Puisi yang ini adalah salah satu puisi favorit ana.
Ana mendapatkannya ketika masih duduk di bangku SMA..
Mudah-mudahan dapat memberi inspirasi bagi antum semua.
Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli
Karena toh kau tak mengenalku, dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau bukan bunga,
Tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah makhluk terindah, tersempurna, tertinggi
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi
Karenanya kau tak membutuhkan persamaan
Wanita suci,
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,
Karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, sepenuh jiwa sesemangat mentari.
Kasihani dirimu jika harus hadir dalan khayalku yang penuh dengan lumpur..
Dirimu terlalu suci
Wanita suci,
Jangan pernah kau tatapku penuh,
Bahkan kau tak perlu lirikkan matamu untuk melihatku
Bukan karena kau terlalu indah tetapi karena aku seorang manipulator
Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku,
Mengenakan pakaian sutera emas, meniru laku para rahib
Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur
Keu memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi
Karena toh kau hanya manusia-hanya wanita, meskipun kau wanita suci
Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh diri bawamu pada Allah
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu piker lagi.
Tanggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau kejar seang lelaki suci, itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.
Wanita suci,
Bariskan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang…. atau nanti…..
Bahkan mungkin tak ada sampai kau mati
Mungkin itu berarti dirimu terlalu untuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu
Yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah
Wanita suci,
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-NYa,
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu buka pada lelaki yang terpilih itu,
Melainkan pada jalan yang kau pilih
Seperti kisah seorang wanita di masa lalu
yang meminta ke-Islaman sebagai mahar pernikahan
atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu
menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi
Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta
Dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita..
Puisi ini ditulis oleh seorang ikhwan kepada semua wanita suci di dunia,,
Sebagai tausiyah…

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahir-
kan ke
Allahu akbar allahu akbar