ingat besti, ada mbakku memulai pernikahan hanya dengan taaruf, kemudian cerai โ๏ธ๐
mau pacaran, backstreet, first love sight, HTS, taaruf, dll itu semua gak ada yang bisa menjamin kualitas pernikahan. metodenya gimana, ga penting karna yang penting adalah ORANGNYA.
Pernah ikut kajian parenting
Ada bahasan tentang keberkahan pernikahan. Salah satunya mengawali pernikahan dengan kebaikan (termasuk dengan gak pacaran)
Kalau pernikahan diawali dengan kebaikan, akan berpengaruh ke ekonomi, ketenangan hati, bahkan sampe dimudahkan didik anak


