Kumpulan Soal-soal Ujian Defisiensi Jurusan Fisika S2 UGM

Alhamdulillah, sudah ada sahabat yang telah menscan beberapa soal-soal ujian defisiensi fisika S2, silahkan diunduh melalui link berikut ini. Pengalaman dari tahun ke tahun soalnya tidak akan jauh berbeda.

Tahun lalu saya lulus dua mata kulah defisiensi dengan persiapan yang sangat terbatas karena ketidaktahuan saya akan dites lagi, tanggal tes yang mendadak tanpa ada pengumuman secara online dan saya juga tidak punya soal2 tahun lalu. Saya yakin jika anda mempersiapkannya dari jauh-jauh hari, anda akan lebih mudah mengerjakan dan bisa lulus semua.

Ujian defisiensi adalah ujian yang dilakukan oleh jurusan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan kita akan mata kuliah yang pernah diambil saat kuliah S1. Ujian defisiensi terdiri dari 7 mata kuliah yaitu:
1. Pengantar Elektronika
2. Pengantar Fisika Matematika
3. Pengantar Mekanika Klasik
4. Pengantar Geofisika
5. Pengantar Mekanika Kuantum
6. Pengantar Fisika Zat Padat
7. Pengantar Elektrodinamika

Masing-masing minat mewajibkan mahasiswa untuk lulus pada beberapa mata kuliah defisiensi. Contohnya seperti saya yang memilih minat material, maka saya diwajibkan untuk lulus pada semua mata kuliah defisiensi di atas terkecuali pengantar geofisika.

Jika tidak lulus maka kita wajib mengikuti kuliah defisiensi bersamaan dengan kuliah reguler. Contoh:
Saya memiliki jatah 20 sks untuk semester 1, sedangkan saya tidak lulus 2 mata kulah defisiensi yang berjumlah 5 sks, maka pada semester satu saya mengambil 5 mata kuliah defisiensi dan 15 mata kuliah reguler yang ditawarkan.

Biaya mata kuliah defisiensi adalah Rp. 200.000,00/sks. Mahal kan? 🙂
Maka dari itu usahakan sepenuh hati dan usaha untuk lulus, minimal bisa meringankan beban orang tua. 🙂

Beberapa contoh soal ujian mata kuliah defisiensi bisa diunduh melalui link berikut ini:

https://drive.google.com/open?id=0B71QgiGi87noUXZtdldCMWZyMWc

Jika link tidak dapat diakses, ada soal2 defisiensi baru, atau ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan comment di kolom bawah, terimakasih 🙂

Sapa

Hey,,

Lama tak tulis-tulis di blog ni, 
Ok mumpung lg ada semangat buat nulis. 

Impian, setidaknya itu yang bisa kita harapkan ketika kita benar-benar lemah motivasinya. Seperti halnya saya, ada beberapa teman di S2 UGM ini yang punya keinginan melanjutkan studinya di negeri Jepang sana. Ada sahabat saya yang ingin lanjut ke Nagoya dan Tohoku, saya sendiri ingin ke Kyoto. Hmm,, 

Sebenarnya perlu ada perhitungan sendiri jika mau lanjut ke S3, bismillah,, semoga bisa menikah dulu.

Pembimbing Thesis

Hari sabtu itu tertanggal 9 November, sama dengan hari-hari sebelumnya, Kota ini selalu cerah di pagi hari. Sayapun melewati beberapa motor di parkiran kampus dengan langkah tenang sambil menikmati udara yang cukup bersih untuk seukuran kota. Hari ini aku ada kuliah pengganti. Tak disangka ternyata kelas sebelah ada kuliah yang diampu oleh Pak Kuwat. Beliau adalah dosen yang super sibuk, namun sangat inspiratif dan saya ingin sekali jadi salah satu mahasiswa bimbingannya.

