Rumah Untukmu

senja merona merah
resap hangatkan tubuh
ingatkanku pada
peluk mu yang selalu ada

bagai hembusan angin
sejuk dan segarkan
jiwa yang telah lama
sepi dari cinta

insan bumi tau kau lah yang terindah di hati sang pujangga
warnai hari hari resah, yang kini lebur berwana
dan kelak kau kan dapati dunia disisimu dan jika kau tak sanggup
hilang lah dan dantang kembali disini

aku kan slalu ada
ada dan slalu ada
menjadi rumah untukmu pulang kembali
rumah sederhana
rapuh dan lemah
beratap bintang, beratap ilalang, beralaskan udara
tapi semua indah

Lingkaran

cerminaku tau ini bukan hal yang baik untuk dibicarakan, tapi apa daya, aku tak tau harus berbicara dengan siapa. aku seperti berdiri di depan cermin kusam, persis seperti aku tampak sebagai gambaran yang tertera dan terpantul sebagai bayangan. aku yang tak tau harus berbicara apa pada diriku sendiri, satu hal yang aku miliki saat ini hanya sebuah keyakinan dimana tak ada harapan dikeyakinan itu. jika kau sedang berdiri diposisiku aku akan bertanya apa yang kau lakukan? , apa bisa kau bergerak diantara dilema pelik yang kau hadapi? ,dan bayangan yang ku sebut itu diriku tidak bisa menjawabnya. aku mungkin bisa saja melarikan diri dari apa yang kuhadapi sekarang tapi aku tidak terbiasa seperti itu, ada dua perasaan manusia yang sedang aku pikirkan, keduanya sama sama wanita. Baca lebih lanjut