Image
 

CINTA>>>>>>>>>>>>>>

•September 7, 2009 • Leave a Comment

Apakah cinta dan kasih sayang itu sama..? selain cinta dari kedua orang tua,apakah masih ada cinta sejati?

Jawabbbb Yaaaaaaaaaaaaaaaaa????????????

“Hikmah dibalik puasa di bulan Ramadhan”

•August 24, 2009 • Leave a Comment

Nabi Muhammad s.a.w mengatakan : Puasa itu sehat. Banyak orang berfikiran bahwa dengan berpuasa akan berakibat kekurangan energi. Apalagi dalam musim panas ini, mungkin ada saja pertanyaan yang bodoh, seperti apa enggak bakal mati kepanasan kalau puasa terlebih lagi saat summer seperti sekarang ini. Sebagian ada yang berpendapat, dengan puasa jadi tidak dapat berfikir, karena otak menjadi hipoglikami yaitu kurang zat gula dalam darah.

Tapi fakta menunjukan hal yang lain. Bisa kita ambil contoh, ternyata kemerdekaan Indonesia justru diraih pada bulan puasa, disamping itu kita juga mengetahui peristiwa lain yang justru terjadi pada bulan Ramadhan. Misalnya saja kemenangan perang Badr. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah. Sebuah perang besar terbuka yang pertama kalinya terjadi antara kaum Muslimin melawan kaum musyrik. Pertempuran terjadi di sebuah lembah di dekat kota Madinah, yaitu di Badr.

Persitiwa lain yang tak kalah menakjubkan adalah Futuh Makkah. Dan simak pula kemenangan Andalusia. Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijriah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia (Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia.

Tentu saja peristiwa-peristiwa diatas terutama disebabkan karena keimanan mereka yang teguh. Dan pada saat kita memang betul-betul membutuhkan tenaga, Islam memberi keringanan untuk tidak berpuasa misalnya saat perang, sebagaimana tertera dalam hadis: “Kami berperang bersama Rasulullah saw pada bulan Ramadhan. Maka di anatara kami ada yang berpuasa dan ada pula yang berbuka. Yang berpuasa tidaklah menyalahkan yang berbuka, sebagaimana yang berbuka tidak pula menyalahkan yang berpuasa. Mereka berpendapat bahwa orang yang merasa dirinya kuat, lalu ia berpuasa, maka itu baik, sebagaimana menurut pendapat mereka bahwa orang yang merasa dirinya lemah kemudian ia berbuka, itu adalah baik (Riwayat Ahmad dan Muslim). Jadi tidak mungkin puasa itu menyebabkan orang sakit, apalagi sampai meninggal karena kalau sudah merasa sangat lemah maka diberi keringanan berbuka. Tentu saja sekali lagi disini tidak berlaku ??aji mumpung? dan meringan-ringankan hukum Allah.

Allah Swt yang menciptakan manusia , Dia-lah yang paling mengenal manusia, oleh karena itu Dia menciptakan ketentuan – seperti misalnya puasa- sesuai dengan kemampuan manusia. Di samping itu Allah swt tetap memperhatikan sifat-sifat manusiawi : ada puasa ada berbuka, dan dimalam harinya (setelah berbuka puasa) Allah membolehkan suami bercengkerama dengan istrinya karena Allah sudah maklum atas fitrah manusia. Kini timbul pertanyaan mengapa manusia mampu berpuasa ? Mungkin untuk menjelaskannya, terlebih dahulu akan diuraikan bagaimana proses energi yang terbentuk dari makanan yang kita makan. Makanan yang kita makan terdiri dari Karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu juga ada mineral dan vitamin. Di dalam usus karbohidrat, protein dan lemak semua dipecah oleh enzim-enzim pencernaan. Karbohidrat dipecah menjadi glukosa, sebagai energi untuk tubuh kita, lemak dipecah dan disimpan dalam bentuk lemak, protein dipergunakan untuk zat pembangun sel-sel tubuh. Kelebihan karbohidrat disimpan dalam bentuk lemak.

Pada saat kita berpuasa dan tentunya dengan sahur terlebih dahulu, maka energi pertama yang terpakai adalah dari karbohidrat yang kita makan. Dalam waktu berjam-jam, lama kelamaan glukosa yang terpakai menjadi habis. Setelah itu tubuh kita tidak langsung kekuarangan energi, karena cadangan energi dalam bentuk lain, yaitu lemak masih ada dalam tubuh kita. Cadangan itulah yang dipecahkan kemudian menjadi glukosa sehingga menghasilkan energi, yang membuat tubuh kita dapat bekerja dengan normal. Subhanallah, Allah SWT Maha sempurna, segalanya sudah diper-hitungkan dan tidak diciptakan secara kebe-tulan. “Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesunguhnya telah Kami jelaskan tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui”. (6:98)…..

“MENEMUKAN MAKNA KEMERDEKAAN”

•August 17, 2009 • 6 Comments

17 Agustus tahun 45 – Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka Nusa dan Bangsa – Hari Lahirnya bangsa Indonesia

MERDEKA 2Gema 17-an telah menggema di seantero tanah air, mulai dari pedalaman, pesisir, pegunungan, hingga ke dusun-dusun yang nyaris tak pernah tersentuh kemajuan. Semua anak bangsa saling berlomba merayakannya, mulai dari baca puisi, karnaval, hingga upacara-upacara. Namun, seringkali kita lupa menyentuh ruh dan maknanya. Perayaan 17-an hanya sebatas dimaknai penciptaan suasana ramai, meriah, dan gemebyar. Semangat juang yang terkandung di dalamnya nyaris terlupakan.

