Tapi mungkin dalam konteks Indonesia secara general kita mengenal kata ‘Kak’ sebagai panggilan untuk orang yang lebih tua apapun itu gendernya. Jadi panggilan Kak untuk perempuan versi daerah bisa berlaku versi bahasa Indonesia juga berlaku
Contoh cowok patriarkis yang ‘baik’ dan nggak KDRT:
- nggak setuju prosedur aborsi aman
- nggak bisa terima kalau anaknya terlahir queer
- melarang istrinya melakukan sesuatu yang dirasa bukan ‘perempuan’ seperti merokok, sementara si suami lanjut merokok
Settle for the less = settle cowo kdrt?
Atau semua cowo “patriarki” itu pasti kdrt? 🤭
Susah sih debat sama kaum yg suka playing victim, gaslighting dan kesulitan dalam mendefenisikan arti kata “wanita” 🤭
Sorry representatif di berbagai bidang itu diliat dari gender apa kompetensi??? Kalo dia emang kompeten nggak peduli gendernya dia pasti bisa jadi representatif dari suatu bidang tertentu.