CompactFlash
| Jenis media | Format perangkat penyimpanan massal |
|---|---|
| Penyandian | Berbagai sistem berkas |
| Kapasitas |
|
| Pengembang | SanDisk |
| Dimensi fisik |
|
| Massa | 10 gram |
| Penggunaan | Kamera digital dan perangkat penyimpanan massal lainnya |
| Dikembangkan dari | PCMCIA / PC Card |
| Jenis memori komputer dan penyimpanan data |
|---|
| Volatil |
| Non-volatil |
CompactFlash (CF) adalah perangkat penyimpanan massal berbasis memori flash yang digunakan pada perangkat elektronik portabel. Format ini ditetapkan dan pertama kali diproduksi oleh SanDisk pada tahun 1994.
CompactFlash kemudian menjadi salah satu format kartu memori paling sukses pada masa awal perkembangannya, melampaui format Miniature Card dan SmartMedia. Setelah itu, muncul berbagai format lain seperti MMC/SD, beragam versi Memory Stick, dan xD-Picture Card yang menjadi pesaing kuat. Sebagian besar kartu tersebut berukuran lebih kecil dibandingkan CompactFlash, tetapi menawarkan kapasitas dan kecepatan yang sebanding. Selain itu, terdapat pula format kartu memori khusus untuk kebutuhan audio dan video profesional, seperti P2 dan SxS, yang memiliki kecepatan lebih tinggi, tetapi berukuran lebih besar dan harganya lebih mahal.
Seiring waktu, popularitas CompactFlash mulai menurun karena perannya digantikan oleh CFexpress. Hingga tahun 2022, kamera kelas atas terbaru dari Canon dan Nikon, seperti Canon EOS R5, Canon EOS R3, dan Nikon Z9, telah menggunakan kartu CFexpress untuk memenuhi kebutuhan kinerja tinggi, terutama dalam perekaman video 8K.
Kartu CompactFlash tradisional menggunakan versi mini dari antarmuka PCMCIA 16-bit. Antarmuka ini memiliki hubungan erat dengan Parallel ATA karena keduanya berbasis pada bus ISA. Pada CompactFlash Revisi 2.0 yang diperkenalkan pada tahun 2003, ditambahkan dukungan untuk mode transfer UDMA. Kemudian pada tahun 2008, diperkenalkan CFast sebagai varian sekaligus penerus CompactFlash. CFast, yang juga dikenal sebagai CompactFast, menggunakan antarmuka Serial ATA.
Pada November 2010, SanDisk, Sony, dan Nikon memperkenalkan format kartu generasi baru kepada CompactFlash Association. Format ini memiliki bentuk fisik yang mirip dengan CF dan CFast, tetapi menggunakan antarmuka PCI Express, bukan Parallel ATA atau Serial ATA.[1] Dengan potensi kecepatan baca dan tulis hingga 1 Gbit per detik (125 MB per detik) serta kapasitas penyimpanan lebih dari 2 tebibita, format ini ditujukan untuk kamera video definisi tinggi dan kamera digital beresolusi tinggi. Namun, kartu ini tidak kompatibel dengan CompactFlash maupun CFast sebelumnya.
Format kartu XQD ini secara resmi diumumkan oleh CompactFlash Association pada Desember 2011.
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Kartu CompactFlash berkapasitas 16 GB dapat dipasang pada port IDE 2,5 inci dengan menggunakan adaptor. Secara umum, kartu CF terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan ketebalannya, yaitu tipe I dengan ketebalan 3,3 mm dan tipe II dengan ketebalan 5 mm. Slot tipe II biasanya digunakan oleh cakram keras mini dan beberapa perangkat lain, seperti Hasselblad CFV Digital Back untuk kamera format menengah seri Hasselblad.
Dalam hal kecepatan, terdapat empat kategori utama kartu CompactFlash, yaitu CF versi awal, CF Kecepatan Tinggi (menggunakan standar CF+/CF 2.0), standar CF 3.0 yang lebih cepat, serta standar CF 4.0 yang paling cepat dan mulai digunakan sejak tahun 2007.