Jam menunjukkan pukul 13.10 waktu aku meninggalkan ruang kuliah. Sayapun bertanya kepada sahabat yang kuliah di ruang sebelah, ternyata kuliahnya berakhir jam 12. “Yah,, alamat nih, gak ketemu.” gumanku. Setelah sholat dhuhur, akupun menuju parkir motor untuk pulang. Tapi, tidak ada salahnya mencoba menyambangi kantor beliau, selintas muncul di pikiranku. Akupun menuju kantor beliau dan alhamdulillah beliau ada dan sangat senang menerima kedatangan saya. Deal,, akhirnya saya diberikan tema yang bisa saya arahkan menuju pembuatan solar cell. Alhamdulillah,, sesuai dengan keinginan saya, saya ingin berkarya di bidang energi terbarukan.

Hari kamis 14 November, aku berkendara bersama sahabatu, mas fahri, menuju lab di LPPT, tempat di mana sebagian mahasiswa Pak Kuwat melakukan riset. Di sana saya bertemu dengan dosen pengantar elektronika yang baru tahun ini mengajar di UGM karena baru pulang dari Jepang, namanya Pak Ahmad Kusumaatmaja. Alhamdulillah kami dikelompokkan oleh Pak Kuwat untuk meneliti karakteristik sifat thermoelektrik pada polyaniline. Yap,,  saya senang bukan main karena riset ini bisa saya arahkan pada bidang energi juga, material thermoelektrik, dari dulu saya ingin membuat riset tentang ini di ITB, apadaya saya malah kuliah di UGM. Hehe,,, 🙂 Alhamdulillah, tinggal sekarang bagaimana saya bisa melakukan rencana riset ini. Insya Allah bisa lanjut S3 di Jepang, Aamiin

Menjadi Guru

4_taare-zameen-parAda banyak suka duka dalam menjalani sebuah profesi, tentunya tidak lain dengan profesi guru. Di mana Indonesia saat ini membutuhkan sistem pendidikan yang lebih baik demi menelurkan generasi pemenang di masa depan. Karena di saat kita tua nanti, merekalah yang akan memimpin bangsa ini.

Seperti profesi lainnya, guru membutuhkan sesuatu yang lebih dari sebuah kualitas kerja, sesuatu itu datang dari hati. Profesi membutuhkan kebulatan tekad, hati yang utuh tidak setengah-setengah dan niat yang baik. Guru bukan hanya dituntut untuk mengajar mata pelajaran tertentu melainkan pula dituntut untuk mendidik generasi muda.

Apa yang ingin saya sampaikan saat ini adalah saya merasa bersalah. Ketika menjadi guru privat dan guru di bimbel, baik di masa-masa S1 maupun sehabis itu, saya merasa tujuan saya masih salah. Saya mengajar karena panggilan perut, bukan panggilan jiwa. Tentu mengenai ada pro dan kontra. Munafik jika kita mengatakan tidak membutuhkan uang, namun seharusnya bukan itu yang diutamakan. Saya merasa masih belum bisa konsisten menjaga niat sampai saat ini, hingga akhirnya saya memutuskan untuk berhenti mengajar, baik mengajar privat maupun bimbel sampai saat tulisan ini dibuat. Saya merasa bersalah dan belum berani lagi berdiri di depan para siswa.

Sebagaimana seorang laki-laki tentunya ego itu berperan besar dalam kehidupannya. Saya menginginkan banyak hal dalam hidup. Ada banyak goal yang harus saya capai tahun ini, tahun depan, lusa, bahkan sampai usia senja. Salah satunya adalah memajukan pendidikan Indonesia. Saya mulai bisa memahami diri sendiri dan saya tentu tidak mau membohongi diri saya sendiri. Saya tidak ingin menjadi guru sekolah, baik itu SD, SMP maupun SMA. Tapi keinginan memajukan pendidikan di Indonesia itu sangatlah besar. Saya yakin dengan apa yang saya jalani saat ini saya mampu mencapainya.

Impian saya di saat umur saya 35 tahu, saya berdiri di depan kelas sebuah sekolah menengah atas. Bukan sebagai seorang guru sekolah, namun sebagai guru saja. Saya tidak akan mengajarkan Fisika saat itu, tapi saya ingin mengajarkan bagaimana melangkah di usia muda, bagaimana belajar memahami diri sendiri, belajar menggantungkan cita-cita, belajar bangkit setelah badai berkali-kali menerpa, belajar meyakini kecerahan masa depan dan belajar untuk tetap tidak menyerah.

