Aku ingin beranjak tidur lagi, [tapi …]


dony kusuma sleep

EndiSerp – Terasa seperti masih malam. Gelap. Raga masih merebahkan lengannya yang terluka akibat pembantaian kemarin. Menewaskan beberapa jasad yang terkapar begitu saja. Tanpa ada perhatian dari mata-mata langit.

Tapi suasana bukan seperti suasana malam. Tidak ada jangkirk berderik, tidak ada katak mengorek. Hampir seperti pagi. Cit..cit..cit.. suara anak burung gereja berdecit samar. Sarang burung seakan dekat dan bertengger pada pepohonan. Garis sinar tampak menembus atap.

Mata rasa perlahan terbuka, ujung kelopaknya masih basah oleh air mata. Dia masih terlentang bebas, memunggungi kasur. Kaki masih terasa hangat oleh selimut tebal berwana merah muda. Membentang sampai atas pinggang. Baca lebih lanjut

[Ternyata] Kita Belum Pernah Terbit


“Apakah gerangan yang akan terjadi, Rama?” kepala desa yang duduk agak di belakang orang tua itu bertanya.

“Bulan purnama begini. Semua indah. Hanya anjing-anjing pada menangis. Bulan itu takkan menanggapi mereka. Sejak dahulu pun tidak. Tapi bulan penuh, menua dan hilang. Bulan purnama sekarang, tapi bukan bulan purnama untuk kalian. Untuk kita. Kita sedang tenggelam.”

Kita belum pernah tenggelam, Rama,” protes seorang gadis di tengah-tengah hadirin.

Kau belum pernah tenggelam, gadis. Kau pun belum pernah terbit. Kita-kita pernah terbit, dan sekarang sedang tenggelam. Lihat, sebagai bayi aku dilahirkan di sini. Kalian semua belum lagi lahir. Hutan dan alang-alang masih berjabat-jabatan. Sawah belum ada. Hanya huma, gadis. …..”

Potongan pembicaraan Rama Cluring dengan rakyat awis krambil dalam novel sejarah yang ditulis pramoedya berjudul Arus Balik.

 

Sejenak terhenyak kata-kata “Kau belum pernah tenggelam”. Baca lebih lanjut