Image
 

PETA ZONASI GEMPA 2010 (Probabilistic Seismic Hazard Map)

•14 Agustus 2010 • 3 Komentar

Probabilistic Seismic Hazard Map (PSHM) Indonesia yang baru, sebagai pengganti Peta Hazard Gempa SNI Gempa 2002 (SNI 03-1726-20021), telah ditanda tangani oleh Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 1 Juli 2010, disusul dengan pengumuman resminya tertanggal 15 Juli 2010 dan disosialisasikan pada para pihak di kantor Binagraha tanggal 16 Juli yang lalu.
Berdasarkan peta tersebut, gedung dan bangunan sipil di Jakarta, tergantung lokasinya, harus didesain terhadap beban gempa dengan Peak Ground Acceleration (PGA) di level batuan dasar 19 – 21% g. Suatu peningkatan sekitar 5% dari ketentuan sebelumnya.
Sebelum PSHM ini diterbitkan, hampir seluruh gedung dan bangunan sipil termasuk Fly-over di Jakarta di rencanakan berdasarkan beban gempa hanya dengan PGA 10% g sampai dengan 15% g.
Studi mengenai dampak dari kemungkinan runtuhnya Fly-over Cawang-Priok-Pluit akibat gempa menghasilkan data potensi kerugian total yang lebih dari Rp. 150T (nilai rupiah tahun 2008) dan gangguan kenyamanan fisik lebih dari 2 tahun (LAPI ITB, 2008).
Melihat dampak yang mungkin terjadi di kemudian hari terhadap gempa yang lebih besar dan dengan episentrum yang lebih dekat dengan Jakarta, dapat dibayangkan betapa besar kerusakan dari hampir semua bangunan gedung dan bangunan teknik sipil yang berada di Jakarta.
Semua bangunan teknik sipil yang di rencanakan sebelum berlakunya SNI Gempa 2002 adalah mengacu kepada beban gempa PGA 10% g, sedangkan SNI Gempa 2002 menggunakan beban gempa PGA 15% g.
Langkah untuk mengamankan bangunan gedung dan bangunan teknik sipil di Jakarta yang sudah terlanjur di rencanakan berdasarkan Code yang lalu masih dapat diselamatkan yaitu dengan melakukan langkah retrofit yang sesuai.
Untuk Retrofit bangunan anda silahkan hubungi saya, saya mempunyai Team yang tangguh dan berpengalaman dalam menganalisa dan me-review struktur dengan usulan langkah-langkah perbaikan yang sesuai dan memadai untuk mengantisipasi Beban Gempa PGA 21% g.

Hubungi kami

PT Trimitra Bhirawayudha

Structural Calculation Note

•16 April 2010 • 4 Komentar

Note saya kali ini adalah memperbincangkan Structural Calculation Note atau yang sering juga disebut sebagai Laporan Perhitungan Struktur.
Apa itu Laporan Perhitungan Struktur ?
Menurut Structural Guidance Notes Manual Vol.1 yang dipublikasikan oleh Ove Arup Partnership, 1985, Tujuan Utama membuat Laporan Perhitungan Struktur adalah serangkaian narasi yang menerangkan kriteria design untuk struktur, asumsi2, bagaimana sebuah struktur dimodelkan, dan berisi standard/code berikut metode yang akan dipergunakan di dalam analisa dan perhitungan struktur.
Sebuah Laporan Perhitungan Struktur dibuat untuk 2 alasan. Pertama, adalah sebagai dokumen yang menyimpan data-data seperti ukuran atau dimensi perancangan struktur. Yang kedua adalah sebagai narasumber informasi untuk tahapan perancangan selanjutnya.
Oleh sebab itu, suatu laporan perhitungan struktur harus dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain. seperti misalnya oleh supervisor, manajer design, dan yang akan membuat detailing nya. Di samping itu pula harus mempu menampilkan informasi-informasi perencanaan secara lengkap. Di dalam sebuah laporan harus pula mempergunakan penjelasan2 (linking text) dengan jelas, gambar/sketsa dari topik yang sedang dihitung, mudah dimengerti, adanya cross-referencing agar setiap orang yang membacanya dapat melihat darimana suatu “hasil perhitungan” diperoleh.
upfff…maaf, sepertinya statement saya di atas sedemikian jelimet nya sehingga mungkin saja sulit untuk ditangkap…
dengan kata lain, sebuah laporan perhitungan struktur haruslah berisi informasi2 yang lengkap, yang menceritakan secara gamblang bagaimana sebuah “HASIL Perhitungan” diperoleh.
Celakanya, dari sekian banyak Laporan yang pernah saya baca…ternyata SANGAT..SANGAT menyedihkan.
Banyak sekali (nyaris 90%) INSINYUR-INSINYUR kita tidak tahu secara pasti bagaimana membuat sebuah Laporan Perhitungan Struktur.
Kebanyakan Laporan yang dibuat atau disertakan bersama-sama dengan Gambar Struktur adalah sebuah buku yang berisi (dari halaman pertama hingga halaman terkahir) PRINT-OUT dari software Analisa Struktur. Nyaris tidak ada sebuah gambar/sketsa apa pun. Kalau pun ada gambar di antara printout tersebut, umumnya tidak komunikatif sama sekali.
Jadi laporan tersebut hanya bisa dibaca oleh si pembuatnya saja. Dan lebih lucu lagi, bahkan yang membuat pun kadang kelabakan mencari data perhitungannya sendiri bila diberi pertanyaan.
Beberapa tahun yang lalu, sewaktu saya masih mengajar untuk mata kuliah Perencanaan Struktur Gedung, saya sudah mulai menanamkan kepada para mahasiswa tentang penting nya sebuah Calculation Note. Bagaimana seharusnya membuat sebuah laporan perhitungan struktur yang baik, komunikatif dan berkualitas. Sampai akhirnya (1995) saya merasa perlu untuk menulis diktat yang berjudul :
Pembuatan Laporan Perhitungan Struktur, sebagai bahan untuk mata kuliah Perencanaan Struktur Gedung di ISTN Jakarta.
Tapi sampai hari ini saya belum berhasil menemukan kembali arsip diktat saya tersebut…(mungkin terbawa hanyut oleh banjir hehehe).
Dan sungguh menyedikan sekali apabila tidak ada institusi yang berkenan memberikan Short Course khusus untuk pembuatan laporan perhitungan struktur ini.
Apalah artinya kursus-kursus tentang Gempa diberikan, kursus tentang peraturan baru SNI. Tapi ujung-ujung nya tetap saja sang insinyur ini tidak mampu untuk membuat sebuah Laporan yang apik. Yang disajikan adalah setumpuk sampah print-out komputer yang tak ada artinya sama sekali.
Jakarta, 15 April 2010
Willy C.Wungo

