Lompat ke isi

Letto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Letto
AsalYogyakarta, Indonesia
GenrePop rock
Tahun aktif2004–sekarang
Label
Artis terkaitCak Nun
Situs webwww.lettolink.com
Anggota

Letto merupakan sebuah grup musik Indonesia yang pertama kali dibentuk 21 April 2004. Grup musik asal Yogyakarta ini beranggotakan Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh, Yogyakarta 10 Juni 1979) sebagai vokalis, Patub (Agus Riyono, Yogyakarta, 2 Agustus 1978) sebagai gitaris, Arian (Ari Prastowo, Bantul, 27 Maret 1978) sebagai bassis, dan Dhedot (Dedi Riyono, Yogyakarta, 23 Januari 1987) sebagai drummer. Vokalis Letto, Noe, adalah putra penyair Emha Ainun Nadjib. Anggota grup musik ini telah bersahabat sejak masih sekolah di SMU 7 Yogyakarta. Setelah berpisah akibat kesibukan kuliah, mereka akhirnya bertemu kembali dan berkarya bersama.[1] Aktif dengan 4 personel sejak tahun 2004, pada tahun 2016 Letto menambah 2 personel yaitu Cornel (Cornelius Prapaska, Madiun, 6 Maret 1987) sebagai gitaris, dan Widi sebagai keyboardis setelah keduanya menjadi additional player untuk Letto sebelumnya.

Letto memulai debut kariernya sebagai band pada tahun 2004, dan pada tahun 2005 mereka meluncurkan album Truth, Cry, and Lie dengan lima singel yaitu Sampai Nanti, Sampai Mati (2005), Sandaran Hati (2005), Ruang Rindu (2006), Sebenarnya Cinta (2006), dan Truth, Cry, and Lie (2007). Pada tahun 2007, mereka kembali membuat album bertajuk Don't Make Me Sad dengan lima singel yaitu Sebelum Cahaya (2007), Permintaan Hati (2008), Memiliki Kehilangan (2008), Hantui Aku (2008), dan Bunga di Malam Itu (2008). Dan tahun ini pada bulan Februari kemarin mereka kembali merilis album ketiga mereka, yang bertajuk Lethologica dengan dua singel sejauh ini yaitu Lubang di Hati (2009), Senyumanmu (2009), dan Kepada Hati Itu (2009). Letto juga mendapat sertifikat Platinum untuk lagu-lagunya.

Album pertama mereka bertajuk "Truth, Cry, and Lie" yang dirilis pada 2005. Namun sebelumnya Letto juga pernah merilis album PILIH 2004, tetapi saat itu nama grupnya masih Leto (satu T). Album perdana mereka meraih penghargaan kategori 'Album Pendatang Baru' pada ajang SCTV Music Award 2007.

Tak hanya di Indonesia, kepopuleran Letto juga merambah ke Malaysia. Letto meluncurkan album Truth, Cry & Lie di pasar musik Malaysia tanggal 23 Juli 2007. Mereka memutuskan untuk ikut meramaikan dunia musik Malaysia setelah lagu-lagu mereka seperti, "Ruang Rindu" dan "Sandaran Hati" berhasil menduduki tangga teratas di beberapa stasiun radio Malaysia. Album Letto yang pertama ini sebelumnya juga mendapatkan anugerah 'Planet Muzik 2007' sebagai grup musik terbaik di Singapura pada 8 Juni 2007.

Sukses dengan album pertama, Letto meluncurkan album kedua bertajuk "Don't Make Me Sad" yang dirilis pada tanggal 16 Agustus 2007. Dalam album ini, Letto menjagokan lagu "Sebelum Cahaya". Bukan hanya lagunya yang unik, video klipnya juga dibintangi Amanda, seorang model yang tuna rungu. Lirik lagunya berkisah tentang seseorang yang merasa kesepian karena ditinggalkan teman. Sebagian hasil dari penjualan album ini, Letto akan mendedikasikan untuk membuat buku huruf Braille. Musica akan mempromosikan album ini ke Malaysia. Lagu-lagu lain yang menarik untuk disimak dalam album ini di antaranya lagu berbahasa Inggris "Ephemera", "Bunga di malam itu" yang bertutur tentang indahnya pertemuan dengan Sang Nabi Muhammad SAW, dan "Permintaan Hati" yang berirama lebih rancak menghentak.

Album ini hanya mengeluarkan 3 Single, yaitu, Lubang Di Hati, Senyumanmu, dan, Kepada Hati itu. Setelah itu Letto Vakum selam kurang lebih 1 tahun. Album ini terbilang unik karena masih berisi ciri khas dari Letto

Album ke-empat ini diberi judul "Cinta, Bersabarlah...". Secara berseloroh personel Letto mengartikan judul tadi sebagai ungkapan kepada penggemarnya yang mau bersabar karena Letto cukup lama menghilang. "Jadi, kalau mereka mencintai Letto, mereka harusnya bisa bersabar," kata Patub, bercanda.