Saya ingin menjadi seorang guru.

Lembar semangat 2

Kau bisa berpegangan padaku, jika itu bisa membantumu mencapai impian

Buang kekhawatiranmu dan lanjutkan hidupmu

Jangan cemas, karna harga diriku sangat tinggi

Aku sudah pernah hidup melalui berbagai kesenangan dan penderitaan

Aku bangga menunjukkan punggungku dan tersenyum

 

Aku ingin percaya pada diriku sendiri

Aku tahu siapa musuhku dan aku yakin bisa menang

Karena aku adalah musuhku sendiri

 

 

Sepenggal Kisah dari Kampus Biru

Alhamdulillah, setelah mendapatkan keputusan di bulan Juli, atau Juni ya? 🙂 #lupa, saya langsung bergegas menata hati, pikiran dan impian untuk menyesuaikan ritme baru. Ritme baru ini adalah kehidupan mahasiswa S2 Ilmu Fisika UGM. Dari mulai tes defisiensi sampai angkut barang ke kota Budaya Yogyakarta. Alhamdulillah, tidak ada kendala besar yang menggalaukan #halah,,,

Ok,, di sini saya akan berbagi mengenai kehidupan saya sendiri sebagai mahasiswa pascasarjana di kampus UGM, semoga bisa menjadi pengetahuan dan pelajaran bagi teman-teman yang hendak mengambil kuliah S2, khususnya di bidang Keilmuan Fisika UGM. Kita mulai dari hal yang paling awal.

JADWAL Penerimaan Mahasiswa S2 UGM

Penting sekali untuk memperhitungkan waktu, jadwalkan dengan seksama bagaimana kehidupan anda akan berjalan. Terutama bagi mahasiswa S1 yang akan mengambil S2 di UGM. Anda tidak harus wisuda dulu untuk dapat mendaftar S2. Cukup lengkapi berkas anda dengan surat keterangan lulus, lebih baik lagi jika dilampirkan surat khusus dari Kaprodi atau Kajur yang menerangkan bahwa anda sudah lulus dan pantas diterima sebagai mahasiswa S2 (suport untuk surat rekomendasi). Untuk Syarat2nya kita bahas nanti. Jadwal penerimaan mahasiswa bisa dipantau langsung pada website berikut ini:

UM UGM

Nah dengan website tersebut anda bisa melihat jadwal penerimaan S2 UGM, perhatikan jadwal gelombang2nya, hal ini sangat penting jika anda juga apply beasiswa. Baik itu BPPDN maupun LPDP.

BIAYA Pendidikan

Ehm,, topik sensitif ini. Silahkan lihat langsung di sini:

Biaya Studi

Nah, bagi anda yang menginginkan beasiswa, berikut ada dua beasiswa yang saya rekomendasikan:

BPPDN

LPDP

TES Bahasa Inggris dan Potensi Akademik

Jika anda memiliki sertifikat TOEFL dan TPA seperti saya, maka anda beruntung, anda tidak perlu mengikuti tes yang diadakan oleh pihak universitas. Tapi perhatikan, tidak semua sertifikat TOEFL bisa diterima, sertifikat toefl yang bisa diterima hanya yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga di bawah Kementrian Pendidikan. Simplenya begini, jika sertifikat anda dikeluarkan oleh pusat studi/bahasa di bawah Universitas Negeri, maka sertifikat anda diakui. Namun jika sertifikat anda dikeluarkan oleh lembaga swasta (walaupun sertifikat berlabel ETS), maka sertifikat anda tidak diakui oleh pihak UGM dan tentu saja anda wajib mengikuti tes yang diselenggarakan oleh UGM. Untuk TPA, yang dikui adalah Tes TPA OTTO BAPPENAS.

