Postingan setelah vakum selama 5 tahun nih. WOOOW…. yak, mari kita berdoa semoga ini bukan narasi abal-abal
Ada saja hal menarik yang membuat saya semangat ketika membahas game. Kalau dulu saya bahas game karena murni suka main saja. Sekarang, di saat saya sudah masuk kategori tante-tante, saya masih main game. Tapi ada motivasi berbeda saat ini. Saya main game karena saya memang suka game dan juga mau gaul dengan ponakan-ponakan saya.
Sebagai orang tua, menurut saya main game juga perlu loh. Ketika orangtua kasih makan anaknya, kalau makanannya panas pasti didinginkan dulu terus dicobain supaya dang anak tidak makan sesuatu yang terlalu panas atau terlalu pedas untuknya. Begitu juga dengan game. Saat ini, game sudah menjadi salah satu konsumsi otak bagi anak selain tontonan dan bacaan. Oleh karena itu, orang tua sudah seharusnya memastikan bahwa yang dikonsumsi oleh anaknya itu sudah sesuai dengan kemampuan serap otaknya dan tidak memberi pengaruh negatif.
1. Baca Review & Coba Mainkan
Sebagai orang tua, cobalah memainkan game anaknya sedikit dan baca review mengenai game yang bersangkutan. Syukur-syukur kalau game tersebut sudah diberi rating [ESRB misalnya]. Tapi menurut saya rating ESRB kadang masih kurang cocok kalau diterapkan di Indonesia yang budaya ketimuran. Pastinya standar penilaian kita dengan penilaian budaya barat cukup berbeda. Mengenai standar pakaian yang pantas dipakai misalnya, atau mengenai cara berinteraksi dengan lawan jenis.
Apalagi sekarang dari smartphone sudah bisa mengakses banyak sekali game gratis. Salah satu kelebihan dan kelemahan appstore smartphone menurut saya adalah kemudahan publikasi game dan rating game yang lebih abu-abu. Orang tua harus lebih jeli dalam memfilter game yang diunduh dan dimainkan anak. Jangan unduh game di depan anak tapi unduh dan telitilah sebelum kasih lihat anak kita.
2. Take it or Leave it
Sesudah membaca review dan mereview sendiri, silahkan putuskan game tersebut pantas atau tidak dimainkan oleh anak atau adik kita. Kalau tidak pantas langsung saja hapus sebelum ditemukan oleh yang kepo. Anak kecil khususnya sangat gampang jatuh cinta dan sulit move on dengan apa yang sudah ditemuinya.
3. Pantau Permainannya
Sebaik-baik suatu hal kalau dilakukan secara berlebihan akan menimbulkan mudharat juga. Itulah sebabnya, pemantauan terhadap cara dan lama bermain anak atau adik kita juga diperlukan. Alasannya sederhana, untuk memastikan bahwa mainnya tidak berlebihan sehingga menimbulkan efek samping lain seperti ketagihan, lupa belajar, dan sakit mata.
Good Play adalah main game yang Sesuai Umur, Sesuai Kemampuan dan Tidak Berlebihan