Sebenarnya apa makna kemerdekaan itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari tahanan, bebas dari kekuasaan, bebas intimidasi, bebas tekanan, dari nilai dan budaya yang mengungkung diri kita. Setiap manusia yang lahir ke dunia semuanya adalah mahluk merdeka, para bayi yang terlahir hanya terikat oleh ikatan yang Allah ridhoi (kondisi fitrah) dalam QS Al A’raaf : 172, bahwa Allah sudah mengambil perjanjian perikatan dengan manusia ketika dalam sulbi ibunya bahwa manusia hanya mau terikat dengan Allah,mengakui keberadaan Allah dan siap melaksanakan semua perintah dan larangan Allah tidak lainnya.

Dalam konteks ini semua manusia dalam keadaan fitrah, suci, bersih dari perikatan dan penajjahan apapun, namun setelah dewasa ketika mulai baligh ada manusia yang kembali fitrah dan ada juga manusia yang tidak fitrah, ia mengambil tandingan selain Allah. Ia mengikatkan diri dengan segala sesuatu selain Allah. Sedangkan manusia tidak merdeka adalah manusia yang hidupnya dikendalikan oleh dhon, akalnya sendiri, dogma, hawa nafsu, ilmu, harta dan dien selain Islam. Karena Islam adalah dien yang membebaskan manusia dari kungkungan hawa nafsu, dan dhon dan lain-lain. Jadi, kemerdekaan abadi adalah manakala kita melepaskan semua ikatan dari apapun kecuali hanya dengan Allah. Dalam QS Al Balad ayat 10-13 disebutkan bahwa Allah menunjukkan dua jalan ada benar dan salah, jalan yg benar merupakan jalan yang mendaki lg sukar, jalan yg mendaki lg sukar salah satunya adalah memerdekakan budak dari perbudakan. Perbudakan dalam tafsir fizhilal quran, adalah membebaskan budak dari belenggu, ikatan selain Allah . Sehingga hidup kita hanya menjadi hamba, budak Allah dalam pengabdian berupa aktivitas, loyalitas semuanya hanya untuk dan karena Allah semata bukan menjadi budaknya hawa nafsu, budak harta, dogma, doktrin yang selain dari Allah. Karena sesungguhnya jika seseorang sudah mengikatkan diri dengan segala sesuatu selain Allah maka ia tidak lagi memiliki jiwa yang merdeka, tapi jiwa terpenjara, hina tidak bebas, karena telah menjadikan dirinya budaknya syaitan laknatullah.

Kedatangan Islam ke alam dunia ini membawa pesan dan sifat kemerdekaan. Islam menyeru manusia supaya membebaskan diri dan pemikiran mereka daripada belenggu jahiliah dan kemusyrikan terhadap Allah Ta’ala, membebaskan diri daripada perhambaan dan membebaskan negara daripada cengkaman musuh. Islam dalam arti kata kesejahteraan, kedamaian dan keamanan semuanya menjurus kepada hakikat kemerdekaan. Hakikat ini dapat kita lihat semasa perkembangan awal Islam di mana Rasulullah SAW telah membawa kemakmuran kepada Madinah dan memerdekakan Mekah dari cengkaman kafir Quraisy. Begitu juga perkembangan di zaman Khulafa’ ar-Rasyidin yang banyak memerdekakan negara dari cengkaman kekufuran. Islam juga yang bersifat merdeka dalam arti kata lain bermaksud bebas daripada keruntuhan akhlak dan kemurkaan Allah. Lantaran itu, Islam telah berjaya menyelamatkan manusia dari sistem perhambaan terhadap manusia ataupun hawa nafsu yang diselaputi oleh syirik, kekufuran, kemungkaran dan kemaksiatan. Seorang penyair Arab yang bernama Ahmad Syauqi berkata dalam syairnya yang mempunyai makna :”Kekalnya bangsa kerana mulianya akhlak, runtuhnya bangsa kerana runtuhnya akhlak”. Oleh karena itulah hendaknya umat Islam sentiasa berazam untuk membebaskan diri daripada sifat-sifat yang boleh meruntuhkan wibawa kamanusiaan karena sifat-sifat demikian itu amat dimurkai Allah dan akan hanya menyebabkan manusia terpenjara di bawah arahan nafsu dan syaitan. Lebih jauh dari itu, kita hendaklah sentiasa memohon keampunan Allah Ta’ala agar mendapat keridhoan-Nya dan terlepas daripada siksaan api neraka. Inilah nilai sebenarnya kemerdekaan yang diajarkan oleh agama kita.

Kemerdekaan sebuah negara tidak hanya proses pertukaran pemerintahan daripada satu golongan pemerintah kepada satu golongan pemerintah lain yang lebih berhak akan tetapi pada hakikatnya, kemerdekaan tanah air adalah nikmat terbesar karunia Allah. Kemerdekaan negara merupakan pembebasan jiwa rakyatnya dari keadaan belenggu nilai-nilai yang semata-mata mengikut perintah penjajah kepada nilai bersandarkan kebenaran dan hakikat; pembebasan akal dan pikiran rakyat belenggu kebodohan dan kejahilan kepada cahaya ilmu dan hikmah; pembebasan akal-budi rakyatnya dari keruntuhan akhlak dan pelanggaran moral dan etika kepada pembentukan nilai-nilai murni dan akhlak tinggi; pembebasan rakyat dari belenggu kemiskinan menuju kehidupan sejahtera.