TES Defisiensi

Tes defisiensi adalah tes yang digunakan untuk mengetahui seberapa tingkat pengetahuan anda mengenai bidang anda sendiri. Di beberapa Univ lain seperti UNY, tes ini biasa disebut tes matrikulasi dan dilakukan jauh sebelum perkuliahan semester awal dimulai (mohon koreksinya jika saya salah). Nah jika anda tidak lulus tes ini, maka anda diwajibkan untuk mengikuti kuliah defisiensi/matrikulasi. Jika di UNY kuliah ini dimulai bulan April/Juni.

Untuk UGM, khususnya Ilmu Fisika, tes defisiensi dilakukan pada bulan Agustus (akhir), jadi persiapkan dengan baik ya 🙂 . Kuliah defisiensinya dilakukan bersamaan dengan kuliah S2. Biayanya adalah Rp. 200k/sks. Jika anda tidak lulus semua mata kuliah defisiensi, maka anda harus mengikuti perkuliahannya, dan jatah sks S2 anda akan berkurang. Maksudnya, jika anda diberi 20 sks untuk semester 1 dan anda punya beban kuliah defisiensi 7 sks (contohnya), maka anda hanya bisa menggunakan 13 sks sisanya untuk mata kuliah S2 yang ditawarkan oleh jurusan. Paham ya? kalau tidak paham silahkan komen di bawah.

Nah tes defisiensinya apa saja? kalau ini saya hanya bisa menjawab untuk jurusan Ilmu Fisika. Saya sudah buatkan artikel tentang tes defisiensi pada blog ini, anda bisa mendownload hasil scan soal-soal defisiensi tahun lalu sebagai bahan belajar:

soal tes defisiensi

KOS

Ok,,, jika anda telah diterima sebagai mahasiwa pascasarjana UGM, selamat, anda termasuk orang-orang terpilih dan sekaligus mengemban amanah untuk memajukan Bangsa ini #Halah,,. Pada saat anda menerima pengumuman S2, anda akan kesulitan mencari kos-kosan. Kenapa? karena kosnya sudah banyak terisi oleh mahasiswa S1. Jika anda mengambil kos di dekat kampus, konsekuensinya uang anda akan banyak berkurang. Kisaran harga untuk kos di dekat kampus itu minimal Rp. 250k/bulan (layak huni). Kalau saya sendiri kos di jakal km 7,8, cari yang murah, tenang dan dekat dengan warga, harganya Rp. 200k/bulan.

Tips cari kos:

1. Jika anda sudah punya teman S2, apalagi yang satu jurusan dengan anda, yang sudah memiliki kos, maka usahakan ambil kamar kos yang sama dengannya. Keuntungannya, anda bisa belajar bersama dan tidak bersusah payah melanglang buana untuk mencari kos.

2. Masjid. Khusus untuk kaum muslim, perhatikan ini, anda harus mencari kos yang dekat dengan masjid. Minimal suara adzannya bisa terdengar dengan jelas. Keuntungannya anda akan tahu betul waktu sholat dan ringan langkahnya menuju masjid. Jelas ya?? Wajib nih wajib bro solat mah,, Kalau bisa sukses dunia akhirat, ngapain ente nyari sukses di dunia doang. Paling 60 tahun umurnya. Akhirat kekal masbro.. next

3. Kosongan atau Isi. Nah ini uniknya, kalau di kota Solo dan Bandung, setau ane si semua kos itu sudah disediakan kasur bantal beserta almari. Nah kalau di Jogja sob, itu ada dua macamnya. Kalau kos isi, maka ada isinya, kasur dan almari. Kalau kosnya kosongan, maka isinya cuma “harapan dan impian” aja. Ehehe 😀

4. Jarak. Perhatikan jarak antara kos dan kampus, terutama bagi bro-bro yang berpotensi untuk telat #jiah,,,. S2 sob, jangat telat ya,, malu tu ama titel ente.

5. Lingkungan. Perhatikan juga lingkungan di sekitar calon kos anda, apakah bising ataukah tidak aman? kok pilihannya gak enak semua ya, ehehe 🙂 . Kalau kos saya sendiri berada di wilayah warga, jadi aman dan hening, oleh karna itu ada dua dosen yang sedang menempuh S3 yang kos bersama saya.

