-
Continue reading →: Protected: Hypnotized Chapter 5There is no excerpt because this is a protected post.
-
Continue reading →: Protected: Hypnotized Chapter 4There is no excerpt because this is a protected post.
-
Continue reading →: Bab XXIV; Penculikan“Sayang, hari ini aku harus menemui seorang teman dulu. Kalau aku pergi, kamu nggak apa-apa sendirian di sini?” tanya Rebecca sambil mengeringkan rambutnya di depan cermin, matanya sesekali melirik kekasihnya yang masih terbaring di atas kasur. “Berapa lama?” tanya Freen dengan suara pelan, masih terlihat enggan bangun.
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 49Aku terpaku, dan sebelum sempat merespons, ia mendekat, menyeringai kecil. “Cepat,” desaknya dengan smirk khasnya. Aku bahkan belum sempat memberi izin, tetapi senior sudah bertindak lebih dulu. Tangannya yang hangat menyentuh tengkukku, menarikku mendekat tanpa memberi celah untuk menghindar. Napasku tercekat saat jarak di antara kami menghilang.
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 48“Sarah…” Senior memanggil nama wanita itu lagi, dengan nada yang penuh penekanan. “Dia adik temanku.” Langkahku terhenti tatkala senior berucap. Adik? “Adik teman terdekatku. Karena itu aku memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Karena… teman itu meninggal dua puluh tahun yang lalu karena aku.”
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 47Catatan: cerita ini diambil dari sudut pandang Freen Setelah meninggalkan rumah orang tuaku, aku kembali ke rumah. Namun, saat tiba di depan pintu, mataku langsung tertuju pada sepasang sepatu wanita yang kuyakini bukan milik istriku.
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 46“Senior… sekarang…” Suaraku terdengar ragu saat aku menatap wajahnya, masih mencoba mencerna berita yang baru saja kubaca. Jari-jariku menggenggam erat ponsel, seakan berharap apa yang kulihat barusan hanyalah kesalahan. “Senior, ada berita…” Aku mencoba mengatakannya lagi, tapi kata-kataku terhenti di tenggorokan.
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 45Catatan: cerita ini diambil dari sudut pandang Becky “Aku tidak bohong” katanya, suara tenangnya menembus kenyamanan diantara kami. Senior mendekat, wajahnya hanya beberapa inci dari wajahku. Dahi kami saling menyentuh, terasa hangat dan lembut. Dengan gerakan yang penuh perhatian, dia menyibak helai rambutku yang terjatuh dan menyelipkannya dibalik telingaku
-
Continue reading →: MBHE – Chapter 44“Apa… ini?” tanyaku dengan suara gemetar saat senior menyodorkan sebuah hadiah kepadaku. “Ini hadiah. Aku beli karena menurutku cantik. Dan karena aku ingat padamu,” jawabnya dengan senyum lembut. Aku menatap hadiah itu dengan kosong. Karangan bunga.
-
Continue reading →: Bab 1 – UnfaithfulUNFAITHFUL BY KIMBLUEZZY Eirene Kim menghadirkan Unfaithful karya original dari Kimbluezzy. Semoga para pembaca menikmati ceritanya! Jangan lupa untuk memberikan vote dan komentar sebagai dukungan agar penulis dapat terus meningkatkan karyanya. Happy Reading and Enjoy! ***





