Pekerjaanku?

Pernahkah anda berfikir pekerjaan apa yang paling menyenangkan bagi kita?
Banyak orang hanya terpaku pada materi atau imbalan yang diberikan dari sebuah pekerjaan tanpa terlalu memikirkan apakah memang sesuai yang diinginkan?

Banyak sekali dari kita beranggapan gaji yang besar sebagai faktor utama seseorang bahagia menjalani pekerjaannya. Akan tetapi bukan hal tersebut yang membuat seseorang merasa bahagia dengan pekerjaan yang dimiliki. Faktor yang seringkali menentukan seseorang berbahagia adalah pekerjaan tersebut dijalani dengan sepenuh hati.
Kita bisa melihat seorang petani yang tiap hari harus telaten untuk merawat tanamannya membutuhkan ketekunan yang tinggi. sejak pagi Ia harus bekerja penuh dengan semangat untuk menjaga agar hasil yang ditanam kelak dapat dipanen hasilnya. kesungguhan seorang petani memberikan sebuah pesan bahwa tidak ada yang mudah dalam setiap pekerjaan yang kita geluti.
Saat ini populer sebutan kata passion. Passion sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana bidang pekerjaan yang ditekuni sesuai dengan minat dan keinginannya. Melalui passion seseorang memiliki semangat dan gairah untuk melakukan pekerjaanya.
Beribu cara dilakukan seseorang untuk memperoleh kebahagiaan. hal ini juga berkaitan dengan segala upaya manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan itu sendiri. seseorang bekerja keras mengumpulkan uang atau harta salah satunya adalah untuk memperoleh kebahagiaan. Begitu juga dengan segala aktivitas kita hendaknya memang didasarkan pada kemauan hati nurani. Hampir sama dalam memilih sebuah bidang pekerjaan harus tetap didasarkan pada keinginan atau motivasi yang dimilikinya.
Setiap orang memiliki pandangan dan kapasitas yang berbeda-beda. maka jangan sampai Anda terjebak pada pekerjaan yang memberikan nilai materi yang berlimpah tetapi ternyata dalam menjalankannya tidak merasakan kebahagiaan di dalamnya.

Tentulah pekerjaan impian adalah pekerjaan yang memberikan tambahan semangat dan perbaikan bagi diri kita.
tak perlulah kita harus menyamakan diri dengan orang lain hanya karena pekerjaan yang dijalani tersebut terdapat prestise yang tinggi atau menjanjikan gaji yang tinggi. Masing-masing dari kita memiliki keunikan dan kemampuan yang relatif berbeda. Memiliki motivasi serta keinginan yang berbeda pula. Maka dari itu sebelum terlambat segera tentukan apakah kiranya pekerjaan yang memberikan rasa kebahagiaan dan kebaikan bagi kita?

Bahagaia Tuh Disini..

berbicara tentang bahagia masing-masing orang memiliki definisinya sendiri. Kalau menurutmu bahagia itu apa?
kalau menurut saya bahagia itu adalah melihat kebahagiaan orang-orang disekeliling kita. melihat senyuman, canda tawa mereka merupakan sumber kebahagiaan. berbicara tentang rasa bahagia banyak sekali versinya. ada yang berbahagia pagi ini mungkin karena dapat hadiah dari undian, atau bahagia bermimpi harga BBM turun..hehe.

pastilah setiap orang memiliki alasan masing-masing. pada dasarnya setiap orang mengejar kebahagiaan itu sendiri. Ada yang bekerja keras karena ingin mendapatkan materi untuk memenuhi kebahagiaannya. ada yang bekerja keras untuk kebahagiaan keluarganya. ada yang belajar keras untuk mendapat nilai yang bagus karena menurutnya dengan nilai tinggi ia akan berbahagia. hem itu manusiawi.

namun yang perlu dicatat semua yang kita kejar itu hanya merupakan alat atau sarana untuk mewujudkan kebahagiaan. alat hanya meruapakan ‘benda mati’ yang tidak memiliki perasaan. Salah besar jika kita menjadikan alat tesebut menjadi alasan kebahagiaan. Alat hanya bisa berfungsi jika dioperasikan oleh manusia itu sendiri. Maka sejatinya kebahagiaan itu bersumber dari perasaan kita.

barang kali ekstremnya begini kita diberikan pilihan untuk memilih diantara dua hal. yang pertama anda ditawari untuk menjadi seorang yang kaya raya tapi dengan satu syarat anda harus hidup sendirian di tengah pulau terpencil tanpa ada teman sorangpun. pilihan kedua anda menjadi seorang yang biasa saja tapi anda diberikan kesempatan untuk hidup bersama-sama dengan orang-orang yang anda sayangi. maka pilihan mana yang anda pilih?

