EndiSerp – Terasa seperti masih malam. Gelap. Raga masih merebahkan lengannya yang terluka akibat pembantaian kemarin. Menewaskan beberapa jasad yang terkapar begitu saja. Tanpa ada perhatian dari mata-mata langit.
Tapi suasana bukan seperti suasana malam. Tidak ada jangkirk berderik, tidak ada katak mengorek. Hampir seperti pagi. Cit..cit..cit.. suara anak burung gereja berdecit samar. Sarang burung seakan dekat dan bertengger pada pepohonan. Garis sinar tampak menembus atap.
Mata rasa perlahan terbuka, ujung kelopaknya masih basah oleh air mata. Dia masih terlentang bebas, memunggungi kasur. Kaki masih terasa hangat oleh selimut tebal berwana merah muda. Membentang sampai atas pinggang. Baca lebih lanjut
