Menemukan fakta bahwa penerima Anugrah Cerpen Kompas 2024 adalah seorang pedagang mie ayam. Sastra memang milik semua; siapapun bisa membaca, siapapun bisa menulis, jika mau dan berusaha.
Mahal. Buku Pram mahal. Buku Dee mahal. Buku Dhianita mahal.
Kenapa mahal? Karena harga kertas mahal. Ini karena pemerintah tidak mengatur harga kertas, dll.
Dan, kita tidak punya uang. 🤣
Kalau mau donasi buku, sebaiknya kirim ke Pustaka Bergerak Indonesia (PBI ) dan Taman Baca Masyarakat (TBM).
Dua organisasi itu punya jejaring sampai ke pulau2 dan hutan2 di Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Haloo kawan-kawan semuanya, banyak yang tanya berkaitan dengan penggunaan keuangan dari hasil donasi, berikut kami lampirkan link untuk penggunaan dari hasil donasi
docs.google.com/spreadsheets/d…
Ojol gak mau bubar. Mereka menuntut 7 polisi pembunuh Affan ditampilkan ke publik. Mereka juga minta semua tahanan dilepaskan.
Itu tentara ngapain sih? 😏
Teman2 yang butuh data Kompas dan pengin baca Harian Kompas, bisa mengakses e-resources.perpusnas.go.id. Gratis!
Semua situs dalam sini bisa diakses gratis. Tapi, login dulu di e-resources perpusnas.
Ini namanya ketimpangan. Maka dari itu, pembaca, penulis, penerbit, dll harus turun ke jalan meminta pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemerataan akses buku ke seluruh Indonesia.
Jadi gak hanya Basabasi, Divapress, Gading, Gramedia, dan penerbit lain yang dikritik. Marjin Kiri juga.
Kalau jelek, dibilang jelek. Kalau maling, dibilang maling.
Buku kalian akan tetap dibeli kalau jalannya baik. Gitu aja.