Minggu kedua Ramadhan dipenuhi dengan acara “buka bersama”. Ada dengan para mahasiswa, di bale kota, di kelurahan, beberapa masjid sambil ceramah jelang buka dan di sekolah Awa.
Nah saat di sekolah Awa itu, acara buka bareng diisi dengan ceramah tentang labeling pada anak oleh mbak Erny Novita Kolopaking yang ternyata teman saya waktu ke Pontianak beberapa tahun yll dalam acara pelatihan pengelola lembaga pendidikan se Indonesia.
Sebagai orang tua sudah pasti kita ingin anak kita pinter, sukses, jadi orang (emang selama ini kambing pa ya..), sholeh sholihah, jadi ini, jadi itu dll. Semua itu membuat kita sering pasang target untuk anak. Usia sekian harus bisa baca, usia sekian harus lulus Iqra, harus les piano, les inggris, les renang, les balet, les, les, les dan les. Tapi keinginan orang tua yang begitu besar terkadang tidak seimbang dengan kemampuan anak ato bahkan gak match dengan hobi/minat si anak. Begitu anak tak cape target kita kita bilang “Goblok kamu”, “ Bodoh kali kau”, “Kok kowe lemot to le”, “Bego men kowe”, “Cah Bodo”, “Cah kuper” dan cacian-cacian lain. Karena egoisme kita anak jadi bahan uring-uringan. Nah… kata mbak Erny setiap cacian ato label-label buruk yang keluar dari mulut kita terdengar ditelinga anak akan merangsang pengerucutan otak anak kita dengan kecepatan yang tinggi. Semakin sering anak itu di kata-katain maka otak akan semakin mungkret, mungkret dan mungkret. Walahhhh.
Bisa jadi kita pernah ato bahkan sering begitu pada anak. Anak tidak makin cerdas tapi malah makin mungkret juga. Bagi yang sudah terlanjur…. ada tipsnya kata mbak Erny. Apa tuhh?
- Setiap akan tidur belailah anak dan usaplah otak kirinya dari atas sampai batang otak 5x sambil kita minta maaf sama anak atas kekasaran kita sambil kita kasih motivasi. Setiap usapan pada anak itu akan memegarkan/menjembeng otak anak dari kekerutannya.
- Berusahalah bercerita kepada anak sebelum tidur untuk bisa menjelaskan tentang nilai-nilai agama, nilai-nilai kebenaran, nilai-nilai keadilan, benar salah, surga neraka, baik buruk dll.
Semoga kita bisa berbenah.