"Cinta, Bersabarlah..." menjadi album pertama di mana Letto tidak lagi mempersembahkan komposisi berlirik bahasa Inggris, yang sudah menjadi semacam tradisi di tiga album pertamanya. Kebiasaan macam itu bukan disengaja oleh Letto (sekadar sok-sokan dengan alasan untuk modal 'go international', misalnya), tetapi karena kebutuhan akan keutuhan keseluruhan presentasi di tiga album pertama memang demikian.[1]

Kepopuleran lagu-lagu Letto menginspirasi beberapa orang untuk membuatnya menjadi novel atau yang disebut songlit (lagu yang dinovelkan). Lagu pertama Letto yang dijadikan novel adalah "Ruang Rindu" yang pernah menjadi soundtrack sinetron Intan. Novel Ruang Rindu ditulis oleh Andi Eriawan dan diterbitkan oleh Gagas Media pada bulan Agustus 2007.

Film Till Death Do Us Part (2021) yang disutradarai oleh Anggy Umbara, dari segi cerita diyakini oleh banyak orang terinspirasi dari lagu Permintaan Hati, dan secara kebetulan Anggy Umbara yang menjadi sutradara dari video klip lagu tersebut.

Anggota Band

[sunting | sunting sumber]
  • Noe – vokalis utama (2004–sekarang)
  • Patub – 1st guitarist (2004–sekarang)
  • Arian – bassist (2004–2022) hiatus
  • Darto – bassist (2022–sekarang)
  • Dhedot – drummer dan perkusionis (2004–sekarang)
  • Cornel – 2nd guitarist, vokal latar (2016–sekarang), (additional guitar 2005-2015)
  • Widi – keyboardist, vokal latar (2016–sekarang)

Diskografi

[sunting | sunting sumber]

Album Studio

[sunting | sunting sumber]
  • Kedamaian Sejati (2013)
  • Hati Garuda (2014)
  • Kasih Tak Memilih (2016)
  • Kangen Deso (2018)
  • Fatwa Hati (2020)
  • Sebening Senja (2025)

Video Musik

[sunting | sunting sumber]
Judul Tahun Rilis Sutradara Model
"Sampai Nanti, Sampai Mati" 2005 Abimael Gandy Tya Ariestya
"Sandaran Hati" 2006 Rianti Cartwright
"Ruang Rindu" Agung Sentausa Dinda Kanyadewi
"Sebenarnya Cinta" Kuteu Mayanti Tara Basro
"Truth, Cry & Lie" 2007 Renny Fernandez Risty Tagor
Richard Kevin
"Sebelum Cahaya" Edwin Amanda Farliany
"Permintaan Hati" 2008 Anggy Umbara Marsha Timothy
"Memiliki Kehilangan" Dominique Diyose
"Hantui Aku" Oleg Sanchabakhtiar
"Bunga di Malam Itu"
"Lubang di Hati" 2009
"Senyumanmu" Anggy Umbara Arumi Bachsin
"Kepada Hati Itu" 2010
"Dalam Duka" 2011 Nicholas Nicky
"Cinta... Bersabarlah" Upie Guava
"Hati Garuda" 2014
"Kasih Tak Memilih" 2016 Hafez Achda
"Kangen Deso" 2019 Andriya Octaviano
"Sebening Senja" 2025 Bagus Kresnawan Suparno
Olive Nugroho
Michela Sherly Indira
Fajar Alami

Nominasi dan Penghargaan

[sunting | sunting sumber]
Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2007 SCTV Music Awards Album Pendatang Baru "Truth, Cry and Lie" Menang
Anugerah Planet Muzik Duo/Kumpulan Baru Terbaik "Truth, Cry and Lie" Menang
Duo/Kumpulan Terbaik "Truth, Cry and Lie" Nominasi
2008 Anugerah Musik Indonesia Special Award Ring Back Tone (RBT) "Ruang Rindu" Menang
Perancang Grafis Terbaik Agustinus Supredo "Don't Make Me Sad" (Letto) Menang
Duo/Grup/Kolaborasi Terbaik "Sebelum Cahaya" Nominasi
Pencipta Lagu Terbaik Noe & Cornel - "Sebelum Cahaya" (Letto) Nominasi
Produser/Penata Musik Terbaik Patub, Arian, Noe, Dedi - "Sebelum Cahaya" (Letto) Nominasi
MTV Indonesia Awards Best Video Of The Year "Permintaan Hati" Menang
2014 Piala Maya Lagu Tema Terpilih "Hati Garuda" (OST. Garuda 19) Nominasi

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 History of LE(t)TO, Letto on Wiki. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "test" didefinisikan berulang dengan isi berbeda

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]