Berbicara tentang kemerdekaan tentu saja tidak terlepas dari apa yang sering kita sebut dengan pahlawan. Menurut Anis Matta, “Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan”. Sejarah menunjukkan bahwa negeri ini terbebas dari penjajahan disebabkan pula oleh peran para pahlawan. Para pahlawan dahulu ketika berjuang senantiasa mengedepankan nilai-nilai keberanian, kesabaran, pengorbanan, kompetisi, optimistis, dan siap sedia dengan segala kemungkinan saat itu. Nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar tetap menjadi basis utama filosofi perjuangan mereka. Makna kemerdekaan yang ada di kepala para pahlawan saat itu adalah membebaskan Indonesia dari penindasan dan tirani oleh pihak-pihak yang berusaha mencengkeram Indonesia untuk kepentingan kekuasaan. Selanjutnya setelah kemerdekaan tahun 1945, Indonesia ibarat bayi yang belajar merangkak, kemudian berdiri dan tumbuh besar hingga saat ini. Jika kita kembali melihat ke belakang setelah kemerdekaan itu, banyak sekali terjadi hal-hal yang pada hakikatnya bukanlah kondisi suatu bangsa yang merdeka. Masa pemerintahan orde lama dengan demokrasi terpimpinnya, dilanjutkan dengan masa orde baru yang juga hampir-hampir sama dengan kondisi sebelumnya, ternyata membuka mata kita bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah tirani, penindasan, dan kezholiman atas rakyatnya yang semakin termiskinkan dan terpinggirkan.

Cukup bertentangan dengan salah satu tujuan pembangunan nasional Indonesia yang termaktub di dalam UUD 45 untuk menciptakan kesejahteraan rakyat Indonesia. Lantas apakah benar kita sudah merdeka? Selanjutnya ketika rakyat pada saat itu telah jenuh dan bosan dengan segala penindasan dan tirani, akhirnya terjadilah sebuah peristiwa yang menyebabkan reformasi total di seluruh sisi pemerintahan bangsa Indonesia. Walaupun pada perjalanan selanjutnya, realitas di lapangan tidak seindah apa yang direncanakan sebelumnya. Ternyata masih banyak saja hal-hal yang justru tidak mencerminkan kemerdekaan sesungguhnya, sebagai contoh rakyat Indonesia saat ini masih saja dijajah oleh kebodohan, ketidaktertiban, kebohongan, korupsi, dan lain hal sebagainya yang akhirnya menyebabkan kesejahteraan itu belum sampai kepada masyarakat seluruhnya. Ini tentu bertentangan dengan makna merdeka tadi bukan? Belum lagi ketika para generasi muda kita dijajah oleh berbagai jenis hiburan dan hal-hal yang menimbulkan kerusakan lainnya. Penyebab itu semua yang paling mendominasi adalah karena begitu banyaknya sisi yang telah jauh menyimpang dari nilai-nilai kebenaran.Dari berbagai hal yang terjadi, tentu kita pun harus kembali memaknai apa sebenarnya kemerdekaan itu. Islam memiliki konsep kemerdekaan lebih baik. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi dan dengan da’wah tauhidnya yang akan menyadarkan, membebaskan, dan memerdekakan manusia dari penghambaan kepada manusia lain dan materi menuju penghambaan sejati yaitu kepada Allah Maha Pencipta, dengan mengajak kepada kebenaran, menegakkan keadilan, dan mencegah kebathilan dengan cara yang ma’ruf. Sehingga sejatinya merdeka bermakna membebaskan diri dari penghambaan selain kepada Allah. Jika konsep ini berjalan dengan benar, maka kita tidak akan menjumpai lagi bentuk-bentuk penjajahan implisit yang kulitnya menawarkan kemakmuran padahal sejatinya menghancurkan.


“Makna Sebuah Keluarga”

