengan pdt Theo pada jam 12.00 didalam gereja; Pdt muda  anti kuasa dukun ini telah bersiap-siap memakai pakaian lapangan yang semuanya serba hitam ditambah colar dileher, tanda siap  mau berdiaLog dan berdoa dengan om Nyo.

Ia tiba tepat jam 12.00 malam,  dua kursi saling berhadapan terletak tepat pada depan mimbar, mereka berdua maju dan duduk dikursi yang telah tersedia ini dengan posisi saling berhadapan.

Roh Kudus bekerja mempersiapkan semuanya ini, sehingga  percakapan berjalan lancar, ibarat buah  karm ( karm adalah buah membuat gatal  ketika  orang  mengambilnya) sudah matang tinggal dijatuhkan saja. Semua yang ditanya dijawab  sangat kooperatif dan terbuka, sampai pada tinggkat pengakuan dosa, mohon ampun dan berjanji untuk bertobat dari praktek kedukunan ini, oleh karena telah dipersiapkan Roh kudus.

DOA  OM  N Y O.

Ya Tuhan, hamba mengaku bahwa hamba  telah melakukan  semua praktek dukun ini, bahwa melibatkan banyak orang, khususnya warga jemaat yangmenerima kain merah dan menggantungnya diirmahmanya,  ampunilah dosa hamba dari segala perbuatan ini, dan hamba bersedia membakar semua jimat jemaat ini dalam Yesus.

Bertobat: menerima Yesus, meninggalkan semua jimat kuasa dukun: percayalah Tuhan Yesus yang memelihara. Amin.

Bertobat: menerima Yesus, meninggalkan semua jimat kuasa dukun: percayalah Tuhan Yesus yang memelihara. Amin.

Baharuilah hamba  untuk menyaksikan semua ini dalam  pelayanan demi membawa pembaharuan kepada warga jemaat, khususnya mereka yang telah dilepaskan dari kuasa  jimat ini.

Hamba berjanji untuk tidak mengulangi lagi semua praktek kedukunan ini, dan utuslah Roh kudusMu   membimbing hamba  dalam terangMu yang menyertai hamba dalam hidup ini. Dalam nama Yesus hamba  berdoa amin.

DOA PEMBAKARAN JIMAT OM NYO.

Dalam nama Yesus , kami membakar semua jimat ini, dalam nama Yesus kami  mohon lindungilah  Om Nyo…dalam nama Yesus  pagarilah kami semua sehingga tidak terjamah oleh kuasa kegelapan, dalam nama Yesus kami ikat segala kuasa iblis yang mau mengganggu anak-anakMu, kiranya namaMu dimuliakan, terpujilah Tuhan Yesus. Amin.

GPIB Banjarmasin sekarang. tempat Pdt Theo melayani 5 tahun (1983-1988)

GPIB Banjarmasin sekarang. tempat Pdt Theo melayani 5 tahun (1983-1988)

ROH KUDUS TELAH MEMPERSIAPKAN OM NYO.

Semuanya ini berjalan lancar,oleh karena Roh Kudus telah mempersiapkan  Om Nyo melalui doa-doa hamba-hamba Tuhan  dan pelayanan khusus ini berjalan  sangat baik sampai jam 14.00

Selain doa Om Nyo tadi, ada  doa khusus dari Pdt Theo dalam bimbingan  dan pemeliharaan Tuhan  menyertai akan kedua hamba  Tuhan ini.

Pelayanan tidak lanjutan bagi Om Nyo ini berjalan terus, bahkan ia mau terus menerus dibaharui dan berksaksi  tentang kuasa  pembaharuan Tuhan serta melayani akan Tuhan Yesus. Biarlah Tuhan pakai terus  Om Nyo hambaNya ini amin

KETIKA MENYAMPAIKAN KEPADA IBU WONGKAR BAHWA: ” BAPAK / SUAMI SUDAH TIADA”

Dikala itu mereka sedang  duduk – duduk bersantai : ibu dan anak-anak sesudah makan siang sambil bergurau ringan,   kira-kira  pukul 13.00 dirumah sederhana tempat kediaman  keluarga Wogkar di Banjarmasin

salahsatu resiko orang menebang kayu dan bekerja di pegunungan sering terjadi kematian dan hal ini berlaku untuk pak Wongkar. Pdt Theo dan ketua PKB "Maranatha banjarmasin menyimpan berita duka ini kepada ibu Wongkar

salahsatu resiko orang menebang kayu dan bekerja di pegunungan sering terjadi kematian dan hal ini berlaku untuk pak Wongkar. Pdt Theo dan ketua PKB “Maranatha banjarmasin menyimpan berita duka ini kepada ibu Wongkar

Tiba-tiba  masuklah kedua tamu yang tidak diundang itu, ialah Pendeta Theo Natumnea dan bapak Pelengkahu selaku ketua pkb  jemaat gpib maranatha Banjarmasin, sambil mengucapkan “selamat siang”  mereka nimprung dalam suasana santai keluarga itu, namun sudah timbul prasangka yang diutarakan dalam  bentuk pertanyaan : Ada apa pak Pendeta, kok siang-siang datang dengan pa Pelengkahu.?….tumben hari ini ada tamu istimewa kami sekeluarga !

Saat hening sebentar… tentu berdoa dalam hati untuk menyampaikan berita duka itu dengan kata-kata yang pas,   menyangkut suami/ayah mereka   tercinta  yang sudah tiada ini! Ndak apa -apa ibu dan anak -anakku…bapak dalam tugasnya ditengah hutan itu  sudah t i a d a….karena sudah dimuliakan Tuhan……..suasana hening  kembali,…. tetapi tiba -tiba  meledak suara tangisan histeris baik ibu wongkar, maupun anak -anak,,….dibiarkan mereka  menangisi ayahnya yang tertimpa pohon ketika menebang pohon sebagai petugas penebang dari perusahaan kayu itu

Sesudah sedikit mereda, mereka diajak  untuk berdoa, tentu sebelumnya membaca firman Tuhan dan merenungkannya bahwa  Tuhan lebih mengasihi bapak  dan apa yang dibuat itu baik adanya dari Tuhan….pasti Tuhan tidak akan meninggalkan  ibu dan anak-anak sekalian…dengan  kuasa dan pemeliharaanNya yang tiada taraNya itu.

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar