Setelah kurang lebih seminggu terisolir dari dunia luar akhirnya kembali lagi menapaki dunia sesungguhnya,,yaps selama seminggu dikarantina di gunung sana tibalah saatnya turun gunung,,mencoba mengupdate apa yang terjadi di dunia,,ternyata banyak banget yang udah terjadi ya selama seminggu itu,,tapi bukan itu yang mau dibahas disini setidaknya bukan postingan yang ini, mungkin berikutnya.
Postingan kali ini berisi tentang cerita, ya hanya cerita tentang hari ini,,jadi hari ini ngapain aja??
Ceritanya, semalam saya diajak buat nonton bareng anak2 fisika, ya bisa ditebak lah orang2nya siapa aja (Wtg, Rvw, Fm, ,Ceuwin, Y2t, Ryni, Kitbang, melceu), nah berhubung sudah lama gk nonton akhirnya hayuu kita nonton,,Akhirnya, ditetapkanlah Senin 9 Juni 2008 (hari ini ) pkl 14.00 bertempat di salah satu bioskop di kota Bandung kami menonton sebuah film yang baru rilis. Nah, Film apa yang kami tonton??
Film yang dipilih oleh si pengajak dan diikuti oleh yang lain adalah sebuah film bertema religi (wah lagi in nih, mendinglah daripada film bertema cinta ato hantu yang gk jelas) yang berjudul : ” Mengaku Nabi : Sesat”.
Film yang dibintangi oleh Ray Sahetapy dan beberapa aktris and aktor lain (ada Ihsan Indonesian Idol loh,,) adalah pengantar/bekal pengetahuan atas isu yang sedang marak terjadi yaitu ajaran sesat (termasuk lagi rame2 nya Ahmadiyah juga), nah dikisahkan di suatu desa ada padepokan yang dipimpin oleh seseorang yang bernama Samir, nah dia mengaku sebagai nabi utusan Allah yang akan membebaskan umat, menebus dosanya, mengampuni dosanya bahkan menjamin masuk syurga pengikut2(salah satu scene dalam film ada yang menyatakan masalaha sertifikat jaminan masuk syurga,, hahaha ada2 aja deh), penduduk desa yang notabene kurang dalam pendidikan ya manut2 aja apalagi ada embel2 pengahpusan dosa, jaminan masuk syurga, hmm siapa yang gk tergiur coba.Selain penduduk desa terdapat juga kalangan ber”pendidikan”, pejabat, artis, dan juga mahasiswa (yang jadi sudut pandang ceritanya ya tokoh mahasiswa/i ini), selain masalah agama juga nyangkut2 masalah politis, kekuasaan, dimana Guru Samir itu jadi Calon Wakil Gubernur. Dibalik semua yng guru Samir perlihatkan ternyata sangat banyak yang menyimpang (y iyalah, mengaku Nabi aja udah amat sangat menyimpang dari Islam) akhirnya penduduk desa setempat membakar tempat berkumpul para pengikutnya sampai hancur dan sang guru pun diberitakan tewas. Secara mengejutkan, ternyata dia hidup lagi (woow magic) dan melanjutkan “aktifitasnya” hingga pada akhirnya kebenaran akan jatidiri si guru tersebut terkuak, dan diakhiri dengan terbunuhnya si guru tersebut.
Ringkasnya seperti itu lah,,walaupun pasti bingung bacanya hehe
Kalau mau lengkap silakan Anda nonton sendiri film nya. Mengenai alur cerita, agak mundur-maju-mundur-maju,, yah cerna sendiri aja lah ya.Nah , jadi apa yang bisa diambil dari apa yang saya ceritakan hari ini??
Berkaitan dengan fenomena yang terjadi di Indonesia tentang ajaran sesat, ternyata mudah banget ya rakyat Indonesia terpengaruh, contohnya saja, masalaha Ahmadiyah (lagi In nih beritanya), mereka mengaku Ghulam Ahmad sebagai Nabi setelah Rosulullah Muhammad SAW, padahal jelas2 dalam Al Quran bahwa Rosulullah itu adalah penutup para Nabi, jadi gk ada lagi Nabi setelah itu. Tidak hanya masalah Ahmadiyah, seperti beberapa waktu lalu ada yang menyatakan diri sebagai Nabi Isa, ada juga sebagai Malaikat Jibril dan lainnya. Masyarakat tidak hanya dari golongan yang kurang tapi yang berpendidikan pun dapat dengan mudah terbuai hanya dengan iming2 penyucian dosa ataupun jaminan masuk Syurga langsung!Bahkan ada yang menawarkan,paket2 tertentu untuk masuk Syurga (mau masuk Syurga kok kayak obral gt sih,,). .Satu hal dalam film ini yang gk bgitu sreg, saat adegan pembakaran padepokannya, hmm kesannya gmana gitu, bukannya berusaha mengembalikan mereka pada syariat Islam yang benar sesuai dengan yang dibawa Rosulullah SAW, malah pengikutnya dibakar hidup2, ada yang sudah keluar ruangannya dalam keadaan sehat malah dipukuli dan dibakar secara sengaja(hee serasa adegan awal bulan main pukul2an), ,dengan cara dan tindakan seperti itu meskipun atas nama Islam, tapi tetap saja tidak benar. Selain itu tidak menutup kemungkinan ketika aksi pembakaran terjadi, ada syaitan2 yang mendampingi dan merasuki sehingga tindakan yang dilakukan benar2 diluar kendali (Nah lo, hwa nafsu yang main klo gitu)
Astagfirullah, dengan mudahnya terbujuk oleh perkataan2 syaitan dan aqidah tergadaikan. Keimanan dan Keislaman itu ternyata harganya mahal sekalinya mendapatkan harus dijaga dengan baik dan sungguh2 agar nikmat itu tidak hilang. Jagalah diri dan keimanan agar tidak hilang. Islam itu agama yang suci dan satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT. Maka, ketika ada orang-orang yang memanfaatkan untuk kesenangan pribadi dan kekuasaan Allah SWT akan mengirimkan balasan-Nya.
Tanggapan