Menatap Dunia Melalui Kartu Pos | ポストカードを通して世界を見つめて | पोस्टकार्ड के माध्यम से विश्व को घूर
Tampilkan postingan dengan label Religion Ritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religion Ritual. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Februari 2014
[Saudi Arabia] The Holy Ka'bah
Ka'bah adalah sebuah bangunan berbentuk kubus yang berada di tengah Masjidil Haram di kota Mekkah, Arab Saudi. Ini adalah bangunan suci bagi umat Islam dan menjadi patokan arah kiblat dan patokan untuk hal-hal peribadahan seperti Salat. Ka'bah adalah bangunan yang wajib dikunjungi pada saat musim haji dan umrah. Ka'bah disebut juga Baitullah dan beberapa pendapat mengatakan bahwa Ka'bah dibangun oleh Malaikat, Nabi Adam dan Syits (nama anak lelaki Adam).
Salah satu sumber menuliskan, Ka'bah awalnya dibangun oleh nabi Adam dan kemudian dilanjutka oleh Syits. Saat terjadi banjir di zaman Nabi Nuh, Ka'bah ikut musnah dan Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun kembali Ka'bah. Al Hafiz Imaduddin Ibnu Katsir mencatat riwayat hal ini berasal dari ahli kitab (Bani Israil) bukan dari nabi Muhammad. Ka'bah yang dibangun nabi Ibrahim pun pernah rusak pada masa kekuasaan Kabilah Amaliq. Ka'bah kemudian dibangun kembali sesuai rancangan yang dibuat Ibrahim tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Saat dikuasai Kabilah Jurhum, Ka'bah mengalami kerusakan dan dibangun kembali dengan meninggikan fondasi.
Ka'bah juga dinamakan Bayt al 'Atiq (yang berarti Rumah Tua) yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan nabi Simail. Dalam Al-Quran Surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Pada masa Nabi Muhammad Saw berusia 30 tahun (sekitar tahun 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul), Ka'bah direnovasi saat banjir bandang melanda kota Mekkah.
Pada saat menjelang Muhammad diangkat menjadi nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, bangunan Ka'bah semua merupakan rumah ibadah agama monotheisme (tauhid) ajaran nabi Ibrahim yang berubah menjadi kuil pemujaan bangsa Arab yang di dalamnya diletakkan sekitar 360 berhala yang merupakan perwujudan tuhan-tuhan politheisme bangsa arab di masa kegelapan pemikiran (jahiliyah) padahal sebagaimana ajaran nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran nabi Musa terhadap kaum Yahudi. Hingga akhirnya berhala tersebut dibersihkan ketika nabi Muhammad membebaskan kota Makkah tanpa pertumpahan darah.
Senin, 24 Februari 2014
[Saudi Arabia] The Holy Black Stone : Hajar Aswad
Hajar' Aswad (حجر أسود)adalah nama sebuah batu yang diyakini oleh umat Islam berasal dari surga. Batu suci berwarna hitam ini pertama kali ditemukan oleh Nabi Ismail dan kemudian diletakkan oleh Nabi Ibrahim. Dulu, batu ini memiliki sinar yang sangat terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semakin meredup hingga kemudian berubah warna menjadi hitam.
Batu ini juga diyakini memiliki aroma yang unik dan merupakan aroma alami yang ada semenjak keberadaannya. Pada saat ini Hajar Aswad ditempatkan di sisi luar Kabah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya dikarenakan mencium Hajar Aswad merupakan Sunah Nabi Muhammad SAW karena beliau pernah menciumnya setiap Tawaf.
Ketika Rasulullah berusia 30 tahun dan belum menjadi Rasul, bangunan ini direnovasi akibat banjir yang melanda kota Mekkah. Ketika pada akan peletakan Hajar Aswad, Suku Quraisy berselisih mengenai siapa orang yang akan menaruhnya hingga nyaris menimbulkan pertumpahan darah namun dapat diselesaikan oleh seorang pengadil hakim yang memutuskan batu itu diletakkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Pada saat itu Nabi Muhammad Saw dengan bijak berkata, "Berikan padaku sebuah kain." Kain itu lantas digunakan untuk menempatkan Hajar Aswad lalu kemudian beliau berkata, "Hendaklah setiap qabilah memegang sisi-sisi kain lalu angkatlah bersama-sama." Ketika sudah sampai Rasulullah kemudian menaruh Hajar Aswad dengan tangannya dan kemudian dibangunlah (bangunan yang menopang batu tersebut). Mas Ardi, sekali lagi terima kasih atas kartu posnya :)
Minggu, 23 Februari 2014
[Saudi Arabia] Arafah And Mina
Arafah atau yang sering disebut padang Arafah adalah area terbuka dan luas yang berada di sebelah timur kota suci Mekkah, Arab Saudi. Ini adalah area yang penting karena setiap tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah semua jamaah haji berkumpul di padang ini untuk melaksanakan wukuf yang merupakan inti dari ibadah haji. Selain terdapat Masjid Namira, di padang Arafah inilah terdapat Jabal Rahmah, yakni sebuah tempat dimana Nabi Adam dan Siti Hawa untuk pertama kalinya dipertemukan kembali oleh Allah Swt setelah 'turun' dari Surga. Tempat ini kini ditandai dengan sebuah tugu.
Menurut sejumlah referensi, wukuf di Arafah merupakan miniatur Padang Mahsyat, dimana seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali dari kematian di yaumil akhir nanti. Setelah dibangkitkan kembali, manusia dihimpun di suatu tempat bernama Padang Mahsyar ini guna mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan semasa hidup di dunia. Wukuf seolah mengingatkan manusia akan hari kebangkitan itu sehingga sudah selayaknya semua manusia mempersiapkan diri dalam menghadapi hari kebangkitan tersebut.
"Generan views of Devils in Mina" itu yang terulis dibalik kartu pos ini. Hmm, Devils? Iblis? Apa hubungan tempat ini dengan makhluk ciptaan Allah Swt yang terbuat dari api itu? sebelumnya, saya ingin menginformasikan sedikit mengenai Mina. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak 5 Km sebelah timur Mekkah. Mina terletak antara Mekkah dan Muzdalifah dan dijuluki sebagai kota tenda karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji dari seluruh dunia. Mina akan didatangi setiap tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf.
Di Mina, jemaah akan melakukan Lontar Jumrah yakni kegiatan yang merupakan salah satu bagian dari ibadah haji. Jemaah akan melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang atau jumrah dalam bahasa arab. Para jemaah akan mengumpulkan batu-batu tersebut di hamparan Muzdalifah dan melemparkannya ke jumrah. Entah bagaimana sejarahnya sehingga melempar jumrah ini diartikan seolah melempari iblis atau bisa diartikan untuk menghalau iblis dari kehidupan manusia.
Langganan:
Komentar (Atom)