•August 13, 2009 • Leave a Comment

Kala senja merekah di ufuk timur tubuhku yang masih gontai bangkit dari pembaringan seiring kumandang lantunan azan yang merdu menghiasi awan .aku ambil wudhu seraya berdoa padaNYA .ya Robb berkahi hidupku pagi ini ,sang surya naik sepenggalah aku mulai goreskan tinta-tinta kehidupan .laksana sejuknya embun pagi .senyum simpulku aku lontarkan untuk semua orang yang aku jumpai .langkah demi langkah aku susun beriringan aku tundukkan kepala aku ingati sebuah kisah tentang seorang ayah:
ihwal bermula seorang kakek tua lunglai di pembaringan di sebuah rumah sakit
diKuala lumpur Malaysia .sekian lama sang Kakek tergolek diranjangputih rumah sakit .haripun berganti sang ayah mulai membaik kondisinya,Rani si anak tunggal dari sang kakek membujuk sang ayah tuk pulang dan tinggal bersamakeluarganya.
namun sang kakek menolak dia tetap ingin tinggal dirumah gubuk yang dulu ia bangun bersama mendiang sang istri tercinta dan dari sanalah semua bahagia juga duka bermulai sekaligus merangkai impian masa depan bersama mendiang sang istri tercinta dan anaknya. yang dulu masih kecil.kini jaman telah bergulir anaknya telah dewasa dan berkeluarga .tanpa terasa segalanya berubah .demi kebahagiaan Rani akhirnya memaksa sang ayah tuk tinggal bersamanya demi kesehatandan hidupnya yang lebih baik .pulanglah sang kakek bersama keluarga anaknya .tibalah mereka dirumah Rani putri kesayangan sang kakek , rumah yang kokoh bergaya kota dan sangat indah inilah milik si rani .hari berganti dan masapun berjalan. beriringan dengan datangnya bulan mulia (Ramadhan) awal kehidupan baru sang kakek di rumahnya yang megah ini walau tanpa istri tercinta yang telah lama meninggalkanya namun di hatinya sang istri tetap melekat seakan dia masih ada .
Senja mulai surut dilangit malaysia beduk maghrib bertalu saatnya berbuka .
seperti tradisi dinegeri ini berbuka bersama keluarga adalah sesuatu yang begitu indah .
dan inilah saat semua berada disatu meja keakraban mulai terasa. sang kakek merasa temukan sebuah kehidupan yang baru bersama keluarga sang anak .Rani coba tunjukan baktinya pada sang ayah.dengan setia Rani tuangkan segelas teh ke gelas sang ayah tercinta .
gelas mulai terangkat perlahan oleh raihan tangan sang kakek yang gontai dan gemetaran karena usia dan kondisinya yang belum begitu membaik ,takkuasa sang kakek menahan secanggkir teh dari tangannya tumpahlah teh kelantai .hancur berantakan ..
hari pertama berlalu berganti hari berikutnya. dan hari -harinya mulai dia jalani seperti hari-hari yang lalu saat berbuka puasa.namun tak dipungkiri selalu saja ada gelas ataukah piring yang hancur menimpa lantai karena perbuatan sang kakek .Rani tak habis pikir apa yang hendak dia perbuat untuk ayahnya yang lanjut dan tak berdaya itu. suami rani si menantu sang kakek membisikkan sebuah solusi kepada istrinya dan mungkin demi kebaikan sang kakek. agar si kakek makan terpisah dari meja makan dan menggunakan meja dan alat makan khusus untuk si kakek
dihari berikutnya suasana berbuka berubah Rani,dan keluarganya makan di meja makan dengan nikmat ,sementara sang ayah di sudut ruangan menikmati makanan yang telah di sediakan untuknya dengan peralatan makan khusus untuknya
seraya menangis di dalam hati sang kakek melahap makanan dengan gemetaran …dalam hati sang kakek muncul berjuta kesedihan seakan ia tak temukan keluarganya yang memeluknya penuh keakraban .kini si kakek nikmati sendiri hidangannya tanpa ada anak,menatu dan cucu-cucunya di sampingnya menikmati hidangan bersamanya. kini sang kakek hanya ditemani siputih seekor kucing yang selalu makan didekatnya dengan piring khusus pula sama seperti dirinya.
hari berikutnya di saat yang sama pula sang kakek harus makan sendiri di sudut pintu
teringat olehnya sambil berlinang air mata keluarganya yang dulu .dirumahnya di kampung yang kini ia tinggalkan, istrinya yang selalu setia, tawa dan canda si Rani kecil bersama
dia dan istrinya .isak tangis lirih terdengar dari mulut sang kakek dan mata berurai air mata .terkejut si Rani ada apakah gerangan yang ditangisi ayahnya tercinta .perlahan tangan Rani mengusap air mata sang ayah .lalu tak sengaja rani menoleh ke kiri menatap seekor kucing yang makan di samping ayahnya ,hati Rani sadar dia telah bersalah direngkuhnya tubuh sang ayah disusul sang mertua sambil berurai air mata. semua keuarga itu tak kuasa menahan haru biru tangis sebuah penyesalan .tak terasa malam itu telah genaplah mereka puasa derai air mata malam itu disambut pula dengan lantunan syahdu takbir kemenangan .kakekpun temukan kembali keluarganya bersama anak,cucu-cucu dan menantunya.
inilah akhir cerita dari sebuah keluarga .
coba kita mulai renungi kisah tadi. dan ambil pelajran berharga darinya,
betapa berharganya
arti sebuah keluarga ,dan juga dibalik semua tenyata sesuatu yang menurut kita baik dan bermanfaat bagi orang lain ternyata malah sebaliknya
yaa Allah dalam doaku yang aku panjatkanpadamu akan selalu kusebut nama ayahku
berikanlah kami naungan kebahagian dan kehangatan di sisi keluarga kami.
semua aku serahkan pada MU Ya Robbi

“Asem Manis Kuliah Di BEC”

•August 12, 2009 • 1 Comment

futu 3_A

Para pengunjung setia my Blog, pada kesempatan kali ini anda akan meyaksikan kisah seorang anak manusia yang merantau ke negeri orang aduh aduh kaya kemana ajach ya,, he..he..yang berasal dari kota seberang yang tak lain adalah saya sendiri, kita sebut saja Aku. Setelah lulus sekolah tahun ajaran 2008 dari SMA dengan berbekal nilai yang bisa di bilang pas-pasan….Ku langkahkan kaki ini menuju yang namanya kampus BEC……..Dengan bebekal keberanian dan doa dari kedua orang tua aku mantapkan niat ku tuk belajar disini….. dengan menempuh jarak yang lumayan jauh ku tinggalkan keluarga yang jauh disana demi sebuah mimpi dan cita-cita…

Kehidupanpun DIMULAiiiiiiiiiiiiiiii,,,,,,

Ketika pertama kali masuk di Bogor EduCARE kupandangi dan kuamati lingkungan sekitar begitu asing dan aneh…

Dan dengan penuh rasa was-was dan takut…. Aku mulai hidup ini dengan bertempat tinggal di sebuah kosan yang bernama KALBEC,,,, Karena tempat tinggalku terhitung cukup jauh terpaksa seminggu sebelum MOM dimulai aku tinggal di kosan tersebut sendiri…

Uhhhhh Sedih Amat ya……. YA udah kita langsung ke pokok cerita ajach ya,…..

