Hay kenalin, namanya Rani. Nama lengkapnya ada di bio akun ini, satu dari sekian adek tingkat yang ku kenal beberapa tahun lalu di Jakarta. Sebagai senior waktu itu "seperti orang jutek" begitu katanya setelah kami nostalgia tentang perjumpan kami kala itu. Latar belakang dari keluarg sederhana memupuknya menghargai hal-hal yang sederhana, semisal nyirih berdua tanpa… Lanjutkan membaca Cenderawasih dari Wanggita
Bualan Belaka
Semua orang berbicara tentang betapa hebatnya orang ini atau orang itu di tempat sekecil ini, tempat yang sebenarnya mudah saja kami memperferifikasi tentang siapa yang hebat siapa yang tidak. Anehnya mereka pikir kami tidak bisa berbuat apa-apa dengan segala kemampuan yang telah kami asah sekian lama di negeri orang. Mereka lupa kalau kami generasi baru… Lanjutkan membaca Bualan Belaka
Aku dan PMII
"Mas, aku lagi main ke Gresik". Pesan barbalas dua hari lalu dan sore ini kopi hitam ala kedai kopi jawa ku seruputin bahkan tak tanggung-tanggung "mas kopinya tambah satu lagi ya". Tumbu dalam lingkup PMII dengan durasi yang sangat singkat ternyata memiliki dampak yang besar hingga mengantarkan aku mengembara hingga sampai ke pulau Sumatera. Sesekali… Lanjutkan membaca Aku dan PMII
Deru Samudera di Dadaku
Pagi ini bumi melayu dibasuh peluh air langit, memekakan keheningan orang-orang menumpuk di sini. Di tempat yang ku pijaki pertama kali pada 5 September 2014 silam pasca magrib. Di awal subhu pagi ini aku akan berpulang menapaki lorong-lorong sempit, tersesat pada belantara gedung-gedung menjulang tinggi (Jakarta). 4 september 2022 aku meninggalkan Bumi Melayu, ku sertakan… Lanjutkan membaca Deru Samudera di Dadaku
Penderitaan “Kekerasan”
Kita akan membicarakan apa yang menjadi tujuan anda mengunjungi blog ini dan yang perlu diketahui apa yang anda harapkan dari membaca tulisan ini tentunya tidak akan menjadinya kenyataan. Penulis pun tidak akan menjamin kalau pengetahun anda akan bertambah dengan membaca tiap bagian dari tulisan ini. Alasan saya menulis ini datang dari lembaran pertama dari ulasannya… Lanjutkan membaca Penderitaan “Kekerasan”
Memangnya Bisa?
Lah, itu anaknya Presiden saja bisa, menteri pemuda dan olahraga juga anak muda. deretan anak muda lainya juga ada tu. Ah, narasinya terlalu cepat untuk menjelaskan tulisan pada foto, bukan tipe tulisanya Mauludin Wamoi sekali ya kan. Jadi begini ceritanya aku punya lebih dari tiga orang teman yang memilih jalan politik sebagai alternatif jalan yang… Lanjutkan membaca Memangnya Bisa?
Dunia Akhirat
Di sini ada surga yang di dalamnya mengalir kedamaian, kata mama "kaka tunggu petatas goreng masak baru kaka makan". Kalimat sederhana itu nyeletus begitu saja saat kopi yang ku seruputi pagi ini mulai tandas. Beberapa minggu aku di luar bergelut dengan perasaan yang tak bisa menghargai, aku bukanya tidak bisa "galak" layaknya budayah timur yang… Lanjutkan membaca Dunia Akhirat
Nikahilah Wanita Lain
Ku kenalkan dia sebagai orang yang dekat dengan ku dan saat itu semua keluarga besar mengenalnya sebagai wanita yang baik. Dan kini ia menjadi istri darinya, seperti kebanyakan hati yang tersakiti karena orang dekat memankan peran lebih dalam hunungan antar satu dan lainya yang saling mencintai. Waktu berlalu saat itu aku ingat betul bagaimana keluarga… Lanjutkan membaca Nikahilah Wanita Lain
Desa ku Telah Berubah, Aku pun Mesti Berubah
Lahir dan besar di kampung seindah itu aku tidak pernah meninggalkan kampung itu sedikit pun. Aku pergi dengan membawah semua kenangan bersamanya, memperkanalkannya begitu ditel bagi mereka yang bertanya dari mana asal ku. “Kamu dari Papua?” ya tentu itu pertanyaan yang selalu dihadirkan sebab aku berperawakan Papua yang sangat mudah di identifikasi. Pertanyaan selanjutnya biasanya… Lanjutkan membaca Desa ku Telah Berubah, Aku pun Mesti Berubah
Santi “Teman Hidup yang Berjarak”
Sore temaram jalan dipadati orang-orang urban kota. Tinggal selangkah ramadhan pergi meninggalkan jejak iman dan takwah yang terpatri dalam benak para pencari syafat kelak menjadi penyelamat akhirat. Bintang menjadi orang paling bahagia, wanita yang akhirnya di panggil Ti bakal menjadi teman berbuka puasa sore itu. Santi, dua minggu sudah mereka menjalin komunimasi by phon. Dari… Lanjutkan membaca Santi “Teman Hidup yang Berjarak”
