Pagelaran Lingkung Seni Sunda ITB sebentar lagi nih. Jangan lupa dateng ya, di ITB, Lapangan Basket tanggal 3 Juli 2010 mulai dari pukul 7 malam. Nah, di sana, temen2 akan disambut oleh tiga orang, satu orang perempuan, dan 2 orang laki. Ketiga orang itulah yang akan memandu jalannya acara pagelaran (padahal mah cuma 3-4 kali masuknya..:p). Yup, merekalah MC pagelaran LSS ITB.
Yang pertama, ada Muhammad Gilang Dwi Andika, cowok cuek yang rada an-sos (hhahaha..). Dia mahasiswa ITB jurusan Fisika. Dia se-smp sama sayah, dan sayah tidak menyangka kalau dia berubah sedemikian drastis. Padahal, waktu SMP mah orang ini teh kaleeeem banget, sekarang….-_-

gilang
Yang kedua, ada Paramartha Djuarsa. Cewek Teknik Sipil ini kayaknya mewarisi sifat kacrut dari koor MC pagelaran, yaitu Teh Dwi Pangestu. Anda akan sempat menyangka kalau dia itu cowok, soalnya, sisi anggunnya ga keliatan sama sekali. Kalo ngomong aing-maneh, susah diem (diem kalo udah pake kebaya), dan suka teriak-teriak. Pokoknya, Teh Dwi pisan lah.

mita
Tah, yang terakhir adalah…..tak lain dan tak bukan, si cowok ganteng yang punya blog ini. Mahasiswa Teknik Perminyakan bernama Mochamad RamadhanYoan Mardiana.

yoan
Wah, ternyata, jadi MC tuh susah juga yaa. Apalagi jadi MC sebuah acara besar seperti pagelaran LSS ini. Bahasa yang digunakan juga bahasa formal, bahasa Sunda (tentu saja), dan harus sangat sopan.
Pengalaman pertama saya jadi MC sangat kacau. Waktu itu, beberapa bulan lalu (april), saya sama si gilang jadi MC untuk acara syukuran wisudaan LSS ITB. Kita emang ga latihan, jadi kacaaaaaau banget. Kacau nya teh bener2 kacau (lebay sayah). Bahasa, kadang keluar bahasa sunda yang ga lemes. Gestur tubuh? Jangan ditanya…hancur. Intonasi? Hahaha, diksi ajah udah ancur, apalagi intonasi. Bahkan, seorang alumni LSS yang saya kenal (inisialnya Kang Acung), yang baru lulus S2 bilang supaya MC pagelaran jangan saya, walaupun dengan nada becanda. Bayangkan! Betapa malunya saya dan si gilang waktu itu. Hhaha, tapi ya sudahlaaaah..

foto waktu syukwis (hhaha, masa MC masukkin tangannya ke saku coba??)
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat jadi MC. Yang pertama adala pemilihan kata atau diksi. Saat kita berada di acara yang formal, maka tentu saja diksi nya harus formal juga. Gak mungkin kita menggunakan urang-maneh di acara formal. Yang kedua adalah intonasi. Naik turunnya nada saat berbicara juga harus diperhatikan. Bagaimana sebuah kata ditekan, diperhalus, atau dibuat bersemangat. Misalnya, saat salam pembuka, harus bersemangat dan menggebrak.
Yang ketiga adalah gestur tubuh. Ini juga penting nih. Untuk pagelaran contohnya. Badan harus tegak, kaki ga boleh melangkah kemana-mana. Kalau mau bergerak, yang diperbolehkan hanya tubuh bagian atas saja. Ekspresi juga harus pas. Saat kaget, maka harus terlihat kaget. Saat bertanya, maka harus kelihatan penasaran.
Kalau ga salah teh ada 5 teori dasar tentang MC teh, tapi saya lupa 2 lagi apa. Nanti saya coba tanyakan sama pelatih, Mr. Adibowo..
Akhirnya, setelah beberapa kali latihan, kami mulai memiliki progres. Meskipun masih banyak diksi yang kurang tepat, saya, mita, dan gilang terus berusaha untuk menjadi MC yang baik di pagelaran nanti. Teman-teman kesenian aja pada semangat, masa kami kalah?
Yah, yang pasti, ternyata jadi MC tuh ga gampang dan butuh latihan dan fokus. Tapi, akhirnya saya menikmatinya. Makanya, jangan lupa untuk menyaksikan aksi saya di pagelaran nanti yaa…hhaha..
MC !!!!!! MINORITAS TAPI EKSIS !!!