Kini Setahun sudah ku tinggal di kampus BEC ini……begitu banyak kenagan yang terukir disini mulai dari pertama kali punya teman sekamar sampai punya teman,,,,,,, kwek,,kwek,,,

Aku lalui dengan penuh semangat dan harap semoga dikemudian hari aku menjadi orang yang sukses…AMIN…..Dengan begitu perjalanan yang melelahkanpun dimulai…..ketika setumpuk aktivitas dan pelajaran baru kuterima…..saking lelah dan hampir tak snaggup lagi menjalani semua itu,,,,,, Aku pun jatuh sakit yang lumayan parah dan lama,,,,disitulah rasa dukapun terasa….karena dalam keadaan itu aku jauh dari kedua orang tua aku hanya bisa mendengar tangis sang ibu yang begitu menyayangiku menangis tersedu karena tak bisa merawatku dalam keadaan yang teramat menyedihkan…dan di saat-saat seperti itu aku harus melaksanakan tugasku sebagai seorang pelajar…..mengerjar ketinggalan pelajaran, mengerjakan tugas dan lain sebagainya……disitulah ku merasakan asam manis kuliah BEC,,,,,,,, Begitu banyak suka duka yang tercipta di tempat itu,,,, disitupun aku harus bisa melawan lelah, rasa capek, pusing,,,,,,dan masiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih banyak lagi…banyangkan saja aku kuliah dalam waktu satu tahun dengan jumlah SKS kurang lebih 120 SKS.. akuharus memepalajari dan melahap semua itu dalam waktu SATU TAHUN,,,,,,disitulah rasa duka mulai terasa karena aku tidak bisa merasakan kesenagan hidup seperti mahasiswa pada umumnya tapi itulah uniknya Bogor EduCARE,,,,,,yang bisa merubah anak seperti diriku menjadi kuat dan tabah ceu ile TABAH…………

Namun tak hanya rasa Duka yang kualami selama kuliah di BEC aku juga dapat merasakan begitu banyak kebersamaan yang tercipta di kampus itu,,,,kenapa tidak belajar bersama, dapat tugas bersama, pusing bersama malahan sampai makanpun kita bersama,,, pokoke semua bersama dweh,,,,,,disinipun aku dan kawan-kawan yang kulaih disini dikasih makan GRATIS sumpeh …..enak tau udah mah kuliahnya gak bayar alais GRATIS eh makan juga di kasih maknanya mantap pula,,,,,,,,,ENAK GAK TUCCH,,,,,


Pesan Untuk BEC jangan pernah memutuskan tali silaturahmi


Udah dulu ah tar di Sambung lagi ya…….

Bagi siapa saja yang baca tulisan ini terus berminat kuliah disini hubungi aku di no 085286855852

Thanks untuk orang yang telah membangun Kampus Tercinta ini Semoga beliu menjadi bagian dari hamba yang dimuliakan oleh ALLAH SWT..AmiiiiiN

Karena Bapak Aku bisa mendapatkan ilmu yang tak ternilai harganya.


____________I LOVE YOU SO MUCH BEC______________

Menu Spesial Bulan Ramadhan

•August 12, 2009 • Leave a Comment

Menu Spesial Ramadhan

Tentunya kalau kita buka puasa maunya yang seger2 kan? Nah karena itu kali ini saya akan menyajikan cara membuat salah satu menu spesial Ramadhan yang pasti ada setiap tahun di rumah saya. Namanya adalah

ES CINCAU

Tenang saja, buatnya gampang kok (gw aja bisa.. hehe) dan bahan-bahannya bisa dibeli di supermarket terdekat! Apa aja sih bahan2nya? Nih:

1. Cincau hitam
2. Kolang-kaling yang sudah direbus dengan gula (ada yang jual udah jadi kok)
3. Nata de Coco (Ini sebenernya nama merek.. Nama benernya apa ya?)
4. Susu coklat kental manis
5. Sirup (yang enak sih sirup rasa pisang susu cap tjampolay.. up to you!)
6. Apel segar…
p
Abaikan kartu praktikum saya.. :p

Sekarang kita mulai pembuatannya:

PERTAMA, kita siapkan dulu komponen utama menu ini yaitu cincau. Ohya menurut Amel yang namanya cincau tuh harus dicuci dulu, takutnya kalo yang jelekan ada pengawetnya. Euih, gak mau kan? Makanya baiknya belinya cincau yang bagus, kaya cincau jepang. Cincau ini setelah dicuci kita potong-potong bentuk kotak. Bentuk hati juga boleh sih tapi ya males aja.. Ingat adek2 hati2 ya pakai pisaunya! Minta tolong sama mama biar gak luka!

Ini bentuk bantal! Ya nggaklah.. dipotong2 ya biar enak makannya
Ini bentuk bantal! Ya nggaklah.. dipotong2 ya biar enak makannya

KEDUA, kita masukin komponen pelengkapnya. Kolang kaling ama Nata de Coco mah langsung jatuhin aja. gampang kan.. Kalau yang apel enaknya dikupas dulu dan dipotong kecil-kecil. Bijinya jangan lupa dibuang ya!

Hmmm...
Hmmm…

KETIGA, kita buat kuahnya. Susu coklatnya 2 sendok makan dan sirupnya satu sendok makan. Kalau yang gak terlalu suka susu bisa dibalik jadi sirupnya 2 sendok susunya 1 sendok aja.

KEEMPAT, Kasih es yang banyak! enaknya bikin setengah jam sebelum buka, jadi pas buka esnya udah lumer n jadi kuah. Tapi bagi anak kosan yang mungkin susah nyari es pake air dingin juga OK kok!