SELAMAT DATANG TAHUN 2010

•30 Desember 2009 • 4 Komentar

SelamatTahun Baru 2010

semoga Tuhan selalu memberkati kita semua.

Amin….

SNIPER

•9 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam satu tarikan nafas,
tepat pada saat benang silang tipis teleskop jatuh di kening,
seketika itu pula,
telunjuknya yang selembut kapas menarik picu.
seperti ritual,
Mission completed…

DVP,desember 2009

SENJA DI PENGHUJUNG CAKRAWALA

•14 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada fatamorgana biru samar menari di penghujung senja,
ada sejuta bianglala mekar di kaki cakrawala.
Dan bidadari nakal itu tersenyum menggetarkan seluruh
engsel-engsel plastis ku,
seperti energy gempa seismik.
Kaki tergetar merespon energy lateral nya yang menggemaskan.
Kucoba memencarkannya ke seluruh pori-pori.
Namun tiba-tiba..aku collapse,
tatkala mekanisme soft-storey menerjang.
Dan,
dalam desah nafasnya yang menggelora, kulihat butiran-butiran peluh,
bersinar bagai kristal di bawah rembulan yang semakin purnama.
Sempurna.
Adalah bidadari, entah dari dunia mana, dan langit ke berapa,
tersenyum dalam alunan yang tenang melankolis.
Badai dan gempa sudah berlalu, …..ucapnya.
Oh….
Jakarta, 24 Oktober 2009

Once again, my favorite singer..King of Ballads..Engelbert Humperdinck

•22 September 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Create PlaylistPop-out playerDownload music and ringtones

MY PLAYLIST_001

•6 September 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Create PlaylistPop-out playerDownload music and ringtones

LATERAL SUPPORT

•31 Agustus 2009 • 1 Komentar

Lateral Torsional Buckling atau Tekuk Puntir ke samping kerap terjadi pada suatu system srtuktur baja. Terjadinya Lateral Torsional Buckling (LTB) pada balok atau kolom baja akan menyebabkan kegagalan dini dari system struktur yang bersangkutan sebelum beban layan tercapai. Untuk mencegah hal tersebut untuk elemen-elemen baja yang berpotensi terjadinya LTB umumnya dipasang Lateral Support atau Lateral Bracing ( Penunjang Samping). Lateral Support yang dipasang sebagai pencegah terjadinya LTB tersebut harus di design sedemikian rupa sehingga diperoleh dimensi yang efektif dan memadai. Suatu elemen struktur baja yang melentur (berdeformasi) cenderung menekuk ke arah sumbu lemahnya ketika tegangan kritis tercapai (Fcr). Prinsipnya Lateral Support di rencanakan untuk menahan tekukan akibat Fcr tersebut. Saya telah membahas materi ini beserta contoh perhitungannya. Jika anda berminat dan tertarik, silahkan download di http://www.4shared.com/office/EviFG2vF/LATERAL_SUPPORT_09.html

Semoga bermanfaat.

LALU AKU PUN BERHENTI MENATAP

•23 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lalu, aku pun berhenti menatap.
sepotong kalimat,
segera diterbangkan angin, begitu terucap lewat bibir.
Dan gemanya,
tak pernah akan kembali lagi

nopember 1979

EDITORIAL

•18 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sehubungan dengan kesibukan, blog ini belum juga di update…..mohon maaf. Tapi segera akan ditampilkan posting-posting yang segar dan menarik dalam waktu dekat……. Terima kasih atas atensinya.