Pada awalnya, CompactFlash dikembangkan menggunakan memori flash berbasis NOR buatan Intel, tetapi kemudian beralih ke teknologi NAND. CF termasuk salah satu format kartu memori tertua dan paling berhasil, serta memiliki posisi kuat di pasar kamera profesional. Keunggulannya antara lain terletak pada perbandingan biaya terhadap kapasitas memori yang lebih baik, dan kapasitas penyimpanan yang umumnya lebih besar dibandingkan format lain selama sebagian besar masa penggunaannya.
Kartu CF dapat digunakan langsung pada slot PC Card dengan adaptor colok, digunakan sebagai perangkat penyimpanan ATA (IDE) atau PCMCIA dengan adaptor pasif atau pembaca kartu, serta dihubungkan ke berbagai jenis port lain seperti USB atau FireWire. Karena beberapa jenis kartu memori yang lebih baru berukuran lebih kecil, kartu-kartu tersebut juga dapat digunakan di slot CF dengan bantuan adaptor. Format yang dapat digunakan dengan cara ini antara lain SD/MMC, Memory Stick Duo, xD-Picture Card pada slot tipe I, dan SmartMedia pada slot tipe II, sejak sekitar tahun 2005. Beberapa pembaca kartu multi-format bahkan menggunakan CF sebagai jalur masukan dan keluaran data.
Kartu CompactFlash generasi awal hanya memiliki kapasitas antara 2 hingga 10 megabita (MB).[2] Seiring waktu, kapasitas ini meningkat menjadi 64 MB pada tahun 1996, 128 MB pada tahun 1998, 256 MB pada tahun 1999, 512 MB pada tahun 2001, dan mencapai 1 GB pada tahun 2002.[3][4]
Spesifikasi teknis
[sunting | sunting sumber]

Antarmuka CompactFlash menggunakan konektor 50 pin yang merupakan bagian dari konektor PCMCIA 68 pin. Kartu ini dapat dengan mudah dipasang ke adaptor pasif dari PCMCIA Tipe II ke CF Tipe I, yang sepenuhnya memenuhi spesifikasi antarmuka listrik dan mekanis PCMCIA. Bergantung pada kondisi sebuah pin mode saat perangkat dinyalakan, antarmuka ini dapat berfungsi sebagai PC Card 16-bit (dengan batas alamat 0x7FF) atau sebagai antarmuka IDE (PATA).
Berbeda dengan antarmuka PC Card, CompactFlash tidak menyediakan tegangan pemrograman khusus (Vpp1 dan Vpp2).
Mode IDE pada CompactFlash mendefinisikan antarmuka yang lebih kecil secara fisik, tetapi secara kelistrikan sama dengan antarmuka ATA. Perangkat CF di dalamnya memiliki pengendali ATA dan dikenali oleh sistem sebagai sebuah cakram keras. Perangkat CF dapat beroperasi pada tegangan 3,3 volt atau 5 volt, dan dapat dipindahkan dan digunakan pada berbagai sistem. CompactFlash mendukung metode pengalamatan C-H-S dan pengalamatan blok logis 28-bit, sementara versi CF 5.0 menambahkan dukungan untuk LBA 48-bit. Kartu CF berbasis memori flash juga mampu bertahan terhadap perubahan suhu yang sangat cepat. Versi industri dari kartu memori flash bahkan dapat beroperasi pada rentang suhu sekitar −45 °C hingga +85 °C.
Memori flash berbasis NOR memiliki kepadatan yang lebih rendah dibandingkan sistem NAND yang lebih baru. Karena itu, CompactFlash menjadi format kartu memori yang paling besar secara fisik di antara tiga format yang diperkenalkan pada awal 1990-an, yang berasal dari format Kartu Memori JEIDA/PCMCIA. Dua format lainnya adalah Miniature Card (MiniCard) dan SmartMedia (SSFDC). Meskipun demikian, CompactFlash kemudian beralih menggunakan memori tipe NAND.