SAMBILAN

Sembari anda mengambil S2 di kota Jogja ini, manfaatkan waktu dengan baik. Anda bisa bekerja menjadi tentor, ambil kursus, atau aktif di organisasi. He?? Organisasi?? Ya, di UGM sendiri ada Himpunan Mahasiswa Pascasarjana yang bisa menampung energi para mantan aktifis di S1. Saya sendiri mengikuti kursus Bahasa Jepang karena memang saya bercita-cita untuk melanjutkan studi di Jepang. Jika anda berminat mengikuti kurusus Bahasa Jepang, anda bisa mendaftar di Pusat Budaya Jepang. Atau les bahasa Jerman di Pusat Studi Jerman.

Jadi, sesuaikan aktifitas anda saat ini dengan impian anda. Set your dreams, jangan takut bermimpi, bermimpi itu tidak bayar. Ehehe 🙂

Ya, itulah kegiatan saya saat ini, kuliah, kursus, kos. Alhamdulillah masih 3 tempat ini, insya Allah kepingin juga membenarkan bacaan Al-Qur’an. Oh iya, seperti kata dosen mata kuliah Mekanika Klasik saya, bahwa kuliah S2 itu hanya menyediakan 1/3 ilmu yang seharusnya anda kuasai. Dengan kata lain, 2/3 ilmunya harus anda pelajari di kos/rumah. Jadi, jangan malas belajar ya,, ehehe 🙂

Jika memang anda sulit membaca ebook di komputer seperti saya, anda bisa mencetak ebook di tempat fotocopy di sekitar kampus. Rekomendasi saya, cobalah cetak ebook anda di Pandu, sebelah timur F. Teknik UNY. Print dengan kertas buku, ini akan membuat buku anda menjadi lebih ringan dibandingkan dengan buku kertas hvs biasa.

Ok Sejauh ini yang bisa saya bagikan, jika ada hal yang ditanyakan silahkan, nanti saya buatkan artikel tentang minat-minat atau bidang-bidang yang ada di S2 Ilmu Fisika UGM.

Selembar Semangat

Every time I look up to the sky after the rain

I think back to when I was a crybaby

I was chasing somebody’s back blindly

Thingking “I want to be stronger”

The word “thank you” has faded into the wind now

Am I getting stronger?

I don’t know the answer yet

That’s why I’ll keep walking ahead

So let’s go

Without stopping

Without giving up to the flow of the time

I’ll keep getting back up

Because I don’t want to lose something precious

The voice inside me keeps sustaining me

Wicked rain will get in my way

But I won’t walk away

Dreamer 2

Tulisan kali ini aku beri judul Dreamer 2, sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti Pemimpi ke-2.  Ini adalah langkah awalku menjejaki sebuah episode baru dalam hidup. Ya, episode baru ini akan menghiasi perjalanan hidupku menempuh studi strata 2 (S2). Sebuah episode yang tidak pernah terpikirkan olehku 3 tahun lalu.

Semenjak saat itu, semua mimpiku berubah drastis, lembaran-lembaran kertas penuh coretan tinta itu sudah lama aku bakar di dalam kamar sempit berukuran 3×3. Semuanya terasa berbeda saat itu, saat di mana aku berdiri di malam hari sambil melihat bintang yang bertebaran, rasanya mereka membentuk formasi yang tidak pernah aku lihat, serta awan-awan itu bergerak tidak beraturan. Kebingungan ini terus berlalu sampai aku menemukan sebuah perahu kertas kecil yang didalamnya ada sebuah tulisan berjudulkan “mimpi”. Ah,, mimpi-mimpiku baru saja aku musnahkan.

Pulau itu sudah lama aku tinggalkan dengan sebuah perahu kecil bernama dreamer 1. Perahu kecil yang kupaksakan untuk berlabuh jauh di negeri pajajaran. Namun takdir membawaku berlabuh di pulau yang tidak pernah aku duga. Kota Jogjakarta, sebuah kota yang akan menjadi tempat berpetualangku selanjutnya. Disinilah akan kubuat perahu yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih indah dari sebelumnya, untuk berlayar jauh ke negeri matahari terbit yang jauh di sana.

