Sarasvati : Mirror


Widih, udah lama banget ngga posting di blog. Enam bulan! Rekor, rekor. Semester 7 beneran bikin hobi ngetik cerita tidak tersalurkan gara-gara kebanyakan ngetik laporan. 😀

Hampir dua setengah taun lalu, waktu Pasar Seni ITB, saya sebenernya udah pernah liat nama Sarasvati. Ada satu wahana, saya lupa namanya, yang di stage nya perform Teh Risa Saraswati. Karena terlalu penuh dan susah banget masuk, saya ngga jadi masuk, dan rasa penasaran saya terhadap konsep musik baru mantan vokalis Homogenic ini nggak terpuaskan.

Baru sekitar enam bulan lalu, saya download salahsatu lagunya Teh Risa, judulnya Bilur. Saya kepikiran buat denger lagu ini karena cerita temen tentang kisah di balik lagu tersebut. Hal pertama yang saya pikirin waktu denger lagu ini adalah : Serem! Mana waktu itu malem-malem dan lagi gerimis. Bikin merinding! Jadilah saya nggak mau lagi denger lagu-lagu Sarasvati.

Eh tapi ternyata seremnya lagu Bilur bikin saya penasaran sama Sarasvati. Saya mulai dengerin lagu-lagu yang lain di album EP-nya yang berjudul Story of Peter. Setelah ‘membiasakan diri’ denger nuansa gloomy dan agak galau, akhirnya telinga saya dapat beradaptasi dan malah jadi suka sama lagu-lagunya. Teh Risa bisa banget bawa pengalaman-pengalaman mistisnya menjadi lagu yang membius, catchy, dan gak ngebosenin, kayak lagu Oh I Never Know, dimana Teh Risa berduet sama Tulus. Ada juga lagu Perjalanan yang ceritanya mirip sama pengalaman saya, hhaha..

Sempet nyesel juga ngga nonton Nishkala Sarasvati. Tapi itu agak terobati setelah saya beli album keduanya dan sekalian buku kedua Teh Risa berjudul Maddah. Album ini cukup unik. Covernya dibikin kayak amplop surat berwarna abu-abu, lengkap dengan perangko jadul. Kesan kucel juga ditunjukkan oleh amplop ini, kayak yang udah lama banget diabaikan.

IMG_20130112_191244

Di dalamnya, ada tujuh lembar kertas dan satu buah cd. Yang pertama adalah foto para personil Sarasvati, sama kayak poster konser Nishkala Sarasvati. Kertas kedua merupakan sebuah postcard dengan gambar sesosok wanita (udah pasti hantu ini mah, semacam kuntilanak) berjubah putih yang lagi membelakangi cermin, tapi anehnya, wajahnya masih keliatan di cermin. Sisanya, merupakan kertas berisi lirik-lirik lagu.

IMG_20130112_194110

Ada sepuluh lagu di album Teh Risa yang kedua ini, yaitu Maddah, Haunted Sleep, Ivanna, Solitude, Danur (ft. Arina Ephipania), Gloomy Sunday (ft. Trah Project), Aku dan Buih, Graveyard, Mirror (ft. Cholil Mahmud), dan Death Can Tell A Lie.

Lagu favorit saya di album ini adalah Graveyard dan Death Can Tell A Lie. Waktu pertama kali membaca liriknya, saya pikir lagu Graveyard adalah lagu yang akan bernuansa menyeramkan, karena selain judulnya yang berarti kuburan, liriknya yang berbahasa inggris juga menceritakan makhluk-makhluk yang nongkrong di sana. Tapi ternyata setelah didengarkan, lagunya  sangat ceria dan easy listening. Suara anak-anak yang sedang bermain dan ketawa ketiwi menambah kesan menyenangkan.

Graveyard

We are the children from grave but some get over that
Count our blessing
Better than that buy a hat, buy a coat, or pet
Take up dancing

We shall not sing a sad song we could sing happy song
When the darkness comes down
We’ve seen better in the dark, we don’t need a light
All we need is here…

We’re ghost forms of fright
We have driven sleep from eyes away

The giant trees are bending
The storm fast decending
We don’t care just keep singing

Sleep sleep you are all sleep
Little sorrow sit and weep

Secret joys and secret smiles
Little pretty infant wiles

From your cheek and from your eyes
You’re the youthful harvest night
When your little heart awake
Then the dreadful lightning breaks

Kalau lagu Death Can Tell A Lie bener-bener kebalikan dari lagu Graveyard. Ini sih bener-bener lagu kematian, hhaha. Penciptanya adalah vokalis band Olive Tree, Kiki Chan, yang juga ikut nyumbang suara piano di lagu ini. Di akhir lagu kita bisa mendengarkan suara tangisan perempuan. Sedih lah pokoknya…

Death Can Tell A Lie

One lightning flash
far from this place
Under our bare
And bleeding feet its over… its closer

A damn soul, the pale of glow

Playing a scene
Down to your feet
Along your tight
And bright as eyes its over… its closer

The misty gloom, behind the holes

Bright as eyes its over… its closer
That even Death can tell a lie.

Well, semoga Teh Risa dkk bisa terus berkarya dan menghasilkan karya-karya yang lebih keren lagi. 😀