Selain kartu memori berbasis flash, format IBM Microdrive (yang kemudian diproduksi oleh Hitachi) menggunakan antarmuka CF Tipe II, tetapi berupa hard disk drive (HDD), bukan memori solid-state. Seagate juga sempat memproduksi HDD dalam format CompactFlash.
Keandalan
[sunting | sunting sumber]Kartu memori PC Card generasi awal menggunakan baterai internal untuk menjaga data tetap tersimpan saat daya listrik terputus. Umur baterai inilah yang menjadi satu-satunya masalah keandalan pada masa itu. Berbeda dengan itu, kartu CompactFlash yang menggunakan memori flash, seperti perangkat flash lainnya, memiliki batas jumlah siklus hapus dan tulis untuk setiap "blok" penyimpanan.
Memori flash berbasis NOR memiliki daya tahan lebih tinggi, berkisar antara 10.000 hingga 1.000.000 siklus, tetapi jenis ini umumnya tidak digunakan untuk kartu memori. Sebagian besar media penyimpanan massal menggunakan memori flash berbasis NAND. Hingga sekitar tahun 2015, teknologi NAND telah diperkecil hingga ukuran 16 nanometer dan biasanya hanya mampu bertahan sekitar 500 hingga 3.000 siklus tulis dan hapus per blok sebelum mengalami kerusakan permanen. Dari sisi ini, media flash dinilai kurang andal dibandingkan media magnetik seperti cakram keras tradisional.
Beberapa sumber menyarankan untuk mengurangi penulisan yang tidak perlu ke memori flash, misalnya dengan menonaktifkan berkas swap di Windows dan menggunakan fitur Enhanced Write Filter (EWF).[5] Selain itu, saat memformat perangkat berbasis flash, sebaiknya menggunakan metode format cepat agar penulisan data seminimal mungkin.
Sebagian besar perangkat CompactFlash modern memiliki sistem untuk mengurangi keausan blok penyimpanan dengan cara memindahkan lokasi fisik data secara bergantian. Proses ini dikenal sebagai wear leveling. Saat CompactFlash digunakan dalam mode ATA sebagai pengganti cakram keras, fitur ini menjadi sangat penting karena blok-blok bernomor kecil sering berisi tabel data yang terus berubah. Kartu CompactFlash yang lebih canggih bahkan memindahkan data yang jarang berubah agar seluruh blok mengalami keausan secara merata.
Memori flash NAND juga rentan terhadap kesalahan baca sementara.[5] Untuk mengatasinya, kartu CompactFlash dilengkapi sistem pemeriksaan dan perbaikan kesalahan (ECC) yang dapat mendeteksi kesalahan dan membaca ulang blok data secara otomatis. Proses ini tidak terlihat oleh pengguna, meskipun kadang dapat memperlambat akses data.
Karena berbentuk solid-state tanpa bagian yang berputar, perangkat berbasis memori flash lebih tahan terhadap guncangan fisik dibandingkan cakram magnetik.
Risiko kerusakan akibat pemasangan terbalik juga diminimalkan melalui desain celah samping yang tidak simetris, asalkan perangkat yang digunakan memiliki konektor yang sesuai.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sandisk, Sony, and Nikon propose 500MBps memory card with more than 2TB capacity". Engadget (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ "25 Years of CompactFlash: A Look Back at the Pioneering Format". PCMAG (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ↑ Inc, Ziff Davis (2001-11-13). PC Mag (dalam bahasa Inggris). Ziff Davis, Inc.
- ↑ Liverpool and Manchester Photographic Journal (dalam bahasa Inggris). H. Greenwood. 2002.
- 1 2 Stolarz, Damien (2005). Car PC hacks (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1). Sebastopol, CA ; Farnham: O'Reilly Media. ISBN 978-0-596-00871-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)