JADI DEH Es Cincau kita!! Sebagai Sunnah Nabi, kalau mau diatasnya tambahin kurma! Makin selera kan? Sekarang silahkan dirasakan. Bagaimana enak gak? Apa pendapat kamu tentang rasanya? Tulis analisismu di BCL!

Silahkan menikmati!SELAMAT MENIKMATI……

Kiat-kiat Mengahadapi Bulan Suci Ramadhan

•August 12, 2009 • Leave a Comment

ramad

Sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk tidak menyia nyiakan apalagi menyepelekan kedatangan bulan Ramadhan, dan sebaliknya seharusya dia termasuk dalam barisan orang yang terdepan dan berlomba lomba dalam menyambut dan mengisi bulan Romadhon dengan amalan amalan ketaatan, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla, yang artinya : ” Dan pada yang demikian itulah hendaknya orang orang saling berlomba.” Al Muthafifin : 26

Maka diantara kiat dan cara yang paling baik dan paling selamat dalam menyambut bulan Ramadhan yang mubarok adalah sebagai berikut :

Pertama : Mengikhlaskan niat pada amalan amalan dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan semata mata mengharapkan wajah Alloh Ta’ala, mengharapkan ganjaran pahala dariNya., sebagaimana firman Nya :

” Tidaklah mereka diperintah melainkan agar beribadah kepada Alloh dengan mengikhlaskan agama bagiNya.: Al Bayyinah 5

dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya setiap amalan tergantung dari niatnya dan setiap orang akan mendapatkan ( pahala ) dari apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Alloh dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah untuk Alloh dan RasulNya . Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia agar ia bisa mendapatkannya atau kepada seorang perempuan agar ia dapat menikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahkan ( HR. Bukhori dan Muslim )

Kedua : Berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar dapat menjemput bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat untuk dapat giat dalam melaksanakan ibadah puasa, shalat ( qiyamul lail ), membaca Al Qur’an, mentadhaburinya dan Berdzikir

Ketiga : Bergembira dan merasa senang dengan kedatangan bulan Ramadhan sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam dimana beliau berkata kepada para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum :

“Bulan Ramadhan telah mendatangi kalian, bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan puasa pada bulan ini. Padanya dibuka pintu pintu surga dan ditutup pintu pintu neraka… ( HR. Imam Ahmad )

Keempat : Bertekad serta menyusun rencana dan strategi untuk mendapatkan faidah dari bulan ini

Kelima : Membulatkan kesungguhan tekad untuk mengisi dan memakmurkan waktu waktunya dengan amalan amalan shalih. Kalau seseorang benar benar memiliki kesungguhan dan kejujuran terhadap Allah, pastilah Allah akan membantunya dalam ketaatan dan memudahkan baginya jalan jalan kebaikan, Allah SubhanaHu wa Ta’ala berfirman :

” Tetapi jikalau mereka benar ( imannya ) terhadap Allah niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka .” Muhammad 21

Keenam : Mempersiapkan ilmu dan pemahaman fikih tentang hukum hukum yang berkaitan dengan bulan Romadhan. Sebab merupakan kewajiban seorang muslim untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan ilmu dan tidak ada alasan baginya untuk tidak mengetahui akan hal hal yang Allah wajibkan atasnya, dan diantaranya adalah puasa Ramadhan.

Ketujuh : bertekad untuk meninggalkan dosa dosa dan kejahatan dan bertekad untuk bertaubat dengan taubat yang sebenar benarnya dan berlepas diri dari segala dosa serta untuk tidak kembali kepada dosa dan maksiat tersebut. Sebab bulan Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat. Allah Ta’ala berfirman : ” Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang orang yang beriman supaya kamu beruntung .” An Nur 31

dan firmanNya : ” Katakanlah kepada hamba hambaKu yang melampaui batas pada diri mereka, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa.” Az Zumar 53

Kedelapan : Persiapan rohani dan jiwa dengan membaca buku buku, majalah, berita tabloid agama atau mendengarkan kaset kaset ceramah atau pelajaran dari para ulama ahli sunnah dan dai dai yang mengajak kepada tauhid dan sunnah, yang pada semuanya menjelaskan keutamaan dan hukum hukum puasa sehingga jiwa menjadi siap untuk beramal ketaatan.

Kesembilan : Mempersiapkan sejak dini kebutuhan kebutuhan diri dan keluarga berupa bahan makanan selama Ramadhan maupun untuk Idul Fitri, agar waktu untuk melakukan ibadah dibulan Ramadhan lebih luas dan kegiatanpun lebih terkonsentrasi semaksimal mungkin.

Demikianlah sekilas tentang apa yang dapat dilakukan oleh seorang muslim sebagai persiapan baginya untuk menyambut bulan Ramadhan dan mengisinya dengan amalan malan yang sholih sehingga dia dapat keluar dari bulan Ramadhan nantinya sebagai orang yang sukses, benar benar kembali kepada fitrohnya sebagai orang yang bersih, benar benar suci dari noda noda dan telah menuai pahala yang sangat berlipat ganda.

Sumber: Majalah An-Nashihah. Vol 07 Th. 1/1425 H. / 2004 M

Arti Sebuah Kata Cinta

•August 7, 2009 • 1 Comment

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

Mengatasi Kejenuhan Dalam Pekerjaan

•August 4, 2009 • 1 Comment

Mengatasi Kejenuhan Dalam Pekerjaan

Salah satu kegiatan sehari-hari yang menyita banyak waktu adalah bekerja. Maka tidak mengherankan pula jika tiba-tiba Anda mengalami rasa jenuh terhadap pekerjaan Anda. Dalam ringkasan perbincangan bersama Pdt. Paul Gunadi, Ph.D. berikut ini, silakan simak mengapa kejenuhan dalam bekerja ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya.