untuk itu coba saat ini kita merefleksi diri sudah tepatkah definisi bahagia yang anda rumuskan? jika sudah tepat maka perjuangkanlah menurut versi anda. karena kebahagiaan itu ada dalam diri setiap orang. Tinggal bagaimana kita mampu memunculkannya.

masihkah kita mengabaikan orang-orang disekeliling kita hanya karena mengejar alat kebahagiaan? pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tak kan pernah bisa hidup sendiri. Maka jika anda ingin bahagia maka bahagiakanlah orang-orang disekeliling kita. tak ingatkah engkau senyuman tulus seorang bayi sepertinya lebih membahagiakan dari pada tumpukan uang yang itu telah menyita waktu kita untuk berkumpul dengan orang-orang tersayang.

maka mulai saat ini katakanlah bahagianya tuh disini. Di sini bersama senyum dan canda tawa orang-orang yang kita sayangi.

berbahagialah…

Hati-hati dengan Hat

“Ketahuilah bahwa didalam jasad manusia terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketauhilah bahwa segumpal daging itu ialah hati.” (H.R Bukhari)

Hati adalah raja bagi setiap gerak langkah jasad. Ia menjadi nahkoda yang menentukan arah kemana jasad akan berlabuh. Apakah berlabuh pada kebaikan atau pada keburukan. Hati laksana ruh kehidupan, ianya bisa sehat, bisa sakit bahkan bisa mati. Dr. Ahmad Farid dalam bukunya Tazkiyyatun Nafs membagi tiga jenis hati yaitu hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati.

Pertama tentang hati yang sehat ialah hati yang tunduk akan penciptanya, ia selalu dekat dengan kebaikan tiada cela untuk ingkar, tiada waktu untuk lalai dzikir kepada-Nya. Hati yang sehat laksana mutiara yang indah tak terkotori oleh amarah, tak terjamah oleh syahwat, tak ternoda oleh iri. Ianya lurus mengikuti petunjuk Ilahiah, merunduk tunduk berpasrah pada kesucian-Nya.

Hati yang sehat teraplikasi dalam amal-amal kebaikan. Ianya terwujud dalam sholat yang khusyuk, puasa yang bernilai dan sedekah yang ikhlas. Hati yang sehat bermuara pada takutnya lalai dalam sholat, amal yang riya dan takut akan ujub diri.

Kedua tentang hati yang sakit ialah hati yang memiliki dua sisi kemungkinan. Ianya berada diantara kebaikan dan keburukan, ianya masih berpaut pada kecondongan keduanya. Ia akan condong kepada kebaikan manakala ia mampu mengalahkan hawa nafsunya namun ia akan condong pada keburukan kala ia takluk pada hawa nafsunya.

hati yang sakit teraplikasi dalam dua sisi amal. lain waktu ia tunduk pada amal kebaikan lain waktu pula ia tunduk pada hawa nafsu. Maka hati yang sakit harus senantiasa diobati dengan dzikir kepada-Nya.

ketiga tentang hati yang mati ialah hati yang tunduk pada keburukan. Ianya mati sehingga ia melumpuhkan semua “indra”. Ia memiliki mata namun tak mampu melihat, ia memiliki telinga namun tak mampu mendengar, Ia memiliki akal namun tiada guna untuk berfikir. melalui mata, telinga, dan akalnya ia tak mampu melihat kebesaran pencipta-Nya. Sehingga ia tunduk pada hawa nafsunya yang mendorong ia senatiasa tunduk pada keburukan.

Hati yang mati teraplikasi dalam kerja-kerja maksiat. Ianya terwujud dalam kedzaliman diri, angkuhnya diri, dengki yang meninggi, syahwat yang selalu dituruti. Cahaya-Nya tiada menerangi, ia laksana ruang gelap yang pekat yang tiada petunjuk arah. Sehingga ianya hanya tunduk pada nafsu yang mengarahkannya pada keburukan.

Maka bagaimana dengan hati kita? adakah sedang dalam keadaan sakit atau sehat. Atau bahkan hati kita telah mati. Maka hendaklah hati-hati dengan hati. Rawatlah ia dengan amal-amal kebaikan sehingga Sang Maha pembolak-balik hati senantiasa menuntun pada jalan yang lurus.

Yuk Jaga Hati! 🙂