InSua SuarabyLuqman Mohammad·Jul 4McConaissance ala eleventwelfthSemangat renaissance ala Matthew McConaughey yang muncul pada album sophomore dari eleventwelfth, “11”A response icon1A response icon1
InMaratontonbyLuqman Mohammad·Jun 15On the Edge of YearningUlasan In the Mood for Love (2000): Magnum Opus Milik Wong Kar-wai
InMaratontonbyLuqman Mohammad·Jun 3Tentang Mimpi BerkecukupanUlasan Film Once We Were Us (2025): Film “Anjing” yang Tidak Menampilkan Anjing
InMeja SajakbyLuqman Mohammad·May 24Pada Hari KedelapanHari-hari yang masih sama seperti kemarinA response icon2A response icon2
InMeja SajakbyLuqman Mohammad·May 8Di Antara NamaNama-nama yang beredar dalam kepala, menahan dari melakukan hal yang sama
InBooknotationsbyLuqman Mohammad·May 5Cerita dari Mereka yang Tersita Tanah AirnyaYang saya makin pahami setelah menyelesaikan buku “Tanah Air yang Hilang” karya Martin Aleida.A response icon1A response icon1
InBooknotationsbyLuqman Mohammad·Feb 26Mencari Alasan Tentang Mengapa Saya MenulisHal-hal yang menarik selepas membaca kumpulan esai dari George Orwell, “Why I Write”A response icon4A response icon4
Luqman Mohammad·Feb 17And They Said, “Ada titik-titik di ujung doa”This is a TikTok post, in a written piece. Just don’t ask why.A response icon1A response icon1