T: Bagaimanakah gambaran orang yang jenuh terhadap pekerjaannya?

J: Ada beberapa yang bisa kita perhatikan,

PERTAMA, orang yang jenuh itu tidak lagi bersemangat dan di tempat kerjanya pun dia menjadi sangat lamban, tidak lagi efektif.

KEDUA, bisa juga ini mempengaruhi perasaannya. Ia menjadi lebih sensitif, mudah marah, tersinggung, dan akhirnya mengganggu para relasi kerjanya. Jadi kadang-kadang perasaannya tidak stabil.

KETIGA, menurunnya daya tahan tubuh. Orang yang mengalami kejenuhan dalam waktu yang lama akhirnya sakit-sakitan dan keluhan-keluhan mulai muncul. Pada akhirnya ia mulai minum obat untuk menghilangkan rasa sakit, semua itu merupakan gejala dari kejenuhan yang menimbulkan stres pada jiwanya.

T: Ternyata kejenuhan tidak dipengaruhi oleh waktu, karena meskipun tidak cukup lama bekerja di suatu bidang, bisa saja merasa jenuh. Benarkah demikian?

J: Memang kejenuhan ini bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab. PERTAMA adalah merasa bidang ini tidak sesuai dengan kebisaannya, kesukaannya atau seleranya, sehingga tidak lagi bisa menikmati pekerjaannya.

KEDUA adalah tidak melihat makna dari apa yang dilakukannya. Makna ini adalah sesuatu yang mesti dihayati secara pribadi. Makna dari pekerjaan tidak tergantung pada jenis pekerjaannya, sesederhana apapun kalau kita bisa memaknainya, pekerjaan itu akan bisa memberi kita semangat dan mengurangi kemungkinan muncul kejenuhan dalam pekerjaan itu. Paulus mengatakan di Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Artinya Tuhan melihat, Tuhan menghargai dan Tuhan akan gunakan meskipun dengan cara yang belum tentu kasat mata atau bisa kita lihat.

T: Harus diakui, sekalipun kita mempunyai persepsi yang betul, visi yang jelas, kejenuhan itu tetap saja kita alami. Pada saat-saat kejenuhan itu kita alami, apa yang bisa kita lakukan?

J: Benar, tapi kalau kita bisa menemukan makna dari pekerjaan kita, seharusnya kejenuhan itu tidak bertahan untuk waktu yang lama. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan bila kita jenuh,

PERTAMA, lakukanlah aktivitas sesuai dengan hobi kita. Tetap lakukan pekerjaan kita. Jam kerja kita gunakan untuk mengerjakan tugas kita, di luar jam kerja lakukanlah hal-hal yang menyenangkan hati. Ini akan dapat menetralisir kejenuhan, ingatlah bahwa pada akhirnya kejenuhan kerja berdampak luas dan berubah menjadi kejenuhan hidup. Itu sebabnya kita perlu menambahkan aktivitas yang menggembirakan hati ke dalam jadwal kehidupan kita. Kita bisa mencoba hobi yang baru, belajar ketrampilan yang baru, belajar menyanyi, belajar musik atau apa saja.

KEDUA, di tempat kerja bangunlah relasi dengan mitra kerja. Relasi yang sehat akan mengurangi keengganan kita melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai. Setiap hari kita mungkin kehilangan semangat untuk masuk kerja, tetapi kita masih tetap bisa bersemangat bertemu dengan rekan-rekan yang menjadi sahabat. Kita bisa ngobrol-ngobrol, bercanda di sela-sela istirahat kita. Itu menjadi sesuatu yang menyegarkan kita sehingga kita bisa melewati hari kerja kita setiap hari.

KETIGA, perbaikilah kondisi fisik kerja dengan hal-hal kecil. Kita harus kreatif, misalnya taruhlah foto keluarga di meja atau gantunglah lukisan alam yang menyejukkan, sehingga waktu capek kita dapat melihatnya dan segar kembali. Atau buatlah kopi di pagi hari, sementara di sore atau siang hari buatlah coklat yang panas untuk diminum. Bisa juga menaruh dekorasi atau pajangan tertentu. Hal-hal kecil itu bisa mengubah suasana kerja karena suasana kerja juga berpengaruh terhadap emosi dan suasana hati kita. Hal-hal kecil itu kadang-kadang kita anggap tidak penting, tapi ternyata penting sekali.

Continue reading ‘Mengatasi Kejenuhan Dalam Pekerjaan’

