Di sela-sela bedrest, rutinitas Minggu pagi tidak boleh terlewatkan. Berkat keberadaan Kompas Minggu yang istimewa, rutinitas saya ini mencakup:
- Membaca keseluruhan koran dengan teknik scanning
- Membaca kartun Benny&Mice, Timun, dan Sukribo
- Mengerjakan TTS bersama bapak saya
- Membaca rubrik Parodi asuhan Oom Samuel Mulia
Setiap edisi Parodi selalu membawa angin segar bagi pembaca. Dan kali ini, angin segar yang bertiup luar biasa kencang hingga menerbangkan topeng-topeng saya. Cukup menohok dengan rangkuman Kilas Parodi sebagai berikut:
Jangan Pernah…
- …berhenti mencintai. Cinta yang seratus persen pada pasangan Anda itu mampu mengalahkan ketidakbenaran, mampu mempertahankan perahu agar tidak kandas.
- …berpikir bahwa dengan mencintai seratus persen Anda tak memiliki ruang untuk diri sendiri.
- …mencintai kalau Anda tak siap. Jangan pernah menyalahkan pasangan kalau sejujurnya Anda yang tak siap dalam segalanya.
- …berpikir, memiliki ruang untuk diri sendiri dan mencintai seratus persen itu adalah sebuah perbedaan seperti siang dan malam. Itu sebuah komplimen.
- …kalau Anda diciptakan untuk menjadi pengganggu hubungan orang, kecuali Anda sakit jiwa, merasa seperti bidadari penolong atau superman.
- …untuk jadi pengecut. Kalau Anda merasa hubungan itu menjadi hambar, mbok bicara sama pasangannya, jangan diam saja atau malah curhat sama orang lain.
- …untuk jadi oportunis. Cinta Anda itu bukan untuk dijadikan sarana mendekati pejabat ini dan itu, untuk naik ke jenjang profesi lebih tinggi, atau untuk memiliki masa depan yang lebih kinclong.
- …bahwa tidak akan ada harga yang harus Anda bayar dari berhenti mencintai kebenaran. Ingat, yang Anda taburlah yang akan dituai.
*artikel lengkap dapat dibaca di sini dan di situ.
Well, I’ve learned my lesson. Guess the whole universe conspires to help me rebuild my thinking. In the previous days, I watched “And Then Came Love”, “Baby Mama”, and “Good Luck Chuck” (for the bazillion times hee). Lately, I’ve been in some thoughtful life-changing discussion with various kind of friends. I feel quite unstable, yet try to gain my balance excitingly and frighteningly. I hope I’m not just doing the talk, though 🙂
P.S. : Memang benar, ketika dilanda sakit orang jadi lebih sensitif dan introspektif.