Bila awan mampu kembali muncul di atas samudra setelah berarak dan menghilang di kejauhan, mungkin cinta juga mampu kembali muncul dalam wujud yang baru. Dan mungkin, sepasang mata yang teduh itu ada di kota ini.

Blue_Dock_by_dimage

Idealisme Perkumpulan Guru Mata Pelajaran

Perubahan zaman yang dinamis membuat beberapa pengajar tidak bisa mengikuti perkembangan pola pikir anak didiknya. Kesulitan-kesulitan yang timbul akibat adanya perubahan ini salah satunya adalah mencari model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan anak didiknya. Tentu model pembelajaran yang diadakan di sekolah “kaya” berbeda dengan sekolah “miskin”, hal ini dipengaruhi pula dengan pendekatan yang digunakan. Pula halnya dengan model yang diadakan di tanah Papua akan berbeda dengan model yang diadakan di tanah Jawa, dikarenakan pendekatan budaya yang digunakan.

Dinamisme yang timbul dalam dunia pendidikan ini membutuhkan tindakan yang juga dinamis. Guru harus selalu belajar agar pendidikan menjadi semakin membaik. Oleh karena itulah kelompok belajar/diskusi guru sangat diperlukan. Kita menyebutnya dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Ide saya di sini adalah menghadirkan dosen pendidikan dalam diskusi ini. Dosen cukup meluangkan waktunya seminggu sekali contoh di hari minggu untuk berdiskusi dengan guru-guru mata pelajaran tertentu di suatu kecamatan yang difasilitasi oleh UPTD kecamatan masing-masing. Jika diskusi ini bisa terselenggara minimal sebulan dua kali, maka hal ini sedikit-demi-sedikit akan meningkatkan kualitas pembelajaran para guru. Keuntungan lainnya adalah dosen bisa melihat dengan jelas problem-problem yang terjadi di lapangan, sehingga para dosen bisa membuat penelitian untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Penelitian pendidikan akan melahirkan model-model yang khas dengan pendekatan kedaerahan.

Sebagai guru, kita harus berusaha agar generasi muda saat ini tidak mengikuti sisi negatif generasi sebelumnya. Indonesia butuh perbaikan, hal ini harus dimulai dari diri kita sendiri. Alangkah malunya seorang ayah yang membuang sampah sembarangan sedangkan putranya membuang sampah di tempatnya. Model generasi yang baik harus diciptakan di sekolah.

Perjalanan 360km

IMG_20130310_181728

Sore itu, 10 Januari 2013, aku mulai menempati kamar kos berukuran 3x2m di kota Bandung. Kamar kosku berada di lantai dua, lantainya terbuat dari papan kayu tebal yang dilapisi tikar plastik bermotif marmer. Sebagian dindingnya terbuat dari triplek yang disusun seperti dinding kemudian dicat berwarna putih. Karena dindingnya terbuat dari triplek, maka akan terasa sangat dingin di pagi buta, dan saat itu adalah waktu yang sangat berat untuk mengangkat selimutku. Sebuah jendela yang menghadap ke arah selatan itu memberikan pemandangan sebagian jalan layang Pasopati. Dari sini aku bisa melihat lampu-lampu jalan yang berwarna kuning kemerahan di malam hari dan melihat merahnya langit di kala senja.

Hari itu aku mulai menyiapkan diri untuk mewujudkan rencanaku satu demi satu. Mulai dari menyiapkan berkas lamaran pekerjaan sampai dengan menyiapkan berkas untuk melamar program magister Fisika ITB. Pendaftaran magister ITB masih sebulan lagi dan kuliahnya masih 6 bulan lagi, jadi aku mengisi jeda waktu itu dengan bekerja dan mempelajari banyak hal di kota ini. Tujuanku merantau kemari adalah untuk melanjutkan studiku, belajar di sebuah institusi yang populer di kalangan saintis dan engineer.  Aku ingin mempelajari Fisika murni, khususnya pada bagian material thermoelektrik.