Siti Khadijah

•August 3, 2009 • 1 Comment

Istri Yang Tercinta

Wahai Muslimah…

Mengapa kita harus mencari panutan yang lain,Kalau di hadapan kita ada sosok yang paling baik, dan Mulia Ibu bagi orang Mukminin… Istri yang setia lagi Taat… Sebagai penentram hati sang suami… dan sebaik-baik teladan bagi kaum wanita… Simaklah sabda Rasulullah : “Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran. Sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid. (HR Muslim dari Ali bin Abu Thalib radiyallahu ‘anhu). “Dan sebaik -baik wanita dalam masanya adalah Khadijah” Dialah Khadijah binti Khuwailid istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang pertama. Ia lahir pada tahun 68 sebelum Hijrah. Hidup dan tumbuh serta berkembang dalam suasana keluarga yang terhormat dan terpandang, berakhlak mulia, terpuji, berkemauan tinggi, serta mempunyai akal yang suci, sehingga pada zaman jahiliyah diberi gelar “Ath-Thahirah”. Khadijah adalah wanita kaya yang hidup dari usaha perniagaan. Dan untuk menjalankan perniagaannya itu ia memiliki beberapa tenaga laki-laki, diantaranya adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (sebelum beliau menjadi suaminya). Sebenarnya Khadijah adalah wanita janda yang telah menikah dua kali. Pertama ia menikah dengan Zurarah At-Tamimi dan yang kedua menikah dengan Atid bin Abid Al-Makhzumi. Dan masing-masing wafat dengan meninggalkan seorang putera. Pada masa jandanya, banyak tokoh Quraisy yang ingin mempersuntingnya. Namun ia selalu menolaknya. Dibalik semua itu, Allah memang telah mempersiapkan Khadijah binti khuwailid untuk menjadi pendamping Rasul-Nya yang terakhir, yakni Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Untuk pembela dan penolong risalah yang beliau sampaikan. Pada usianya yang ke empat puluh, beliau menikah dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada waktu itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam belum diangkat menjadi rasul dan baru berusia 25 tahun. Perbedaan usia tidaklah menimbulkan permasalahan bagi rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu membentuk rumah tangga dengannya tidak mempunyai isteri yang lainnya. Pernikahannya dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikaruniai beberapa putera oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Qosim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fathimah. Namun putera beliau yang laki-laki meninggal dunia sebelum dewasa. Suatu hari Khadijah mendapatkan suaminya pulang dalam keadaan gemetaran. Terpancar dari raut wajahnya kekhawatiran dan ketakutan yang sangat besar. “Selimuti aku!…., Selimuti aku!…, “ seru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada isterinya. Demi melihat kondisi yang seperti itu, tidaklah membuat Khodijah menjadi panik. Kemudian diselimuti dan dicoba untuk menenangkan perasaan suaminya. Rasul pun segera menceritakan pada istrinya, kini tanpa disadarinya, tahulah ia bahwa suaminya adalah utusan Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan tenang dan lemah lembut, Khadijah berkata : ”Wahai putera pamanku, Demi Allah, dia tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sesungguhnya engkau termasuk orang yang selalu menyambung tali persaudaraan, berkata benar, setia memikul beban, menghormati dan suka menolong orang lain”. Tutur kata manis dari sang istri menjadikan beliau lebih percaya diri dan tenang. Khadijah, …sungguh mulia akhlaqmu. Diawal permulaan Islam, peranan Khadijah tidaklah sedikit. Dengan setia ia menemani suaminya dalam menyampaikan Risalah yang diemban oleh beliau dari Rabb Subhanahu wa Ta’ala. Wanita pertama yang beriman kepada Allah ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajaknya menuju jalan Rabb-Nya. Dia yang membantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengibarkan bendera Islam. bersama Rasulullah sebagai angkatan pertama. Dengan penuh semangat, Khadijah turut berjihad dan berjuang, mengorbankan harta, jiwa, dan berani menentang kejahilan kaumnya. Khadijah seorang yang senantiasa menentramkan dan menghibur Rasul disaat kaumnya mendustakan risalah yang dibawa. Seorang pendorong utama bagi Rasul untuk selalu giat berda’wah, bersemangat dan tidak pantang menyerah. Ia juga selalu berusaha meringankan beban berat di pundak Rasul. Perhatikan pujian Rasul terhadap Khadijah : “Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku disaat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau”. (HR. Ahmad, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Ba’ar) Kebijakan, kesetiaan dan berbagai kebaikan Khadijah tidak pernah lepas dari ingatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sampai Khadijah meninggal. Ia benar-benar seorang istri yang mendapat tempat tersendiri di dalam hati Rasulullah shallallalhu ‘alaihi wa sallam. Betapa kasih beliau kepada Khadijah, dapat kita simak dari ucapan ‘Aisyah . “Belum pernah aku cemburu terhadap istri-istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebut-nyebut namanya, bahkan adakalanya menyembelih kambing dan dibagikannya kepada kawan-kawan Khadijah. Bahkan pernah saya tegur, seakan-akan di dunia tidak ada wanita selain Khadijah, lalu Nabi menyebut beberapa kebaikan Khadijah, dia dahulu begini dan begitu, selain itu, aku mendapat anak daripadanya.” Khadijah binti Khuwailid, wafat tiga tahun sebelum hijrah dalam usia 65 tahun. Kepergiaannya membuat kesedihan yang sangat mendalam di hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun umat Islam. Ia pergi menghadap Rabb-Nya dengan meninggalkan banyak kebaikan yang tak terlupakan. Itulah Khadijah binti Khuwailid, yang Allah pernah menyampaikan peghormatan (salam) kepadanya dan Allah janjikan untuknya sebuah rumah di Syurga. Sebagaimana telah disebut dalam hadist dari Abu Hurairah: “Jibril datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang kepada engkau dengan membawa bejana berisi lauk pauk atau makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dan juga dariku dan kabarkanlah berita gembira kepadanya mengenai sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara di dalamnya tidak ada keributan dan kesusahan.” (HR Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu). Wahai orang yang terperdaya, .. istana tersebut lebih baik dari pada gemerlapnya dunia yang telah memperdayakanmu. Dan ini adalah sebaik-baik kabar gembira dibanding dunia dan segala isinya. Tidakkah kalian ingin mendapatkannya pula? Mudah-mudahan Allah memberikan balasan kepada Khadijah atas segala jasa dan kebaikanya dalam membela agama dan Rasul-Nya dengan balasan yang sebaik-baiknya, penuh kenikmatan dan kecemerlangan di dalam “istananya”.
disunting dari Khodijah binti Khuwailid

 
Design a site like this with WordPress.com
Get started