Pada malam itu hujan gerimis turun membasahi tanah kota Bandung. Ini adalah malam pertama aku tidur di kos baru, hawa dingin khas pegunungan mulai terasa semakin menusuk-nusuk daging. Tidak kusangka Bandung sedingin ini, selimut tipis yang kubawa masih belum cukup terasa hangat, sehingga aku menambahkan jaket dan sarung agar aku dapat tidur malam itu. Di pagi harinya, gerimis masih turun dan suhu kota Bandung berada pada titik terendah. Akupun semakin menggigil kedinginan setelah melakukan sholat subuh.

 

Pagi itu tanggal 18 Februari 2013 jam 8.30 pagi, setelah melengkapi data pendaftaran online, aku berangkat menuju BNI untuk membayar uang pendaftaran magister sebesar 400rb dan uang untuk ujian TPA sebesar 325rb. Alhamdulillah petugas Banknya membantu dengan sangat baik. Setelah itu aku melengkapi berkas pendaftaran ITB untuk kemudian diserahkan di gedung Annex.

 

Pagi hari di tanggal 1 Maret 2013, aku berangkat menuju kampus ITB untuk mengambil hasil tes ELPT ITB (sejenis tes kemampuan Bahasa Inggris) yang dilakukan seminggu lalu. Kampus ini memiliki banyak pohon besar dan tinggi, sama seperti UNS, hanyasaja secara keseluruhan kampus UNS lebih hijau. Di lapangan basket ada beberapa mahasiswa yang bermain basket setengah lapangan. Di samping lapangan ada beberapa mahasiswa yang sekedar menyaksikan temannya bermain basket sambil bercakap-cakap satu sama lain. Di kampus ini, mayoritas mahasiswanya berpenampilan kasual, kebanyakan memakai kaus dan jeans. Ada sebagian dari mereka yang menggunakan baju namun tetap dengan bawahan jeans, sangat berbeda dengan kampus FKIP UNS yang mahasiswanya dituntut berpenampilan “guru”. Alhamdulillah hasil tes ELPT ITB tidak mengecewakan. Setelah semua berkas terkumpul, maka aku pergi ke gedung annex untuk menyerahkan berkas lamaran.

 

Hari ini, 13 April 2013, esok hari aku harus melalui satu tes lagi untuk melengkapi berkas lamaran s2, yaitu tes potensi akademik. Malam itu hujan gerimis membasahi jalan-jalan di kota Bandung. Sepulang mengajar, aku mengendarai motor selama setengah jam melawan dinginnya hawa kota Bandung saat hujan. Setibanya di kos, aku langsung mencari makan malam untuk menyembuhkan lapar yang sedari tadi sudah sangat terasa bersama seorang kawan. Di warung makan, aku mendapat sms dari teman yang juga mendaftar di magister Fisika ITB bahwa dia mendapatkan email penolakan dari ketua prodi magister Fisika ITB dan dianjurkan untuk mendaftar di magister pengajaran Fisika. Melalui sms tersebut, teman saya menanyakan apakah aku juga mendapatkan email yang sama.

Sepulang dari warung aku langsung membuka email, dan ternyata aku juga mendapat email yang sama. Bahwasanya aku belum bisa diterima di magister Fisika ITB, lamaran s2ku ditolak. Ada rasa kecewa dan marah yang tidak kecil dalam hatiku. Pengumuman ini diberikan sehari sebelum aku menjalani tes TPA, dengan kata lain, aku sudah ditolak sebelum tes.

Impian untuk melanjutkan studi di ITB adalah inspirasiku menjalani dua tahun terakhir di kampus FKIP UNS. Di kala kecewa menemani hari-hari selama kuliahku di UNS, impian ini bagaikan lilin kecil yang tidak pernah kubiarkan padam. Apadayaku, orang tua tidak merestuiku kuliah s1 di tempat lain.

Aku tidak pernah punya keinginan untuk melanjutkan studi di bidang pendidikan. Aku juga tidak pernah memikirkan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi lain. Penantianku selama lebih dari 5 tahun dan perjalanan 360km yang aku lakukan, terpaksa berhenti di sini. Saat ini, aku tidak tau harus kemana lagi setelah ini.

02.04 AM, di heningnya malam kota Bandung.
-Anjar Taufik Hidayat-

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai